Connect with us

Business

Patah Sayap Bisnis Penerbangan

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Industri penerbangan mengharapkan langkah cepat pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dan memberikan berbagai keringanan agar bisnis ini tidak terpuruk begitu dalam.

Pembatasan sosial di masa pandemi virus korona menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha sektor transportasi baik darat, laut, maupun udara. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Assosiation/INACA) Denon Prawiratmaja mengungkapkan, sejak Maret 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat yang sangat tajam seiring merebaknya virus korona di Indonesia.

Ia menjelaskan, langkah penyesuaian terhadap dampak pandemi telah ditempuh oleh seluruh maskapai dengan cara mengurangi jumlah penerbangan baik rute maupun frekuensi hingga separuhnya. Pihaknya mengkhawatirkan jika penanggulangan pandemi ini semakin tidak menentu, industri penerbangan akan kian terpuruk bahkan tak mampu beroperasi karena bangkrut. Untuk menekan kerugian, sejumlah maskapai terpaksa menutup kegiatan operasionalnya dan merumahkan para karyawan mulai dari pilot, awak kabin, teknisi, hingga tenaga pendukung.

Baca Juga: Pilihan Realistis Industri Pertahanan

Demi menjaga kesinambungan industri penerbangan agar tetap dapat melayani masyarakat pada saat sekarang maupun setelah pandemi berakhir, pihaknya mengajukan berbagai insentif kepada pemerintah.

“Kami berharap adanya penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN,” papar Denon melalui keterangan pers, Kamis (26/3).

Selain insentif pajak dan bea masuk, INACA juga meminta pemberlakuan diskon biaya bandara yang berada dalam pengelolaan kementerian teknis yaitu Kementerian Perhubungan dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak maskapai.

Ia mengingatkan pemerintah untuk sigap menangani pandemi yang telah berdampak pada seluruh kegiatan ekonomi nasional. Langkah cepat pemerintah dalam mengatasi pandemi ini untuk mencegah agar denyut perekonomian termasuk di sektor penerbangan dapat diselamatkan dan tidak semakin terpuruk.

Kami berharap adanya penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN.

“Jika tidak ada penanganan cepat, maka dipastikan akan terjadi PHK cukup besar sebagai upaya penyelamatan dari industri penerbangan dalam negeri,” ujarnya.

Bisnis pendukung turut terdampak

Denon menjelaskan, pandemi tidak hanya berdampak pada industri penerbangan melainkan juga bisnis pendukungnya seperti bengkel pesawat, jasa pelayanan bagasi (ground handling), dan pelaku usaha di sektor pariwisata.

Baca Juga: Maskapai Fokus Garap Rute Domestik

Pemerintah tak menampik besarnya kerugian yang dialami sektor penerbangan akibat pandemi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemberlakuan pembatasan sosial selama pandemi virus korona telah menyebabkan sektor layanan transportasi udara di Indonesia kehilangan pendapatan hingga Rp 207 miliar menyusul pengurangan rute penerbangan baik domestik maupun luar negeri hingga penghentian sementara pada beberapa rute.

“Sekitar seperlima kehilangan pendapatan itu disumbang oleh putusnya jalur penerbangan dari dan ke Tiongkok. Total kehilangan itu setidaknya menyentuh Rp 48 miliar,” jelas Ani, sapaan akrabnya dalam konferensi pers jarak jauh secara digital dengan wartawan, Jumat (17/4).

Ia memaparkan, sebanyak 12.703 penerbangan di 15 bandara telah dibatalkan selama Januari–Februari 2020 yang meliputi 11.680 penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional. Penurunan di sektor penerbangan ini diikuti dengan penurunan kunjungan wisatawan secara drastis yang berimbas pada anjloknya okupansi hotel hingga 50 persen di enam ribu hotel di Indonesia. Penurunan pendapatan di sektor transportasi ini juga terlihat dalam tren penerimaan pajak Maret 2020.

“Realisasi penerimaan di sektor transportasi pergudangan menyumbang Rp 11,96 triliun atau hanya tumbuh 0,9 persen dari tahun lalu,” ungkap Ani.

Baca Juga: Agar Bisnis Tetap Atraktif di Tengah Pandemi—Simulasi Skenario, Litigasi “Force Majeure”

Breaking News

BRI Gandeng Gojek Sebagai Mitra Penyalur Kredit UMKM

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Untuk mempercepat penyerapan kredit, bank-bank BUMN menggandeng sejumlah perusahaan berbasis teknologi. Upaya ini untuk menjangkau lebih banyak segmen usaha mikro, kecil dan menengah. Salah satu perusahaan yang digandeng Bank BRI adalah Gojek.

Gojek terpilih menjadi salah satu mitra pemerintah serta bank-bank BUMN untuk penyaluran kredit secara digital lewat program DigiKu. Pada tahap awal, Bank BRI bersama Gojek memberikan fasilitas pinjaman kepada para pengemudi yang menjadi mitra perusahaan teknologi itu.

DigiKu yang baru diluncurkan oleh pemerintah, bank-bank BUMN serta pelaku ekosistem digital akhir pekan lalu itu sebagai bagian dari gerakan bangga buatan Indonesia (BBI) untuk menyediakan produk pinjaman digital bagi UMKM.

Akses pengajuan modal lewat sejumlah kanal daring ini dilakukan untuk mempermudah UMKM yang saat ini terdampak pandemi Covid-19 dalam pengajuan pinjaman modal kerja berbunga ringan.

Adapun, plafon kredit yang disalurkan lewat Gojek dan kanal daring lainnya, yakni hingga Rp 20 juta dengan tenor pinjaman 1-12 bulan. Pemerintah menyebutkan total bantuan modal yang akan disalurkan bagi satu juta UMKM dalam ekosistem digital dalam program DigiKu mencapai Rp 4,2 triliun.

Ketua Umum Himbara yang juga Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan bahwa kerja sama dengan Gojek di produk DigiKU ini merupakan penguatan kerja sama yang dijalin BRI dengan Gojek dan beberapa perusahaan platform digital lainnya, seperti Tokopedia dan Shopee.

“Bank BRI telah menggandeng Gojek dan platform digital lainnya dalam rangka membuka akses pengajuan KUR lewat channeling online. Fasilitas KUR yang ditawarkan hingga maksimal Rp50 juta, dengan tenor maksimal 3 tahun,” kata Sunareso Minggu (19/7/2020).

Sementara itu, Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengatakan, dalam program DigiKu, Gojek sudah berkolaborasi dengan BRI untuk menyediakan akses fasilitas pinjaman bunga ringan kepada mitra pengusaha termasuk pengemudi.

“Situasi pandemi sangat mempengaruhi pendapatan mitra kami, sehingga fasilitas pinjaman bunga ringan ini akan membantu meringankan beban keuangan mereka. Khususnya bagi UMKM, fasilitas yang diberikan diharapkan mampu untuk menjaga perputaran usaha sekaligus menangkap kesempatan baru,” katanya.

 

Lanjut baca

Breaking News

Saatnya UMKM Konvensional Berjualan Melalui Platform Digital

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku UMKM di tanah air untuk memasarkan produknya secara on-line melalui platform e-commerce.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, digitalisasi UMKM ini dilakukan melalui program #BeliKReatifLokal yang telah diluncurkan sejak Juni 2020.

“Telah terkurasi 500 pelaku ekonomi kreatif untuk kami fasilitasi (pendaftaran) HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), kami fasilitasi untuk masuk ke on-line, dan kami juga memberikan pendampingan-pendampingan promosi,” kata Angela Angela saat menghadiri dialog “Indonesia Bicara” di Studio IV TVRI, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020).

Angela menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 untuk memasarkan produknya di platform digital. Mengingat terbatasnya interaksi jual beli secara fisik di tengah pandemi.

“Dengan terjadinya pandemi ini, para pengusaha UMKM tidak bisa beraktivitas dan dalam hal ini mereka harus beradaptasi dengan teknologi agar bisa terus beraktivitas. UMKM Indonesia harus bisa berinovasi dan kita bangga terhadap produk lokal dan saya yakin produk lokal bisa merajai pasar,” ungkap Angela.

Angela menuturkan, bahwa program ini menyasar tiga subsektor UMKM, yaitu kriya, fashion, dan kuliner, terutama yang berada di Jabodetabek.

“Kami memilih di zona merah khususnya Jabodetabek. Karena kami melihat itu sangat terhambat produktivitas secara fisik jadi itu yang kami fasilitasi terlebih dahulu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Kebijakan Digital dan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, yang mengatakan, pemasaran produk UMKM lewat platform digital memungkinkan pengusaha dapat memperluas distribusi produknya tanpa harus melakukan kontak fisik.

“Di masa pandemi COVID-19 ini, sebenarnya bisa menghadirkan peluang distribusi baru bagi para pengusaha UMKM. Yaitu melalui metode distribusi produk secara digital,” ujar Dedy.

Menanggapi hal tersebut, CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, menyatakan komitmennya untuk membantu memasarkan dan mempromosikan produk UMKM melalui beberapa hal.

“Kami di Blibli mempermudah pendaftaran di platform kami. Selain itu kami juga membantu digital marketing dan pengiriman produk UMKM,” tutur Kusumo.

Lanjut baca

Breaking News

Situasi Pandemi Tidak Menurunkan Kualitas Kinerja EBA-SP SMF

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Meski dalam situasi pendemi Covid-19, PT Sarana Multigriya Finansial/SMF  (Persero), kinerja keuangan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) masih terjaga dengan baik. Selain itu kinerja Efek dengan rating idAAA masih tetap menjanjikan.

EBA-SP merupakan instrumen yang dikeluarkan oleh PT SMF dan ditetapkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.20/POJK.04/2017 juncto POJK 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

OJK juga telah menetapkan EBA-SP sebagai pilihan produk yang baik bagi investor. Hal ini sesuai dengan surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal surat imbauan untuk menempatkan dana pada Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang diterbitkan oleh Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan.

EBA-SP SMF memiliki return yang kompetitif yaitu berkisar antara 7 persen-10 persen. Hal ini terlihat dari histori penerbitan EBA-SP, yaitu Kupon EBA-SP Kelas A sebagai instrumen dengan rating triple A selalu berada di atas return deposito.

Berdasarkan Laporan Keuangan EBA-SP audited EBA-SP SMF per 31 Desember 2019  yang dipublikasikan pada akhir Juni 2020, kinerja EBA-SP masih menunjukkan performa yang baik, yaitu masih lancarnya pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A.

Di samping itu, menurut Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo,  pada Laporan Perubahan Aset Bersih tampak masih adanya Dividen Sertifikat EBA-SP Kelas B. Kedua hal itu menunjukkan EBA-SP sebagai produk structured finance yang aman dan menguntungkan, karena telah distruktur sedemikian rupa sehingga terbentuk mekanisme perlindungan   terhadap default bagi para investornya.

“Para investor Kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya dengan diperolehnya dividen. Ini menunjukkan, kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik. Hal ini pula menunjukkan secara otomatis para investor Kelas A masih aman terlindungi dari risiko default. Saat ini pendapatan kelas B masih berkisar antara 10 persen-20 persenan per tahun,” tata Ananta Wiyogo.

“Tentunya dengan kinerja EBA yang masih terus terjaga dengan baik, hal ini meyakinkan kepada investor bahwa EBA yang diterbitkan Perseroan dengan rating terbaik (triple A), merupakan sarana investasi yang sangat aman dan menguntungkan bagi investor, karena distruktur dengan sangat baik dan aman, sehingga risikonya lebih rendah dibandingkan dengan instrumen berpendapat tetap lainnya,” ungkap Ananta.

Terkait pengaruh kondisi pandemi covid-19 terhadap kinerja EBA-SP, Ananta menuturkan memang sedikit banyak cukup memukul sektor properti, khususnya KPR. Hal itu terealisasi melalui kebijakan countercyclical pemerintah untuk menstimulus perekonomian. Salah satunya melalui pemberian holiday payment kepada para debitur KPR. EBA-SP sebagai instrumen investasi yang bergantung terhadap arus kas dari angsuran KPR, juga tidak terlepas dari dampak itu.

Ananta mengatakan, SMF selaku Penerbit EBA-SP telah menyiapkan langkah antisipasi mengenai kemungkinan terburuk dampaknya terhadap para investor akibat kebijakan itu.

“Pada prinsipnya EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlindungan yang terbaik bagi para investornya. Di samping mekanisme perlindungan dari internal struktur EBA-SP, SMF selaku Penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk jaminan satu kali pembayaran biaya senior dan kupon Kelas A. Mengingat ini merupakan kebijakan countercyclical, diharapkan tidak akan berkepanjangan. Kami yakin EBA-SP masih sangat aman,” papar Ananta.

Ananta optimistis bahwa ke depan para investor akan semakin percaya diri akan efek ini. Sebab, efek ini diterbitkan oleh SMF yang merupakan BUMN yang 100 persen dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo, baik secara Korporasi maupun Surat Utangnya.

Sejak tahun 2009 hingga saat ini SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan skema KIK EBA maupun EBA-SP, dengan total nilai sebesar Rp 12,156 triliun, yang 12 transaksi dilakukan bekerja sama dengan BTN dan 1 transaksi bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF ini akan digunakan untuk melakukan pembelian kumpulan tagihan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi. Adapun, seluruh transaksi EBA SP SMF mendapatkan rating idAAA dari Pefindo. Rating itu mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat kuat dan risiko default yang rendah.

 

 

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News5 jam lalu

Penyerapan stimulus fiskal Pengaruhi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Stabilitas sistem keuangan triwulan II 2020 normal.  serapan stimulus fiskal pengaruhi percepatan pemulihan ekonomi.   Menteri Keuangan Sri Mulyani yang...

Breaking News24 jam lalu

FINI: Kemudahan Investasi Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Nikel

Pengusaha sektor pertambangan mendeklarasikan berdirinya Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Rabu pagi, (5/8/2020). Forum...

Breaking News1 hari lalu

Magnet “Tax allowance” dan Simplifikasi Aturan untuk Percepatan Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.96/PMK.010/2020 untuk merevisi mekanisme pemberian tax allowance berupa fasilitas Pajak...

Breaking News2 hari lalu

Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Sejak didapuk menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) pada akhir November 2019 lalu, sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu...

Breaking News3 hari lalu

DJP: Perlu “Effort” Perusahaan Agar Insentif Pajak Bagi Karyawan Bisa Dimanfaatkan

Pengusaha mengaku kerepotan untuk melaksanakan insentif PPh Pasal 21 atau pajak gajian bagi masyarakat yang ditanggung pemerintah (DTP). Mereka menilai,...

Breaking News3 hari lalu

Kawal Wajib Pajak Agar Tak Terjerumus Dalam Pidana Pajak

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan seminar on-line perpajakan bertajuk “Peran Konsultan...

Breaking News4 hari lalu

Belanja Pemerintah Kunci Melepas Belenggu Resesi

Jika terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di suatu negara, pendapatan riilnya merosot tajam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, itu merupakan...

Breaking News5 hari lalu

Resesi Menekan Pasar Modal, Investasi Emas Jadi Pilihan

Sejak beberapa bulan terakhir, harga emas kian meroket. Pada awal Agustus ini, misalnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero)...

Breaking News6 hari lalu

Jakarta Perpanjang PSBB Transisi dan Berlakukan Lagi Aturan Ganjil-Genap

Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia belum juga reda. Hingga Jumat (31/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengumumkan, kasus terkonformasi...

Breaking News6 hari lalu

Rayakan Iduladha, PT KAI Berikan Diskon Perjalanan Hingga 25 Persen

Perayaan Iduladha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain merosotnya penjualan hewan Kurban yang dialami pedagang di berbagai daerah...

Populer