Terhubung dengan kami

Finance

Potensi “Blended Finance” untuk Proyek Infrastruktur

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Pembiayaan yang bersumber dari dana kedermawanan berpotensi besar sebagai modal swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Terbatasnya kemampuan anggaran negara dalam membiayai pembangunan memacu inisiatif pemerintah untuk menempuh langkah taktis dengan mencari berbagai alternatif pembiayaan. Saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur. Sementara 70 persennya lagi harus dipenuhi dari pendanaan yang sifatnya non-APBN. Salah satu alternatif pembiayaan yang kini tengah diupayakan pemerintah adalah melalui skema blended finance.

Dalam diskusi yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman di Gedung Bank Indonesia, Jakarta pada Maret lalu, skema blended finance menjadi topik pembahasan yang mengemuka.

“Blended finance merupakan pembiayaan yang berasal dari dana kedermawanan yang dihimpun masyarakat yang dijadikan sebagai modal swasta untuk investasi jangka panjang.”

Potensi pendanaan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memaparkan, blended finance merupakan pembiayaan yang berasal dari dana kedermawanan yang dihimpun masyarakat yang dijadikan sebagai modal swasta untuk investasi jangka panjang. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan Ketua OJK Wimboh Santoso yang memiliki spirit yang sama terhadap penerapan struktur pendanaan alternatif ini dalam proyek-proyek infrastruktur. Skema pembiayaan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menjadi target pembangunan yang dirancang oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), termasuk Indonesia.

Dalam proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT), misalnya, 25 persen pembiayaan bersumber dari pemerintah, sedangkan 75 persen berasal dari luar dengan bunga 8,25 persen per tahun.

“Saya akan membawa topik tentang skema pembiayaan ini dalam forum ekonomi dunia di Washington DC pada 17 April nanti,” jelas Luhut.

Ia memaparkan, terdapat sepuluh proyek yang akan disiapkan untuk didanai dengan blended finance, termasuk juga proyek-proyek strategis nasional. Saat ini kondisi ekonomi Indonesia sudah dinilai baik dengan masuk dalam kategori layak investasi. Oleh karenanya, ia melihat besarnya potensi dari blended finance untuk mendukung pembiayaan pembangunan di Indonesia.

“Potensinya bisa mencapai puluhan triliun dollar AS,” imbuh Luhut.

Menurutnya, ada sejumlah proyek yang bisa diajukan untuk mendapat pendanaan melalui skema blended finance, yakni proyek pengolahan sampah menjadi energi, kereta ringan (LRT) dan panas bumi.

“Nanti kita juga akan bicara langsung dengan Sarana Multi Infrastruktur mengenai proyeknya. Kalau bisa lebih banyak, ya, kita bikin lebih banyak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek investasi yang ditawarkan untuk memperoleh pendanaan melalui skema blended finance tidak selalu proyek yang memiliki tingkat pengembalian tinggi (rate of return) mengingat ada juga penyaluran sejumlah dana yang lebih ditujukan untuk meningkatkan perekonomian rakyat terpencil.

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Finance

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun yang berbanding lurus dengan tumbuhnya Indeks Harga Saham Gabungan bisa dibidik sebagai peluang untuk mulai melirik investasi di pasar modal.

 

Ada banyak pilihan bagi masyarakat untuk menginvestasikan dananya selain dalam bentuk tabungan atau deposito di perbankan konvensional yang sudah lebih dahulu populer, salah satunya adalah investasi saham di pasar modal.

Saat ini upaya untuk memasyarakatkan pasar modal terus digencarkan oleh para pemangku kepentingan pasar saham di Indonesia guna memperkenalkan berbagai produk dan juga meningkatkan minat berinvestasi di pasar modal.

“Masyarakat dapat menikmati pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan berinvestasi di pasar modal.”

Direktur Utama Kresna Sekuritas, Michael Steven mengemukakan, masyarakat dapat menikmati pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan berinvestasi di pasar modal.

“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia dari tahun ke tahun berbanding lurus dengan tumbuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalau tidak tahu caranya, maka sebagian besar masyarakat tidak akan menikmati pertumbuhan ekonomi,” jelas Michael kepada wartawan di Gedung Kresna Tower, Jakarta.

Ia memaparkan, jika seluruh lapisan ekonomi masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal dan kemudian perekonomian Indonesia terus tumbuh, maka masyarakat akan menikmati keuntungan yang ditaruh di pasar modal. Sebaliknya, jika yang berinvestasi adalah kalangan tertentu saja, maka kalangan itu saja yang menikmati keuntungan.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga tahun 2045 mendatang.

“Indonesia akan mengalami masa keemasan dalam tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Keuntungan dan risiko reksadana

Salah satu produk investasi yang ditawarkan di pasar modal adalah reksadana. Model investasi yang dilakukan secara tidak langsung lewat perusahaan manajer investasi ini mulai diperkenalkan di Indonesia sejak 1995.

Saat ini terdapat sekitar 700 produk reksadana di pasar modal Indonesia dan 81 perusahaan manajer investasi yang bertindak sebagai pengelola reksadana. Investasi reksadana diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Ada beberapa keuntungan dari reksadana yang menawarkan kemudahan berinvestasi, yakni terjangkau serta proses pembelian dan penjualan yang mudah. Jika dibutuhkan, investor dapat sewaktu-waktu mencairkan dananya. Dengan beragam sifat dan pilihan reksadana, investor dapat mengurangi risiko dan mengotimalkan hasil investasi. Investor juga dapat melihat Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari reksadana yang dimilikinya karena dipublikasikan setiap hari.

Sedangkan beberapa risiko reksadana adalah risiko berkurangnya nilai unit penyertaan yang timbul karena pergerakan harga-harga efek, risiko kredit berupa wanprestasi emiten dalam membayar pokok dan/atau bunga efek bersifat utang, dan berkurangnya nilai efek dalam mata uang asing karena perubahan nilai tukar. Selain itu, risiko lain yang bisa muncul adalah berubahnya nilai efek karena perubahan kebijakan politik dan ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja emiten.

Lanjutkan Membaca

Finance

Layanan Fintech untuk UMKM

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Masih rendahnya penyaluran pembiayaan dari perbankan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi peluang bisnis bagi layanan financial technology (fintech) di Indonesia.

Kehadiran sejumlah perusahaan fintech turut berkontribusi dalam pengembangan UMKM. Tidak hanya sebatas membantu pembiayaan modal usaha, peran fintech juga sudah merambah ke berbagai aspek seperti layanan pembayaran digital dan pengaturan keuangan.

Berikut ini beberapa layanan fintech bagi UMKM.

Pinjaman modal

Perusahaan fintech hadir memberikan layanan pinjaman modal dengan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan lembaga keuangan konvensional seperti bank. Tanpa perlu menyerahkan jaminan dan cukup melengkapi beberapa persyaratan dokumen saja, layanan pinjaman on-line ini menjadi alternatif dari pinjaman konvensional bank atau perusahaan pinjaman lainnya. Pinjaman yang diajukan dapat cair dalam waktu relatif singkat yakni kurang dari seminggu. Beberapa fintech yang menyediakan layanan pinjaman  on-line  seperti Modalku dan Pinjam.com.

Layanan pembayaran digital

Kini perusahaan fintech juga menyediakan sistem pembayaran digital yang lebih mudah dan aman bagi pebisnis. Dengan proses pembayaran yang mudah dan aman, hal ini akan mampu menarik lebih banyak konsumen sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis. Salah satu fintech yang menyediakan sistem pembayaran digital adalah aplikasi Jenius yang bersinergi dengan perusahaan jasa transportasi on-line. Jenius memberikan keuntungan berupa potongan harga bagi pelanggan yang menggunakan pilihan pembayaran dengan aplikasinya.

Layanan pengaturan keuangan

Ada beberapa aplikasi fintech yang menawarkan layanan pengaturan keuangan. Inovasi ini bertujuan membantu pebisnis UMKM dalam mengatur keuangan perusahaan. Layanan yang diberikan meliputi pembuatan anggaran, pencatatan pengeluaran, pemantauan kinerja investasi, dan konsultasi keuangan tanpa dikenakan biaya. Beberapa perusahaan fintech yang menyediakan layanan pengaturan keuangan misalnya Dompet Sehat dan NgaturDuit.com.

Tantangan di era digital

CEO sekaligus pendiri perusahaan fintech lending platform Pinjam.co.id, Teguh Ariwibowo mengatakan, kehadiran bisnisnya adalah juga untuk menjawab tantangan sekaligus menjadi solusi pembiayaan bagi masyarakat di era ekonomi digital yang kini terus berkembang pesat.

“Sebagai solusi pembiayaan terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan, kami menawarkan layanan gadai instan yang cepat dan mobile bagi nasabah individu maupun pebisnis UMKM,” jelas Teguh.

“Fintech hadir memberikan layanan pinjaman modal dengan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan lembaga keuangan konvensional seperti bank.”- Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Finance

Memilih Asuransi Kesehatan

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Kesehatan merupakan salah satu aset penting sekaligus kunci kebahagiaan hidup seseorang. Untuk menjaganya, pola hidup sehat perlu diterapkan secara berkesinambungan. Terkait hal ini, perusahaan asuransi PT Axa Mandiri Financial Services (Axa Mandiri) berinisiatif mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat secara berkesinambungan melalui sebuah program bertajuk Axa Mandiri Fit Nation. Ajakan ini diwujudkan dengan cara menyediakan informasi seputar makanan sehat, tip dari ahli kesehatan, hingga olahraga masa kini yang tidak hanya membuat tubuh bugar tetapi memiliki manfaat sosial.

Menurut Director of In-Branch Channel Axa Mandiri, Tisye Dyah Retnojati, masyarakat Indonesia sudah semakin paham mengenai manfaat olahraga dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Ia berharap, kegiatan yang dikampanyekan melalui program Fit Nation dapat menginspirasi masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan demi merencanakan secara lebih terhadap kesejahteraan orang-orang yang mereka cintai, termasuk juga merencanakan asuransi kesehatan untuk mengantisipasi biaya tak terduga di kemudian hari jika mengalami suatu penyakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit jumlahnya.

“Dengan kesehatan, masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini. Di waktu yang sama, mereka juga dapat merencanakan masa depan,” jelas Tisye.

Memilih asuransi kesehatan

Pentingnya perencanaan asuransi kesehatan tidak terlepas dari masalah kesehatan yang dapat timbul kapan saja dan bisa terjadi di segala usia, sementara biaya perawatan kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut berbagai literatur, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih layanan asuransi kesehatan.

  • Prioritaskan rawat inap

Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini yang menuntut biaya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan asuransi rawat jalan.

  • Sesuaikan premi dengan kemampuan

Tingginya plafon berbanding lurus dengan besarnya premi. Makin mahal harga kamar rumah sakit, makin mahal preminya. Untuk itu sesuaikan premi dengan kemampuan agar tak memberatkan keuangan.

  • Asuransi kesehatan murni

Pilih asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, bukan merupakan unit-link. Dalam unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi, dan asuransi kesehatan. Porsi untuk kesehatan menjadi kecil, sehingga Anda harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafon lebih tinggi. Belum lagi, sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil dan makin mengurangi premi kesehatan.

  • Tanpa limit per perawatan

Pada umumnya, asuransi menerapkan dua jenis limit atau plafon yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan, yakni limit gabungan semua perawatan dan limit per perawatan. Misalnya, limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 250 juta dalam setahun, sementara limit kedua membatasi biaya perawatan bedah Rp 10 juta setahun, biaya konsultasi Rp 10 juta setahun dan seterusnya. Pilih asuransi yang tidak membatasi biaya per perawatan agar pemegang polis fleksibel berobat berbagai perawatan selama limit total masih ada.

  • Nontunai

Dengan sistem cashless (nontunai), penggantian klaim menjadi lebih mudah. Saat masuk rumah sakit, penyelesaian tagihan cukup dengan menggesek kartu asuransi. Tidak perlu bayar dimuka, yang kemudian masih harus reimburse ke asuransi. Namun, pola ini mensyaratkan rumah sakit sudah bekerja sama dengan pihak asuransi karena rumah sakit harus memiliki dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi. Jika tidak kerja sama, meskipun asuransi memiliki sistem klaim cashless, maka pembayaran tetap harus dilakukan di muka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursemen.

  • Jaringan rumah sakit luas

Klaim nontunai tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak memiliki kerja sama dengan asuransi. Karena itu, pilih asuransi yang memiliki jaringan kerja sama dengan banyak rumah sakit.

  • Hindari mengambil asuransi kesehatan via telepon

Banyak informasi yang tidak bisa disampaikan secara rinci jika penawaran dilakukan melalui telepon. Sebaiknya minta nomor kontak pihak asuransi yang nanti bisa dihubungi.

  • Masa tunggu penyakit

Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu. Beberapa penyakit tidak dapat diklaim selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku asuransi. Tanyakan ke pihak asuransi penyakit apa yang masuk masa tunggu dan berapa lama.

“Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini berbiaya paling besar.”- Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News3 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News5 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News6 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Breaking News8 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

  Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri atas kepulauan,...

Breaking News8 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan Maluku mengundang...

Breaking News9 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat (community development)...

Breaking News11 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang sering diperbincangkan....

Breaking News1 tahun lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan, sosialisasi maupun...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun 2015. Sesuai...

Analysis3 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak daripada tiang”....

Advertisement Pajak-New01

Trending