Oke, tapi lebih Penting Akses | Majalah Pajak
Terhubung dengan kami

Topic

Oke, tapi lebih Penting Akses

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Pemerintah berencana melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) 46 tahun 2013 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Perubahan itu tentang penurunan tarif pajak untuk UMKM yang semula 1 persen menjadi 0,5 persen. Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana akan memberikan kemudahan, pembinaan, dan pemberdayaan bagi para pelaku UKM di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan penurunan tersebut hanya sebagai gula-gula semata.

“Penurunan menjadi 0,5 persen kalau untuk usaha menengah itu oke. Tapi, kalau untuk usaha mikro dan kecil, harusnya 0 persen,” saat di temui Majalah Pajak di Kantor Akumindo, Rabu (25/04) lalu. Ia juga menambahkan berkaca dari negara lain, pajak untuk UMKM harusnya sudah menjadi 0 persen.

Menurutnya, alih-alih isu penurunan pajak, ada hal lain yang lebih penting yaitu memberikan akses kepada UMKM agar bisa menjual barang hasil produksinya dan bisa mengembangkan usahanya dari mikro menjadi berkembang.

“Saya senang pemerintah sudah memberikan ruang untuk masuk dalam E-katalog. Pertanyaannya apakah pemerintah ini mau membeli produk UMKM? Didorong, inilah keberpihakan yang saya bilang. Undang-undang harus menuju pembelian barang,” jelasnya.

Selain memberikan jaminan pasar, program Lembaga Keuangan Mikro juga sangat perlu digalakkan oleh pemerintah.

Sokongan pemerintah

Keberpihakan pemerintah sangat diharapkan oleh para pelaku UMKM. Salah satunya adalah dengan pemberian insentif oleh pemerintah. Menurut Ikhsan, insentif itu antara lain, memberikan jaminan kepada produk yang diproduksi.

“Jaminan pasar terhadap produksi UMKM seluruh Indonesia harus diambil. Oleh siapa? Boleh oleh pemerintah, boleh kumpulan seperti asosiasi UMKM. Asosiasi bisa mengambil langsung bekerja sama dengan gudang-gudang Bulog,” ungkapnya.

Selain itu, permodalan juga dianggap salah satu faktor penting dalam memajukan UMKM di Indonesia. Ia menegaskan, lebih baik jika insentif pemodalan yang diberikan berbasis syariah yang pola penyalurannya menggunakan wakaf atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Maka dari itu, Ikhsan berharap perizinan terhadap LKM atau wakaf mikro ini harus dipercepat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), persyaratannya dipermudah.

“OJK dan tim mengidentikkan LKM ini dengan parameter bank. Maka dari itu izinnya susah, persyaratannya jadi ribet. Katanya targetnya 50 bank wakaf mikro di tahun 2018, harusnya bisa lebih banyak. Kalau Akumindo targetkan di 250 kabupaten kota. Asalkan OJK memberikan izin harusnya identik seperti Koperasi Unit Desa (KUD),” tambahnya.

Rentan dimanfaatkan

Jika revisi peraturan sudah disahkan, Ikhsan berharap dapat efektif dan tepat sasaran, karena menurutnya peraturan itu dapat disalahgunakan oleh pihak lain.

“Perlu diwaspadai, dengan menjadi 0,5 persen, banyak perusahaan besar terutama dari pengguna atau penyedia jasa-jasa on-line yang besar itu menurunkan spesifikasi perusahaannya menjadi perusahaan UMKM. Karena pajaknya 0,5 persen dia bagi-bagi perusahaannya untuk menghindari pajak,” tegasnya. Ia mengimbau agar petugas pajak lebih jeli memungut pajak, tidak salah sasaran yang berpotensi mengurangi pendapatan negara.

Lebih lanjut lagi, Ikhsan menerima keputusan DJP untuk menurunkan pajak UMKM menjadi 0,5 persen. Akan tetapi, ia berharap jangan dipersulit lagi bahwa dia harus dilihat lagi pembukuannya. Ia berharap, kantor pajak mempermudah UMKM, terutama saat pelaporan pajak. Sebab, Wajib Pajak di sektor UMKM tidak semuanya memahami neraca laba-rugi. Di sisi lain, jumlah pengusaha mikro sangat banyak, yakni sekitar 55 juta.

 

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Topic

Harap Kenaikan DAK/DAU untuk Daerah Berprestasi

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Bupati Kabupaten Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti berharap ada peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah yang berprestasi. Terutama soal pengembangan inovasi untuk mengakselerasi program pemerintah pusat.

Eka menyebut, alokasi DAK dan DAU Kabupaten Tabanan menurun. Tahun 2017, Tabanan mendapat Rp 826, 283 miliar, sementara pada 2018 kabupaten ini mendapat Rp 811, 768 miliar. Sedangkan untuk DAK, Kabupaten Tabanan di tahun 2018 mendapat Rp 237,947, lebih kecil dari DAK tahun sebelumnya yang mencapai Rp 281, 751 miliar.

“Saya mensyukuri saja. Yang penting seluruh bantuan harus mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan. Kami berharap ada peningkatan DAK/DAU untuk daerah yang berprestasi membantu program pemerintah pusat,” jelasnya ketika dihubungi Majalah Pajak, Rabu malam (30/5).

Kami berharap ada peningkatan DAK/DAU untuk daerah yang berprestasi membantu program pemerintah pusat.

Misalnya, pada program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat untuk desa yang krisis air, yaitu Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Dengan anggaran Rp 245 juta di tahun 2014, program itu bisa berjalan sehingga masyarakat setempat dapat mengakses 65 persen air bersih.

Peningkatan itu kemudian didukung oleh dana desa ditambah bantuan DAK 2017 sekitar Rp 1,8 miliar serta sisa DAK tahun 2016 Rp 163 juta. Hasilnya, saat ini seratus persen masyarakat Desa Manduk Temu dapat mengakses air bersih.

Keberhasilan programnya mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Tanpa bantuan dari pusat akan kurang pencapaian kesuksesan kami,” kata Bupati peraih Penganugerahan Dana Rakca Award yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Mei 2018 silam.

Lanjutkan Membaca

Topic

Laut dan Darat Sama Penting

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Alokasi Dana Alokasi Umum yang dihitung berdasarkan wilayah dinilai tidak adil bagi daerah kepulauan yang memiliki luas wilayah laut lebih luas.

 

Bagi sebagian wilayah, perhitungan besaran transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dianggap masih timpang. Terutama untuk daerah-daerah yang memiliki wilayah laut atau perairan lebih besar dari daratan. Seperti disebutkan pada Pasal 40 ayat (3) Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, DAU untuk suatu daerah dialokasikan berdasarkan formula yang terdiri atas celah fiskal dan alokasi dasar.

Celah fiskal merupakan selisih antara kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal. Sementara kebutuhan fiskal salah satunya diukur dengan menggunakan variabel  luas wilayah. Celakanya, yang dimaksud dengan luas wilayah pada aturan itu adalah luas wilayah daratan saja, tanpa memperhitungkan wilayah perairannya. Akibatnya, daerah yang memiliki wilayah laut yang luas kesulitan membangun laut mereka karena porsi anggaran hanya habis dialokasikan untuk membangun daratan. Contohnya Provinsi Maluku. Secara geografis, Maluku memiliki wilayah seluas 712.479,69 kilometer persegi, dengan bagian wilayah seluas 658.331,52 kilometer persegi atau sekitar 90 persennya merupakan perairan.

Gubernur Maluku Said Assagaff prihatin, selama ini DAU yang diberikan untuk Provinsi Maluku hanya dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah daratan saja. Padahal, luas wilayah mereka sangat potensial dan perlu dikembangkan. Misalnya saja untuk membangun infrastruktur, serta penyediaan sarana dan prasarana pada matra laut yang berat karena kondisi geografis yang berpulau-pulau.

“Wilayah kami, kan, banyak pulau. Sekitar 1340 pulau, mungkin. Berarti tantangan terbesarnya di sektor transportasi. Bagaimana masyarakat dari satu tempat bisa menuju ke tempat yang lain, menjual hasil-hasil produk, atau kalau ada keperluan. Nah, itu tantangan kami paling berat dan unik di sini,” terang Said pada Majalah Pajak beberapa waktu lalu.

“Kalau ada dana—yang saya minta dihitung dari laut itu—kami bisa suntik ke armada lokal kami di kabupaten-kabupaten untuk menjaga barang agar tidak naik.”

Sama-sama penting

Said berharap transfer dana yang dialokasikan untuk provinsi ini diperhitungkan secara fungsional demi keadilan. Sebab, dengan anggaran yang masih timpang, realisasi pembangunan infrastruktur di berbagai pulau pun akan terhambat.

“Dalam perencanaan kami ke depan, wilayah ini kami bagi atas gugusan-gugusan pulau. Ada 12 gugusan pulau di Maluku. Ada pintu-pintu keluar. Kedua belas gugus pulau itu kami bagi berdasarkan kebudayaan, budaya setempat, berdasarkan pola dagang, ekonomi, kesamaan sosial.”

Said mengatakan, jika transfer DAU dihitung dari batas laut maka berdasarkan luas wilayah Maluku, seharusnya ada penambahan sekitar Rp 1 triliun. Jumlah itu cukup untuk membangun infrastruktur laut di kepulauan Maluku. Ia berharap, pemerintah pusat menyadari dan sama persepsi bahwa membangun infrastruktur di laut sama dengan membangun jalan di daratan.

“Kalau di kabupaten kami bangun, misalnya pelabuhan, di gugus pulau juga ada pelabuhan. Di kabupaten itu ada rumah sakit, gugus pulau juga ada rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, Said menambahkan, dana tersebut juga bisa disuntikkan ke pemda kabupaten untuk memberi bantuan pada armada-armada lokal yang membawa penduduk atau produk dari satu pulau ke pulau lainnya. Selama ini mereka kesulitan melaut karena saat musim gelombang tinggi tiba akses transportasi terbatas. Akibatnya, harga-harga kebutuhan melonjak.

“Kalau ada dana—yang saya minta dihitung dari laut itu—kami bisa suntik ke armada lokal kami di kabupaten-kabupaten untuk menjaga barang agar tidak naik. Ketika enam bulan musim ombak, kami suntik. Tapi kalau tidak ada dana kelautan, kami mau ambil dari mana?”

Lanjutkan Membaca

Topic

Menakar Proporsi Dana Perimbangan

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Kucuran dana perimbangan berkaitan langsung dengan kinerja pemerintah daerah. Semakin banyak program yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional, transfer daerah akan semakin di perhatikan.

 

Otonomi daerah yang disertai desentralisasi fiskal diberlakukan salah satunya tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat daerah dengan optimalisasi pelayanan publik di daerah. Otonomi daerah memungkinkan daerah menyelenggarakan pemerintahan sendiri atas dasar inisiatif, kreativitas dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan dan memajukan daerahnya. Dana perimbangan, sebagai salah satu instrumen pendukung desentralisasi dalam menyelenggarakan pembangunan daerah, meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID). Keempatnya bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan untuk mendanai kebutuhan Daerah bersama dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Masing-masing dana perimbangan memiliki fungsi yang berbeda. DBH lebih berfungsi sebagai penyeimbang fiskal antara pusat dan daerah dari pajak yang dibagihasilkan. Sementara DAU berperan sebagai pemerata fiskal antardaerah (fiscal equalization) di Indonesia. DAU dialokasikan dengan tujuan pemerataan dengan memperhatikan variabel potensi daerah, luas daerah, keadaan geografi, jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat di daerah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, DAK dan DID memiliki potensi yang lebih besar bagi daerah dan berkaitan langsung dengan kinerja yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Untuk itu pemerintah daerah perlu terus dipacu agar meningkatkan kinerjanya sehingga berhak mendapatkan dana transfer tersebut.

Bambang menyebut, DAK sangat penting karena pemerintah pusat menginginkan program prioritas nasional bisa sejalan dengan kegiatan pembangunan di daerah untuk menjaga standar pelayanan minimum, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan irigasi.

Misalnya, seperti yang diterapkan di Tabanan Bali melalui program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat untuk desa yang krisis air, yaitu Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Dengan anggaran Rp 245 juta di tahun 2014, program itu bisa berjalan sehingga masyarakat setempat dapat mengakses 65 persen air bersih. Program itu kemudian didukung oleh dana desa ditambah bantuan DAK 2017 sekitar Rp 1,8 miliar serta sisa DAK tahun 2016 Rp 163 juta. Hasilnya, saat ini seratus persen masyarakat Desa Manduk Temu dapat mengakses air bersih. Keberhasilan programnya mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Penganugerahan Dana Rakca Award yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

DAK sangat penting karena pemerintah pusat menginginkan program prioritas nasional bisa sejalan dengan kegiatan pembangunan di daerah.

Perhatian khusus

Bupati Kabupaten Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti berharap ada peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah yang berprestasi. Terutama soal pengembangan inovasi untuk mengakselerasi program pemerintah pusat.

Senada dengan Bupati Tabanan, Gubernur Maluku Said Assagaff juga berharap, dana perimbangan dihitung berdasarkan karakteristik daerah setempat dengan mempertimbangkan kondisi riil wilayah. Di Provinsi Maluku, misalnya, selama nilai DAU hanya dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah daratan saja. Padahal, luas wilayah Maluku merupakan 712.479,69 kilometer persegi. Dari total luas itu, 658.331,52 kilometer persegi atau sekitar 90 persennya merupakan perairan. Sedangkan, sesuai Pasal 40 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, DAU dialokasikan dengan memerhatikan variabel potensi daerah, luas wilayah. Sayangnya, luas wilayah yang dimaksud dalam peraturan tersebut hanya wilayah darat saja alias menafikan luas perairannya. Akibatnya, daerah yang memiliki wilayah laut yang luas kesulitan membangun laut mereka karena porsi anggaran hanya habis dialokasikan untuk membangun daratan.

Menanggapi hal itu, Bambang Brodjonegoro menegaskan, pemerintah tetap pada kebijakan money follows program. Pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah berperan sangat penting dalam mewujudkan integrasi perencanaan antara pusat dan daerah.

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News3 minggu lalu

Mengisi Ruang Penyempurnaan

DJP terus mengembangkan program-program untuk memaksimalkan kinerja dan kualitas pelayanan, mulai dari simplifikasi aturan, penurunan tarif pajak hingga penguatan teknologi...

Breaking News1 bulan lalu

Forum Ekonomi Dunia Nobatkan OnlinePajak Sebagai Pionir Teknologi 2018

OnlinePajak, aplikasi perpajakan pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi blockchain, semakin menancapkan eksistensinya di dunia fintek setelah dinobatkan sebagai Pionir...

Breaking News6 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News7 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News8 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Breaking News10 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

  Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri atas kepulauan,...

Breaking News10 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan Maluku mengundang...

Breaking News11 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat (community development)...

Breaking News1 tahun lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang sering diperbincangkan....

Breaking News1 tahun lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan, sosialisasi maupun...

Advertisement Pajak-New01

Trending