Terhubung dengan kami
Pajak-New Year

Leisure

Menyapa Kearifan Alam nan Eksotis

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda perlu tengah mencari tempat untuk menyejukkan hati? Mungkin Anda perlu ke Dusun Bambu.

 

Wajah Kota Bandung yang macet menjelang sore, tak menyurutkan semangat Majalah Pajak mengunjungi objek wisata berkonsep kampung. Kampung? Kedengarannya tidak terlalu istimewa.

Tahan dulu komentar bernada miring. Sebab, sekali Anda menginjakkan kaki di sana, dipastikan Anda enggan pulang. Pemandangannya yang asri tak hanya menyehatkan mata, tapi juga jiwa, karena suasananya menyejukkan hati.

Terletak di Jalan Kolonel Matsuri Km 11 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Seperti namanya, Dusun Bambu, kawasan tersebut merupakan sebuah perkampungan yang banyak ditumbuhi pohon bambu. Keberadaannya bertujuan sebagai tempat konservasi bambu.

Sekadar informasi, Indonesia adalah negara dengan jenis bambu terbanyak sedunia. Jumlahnya mencapai 120 jenis.

“Kami ingin mengajak pengunjung ikut menghargai alam, mengenal kebudayaan dan tradisi warga setempat dan melestarikannya.”

Relaks

Berada di atas ketinggian 1.200 mdpl, Dusun Bambu menempati 15 persen lahan dari total area 100 hektare. Ia dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan.

Untuk mencapai lokasi tersebut, Dusun Bambu menyediakan enam mobil yang bertujuan untuk mengantar dan menjemput tamu dari area parkir hingga tempat tujuan, atau sebaliknya. Keberadaan fasilitas ini bermanfaat untuk meminimalisasi polusi udara dari kendaraan bermotor.

Sesekali udara sejuk menyapa pohon bambu. Sapaannya membuat daun saling bergesekan. Gesekan itu menimbulkan suara merdu yang mampu meneduhkan hati. Sesapi keindahan itu sembari memandang danau buatan yang terhampar luas di area tersebut.

Pengalaman berwisata Anda makin berkesan karena tempat ini mengusung konsep eco and edu tourism. Pengunjung tak hanya diajak berlibur sembari menikmati keindahan alam, tapi juga mengenal dan melestarikan budaya setempat.

Dengan melibatkan warga setempat, pengunjung dapat mengenang kembali berbagai permainan tradisional mulai dari bermain congklak, lompat tali hingga panahan. Sementara aktivitas seperti membatik, menangkap ikan dan menanam padi mengingatkan kita akan warisan budaya dan kekayaan tanah air sebagai negara agraris. “Kami ingin mengajak pengunjung ikut menghargai alam, mengenal kebudayaan dan tradisi warga setempat dan melestarikannya,” kata Suparman, Marketing & Activity Manager.

Bagi pengunjung yang ingin bermalam, tempat wisata yang resmi dibuka pada 16 Januari 2014 itu menawarkan dua tipe penginapan. Pertama, tipe penginapan ala kampung. Kedua, penginapan menggunakan tenda berkonsep perkemahan. Keduanya memiliki keunikan tersendiri.

Penginapan a la kampung akan membawa Anda menuju sebuah rumah khas rumah di desa-desa yang arsitekturnya didominasi bambu. Untuk bermalam di rumah ini, pengunjung dikenakan biaya Rp 2,2 juta.

Sementara jika ingin menikmati sensasi bermalam di alam terbuka, Dusun Bambu menjamin pengunjung akan merasakan pengalaman tak kalah berkesan. Meski tidur di dalam tenda, pengunjung dipastikan tetap nyaman dan aman. Setiap tamu akan mendapatkan kasur, sleeping bag, selimut, dan bantal.

Meski konsepnya bermalam di alam terbuka, setiap tamu memiliki area masing-masing. Selain tenda, di dalamnya terdapat ruang santai, tempat untuk barbeque dan toilet yang dilengkapi gembok untuk menjaga privasi tamu.

Harga yang ditawarkan untuk menikmati pengalaman berkemah ini relatif terjangkau. Hanya Rp 1,7 juta per malam.

Bersantap di dalam kepompong

Bagi pengunjung yang tak memiliki banyak waktu untuk bermalam, sekadar memanjakan lidah dengan menu masakan khas Pasundan bisa menjadi pilihan. Dusun Bambu menawarkan pengalaman bersantap yang unik.

Kita bisa menikmati bersantap di saung yang terletak di tepi danau. Pengunjung harus menggunakan sampan atau perahu bambu untuk menempuh tempat tujuan. Setibanya di lokasi, Anda akan dibuat berdecak kagum. Sebab, saung didesain menyerupai lumbung atau tempat menyimpan padi.

Pengunjung juga bisa merasakan serunya makan di dalam kepompong. Tempat makan yang diberi nama Lutung Kasarung itu dibuat menyerupai rumah ulat yang nantinya akan bertransformasi menjadi kupu-kupu tersebut.

Kepompong berukuran raksasa ini berada di atas pohon. Keberadaannya ditopang oleh pilar-pilar nan kokoh. Antarkepompong dihubungkan oleh jembatan sehingga kita seolah-olah bersantap sembari melayang di atas permukaan tanah.

Bagi Anda yang ingin bersantap a la dining, silakan mampir ke Burangrang Café. Di sini, kita dapat merangkum panorama Dusun Bambu karena lokasinya terletak di dataran yang lebih tinggi dari area sekitarnya.

Mengarah ke atas, ada lagi tempat nongkrong yang tidak kalah seru. Lokasi itu dikenal dengan nama Pasar Khatulistiwa. Tempat makan berkonsep food court ini menyediakan aneka makanan dan camilan tradisional. Sebut saja lotek, surabi, colenak, hingga rujak.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera tandai kalender Anda untuk mengunjungi Dusun Bambu bersama keluarga tercinta.

 

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Breaking News

Breaking News1 minggu lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

Tax People Share!        157SharesPT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di...

Breaking News3 minggu lalu

Majalah Pajak Print Review

Tax People Share!         Post Views: 2.074

Breaking News3 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

Tax People Share!          Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri...

Breaking News3 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Tax People Share!        Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan...

Breaking News4 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Tax People Share!        Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat...

Breaking News6 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Tax People Share!        Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang...

Breaking News11 bulan lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Tax People Share!        Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan,...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Tax People Share!        Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Tax People Share!        Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak...

Breaking News2 tahun lalu

Ini Cara Kerja Listrik Tenaga Air Versi Tri Mumpuni

Tax People Share!        Air dari sungai dibendung kemudian dialirkan melalui parit. Kira-kira 300 hingga 500 meter dari bendungan, sebagian air dialirkan...

Advertisement Pajak-New01

Trending