Connect with us

Green Up

Pelindung Wajah Buah Karya Mitra

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Bersama mitra binaan dari kalangan institusi pendidikan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyalurkan donasi berupa alat pelindung wajah untuk paramedis dalam penanganan pandemi virus korona.

 

Kepedulian dan tanggung jawab sosial dari dunia usaha untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi virus korona di Indonesia terus dilakukan melalui berbagai program dan aksi nyata. Produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) juga turut ambil bagian untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

SBI memberikan bantuan sebanyak seribu unit pelindung wajah (face shield) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar mengemukakan, bantuan ini bertujuan untuk memperkuat garda terdepan dalam menangani pandemi virus korona.

Baca Juga: Sektor Tekstil Tambah Produksi APD

Jajaran direksi SBI menyerahkan bantuan tersebut kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (15/5). Rosa mengatakan, pihaknya akan meneruskan bantuan dari SBI kepada sejumlah rumah sakit yang memerlukan tambahan atau yang belum memiliki alat pelindung wajah.

“Kami perlu menghadapi pandemi ini secara bersama agar dapat mencegah bertambahnya pasien positif di Indonesia. Untuk itu kami turut membantu pemerintah dengan memberikan perlengkapan medis yang dapat digunakan oleh paramedis yang bertugas,” tutur Aulia dalam keterangan pers, Jumat (15/15).

“Kami perlu menghadapi pandemi ini secara bersama agar dapat mencegah bertambahnya pasien positif di Indonesia.

Produk mitra binaan

Ia mengungkapkan, alat pelindung wajah yang disumbangkan merupakan buah salah satu program kemitraan perusahaan dengan Politeknik Negeri Jakarta di bidang pendidikan melalui program Enterprise-Based Vocational Education (EVE). Produk ini telah diverifikasi dokter perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.

Baca Juga: Bersama Lawan Korona

Program EVE dibentuk pada pertengahan tahun 2005 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya lulusan SMA ataupun SMK yang berasal dari sekitar area operasional perusahaan. Lulusan SMA/SMK ini akan mengikuti pendidikan selama tiga tahun hingga mendapatkan ijazah Diploma III (D3).

“Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, mereka dapat menggunakan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan di dalam atau di luar perusahaan,” jelas Aulia.

Kondisi pandemi yang tengah dihadapi saat ini, terus membuat pemerintah mengupayakan langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang terbaik agar wabah virus korona dapat segera tuntas dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.

SBI merupakan perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (98,31 persen) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG), salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

SBI menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan yang mempekerjakan 2.400 karyawan ini memiliki empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun.

Baca Juga: Pertamina Sediakan RS Pasien Korona

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Green Up

Pertamina Sediakan RS Pasien Korona

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Pertamina menyediakan rumah sakit khusus pasien COVID-19 sebagai bentuk dukungan BUMN kepada pemerintah dalam upaya penanganan bencana pandemi korona di Indonesia.

 

Presiden Jokowi telah menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional. Ketetapan pemerintah ini membuat seluruh perhatian dan daya upaya terfokus pada penanganan virus korona.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengerahkan sumber daya yang dimiliki perusahaan pelat merah untuk membantu percepatan penanganan COVID-19. Upaya tersebut salah satunya melalui kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan seluruh dana tanggung-jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) agar difokuskan untuk membantu penanganan COVID-19.

             Baca Juga: Refocussing Anggaran Kementerian lembaga capai 190 Triliun

“Kita akan fokuskan CSR BUMN tahun ini pada hal-hal untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin, seperti pengadaan masker, alat pelindung diri (APD) dan juga obat-obatan,” jelas Erick dalam video conference di Jakarta, Jumat (20/3).

Sejak awal virus korona merebak di Indonesia, Kementerian BUMN langsung bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam memaksimalkan sarana Gedung Wisma Atlet yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat bagi penanganan pasien korona.

Dukungan Pertamina

Instruksi dari Kementerian BUMN untuk memfokuskan dana CSR pada penanganan pandemi COVID-19 segera dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah, salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). Perusahaan tambang ini turut membantu pemerintah dengan menyiapkan fasilitas rumah sakit darurat yang berpusat di Hotel Patra Comfort Jakarta dan memfungsikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai RS khusus rujukan pasien virus korona.

Kita akan fokuskan CSR BUMN tahun ini pada hal-hal untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin, seperti pengadaan masker, alat pelindung diri (APD) dan juga obat-obatan.”

Saat memantau langsung kesiapan fasilitas kesehatan maupun tenaga medis, Senin (6/4), Erick menyatakan bahwa rumah sakit darurat dan hotel tersebut nantinya akan difungsikan secara berkesinambungan.

Untuk kesiapan tenaga medis yang bertugas di RS darurat, ada sekitar 800 tenaga medis dan tenaga pendukung yang berasal dari rekrutmen baru maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada di RSPJ. Rumah sakit darurat ini berkapasitas 160 tempat tidur dengan rincian 90 tempat tidur merupakan ruang negative pressure dan 70 tempat tidur lainnya adalah ruangan biasa. Berbagai fasilitas yang ada dipersiapkan untuk mendukung fungsi rumah sakit darurat dalam menangani pasien COVID-19 mulai dari yang memiliki gejala ringan hingga berat.

Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Kushartanto menyatakan, penyediaan RS darurat dan RS rujukan adalah bagian dari peran Pertamina sebagai BUMN dalam membantu penanganan pasien virus korona. Dukungan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan mandat dari Kementerian BUMN pada 11 Maret 2020 yang menugaskan untuk Pertamina berperan aktif menyediakan RS yang layak sebagai tempat penanganan pasien COVID-19.

Pertamina melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan dan tenaga medis. Dalam waktu kurang dari sebulan, pengerjaan sarana rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan mampu dirampungkan. Selain menyediakan sarana rumah sakit untuk pasien, Pertamina juga menyiapkan 52 kamar hotel bagi para tenaga medis.

Laboratorium lengkap

Pertamina telah merehabilitasi gedung untuk difungsikan sebagai ruang tempat tidur yang setara dengan ruang Intensive Care Unit (ICU) dan non ICU, laboratorium diagnostik, radiologi, ruang IGD maupun fasilitas pendukung lainnya

           Baca Juga: Menghargai Sumbangsih untuk Kesejahteraan Sosial

Pertamina melengkapi RSPJ dengan pusat komando yang menghubungkan 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia. Dengan koneksi itu, masing-masing pengelola bisa mengetahui lokasi rumah sakit yang kekurangan alat maupun yang masih tersedia kamar. Fasilitas pusat komando ini membantu pengelola rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik bagi pasien.

RSPJ menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan dan sarana pendukung sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). RSPJ juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium yang mempunyai alat uji kesehatan dari merek ternama, Roche dengan kemampuan uji hingga 1.300 sampel dalam sehari. Alat uji ini meneliti asam nukleat yang merupakan ekstraksi dari air liur atau lendir pasien untuk mengetahui paparan virus korona dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu sekitar empat jam.

“Kami terus membantu upaya penanganan virus korona. Mesin yang sanggup membaca lebih dari 1.300 tes per hari ini merupakan bentuk sinergi dari sejumlah BUMN,” papar Erick.

Lanjut baca

Green Up

Bersama Lawan Korona

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Melalui bantuan berupa peralatan medis bagi rumah sakit dan kebutuhan sanitasi masyarakat, PT Paragon Technology & Innovation (Paragon) mengajak seluruh pihak bersama melawan bencana pandemik virus korona.

Pandemi virus korona telah menjadi keprihatinan dan menggugah kepedulian banyak pihak untuk turut serta memberikan dukungan dan bantuan. Kepedulian perusahaan terhadap dampak bencana global ini diwujudkan secara nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti yang dilakukan oleh PT Paragon Technology & Innovation. Produsen kosmetik dengan merek Wardah, Make Over, Emina, dan IX ini memberikan bantuan dana untuk rumah sakit yang menangani pasien virus korona sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menebar manfaat bagi banyak orang.

Presiden Komisaris PT Paragon Technology & Innovation Nurhayati Subakat mengatakan, perusahaannya terpanggil untuk membantu beberapa rumah sakit dalam menanggulangi virus korona.

Baca Juga: Sektor Tekstil Tambah Produksi APD

“Kami menerima banyak permintaan bantuan dari rumah sakit yang berada di Jabodetabek, termasuk RSUP Persahabatan di Jakarta Timur,” jelas Nurhayati melalui rilis pers di Jakarta, Jumat (20/3).

Ia menguraikan, pihaknya akan mengirimkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes) dan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis sesuai kesediaan barang dan kemampuan perusahaan.

“Kontribusi ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan para pemangku kepentingan dan konsumen setia. Mari bersatu dan bergerak bersama menghadapi korona.”

Penyaluran bantuan akan mengutamakan rumah sakit yang berada di kawasan dengan tingkat penyebaran yang tinggi. Selain bantuan alkes dan APD, pihaknya juga menyediakan pembersih tangan dan menyalurkannya ke sejumlah ruang publik seperti rumah ibadah dan sekolah. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan masyarakat sehingga penularan dan penyebaran lebih luas dari virus korona bisa dicegah.

Baca JugaMomentum untuk Indonesia Berbena

“Upaya ini sejalan dengan kampanye pemerintah dalam memerangi virus korona di Indonesia,” ujarnya.

CEO PT Paragon Technology & Innovation Salman Subakat menambahkan, bantuan senilai Rp 40 miliar diberikan secara bertahap ke sejumlah rumah sakit dalam bentuk produk, yakni alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menangani pasien virus korona. Rumah sakit tersebut antara lain RSUP Persahabatan, RS Pelni, dan RSPI Sulianti Saroso. Alat-alat kesehatan yang sudah dipesan akan segera disumbangkan ke rumah sakit adalah swap senilai Rp 5 miliar, mobile X-Ray sekitar Rp 4 miliar, ventilator seharga Rp 5 miliar, dan kebutuhan peralatan kesehatan lainnya.

Sebarkan pesan edukatif

Paragon juga turut menyebarkan pesan edukatif melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ia mengatakan, virus korona bukan hanya permasalahan pemerintah saja melainkan juga seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat.

“Kontribusi ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan para pemangku kepentingan dan konsumen setia. Mari bersatu dan bergerak bersama menghadapi korona,” ajaknya.

Lanjut baca

Green Up

Ekonomi Biru Jaga Ekosistem Kelautan

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Konsep Ekonomi Biru menekankan pada pentingnya menjaga ekosistem kelautan demi terjaganya keberlanjutan alam dan kehidupan nelayan yang makin sejahtera melalui pengelolaan hasil tangkapan bernilai tambah.

Indonesia sebagai negara maritim yang sebagian besar wilayah geografisnya merupakan lautan saat ini terus mengembangkan sektor kelautan sebagai tulang punggung perekonomian. Terkait hal ini, PBB mendukung Indonesia dalam meraih pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SGDs) yang signifikan melalui pemanfaatan konsep Ekonomi Biru (Blue Economy).

United Nations Resident Coordinator for Indonesia Anita Nirody mengemukakan, perlu berbagai upaya dalam merealisasikan konsep Blue Economy terutama yang terkait dengan pengembangan pemerintahan yang baik, peningkatan pembiayaan yang inovatif, dan pemberdayaan komunitas pesisir. Konsep ini dapat diterapkan dalam kegiatan perekonomian wilayah pesisir.

Menurutnya, hal penting lainnya yang harus menjadi perhatian adalah kolaborasi pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan investor untuk merumuskan mekanisme pembiayaan. Ia menambahkan, pemerintah Indonesia perlu mengoptimalkan pemanfaatan sistem big data dalam memantau keanekaragaman hayati di wilayah pesisir.

“Jika pemerintah menjalankan konsep Ekonomi Biru secara konsisten, dalam setahun ke depan akan ada pencapaian signifikan yang dapat dilaporkan Indonesia di Sidang Umum PBB pada Juni 2020,” papar Anita dalam SDGs Annual Conference 2019 bertema “Sustainable Ocean for Improving Prosperity and Reducing Inequality” di Jakarta, 8–9 Oktober 2019.

Jika pemerintah menjalankan konsep Ekonomi Biru secara konsisten, dalam setahun ke depan akan ada pencapaian signifikan yang dapat dilaporkan Indonesia di Sidang Umum PBB pada Juni 2020

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif UN ESCAP (The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) Armida Alisjahbana. Selain mengupayakan pencapaian SDGs secara tepat waktu di tahun 2030, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI era Presiden SBY ini menekankan perlunya mekanisme mobilisasi yang optimal secara lintas instansi dan lembaga nonpemerintah serta masyarakat. Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus dikejar dalam waktu dekat, yaitu : optimalisasi potensi kaum muda, pemberdayaan perempuan, dan teknologi.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Arifin Rudiyanto menyampaikan, upaya melibatkan kaum perempuan di kawasan pesisir dalam kegiatan ekonomi terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan seperti cara mengelola hasil laut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari hasil tangkapan nelayan dengan produk hasil olahan yang tahan lama sehingga kesejahteraan juga meningkat.

Menjaga ekosistem kelautan

Rangkaian kegiatan pertemuan tahunan SDGs Annual Conference 2019 diawali dengan acara festival SDGs di Parkir Timur Senayan, Jakarta pada awal Oktober 2019 yang diisi dengan edukasi tentang berbagai aspek penting dalam menjaga ekosistem kelautan mulai dari pelestarian biota laut, pemberdayaan masyarakat pesisir, pengembangan pariwisata, hingga pengelolaan sampah laut.-Novita Hifni

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News10 jam lalu

Pandemi Covid-19 Memunculkan Cara Kerja Baru dalam Bidang Bisnis

Covid-19 telah mendorong pergeseran dalam rantai perdagangan dan pasokan serta menambahkan volume perdagangan. World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global...

Breaking News13 jam lalu

Bamsoet: Bayar Pajak Tak Mengurangi Harta Kita

Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi bayak hal tak membuat Ketua MPR RI Bambang Soesatyo enggan melaporkan pajaknya. Bagi pria yang...

Breaking News1 hari lalu

DJP dan IBFD Tandatangani MoU Program Reformasi Perpajakan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama reformasi perpajakan dengan the International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD)...

Breaking News4 hari lalu

“Core Tax System” Teknologi Terintegrasi untuk Memudahkan Fiskus dan Wajib Pajak

Untuk menyempurnakan reformasi perpajakan di era digital, DJP melakukan digitalisasi sistem perpajakan dengan membangun Core Tax System yang dimulai sejak...

Breaking News5 hari lalu

Pemerintah Umumkan akan Melelang 7 Seri SUN Pekan Depan

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPBR) Kementerian Keuangan RI akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam...

Breaking News5 hari lalu

Milenial Melek Investasi

Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital khususnya dalam hal keuangan, cara berinvestasi pun mulai bergeser dan tidak lagi harus dilakukan oleh...

Breaking News6 hari lalu

Menparekraf Imbau Hotel-Restoran Disiplin Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan kepada pelaku industri hotel dan restoran agar...

Breaking News6 hari lalu

Bank Permata Andil dalam Program Penjaminan Kredit Modal Kerja Bagi UMKM

Penandatanganan kerja sama bersama Askrindo dan Jamkrindo dilakukan sebagai salah satu langkah dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional. PT Bank...

Breaking News6 hari lalu

Sandiwara Sastra Peneman Asyik Belajar di Rumah

Jelang dibukanya tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang, banyak sekolah—terutama di zona merah—masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

Breaking News1 minggu lalu

Inisiatif Pemasaran Digital Mutakhir Ala Alibaba Cloud dan Unilever

  Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group – bermitra dengan Unilever, salah satu perusahaan multinasional terbesar...

Trending