Connect with us

Property

Mewah—tapi Ramah Kaum Menengah

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Foto: Dok. Triniti

Keberadaan Springwood Residence di dekat kawasan Alam Sutera ini memberi kesempatan kalangan menengah memiliki hunian vertikal yang mewah.

Bukankah impian setiap orang bisa memiliki hunian di lokasi strategis, nyaman ditinggali, memiliki segudang fasilitas berkualitas premium, tapi ramah di kantong? Jika kriteria tempat tinggal impian Anda seperti ini, Anda harus membeli unit Apartemen di Springwood Residence, Tangerang, Banten ini. Pasalnya, semua ciri-ciri itu ada pada hunian vertikal pertama buatan Triniti Dinamik.

Akhir Januari lalu, tim “Property” Majalah Pajak mengunjungi apartemen yang unitnya mulai diserahterimakan ke penghuni sejak awal 2019 lalu. Bangunan 30 lantai ini sudah terlihat sejak kami mendekati gerbang keluar tol Jakarta–Tangerang, tanda bahwa kami semakin mendekati tujuan. Sekitar lima menit kemudian, kami sudah sampai di drop off apartemen.

Lokasinya yang strategis merupakan pilar utama pengembang ini dalam membangun suatu proyek. Selain dekat dengan pintu tol, letak apartemen juga berada tepat di hook jalan Kyai Maja. Artinya, lokasi ini memiliki akses yang mudah, baik menuju Jalan Raya Serpong, maupun kawasan Alam Sutera. Apalagi, pemerintah daerah setempat akan memperlebar akses jalan menuju Alam Sutera dari 8 meter menjadi 20 meter. Artinya, mobilitas penghuni apartemen akan semakin mudah dan cepat.

Ada beberapa fasilitas umum yang bisa dijangkau dalam waktu 1–5 menit dari apartemen, seperti Mall Living World, Mall Alam Sutera, Flavor Bliss, IKEA, Rumah Sakit Omni, Sport Center, dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Meski hanya satu menara, fasad bangunan sama sekali tak terlihat monoton. Pihak developer melibatkan arsitek asal Polandia OOZN Design untuk membuat tampilan luar apartemen seapik mungkin dengan memberikan aksen melengkung di setiap sudut bangunan. Pun dengan tampilan dalam bangunan. Pertama kali memasuki lobi, feel yang kami dapat seolah memasuki hotel bintang lima. Mewah, elegan, dan kekinian.

Kesan ini ditunjukkan melalui pengaplikasian marmer pada dinding dan lantainya. Belum lagi sekat antarruang bermaterialkan kayu yang didesain apik, panel-panel kaca besar, serta langit-langit yang tinggi membuat lobi ini terasa sangat lapang.

Di belakang area resepsionis terdapat lounge dengan beberapa set sofa nyaman yang dapat digunakan para penghuni untuk menerima tamunya. Penataan interior ini adalah buah karya desainer interior Alex Bayu. Di sofa itu juga, kami bertemu dengan President Director PT Triniti Dinamik Samuel S. Huang.

Samuel mengatakan, konsep yang dipikirkan secara benar, serius, dan detail merupakan salah satu pilar perusahaan untuk membangun suatu proyek. Pengembang ini meyakini pentingnya untuk mengamati, menemukan, dan merancang setiap detail sekecil apa pun.

“Orang membeli hunian untuk ditinggali beberapa tahun bahkan puluhan tahun ke depan. Jadi, dari awal kalau kita kerjakan sesuatu harus dipikirkan untuk jangka panjang. Kalau enggak, kan, mereka para pembeli akan kapok pada kami.”

Pilar ketiga yakni affordable luxury atau kemewahan yang terjangkau. Tak hanya pada interiornya, kemewahan tampak ditonjolkan pada merek yang dipakai di material bangunan, furnitur, hingga perlengkapan sanitasinya, misalnya YKK pada panel jendela, Fagetti pada marmer, Toto dan Grohe pada perlengkapan sanitasi, Mitsubishi pada kedelapan liftnya, dan lain-lain.

Tak hanya itu, setiap penghuni juga bisa mendapat akses khusus untuk menikmati sejumlah fasilitas yang dipusatkan di lantai tiga seperti gym, infinity pool, jacuzzi, jogging track, tempat bermain anak, saung, dan lounge.

Meski terbilang mewah, kawasan residensial ini ditujukan untuk segmen menengah. Setiap unit di apartemen ini dipasarkan tak lebih dari Rp 600 juta. Bahkan, saat awal pemasaran harganya berkisar Rp 300 juta.

“Jadi, konsep yang ingin kami tonjolkan dari awal adalah dengan harga yang terjangkau, masyarakat di segmen menengah juga bisa menikmati kemewahan. Dan dalam proses pembangunannya, sebagai developer yang mementingkan jangka panjang, kami harus memenuhi apa yang sudah kami janjikan,” ujar Samuel.

Bak kacang goreng, sebanyak 1400 unit dengan tipe studio satu kamar tidur dan dua kamar tidur yang dipasarkan pun terjual semua dalam waktu enam bulan. Samuel meyakini, keberhasilan penjualan akan menjadi landasan yang baik bagi Triniti Dinamik yang dalam waktu dekat akan go public.

“Ini merupakan proyek pertama Triniti Dinamik dan kami dari manajemen berkomitmen akan memberikan yang terbaik. Kami perlu ada rekam kerja yang bagus, kami ingin membangun reputasi dulu. Jadi, yang kami korbankan adalah profit,” imbuhnya.

“Personal touch”

Tak sampai di situ, kenyamanan para penghuni setiap harinya dijamin developer dengan menggandeng firma properti internasional Jones Lang LaSalle sebagai pengelola gedung.

“Bukan hanya bangunan yang keren, orang juga harus merasa nyaman di dalamnya. Semua di dalam unit harus berfungsi dengan baik, jangan sampai nanti airnya mampat, terus AC-nya bocor. Yang seperti itu enggak zamannya lagi. Kami juga ajak Jones Lang LaSalle meeting minimal satu bulan sekali. Kami bahas ada berapa banyak komplain yang terjadi? Komplainnya karena apa? Bagaimana kita menanganinya?” ujar Samuel.

Layaknya pelayanan di hotel berkelas, pengembang juga berusaha mengedepankan sentuhan personal kepada tiap konsumen sebagai bentuk apresiasi.

“Kami maintain konsumen-konsumen yang awal-awal belinya bagus, pembayarannya lancar, itu ulang tahunnya pun kami ingat. Kami ucapkan selamat melalui telepon di pagi hari, lalu kami kirimi kartu ucapan yang kami desain sendiri, dan saya tanda tangani langsung. Pada hari yang sama juga ada kue dari Dapur Cokelat,” kata Samuel. “Jadi, personal touch menurut saya juga penting. Bukan (konsumen) sudah beli, ya sudah begitu saja, yang penting sudah terima duitnya.”-Ruruh Handayani

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Bekerja (dan Bermanja) di Apartemen Rasa Hotel | Majalah Pajak

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Property

Bekerja (dan Bermanja) di Apartemen Rasa Hotel

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. TreePark Residence BSD

Menginap di serviced apartment” bisa menjadi satu pilihan bagi Anda yang mulai jenuh bekerja dari rumah.

 

BSD City merupakan salah satu kawasan hunian yang menjadi favorit banyak orang. Dikembangkan sejak awal 2000-an, kota mandiri di Kota Tangerang Selatan ini dilengkapi sarana modern berstandar internasional mulai dari pusat bisnis, area komersial, area hiburan, spot kuliner, sarana pendidikan, hingga ragam akomodasi. Kawasan ini juga disempurnakan dengan akses yang mudah dan prasarana yang lengkap.

Tak jarang, para pebisnis dari luar kota atau luar negeri yang memiliki kepentingan kerja di Tangerang Selatan, memilih menginap di daerah ini. Salah satu jenis akomodasi yang menjadi pilihan adalah TreePark Residence BSD. Lokasinya yang strategis—di jantung bisnis BSD City, Serpong—membuat penginapan yang menempati empat lantai di TreePark Apartments & Commercial ini banyak disukai.

Baca Juga: Mewah—tapi Ramah Kaum Menengah

Residence Manager TreePark Residence BSD Indah Dianawati mengatakan, TreePark Residence BSD menawarkan akomodasi di hunian vertikal ala hotel berbintang. Selain itu, TreePark diklaim sebagai apartemen lifestyle pertama di Serpong. Dengan konsep single tower, apartemen ini telah dilengkapi dengan area komersial di lantai satu, sehingga kebutuhan hidup penghuni dan tamu—mulai dari minimarket, klinik, penatu, kafe, sekolah, hingga kantor pengacara—bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki.

“Apartemen ini memang mengusung konsep one stop living. Jadi, semua di sini ada dan gampang. Para tamu tinggal turun ke bawah dan enggak perlu repot-repot keluar gedung,” jelas Indah kepada Majalah Pajak melalui telepon, Senin (18/5).

Maka, tak heran jika banyak tamu korporasi yang senang menginap di sini. Selain dapat menikmati fasilitas sekelas hotel berbintang, mereka yang menyukai privasi tapi juga aktif dan dinamis, tentu membutuhkan penginapan yang sekaligus bisa mengakomodasi kebutuhan mereka.

“Semua di sini ada dan gampang. Para tamu tinggal turun ke bawah dan enggak perlu repot-repot keluar gedung.”

Apartemen rasa hotel

TreePark dirancang untuk masyarakat modern dan milenial yang menyukai gaya tropis di tengah kota. Gaya tropis ditampakkan pada sapuan warna putih pada keseluruhan fasad gedung yang berhiaskan balkon di setiap jendela kamar, juga riasan pepohonan di beberapa area luar gedung.

Nuansa tropis juga akan terasa saat Anda memasuki area lobi. Mulai dari penempatan warna-warna alam seperti krem dan cokelat, juga beberapa lukisan indah bertemakan kehidupan hutan. Sementara penempatan set sofa bergaya modern disediakan agar penghuni bisa menemui tamu dengan nyaman.

Baca Juga: Layanan dan Ketulusan Khas Ketimuran

Berbeda dengan penghuni apartemen, tamu residence yang akan menginap harus melakukan check in di ruang resepsionis yang letaknya bersebelahan dengan pintu masuk lobi apartemen. Setelah check in dan mendapatkan kunci unit, Anda bisa langsung memasuki lobi apartemen dan menuju kamar. TreePark Residence memiliki 60 unit yang terdiri dari 29 unit jenis Studio, 29 unit untuk 1 Bedroom, dan 2 kamar untuk unit 2 Bedroom.

Jika Anda bepergian bersama keluarga, sebaiknya Anda memilih 2 Bedroom yang terdiri dari dua kamar tidur dan satu ruang keluarga agar bisa tinggal lebih nyaman. Menariknya, di setiap unit telah disediakan televisi pintar agar para tamu leluasa memilih tayangan.

Tak hanya itu, setiap unit juga dilengkapi dengan dapur mini yang berisi kulkas satu pintu dan peralatan membuat minuman. Yang perlu diingat, pengelola tidak menyediakan sarapan bagi tamu-tamunya, dan menggantinya dengan air mineral dan beberapa kue kering kemasan secara cuma-cuma.

“Setiap kamar kami sediain cookies. Jadi, ada tiga macam seperti roti, dan tiga jenis biskuit. Total ada enam pieces buat pengganti breakfast. Istilahnya, buat ganjal perut kalau pagi mereka mau kerja atau mau keluar-keluar,” imbuhnya.

Seluruh tamu yang menginap juga dibekali kartu akses untuk dapat menikmati fasilitas pusat kebugaran dan kolam renang yang berada di lantai dua. Keamanan tamu juga dipastikan terjaga karena adanya kamera pengawas di titik-titik tertentu.

Kerja dari hotel

Bagi Anda yang mulai jenuh bekerja dari rumah selama pandemi berlangsung, Anda juga bisa memanfaatkan apartemen ini untuk tempat bekerja sembari mengarantina sekaligus memanjakan diri. Pengelola pun memastikan kenyamanan dan keamanan Anda selama menginap di sini. Indah menegaskan, pihaknya sangat memerhatikan kebersihan dan kehigienisan setiap unit dan tempat umum.

Baca Juga: Warisan Keramahan dan Kemegahan Batavia

“Baik staf, penghuni, maupun tamu-tamu residence semuanya diwajibkan pakai masker, jadi di sini adalah kawasan wajib memakai masker. Kami juga menyediakan hand sanitizier di basement, security, lobi, dan meja resepsionis. Di lobi juga setiap orang yang masuk dicek suhu tubuhnya.”

Lanjut baca

Property

Layanan dan Ketulusan Khas Ketimuran

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. Swiss-Belhotel Pondok Indah

Menerima tamu umum sembari mengakomodasi tenaga medis untuk pasien COVID-19, hotel bintang empat ini memastikan seluruh tamu nyaman dan aman beraktivitas.

 

Kurangnya istirahat membuat banyak insan medis yang menangani pasien COVID-19 kelelahan hingga jatuh sakit. Pasien menumpuk, jauhnya jarak tempuh, dan warga yang khawatir tertular, kadang membuat mereka harus menginap di rumah sakit—yang justru menurunkan daya tahan tubuh.

Syukurlah, sejak awal April, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan beberapa jaringan hotel untuk menyediakan akomodasi yang baik, yang amat diperlukan tenaga medis.

Selain mensyaratkan standar kenyamanan, Kemenparekraf mengharuskan hotel yang bekerja sama dengannya memiliki standar kesehatan yang baik pada fasilitas dan operasional.

“Standar kesehatan ini perlu benar-benar diperhatikan agar memberi rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis dan juga pekerja hotel. Sehingga, para petugas kesehatan dapat beristirahat dengan baik, dekat dengan tempat pekerjaan, dan lebih efektif pekerjaannya,” ujar Wishnutama pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).

Adalah Swiss-Belhotel Pondok Indah, salah satu hotel yang menyediakan 80 kamarnya sebagai tempat tinggal sementara bagi sekitar 150 tenaga medis Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan. Tak hanya jaraknya yang dekat, hotel ini juga mampu menyediakan kebutuhan pendukung seperti makanan, penatu, dan keperluan lainnya.

Baca Juga:  Ada Peluang Besar Investasi dan Pembiayaan Ramah Lingkungan di Indonesia

Perubahan dan penyesuaian

Public Relations Manager Swiss-Belhotel Pondok Indah Anastasia Tri Wulansari menjelaskan, meski sudah menerapkan standard operational procedure (SOP) kesehatan yang ditetapkan dalam pelayanan hotel, sebelumnya mereka juga mendapatkan pelatihan dan informasi tambahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait SOP kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

“SOP kebersihan maupun kesehatan hotel yang disarankan Kemenkes maupun WHO kami jalani setiap hari. Penyemprotan disinfektan sesering mungkin kami lakukan apalagi di permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, tombol lift, dan meja-meja; masker juga selalu ada; hand sanitizier tersedia di beberapa titik area publik di hotel, di setiap lantai. Seprai setiap harinya kami ganti, pun setiap kali mereka (petugas medis) lagi di luar hotel, kami ganti terus kami cuci,” tutur wanita yang akrab disapa Wulan ini melalui telepon kepada Majalah Pajak, Kamis (16/4).

Tak hanya itu, menuruti anjuran pemerintah tentang physical distancing, manajemen hotel mengurangi jumlah bangku di Swiss Cafe, satu-satunya restoran hotel yang berada di lantai lobi. Jika tadinya satu meja untuk dua hingga empat kursi, kini hanya untuk dua kursi.

Pelayanan dan ketulusan kepada seluruh tamu, sebagai ciri adat ketimuran khas Indonesia, dijaga betul.”

Untuk petugas medis, pihak hotel memberikan makanan yang dikemas di sebuah boks dan langsung dibawa ke bus yang akan mengantarkan mereka bekerja.

“Kami sudah siapkan breakfast-nya di dalam bus sejak setengah jam sebelum tenaga medis berangkat. Jadi, mereka mau makan di bus atau mau bawa ke rumah sakit, silakan,” imbuh Wulan.

Dengan beberapa perubahan dan penyesuaian itu, Wulan berharap tamu umum yang juga menginap di hotel ini dapat menjalankan aktivitas mereka dengan tenang.

Baca Juga: Penerapan Kenormalan Baru Jadi Peluang Sektor Parekraf Bangkit Lebih Cepat

“Dari situ sebetulnya sudah terlihat bahwa interaksi antara tamu dan tim medis sebetulnya sangat minim. (Penyesuaian) itu adalah salah satu cara kami juga untuk melindungi tamu-tamu, agar tamu-tamu tidak merasa ‘takut’ bertemu petugas medis.”

Fasilitas favorit

Swiss-Belhotel Pondok Indah beroperasi sejak Februari 2016 silam. Hotel internasional sembilan lantai ini berdiri di lokasi yang cukup strategis, dekat dengan pintu tol, kawasan bisnis, pusat hiburan, dan beberapa destinasi wisata di selatan Jakarta.

Awalnya, hotel ini merupakan sebuah apartemen yang banyak dihuni ekspatriat asal Jepang. Namun, melihat kian dinamisnya bisnis properti di ibu kota, sang pemilik memutuskan untuk mengalihfungsikannya menjadi hotel. Peralihan fungsi itu berimbas pula pada desain interiornya.

Wulan menuturkan, hotel ini merupakan visualisasi perpaduan budaya Jepang dan Indonesia. Pelayanan dan ketulusan yang diberikan pada seluruh tamu mencirikan adat ketimuran khas Indonesia yang dijaga betul oleh setiap staf dan manajemen.

Sementara, budaya Jepang diperlihatkan melalui penggunaan filosofi origami di area lobi. Dekorasi origami diaplikasikan pada meja hingga dinding di area resepsionis, juga pada sekat lobi yang memisah area tunggu dengan koridor menuju lift atau restoran. Sapuan warna putih membuat area resepsionis mencolok di tengah dominasi warna cokelat di sekelilingnya.

Bagi yang baru melihatnya, pola origami yang tersemat di sekat itu menyerupai motif batik kawung khas Indonesia. Padahal, motif digambarkan sebagai garis-garis bekas lipatan origami. Langit-langit di beberapa ruang tak terlalu tinggi, sesuai dengan rencana awalnya sebagai bangunan apartemen.

Namun, penempatan kaca pada plafon terbukti mampu ciptakan ilusi visual, sehingga lobi terasa lebih tinggi dan lapang. Wulan bilang, Swiss Cafe juga memiliki sentuhan Jepang dengan sekat-sekat pemisah antar-ruang.

Istimewanya, restoran ini memiliki area semi-outdoor dan outdoor yang kerap menjadi favorit para tamu hotel. Dinding dan plafon kacanya memungkinkan tamu yang makan di area semi-outdoor melihat secara leluasa pemandangan luar restoran.

Selain digunakan untuk bersantap, area outdoor kerap disewa untuk acara sosial seperti ulang tahun, pertunangan, hingga pernikahan. Kolam renang outdoor besar dan kecil, yang dikelilingi pohon rindang khas Pondok Indah, menjadi andalan hotel ini. Anak-anak leluasa bermain di sini tanpa kepanasan.

Ajaklah keluarga Anda menginap saat akhir pekan. Sebab, restoran ini menawarkan sunday brunch dengan harga terjangkau. Buah hati Anda bisa mencicipi hidangan lezat buatan tim dapur sembari berenang atau bermain balon serta menggambar di area kids corner. Setelahnya, Anda bisa membakar kalori di ruang gym yang beroperasi hingga pukul 20.00—atau pukul 21.30 jika ada tamu yang baru sempat memakainya saat malam.

Baca Juga:  ISEI Beri Tiga Usulan untuk Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19

Hotel ini memiliki 159 kamar dengan 5 tipe pilihan. Jika Anda menginap bersama keluarga, lebih baik memilih kamar Family Two Bedroom yang luasnya mencapai 78 meter persegi dengan kamar tidur, serta ruang keluarga, dan area pantry terpisah. Yang perlu diingat, meski tipe ini bisa diisi 4 hingga 5 orang, fasilitas sarapan di Swiss Cafe hanya berlaku untuk dua orang saja. Ini untuk membanderol harga kamar agar lebih terjangkau.

Lanjut baca

Property

Warisan Keramahan dan Kemegahan Batavia

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok Hotel Des Indes

Walau bukan bangunan bersejarah, hotel ini mengusung konsep nuansa tempo dulu untuk mengenang kemegahan arsitektur bangunan Batavia pada masa lalu.

 

Jakarta menyimpan sejuta kisah perjalanan panjang tumbuhnya sebuah peradaban. Di sudut-sudut kota tersimpan rapi cerita masa lampau yang selalu dapat dinikmati, baik melalui catatan sejarah, maupun kemegahan arsitektur bangunan zaman dulu yang masih terlihat kokoh hingga kini. Misalnya saja kawasan Menteng. Selain dikenal sebagai lingkungan elite, di sini masih dapat ditemui beberapa bangunan bersejarah yang terlihat dari kekhasan bentuk gedungnya.

Namun, jangan terkecoh. Tidak semua bangunan berarsitektur kuno adalah peninggalan masa lalu. Contohnya Hotel Des Indes di Menteng yang mulai beroperasi pada November lalu. Hotel ini terbilang baru, tetapi keberadaannya seolah menggenapi deretan bangunan sejarah di sekelilingnya. Hotel ini memang bukan bangunan bersejarah, tapi memiliki riwayat masa lalu yang menyelimutinya—mengingatkan kita pada Hotel Des Indes di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat yang dibangun pada abad ke-18.

Hotel yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat ini mengusung gaya arsitektur neoklasik. Ini merujuk pada fasad bangunan yang simetris dan kokoh dengan penempatan kolom-kolom yang seolah menopang keseluruhan bangunan. Elemen neoklasik yang tak lekang waktu juga ditonjolkan pada interior hotel.

Baca Juga: Rumah Subsidi Perlu Fleksibilitas

Di area lobi misalnya, nuansa neoklasik kian terasa dengan sapuan warna terang pada dindingnya, seperti krem, abu-abu, dan hijau. Ditambah lagi adanya penempatan grand piano, sofa bergaya antik, dan koleksi guci-guci Tiongkok kuno yang dipajang di sebuah lemari besar.

Anda akan disambut staf yang menyapa ramah dan mempersilakan Anda ke meja resepsionis atau ke ruang tunggu. Area resepsionis hanya berupa meja panjang klasik rendah dan beberapa kursi sehingga membuat tamu berinteraksi dengan nyaman, seolah sedang berada di ruang tamu di suatu rumah. Resepsionis pun terlihat anggun dalam balutan pakaian tradisional Betawi, siap menerima tamu dengan hangat.

“Hotel ini didirikan agar pengunjung bisa mengingat kembali warisan kemegahan bangunan Batavia tempo dulu.”

General Manager Hotel Des Indes Darmawiharto menjelaskan, hotel ini didirikan agar pengunjung bisa mengingat kembali warisan kemegahan bangunan Batavia tempo dulu. Selain itu, pihaknya ingin melestarikan adat ketimuran sebagai ciri khas budaya bangsa yang diaplikasikan pada keramahtamahan dan pelayanan dalam hotel.

Baca Juga: Pembiayaan KPR Milenial

“Waktu itu, Hotel Des Indes ini tercipta dikhususkan untuk tamu-tamu Belanda, seperti pejabat atau kerajaan. Pekerja-pekerjanya siapa? Penduduk lokal Betawi. Untuk itu, kami usung (konsep) warisan keramahtamahan budaya timur, dimulai dari desain seragam staf kami, juga pelayanan secara personal,” urai Darmawiharto kepada Majalah Pajak, Rabu (18/3).

Sentuhan personal

Hotel butik ini memiliki 66 kamar yang terdiri dari tipe deluxe, grand deluxe, dan executive deluxe. Karena jumlah kamar yang tak banyak, sangat memungkinkan untuk para staf melayani tamu lebih personal. Ini jualah yang kerap dirindukan oleh tamu-tamu yang pernah menginap di sini.

Konsistensi desain neoklasik juga dirasakan di tiap-tiap kamarnya. Tempat tidur nyaman bergaya klasik dicirikan dengan bentuk sandarannya, diapit dua nakas berdesain senada menemani di kanan dan kirinya. Saking nyamannya tempat tidur itu, Darmawiharto meyakinkan tamu-tamunya akan tertidur nyenyak hingga pagi tiba.

Elemen kekinian ditunjukkan dengan penempatan karpet berwarna dasar toska yang menyegarkan mata. Juga, kamar mandi yang didominasi warna putih pada dinding dan lantainya. Nikmati juga suasana relaks dengan mandi di bawah kucuran rain shower, lalu mengeringkan rambut dengan pengering rambut yang telah disediakan.

Hotel ini juga menyediakan satu restoran dan satu lounge untuk pilihan bersantap sekaligus bersantai bagi para tamunya. Aktivitas lainnya, Anda bisa berolahraga di ruang kebugaran. Meski tak begitu luas, alat-alat gym di sini cukup lengkap. Jadi, Anda bisa menjalani ritual kebugaran dengan tenang. Darmawiharto juga menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan bisnis dari pekerja di Menteng dan sekitarnya, sejak Maret lalu pihaknya juga menyediakan satu ruang rapat berkapasitas hingga 60 orang.

Lalu, bagi para pekerja atau mahasiswa yang ingin mengerjakan tugasnya lebih tenang, gedung ini juga menyediakan ruang komunal di lantai lima yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Desainnya pun tak kalah menarik dengan nuansa industrial yang kental. Anda bisa bebas memilih bekerja di sofa, kursi kayu, atau kursi kantor.

Baca Juga: Keseimbangan Skandinavian di Tengah Tengerang

Kebersihan terjaga

Tak hanya keramahtamahan, Darmawiharto juga mengunggulkan kebersihan hotel yang sangat terjaga. Apalagi, sejak merebaknya COVID-19 di Jakarta, ada saja tamu yang khawatir untuk berkunjung ke hotel. Ia meyakini, standar perawatan kebersihan hotel sudah dilakukan jauh sebelum ada virus korona. Sebab, syarat utama kenyamanan adalah kebersihan hotel.

“Kebersihan kamar dilakukan setiap hari. Lalu, kekhawatiran mengenai virus atau bakteri itu sudah kami antisipasi dengan pengendali hama. Ini pun kami lakukan seminggu dua kali dengan metode penguapan (cool vogging), sementara pengasapan (hot vogging) kami lakukan sebulan dua kali.”

Penguapan berguna untuk membunuh kuman, bakteri, atau virus yang menempel di permukaan-permukaan interior, furnitur, dan lain-lain. Sedangkan pengasapan dilakukan di luar bangunan hotel untuk membasmi nyamuk atau hewan berbahaya lainnya.

“Kenapa kami yakinkan antisipasi ini bisa dilakukan? Karena penguapan dan pengasapan sudah mengandung obat-obat pembersih dalam hal ini disinfektan, pestisida, dan insektisida,” ujarnya.

Tak hanya itu, sejumlah cairan sanitasi tangan juga ditempatkan di beberapa titik yaitu resepsionis, restoran, lift, dan kamar mandi. Dengan berbagai tindakan pencegahan itu, Darmawiharto berharap tamu tak perlu khawatir lagi untuk menginap di sini.-Ruruh Handayani

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News2 hari lalu

“Core Tax System” Teknologi Terintegrasi untuk Memudahkan Fiskus dan Wajib Pajak

Untuk menyempurnakan reformasi perpajakan di era digital, DJP melakukan digitalisasi sistem perpajakan dengan membangun Core Tax System yang dimulai sejak...

Breaking News2 hari lalu

Pemerintah Umumkan akan Melelang 7 Seri SUN Pekan Depan

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPBR) Kementerian Keuangan RI akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam...

Breaking News3 hari lalu

Milenial Melek Investasi

Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital khususnya dalam hal keuangan, cara berinvestasi pun mulai bergeser dan tidak lagi harus dilakukan oleh...

Breaking News3 hari lalu

Menparekraf Imbau Hotel-Restoran Disiplin Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan kepada pelaku industri hotel dan restoran agar...

Breaking News3 hari lalu

Bank Permata Andil dalam Program Penjaminan Kredit Modal Kerja Bagi UMKM

Penandatanganan kerja sama bersama Askrindo dan Jamkrindo dilakukan sebagai salah satu langkah dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional. PT Bank...

Breaking News4 hari lalu

Sandiwara Sastra Peneman Asyik Belajar di Rumah

Jelang dibukanya tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang, banyak sekolah—terutama di zona merah—masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

Breaking News5 hari lalu

Inisiatif Pemasaran Digital Mutakhir Ala Alibaba Cloud dan Unilever

  Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group – bermitra dengan Unilever, salah satu perusahaan multinasional terbesar...

Breaking News7 hari lalu

Situasi Pandemi Tidak Menurunkan Kualitas Kinerja EBA-SP SMF

Meski dalam situasi pendemi Covid-19, PT Sarana Multigriya Finansial/SMF  (Persero), kinerja keuangan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) masih...

Breaking News1 minggu lalu

Menkeu: Kami Harus Mundur 5 Tahun Terkait “Poverty Reduction” karena Pandemi

Pandemi global Covid-19 telah pada enam bulan terakhir telah menimbulkan darurat kesehatan dan perekonomian di banyak negara. Covid-19 setidaknya mempengaruhi...

Breaking News2 minggu lalu

Bank Dunia Kategorikan Indonesia Sebagai “Upper Middle Income Country”

Di tengah upaya Pemerintah dan masyarakat Indonesia berjuang mengatasi dampak pandemi Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi nasional, sebuah prestasi membanggakan...

Trending