Connect with us

Breaking News

‘Sajak’ untuk Generasi Millennial

Majalah Pajak

Published

on

Penulis: Nilasari

 

Bonus demografi yang dipenuhi oleh generasi millennial harus dioptimalkan untuk mendukung budaya sadar pajak yang diharapkan dapat menciptakan Wajib Pajak yang patuh pajak.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk individu dan sosial. Manusia senantiasa bertindak berdasarkan pertimbangan dan kesenangan pribadi sehingga disebut sebagai makhluk individual. Apabila sifat individual tersebut tidak dikendalikan, maka sebagaimana yang dikatakan Thomas Hobbes manusia menjadi homo homini lupus yaitu manusia menjadi serigala bagi sesamanya.

Selain sebagai makhluk individual, manusia adalah makhluk sosial (homo homini socius) yang saling membutuhkan, memiliki kepedulian dan kebersamaan dengan sesama. Oleh karena itu, sifat kepedulian terhadap sesama harus selalu dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep inilah yang melatarbelakangi lahirnya pajak di Indonesia.

Pajak merupakan hal yang sangat penting bagi negara Indonesia, dikarenakan pajak memberikan kontribusi besar bagi keberlangsungan kehidupan di negara ini. Pajak menjadi sumber penerimaan dan pendapatan negara terbesar. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya kontribusi sektor pajak terhadap penerimaan negara pada tahun 2016 yaitu sebesar 74, 6 % dari total pendapatan negara, bahkan pada APBN tahun 2018 pajak menjadi penyumbang pendapatan negara sebesar 85%. Penerimaan pajak inilah yang digunakan untuk meningkatkan pembangunan Indonesia mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan berbagai sektor lainnya yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Hal inilah yang disebut sebagai fungsi budgetair (anggaran) pajak yaitu pajak berperan dalam membiayai berbagai pengeluaran negara.

Peran pajak dalam meningkatkan pembangunan di berbagai sektor kehidupan tentu tidak dapat dipungkiri, tetapi tidak banyak rakyat yang menyadari hal tersebut. Ini karena manfaat pembayaran pajak tidak langsung diterima. Namun, tidak bisa dipungkiri, bahwa saat ini hampir seluruh rakyat Indonesia telah memeroleh manfaat pajak. Pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis dan berkualitas, akses transportasi dan mobilitas yang mudah melalui pembangunan infrastruktur jalan yang mendorong perekonomian adalah sekumpulan manfaat pajak.

Peran pajak dalam membiayai berbagai pengeluaran negara khususnya dalam pembangunan dapat dioptimalkan apabila setiap warga negara yang merupakan wajib pajak sadar akan kewajibannya. Namun, sampai saat ini dapat dilihat bahwa kepatuhan membayar pajak oleh Wajib Pajak masih rendah. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menyampaikan bahwa kepatuhan pajak masyarakat Indonesia dapat dilihat dari tingkat tax ratio yang masih 10,3 persen.

Apabila dikaitkan dengan teori kepatuhan hukum, maka kesadaran hukum dapat memengaruhi tingkat kepatuan hukum masyarakat sebagaimana yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto, “Kesadaran hukum yang tinggi mengakibatkan masyarakat mematuhi ketentuan hukum yang berlaku”. Sama halnya dengan kepatuhan masyarakat terhadap pajak sangat dipengaruhi oleh kesadaran masyarakatnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pajak bagi warga negara Indonesia. Pandangan bahwa membayar pajak merupakan wujud kecintaan kepada tanah air sebagaimana dianut oleh warga Jepang juga rasa tanggung jawab untuk berkontribusi mewujudkan kesejahteraan sebagaimana yang dianut warga Australia harus ditanamkan dalam diri warga negara Indonesia.

 Generasi Indonesia diharapkan menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas kemajuan bangsa ini, bersama-sama saling membantu untuk mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan dan kemakmuran.

Pentingnya generasi millennial

Sejalan dengan tujuan meningkatkan kesadaran pajak, maka keberadaan generasi muda yang akrab disapa generasi millennial menjadi sangat penting untuk mendukung tujuan tersebut. Generasi millennial adalah generasi yang lahir pada tahun 1980–2000-an, sehingga usia mereka saat ini mencapai 17-37 tahun yang merupakan usia produktif.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu penduduk usia produktif mencapai angka mayoritas di Indonesia. Oleh karena itu, bonus demografi yang dipenuhi oleh generasi millennial ini harus dioptimalkan untuk mendukung budaya sadar pajak yang diharapkan dapat menciptakan wajib pajak yang patuh pajak.

Salah satu ciri generasi millennial selain aktif dan kreatif adalah generasi yang melek teknologi, artinya generasi ini sangat akrab dan mudah mengikuti perkembangan teknologi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di era globalisasi teknologi berkembang pesat. Oleh karena itu, upaya untuk menciptakan kesadaran pajak pada generasi millennial dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Gerakan Sajak (Sadar Pajak) sebagai wujud peningkatan kesadaran pajak bagi generasi millennial dapat ditempuh dengan beberapa gerakan, yaitu:

Gerakan Majak (Manfaat Pajak)

Ada beberapa faktor penyebab kurangnya kesadaran pajak di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan pentingnya manfaat pajak tersebut. Oleh karena itu, melalui teknologi terutama media sosial atau situs web hendaknya ditampilkan berbagai manfaat yang dihasilkan dari pajak sehingga dari pengetahuan tersebut, tertanam kesadaran pajak.

Gerakan Kompak (Komparasi Pajak)

Melalui gerakan komparasi akan ditampilkan perbandingan negara-negara bahwa kesadaran pajak berimplikasi terhadap kemajuan negaranya. Oleh karena itu diharapkan masyarakat khususnya generasi millennial menjadi terdorong untuk sadar pajak. Misalnya dengan membandingkan negara Indonesia dengan Jepang dan Australia bahwa membayar pajak bagi mereka adalah suatu kebanggaan dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Gerakan Ketebak (Keterbukaan Pajak)

Faktor lain yang menyebabkan rendahnya kesadaran pajak di Indonesia adalah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pihak pengelola pajak. Oleh karena itu, untuk mengembalikan dan menghidupkan kepercayaan masyarakat tersebut terutama generasi millennial yang cerdas dapat ditempuh dengan memberikan informasi terkait pajak secara transparan.

Gerakan Sosialisasi “E-pajak”

E-pajak bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Keberadaan E-pajak sangat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak. Oleh karena itu, sangat diperlukan sosialisasi e-pajak tersebut sehingga masyarakat terutama generasi millennial mengetahui kemudahan yang diberikan e-pajak sehingga dengan demikian diharapkan dapat mendorong kesadaran pajak.

Beberapa gerakan sajak (sadar pajak) tersebut sebaiknya ditampilkan dengan menarik sehingga mendorong perhatian masyarakat khususnya generasi millennial. Gerakan Sajak ini diharapkan menjadi awal dari terbentuknya budaya sadar pajak, yaitu budaya masyarakat Indonesia khususnya generasi millennial memiliki kebanggaan terhadap pajak, menganggap bahwa pajak bukanlah sebuah beban, melainkan suatu wujud tindakan berbagi kepada sesama.

Generasi Indonesia diharapkan menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas kemajuan bangsa ini, bersama-sama saling membantu untuk mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan dan kemakmuran. Wujud dari kesejahteraan itu adalah terciptanya pembangunan dalam segala aspek baik pembangunan karakter, moral maupun pembangunan fisik berupa infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun sektor-sektor kehidupan lainnya. Penanaman nilai-nilai kesadaran pajak sejak dini sangat penting untuk menciptakan Wajib Pajak yang patuh pajak.

 (Tulisan ini memenangi Juara II Lomba Menulis Artikel Pajak Untuk Mahasiswa 2018, dalam rangka memperingati Hari Pajak 14 Juli 2018. Majalah Pajak memuatnya atas seizin penyelenggara lomba.)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Majalah Pajak

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime Compliance Center merupakan satu divisi yang menyediakan jasa komprehensif di ranah kepatuhan pajak untuk memenuhi seluruh kebutuhan klien dalam pemenuhan kewajiban perpajakan, baik yang bersifat rutin seperti kewajiban bulanan dan tahunan maupun administratif.

“Kami buat compliance 18 Agustus 2017, alhamdulillah mendapat kepercayaan sehingga berkembang luar biasa. Akhirnya, kami bangun gedung baru khusus untuk compliance center dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang selalu update dalam kemampuan dan pengetahuan,” ungkap Managing Director TaxPrime Muhamad Fajar Putranto di Jakarta, Jumat (24/01).

Ia menjelaskan, TaxPrime Compliance Center tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bisnis perusahaan melainkan juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan dan mengantisipasi layanan pajak masa depan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.

“Kami akan bekerja sama dengan start-up PAJAK.COM untuk mengembangkan digital tools agar memudahkan pemenuhan kewajiban perpajakan,” paparnya.

Fajar menuturkan, SDM yang kompeten dapat menurunkan compliance cost pada klien atau Wajib Pajak dengan membuat pemetaan transaksi, identifikasi objek pajak, membuat kalkulasi dan memasukkannya ke dalam SPT, serta melaporkan SPT ke otoritas pajak.

TaxPrime Teamwork System menerapkan review berjenjang sehingga pengolahan data dan informasinya lebih akurat untuk membantu meringankan otoritas pajak dalam melakukan pengawasan kewajiban perpajakan. Di sisi klien, selain memitigasi risiko pajak untuk bisnisnya, pengawasan berjenjang memungkinkan lebih efisiennya biaya dibandingkan apabila klien mengimplementasikan sistem serupa. Dengan sistem yang dimiliki TaxPrime, klien juga dapat melihat proses pekerjaan secara transparan.

Senior Partner TaxPrime Soewito berpendapat, Taxprime Compliance Center merupakan salah satu pengembangan dari kantor pusat agar bisa lebih fokus dalam pemenuhan perpajakan.

“Kami terus mengembangkan layanan unggulan, contohnya layanan di bea cukai yaitu bonded zone administration yang sudah dibuktikan dengan penghargaan 2019 yang diterima klien kami di copper industry, yaitu penghargaan tertinggi dari Ditjen Bea Cukai,” papar Soewito. Selain penghargaan itu TaxPrime yang terpilih menjadi tiga besar Indonesian Transfer Pricing Firm dari International Tax Review 2019 dan Recommended Tax Consulting Firm kategori Transfer Pricing, Tax Controversy dan General Tax dari World Tax dan World Transfer Pricing 2020.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal menyatakan, peresmian TaxPrime Compliance Center bisa menjadi momen untuk membina hubungan yang lebih baik lagi antara otoritas pajak dan firma konsultan pajak.

Dan sebagai penutup acara, Senior Manager Tax Compliance and Audit TaxPrime Teguh Wisnu Purbaya menegaskan, “Tentunya kepercayaan klien akan terus meningkat jika kami memiliki sistem yang lebih baik seperti saat ini.” –Heru Yulianto

Continue Reading

Breaking News

Bayar Pajak, Beasiswa Banyak

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Majalah Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net-Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyempurnakan kurikulum sadar pajak dan menginstruksikan pembentukan relawan pajak di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Paristivanti Nurwardani ketika membuka acara Pajak Bertutur (Patur) yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat (Jabar) III, di IPB International Convention Center, Bogor, Jumat (22/11).

Ia menekankan pentingnya pajak untuk membangun fasilitas pendidikan dan membantu masyarakat yang kurang mampu untuk bisa bersekolah melalui pemberian beasiswa.

“Tidak bayar pajak, kampus dan sekolah mangkrak. Bayar pajak, beasiswa banyak,” tegas Paris.

Ia mengungkapkan di tahun 2018 terdapat 130 ribu mahasiswa yang telah memperoleh beasiswa dan tahun ini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 400 ribu orang.

Kepala Kanwil DJP Jabar III, Catur Rini Widosari mengatakan, sejak 2016 kantornya telah membentuk relawan pajak dari Kampus Universitas Indonesia, Gunadarma, Bhayangkara Jakarta Raya, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIAMI Bekasi. Relawan pajak bertugas membantu dalam mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan hingga menyosialisasikan aturan terkini kepada Wajib Pajak (WP).

“Sertifikat untuk relawan nantinya akan setara dengan brevet A dan B. Lulus mereka bisa jadi konsultan,” kata Catur disusul dengan pemberian penghargaan sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan vokasi IPB, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, dan Tazkia.

Sementara itu, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi fokus membangun fondasi kesadaran pajak untuk siswa di SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, dan SMAN 1 Banyuwangi.

“Kami kemas edukasi sadar pajak dengan materi menarik lewat games dan lomba vlog. Semoga nantinya akan tercipta generasi emas sadar pajak,” kata Kepala KPP Pratama Banyuwangi Yunus Darmono.—Aprilia Hariani.

Continue Reading

Breaking News

Penyelundupan Gerogoti Wibawa Negara

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Dok kemenkeu

Jakarta, MajalahPajak.net- Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Kejaksaan RI mengungkap kasus penyelundupan motor dan mobil mewah ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Kawasan Logistik Terpadu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/12).

Sepanjang tahun 2016–2019, DJBC berhasil membongkar tujuh kasus penyelundupan terdiri dari 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor/rangka/mesin motor mewah berbagai merek yang telah diamankan Bea Cukai Tanjung Priok. Perkiraan total nilai barang dari praktik ilegal itu sebesar Rp 21 miliar dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 48 miliar.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyan i menyatakan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mencantumkan nama barang yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya. Pada 29 September lalu misalnya, untuk menyelundupkan mobil Porsche GT3RS dan Alfa Romeo dari Singapura, PT SLK mencantumkan refractory bricks (batu bata) di dokumen manifes. Perkiraan nilai kedua barang itu mencapai Rp 2,9 miliar, sedangkan potensi kerugian negara mencapai Rp 6,8 miliar.

Ani juga menyebut, tangkapan mobil dan motor mewah yang dilakukan DJBC secara nasional meningkat signifikan di dua tahun terakhir. Di tahun 2018, ada 7 mobil dan 127 motor mewah yang diselundupkan dan masuk dari berbagai pelabuhan, sementara 84 mobil dan 2693 motor terjadi di tahun 2019. Ia berharap, pengungkapan kasus ini semakin meningkatkan kepatuhan masyarakat.

“Penyelundupan barang-barang mewah ini akan mengusik rasa keadilan masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari aspek keuangan negara, tapi juga aspek keadilan sosial yang akan dicederai dari tindakan-tindakan seperti ini,” tegas Ani.

Aduan masyarakat

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menambahkan, penangkapan para pelaku yang merupakan perusahaan automotif lokal ini diawali dari aduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan proses analisis inward manifest. Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati citra berupa kendaraan roda empat.

Heru juga mengatakan, semakin maraknya penyelundupan terjadi di Indonesia, akan mengikis kewibawaan pemerintah dan penerimaan negara. Untuk itu, pembentukan tim khusus yang melibatkan instansi terkait untuk mengawal kasus ini sangat diperlukan. Sinergi juga diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk memberantas penyelundupan.—Ruruh Handayani

Continue Reading

Breaking News

Breaking News1 minggu ago

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime...

Breaking News2 minggu ago

Bayar Pajak, Beasiswa Banyak

Jakarta, Majalahpajak.net-Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyempurnakan kurikulum sadar pajak dan menginstruksikan pembentukan relawan pajak...

Breaking News2 minggu ago

Penyelundupan Gerogoti Wibawa Negara

Jakarta, MajalahPajak.net- Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan...

Breaking News2 minggu ago

Inovasi tak Sebatas Aplikasi

Jakarta, MajalahPajak.net-Tak sedikit Kantor Pelayanan Pajak (KPP) gugur dalam lomba Kantor Pelayanan Terbaik (KPT) tingkat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena hanya...

Breaking News2 minggu ago

Apresiasi untuk Guru Penutur Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada 10 pemenang lomba vlog bertajuk “Guru Bertutur Pajak (Gutupak)” di Kantor Pusat...

Breaking News2 minggu ago

Pengelola Dana Desa harus Melek Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia yang beranggotakan para pengajar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI) memberikan pendampingan bagi pengelola...

Breaking News2 minggu ago

Kemensos Ajak Dunia Usaha Andil Jangka Panjang dalam Progam KAT

Jakarta, Majalahpajak.net – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mendorong dunia usaha turut berpartisipasi berjangka panjang bersama pemerintah dalam program Pemberdayaan...

Breaking News1 bulan ago

Bahaya Hepatitis bagi Ibu Hamil dan Janin

Banyak ibu hamil yang tidak menyadari dirinya terinfeksi virus hepatitis. Apa saja dampak hepatitis bagi si janin? Hepatitis adalah peradangan...

Breaking News2 bulan ago

IKPI: Omnibus Law Perlu Kajian Mendalam Sebelum Disahkan

Untuk mendukung program pemerintah menerbitkan Undang-Undang (UU) Omnibus Law, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menyelenggarakan diskusi perpajakan bertajuk “Omnibus Law...

Breaking News2 bulan ago

Kerja “Happy” Kejar Prestasi

Apresiasi kepada pegawai berprestasi tak hanya memicu kompetisi positif untuk meraih kinerja lebih baik, tapi juga membangun iklim kerja penuh...

Trending