Terhubung dengan kami

Business

Paques, Pemroses Big Data dari Indonesia

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Prev1 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

[intro]Aplikasi pemroses mahadata (big data) hasil karya putra Indonesia ini memberi solusi untuk efisiensi dan produktivitas pekerjaan di berbagai bidang.[/intro]

Laju perkembangan teknologi di era komputasi modern memengaruhi peningkatan volume dan jenis data yang terdistribusi di dunia maya. Tak terhitung lagi seberapa besar jumlah data di internet, entah data yang berasal dari situs pengguna sosial media, data e-mail, data GPS, data telematri, data produk dan lalulintas transaksi e-commerce, dan lain sebagainya. Akumulasi data tersebut akhirnya menimbulkan ledakan informasi di dunia maya dan menjadi mahadata atau yang belakangan ini populer disebut Big Data.

Kumpulan data tersebut terserak dalam jumlah yang sangat masif—berukuran hingga petabytes dan terus bertambah setiap saat. Selain kapasitas besar, data yang terdiri dari berbagai macam format—teks, gambar, multimedia, dan sebagainya—itu sangat kompleks dan tidak terstruktur sehingga sulit ditangani oleh sistem basis data konvensional dan perangkat lunak tradisional seperti database relational semacam MySQL atau data warehouse. Akibatnya, data itu hanya menjadi onggokan “sampah” dunia maya yang sulit dimanfaatkan.

[pullquote position=”left”]Penggunaan teknologi big data analytics juga terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi waktu, SDM dan biaya.[/pullquote]

Untungnya, kecanggihan teknologi informasi saat ini telah menemukan solusi, yakni melalui teknologi big data analytics, sebuah cara efektif untuk memroses, menyimpan, dan menganalisis beragam jenis data dalam jumlah banyak tersebut. Teknologi big data analytics mampu menangani pertambahan data yang sangat cepat, real-time dan dinamis, kemudian mengelompokkan dan mengolahnya menjadi informasi yang terstruktur dan dapat dianalisis sesuai kebutuhan.

Prev1 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Business

Menangkap Peluang “E-Dagang”

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Menyambut era ekonomi digital, PT Pos Indonesia (Persero) membangun kemitraan dengan pelaku e-dagang.

Perkembangan bisnis di era digital menuntut perusahaan untuk merancang strategi yang tepat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dan menangkap peluang baru. Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor jasa logistik, PT Pos Indonesia (Persero) mengantisipasi perubahan di era ekonomi digital saat ini dengan membangun kemitraan bersama para pelaku bisnis e-dagang (e-commerce).

Kemitraan dengan pelaku e-dagang telah dijalin sejak 2016 yang merupakan langkah ekspansi bisnis untuk melayani jasa kurir bagi segmen pasar on-line melalui platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Perseroan melayani jasa kurir bagi sejumlah e-dagang yang kini telah menjadi mitra bisnis, seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Zalora.

Berbagai fitur ditawarkan untuk melayani kebutuhan para pelaku bisnis on-line yang meliputi jemput kiriman oleh kurir, layanan notifikasi pemberitahuan status kiriman, kemudahan penanganan keluhan pelanggan melalui akses layanan Halo 161 selama 24 jam, jaminan keamanan dan jaminan ganti rugi barang kiriman.

Aneka jenis barang kini bisa memanfaatkan layanan pengiriman, mulai dari alat-alat rumah-tangga, pakaian, peralatan elektronik, barang konsumsi hingga barang kiriman yang termasuk golongan berbahaya maupun berharga.

Kemitraan baru

Sumbangan pengiriman barang dari e-dagang terhadap pertumbuhan bisnis perseroan sejauh ini telah mencapai 15 persen. Ini membuat perseroan terdorong untuk terus menjajaki kemitraan baru dengan pelaku e-dagang.

Pada Februari 2018, perseroan memperluas kemitraan bisnisnya lewat kerja sama dengan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dalam penyediaan logistik. Kemitraan baru ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam melayani pengiriman logistik ke seluruh pelosok Indonesia.

Direktur Informasi dan Teknologi PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus mengemukakan, perseroan mengemban misi menjadi tulang punggung utama bisnis e-dagang di Indonesia. Untuk itu, ia harus mencari mitra bisnis tepercaya yang mempunyai potensi bisnis jangka panjang dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Kioson yang memiiki 30.000 mitra di seluruh Indonesia,” kata Charles kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/2).

Ia menambahkan, konsumen dan pelaku e-dagang akan diuntungkan oleh kemudahan mengakses barang kebutuhan. Sedangkan para mitra Kioson akan menjadi bagian dari sistem logistik perseroan terutama bagi pelanggan e-dagang.

Bagi mitra Kioson, kemitraan ini adalah solusi untuk mengatasi minimnya jangkauan penyelenggaraan bisnis jasa kurir ke berbagai kota di Indonesia. Dan akhirnya masyarakat juga akan lebih mudah dalam mengirim dan mengambil barang tanpa perlu khawatir salah alamat.

Lanjutkan Membaca

Business

Kolaborasi dengan Pemda

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Selain memperluas jangkauan bisnis, kehadiran  Go-Jek di Banyuwangi juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Layanan aplikasi transportasi daring Go-Jek terus berinovasi mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Pada November 2017, untuk pertama kalinya perusahaan jasa transportasi berbasis teknologi ini melebarkan usahanya di daerah lewat kolaborasi secara resmi dengan pemerintahan setempat yang diawali dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Chief Executive Officer (CEO)  Go-Jek, Nadiem Makarim mengemukakan, pihaknya membuat kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi di tiga sektor, yakni kesehatan, UMKM, dan transportasi. Di sektor kesehatan, Go-Jek memperkenalkan fitur Go-Send untuk mendukung program Gancang Aron atau lekas sembuh. Fitur ini dirancang untuk memberikan layanan pengiriman obat ke tempat tinggal konsumen. Adapun bagi warga miskin, Go-Jek dan Pemkab Banyuwangi secara bersama-sama memberikan bantuan subsidi.

“Subsidi diberikan sebagai salah satu bagian dari program CSR kami. Program ini berlangsung selama setahun dan nantinya bisa dikembangkan lagi,” ungkap Nadiem.

Di sektor UMKM, pihaknya turut serta mengoptimalkan UMKM setempat melalui ajang Pesta Kuliner Go-Food yang diselenggarakan pada Desember 2017. Saat ini terdapat 40 UMKM di Banyuwangi yang menjadi mitra Go-Food.

Sedangkan di sektor transportasi, pihaknya mengajak perusahaan taksi lokal untuk bergabung dan mau menerima pesanan dari aplikasi Go-Jek. Saat ini terdapat sekitar 800 tukang ojek yang telah digandeng oleh Pemkab Banyuwangi untuk bergabung dengan Go-Jek.

Setelah Banyuwangi, imbuh Nadiem, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan pemda lainnya di bidang transportasi, pengembangan UMKM, dan inklusi keuangan.

Tumbuhkan ekonomi lokal

Terkait kesepakatan yang dijalin dengan Go-Jek, Bupati Banyuwangi Abdullah Awar Anas meyakini bahwa sekarang adalah era kolaborasi sehingga tidak bisa hanya berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap kehadiran Go-Jek di daerahnya bukan hanya mengejar kepentingan bisnis melainkan juga misi sosial. Hadirnya  Go-Jek juga dapat turut menggerakkan ekonomi lokal, baik dari segi mitra pengemudi maupun pertumbuhan bisnis skala mikro, kecil dan menengah.

“Ini selaras dengan model kewirausahaan sosial yang memang diterapkan  Go-Jek sejak awal,” jelas Azwar.

Ia memaparkan, aplikasi  Go-Jek sudah dikenal luas di masyarakat termasuk kalangan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Wisatawan dengan mudah dapat memesan makanan lewat aplikasi Go-Food sambil bersantai di tempat penginapan. Azwar juga meminta  Go-Jek untuk merangkul para pelaku usaha kecil di bidang kuliner yang berjualan di gang sempit karena tak punya cukup modal untuk menyewa tempat di lokasi strategis, tapi memiliki cita rasa kuliner yang enak.

Lanjutkan Membaca

Business

Membidik “Unbanked Population”

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

 

Lewat penawaran saham perdana, perusahaan kios digital ini terus melebarkan bisnis dan menargetkan penambahan seribu titik baru di akhir 2017.

Perusahaan rintisan (start-up) yang bergerak dalam bisnis pengembangan kios digital, PT M Cash Integrasi, menargetkan penambahan seribu titik kios baru di seluruh Indonesia selama tahun 2017 ini.

Direktur Utama PT M Cash Integrasi, Martin Suharlie mengemukakan, pihaknya merupakan pionir pengembangan bisnis kios digital pertama di Indonesia yang mampu mengeluarkan berbagai jenis kartu multifungsi seperti e-money bersistem registrasi otomatis tanpa harus menggunakan rekening bank.

Perusahaan yang telah bermitra dengan 31.900 gerai modern dan 4,6 juta gerai tradisional ini akan terus memperluas penetrasi pasar lewat produk-produk digitalnya dari saluran modern hingga tradisional.

“Kami ingin melengkapi saluran distribusi mulai dari on-line hingga off-line yang bisa menembus ke lapisan masyarakat,” jelas Martin di Jakarta, Jumat (6/10).

Sebagai strategi untuk menambah modal dan terus memperluas jangkauan bisnis, perusahaan mulai melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Oktober 2017.

Dengan mematok harga IPO di kisaran Rp 1.300 – Rp 1.450 per saham, anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk ini mengincar dana sebesar Rp 314 miliar dari 216,98 juta saham yang ditawarkan.

Martin mengungkapkan, perusahaan akan mengalokasikan 60 persen dana IPO untuk belanja modal, 30 persen untuk membeli mesin, perangkat lunak, dan infrastruktur teknologi informasi, dan 10 persennya untuk pengembangan kompetensi.

Fokus di dalam negeri

Di kesempatan yang sama, Presiden Komisaris MCI, Michael Steven mengatakan, perusahaannya menghadirkan teknologi sederhana tapi memberi dampak sosial yang besar karena dapat menjawab kebutuhan unbanked population yang jumlahnya mencapai sekitar 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Ia meyakini, keunikan dan keunggulan dalam hal kearifan lokal merupakan nilai tambah tersendiri dalam merambah ekosistem digital Indonesia sekaligus membedakan perusahaannya dari start up lain.

“Teknologi mesin kami menggabungkan empat sektor berbeda yakni telekomunikasi, keuangan, retail modern, dan transaksi e-commerce. IPO ini langkah awal untuk mencapai visi digital distribution champion di Indonesia,” jelas Steven.

Meski banyak perusahaan luar negeri yang meminta untuk bermitra, pihak manajemen belum berniat mengembangkan bisnis ke negeri dan memilih fokus memenuhi kebutuhan di dalam negeri, yakni menargetkan penambahan seribu kios digital di akhir tahun 2017.

Unbanked population mencapai sekitar 80 persen dari total penduduk Indonesia.” –  Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News1 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News3 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News4 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Breaking News6 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

  Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri atas kepulauan,...

Breaking News6 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan Maluku mengundang...

Breaking News7 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat (community development)...

Breaking News9 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang sering diperbincangkan....

Breaking News1 tahun lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan, sosialisasi maupun...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun 2015. Sesuai...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak daripada tiang”....

Advertisement Pajak-New01

Trending