Connect with us

Breaking News

  Webinar Pajak DDTC Tax Week: Komprehensif, Gratis, dan Banyak “Doorpize”

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Jakarta, Majalahpajak.net – Musim pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan telah tiba. Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, Wajib Pajak tetap harus melaporkan SPT Tahunan dengan benar, lengkap, dan jelas.

Jika SPT Tahunan terlambat atau bahkan tidak disampaikan, Wajib Pajak akan mendapat sanksi administrasi berupa denda. Tidak hanya itu, Wajib Pajak juga akan menghadapi risiko pemeriksaan yang dilakukan Ditjen Pajak (DJP).

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada Wajib Pajak terkait kewajiban perpajakannya, DDTC akan menggelar  acara DDTC Tax Week pada Selasa (9/3/21) mendatang.

Kegiatan ini berisi rangkaian webinar yang membahas topik transfer pricing documentation (TP Doc), tax assurancetax audit, dan mutual agreement procedure (MAP).

Menghadirkan para profesional DDTC yang kompeten sebagai narasumber, DDTC Tax Week akan memberikan pemahaman tentang berbagai hal yang perlu dipersiapkan Wajib Pajak, baik dalam konteks pemenuhan kewajiban perpajakan maupun litigasi serta penyelesaian sengketa.

Managing Partner DDTC Darussalam akan hadir menyampaikan pidato pembuka (opening speech). Tax Researcher DDTC Fiscal Research Lenida Ayumi akan menjadi moderator dalam keseluruhan webinar yang akan digelar pada Maret 2021 ini.

Ada empat rangkaian webinar yang akan diselenggarakan melalui Zoom Online Meeting ini. Semua rangkaian webinar ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum. Setiap peserta juga berkesempatan mendapatkan e-certificate dan softcopy materi webinar.

DDTC juga menyediakan doorprize pada tiap webinar berupa tiga eksemplar buku Konsep dan Aplikasi Pajak Penghasilan serta dua voucer DDTC Academy total senilai Rp 3 juta (masing-masing Rp 1,5 juta) untuk mengikuti kursus, pelatihan, seminar atau program lainnya.

Tertarik untuk berpartisipasi? Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi Ana Lailatul melalui telepon +6282114239142 atau ana_lailatul@ddtc.co.id. Anda juga bisa menghubungi Hotline DDTC Academy +6281283935151.

Berikut perincian topik, narasumber, waktu, dan pendaftaran masing-masing webinar.

Webinar 1 – Selasa, 9 Maret 2021

  • Tema: 2020 Transfer Pricing Documentation in Times of Pandemic.
  • Waktu: pukul 10.00—12.00 WIB.
  • Narasumber: Partner of Transfer Pricing Services DDTC Romi Irawan dan Senior Specialist of Transfer Pricing Services DDTC Rahmat Muttaqin.
  • Topik bahasan:
    • Tantangan yang dihadapi perusahaan multinasional terkait dengan transfer pricing akibat pandemi Covid-19.
    • Analisis kesebandingan (comparability analysis).
    • Pembuatan TP Doc serta penyesuaiannya untuk tahun fiskal 2020.
    • Kerugian dan alokasi biaya khusus terkait dengan Covid-19.
  • Pendaftaran: http://bit.ly/DDTCWebinar01_TPDoc.
  • Batas akhir pendaftaran: Minggu, 7 Maret 2021.

Webinar 2 – Rabu, 10 Maret 2021

  • Tema: Tax Assurance Reviews to Manage Potential Tax Risks and Request of Information (SP2DK).
  • Waktu: pukul 10.00—12.00 WIB.
  • Narasumber: Senior Manager of Tax Compliance & Litigation Services DDTC R. Herjuno Wahyu Aji dan Senior Manager of Tax Compliance & Litigation Services DDTC Ganda Christian Tobing.
  • Topik bahasan:
    • Tax risk control and governance.
    • Contoh tax compliance assurance checklists
    • Contoh transfer pricing compliance assurance checklists.
    • Panduan tax compliance testing menggunakan enterprise resource planning ERP.
    • Panduan dan studi kasus pengujian substantif atas transaksi.
    • Pedoman cara penyusunan prosedur dan kertas kerja untuk menghitung penghasilan kena pajak dari hasil akuntasi.
    • Panduan untuk merespons adanya SP2DK.
    • Rencana tindakan untuk mengatur, mengelola, dan memitigasi risiko kepatuhan pajak (tax compliance risks).
  • Pendaftaran: http://bit.ly/DDTCWebinar02_TaxAssurance
  • Batas akhir pendaftaran: Minggu, 7 Maret 2021.

Webinar 3 – Rabu, 17 Maret 2021

  • Tema: Trends and Effective Strategy to Face 2021 Tax Audit.
  • Waktu: pukul 10.00—12.00 WIB.
  • Narasumber: Partner of Tax Compliance & Litigation Services DDTC David Hamzah Damian dan Senior Manager of Tax Compliance & Litigation Services DDTC Deborah.
  • Topik bahasan:
    • Kebijakan pemeriksaan pajak selama pandemi.
    • Strategi dalam menghadapi pemeriksaan berbasis ERP.
    • Perkembangan terbaru pemeriksaan pajak dan substansial pada 2021.
    • Studi kasus strategi dalam menghadapi pemeriksaan pajak substansial.
    • Pemeriksaan transfer pricing dan strategi untuk menghadapinya.
  • Pendaftaran: http://bit.ly/DDTCWebinar03_TaxAudit.
  • Batas akhir pendaftaran: Minggu, 14 Maret 2021.

Webinar 4 – Kamis, 18 Maret 2021

  • Tema: The Significance of Post-BEPS MAP for Indonesian Taxpayers.
  • Waktu: pukul 10.00—12.00 WIB.
  • Narasumber: Associate Partner of International Tax and Transfer Pricing Dispute Services DDTC Yusuf Wangko Ngantung dan Senior Specialist of Transfer Pricing Services DDTC Tami Putri Pungkasan.
  • Topik bahasan:
    • Pertimbangan untuk mengajukan MAP.
    • Implementasi MAP sesuai dengan PMK 49/2019 dan PER-16/PJ/2020.
    • Keterkaitan MAP dengan proses pada tataran domestik.
    • Dampak MAP terhadap potensi sengketa pada masa mendatang.
    • Langkah lanjutan dari penerapan MAP di Indonesia.
  • Pendaftaran: http://bit.ly/DDTCWebinar04_MAP.
  • Batas akhir pendaftaran: Minggu, 14 Maret 2021.

Sebagai informasi, jika pendaftar melebihi kuota yang tersedia, panitia akan mengirimkan link Zoom Online Meeting kepada pendaftar lebih awal. Jadi, tunggu apa lagi? Jika berminat, segera pilih topik webinar yang menarik buat Anda dan langsung daftar!

Breaking News

Punya Valuasi Rp 14,5 Triliun, OnlinePajak Masuk Deretan Startup Unicorn

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Charles-Guinot - CEO/Founder OnlinePajak

Jakarta, Majalahpajak.net – Sebuah riset yang dilakukan CBInsights bertajuk “The Complete List Of Unicorn Companies” yang dilakukan unicorn hingga Juli 2021 menyebutkan, Indonesia kini memiliki tujuh perusahaan rintisan (startup) unicorn atau memiliki valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Salah satu startup yang terbaru adalah startup OnlinePajak. Dalam riset tersebut OnlinePajak disebut memiliki valuasi 1,7 miliar dollar AS. Beberapa investor besarnya adalah Sequoia Capital India, Warburg Pincus dan Altos Ventures.

OnlinePajak adalah platform aplikasi on-line pajak yang memberikan solusi pintar mengelola pajak orang Indonesia. Platform ini memfasilitasi hitungan, setoran, dan lapor pajak perusahaan.

OnlinePajak didirikan oleh Charles Guinot seorang warga negara Perancis yang telah lama tinggal di Indonesia. Menurut Crunchbase, startup perpajakan ini telah mengumpulkan dana investor hingga 41 juta  dollar AS dari tiga kali putaran pendanaan.

Tahun 2015, secara resmi Charles meluncurkan aplikasi berbasis website  OnlinePajak kepada seluruh warga Indonesia secara gratis. Kehadiran OnlinePajak ini memudahkan penggunanya untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak dalam satu platform terintegrasi yang sederhana.

Misalnya, Wajib Pajak dapat melakukan perhitungan beberapa jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh) 21, PPh 23, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, pengguna dapat langsung membuat e-Faktur dan SPT dengan hanya menekan sebuah tombol.

Sebelumnya, dalam wawancara ekslusif dengan Majalah Pajak, Charles mengatakan, untuk memudahkan pengguna dalam membayar dan melaporkan pajak, OnlinePajak pun telah terkoneksi dengan sistem e-Billing dan e-Filing milik kantor pajak. OnlinePajak sendiri telah resmi menjadi aplikasi mitra DJP.

“Kami mempunyai dua buah server yang masing-masing telah terkoneksi dengan server e-Billing dan e-Filing di DJP,” jelas Charles.

Lanjut baca

Breaking News

Peringati Ultah ke-14, DDTC Luncurkan Komik Edukasi Pajak

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Dalam rangka menyambut ulang tahun (ultah) ke-14 Danny Darussalam Tax Center (DDTC), DDTC mengadakan peluncuran buku komik pajak berjudul Joni dan Kawan Pajak: Pajak Kita untuk Indonesia Maju.

Managing Partner DDTC Darussalam mengungkapkan, ide pembuatan komik ini berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi perpajakan Indonesia khususnya dalam satu dekade terakhir. Ia menilai, pajak belum bisa memberikan sumbangsih yang seharusnya kepada negara dan tax ratio Indonesia masih terendah jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

“Perspektif edukasi itu tidak harus dengan memaksakan pajak, tetapi bagaimana agar pembayaran pajak itu tidak harus selalu dengan dipaksakan tapi tumbuh dari diri kita sendiri melalui  edukasi literasi pajak sejak usia dini,” ungkapnya pada Jumat (16/07).

Ia menambahkan, kesadaran akan pentingnya pajak sudah seharusnya ditanamkan sejak dini karena pajak itu butuh proses dan tidak instan. Selain itu, edukasi pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab otoritas pajak semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

Webinar peluncuran buku komik pajak berjudul Joni dan Kawan Pajak: Pajak Kita untuk Indonesia Maju, Jumat (16/7/21)

“Di negara-negara maju, pajak itu didapatkan dengan proses yang panjang. Dimulai dari usia dini, bahkan pajak bisa dimulai dari lingkungan terkecil dari kita adalah lingkungan keluarga. Selain itu, sudah seharusnya pendekatan pajak itu mulai kita perkenalkan kepada anak-anak usia dini dengan sederhana dan dengan cara yang bahagia,” tambahnya.

Menurutnya, mempelajari pajak itu tidak harus dimulai dengan menekankan pajak sebagai suatu kewajiban. Tapi, alangkah baiknya jika mempelajari pajak itu mulai dari menjelaskan bahwa kebutuhan kita sehari-hari sebenarnya itu semua dibiayai dari pajak, mulai dari menceritakan tentang manfaat pajak untuk pembangunan jalan, gedung, dan jembatan dan lainnya. Sehingga apa yang tertanam di benak kita bahwa pajak itu bukan kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan.

“Jadi, kalau pajak itu dipandang sebagai kebutuhan, maka ketika kita akan melakukan pembayaran pajak maka kita akan ikhlas, sukarela, bahkan dengan bangga menyatakan bahwa kita pembayar pajak sebenarnya adalah pahlawan pajak saat ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, komik ini merupakan karya Taxologist DDTC Nehemia Daniel Sohilait dan Ilustrator Dewinta Asyiva Sidiq dengan editor Managing Partner DDTC Darussalam dan Senior Partner DDTC Danny Septriadi. Komik ini disusun untuk mengedukasi masyarakat, terutama bagi kalangan muda dengan pendekatan pop culture sehingga mudah diterima. Adapun komik ini menceritakan tentang keseharian Joni sebagai karakter utama.

Dari penggambaran keseharian Joni tersebut, diharapkan pengenalan dan pemahaman tentang pajak dapat dicerna dengan mudah. Cerita-cerita yang termuat dalam komik ini juga dapat menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak.

Sebagai penutup, Senior Partner Danny Septriadi mengatakan bahwa buku ini merupakan komitmen Darussalam terhadap ide dan bagaimana mengkomunikasikan masalah pajak dalam bentuk yang sederhana.

“Sebelumnya kita banyak buat buku yang dibaca oleh para profesional, Wajib Pajak (WP), otoritas pajak dengan bahasa yang sedikit rumit. Dengan adanya komik ini, itu semuanya dibumikan,” pungkasnya.

Lanjut baca

Breaking News

Hari Pajak Nasional, DJP Luncurkan Enam Aplikasi

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Pada momentum peringatan Hari Pajak Nasional 14 Juli, Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan enam aplikasi yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Keenam aplikasi itu adalah DJP Connect, Compliance Risk Management (CRM) Transfer Pricing, CRM Edukasi Perpajakan, Smart Web, Ability to Pay (mendeteksi kemampuan Wajib Pajak/WP untuk patuhi kewajiban pembayarannya), Dashboard WP Madya, dan Integrasi Aplikasi Sistem Informasi DJP (SIDJP).

Sri Mulyani berharap, aplikasi ini dapat meningkatkan layanan pajak dan mengurangi risiko penyalahgunaan wewenang petugas pajak.

“Saya harap berbagai aplikasi ini juga menghilangkan risiko tata kelola, yaitu para jajaran petugas WP kemudian men-treat WP sebagai klien pribadi, bukan klien institusi yang akhirnya menciptakan penyelewengan seperti yang sekarang kita lihat dalam kasus yang sedang diselidiki KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujarnya Rabu (14/7).

Terlepas dari itu, Sri Mulyani mengapresiasi pengembangan yang dilakukan DJP. Seluruh pegawai harus mampu mengembangkan teknologi di tengah pandemi demi memperkuat layanan kepada WP dan mengoptimalkan penerimaan negara. Namun, DJP harus memerhatikan pula keamanan data, keandalan, beserta risiko lainnya.

“Dengan kemampuan data analitik dan desain seluruh proses bisnisnya. Saya lihat sangat komprehensifnya, mulai dari sumber daya manusia, edukasi, penagihan, penegakan hukum. Ini komplit dari awal hingga akhir,” kata eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menurut Sri Mulyani, pembenahan itu juga merupakan adalah ikhtiar yang baik dan penting. Musababnya, dalam proses pengumpulan pajak banyak memiliki titik sumber kelemahan dan kerawana,  seperti ketidakakuratan data sehingga WP merasa tidak dilayani dengan adil dan penerimaan pajak tidak optimal.

“Saya minta aplikasi yang diluncurkan terus disempurnakan Namun sama seperti semua sistem, akan mendapatkan masukan, kritik, dan complain. Jadi saya harap yang mengelola tetap open minded, untuk yang kritik sampaikan secara sopan. Jadi baik user dan pengembangnya, semua berinteraksi secara beradab. Jangan muncul sikap menyepelekan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan. berbagai aplikasi tersebut langsung digunakan hari ini. Tujuannya mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi di DJP lebih efektif, efisien, akuntabel, dan integritas organisasi.

“Ini jadi milestone juga, sebagai upaya kami perbaiki sistem perpajakan, menciptakan SDM untuk menyongsong implementasi sistem perpajakan yang baru di 2024. Kami lakukan beberapa inovasi di tahun ini. Perbaikan sisi pelayanan ke WP. DJP terus lakukan click, call, dan counter,” ujar Suryo.

Lanjut baca
/

Populer