Connect with us

Topic

Telekonferensi, Primadona Kini dan Nanti

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

CTO DingTalk Hugo Zhu/Foto: Dok Pribadi

Meski diterpa beberapa isu keamanan, layanan video konferensi masih bisa menjadi primadona dalam masa pendemi maupun saat “new normal” dimulai.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah new normal. Istilah tersebut dapat diartikan sebagai perubahan perilaku untuk menjalankan aktivitas normal dalam upaya mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Selain itu, dalam hal komunikasi juga sudah mulai terjadi pergeseran dari yang biasanya bertatap muka langsung, kini masyarakat lebih banyak menggunakan aplikasi konferensi video baik dalam lingkungan perkantoran, sekolah, maupun bisnis. Namun, isu keamanan via telekonferensi juga sempat membuat masyarakat takut untuk menggunakannya. Lantas tantangan apa saja yang dihadapi perusahaan penyedia konferensi video dan bagaimana mereka memproteksi aplikasi agar tidak disalah gunakan, simak artikel berikut.

DingTalk adalah platform komunikasi konferensi video yang dapat digunakan lebih dari 300 orang secara bersamaan dan fungsi live-broadcast (siaran langsung satu arah) dapat diikuti seribu orang dengan kualitas foto dan video yang tinggi. “DingTalk merupakan platform kolaborasi digital Alibaba Cloud untuk perusahaan, memainkan peran utama selama pandemi. Jutaan bahkan lebih banyak perusahaan dan pengguna di Cina sekarang menggunakan DingTalk untuk tetap terhubung dan bekerja jarak jauh,” ungkap CTO DingTalk Hugo Zhu.

Selain untuk bisnis, aplikasi tersebut juga mendukung banyak kelas daring ketika sekolah menggunakan platform untuk guru dan siswa belajar jarak jauh di Cina.

Baca Juga: Teknologi Asistensi Digital Berkembang Pesat di Indonesia”

“Pada bulan Maret 2020, DingTalk melayani rata-rata lebih dari 1 juta sesi kelas aktif pada setiap hari sekolah. Jumlah pengguna aktif rata-rata harian DingTalk selama hari kerja meningkat secara signifikan menjadi 155 juta di bulan Maret di Cina,” tambahnya.

Baru-baru ini, DingTalk juga meluncurkan aplikasi versi kecil yaitu DingTalk Lite. Versi lite ini memiliki interface dalam bahasa Jepang, Inggris, dan Cina tradisional, serta fitur penerjemah berbasis AI dari dan ke 14 bahasa sehingga memudahkan pengguna di Indonesia. Selain itu, aplikasi ini mempunyai video berdefinisi tinggi dengan latensi rendah untuk 300 lebih peserta secara bersamaan di seluruh dunia, memiliki bandwidth tinggi yang hemat biaya, dan dapat melayani siaran langsung grup dengan lancar secara gratis.

Sejak diluncurkannya DingTalk Lite di pasar utama Asia termasuk di Indonesia, perusahaan  tersebut menerima banyak respons yang berharga dari pelanggan. Salah satunya adalah dengan meningkatnya permintaan dari perusahaan dan UKM untuk alat manajemen kantor digital selama pandemi COVID-19 dan mendapatkan pengakuan dari UNESCO karena mendukung pembelajaran jarak jauh kepada ahli medis internasional selama wabah virus korona.

Selama pandemi, pengguna platform layanan aplikasi penunjang layanan bekerja atau meeting conference naik 300 persen.

Tren masa depan

Disinggung soal tren komunikasi pascapandemi, Hugo berpendapat komunikasi melalui konferensi video dan siaran langsung grup akan menjadi semakin penting di masa depan khususnya untuk layanan telekomunikasi. Sebelum pandemi mewabah di mana-mana, bahwa siaran langsung grup sudah mendapatkan momentum dan digunakan untuk pelatihan online antar karyawan dan siswa. Selama masa pandemi, DingTalk mengintegrasikan konferensi video dengan fitur live grup pada satu platform terpadu.

“Kami membayangkan bahwa fitur live grup akan menjadi semakin penting di masa depan, terutama bagi guru, ketua, atau penyelenggara acara yang semuanya dapat memanfaatkan teknologi ini untuk komunikasi yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Baca Juga: Agar Bisnis Tetap Atraktif di Tengah Pandemi—Simulasi Skenario, Litigasi “Force Majeure”

Selain itu, melakukan pekerjaan jarak jauh juga akan menjadi lebih populer karena orang-orang sudah mulai menyadari, betapa efektifnya biaya yang diperlukan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat, terutama dibandingkan dengan pertemuan fisik yang terkadang melibatkan biaya transportasi yang mahal. Sektor-sektor tertentu seperti sektor berbasis internet seperti e-commerce akan menerapkan tren kerja jarak jauh yang cenderung lebih cepat, dan Hugo berharap tren telekonferensi akan tetap menjadi tren global di seluruh sektor di dunia pasca pandemi nantinya.

Ke depan, DingTalk berencana menyediakan lebih banyak fitur yang menggunakan AI untuk membuat komunikasi di seluruh dunia agar lebih efisien. Aplikasi ini memiliki fitur AI yang dapat mendukung untuk berkomunikasi dalam 14 bahasa yang berbeda termasuk Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk memperluas jangkauan bahasa untuk terjemahan otomatis.

“Kami akan terus meningkatkan produk kami, dan menawarkan layanan telework yang telah dilokalisasi dengan fitur lokal untuk mendukung kebutuhan pelanggan kami,” ungkapnya.

Keamanan aplikasi

Publik juga sempat di hebohkan dengan bocornya data pribadi pengguna dikarenakan menggunakan layanan konferensi video. Di lain pihak, kebutuhan komunikasi jarak jauh juga semakin meningkat selama pandemi berlangsung, baik untuk bisnis maupun pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, isu keamanan harus menjadi isu sangat penting dan menjadi prioritas utama para penyedia layanan video konferensi.

Menjawab isu keamanan, DingTalk memastikan sistem informasi utama aplikasinya bersertifikasi ISO27001 dan ISO27018.

“Sistem keamanan DingTalk juga diakui dalam Laporan Audit Layanan SOC2 Type1 yang dikeluarkan oleh auditor internasional PwC, yang menunjukkan bahwa praktik keamanan DingTalk telah memenuhi persyaratan standar keamanan internasional,” jelasnya. Artinya, data pengguna internasional disimpan dan dilindungi di infrastruktur internasional Alibaba Cloud.

Hal senada juga diutarakan oleh Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir, menurutnya Telkomsel Enterprise selalu memastikan layanan CloudX memiliki sistem pengamanan data yang terjamin sehingga akan menghadirkan rasa aman bagi penggunanya. Untuk itu, Telkomsel Enterprise telah berkolaborasi dengan mitra terkemuka dan berpengalaman yakni Metaswitch Network, sebuah perusahaan penyedia software dan infrastruktur telekomunikasi terkemuka asal Inggris.

“Diharapkan, hadirnya CloudX akan terus mengakselerasi teknologi digital dengan mengajak seluruh pelanggan korporasi, instansi pemerintahan, hingga pelaku bisnis UMKM untuk melakukan implementasi dalam kegiatan operasionalnya sehingga siap menghadapi tantangan transformasi digital,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda dengan DingTalk, Telkomsel CloudX adalah sebuah aplikasi komunikasi berbasis awan (cloud) milik Telkomsel yang bisa digunakan untuk melakukan video conference. Dengan platform buatan anak negeri ini, masyarakat bisa melakukan virtual meeting lewat video atau audio untuk bekerja dan belajar daring dengan kapasitas maksimum 100 peserta.

Terdapat tiga layanan utama dalam CloudX yaitu CloudX Communication yang memungkinkan seluruh karyawan untuk terkoneksi melalui chat serta panggilan telepon dan video, CloudX Meeting untuk memberikan kemudahan bagi organisasi dalam menggelar rapat secara virtual dalam meningkatkan kolaborasi antarkaryawan di mana pun dan kapan pun, dan CloudX Hunting Group yang merupakan solusi untuk pelayanan pelanggan melalui metode hunting group yang efektif dan efisien bagi organisasi.

Di samping itu, CloudX juga dapat mengakomodasi seluruh fitur PABX on premise (analog) dan contact center serta dapat diakses di mana saja dengan menggunakan berbagai perangkat (desk phone, komputer, atau smartphone). CloudX juga dapat mempermudah kolaborasi antartim melalui rapat daring dengan fitur berbagi file serta kemudahan konfigurasi dan kontrol melalui dashboard dan memiliki proses deployment yang mudah dan cepat.

Baca Juga: DJP Mulai buka Layanan Tatap Muka, Sejumlah Prosedur Pun Diterapkan

Sinergi

Dharma mengungkapkan, selama pandemi, pengguna platform layanan aplikasi penunjang layanan bekerja atau meeting conference, termasuk CloudX naik sebesar 300 persen. Untuk saat ini, Telkomsel fokus dalam menghadirkan layanan terdepan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit ini.

“Kami juga masih mengumpulkan sejumlah data untuk mempelajari lebih lanjut berbagai perubahan perilaku masyarakat terutama dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital sebagai dampak dalam menyesuaikan proses keseharian yang baru, atau dalam hal ini kami menyebutnya dengan the new normal,” jelasnya.

Telkomsel menyatakan siap hadir mendampingi perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat yang akan berkembang, seiring berakhirnya pandemi.

“Seluruh aset maupun inovasi teknologi dan layanan yang dimiliki Telkomsel telah dipersiapkan untuk selalu dapat beradaptasi dengan semua perkembangan penerapan teknologi yang juga akan memengaruhi transformasi gaya hidup digital di masyarakat,” jelasnya.

Topic

Kedudukan Hukum BUMDes sudah Kuat

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Kejelasan status badan hukum yang diberikan oleh Undang-Undang Cipta Kerja memudahkan masyarakat desa mengelola dan memajukan BUMDes.

Desa merupakan bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Potensi sumber daya alam yang berlimpah di desa menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pihak untuk datang dan memanfaatkannya. Pemerintah telah mengeluarkan aturan khusus terkait pengelolaan potensi desa agar tepat sasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan BUMDes.

Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa menjelaskan tentang BUMDes sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Pengelolaan BUMDes dilakukan oleh pemerintah desa dan warga untuk memperkuat perekonomian desa serta dibentuk berdasarkan potensi dan kebutuhan yang ada di desa tersebut. Ada empat tujuan utama BUMDes, yaitu meningkatkan perekonomian, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk kebutuhan masyarakat, serta menjadi alat untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di desa.

Pengelolaan BUMDes dilakukan secara partisipatif, kooperatif, emansipatif, transparansi, akuntabel, dan berkesinambungan. Dengan prinsip tersebut diharapkan BUMDes bisa menjadi lembaga yang mandiri, efektif, dan profesional. Modal BUMDes bersumber dari pemerintah desa sebesar 51 persen dan masyarakat 49 persen dengan cara penyertaan modal berupa saham. Bidang usaha yang dipilih disesuaikan dengan potensi desa dan ketersediaan pasar.

Syarat mendirikan BUMDes telah diatur dalam Permendes Nomor 4 Tahun 2015, yaitu ada inisiatif dari masyarakat desa atau pemerintah desa, terdapat potensi usaha ekonomi desa, ada sumber daya alam di desa, ada sumber daya manusia yang mampu mengelola BUMDes, dan ada penyertaan modal dari pemerintah.

Tahap pendirian

Setelah beberapa persyaratan mendirikan BUMDes terpenuhi, maka ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mendirikan badan usaha ini.

Pertama, membuat kesepakatan antara pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan pendirian BUMDes melalui musyawarah desa. Tahap ini dimulai dari kepala desa mengundang panitia pembentukan BUMDes, tokoh masyarakat, dan lembaga kemasyarakatan yang ada di desa. Musyawarah desa membahas berbagai hal, yaitu nama, kedudukan dn wilayah kerja BUMDes, maksud dan tujuan pendirian BUMDes, bentuk badan hukum BUMDes, sumber permodalan, unit-unit usaha, organisasi dan pengawasan. Tahap pertama ini fokus pada merumuskan dan membuat struktur organisasi dari pembentukan BUMDes. Hal terpenting dalam pembentukan struktur organisasi adalah adanya bentuk hubungan kerja yang mencakup tiga hal, yaitu instruksi, konsultatif, dan pertanggungjawaban para pengelola BUMDes.

Kedua, para pengurus melakukan pengaturan organisasi BUMDes berdasarkan hasil perumusan di tahap pertama. Penyusunan di tahap kedua ini meliputi pengesahan peraturan desa tentang pembentukan BUMDes, anggaran dasar, struktur organisasi dan aturan kelembagaan, tugas dan fungsi pengelola BUMDes, aturan kerja sama dengan pihak lain, rencana usaha dan pengembangan usaha BUMDes. Penyusunan ini bertujuan agar semua anggota BUMDes dapat menjalankan tugas dengan baik, memahami aturan kerja di organisasi, dan tidak ada pengurus yang bekerja lebih atau saling mengandalkan.

Ketiga, pengurus mengembangkan dan mengelola BUMDes. Kegiatan di tahap ini meliputi pemilihan pengurus dan pengelola BUMDes, merumuskan dan menetapkan sistem penggajian dan pengupahan pengelola BUMDes, menyusun sistem informasi pengelolaan BUMDes , menyusun sistem administrasi dan pembukuan, penyusunan rencana kerja BUMDes. Tahap ini juga membahas kerja sama dengan pihak ketiga yang saling menguntungkan dan harus disetujui oleh Dewan Komisaris BUMDes. BUMDes bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat desa, sehingga harus ada business plan yang tepat untuk periode 1 hingga 3 tahun agar para pengurus BUMDes memiliki tujuan yang jelas atas apa yang akan mereka lakukan.

Diperkuat UU

Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di tahun 2019 lalu turut memberikan dampak positif pada BUMDes. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memaparkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebut BUMDes sebagai badan usaha tapi belum secara tegas tertulis sebagai badan hukum. Status hukum yang belum jelas ini membuat Kementerian Hukum dan HAM tidak bisa mengesahkan BUMDes sebagai badan hukum. Tidak adanya legal standing atau kedudukan yang sah di hadapan hukum ini akhirnya mengakibatkan BUMDes sulit menjalin kerja sama bisnis dengan pihak lain, sulit menjangkau modal perbankan,dan memperluas usaha. Menurutnya, pasal 117 UU Cipta Kerja memberikan solusi badan hukum yang jelas bagi BUMDes.

“Tegas sekali disebutkan, BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa,” papar Abdul dalam konferensi pers, 8 Oktober 2020 lalu.

Selain itu, jelasnya, UU Cipta Kerja juga turut memberikan kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan BUMDes, koperasi serta usaha mikro, kecil dan menengah untuk menjalankan usaha, ada kemudahan berinvestasi di desa, sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.

Lanjut baca

Topic

Tanggung Renteng Memakmurkan Desa

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Daya ungkit ekonomi desa bergantung pada kekuatan dan inisiatif program BUMDes dan kelincahannya menggaet pihak lain.

Sejatinya, saat ini banyak desa yang telah berhasil mandiri, berdaya, dan menyejahterakan penduduknya karena roda perekonomian berputar, dan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Dan boleh dibilang, kemajuan desa ini hasil dari diterbitkannya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Aturan ini memberi otonomi desa berdasar hak rekognisi dan subsidiaritas dalam wadah NKRI. Pemerintah desa (Pemdes) memiliki kewenangan untuk menentukan program dan merencanakan keuangan yang terbaik bagi desanya, sesuai dengan potensi juga kearifan lokal yang dimiliki.

Masyarakat desa yang selama ini hanya menjadi penonton, lebih dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan di daerahnya salah satunya melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), saat ini ada 51.134 BUMDes dari total 74.953 desa.

Sebanyak 43 BUMDes di antaranya bahkan dibentuk saat pandemi Covid-19 di tahun 2020. Fakta lain, sepanjang tahun 2015–2020 sebanyak Rp 4,2 triliun dana desa dimanfaatkan sebagai modal BUMDes; dan pada periode yang sama BUMDes berhasil menambah pundi-pundi PADes sebesar Rp 1,1 triliun.

Dengan data itu, sudah semestinyalah kepala desa menyadari pentingnya keberadaan BUMDes sebagai pengungkit PADes, sehingga bisa melakukan studi kelayakan bisnis bagi terbentuknya BUMDes. Salah satu BUMDes yang cukup berhasil menyejahterakan warganya adalah BUMDes Tunas Mandiri di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.

BUMDes yang dibentuk sejak 2016 ini memiliki empat unit usaha yaitu pariwisata, ekonomi desa (simpan-pinjam), pengelolaan dan pengolahan sampah, dan grosir sembako. Direktur BUMDes Tunas Mandiri Ahmad Nasrodin menuturkan, pengelolaan dan pengolahan sampah merupakan unit usaha yang pertama kali mendapat kucuran dana desa.

Saat pembukaan Tempat Pengolahan Sampah-Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di tahun 2017, BUMDes mengajukan dana sebesar Rp 95 juta ke Pemdes yang kemudian dibelanjakan di tahun berikutnya. Sementara unit usaha ekonomi desa simpan pinjam membutuhkan dana desa sebesar Rp 49 juta untuk membantu permodalan ibu-ibu pelaku usaha mikro, seperti penjual tempe, peyek, dan lain-lain yang tidak memiliki akses perbankan.

Dari empat unit usaha ini, hanya pariwisata yang tidak perlu dana dari Pemdes. Desa Wisata Nglanggeran telah menjadi salah satu magnet wisata di Jawa Tengah dengan wisata andalan Gunung Api Purba dan paket wisata Live In.

Kolaborasi

Awalnya, banyak yang meremehkan, karena desa ini hanya mengandalkan “jualan” dari gunung api yang tersusun dari batuan andesit. Namun, berkat keuletan dan kerja sama antarwarga, juga kekuatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), desa ini menghasilkan omzet miliaran rupiah per tahunnya (hingga tahun 2019) dan menyerap ratusan tenaga kerja dari penduduk lokal.

Pendapatan desa dari pariwisata semakin meningkat ketika PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memberikan relaksasi pembiayaan homestay pada 2019. Pembiayaan ini berupa pinjaman yang dikembalikan penuh dengan bunga tiga persen hingga tuntas, dan tenor berdasarkan kesepakatan pemilik rumah dan SMF.

BUMN ini menyiapkan plafon senilai Rp 1,6 miliar untuk membiayai pengembangan 87 homestay secara bertahap. Nasrodin menyebut, hingga saat ini ada 31 pemilik homestay yang memanfaatkan dana untuk menambah kamar atau merenovasi rumahnya agar memenuhi standar program Live In yang telah ditetapkan.

Setelah dana diberikan kepada pemilik rumah, BUMDes dan Pokdarwis melakukan pendampingan hingga pembangunan rumah selesai, untuk menghindari penyelewengan dana. Desa Nglanggeran juga bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk Program Pengembangan Destinasi Wisata Nglanggeran, yang dilaksanakan selama tiga tahun, yakni sejak 2020 hingga 2022.

Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), BI juga memberikan dana pembangunan glamorous camping (glamping) Kedung Kandang yang bertaraf internasional. BUMDes juga akan menerapkan konsep syariah di glamping yang pembangunannya sudah mencapai 50 persen ini.

“Penginapan ini akan memakai sistem syariah, tapi bukan berarti pengunjungnya harus umat Muslim. Misalnya untuk pembuatan kamar mandi dipisah antara perempuan dan pria. Lalu, apa yang kami hidangkan semisal daging ayam, maka cara potong ayamnya harus halal (sesuai ajaran Islam),” ujar Nasrodin kepada Majalah Pajak melalui sambungan telepon, Minggu (24/1).

Kini, Nasrodin bersama timnya tengah membudidaya larva atau maggot lalat hitam sebagai alternatif mata pencaharian di saat pendapatan usaha pariwisata turun hingga 70 persen. Nasrodin mengklaim telah mendapat omzet sebanyak Rp 2,4 juta setelah dua bulan berjalan.

Ia juga bekerja sama dengan PT Sari Husada untuk pembelian limbah sebagai pakan larva. Harapannya, warga desa mau belajar dan ikut membudidaya larva ini agar mendapat penghasilan tambahan dan ekonomi desa kembali meningkat.

Desa juara

Contoh lain adalah Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur yang dulu identik sebagai desa miskin dan kumuh. Desa ini berhasil menyulap bekas galian kapur menjadi kawasan wisata. Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim menuturkan, sebelum jadi desa dengan omzet miliran saat ini, semua pihak termasuk bank meremehkannya.

“Tidak ada yang melirik kami saat itu. Sudah miskin tak punya rasa percaya diri, lagi. Namun, dengan model usaha yang jelas kami bisa meyakinkan warga untuk investasi dan pakai jaminan tanah saya untuk dapat pinjaman dari bank sekitar Rp 500 juta dari bank di Jawa Timur,” ujarnya di sebuah webinar bertajuk Menggali Potensi Permodalan BUMDes, Kamis (3/12/20).

Dari usaha wisata itu pemasukan desa pelan-pelan meningkat. Pada 2018, desa ini mampu mendulang Pades sekitar Rp 575,7 juta, dan meningkat Rp 929 juta di tahun 2019. Hingga Oktober 2020, Pades mencapai Rp 1,4 miliar dan menyumbang 68 persen keuangan desa.

Abdul Halim berpesan, memajukan ekonomi desa saat ini bukan hal yang mustahil asal ada kemauan serta komunikasi dengan semua elemen masyarakat. Menurutnya, kunci penting ada pada model bisnis yang jelas dan SDM yang akan mengelolanya.

Desa ini juga menyabet juara 1 Desa BRIlian 2020 yang dihelat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Program Desa BRIlian merupakan kegiatan inkubasi kawasan perdesaan yang berlangsung sejak September–Desember 2020, untuk membantu pemulihan perekonomian desa akibat pandemi.

Sebanyak 125 desa terpilih mengikuti pelatihan dan program peningkatan kapasitas secara daring, sebelum dinilai untuk menentukan 10 desa paling unggul. Kesepuluh desa terpilih kemudian mendapat pendampingan khusus dari BRI bekerja sama dengan Bumdes.id selama 3 bulan. Selain itu, 10 desa tersebut akan menjadi Duta Desa BRILian untuk Program Desa BRILian 2021.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, program Desa BRILian yang akan dilanjutkan di tahun 2021 ini merupakan bukti komitmen BRI sebagai salah satu bank BUMN terbesar untuk terus mengembangkan kawasan perdesaan, dan mendorong warga serta pengurus desa agar selalu berinovasi demi peningkatan kesejahteraan.

Lanjut baca

Topic

Mengatasi Tantangan SDM Desa

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Selain penggunaan dana desa, pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan dapat meningkatkan SDM di desa.

Untuk menjawab persoalan pertumbuhan ekonomi dan SDM desa, Kemendes telah merumuskan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang akan menjadi acuan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Badan PSDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes PDTT Yusra mengungkapkan, berdasarkan arahan Mendes PDTT kegiatan Kemendes PDTT harus dimulai Januari 2021 khususnya yang berkaitan dengan SDGs desa.

“SDGs desa itu adalah upaya terpadu pembangunan desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya saat diwawancarai Majalah Pajak melalui layanan telepon, Ahad (24/01.) “Ada 18 SDGs desa yang harus kita goal-kan dalam rangka pemanfaatan dana desa.”

Yusra menjelaskan ke-18 SDGs desa tersebut adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa yang merata, infrastruktur dan inovasi desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan.

Selanjutnya desa tanggap perubahan iklim, desa peduli ekosistem laut, desa peduli ekosistem darat, desa damai dan berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, dan yang terakhir kelembagaan desa dinamis dan budaya desa yang adaptif.

Kemendes didukung sekitar 35 ribu pendamping yang ada di desa. “Diharapkan mereka bisa mendampingi penggunaan atau pemanfaatan dana desa,” jelas Yusra.

Lebih lanjut, Yusra mengatakan dana desa dapat meningkatkan SDM yang ada di desa melalui pembiayaan pendidikan anak-anak berprestasi berupa beasiswa sampai ke perguruan tinggi. Selain itu, di beberapa program kementerian juga dibangun asrama siswa yang bertujuan untuk mendekatkan siswa ke sekolah khususnya di daerah terpencil.

Pemerintah juga menggandeng badan usaha melalui program CSR mereka untuk bersama mengatasi minimnya internet di desa. “Di saat pandemi seperti sekarang, ketersediaan internet sekitar 13 ribu desa yang belum memiliki internet juga menjadi salah satu tantangan kita untuk kita selesaikan dalam rangka peningkatan SDM,” imbuhnya.

Akademi Desa 4.0

Peran teknologi juga dirasa penting untuk meningkatkan SDM yang ada di desa. Kepala Pusat SDM Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes PDTT Fujiartanto mengatakan teknologi itu sangat penting dan sudah seharusnya ditempatkan menjadi suatu media untuk pembelajaran.

“Kami ingin mengembangkan kembali platform Akademi Desa 4.0 yang sebenarnya sudah di-launching beberapa tahun lalu,” ungkapnya melalui layanan sambungan telepon, Senin (25/01).

Tidak hanya sebatas delivery informasi saja, pengembangan Akademi Desa 4.0 juga bisa menjadi sebuah wahana media atau bahkan dunia maya desa dan dapat menjadi sebuah sumber daya sosial media yang bisa dijadikan sumber pembelajaran khususnya bagi masyarakat desa. Fujiartanto juga berharap aplikasi ini dapat menjadi solusi permasalahan yang ada di desa. Nantinya, anggota Akademi Desa 4.0 dapat memberikan pemikiran seputar permasalahan desa.

“Saya berharap aplikasi ini harus smart, tidak hanya menjadi wadah aja. Tapi dia mampu menganalisis dan sebagainya, sehingga kemudian bisa kita formulasi sebagai modul pembelajaran berbasis best practice lebih kontekstual,” jelasnya. Tidak hanya itu saja, ia juga berharap aplikasi ini lebih berorientasi kepada masyarakat dan berbasis kompetensi.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana teknologi tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat sampai ke pelosok bila ketersediaan sinyal dan pasokan listrik yang merata?

“Nah ini yang menjadi persoalan barangkali tentu bukan menjadi ranah kementerian,” kata Fujiartanto. “Perlu berkoordinasi bahwa kebutuhan untuk pembangunan masyarakat desa berbasis platform digital ini mau tidak mau menuntut ketersediaan sinyal internet maupun pasokan listrik.”

Lanjut baca
/

Breaking News

Breaking News9 jam lalu

Meski Pandemi, Industri Manufaktur Masih Ekspansif

Jakarta, Majalahpajak.net – Industri manufaktur di tanah air masih menunjukkan geliat positif di tengah gempuran dampak pandemi Covid-19. Ini tecermin...

Breaking News2 hari lalu

Kemendag Bantu Korban Gempa di Sulawesi Barat

Mamuju, Majalahpajak.net – Kementerian Perdagangan menyalurkan bantuan “Kemendag Peduli” berupa 1.000 paket barang kebutuhan pokok (bapok) untuk membantu masyarakat terdampak...

Breaking News5 hari lalu

Mitigasi Risiko Sengketa “Transfer Pricing”

Jakarta, Majalahpajak.net – Potensi kontroversi transfer pricing atas transaksi afiliasi yang dilakukan oleh grup multinasional yang berada di Indonesia maupun...

Breaking News6 hari lalu

Pacu Ekonomi, Kemenperin Tingkatkan Daya Saing Industri

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen terus meningkatkan upaya mendukung peningkatan daya saing industri guna memacu produktivitas dan pertumbuhan...

Breaking News1 minggu lalu

Pemanfaatan Biomassa untuk Energi Terbarukan

Jakarta, Majalahpajak.net  – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) terus mendorong peningkatan bisnis Anggota BUMN Klaster Pangan. Salah satunya melalui...

Breaking News2 minggu lalu

Pemerintah Dorong Kecukupan Air Bersih dan Sanitasi untuk Masyarakat

Jakarta, Majalahpajak.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masih ada 15 persen dari masyarakat Indonesia atau sekitar 40 juta...

Breaking News2 minggu lalu

Ini Program Prioritas KKP untuk Tingkatkan Kapasitas SDM

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong tiga program prioritas utama, yakni peningkatan kesejahteraan nelayan dan PNBP...

Breaking News2 minggu lalu

Indonesia-Hongaria Bahas Potensi Kerja Sama Lanjutan

Jakarta, Majalahpajak.net – Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria Péter Szijjártó menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Gedung Bappenas,...

Breaking News2 minggu lalu

Terkait Dugaan Korupsi, Perwakilan Buruh Bakal Geruduk Kantor BPJS

Jakarta, Majalahpajak.net – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, KSPI dan perwakilan buruh-buruh Indonesia akan melakukan aksi...

Breaking News3 minggu lalu

UMKM Melek Digital dan Pandai Membaca Peluang

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi yang tidak kunjung mereda membuat ekonomi Indonesia diprediksi masih akan tertekan tahun ini. Di sektor industri...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved