Connect with us

TAX PEOPLE

Terbantu Insentif dan Kolaborasi

Diterbitkan

pada

Pandemi Covid-19 sangat memukul seluruh sektor usaha, tak terkecuali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktor sekaligus pelaku UMKM Teuku Wisnu mengungkapkan, sektor yang paling besar terkena dampak pandemi adalah pariwisata, termasuk usaha oleh-oleh.

“Ketika pandemi, kan, ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga enggak ada mobilisasi atau wisatawan ke Malang. Ini sangat memukul kami di bisnis oleh-oleh. Penurunan omzet bisa sampai 90 persen,” ungkapnya dalam webinar “Sosialisasi Pajak dan UMKM Pekan Raya Perpajakan 2021”, Rabu (14/07).

Melihat hal tersebut, ia bersama manajemen sempat ingin memutuskan untuk tidak produksi secara total dan menutup semua gerai. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk tetap bertahan dengan hanya membuka dua dari delapan gerai yang biasa dibuka.

Suami Shireen Sungkar ini menjelaskan, untuk bertahan di masa pandemi ia antara lain berkolaborasi dengan pelaku usaha lain, mulai dari menjadi official store Arema Malang, hingga bergabung dalam event Virtual Run. Selain itu, untuk tetap dekat dengan pelanggan, ia juga membuat customer reward dan beberapa kejutan atau hadiah kecil. Bahkan, ia memberanikan diri membuka dua cabang baru untuk membangkitkan semangat pelaku usaha di industri pariwisata.

Aktor kelahiran Aceh ini sangat mengapresiasi pemerintah khususnya dalam pemberian insentif pajak bagi pelaku UMKM.

“Bagaimanapun juga pajak kalau misalnya di finance itu kita masukkan di cost sehingga bahasanya jadi beban yang harus kita bayar. Ketika insentif ini kita dapat di masa pandemi, benar-benar membantu terutama para pelaku UMKM,” jelasnya.

Menurutnya, membayar pajak bagi para pelaku usaha itu penting banget, karena salah satu pendapatan negara berasal dari pajak. “Dengan membayar pajak, berarti kita ikut membantu menyumbang negara untuk kemaslahatan masyarakat dan mengembangkan negara kita dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia melanjutkan, membayar pajak juga dapat memberikan poin positif bagi pelaku usaha atau WP. Membayar pajak akan menghindarkan WP dari masalah pajak di kemudian hari, serta meningkatkan legalitas, profesionalitas, dan kredibilitas usaha.

Di kesempatan itu, ia berharap peraturan perpajakan yang kompleks dapat disederhanakan dan diantarkan dengan sosialisasi yang optimal.

“Dibikin sesimpel mungkin agar yang lain juga bisa taat pajak. Selain itu, kalau bisa, tarif pajaknya jangan terlalu tinggi,” pungkasnya.

TAX PEOPLE

Bikin Orang Tergoda Bayar

Diterbitkan

pada

Penulis:

Si Crazy Rich Surabaya Arizal Liwafa alias Tom Liwafa, influencer yang viral lantaran membakar tas mewah senilai Rp 50 juta dan membeli tunai mobil Atta Halilintar seharga Rp 3 miliar, kini beserta istrinya telah memiliki 12 lini bisnis. Melalui merek Handmadeshoesby & Delvationstore, pria yang gemar sedekah ini sukses membangun bisnis di bidang garmen fesyen seperti tas, pakaian wanita, sepatu, jam tangan, dan lainnya selain merambah ke bisnis makanan, minuman dan hiburan. Produknya ia sebar ke berbagai UMKM di daerah Mojokerto, Tanggulangin, Bojonegoro, Nganjuk dan Lamongan.

Di awal pandemi Covid-19, usaha pria kelahiran Mojokerto ini merugi. Namun, seiring pelaksanaan vaksin gratis, bisnisnya pun perlahan bangkit.

“Memang dampak vaksinasi untuk perekonomian alhamdulillah akan baik. Saya positif bahwa ini akan membuat penerimaan pajak juga akan semakin meningkat,” jelasnya. Ia mengapresiasi pemberian insentif pajak dari pemerintah yang menurutnya amat membantu pengusaha di masa pandemi.

Tentu saja influencer dan pengusaha ini tak lupa membayar pajak.

“Saya pikir pajak itu adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan, dan merupakan kontribusi bagi negara,” ungkapnya dalam webinar Dialog Interaktif Perpajakan yang diadakan oleh KPP Pratama Surabaya Gubeng, Kamis (10/06). Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan Jepang dan Singapura, sistem pajak di Indonesia lebih enak dan mudah karena sistem pelaporannya masih menggunakan self-assessment.

Tom mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian pengusaha masih menganggap pajak sebagai momok. Pajak seolah sama dengan kena surat tilang dari polisi. Oleh karena itu, ia mengimbau tiap kantor pajak untuk menciptakan kesan nyaman bagi Wajib Pajak (WP).

“Kenapa di beberapa kantor itu suasananya membuat kita sudah merasa terintimidasi untuk bicara. Namun, ketika suasana menjadi nyaman, saya pikir teman-teman ini akan lebih terbuka,” ujarnya. “Misalkan ada kafe atau pojok atau apa yang enggak perlu besar, di mana nanti teman-teman influencer, musisi, atau pengusaha, bisa nongkrong enak dan santai, sambil ngomongin masalah pajak,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau kantor pajak untuk memberikan penghargaan kepada seseorang yang berpengaruh dengan cara memberikan ruang, baik melalui poster dan sebagainya agar WP mencontoh idolanya yang taat pajak.

“Ketika pajak dinilai sangat penting, dan pajak tidak semenyeramkan yang dipikirkan, maka orang tergoda untuk mungkin pertama tanya, sharing, dan sadar. Ketika sadar, maka ia akan bayar,” pungkasnya.

 

Lanjut baca

TAX PEOPLE

Tempat Layak Berkesenian

Diterbitkan

pada

Penulis:

Anto Hoed, Musisi

Pandemi Covid-19 merupakan pukulan berat bagi beberapa seniman, tak terkecuali bagi salah satu punggawa band Potret, Anto Hoed. Menurutnya, kegiatan musik yang bersifat off-line seperti main di panggung bisa dikatakan berhenti total.

Cashflow juga menjadi kacau-balau. Kalau cuman satu bulan mungkin enggak apa-apa,” ungkapnya saat di temui Majalah Pajak, Selasa (29/06).

Walaupun terdampak pandemi, suami Melly Goeslaw ini tetap menjalankan kewajibannya untuk lapor pajak. Menurutnya, pajak memang sangat penting karena digunakan untuk membangun negara.

“Sederhananya adalah rakyat urunan dari penghasilannya masing-masing, dengan apa yang didapat dibagikan kepada negara, kemudian digunakan negara untuk kepentingan umum,” tambahnya.

Menurut pengalamannya, layanan perpajakan telah berubah menjadi nyaman dan terbuka, tidak “menakutkan” seperti dulu. Kantor-kantor pajak juga telah didesain agar lebih ramah tamu.

“Bentuknya juga sudah beda sekarang dan yang pasti stafnya juga sudah lebih muda-muda serta memiliki cara pandang enggak semengerikan dulu. Kalau dulu kantor pajak tertutup,” jelasnya.

Anto Hoed mengapresiasi layanan on-line selama pandemi yang memudahkannya melakukan kewajiban perpajakannya. Namun, ia menggarisbawahi bahwa tidak semua Wajib Pajak (WP) melek teknologi dan memahami layanan daring itu. Maka dari itu, diperlukan sosialisasi yang lebih agar WP dapat lebih mengerti.

“Jadi, memang kalau tidak ada masalah, ya, akan menjadi gampang. Kalau on-line, kan, seperti e-budgeting—masuknya tuh harus persis. Kayanya enggak pernah ada kendala dalam hal mengurus pajak secara on-line,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga merasa terbantu dengan adanya AR yang selalu setia menemaninya dalam menyelesaikan urusan perpajakannya.

Pria yang terdaftar sebagai WP di KPP Pratama Jakarta Pulogadung ini berharap pemerintah membuat gedung pertunjukan yang layak. Fasilitas semacam ini masih sangat minim di Indonesia, padahal sektor industri kreatif juga salah satu penyumbang APBN.

“Ekonomi kreatif itu masuk dalam satu lingkup besar kebudayaan. Dan, kebudayaan kita memerlukan tempat-tempat yang baik dan layak untuk berkesenian,” tuturnya.

Lanjut baca

Advertorial

Taat Membawa Berkat

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Ron…

Diterbitkan

pada

Penulis:

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Rony Imanuel ini di acara Spectaxcular 2021 bertema “Pajak untuk Vaksin”, Senin (22/03). Mongol ikut mengingatkan pentingnya disiplin diri […]

The post Taat Membawa Berkat appeared first on Majalah Pajak.

Lanjut baca

Populer