Connect with us

Breaking News

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Majalah Pajak

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime Compliance Center merupakan satu divisi yang menyediakan jasa komprehensif di ranah kepatuhan pajak untuk memenuhi seluruh kebutuhan klien dalam pemenuhan kewajiban perpajakan, baik yang bersifat rutin seperti kewajiban bulanan dan tahunan maupun administratif.

“Kami buat compliance 18 Agustus 2017, alhamdulillah mendapat kepercayaan sehingga berkembang luar biasa. Akhirnya, kami bangun gedung baru khusus untuk compliance center dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang selalu update dalam kemampuan dan pengetahuan,” ungkap Managing Director TaxPrime Muhamad Fajar Putranto di Jakarta, Jumat (24/01).

Ia menjelaskan, TaxPrime Compliance Center tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bisnis perusahaan melainkan juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan dan mengantisipasi layanan pajak masa depan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.

“Kami akan bekerja sama dengan start-up PAJAK.COM untuk mengembangkan digital tools agar memudahkan pemenuhan kewajiban perpajakan,” paparnya.

Fajar menuturkan, SDM yang kompeten dapat menurunkan compliance cost pada klien atau Wajib Pajak dengan membuat pemetaan transaksi, identifikasi objek pajak, membuat kalkulasi dan memasukkannya ke dalam SPT, serta melaporkan SPT ke otoritas pajak.

TaxPrime Teamwork System menerapkan review berjenjang sehingga pengolahan data dan informasinya lebih akurat untuk membantu meringankan otoritas pajak dalam melakukan pengawasan kewajiban perpajakan. Di sisi klien, selain memitigasi risiko pajak untuk bisnisnya, pengawasan berjenjang memungkinkan lebih efisiennya biaya dibandingkan apabila klien mengimplementasikan sistem serupa. Dengan sistem yang dimiliki TaxPrime, klien juga dapat melihat proses pekerjaan secara transparan.

Senior Partner TaxPrime Soewito berpendapat, Taxprime Compliance Center merupakan salah satu pengembangan dari kantor pusat agar bisa lebih fokus dalam pemenuhan perpajakan.

“Kami terus mengembangkan layanan unggulan, contohnya layanan di bea cukai yaitu bonded zone administration yang sudah dibuktikan dengan penghargaan 2019 yang diterima klien kami di copper industry, yaitu penghargaan tertinggi dari Ditjen Bea Cukai,” papar Soewito. Selain penghargaan itu TaxPrime yang terpilih menjadi tiga besar Indonesian Transfer Pricing Firm dari International Tax Review 2019 dan Recommended Tax Consulting Firm kategori Transfer Pricing, Tax Controversy dan General Tax dari World Tax dan World Transfer Pricing 2020.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal menyatakan, peresmian TaxPrime Compliance Center bisa menjadi momen untuk membina hubungan yang lebih baik lagi antara otoritas pajak dan firma konsultan pajak.

Dan sebagai penutup acara, Senior Manager Tax Compliance and Audit TaxPrime Teguh Wisnu Purbaya menegaskan, “Tentunya kepercayaan klien akan terus meningkat jika kami memiliki sistem yang lebih baik seperti saat ini.” –Heru Yulianto

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Manfaatkan Kemudahan, Pakai e-Filing

Majalah Pajak

Published

on

Foto Dok Pribadi

Meski baru mencoba menyampaikan pajak secara elektronik di tahun ini, Ana Christna Pinem tak menunggu akhir batas pelaporan agar tetap nyaman.

Bulan Maret rupanya masih menjadi bulan favorit bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak, baik secara elektronik (e-Filing) atau secara manual (datang langsung ke kantor pajak). Meski Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengimbau agar melaporkan SPT Pajak di awal tahun, tak sedikit WP yang menyetorkannya mepet dengan batas akhir pelaporan, yakni 31 Maret.

Menumpuknya Wajib Pajak yang menyampaikan SPT melalui e-Filing, bisa membuat peladen (server) pajak melambat atau bahkan tak berfungsi (down). Jika sudah begitu, keluhan dan aduan warganet pun mulai bermunculan di berbagai media sosial.

Antusiasme Wajib Pajak untuk melaporkan pajak penghasilan adalah bukti kepatuhan Wajib Pajak akan tanggung jawab mereka untuk ikut kontribusi kepada negara melalui pajak. Salah satu Wajib Pajak yang ikut melaporkan pajaknya tahun ini adalah Ana Christna Pinem. Pekerja seni ini menuturkan, sebagai warga negara sudah seharusnya ia ikut membayar pajak dan melaporkan pajaknya secara benar.

“Negara ini, kan, butuh dana untuk memberikan fasilitas keamanan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ya, berarti sudah sewajarnya kita bayar pajak,” ucapnya kepada Majalah Pajak, Jumat (28/2).

Coba e-Filing

Pemeran Annabella di sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta ini juga bercerita, usai melahirkan anak pertamanya pada September 2018 lalu, ia belum ingin kembali ke dunia sinetron demi fokus merawat anak. Praktis, penghasilannya pun ikut turun. Namun, hal itu tak membuatnya lantas enggan melaporkan pajaknya. Apalagi, mulai tahun ini ia akan menyampaikan SPT melalui e-Filing.

“Saya akan tetap melaporkan SPT. Selain supaya tidak kena denda, saya tetap harus patuh, ‘kan? Jujur, tahun lalu (saya) masih pakai SPT manual, tapi tahun ini mau pakai e-Filing karena lebih gampang, bisa di mana saja. Lagian, sekarang, kan, semua serbadigital. Pesan makan saja sudah bisa on-line, lapor pajak juga bisa dong? (Meski) saya mau coba e-Filing tahun ini, enggak nunggu pas akhir-akhir. Soalnya saya dengar pernah server down. Jadi, enggak bisa lapor—mungkin karena overload,” ungkapnya.

Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Pondok Gede, Bekasi ini terbilang sukarela memenuhi kewajiban pajaknya. Salah satu alasannya karena pelayanan di kantor pajak sudah semakin baik. Selain itu, Ana juga berpendapat bahwa Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN) bagi pekerja seni sebetulnya sudah cukup memudahkannya, sehingga ia tak repot saat harus menghitung dan membayar pajak.

“Sebagai pekerja seni diberikan NPPN 50 persen—cukup fair. Soalnya, kalau enggak, ngitung pajak jadi ribet. Karena, kami, kan, kerjanya bisa sama banyak pihak. Yang mesti kami ingat, harus minta bukti potong pajak kepada PH (production house) atau (pihak lain) yang ngasih kerjaan.”

Ana berharap agar semua masyarakat—apa pun profesinya—dapat tergerak untuk menunaikan kewajiban pajaknya, supaya menghindarkan diri dari masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari. Toh, pajak yang dibayarkan pada negara dipergunakan untuk kemaslahatan orang banyak dan kehidupan di masa depan.

Sementara untuk DJP, wanita berdarah Karo ini menyelipkan pesan agar terus berupaya membuat inovasi-inovasi baru dalam menggunakan kemajuan digital.

“Sekarang sudah banyak perubahan di DJP. Tapi, kan, tuntutan zaman dan kemajuan teknologi harus bisa diimbangi. Jangan sampai orang yang enggak bayar pajak lebih banyak dari yang bayar pajak, karena mereka lebih canggih dalam teknologi atau karena melihat administrasi pajak yang ribet,” tutupnya.—Ruruh Handayani

Continue Reading

Breaking News

GAAAC 2020 Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Dok Gunadarma

Universitas Gunadarma, Margonda, Depok kembali menyelenggarakan Gunadarma All About Accounting Competition (GAAAC) pada 3–4 Maret 2020. Ajang kompetisi tingkat nasional yang memasuki tahun kelima ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Akuntansi dan Perpajakan dari 42 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma Didin Mukodim mengungkapkan, peserta kompetisi tidak hanya berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Pulau Jawa, tapi juga Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Menurut Kepala Seksi Ekstensifiksi dan Penyuluhan Kantor Pelayanan Pajak Depok Cimanggis Ary Festanto, kompetisi di bidang akuntansi dengan memasukkan konten pajak yang diinisiasi Tax Center Gunadarma ini menguji mahasiswa agar mampu berpikir secara integral mulai dari menyiapkan pembukuan hingga memperhitungkan aspek pajak. Ketika lulus kuliah nanti, imbuhnya, para mahasiswa sudah siap dan bisa langsung praktik mengelola pembukuan dan perpajakan.

“Kegiatan ini perlu juga dilakukan oleh kampus-kampus lain sehingga bisa menjadi mitra DJP di tingkat wilayah. Selama ini Tax Center Gunadarma termasuk yang bagus kontribusinya di Kanwil DJP Jawa Barat III,” ujar Ary.

Rektor Universitas Gunadarma, E.S Margianti mengemukakan, pihak rektorat memberikan keleluasaan kepada pengelola tax center dalam menjalankan berbagai kegiatan sepanjang masih berada di dalam koridor kampus.

“Sudah banyak kegiatan yang dilakukan Tax Center Gunadarma. Yang saya inginkan dari pengelola tax center adalah punya passion dan ketika diberi keleluasaan, dia akan jalan dengan sendirinya,” ungkap Margianti.

Dekan IV Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Toto Sugiharto menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan PT Zahir Internasional sebagai pembuat soal dan tim juri untuk menjaga independensi lomba.

Juri GAAAC dari PT Zahir Internasional, Yunan Hilmi mengungkapkan tiga kriteria penilaian lomba yakni pengoperasian sistem, pengetahuan perpajakan, dan kemampuan mempresentasikan hasil.

“Para juara kompetisi ini punya nilai tambah. Nama-nama mereka kami sodorkan juga ke perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai aplikasi software,” papar Yunan.

Pemenang Lomba Accounting Technologi direbut oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran (Juara I), Universitas Gunadarma (Juara II), dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Juara III). Kategori Lomba Taxes Application diraih oleh Universitas Indonesia (Juara I), Universitas Yapis Papua (Juara II), dan Politeknik Ubaya (Juara III). Adapun Lomba Finance Analysis diraih oleh Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya (Juara I), Universitas Indraprasta PGRI (Juara II), dan Bina Sarana Informatika Jakarta (Juara III).—Ruruh Handayani/ Novita Hifni

Continue Reading

Breaking News

Fokus ke Empat Bidang Sosial

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Istimewa

Lembaga Penjamin Simpanan menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial dan makin dekat dengan masyarakat.

Upaya menjaga keberlanjutan di masyarakat dan lingkungan alam bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan melainkan seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejak awal beroperasi di tahun 2005, lembaga yang menjalankan fungsi utama dalam menjamin simpanan nasabah dan turut memelihara stabilitas sistem perbankan ini juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Corporate Secretary LPS Muhamad Yusron mengemukakan, lembaganya mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

“Tiap tahun ada anggaran LPS untuk kegiatan sosial yang fokus ke empat bidang, yakni pemberdayaan ekonomi, bencana alam, filantropi bagi warga kurang mampu, dan pelestarian lingkungan,” papar Yusron kepada Majalah Pajak di Kantor Pusat LPS, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (18/2).

Ia menguraikan, keempat fokus bidang kegiatan itu selalu berjalan searah dengan program-program pemerintah dan juga mendukung fungsi utama LPS. Ketika memberikan bantuan bagi korban bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Bogor baru-baru ini, tim LPS bersama unsur pimpinan turun langsung ke lapangan menjumpai warga terdampak. Usai pemberian bantuan, pihaknya mengadakan sesi khusus untuk menyampaikan sosialisasi tentang LPS kepada warga di sekitar lokasi bencana. Kegiatan sosial ini diharapkan akan lebih mendekatkan LPS ke masyarakat.

Program Mitra Binaan

Pada bidang penguatan ekonomi masyarakat, tim LPS menjalankan Program Mitra Binaan, yakni pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui kegiatan pelatihan tentang kualitas produk dan strategi pemasaran agar pelaku usaha siap menjual produknya. Pihaknya juga memfasilitasi pebisnis UMKM untuk ikut dalam berbagai acara pameran.

“Kami jelaskan teknisnya tentang bagaimana memperbaiki kualitas, memasarkan, dan menjual produk agar pelaku UMKM bisa meningkatkan daya saing,” urainya.

Melalui kegiatan pelatihan dan memberikan akses untuk mengikuti pameran, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh mitra binaan ini dapat lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun manca negara. Dengan meningkatnya daya saing, pendapatan keuntungan yang diperoleh akan semakin meningkat dan pelaku usaha diharapkan akan menyimpan sebagian pendapatannya di bank.

Program Mitra Binaan ini menjadi salah satu program kegiatan sosial kemasyarakatan berkelanjutan LPS guna memenuhi prinsip tata kelola yang baik. Sejatinya, suatu perusahaan maupun institusi wajib memiliki program sosial yang berkesinambungan sebagai prasyarat bagi terwujudnya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).- Novita Hifni

Continue Reading

Breaking News

Breaking News6 hari ago

Manfaatkan Kemudahan, Pakai e-Filing

Meski baru mencoba menyampaikan pajak secara elektronik di tahun ini, Ana Christna Pinem tak menunggu akhir batas pelaporan agar tetap...

Breaking News1 minggu ago

GAAAC 2020 Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa

Universitas Gunadarma, Margonda, Depok kembali menyelenggarakan Gunadarma All About Accounting Competition (GAAAC) pada 3–4 Maret 2020. Ajang kompetisi tingkat nasional...

Breaking News2 minggu ago

Fokus ke Empat Bidang Sosial

Lembaga Penjamin Simpanan menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial dan makin dekat dengan masyarakat. Upaya menjaga keberlanjutan...

Breaking News2 minggu ago

IKPI Buka Kursus Ahli Kepabeanan

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Ruko Graha Mas Fatmawati guna meningkatkan kompetensi konsultan pajak...

Breaking News1 bulan ago

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime...

Breaking News1 bulan ago

Bayar Pajak, Beasiswa Banyak

Jakarta, Majalahpajak.net-Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyempurnakan kurikulum sadar pajak dan menginstruksikan pembentukan relawan pajak...

Breaking News2 bulan ago

Penyelundupan Gerogoti Wibawa Negara

Jakarta, MajalahPajak.net- Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan...

Breaking News2 bulan ago

Inovasi tak Sebatas Aplikasi

Jakarta, MajalahPajak.net-Tak sedikit Kantor Pelayanan Pajak (KPP) gugur dalam lomba Kantor Pelayanan Terbaik (KPT) tingkat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena hanya...

Breaking News2 bulan ago

Apresiasi untuk Guru Penutur Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada 10 pemenang lomba vlog bertajuk “Guru Bertutur Pajak (Gutupak)” di Kantor Pusat...

Breaking News2 bulan ago

Pengelola Dana Desa harus Melek Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia yang beranggotakan para pengajar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI) memberikan pendampingan bagi pengelola...

Trending