Connect with us

Green Up

Ramah Lingkungan, Hemat Devisa

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Melalui penerapan kebijakan B20 secara lebih luas di berbagai sektor usaha, penggunaan energi fosil dapat ditekan dan pemanfaatan energi terbarukan akan meningkat.

Pemerintah telah menerapkan kebijakan B20 dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018 tentang mandatori biodiesel untuk sektor Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO yang berlaku sejak September 2018. Inisiatif dalam pemanfaatan energi terbarukan yang berwawasan lingkungan ini direalisasikan melalui kewajiban penggunaan bahan bakar nabati berupa biodiesel dari minyak sawit dengan campuran sebesar 20 persen ke dalam bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan B20 sebelumnya telah dijalankan sejak Januari 2016, tapi masih terbatas pada sektor-sektor tertentu berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2015, yakni usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi, dan pelayanan umum. Dari berbagai sektor usaha itu, transportasi merupakan sektor yang paling konsisten dalam memanfaatkan biodiesel.

Sejak terbitnya peraturan presiden di atas, maka sejak September 2018 kebijakan B20 bersifat mandatory dan diterapkan secara masif di semua sektor. Kebijakan ini diharapkan dapat secara bertahap meningkatkan pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan dan di waktu yang bersamaan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil (minyak bumi). Pemanfaatan bahan bakar nabati secara nasional juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan alam.

Kebijakan B20 merupakan wujud keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional di masa depan khususnya terkait upaya mengurangi penggunaan energi fosil.

Hemat devisa

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengungkapkan, kebijakan B20) memberikan dampak positif terhadap penghematan devisa negara dari impor solar.

Menurutnya, kebijakan B20 merupakan wujud keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional di masa depan khususnya terkait upaya mengurangi penggunaan energi fosil.

Dalam empat bulan, kebijakan untuk berbagai sektor tersebut mampu menghemat 937,84 juta dollar AS atau sekitar Rp13,23 triliun (kurs Rp 14.100). Selama 2018, paparnya, penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) Biodiesel mencapai 1,67 juta kilo liter (KL).

Selain kebijakan B20, pemerintah melalui Kementerian ESDM juga menerapkan konversi BBM ke Liquified Petroleum Gas (LPG) sebagai langkah diversifikasi energi. Total penyaluran LPG bersubsidi di tahun 2018 sebesar 6,55 juta Metrik Ton (MT) dan 0,99 juta MT LPG Non-Subsidi ke 530 SPBE PSO dan 103 SPBE Non-PSO.

“Penghematan yang didapat dari kebijakan konversi ini selama setahun sebesar Rp 29,31 triliun,” ungkap Djoko.

Dalam laporan kinerja tahun 2018 Kementerian ESDM, realisasi penjualan BBM tercatat sebesar 67,35 juta KL, terdiri dari 16,12 juta KL BBM Bersubsidi (solar, minyak tanah dan premium) serta BBM Non-Subsidi sebesar 51,23 juta KL. Penjualan tersebut disalurkan ke 6.902 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan milik Pertamina dan PT AKR Corporindo.

Kebijakan B20 didukung penuh oleh kalangan pelaku industri sawit nasional dan berharap agar produksi maupun distribusi biodiesel dapat bergerak cepat. Saat ini pasar ekspor biodiesel menjanjikan potensi bisnis yang besar dengan harga jual di pasar global yang tinggi. – Novita Hifni

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Green Up

Pelindung Wajah Buah Karya Mitra

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Bersama mitra binaan dari kalangan institusi pendidikan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyalurkan donasi berupa alat pelindung wajah untuk paramedis dalam penanganan pandemi virus korona.

 

Kepedulian dan tanggung jawab sosial dari dunia usaha untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi virus korona di Indonesia terus dilakukan melalui berbagai program dan aksi nyata. Produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) juga turut ambil bagian untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

SBI memberikan bantuan sebanyak seribu unit pelindung wajah (face shield) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar mengemukakan, bantuan ini bertujuan untuk memperkuat garda terdepan dalam menangani pandemi virus korona.

Baca Juga: Sektor Tekstil Tambah Produksi APD

Jajaran direksi SBI menyerahkan bantuan tersebut kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (15/5). Rosa mengatakan, pihaknya akan meneruskan bantuan dari SBI kepada sejumlah rumah sakit yang memerlukan tambahan atau yang belum memiliki alat pelindung wajah.

“Kami perlu menghadapi pandemi ini secara bersama agar dapat mencegah bertambahnya pasien positif di Indonesia. Untuk itu kami turut membantu pemerintah dengan memberikan perlengkapan medis yang dapat digunakan oleh paramedis yang bertugas,” tutur Aulia dalam keterangan pers, Jumat (15/15).

“Kami perlu menghadapi pandemi ini secara bersama agar dapat mencegah bertambahnya pasien positif di Indonesia.

Produk mitra binaan

Ia mengungkapkan, alat pelindung wajah yang disumbangkan merupakan buah salah satu program kemitraan perusahaan dengan Politeknik Negeri Jakarta di bidang pendidikan melalui program Enterprise-Based Vocational Education (EVE). Produk ini telah diverifikasi dokter perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.

Baca Juga: Bersama Lawan Korona

Program EVE dibentuk pada pertengahan tahun 2005 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya lulusan SMA ataupun SMK yang berasal dari sekitar area operasional perusahaan. Lulusan SMA/SMK ini akan mengikuti pendidikan selama tiga tahun hingga mendapatkan ijazah Diploma III (D3).

“Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, mereka dapat menggunakan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan di dalam atau di luar perusahaan,” jelas Aulia.

Kondisi pandemi yang tengah dihadapi saat ini, terus membuat pemerintah mengupayakan langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang terbaik agar wabah virus korona dapat segera tuntas dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.

SBI merupakan perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (98,31 persen) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG), salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

SBI menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan yang mempekerjakan 2.400 karyawan ini memiliki empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun.

Baca Juga: Pertamina Sediakan RS Pasien Korona

Lanjut baca

Green Up

Pertamina Sediakan RS Pasien Korona

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Pertamina menyediakan rumah sakit khusus pasien COVID-19 sebagai bentuk dukungan BUMN kepada pemerintah dalam upaya penanganan bencana pandemi korona di Indonesia.

 

Presiden Jokowi telah menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional. Ketetapan pemerintah ini membuat seluruh perhatian dan daya upaya terfokus pada penanganan virus korona.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengerahkan sumber daya yang dimiliki perusahaan pelat merah untuk membantu percepatan penanganan COVID-19. Upaya tersebut salah satunya melalui kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan seluruh dana tanggung-jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) agar difokuskan untuk membantu penanganan COVID-19.

             Baca Juga: Refocussing Anggaran Kementerian lembaga capai 190 Triliun

“Kita akan fokuskan CSR BUMN tahun ini pada hal-hal untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin, seperti pengadaan masker, alat pelindung diri (APD) dan juga obat-obatan,” jelas Erick dalam video conference di Jakarta, Jumat (20/3).

Sejak awal virus korona merebak di Indonesia, Kementerian BUMN langsung bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam memaksimalkan sarana Gedung Wisma Atlet yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat bagi penanganan pasien korona.

Dukungan Pertamina

Instruksi dari Kementerian BUMN untuk memfokuskan dana CSR pada penanganan pandemi COVID-19 segera dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah, salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). Perusahaan tambang ini turut membantu pemerintah dengan menyiapkan fasilitas rumah sakit darurat yang berpusat di Hotel Patra Comfort Jakarta dan memfungsikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai RS khusus rujukan pasien virus korona.

Kita akan fokuskan CSR BUMN tahun ini pada hal-hal untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin, seperti pengadaan masker, alat pelindung diri (APD) dan juga obat-obatan.”

Saat memantau langsung kesiapan fasilitas kesehatan maupun tenaga medis, Senin (6/4), Erick menyatakan bahwa rumah sakit darurat dan hotel tersebut nantinya akan difungsikan secara berkesinambungan.

Untuk kesiapan tenaga medis yang bertugas di RS darurat, ada sekitar 800 tenaga medis dan tenaga pendukung yang berasal dari rekrutmen baru maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada di RSPJ. Rumah sakit darurat ini berkapasitas 160 tempat tidur dengan rincian 90 tempat tidur merupakan ruang negative pressure dan 70 tempat tidur lainnya adalah ruangan biasa. Berbagai fasilitas yang ada dipersiapkan untuk mendukung fungsi rumah sakit darurat dalam menangani pasien COVID-19 mulai dari yang memiliki gejala ringan hingga berat.

Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Kushartanto menyatakan, penyediaan RS darurat dan RS rujukan adalah bagian dari peran Pertamina sebagai BUMN dalam membantu penanganan pasien virus korona. Dukungan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan mandat dari Kementerian BUMN pada 11 Maret 2020 yang menugaskan untuk Pertamina berperan aktif menyediakan RS yang layak sebagai tempat penanganan pasien COVID-19.

Pertamina melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan dan tenaga medis. Dalam waktu kurang dari sebulan, pengerjaan sarana rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan mampu dirampungkan. Selain menyediakan sarana rumah sakit untuk pasien, Pertamina juga menyiapkan 52 kamar hotel bagi para tenaga medis.

Laboratorium lengkap

Pertamina telah merehabilitasi gedung untuk difungsikan sebagai ruang tempat tidur yang setara dengan ruang Intensive Care Unit (ICU) dan non ICU, laboratorium diagnostik, radiologi, ruang IGD maupun fasilitas pendukung lainnya

           Baca Juga: Menghargai Sumbangsih untuk Kesejahteraan Sosial

Pertamina melengkapi RSPJ dengan pusat komando yang menghubungkan 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia. Dengan koneksi itu, masing-masing pengelola bisa mengetahui lokasi rumah sakit yang kekurangan alat maupun yang masih tersedia kamar. Fasilitas pusat komando ini membantu pengelola rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik bagi pasien.

RSPJ menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan dan sarana pendukung sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). RSPJ juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium yang mempunyai alat uji kesehatan dari merek ternama, Roche dengan kemampuan uji hingga 1.300 sampel dalam sehari. Alat uji ini meneliti asam nukleat yang merupakan ekstraksi dari air liur atau lendir pasien untuk mengetahui paparan virus korona dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu sekitar empat jam.

“Kami terus membantu upaya penanganan virus korona. Mesin yang sanggup membaca lebih dari 1.300 tes per hari ini merupakan bentuk sinergi dari sejumlah BUMN,” papar Erick.

Lanjut baca

Green Up

Bersama Lawan Korona

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Melalui bantuan berupa peralatan medis bagi rumah sakit dan kebutuhan sanitasi masyarakat, PT Paragon Technology & Innovation (Paragon) mengajak seluruh pihak bersama melawan bencana pandemik virus korona.

Pandemi virus korona telah menjadi keprihatinan dan menggugah kepedulian banyak pihak untuk turut serta memberikan dukungan dan bantuan. Kepedulian perusahaan terhadap dampak bencana global ini diwujudkan secara nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti yang dilakukan oleh PT Paragon Technology & Innovation. Produsen kosmetik dengan merek Wardah, Make Over, Emina, dan IX ini memberikan bantuan dana untuk rumah sakit yang menangani pasien virus korona sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menebar manfaat bagi banyak orang.

Presiden Komisaris PT Paragon Technology & Innovation Nurhayati Subakat mengatakan, perusahaannya terpanggil untuk membantu beberapa rumah sakit dalam menanggulangi virus korona.

Baca Juga: Sektor Tekstil Tambah Produksi APD

“Kami menerima banyak permintaan bantuan dari rumah sakit yang berada di Jabodetabek, termasuk RSUP Persahabatan di Jakarta Timur,” jelas Nurhayati melalui rilis pers di Jakarta, Jumat (20/3).

Ia menguraikan, pihaknya akan mengirimkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes) dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis sesuai kesediaan barang dan kemampuan perusahaan.

“Kontribusi ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan para pemangku kepentingan dan konsumen setia. Mari bersatu dan bergerak bersama menghadapi korona.”

Penyaluran bantuan akan mengutamakan rumah sakit yang berada di kawasan dengan tingkat penyebaran yang tinggi. Selain bantuan alkes dan APD, pihaknya juga menyediakan pembersih tangan dan menyalurkannya ke sejumlah ruang publik seperti rumah ibadah dan sekolah. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan masyarakat sehingga penularan dan penyebaran lebih luas dari virus korona bisa dicegah.

Baca JugaMomentum untuk Indonesia Berbena

“Upaya ini sejalan dengan kampanye pemerintah dalam memerangi virus korona di Indonesia,” ujarnya.

CEO PT Paragon Technology & Innovation Salman Subakat menambahkan, bantuan senilai Rp 40 miliar diberikan secara bertahap ke sejumlah rumah sakit dalam bentuk produk, yakni alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menangani pasien virus korona. Rumah sakit tersebut antara lain RSUP Persahabatan, RS Pelni, dan RSPI Sulianti Saroso. Alat-alat kesehatan yang sudah dipesan akan segera disumbangkan ke rumah sakit adalah swap senilai Rp 5 miliar, mobile X-Ray sekitar Rp 4 miliar, ventilator seharga Rp 5 miliar, dan kebutuhan peralatan kesehatan lainnya.

Sebarkan pesan edukatif

Paragon juga turut menyebarkan pesan edukatif melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ia mengatakan, virus korona bukan hanya permasalahan pemerintah saja melainkan juga seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat.

“Kontribusi ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan para pemangku kepentingan dan konsumen setia. Mari bersatu dan bergerak bersama menghadapi korona,” ajaknya.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News6 hari lalu

10 Perusahaan Global ini Menjadi Pemungut PPN Produk Digital yang Dijual di Indonesia

Direktur Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk sepuluh perusahaan global yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai atas barang dan...

Breaking News6 hari lalu

Modal Nabung di Himbara, UMKM Bisa Sekalian Bikin NPWP

Pemerintah akan mempermudah pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) lewat perbankan. Ada empat perbankan...

Breaking News7 hari lalu

Penyerapan stimulus fiskal Pengaruhi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Stabilitas sistem keuangan triwulan II 2020 normal.  serapan stimulus fiskal pengaruhi percepatan pemulihan ekonomi.   Menteri Keuangan Sri Mulyani yang...

Breaking News1 minggu lalu

FINI: Kemudahan Investasi Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Nikel

Pengusaha sektor pertambangan mendeklarasikan berdirinya Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Rabu pagi, (5/8/2020). Forum...

Breaking News1 minggu lalu

Magnet “Tax allowance” dan Simplifikasi Aturan untuk Percepatan Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.96/PMK.010/2020 untuk merevisi mekanisme pemberian tax allowance berupa fasilitas Pajak...

Breaking News1 minggu lalu

Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Sejak didapuk menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) pada akhir November 2019 lalu, sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu...

Breaking News1 minggu lalu

DJP: Perlu “Effort” Perusahaan Agar Insentif Pajak Bagi Karyawan Bisa Dimanfaatkan

Pengusaha mengaku kerepotan untuk melaksanakan insentif PPh Pasal 21 atau pajak gajian bagi masyarakat yang ditanggung pemerintah (DTP). Mereka menilai,...

Breaking News1 minggu lalu

Kawal Wajib Pajak Agar Tak Terjerumus Dalam Pidana Pajak

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan seminar on-line perpajakan bertajuk “Peran Konsultan...

Breaking News1 minggu lalu

Belanja Pemerintah Kunci Melepas Belenggu Resesi

Jika terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di suatu negara, pendapatan riilnya merosot tajam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, itu merupakan...

Breaking News2 minggu lalu

Resesi Menekan Pasar Modal, Investasi Emas Jadi Pilihan

Sejak beberapa bulan terakhir, harga emas kian meroket. Pada awal Agustus ini, misalnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero)...

Populer