Connect with us

Finance

Yang Berkilau di Masa Galau

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Investasi emas menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi. Tak heran jika harga emas terus naik sepanjang tahun ini.

 

Ema Fitriyani, pegawai swasta, menjual 5 gram emasnya di sebuah gerai di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (22/7). Ema menjualnya karena tergiur oleh harga emas yang terus naik di masa pandemi ini. Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada 22 Juli berkisar Rp 982 ribu per gram. Saat Ema membeli emas itu di tahun 2018, harganya Rp 671 ribu per gram. Artinya, Ema mengantongi keuntungan sekitar Rp 311 ribu per gram atau Rp 1,5 juta untuk 5 gram.

“Kebetulan aku masih takut investasi saham dan lainnya, makanya aku beli emas karena harganya cenderung naik dan minim risiko. Sekarang kebetulan naik, aku jual,” ujar Ema.

Director dan Chief Investment Officer PT Jagartha Erik Argasetya memandang emas merupakan instrumen investasi lawas yang sudah dikenal masyarakat dan dianggap mempunyai dua karakter. Pertama, ia merupakan alternatif investasi teraman. Kedua, emas dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan nilai (store of value) terutama saat terjadi situasi yang tidak menentu, seperti krisis ekonomi. Tak heran jika investor yang biasa berinvestasi di pasar saham sekalipun cenderung akan mengalihkan asetnya ke emas di saat ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

“Ya, tidak ada salahnya bagi investor untuk memanfaatkan momentum yang ada untuk mendiversifikasikan portofolionya ke instrumen emas,” ungkap Erik, melalui wawancara virtual, Selasa (21/7).

Erik menganalisis, perilaku investor memilih emas di saat krisis merupakan sebuah siklus. Hal yang juga terjadi pada instrumen pasar modal yang bersifat tidak berwujud (intangible asset) seperti saham dan obligasi.

Baca Juga: Resesi Menekan Pasar Modal, Investasi Emas Jadi Pilihan

“Emas pun mempunyai siklusnya sendiri. Kenaikan harga emas global yang sudah mencapai harga 1,820 dollar AS per 20 Juli lalu atau kenaikan lebih dari 19 persen—setara dengan kenaikan 27 persen di Indonesia akibat depresiasi IDR (rupiah) sejak awal tahun 2020. Ini menandakan kembalinya harga emas ke level tertinggi terakhirnya yang sempat menyentuh harga 1,828 dollar AS pada kuartal ketiga tahun 2011 akibat krisis utang di Eropa,” papar Erik.

Melonjaknya harga emas kali ini turut didorong oleh kebijakan pemerintah di seluruh dunia untuk memberikan stimulus di pelbagai sektor. Melalui dana bantuan, sejumlah negara membangkitkan daya beli masyarakat sembari mengharap pulihnya perekonomian.

Erik mencatat, pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia sudah menyiapkan sekitar 15 triliun dollar AS dalam bentuk stimulus yang berhubungan dengan pandemi ini. Dapat dibayangkan berapa besar uang yang akan beredar dalam beberapa tahun depan.

”Tidak ada salahnya investor memanfaatkan momentum untuk mendiversifikasi portofolionya ke instrumen emas”

“Likuiditas yang tinggi dapat pula diartikan sebagai penambahan suplai mata uang di pasar dan hal ini dapat memicu inflasi seiring dengan membaiknya perekonomian. Emas pun juga dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang umum dipakai oleh investor sebagai sarana lindung nilai (hedging),” jelas pria alumnus Universitas Curtin Australia bidang Finance dan Asian Studi ini.

Risiko

Setiap investasi pasti memiliki risiko, tak terkecuali emas. Investasi emas tidak memberikan imbal hasil layaknya saham yang dapat memberikan dividen, obligasi yang memberikan kupon, atau deposito yang memberikan bunga. Artinya, imbal hasil emas tidak sebesar instrumen investasi lain.

Baca Juga: Daerah Mineral Itu pun Masih Merana

“Kembali lagi kepada siklus emas, jika katalis yang menyebabkan harga emas tersebut sudah memudar, maka tidak tertutup kemungkinan investor akan kembali mengalihkan investasinya ke instrumen lain dan harga emas akan dapat kembali turun. Sehingga, jika memang tujuan awal investor adalah mencari kenaikan harga (capital gain) maka investor dapat menjualnya di harga yang menurutnya sudah menarik untuk dijual,” kata Erik.

Kemudian, menyimpan emas di rumah pun sangat berisiko. Oleh karena itu, investor jamak memilih untuk menyimpan di brankas bank (safe deposit box) yang dikenakan biaya tambahan.

Selanjutnya, menurut Erik yang harus diwaspadai oleh investor adalah legalitas penyelenggara produk emas, khususnya pembelian lewat sistem daring—kini populer disebut dengan emas digital. Pastikan tempat investor bertransaksi sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Tabungan emas

Saat ini berinvestasi emas semakin mudah dan murah. Emas sudah tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram. Bahkan, banyak lembaga keuangan atau platform digital menawarkan produk cicil emas, sebut saja Pegadaian.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani menuturkan, Pegadaian memiliki produk Tabungan Emas sejak sekitar 2017 dan semakin populer saat pandemi ini. Per 30 Juni 2020, pembukaan rekening tabungan emas mencapai 55,955 rekening atau naik 174,24 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Sementara, pembelian emas mencapai 398,508 transaksi atau naik sekitar 235,29 persen. Di program Tabungan Emas, investor dapat menabung senilai berapa pun hingga terpenuhi harga gram emas yang dipilih.

Baca Juga: Di Rumah “Aja” Dapat Hadiah Emas 100 Gram, Mau?

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyebut, hingga Juni 2020,  Pegadaian mencatat lonjakan jumlah agen sebanyak 25,435 atau naik 34,68 persen dibandingkan periode yang sama Juni 2019, yakni 18,885 agen. Keagenan merupakan program ekspansi bisnis Pegadaian di samping pengoptimalan 4,113 outlet yang telah mereka miliki.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Finance

Pinjaman Mudah buat Penembus Pasar Dunia

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

LPEI meluncurkan pinjaman dengan syarat dan suku bunga ringan kepada UKM yang ingin mengekspor produk dan jasanya. Caranya?

 

Pada edisi lalu, kami telah membahas alternatif solusi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah pandemi melalui pinjaman tanpa bunga yang diluncurkan oleh organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kali ini, pemerintah meluncurkan pembiayaan ekspor kepada usaha kecil menengah (UKM).

Secara teknis, kebijakan ini dilaksanakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 372/KMK.08/2020 Tentang Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Kepada LPEI Dalam Usaha Mendukung UKM Berorientasi Ekspor.

Baca Juga : Mendampingi yang Susah Terdata

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menuturkan, dampak Covid-19 sangat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha tak terkecuali pelaku UKM. Oleh sebab itu, PKE menyediakan fasilitas pembiayaan dengan persyaratan dan suku bunga yang ringan. Kebijakan ini selaras dengan agenda pemulihan ekonomi nasional yang memfokuskan dukungan terhadap UMKM.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing para pelaku UKM dengan cara memberikan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor bagi pelaku UKM yang memiliki potensi ekspor, namun terkendala masalah akses kepada fasilitas perbankan,” kata Luky dalam acara sosialisasi program secara virtual, Selasa (8/9).

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Heri Setiawan mengatakan, kebijakan ini merupakan program lanjutan dari pembiayaan komersial yang telah dilakukan sebelum pandemi. Beberapa program yang telah berhasil dilaksanakan adalah PKE gerbong penumpang kereta api, PKE ketahanan usaha, PKE pesawat udara, PKE komoditas ke kawasan Afrika, dan PKE pengembangan sektor pariwisata. Keberhasilan PKE sebelumnya diharapkan mampu memantik semangat pelaku usaha UKM untuk kembali bangkit di tengah badai pandemi.

Syarat dan plafon

Lantas, bagaimana cara UKM mengakses fasilitas dan apa saja syaratnya?

Kepada Majalah Pajak Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas memastikan semua UKM komoditas maupun jasa dapat memanfaatkan pembiayaan dengan tujuan ekspor di berbagai negara. Syarat utama yang ditetapkan adalah usaha termasuk dalam UKM sesuai dengan definisi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Syarat utamanya, usaha termasuk dalam UKM sesuai UU No 20 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, memiliki usaha produktif minimal dua tahun, mempunyai laporan keuangan, punya NPWP, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), surat keterangan domisili usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB).

Syarat selanjutnya meliputi, memiliki usaha produktif minimal dua tahun, mempunyai laporan keuangan, punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), surat keterangan domisili usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB).

Baca Juga: “Sunset Clause” agar UMKM Melek Pembukuan

“Saat melakukan pengajuan fasilitas UKM atau calon debitur tidak memiliki tunggakan kredit di bank atau tidak sedang dalam proses klaim atau tidak memiliki utang subrogasi pada perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi. Bagi UKM yang telah memperoleh kredit dari bank atau lembaga lainnya, tetap dapat memanfaatkan fasilitas PKE ini asal memenuhi persyaratan tertentu dan memiliki jaminan sesuai yang telah ditentukan.”

Proses service level agreement (SLA) akan disepakati selama 20 hari kerja setelah seluruh dokumen dari calon debitur atau UKM dinyatakan lengkap oleh LPEI. Plafon yang diberikan kepada segmen kecil berikisar Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar, segmen menengah mulai Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar, sementara untuk plafon besar di atas Rp 10 miliar wajib memiliki laporan keuangan tahunan yang telah diaudit untuk periode terakhir. “All in pricing 6 persen (bunga pembiayaan),” sebut James.

Apabila pelaku usaha membutuhkan dana yang lebih besar dari plafon, misal di atas Rp 15 miliar, maka UKM dapat dilakukan penggabungan dengan fasilitas sebelumnya, yakni pembiayaan komersial LPEI.

“LPEI berharap UKM semakin kuat sehingga bisa mengakses pembiayaan komersial biasa,” jelas James.

Program PKE untuk UKM turut berkerja sama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asuransi dan penjaminan.

Hingga 15 September 2020, LPEI telah menandatangani perjanjian pembiayaan dengan UKM, di antaranya PT Urchindize Indonesia, dan PT Kevinindo Anugrah. PT Urchindize Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri ikan teri dan telah mengekspor produknya ke Jepang, Singapura dan Taiwan. PT Kevinindo Anugrah bergerak di perdagangan kancing dari kulit kerang yang di ekspor ke Korea Selatan, Jepang, dan Hongkong.

Selain itu, LPEI menandatangani nota kerja sama pembiayaan ke pemasok dari PT Pancamitra bernama M. Ichsan. Ia merupakan pemasok ikan dan udang air tawar yang produknya telah diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang.

“Skema supply chain financing untuk mendorong terbentuknya sinergi, saling dukung, antar-rantai pasok ekspor agar produk Indonesia benar-benar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor,” sebut James.

Baca Juga: Menggali Kontribusi Sektor UMKM

UKM dapat mengajukan pembiayaan ke kantor LPEI yang tersebar di kota DKI Jakarta, Medan, Surabaya, Surakarta, Makassar, Balikpapan, Batam, dan Denpasar. Kendati kantor LPEI terbatas, James memastikan dapat menyalurkan pembiayaan ke UKM di seluruh Indonesia.

Lanjut baca

Finance

Melepas Jerat Lintah Darat

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Foto: Ilustrasi

Melalui program wakaf modal usaha mikro, ACT membantu dan mendampingi UMKM dan petani di tengah pandemi.

 

Seorang petani asal Desa Telarsari, Kecamatan Jatiasih, Kabupaten Karawang, bernama Odang, harus terjerat utang rentenir lantaran harus membiayai proses tanam padinya. Syukurnya, kini, melalui Program Wakaf Modal Usaha Mikro yang diluncurkan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Odang bisa terlepas dari lilitan utang itu. ACT membantu melunaskan utang Odang yang masih tersisa 36 kali lagi.

“Di bank emok (rentenir) pinjamnya Rp 3 juta, cicilannya Rp 90 ribu per minggu untuk satu tahun dan banyak masyarakat yang ikut. Karena bagi orang-orang kecil dan menengah ke bawah, ini enggak banyak syaratnya. Kalau bank biasa, kan, banyak syaratnya,” cerita Odang. Artinya, jumlah yang harus dikembalikan Odang menjadi sekitar Rp 4,3 juta.

Direktur Executive Waqaf Development Program Sri Eddy Kuncoro memastikan pinjaman ini tidak akan dikenakan bunga. Inilah yang dinamakan skema pinjaman dengan menggunakan akad qordul hasan, yakni pinjaman kebaikan yang disyariatkan dalam Islam tanpa adanya tambahan atau bunga dan bagi hasil dari keuntungan usaha yang merupakan riba. Singkatnya, penerima manfaat diberi modal dari dana wakaf dan mereka mengembalikan sesuai jumlah yang dipinjamnya. Jangka waktu pengembaliannya pun sesuai dengan kesepakatan dan kemampuan dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) atau petani.

Baca Juga: Wakaf Modal Usaha Mikro Tumbuhkan Harapan Pedagang Kecil dan Petani

“Jadi, prinsip Wakaf Modal Usaha Mikro kita ingin membantu pedagang kecil dan petani. Tapi tetap kita terangkan ke mereka ini adalah dana wakaf yang harus dijaga, enggak boleh hilang, diikhtiarkan sebisa mungkin pokoknya tidak hilang. Boleh dicicil berdasarkan komitmen awal, bisa sebulan sekali, seminggu sekali,” kata Eddy, kepada Majalah Pajak, melalui wawancara virtual, Selasa (25/8).

Fokus utama dalam program yang resmi diluncurkan pada 19 Agustus 2020 ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup para pelaku usaha dalam membangun usahanya agar tetap bertahan di tengah badai pandemi Covid-19. Seperti yang kita tahu, pandemi telah menghantam semua sektor ekonomi. Pembatasan sosial berskala besar dan daya beli masyarakat yang menurun semakin membuat UMKM kian terpuruk.

“Tentunya selain petani, program wakaf usaha mikro juga menyasar pedagang sayur, kue, kelontong, intinya di level ultra mikro, terutama kepada mereka yang sedang terjerat utang rentenir atau pihak-pihak lain dan mereka yang sulit mendapatkan akses perbankan atau lembaga keuangan,” kata Eddy.

UMKM akan dilatih untuk melakukan pembukuan dan pengenalan literasi keuangan agar tidak mudah tertipu lagi oleh lintah darat.

Cara memanfaatkan program ini hanya dengan mendaftarkan atau menghubungi ACT, kemudian tim akan melakukan survei ke tempat lokasi, dan penyaluran modal akan distribusikan. Adapun pinjaman yang disalurkan antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per orang. Lantaran program ini terbilang baru, tim ACT akan lebih masif melakukan sosialisasi ke kelompok usaha tani maupun pedagang kecil yang ada di wilayah Jakarta. Di tahun 2020 ACT berencana menyalurkan pembiayaan modal usaha sebesar Rp 1 miliar.

“Penilaian untuk calon penerima kita lihat dari sisi kelayakan administrasinya saja, seperti KTP, tempat tinggalnya, usahanya—sudah berapa lama usahanya. Ke depan kita akan ke tempat-tempat yang banyak UMKM-nya seperti pasar untuk menyosialisasikan program ini.”

Menurut Eddy, tim ACT sudah melakukan observasi lapangan yang mengungkap bahwa sebetulnya pedagang kecil di pasar membutuhkan modal sangat ringan untuk menjaga usaha, sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Biasanya mereka meminjamnya kepada rentenir dengan bunga yang lumayan besar.

Baca Juga: Membebaskan UMKM dan Petani dari Impitan Ekonomi

Pendamping usaha

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan, program ini merupakan usaha membangkitkan ekonomi umat dan optimisme bangsa. Selain pembiayaan modal, ACT turut melakukan pendampingan usaha.

“Nilai keberkahan terletak pada pendampingan dari para mentor. Tidak hanya mendampingi untuk membangun bisnis, tetapi juga menebalkan keimanan agar senantiasa mengingat Allah subhanahu wa taala,” kata Ibnu Khajar.

Tugas tim pendamping adalah membantu pedagang dan petani dalam memanfaatkan modal usaha. Pemilik usaha dan petani diharapkan tidak hanya berkembang secara bisnis tetapi juga mampu menabung untuk cadangan pengembangan usaha (reinvestasi) atau cadangan kebutuhan keluarga. Hal yang paling mendasar, UMKM akan dilatih untuk melakukan pembukuan dan pengenalan literasi keuangan agar tidak mudah tertipu lagi oleh lintah darat.

Untuk mempermudah pendampingan dan pengawasan laju bisnis, penerima manfaat membentuk kelompok berisi minimal sepuluh orang. Ada pertemuan bulanan untuk memonitor bisnis pelaku usaha dan pengajian.

“Pendampingan akan dilakukan selama maksimal enam bulan atau selama maksimal tenor pinjaman sesuai kesepakatan,” ujar Ibnu Khajar.

Baca Juga: Mendampingi yang Susah Terdata

Lanjut baca

Breaking News

Rekening Digital Kebobolan Gara-gara ‘Call-center’ Gadungan

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Kasus pembobolan rekening bank berbasis aplikasi digital kembali terjadi. Akhir pekan lalu, kasus pembobolan rekening digital dialami oleh salah satu nasabah PT Bank BTPN Tbk. yang menggunakan akun rekening Jenius. Isu pembobolan rekening itu bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kasus ini dikisahkan oleh Adiyat Hanif Kautsar lewat akun twitter miliknya, @adihanif92, pada Jumat (18/9/2020). Adiyat mengisahkan, kejadian pembobolan dialami oleh temannya yang bernama Anggita Wahyuningtyas dengan jumlah dana yang cukup besar yakni di atas Rp 50 juta.

Adiyat menyebutkan, pembobolan rekening ini sudah diadukan kepada pihak BTPN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta polisi. Namun, penipu masih belum dapat diciduk.

Pembobolan berawal dari adanya panggilan telepon dari pihak penipu yang seolah-olah bertindak sebagai call-center Jenius pada 7 September 2020. Penelepon yang mengaku petugas call-center menginformasikan adanya pembaruan sistem dan ada penggantian kartu ATM dan meminta data diri nasabah. Celakanya, korban yang percaya langsung memberitahukan data diri.

Hanya dalam hitungan menit, si pelaku sudah menyedot uang milik korban. Setelah dilaporkan ke pihak bank dan dilacak ternyata uang ditransfer ke pemilik rekening sama-sama Jenius atas nama Lutfi Putri Mardiana. Saat dihubungi petugas, Lutfi Putri Mardiana yang tinggal di Lampung mengaku rekeningnya sedang di-hack oleh orang tidak dikenal. Pada hari yang sama, uang hasil curian dari akun rekening Jenius milik Anggita sudah dipindahkan ke dua rekening lain.

Dari kisah ini bisa disimpulkan bahwa terjadinya pembobolan pada Anggita adalah keteledoran pemilik rekening. Sebab, petugas bank tidak akan menelepon untuk menanyakan data diri nasabah kecuali pihak nasabah yang menelepon bank, misalnya untuk pengaduan. Lakukan langkah berikut agar akun digital kita tidak mudah diretas:

Rutin Memperbaharui Data

Meski terkesan sepele, pembaharuan data sangat penting. Tujuannya, agar pihak bank mudah mendeteksi jika ditemukan transaksi menggunakan data lama oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pembaharuan data bisa dilakukan melalui aplikasi maupun datang langsung ke kantor cabang bank terdekat.

Nasabah wajib memperbaharui data secara berkala terutama jika terjadi perubahan data. Misalnya ketika data lama sudah tidak terpakai, seperti data alamat rumah, kantor, email, nomor telepon, dan sebagainya. Lakukan pemutakhiran data nasabah dengan datang ke bank atau melakukan update nomor di aplikasi yang terhubung dan menggunakan OTP (One Time Password) via sms.

Lindungi Data Pribadi

Nasabah harus melindungi data-data pribadi dengan cara tidak memberitahukan data tersebut kepada sembarang orang. Apalagi, jika data-data itu berkaitan dengan validasi transaksi perbankan, misalnya tanggal lahir, nama ibu kandung, dan alamat sesuai KTP. Selain itu, berhati-hatilah menggunakan media sosial untuk berbagi informasi, terutama informasi pribadi. Sebab, tidak ada batasan penerima jika sebuah informasi sudah menyebar di internet.

Ubah PIN secara berkala

Hal yang tak kalah pentingnya agar rekening tidak bobol adalah mengganti nomor PIN secara berkala. Hindari pemakaian PIN dengan kombinasi nomor tanggal lahir, sebaiknya menggunakan PIN atau kata sandi dengan tingkat kerumitan tinggi. PIN dengan kerumitan tinggi misalnya, kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan karakter. Selain itu, hindari kombinasi PIN untuk transaksi perbankan yang mudah ditebak seperti urutan angka 1234.

Jaga data Smartphone

Saat mengganti smartphone, sebaiknya menghapus aplikasi m-banking pada perangkat lama. Termasuk, menghapus riwayat SMS dan email yang mencantumkan kode OTP maupun validasi transaksi lainnya. Pastikan semua data pribadi dalam perangkat kalian sudah terhapus. ketika smartphone hilang, langsung lakukan tindakan pencegahan dengan blokir rekening atau ganti kata sandi.

Pisahkan dana di rekening berbeda

Nasabah sebisa mungkin tidak menempatkan uangnya dalam satu rekening. Terlebih jika nasabah selalu membawa kartu ATM rekening mereka di dalam dompet, maupun menginstal m-banking dari smartphone. Usahakan memiliki sejumlah rekening di bank dengan tujuan penggunaan dana berbeda. Misalnya, satu rekening uang penghasilan lalu rekening lain untuk dana darurat. Sengan demikian, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka nasabah masih memiliki cadangan dana.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News10 jam lalu

Memontum Membangun Teknologi Informasi untuk Indonesia Maju

Jakarta, Majalahpajak.net – Di tengah upaya menghadapi dampak Covid-19, Pemerintah melalui APBN 2021 serius mendukung perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi...

Breaking News3 hari lalu

Saatnya UMKM “Move On” dari Pandemi

Pemerintah berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan memberikan insentif di beberapa sektor usaha termasuk bagi pelaku Usaha mikro, kecil, dan...

Breaking News4 hari lalu

IKPI Beri Masukan DJP Soal Aturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2020 Tentang...

Breaking News5 hari lalu

Perda DKI Disahkan, Tidak Menggunakan Masker Didenda Rp 250 Ribu

Jakarta, Majalahpajak.net – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Peraturan Daerah ( Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19....

Breaking News1 minggu lalu

Merajut Kepedulian, Membangun Kesejahteraan Sosial

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Sosial bersama Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) terus mendorong partisipasi aktif dunia usaha dalam penyelenggaraan tanggung jawab...

Breaking News1 minggu lalu

Lagi, DJP Tunjuk 10 Badan Usaha Sebagai Pemungut PPN PSME

Jakarta, Majalahpajak.net –Direktorat Jenderal Pajak telah menunjuk sepuluh perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang...

Breaking News1 minggu lalu

Tokopedia Dapat Suntikan Dana dari Google dan Temasek

Jakarta, Majalahpajak.net – Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari Google dan Temasek. Kedua perusahaan multinasional itu resmi menjadi salah satu pemegang...

Breaking News1 minggu lalu

Relawan Minta Tokoh Masyarakat Beri Teladan Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerap kali...

Analysis1 minggu lalu

Pandemi, IHSG Bearsih, dan Strategi Berinvestasi

Penurunan index harga saham gabungan sudah dua kali mengalami penurunan selama 2020 akibat pandemi Covid-19. Penurunan pertama terjadi pada awal...

Breaking News2 minggu lalu

Tren Kreativitas dan Inovasi Bisnis Baru UMKM di Tengah Pandemi

 Jakarta, Majalahpajak.net – Semenjak diumumkan awal Maret 2020 lalu, Indonesia telah memasuki bulan ke-9 masa pandemi COVID-19. Selama kurun itu,...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved