Connect with us

Breaking News

UOB Tawarkan Bonus Progresif Lewat Pengembangan One Account

Diterbitkan

pada

Majalahpajak.net. Jakarta – Untuk membantu nasabah mendapatkan bonus bunga progresif dari tabungan dan pengeluaran mereka, UOB Indonesia telah mengembangkan produk tabungan UOB One Account. Bonus bunga progresif yang dapat diperoleh ini dari suku bunga dasar—berkisar antara 1 hingga 3,5 persen per tahun untuk tingkat saldo simpanan antara Rp 25 juta hingga Rp 500 juta. Hal ini membuat suku bunga kumulatif produk tabungan UOB One Account lebih tinggi dari tabungan standar atau rekening transaksional di Indonesia.

Executive Director, Head of Personal Financial Services and Digital Bank, UOB Indonesia Khoo Chock Seang mengatakan, pemegang tabungan UOB One Account juga akan menikmati suku bunga yang lebih tinggi dalam rentang transaksi yang lebih luas. Nasabah juga dapat menikmati bonus tingkat pertama ketika melakukan satu dari empat transaksi yang diperlukan setiap bulan, yakni membuka tabungan UOB One Account yang baru, menyetorkan dana segar minimal Rp 250.000, membelanjakan minimal Rp 1 juta setiap bulannya dengan kartu debit atau kredit UOB atau isi ulang e-wallet atau melakukan dua pembayaran tagihan (minimal Rp 100.000) melalui UOB Personal Internet Banking atau aplikasi seluler TMRW. Nasabah akan memperoleh bonus tingkat kedua ketika melakukan dua dari transaksi- transaksi tersebut setiap bulannya.

“Di tengah pandemi COVID-19, banyak nasabah yang menunda belanja mereka untuk barang-barang yang bukan prioritas seiring dengan ketidakpastian terkait kapan situasi akan membaik dan potensi dampak jangka panjang terhadap keuangan mereka,” kata Khoo Chock Seang.

Seiring dengan mulai dilonggarkannya pembatasan pandemi secara bertahap dan perekonomian yang tumbuh untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 sebesar 7,07 persen year-on-year

pada kuartal kedua tahun 2021, konsumsi domestik juga meningkat. Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi kartu debit dan kartu kredit pada Juni 2021 meningkat sebesar masing-masing 34,7 persen dan 15,8 persen YoY.

Khoo Chock Seang mengatakan, UOB Indonesia terus mengembangkan dan meningkatkan solusi progresif untuk membantu nasabah mencapai tujuan finansial dan gaya hidup mereka.

“Kami mengembangkan tabungan UOB One Account ini untuk membantu nasabah lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka untuk pengeluaran rumah tangga sehari-hari serta transaksi perbankan.”

Bahkan, menurut Khoo Chock Seang, ketika lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini mengurangi sentimen konsumsi dalam dua bulan terakhir, nasabah UOB dapat memaksimalkan tabungan UOB One Account yang telah dikembangkan dan memperoleh bunga yang lebih tinggi hanya dengan menambah tabungan mereka, berbelanja dengan kartu debit UOB atau kartu kredit dan mengelola keuangan mereka menggunakan layanan internet banking atau aplikasi seluler TMRW.

“Dengan mendorong penghematan dan pengeluaran yang bijak, kami membantu nasabah berhemat dengan bijak dan efektif,” tutur Khoo Chock Seang.

 

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Bank Banten Gandeng FDS untuk Gunakan Teknologi AWS

Diterbitkan

pada

Penulis:

Dirut Bank Banten Agus Syabarrudin, Presdir FDS Sutjahjo Budiman, Presdir PT DCI Indonesia Tbk Toto Sugiri dan Dirops dan Transofrmasi Bank Banten Denny S Karim di Kantor PT DCI Indonesia Tbk

PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten/BEKS) dan PT Fortress Data Services (FDS) sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah. Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan fondasi transformasi, baik bagi nasabah hingga operasional perbankan di masa mendatang melalui penggunaan teknologi Amazon Web Services (AWS) bersama FDS.

Menurutnya, kerja sama Bank Banten dengan FDS adalah bagian dari inisiatif dalam menjalankan transformasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabah yang akan menggunakan jasa dan layanan Bank Banten.

“Di Bank Banten, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial nasabah. Kami melakukan transformasi untuk menyediakan produk dan layanan keuangan serta mengoptimalkan layanan ke nasabah-nasabah. Kami percaya bahwa, kerja sama dengan FDS akan mendapatkan nilai lebih (added value) bagi perusahaan,” ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (17/09).

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan misi Bank Banten untuk menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang memberikan layanan yang mumpuni dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi serta mengakses produk keuangan, sehingga peluang untuk pengembangan bisnis semakin besar.

“Untuk dapat melaksanakan misi tersebut, Bank Banten berkolaborasi dengan institusi pendidikan, institusi kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku industri di Banten untuk mengembangkan ekosistem keuangan di Banten,” tambahnya.

Agus melanjutkan, Bank Banten sedang mempersiapkan fondasi dalam pelaksanaan transformasi serta implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi. Terlebih, Bank Banten memiliki tujuan untuk memastikan inklusi keuangan yang lebih besar di daerah Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi seperti bank pada umumnya di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman menjelaskan bahwa transformasi di institusi keuangan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai misi tersebut. Dengan adanya AWS dipercaya mampu memperkuat fondasi bank digital dan mewujudkan misi dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Sebagai platform yang komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia, AWS menyediakan layanan yang memungkinkan perusahaan jasa keuangan untuk mempercepat proses tujuan transformasi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto juga mengapresiasi dan memberikan selamat kepada Bank Banten dan FDS atas kerja sama tersebut. “Kami bangga dapat bekerja sama dengan FDS serta membantu Bank Banten dalam menjalankan proses untuk memodernisasi infrastrukturnya, memenuhi perubahan perilaku dan keinginan nasabah, dan mendorong pertumbuhan bisnis di Banten dan sekitarnya,” ujarnya.

Lanjut baca

Breaking News

Resmi Diluncurkan, P3HPI Siap Bangun Kepedulian Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Perkumpulan Pengacara dan Praktisi Hukum Pajak Indonesia (P3HPI) merupakan organisasi yang resmi dibentuk sebagai jembatan antara kebutuhan otoritas pajak—baik itu DJP, DJBC, maupun Pemda—dan Wajib Pajak (WP). Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum P3HPI John Eddy dalam acara Peresmian dan Webinar P3HPI secara virtual, Rabu (15/9).

“Kami berkomitmen bisa berkiprah, memberikan sumbangsih yang at the end untuk penerimaan pajak. Sebagai salah satu fungsi budgeter yang diatur di politik anggaran kami,” ucapnya.

John mengatakan, P3HPI lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan bantuan hukum dalam ragam permasalahan pajak, sekaligus membangun kepedulian masyarakat untuk taat pajak yang didasarkan pada undang-undang.

“Meskipun permasalahan pajak tidak terhindarkan, ruang penyelesaian dapat diwujudkan pada tujuan keadilan. P3HPI siap memberi bantuan hukum yang merupakan hak warga negara sesuai amanat Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 jo UU Bantuan Hukum No. 16 Tahun 2011,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pengawas P3HPI Ariawan Gunadi memastikan, P3HPI bisa memberikan insight, wawasan, dan pandangan kepada orang-orang yang ingin menekuni profesi ini. Di sisi lain, P3HPI juga memiliki dimensi sosial untuk memberikan dukungan kepada pemerintah.

“Dari perspektif perpajakan, kami juga bisa bantu memberikan sosialisasi mulai dari undang-undang, peraturan, regulasi yang mungkin selama ini sudah ada tetapi belum diketahui oleh semua masyarakat. Lewat perkumpulan ini kita bisa menyelenggarakan webinar dan suatu sosialisasi perpajakan, karena seperti kita tahu pajak memiliki peraturan yang dinamis dan mungkin ada perubahan-perubahan yang perlu dipelajari dan dipahami oleh kita semua,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyambut baik lahirnya P3HPI, sebagai upaya untuk membangun profesionalitas, meningkatkan kompetensi, dan mengadvokasi persoalan-persoalan hukum termasuk perpajakan; demi menciptakan keadilan, kepastian hukum, fairness dan juga ekosistem perpajakan yang lebih baik.

“Kiranya juga interaksi yang semakin baik, komunikasi yang semakin baik antara pemerintah, otoritas pajak, dengan masyarakat Wajib Pajak yang difasilitasi oleh para intermediaries baik dari konsultan pajak maupun pengacara pajak akan semakin efektif untuk membangun ekosistem pajak yang lebih baik. Dicirikan dengan kepatuhan sukarela yang semakin baik, akuntabilitas yang semakin baik, dan juga hubungan antarpihak yang semakin harmonis dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak, termasuk mendorong perekonomian yang lebih baik,” ucapnya.

Selain itu, Yustinus berharap P3HPI juga dapat ikut memikirkan, memberikan gagasan, masukan dalam pembahasan RUU KUP yang tengah dibahas bersama DPR.

“Ini kesempatan yang baik juga bagi kita untuk nantinya semakin sempurna, semakin baik, sebagai fondasi yang baru untuk dunia perpajakan kita ke depan. Kami percaya para pendiri P3HPI dapat mengemban amanah, mandat ini dengan baik. Pemerintah juga terus berupaya untuk dapat semakin terbuka, makin transparan, makin akuntabel untuk dapat mendengarkan masukan termasuk berkolaborasi, dan bersinergi dengan banyak pihak,” pungkasnya.

Senada dengan Yustinus, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Natalius mengatakan, P3HPI bisa menjadi salah satu pihak yang mendukung perkembangan pajak di Indonesia dan menjadi wadah untuk para pengacara pajak dan praktisi hukum pajak. Supaya, dapat senantiasa mengembangkan profesionalisme serta menjaga integritas dalam menjalankan profesinya.

“Para pengacara pajak dan praktisi hukum pajak juga diharapkan senantiasa meningkatkan kompetensinya perpajakannya untuk dapat mendukung penyelesaian sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan,” tutupnya.

Lanjut baca

Breaking News

Ariston Jalin Kemitraan Regional dengan Juventus

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net– Ariston, sebuah merek dagang internasional dari Ariston Thermo Group, perusahaan global yang bergerak di sektor kenyamanan termal berkolaborasi dalam sebuah kemitraan regional dengan klub sepak bola Italia Juventus.

Chairman Ariston Thermo Group Paolo Merloni mengungkapkan, kerja sama ini didasari oleh kesamaan visi antara Ariston dan Juventus yang selalu memberikan performa terbaik dalam menjawab tantangan. Menurutnya, untuk menghadapi tantangan diperlukan semangat, antusiasme, dan sikap untuk menjadi juara di bidang masing-masing.

“Mentalitas yang dibangun Ariston ini dilihat sejalan dengan nilai yang dianut oleh Juventus. Faktanya, kedua perusahaan berbagi nilai dan misi penting, yaitu menaklukkan tantangan yang sulit secara konstan, memiliki strategi yang kuat dan tekad untuk menjadi juara, serta ketekunan,” ungkapnya dalam kolaborasi antara Ariston Indonesia dengan Juventus secara virtual, Kamis (16/09).

Sementara itu, Chief Revenue Officer Juventus Giorgio Ricci menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Terlebih bagi kedua perusahaan tersebut tantangan merupakan nilai yang mengakar kuat dalam budaya Ariston maupun Juventus.

“Kami senang sekali menyambut Ariston ke dalam keluarga besar Juventus. Kolaborasi ini merupakan hasil sinergi yang hebat, menggabungkan warisan dan inovasi Italia,” jelasnya.

Selain itu, Managing Director Ariston Therma Indonesia Erwin Lim mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan inovasi-inovasi baru di masa mendatang.

“Kami berharap melalui kemitraan ini akan melahirkan ide-ide baru untuk musim-musim mendatang, dan akan berguna bagi pasar yang berkembang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ariston Indonesia juga berkomitmen dan secara konsisten akan menghadirkan kenyamanan bagi keluarga di Indonesia melalui produk-produk yang ditawarkan. Terlebih, Ariston merupakan pemimpin pasar dalam kategori pemanas air di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 67 persen.

“Saya bangga dengan apa yang telah dicapai Ariston Thermo Indonesia sebagai pemimpin pasar kategori pemanas air di Indonesia. Kami memastikan inovasi dan adaptasi akan terus dilakukan, dan melayani yang terbaik harus selalu tetap dilanjutkan. Sehingga konsumen selalu yakin siapa yang harus dipercaya,” pungkasnya.

Lanjut baca

Populer