Connect with us

Report

Zaman Terbuka, Jangan Takut Audit Pajak

Ruruh Handayani

Published

on

Berkat inovasi dan diversifikasi produk, Cap Lang tetap menjadi pemimpin pasar produk “external use herbal” di Indonesia. Perusahaan ini juga menyabet penghargaan sebagai salah satu Wajib Pajak terbaik.

Suatu perusahaan dapat besar karena menghargai setiap proses dan orang-orang di dalamnya yang bekerja sungguh-sungguh mengusahakan kesuksesan itu. Hal inilah yang dilakoni PT Eagle Indo Pharma atau yang dikenal sebagai Cap Lang. Perusahaan farmasi over the counter yang didirikan pada tahun 1973 oleh Edy H. Tjugito ini memproduksi external use herbal.

Director PT Eagle Indo Pharma Budianto menuturkan, awal berdiri, perusahaan ini hanya memproduksi satu jenis produk minyak kayu putih dan masih berupa industri rumahan. Cara penjualannya pun masih sangat tradisional melalui door to door ke toko-toko kelontong di pasar. Lambat laun, setelah konsumen mulai menyenangi produk ini, permintaan pun meningkat. Agen dan toko grosir ikut kewalahan menerima pemesanan. Wilayah sebaran produk ini diperluas dengan menggandeng distributor di beberapa titik wilayah, agar konsumen lebih cepat dan mudah mendapatkan produk-produk Cap Lang.

Kini, setelah 45 tahun berdiri perusahaan ini telah memiliki 160 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Budianto mengklaim, beberapa jenis produknya, yakni minyak kayu putih dan minyak urut hingga saat ini masih menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Kelebihan lainnya, karena sedari awal fokus pada produk external use herbal, perusahaan ini kaya akan diversifikasi produk. Lebih dari 20 jenis produk seperti balsam, minyak telon, minyak angin, dan lain-lain, dapat masuk ke pasar dengan sasaran semua jenjang usia.

“Ketika ada anak lahir, kami punya minyak telon; sudah balita atau menjelang remaja kami punya minyak kayu putih; kalau sudah mulai dewasa dan sering berolahraga, kami punya Gosok Pijat Urut (GPU) atau balsam; dan jika umur sudah agak tinggi sudah mulai pakai balsam,” paparnya.

Budianto mengungkapkan, besarnya perusahaan seperti saat ini juga berkat adanya karyawan, partner bisnis, serta distributor yang selalu komitmen berupaya demi kemajuan perusahaan. Ia sungguh mengagumi bagaimana manajemen perusahaan memberlakukan adat ketimuran terhadap pekerja pabrik, karyawan dan para distributor.

“Pimpinan kami merangkul partner-partner bisnisnya. Kami menyebutnya partner mitra. Supplier juga mitra kami. Jadi, bukan hanya bisnis. Kami pernah sama-sama susah dari kecil, dan kami sama-sama besar sekarang. Saat kami ada acara perayaan 40 tahun Cap Lang, berarti dia (distributor) juga 40 tahun berjualan Cap Lang,” ujar Budianto pada Majalah Pajak, Jumat (13/4).

Pun dengan sekitar 2000 pekerja produksi yang selama ini membantu perusahaan menjadi besar. Meski pabrik yang berlokasi di Jatiuwung, Tangerang, Banten ini telah memakai mesin otomatis untuk produksi, sebisa mungkin perusahaan ingin tetap mempekerjakan tenaga manusia. “Banyak yang ikut dengan kami bertahun-tahun, dari perusahaan kami kecil, masaknya masih pakai panci, tapi akhirnya (karena proses otomatisasi) ada beberapa labor yang loyal dipensiunkan.”

“Akses aturan sudah gampang, gampang dibaca, gampang hitung pajaknya, gampang setornya, gampang lapornya, pasti orang akan senang hati dengan pajak.”

Persaingan ketat

Budianto juga menuturkan, keadaan perusahaan Cap Lang saat ini bukan berarti tanpa tantangan. Bisnis kayu putih kini menjadi industri yang menggiurkan, sehingga banyak perusahaan besar yang ikut memproduksinya. Padahal, pasokan bahan baku kayu putih di Indonesia terbilang terbatas, sehingga perusahaan ini terpaksa impor.

“Banyak (perusahaan) yang mulai tertarik, kalau dulu perusahaan besar enggak ada yang tertarik. Jadi, agak sedikit tough antara dua sampai tiga tahun belakangan ini. Kami sayangkan juga dengan berkembangnya permintaan (bahan baku) dari kami, produksi lokal enggak mencukupi. Jadi, kami harapkan pemerintah bisa bantu (supply) kayu kayu putih ini, agar tidak sampai impor.”

Selain itu, Budianto mengungkapkan bahwa perusahaannya juga dihadapkan dengan tantangan peralihan antara generasi tua dan millennial, serta tantangan perkembangan digital era. Untuk itu, departemen litbang dituntut mengenali pasar beserta kebutuhan dan kebiasaan melalui riset yang terus menerus dilakukan. Dari hasil riset itulah, inovasi produk baru kerap dikeluarkan. Salah satu produk hasil inovasi untuk menggaet kaum millennial yakni balsam berbentuk lipstik.

“Kami bikin satu produk balsam model lipstik, kenapa? Kebanyakan mereka bilang kalau colek-colek nanti tangannya kotor, panas. Jadi, kami harus menyesuaikan diri, sesuai dengan perkembangan zaman, interest-nya mereka, how they live.”

Di sisi lain, Senior Brand Manager PT Eagle Indo Pharma Azis Chandra menambahkan, dari segi pemasaran, tim marketing juga menggunakan sarana media sosial untuk menyebarkan product awaress-nya maupun social campaign pada warganet. “Bukan cuma pasar tradisional dan pasar modern, tapi kami sekarang juga merambah ke digital marketing. Kami juga bikin kegiatan yang berkaitan dengan itu. Kemarin sempat bikin yang namanya Blogger Seminar, lalu activity ke sekolah-sekolah yang mana semuanya pasti integrated sama social media,” jelas Azis.

Dengan berbagai inovasi dan kelihaian mengadaptasikan keadaan, bukan berlebihan kalau Cap Lang kerap mendapat penghargaan yang berkaitan dengan tingkat kepuasan konsumen, seperti Indonesian Costumer Satisfaction Award 2017, Top Brand Award 2017, dan WOW Brand Award 2018. Azis pun cepat-cepat menambahkan, meski dari tahun ke tahun kerap mendapatkan penghargaan, perusahaan selalu berusaha menghadirkan kampanye dan inovasi setiap tahunnya. “Jadi tidak hanya puas dengan apa yang sudah kami dapatkan, sehingga bisa terus terlihat oleh masyarakat.”

Serbamudah

Dalam menjalankan bisnisnya, Cap Lang juga senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku, terutama kewajiban perpajakannya. Terdaftar pada KPP Madya Tangerang, Banten, perusahaan ini juga dianugerahi penghargaan sebagai salah satu Wajib Pajak terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Budianto mengatakan, pajak merupakan kewajiban. Dan dengan zaman keterbukaan, sebaiknya tak ada lagi yang perlu ditakutkan jika ada pemeriksaan atau audit dari petugas pajak.

“Kalau dulu, kan, kita dikenal sama orang pajak itu takut, takut nanti dia tahu harta saya, jadi tahu saya punya ini. Tapi kalau sekarang masih takut, kadang-kadang karena dia tidak terbuka. Kalau kami, kan, apa adanya, terbuka. Makannya kalau dari KPP mau datang, mau lihat pabrik kami silakan, kami tunjukkan bahwa kami memang tidak ada yang disembunyikan.”

Budianto juga mengapresiasi hubungan baik dengan Account Representative KPP Madya Tangerang, serta terobosan-terobosan on-line yang diberlakukan DJP. “Kami appreciate dengan apa yang telah kami dapat dari DJP melalui KPP Madya, hubungan kami baik, profesional, tidak ada yang aneh-aneh, sifatnya semua bahwa dia mitra kami, bisa membimbing kami, dan sebaliknya, kami bisa dengan senang hati men-support mereka.”

Ia pun berharap agar DJP terus berkembang, berinovasi, dan memberi akses kemudahan bagi WP. “Kemudahan itu macam-macam. Intinya, aturan kalau susah diakses, orang enggak tahu. Kalau bisa diakses, harus yang jelas-jelas saja jangan bikin orang bingung. Akses aturan sudah gampang, gampang dibaca, gampang hitung pajaknya, gampang setornya, gampang lapornya, pasti orang akan senang hati dengan pajak,” pungkasnya.

Report

Riset Kuat, Kebijakan Keuangan Negara Hebat

Ruruh Handayani

Published

on

Kebijakan keuangan negara harus dibuat seefektif mungkin dan bisa dipertanggungjawabkan oleh para pemangku kepentingan.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan, mekanisme agar keuangan negara menjadi instrumen yang efektif, berhasil, berdaya guna, dan bisa dipertanggungjawabkan, salah satunya adalah dengan terus menerus melakukan perbaikan kebijakan yang berdasarkan penelitian evidence based.

Pada pembukaan Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) yang di Pusdiklat Pajak Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) yang berlangsung 14–15 November 2018, Menteri Keuangan Terbaik Versi majalah The Banker itu menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan SNKN. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan itu merupakan sarana para peneliti keuangan negara untuk dapat berperan serta kepada negara melalui saran kebijakan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

“Saya tidak mengira bahwa ternyata di dalam Kementerian Keuangan ada upaya cukup sistematis untuk terus-menerus menumbuhkan kultur melakukan penelitian, dan terus-menerus melakukan perbaikan yang berdasarkan suatu metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Sri Mulyani saat membuka Simposium Nasional Keuangan Negara di Pusdiklat Pajak, Jakarta, Rabu (14/11/18).

Ia menyebut, penelitian yang berdasarkan pada bukti atau data akan memberikan umpan balik langsung tentang bagaimana negara dapat memperbaiki diri, baik dari sisi administrasi, kebijakan, maupun implementasinya.

“Saya melihat fokus dari policy-nya lebih kepada micro improvement, we trust itu penting sekali untuk institusi kita. Namun, belum meng-capture keseluruhan. Jadi, saya berharap mungkin yang dihasilkan dari evidence based melalui penelitian akan mampu memberikan efek perbaikan yang besar terhadap pengelolaan keuangan negara.”

Adanya penelitian berdasarkan data dapat sebagai pembanding apakah kebijakan keuangan negara selama ini telah sesuai dalam pemenuhan hak dan kewajibannya. Misalnya saja, apakah instrumen keuangan negara betul-betul mengurangi ketimpangan? Apakah kebijakan subsidi lebih baik bila dibandingkan dengan kebijakan memberikan transfer langsung ke masyarakat miskin? Atau, apakah dana desa akan jauh lebih ampuh dibandingkan dana umum atau dana alokasi khusus (DAK)?

Selain itu, Sri Mulyani berharap, Kemenkeu dapat menjadi corporate university yang berbasis pada pemikiran dan intelektualitas.

“Saya berharap Kemenkeu makin balance antara otak dan ototnya. Institusi di mana pemikiran dan kekuatan intellectual menjadi basic-nya akan menjadi ciri performa kementerian yang dapat dikenali secara mudah dan nyata. Dari judul dan seluruh proses produksi, penelitian ini bisa dipublikasikan secara ilmiah sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan yang ada di Kementerian Keuangan termasuk PKN STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) menjadi bagian kinerja kita. Oleh karena itu, PKN STAN sendiri tidak hanya ada dikenal masyarakat dengan kemampuan kualitas pengajaran, tetapi juga kelak dari hasil penelitian yang bersinergi dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya. Jadi, hubungan BPPK dan PKN STAN sesungguhnya tidak bisa dipisahkan.”

“Kita harus terus menjaga rambu-rambu pengelolaan keuangan negara secara rasional, logis, bertanggung jawab, transparan, akuntabel, berdasarkan bukti ilmiah, dan dengan penuh integritas.”

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyebut, seorang widyaiswara (dosen) harus membuka diri agar menjadi relevan, efektif, dan betul-betul mampu membentuk, memperbaiki, mempertajam kemampuan keilmuannya dalam seluruh lini aspek pengelolaan keuangan negara.

Sri Mulyani juga berharap, widyaiswara bisa menjadi juru bicara selain Menteri Keuangan, agar masyarakat didominasi oleh sumber yang memiliki bukti, kemampuan membaca data, mengetahui peraturan, memahami dan mampu menilai kebijakan di era pertukaran informasi yang begitu cepat melalui media sosial.

“Peranan kita untuk terus teguh menjaga republik ini, jangan sampai hancur hanya karena arus informasi yang salah, hanya karena emosi yang ditingkatkan, atau hanya karena perasaan untuk menyampaikan di dalam social media. Saya tegaskan kembali bahwa peranan yang luar biasa penting itu adalah, bahwa kita harus terus menjaga rambu-rambu pengelolaan keuangan negara secara rasional, logis, bertanggung jawab, transparan, akuntabel, berdasarkan bukti ilmiah, dan dengan penuh integritas.”

Pemilik gelar Ph.D. of Economics dari University of Illinois Urbana Champaign, Amerika Serikat ini berpesan, agar hasil penelitian itu dapat diketahui masyarakat dan dijadikan sebagai bahan pembanding, hingga dapat membanjiri Indonesia dengan hal-hal yang sifatnya positif, konstruktif, berkualitas, dan berintelektual.

“Secara intelektualitas, kita juga menjadi lebih puas, dan dari sisi kualitas, kapasitas bangsa kita akan semakin meningkat. Ini yang saya sebut bangsa Indonesia akan terus menerus memperbaiki martabatnya,” tandasnya.

Continue Reading

Report

Layanan Sempurna Bermula dari yang Sederhana

Aprilia Hariani K

Published

on

Berkat komitmen mewujudkan pelayanan sempurna, KPP Pratama Depok Sawangan meraih Predikat ZI-WBK.

Banner putih bertuliskan “Parkir Gratis” membentang di tembok pelataran gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok Sawangan yang terletak di Jalan Siliwangi, No 1B/K, Pancoran Mas, kota Depok, Jawa Barat. Pada sisi kiri badan gedung, mejeng pula spanduk “Zona Integritas, ZI-WBK. DJP Bersih Melayani”. Sedangkan sisi kanannya tertera slogan “Bangun Negeri Tanpa Korupsi”.

ZI-WBK adalah akronim dari Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi. ZI-WBK merupakan sebuah predikat yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) kepada Kementerian/Lembaga (K/L) yang dianggap telah melakukan hal pencegahan korupsi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Di lingkungan Kementerian Keuangan, KPP Depok Sawangan adalah salah satu penerima predikat ZI-WBK, pada Senin, (10/12) lalu.

Kepala Kantor KPP Depok Sawangan Mamik Eko Soesanto menilai, predikat ZI-WBK merupakan ejawantah dari pelayanan yang selama ini sudah dilakukan oleh kantornya. Menurutnya, predikat ZI-WBK memiliki esensi pelayanan yang sempurna. “Jangan melihat predikat ZI-WBK yang kami terima. ZI-WBK proses panjang yang telah kami lakukan,” sebut Mamik saat wawancara di kantornya, Rabu, (19/12).

Proses itu dimulai dari pelayanan paling sederhana. Sejak menakhodai KPP Pratama Depok sejak pertengahan 2018, Mamik memberlakukan parkir gratis bagi setiap Wajib Pajak (WP) yang datang. Meskipun, sang tamu memaksa memberi uang parkir, petugas keamanan wajib menolak.

“Nama AR akan keluar di nomor antrean. Memudahkan WP mencari AR-nya. Konsultasi berikutnya, tidak mencari-cari (AR) lagi.”

“Dimulai dari parkir motor harus gratis. Kedua, pengumuman (banner) sebagai penegasan pelayanan tidak ada pungutan sama sekali. Dari hal yang kecil yang menegaskan komitmen menjalankan nilai ZI-WBK,” tegas pria yang hangat disapa Mamik ini.

Kemudian, penambahan stempel bertuliskan “Segala Layanan Gratis” pada surat yang dilayangkan kepada WP. Lagi, stempel itu sebagai penegasan bahwa pihaknya bebas dari pungutan liar. “Kami sudah izin dengan Kantor Pusat untuk menambahkan stempel ‘gratis’ di setiap surat. Inovasi kecil yang membuat WP tenang ketika disurati,” kata Mamik.

Kantor dengan moto pelayanan sempurna ini juga memiliki coffee corner yang disuguhkan bagi WP yang datang di pagi hari. Menurutnya, jamuan kecil penting sebagai wujud penghormatan kepada WP. “Kami buka pelayanan pukul 08.00 WIB. Tapi, banyak WP yang datang sebelum jam itu. Sambil menunggu WP bisa ngopi gratis di bawah,” tambah mantan kepala kantor KPP Pratama Bogor tahun 2016 hingga pertengahan 2018 ini.

Selain itu, KPP Pratama Depok Sawangan juga memasangkan WP dengan Account Representative (AR) yang akan melayaninya. WP akan mendapat nomor konsultasi sekaligus nama AR yang akan melayani. “Nama AR akan keluar di nomor antrean. Memudahkan WP mencari AR-nya. Konsultasi berikutnya, tidak mencari-cari (AR) lagi,” sebut Mamik.

Dalam menjalankan semangat pelayanan sempurna di kantornya, menurut Mamik, yang paling utama adalah peningkatan kualitas pegawai. Untuk itu in-house training (IHT), internal corporate value (ICV), kegiatan spiritual menjadi penting dilakukan.

“Bebas korupsi dimulai dari hal sederhana, parkir gratis, stempel, coffee corner. Di samping itu peningkatan profesionalisme dan kemampuan teknis pegawai. Kegiatan rohani juga rutin dilakukan. Semua berujung pada pelayanan sempurna,” yakin Mamik.

Sinergi “stakeholders”

Dalam membangun fasilitas pelayanan, Mamik juga tak segan bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Misalnya, pada fasilitas ruang bermain anak di KPP Pratama Depok Sawangan merupakan masukan dari Pemkot Depok untuk mewujudkan moto “Depok Kota Layak Anak”.

Hubungan harmonis juga ditunjukkan dalam memberdayakan pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Melalui (Deskarnasda) Depok, KPP Pratama Depok Sawangan membuat beragam bazar gratis.

KPP Pratama yang mencapai target penerimaan sebesar 87,88 persen ini juga menggandeng Tax Center Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma dalam memberi edukasi manajerial kepada pelaku UMKM. Bahkan, UI telah mengembangkan UMKM Corner sebagai kelas permanen, ruang konsultasi, ruang pameran UMKM binaan di kota Belimbing ini. Beberapa produk UMKM binaan yang tersohor, di antaranya, kerajinan wayang golek, batik Depok, sirop, dan kue belimbing.

“Ketika para pelaku UMKM sudah maju, baru kita sosialisasi tentang pajaknya. Banyak dari mereka (UMKM) baru sadar ternyata bayar pajak murah, setengah persen,” ungkap Mamik.

Di akhir 2018 ini, KPP Pratama Depok Sawangan baru saja menggandeng PT Telkom, Tbk. untuk merancang inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan UMKM. Di akhir Januari 2019, keduanya telah sepakat menggelar bazar gratis bagi 30 UMKM binaan.

“Bagi kami pelayanan sempurna adalah perspektif dan feedback. Dalam membangun perspektif penting bagi kami menerima saran atau kritik. Sinergi dengan Pemkot dan lembaga pendidikan menjadi penting agar pelayanan seirama sehingga masyarakat tidak bingung,” jelas Mamik.

Continue Reading

Report

Patungan Gagasan untuk Inovasi dan Pelayanan

Aprilia Hariani K

Published

on

Gotong royong gagasan menjadi sendi pelayanan yang berbuah pada kenyamanan wajib pajak.

 

Seorang pria berbaring di atas sofa coklat di antara meja help desk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Luwuk. Matanya terpejam dengan kaki berselonjor di tubir sofa. Di sekelilingnya, aktivitas pelayanan pajak pada Rabu pagi (3/10) terlihat normal. Dua meja yang digawangi account representative (AR) tengah melayani Wajib Pajak (WP), sedangkan tiga WP lainnya yang duduk menunggu antrean.

“Bapak itu adalah WP berdomisili Bualemo (salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai). Butuh sekitar tiga jam perjalanan ke sini menggunakan motor. Melewati bukit-bukit,” kata pelaksana KPP Pratama Luwuk, Alvica Dian Noviana.

KPP Pratama Luwuk memiliki wilayah kerja yang meliputi tiga kabupaten yakni Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan. Topografi perbukitan dan beberapa kecamatan berupa pulau, menjadi tantangan tersendiri bagi WP, maupun pegawai pajak. Komposisi WP di KPP Pratama Luwuk terdiri atas 67 persen WP OP karyawan, 20 persen WP usahawan, 10 persen badan, dan 4 persen pemungut/bendahara pemerintah. Potensi unggulan Wilayah Kinerja KPP Pratama Luwuk meliputi industri perikanan dan kelautan, perkebunan dan pertanian, minyak dan gas, serta pariwisata.

Ya, dengan ruang lingkup kerja yang luas dan jarak tempuh antarwilayah yang begitu jauh, para pegawai pajak berusaha melayani WP dengan menyesuaikan dengan kondisi WP mereka.

“Itu bukan sekali-sekali. Momen WP tidur di sofa sering banget. Kami memang sengaja menyediakan sofa itu buat tidur,” tambah Vica, sapaan hangat perempuan ini. Tak hanya dilengkapi fasilitas untuk beristirahat, ruang help desk yang terletak di sisi kanan lantai satu dilengkapi pula dengan kulkas yang berisi air minum gratis, ruang laktasi, dan tempat bermain anak.

Beranjak dari ruang help desk, kami melangkah ke lorong yang menjorok ke belakang. Kira-kira hanya dua meter dari ruang help desk. Di sana ada tangga menuju ruang kepala kantor dan beberapa staf lainnya. Namun, saat kami hendak menaiki tangga, Kepala Kantor KPP Pratama Luwuk Imam Teguh Suyudi, menghampiri kami. “Salamat toka (selamat datang), Pantai di Luwuk bagus, kan?” seru Imam menyapa kami. Sejenak tatapannya beralih pada WP yang tertidur di sofa. “Capek, itu dari rumah mungkin subuh,” celetuknya. Kami tak jadi bergegas ke atas.

Imam menggiring kami melewati ruang help desk untuk menuju TPT atau Tempat Pelayanan Terpadu, di sebelah kiri lantai satu. Di sana,  ada sembilan sofa panjang biru dan kuning—warna khas Direktorat Jenderal Pajak—dengan tiga meja pelayanan.

“Semua Sofa di sini nyaman untuk tidur, apalagi untuk duduk. Ini ide para AR yang sering melihat kondisi begitu,” kata Imam. Di pojok ruang ada perpustakaan yang beralas puzzle evamat juga dapat difungsikan untuk istirahat WP yang kelelahan.

”Perpustakaan juga didesain untuk tidur. Kami sedang berupaya membeli bantal-bantal besar. Kami berharap WP bisa nyaman istirahat setelah menempuh perjalanan jauh,” lanjutnya.

Menurut Imam, fasilitas yang nyaman dapat meningkatkan antusiasme WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. “Semakin accessible, semakin bagus. WP semakin sukarela,” kata mantan Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Jakarta Menteng Dua, tahun 2011-2015 ini.

Tak heran jika ruang konsultasi juga dirancang homey. Ada sofa yang menghadap jendela berpanorama pantai, minibar dan coffee maker. “Ada saja WP yang datang marah-marah, mungkin karena salah paham. Kalau kita bawa ke ruang konsultasi yang nyaman, bisa enggak jadi marah, kan?” ujar Imam.

Tak hanya itu, kantor dengan moto pelayanan “Efektif, Memuaskan, Profesional, Akuntabel, Transparan, Ikhlas (EMPATI)” ini juga membuka pos pelayanan mandiri yang terletak di samping gedung kantor. Pos ini dapat melayani WP selama 24 jam seperti layanan automatic teller machine (ATM) yang dapat difungsikan WP untuk membuat kode e-billing, e-mail, akun DJP Online, dan laporan e-filling.

“Inovasi pelayanan bergerak seperti angin, harus cepat. Tapi juga menenangkan seperti gunung.”

“Banyak WP jauh-jauh datang, jam kantor sudah tutup. Akhirnya, kami buat pos pelayanan mandiri yang bisa beroperasi 24 jam,” tambahnya. Kata Imam, itulah salah satu bentuk perubahan pelayanan perpajakan di tubuh DJP.

“Inovasi pelayanan bergerak seperti angin, harus cepat. Tapi juga menenangkan seperti gunung,” ungkap pria yang memiliki hobi naik gunung ini.

Ide bersama

Kendati demikian, setiap perubahan dan inovasi harus datang dari gagasan para pasukan. Sejak mengemban amanah di KPP Pratama Luwuk, pada bulan Maret 2018 lalu, Imam sengaja memantik semangat gotong-royong gagasan. Sebab menurutnya begitulah esensi kepemimpinan—menjahit gagasan khalayak untuk menjadi sebuah kebijakan mufakat. Metode pendekatan personal menjadi jurus sakti dalam mengorek potensi masing-masing pegawainya.

“Perpustakaan yang buat selonjoran itu dari para AR, dekorasi kantor dari seluruh pegawai. Tempat bermain anak, juga ide dari mereka. Saya hanya memberi sedikit ide dan motivasi,” kata pria yang pernah menjabat Kepala Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Cibitung 2015-2017 ini.

Bahu-membahu juga diimplementasikan saat eksekusi inovasi. Saat dekorasi fasilitas pelayanan kantor, misalnya, pegawai suka cita kerja bakti pada hari Sabtu dan Minggu. “Saya juga kaget, mereka suka rela mau gotong-royong di hari Sabtu dan Minggu. Oh, mungkin karena ini ide mereka, mereka merasa memiliki,” ujar Imam.

Pada momen perlombaan KPP Percontohan, ia juga melibatkan seluruh prajuritnya. Mulai dari pembuatan video, buku, dan presentasi profil. Imam menyebutnya, tim kreatif.

“Contohnya, dalam video profil kantor. Kami sepakat membuat konsep berbeda. Kami menampilkan tari kreasi yang diciptakan dan dibawakan Vica (pelaksana). Tari itu dibawakan di berbagai destinasi pariwisata seperti Pulau Dua Balantak, Pantai Teduang, Pantai Lambangan Pauno, sekaligus sebagai pengenalan potensi industri pariwisata di Luwuk,” papar Imam.

Pembuatan video profil juga dilakukan oleh pegawainya, Jawahirul Fawaid (pelaksana). Video profil itu dapat disaksikan di kanal YouTube KPP Pratama Luwuk. Sementara, penyusunan buku profil dikerjakan oleh Arif (pelaksana).

Gotong-royong itu mengantarkan KPP Pratama Luwuk sebagai perwakilan Perlombaan KPP Percontohan dari Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontao, Maluku Utara pada tingkat nasional.

Bahu-membahu juga diaplikasikan dalam menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur yang diadakan di SMKN 1 Luwuk awal November 2019 lalu. Imam juga membuat tim kreatif yang digawangi oleh Kepala Seksi Ekstensifikasi, Hartono. Hasilnya, tim mengemas edukasi pajak menjadi ajang kreasi dan berpendapat. Siswa ditantang untuk membuat puisi, lagu, dan diskusi tentang pajak.

“Kita lebih banyak mendengar ide, gagasan, kreasi siswa pada Pajak Bertutur,” tambah Imam.

Continue Reading

Breaking News

Breaking News4 bulan ago

Prasyarat Menuju Industry 4.0

Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang menyerap banyak tenaga kerja profesional. Namun, perlu upaya “link and match” antara industri dengan lembaga...

Breaking News4 bulan ago

Menjaga Momentum Reformasi Perpajakan

Penulis: Aditya Wibisono   Reformasi perpajakan di Indonesia saat ini sudah memasuki tahun kedua dengan target penyelesaian yang dipercepat, yang...

Breaking News4 bulan ago

Tiga Pilar Sukses Pajak

Di usia yang ke-53 tahun, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) telah menjadi asosiasi berkelas dunia dengan jumlah anggota yang memiliki...

Breaking News5 bulan ago

Andai Lapor Pajak Bisa Lebih Sederhana

 Meski pemerintah telah berupaya keras melakukan simplifikasi aturan dan tata cara memenuhi kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak, ternyata sistem perpajakan...

Breaking News5 bulan ago

‘Sajak’ untuk Generasi Millennial

Penulis: Nilasari   Bonus demografi yang dipenuhi oleh generasi millennial harus dioptimalkan untuk mendukung budaya sadar pajak yang diharapkan dapat...

Breaking News6 bulan ago

Mengisi Ruang Penyempurnaan

DJP terus mengembangkan program-program untuk memaksimalkan kinerja dan kualitas pelayanan, mulai dari simplifikasi aturan, penurunan tarif pajak hingga penguatan teknologi...

Breaking News7 bulan ago

Forum Ekonomi Dunia Nobatkan OnlinePajak Sebagai Pionir Teknologi 2018

OnlinePajak, aplikasi perpajakan pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi blockchain, semakin menancapkan eksistensinya di dunia fintek setelah dinobatkan sebagai Pionir...

Breaking News11 bulan ago

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News1 tahun ago

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News1 tahun ago

Majalah Pajak Print Review

Trending