Connect with us

Leisure

Menyapa Kearifan Alam nan Eksotis

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Anda perlu tengah mencari tempat untuk menyejukkan hati? Mungkin Anda perlu ke Dusun Bambu.

 

Wajah Kota Bandung yang macet menjelang sore, tak menyurutkan semangat Majalah Pajak mengunjungi objek wisata berkonsep kampung. Kampung? Kedengarannya tidak terlalu istimewa.

Tahan dulu komentar bernada miring. Sebab, sekali Anda menginjakkan kaki di sana, dipastikan Anda enggan pulang. Pemandangannya yang asri tak hanya menyehatkan mata, tapi juga jiwa, karena suasananya menyejukkan hati.

Terletak di Jalan Kolonel Matsuri Km 11 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Seperti namanya, Dusun Bambu, kawasan tersebut merupakan sebuah perkampungan yang banyak ditumbuhi pohon bambu. Keberadaannya bertujuan sebagai tempat konservasi bambu.

Sekadar informasi, Indonesia adalah negara dengan jenis bambu terbanyak sedunia. Jumlahnya mencapai 120 jenis.

“Kami ingin mengajak pengunjung ikut menghargai alam, mengenal kebudayaan dan tradisi warga setempat dan melestarikannya.”

Relaks

Berada di atas ketinggian 1.200 mdpl, Dusun Bambu menempati 15 persen lahan dari total area 100 hektare. Ia dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan.

Untuk mencapai lokasi tersebut, Dusun Bambu menyediakan enam mobil yang bertujuan untuk mengantar dan menjemput tamu dari area parkir hingga tempat tujuan, atau sebaliknya. Keberadaan fasilitas ini bermanfaat untuk meminimalisasi polusi udara dari kendaraan bermotor.

Sesekali udara sejuk menyapa pohon bambu. Sapaannya membuat daun saling bergesekan. Gesekan itu menimbulkan suara merdu yang mampu meneduhkan hati. Sesapi keindahan itu sembari memandang danau buatan yang terhampar luas di area tersebut.

Pengalaman berwisata Anda makin berkesan karena tempat ini mengusung konsep eco and edu tourism. Pengunjung tak hanya diajak berlibur sembari menikmati keindahan alam, tapi juga mengenal dan melestarikan budaya setempat.

Dengan melibatkan warga setempat, pengunjung dapat mengenang kembali berbagai permainan tradisional mulai dari bermain congklak, lompat tali hingga panahan. Sementara aktivitas seperti membatik, menangkap ikan dan menanam padi mengingatkan kita akan warisan budaya dan kekayaan tanah air sebagai negara agraris. “Kami ingin mengajak pengunjung ikut menghargai alam, mengenal kebudayaan dan tradisi warga setempat dan melestarikannya,” kata Suparman, Marketing & Activity Manager.

Bagi pengunjung yang ingin bermalam, tempat wisata yang resmi dibuka pada 16 Januari 2014 itu menawarkan dua tipe penginapan. Pertama, tipe penginapan ala kampung. Kedua, penginapan menggunakan tenda berkonsep perkemahan. Keduanya memiliki keunikan tersendiri.

Penginapan a la kampung akan membawa Anda menuju sebuah rumah khas rumah di desa-desa yang arsitekturnya didominasi bambu. Untuk bermalam di rumah ini, pengunjung dikenakan biaya Rp 2,2 juta.

Sementara jika ingin menikmati sensasi bermalam di alam terbuka, Dusun Bambu menjamin pengunjung akan merasakan pengalaman tak kalah berkesan. Meski tidur di dalam tenda, pengunjung dipastikan tetap nyaman dan aman. Setiap tamu akan mendapatkan kasur, sleeping bag, selimut, dan bantal.

Meski konsepnya bermalam di alam terbuka, setiap tamu memiliki area masing-masing. Selain tenda, di dalamnya terdapat ruang santai, tempat untuk barbeque dan toilet yang dilengkapi gembok untuk menjaga privasi tamu.

Harga yang ditawarkan untuk menikmati pengalaman berkemah ini relatif terjangkau. Hanya Rp 1,7 juta per malam.

Bersantap di dalam kepompong

Bagi pengunjung yang tak memiliki banyak waktu untuk bermalam, sekadar memanjakan lidah dengan menu masakan khas Pasundan bisa menjadi pilihan. Dusun Bambu menawarkan pengalaman bersantap yang unik.

Kita bisa menikmati bersantap di saung yang terletak di tepi danau. Pengunjung harus menggunakan sampan atau perahu bambu untuk menempuh tempat tujuan. Setibanya di lokasi, Anda akan dibuat berdecak kagum. Sebab, saung didesain menyerupai lumbung atau tempat menyimpan padi.

Pengunjung juga bisa merasakan serunya makan di dalam kepompong. Tempat makan yang diberi nama Lutung Kasarung itu dibuat menyerupai rumah ulat yang nantinya akan bertransformasi menjadi kupu-kupu tersebut.

Kepompong berukuran raksasa ini berada di atas pohon. Keberadaannya ditopang oleh pilar-pilar nan kokoh. Antarkepompong dihubungkan oleh jembatan sehingga kita seolah-olah bersantap sembari melayang di atas permukaan tanah.

Bagi Anda yang ingin bersantap a la dining, silakan mampir ke Burangrang Café. Di sini, kita dapat merangkum panorama Dusun Bambu karena lokasinya terletak di dataran yang lebih tinggi dari area sekitarnya.

Mengarah ke atas, ada lagi tempat nongkrong yang tidak kalah seru. Lokasi itu dikenal dengan nama Pasar Khatulistiwa. Tempat makan berkonsep food court ini menyediakan aneka makanan dan camilan tradisional. Sebut saja lotek, surabi, colenak, hingga rujak.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera tandai kalender Anda untuk mengunjungi Dusun Bambu bersama keluarga tercinta.

 

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Leisure

Jelajah Maya ke Alam Australia

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. BCW Indonesia untuk Tourism Western Australia

Untuk mengurangi kejenuhan selama di rumah saja, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke destinasi wisata. Kali ini, yuk, kita ke Australia Barat.

Selama pandemi korona masih berlangsung, kita tidak dianjurkan bepergian ke mana-mana. Meski rasanya membosankan, kita harus yakin kalau tinggal di rumah saja berarti ikut berkontribusi menekan penyebaran virus korona. Nah, untuk mengurangi kejenuhan, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke beberapa destinasi wisata.

Salah satu daerah yang menyediakan sarana melancong daring (on-line) adalah Australia Barat. Menempati sepertiga dari total wilayah benua, Australia Barat merupakan pusat destinasi berbagai pengalaman alam yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Lokasinya yang begitu dekat dengan Indonesia, juga membuat pelancong asal Indonesia banyak yang berkunjung ke sini. Anda cuma butuh terbang sekitar 4,5 jam dari Jakarta, atau sekitar 3,5 jam dari Bali.

Hamparan pantai berpasir putih yang tak berujung, gurun yang luas, ladang bunga liar yang cantik, ngarai terjal, dan formasi batuan yang unik hanyalah sebagian aset alam menakjubkan di negara bagian ini. Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, selama pandemi ini Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Dermaga bersejarah

Untuk memulainya, Anda bisa berkunjung ke kota pantai Busselton. Daya tarik yang paling menarik di sana adalah Busselton Jetty. Dermaga yang terletak di ujung timur Teluk Geographe ini memiliki panjang lebih dari 1,8 kilometer, menjadikannya sebagai dermaga kayu terpanjang di belahan bumi selatan.

Baca Juga: Pariwisata Bali Optimistis Bisa ‘Berteman’ dengan Covid-19

Busselton Jetty yang dikelola organisasi nirlaba Busselton Jetty Incorporated ini mulai dibangun pada tahun 1853 dengan bagian pertama sepanjang 176 meter selesai dibangun pada tahun 1865. Perjalanan masa lalu yang penuh warna itu membuat dermaga ini menjadi ikon paling dicari di Australia Barat, karena seringkali membuat banyak wisatawan dunia penasaran.

Untuk mengakomodasi rasa penasaran Anda, Busselton Jetty Incorporated telah menyiapkan sejumlah layanan rekreasi virtual—secara gratis dan berbayar—melalui situs web www.busseltonjetty.com.au/virtualtours. Ada sekitar 12 tur virtual yang telah dipersiapkan untuk memanjakan mata Anda di rumah.

Satu tur harian setiap pukul 13.00 WIB (kecuali hari libur nasional) berupa sebuah siaran langsung yang dipandu oleh tim kelautan Busselton Jetty. Mereka akan membawa Anda melewati berbagai level Observatorium Bawah Air, mengamati kehidupan bawah laut melalui viewing window sedalam 8 meter. Setelah tur selesai, Anda bisa menyimak sesi tanya jawab yang biasanya juga berisi informasi-informasi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Lalu, ada 11 tur dan lokakarya virtual gratis berbagai kegiatan seperti lari, yoga, tur virtual 360 derajat, dan tur dermaga pada malam hari di mana Anda dapat mendengar aktivitas binatang laut pada malam hari. Tak hanya itu, Anda juga bisa menaiki Jetty Train secara virtual yang berjalan di atas rel atas laut sepanjang 1,7 kilometer, seraya menyimak sejarah Busselton Jetty yang menarik.

Jumpa hewan liar

Australia dikenal dengan flora dan fauna yang khas hasil isolasi dari seluruh benua oleh sabuk padang pasir raksasa. Anda akan dengan mudah menjumpai hewan-hewan menggemaskan seperti koala, kanguru, dan wombat; dan bunga-bunga liar nan cantik khas alam Australia di antaranya Eucalyptus, Anggrek langka, dan Canola.

Selama masa karantina, Anda bisa mempelajari dari dekat kehidupan hewan liar dengan mengunjungi situs-situs web dan media sosial kebun binatang di Australia Barat seperti Perth Zoo, Peel Zoo, dan Caversham Wildelife Park.

Perth Zoo merupakan kebun binatang yang cukup terkemuka di Australia. Lebih dari 12 dekade, Kebun Binatang Perth telah berkembang menjadi salah satu tempat rekreasi dan daya tarik yang menghadirkan pendidikan, konservasi, dan inspirasi.

Ada serangkaian fitur menarik yang bisa Anda ikuti di www.perthzoo.wa.gov.au/whats-on, seperti melihat langsung aktivitas jerapah yang ditayangkan melalui live cam, memesan jadwal program Animal Close Encounter untuk menyaksikan behind the scene ragam hewan langka dan luar biasa yang mereka miliki, serta berbagai macam video edukasi eksklusif yang akan menarik perhatian buah hati Anda.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Lombok

Sementara di lingkungan Peel Zoo, Ranger Red yang juga menjalankan program adopsi hewan akan menampilkan video behind the scenes melalui laman Facebook-nya. Peel Zoo adalah kebun binatang yang istimewa karena menawarkan pengalaman menyentuh langsung hewan-hewan di sana.

Dalam suasana subur di tepi Sungai Murray, Anda dapat memberi makan hewan dengan tangan, memegang ular, menepuk rubah, menggelitik musang, juga ada lebih dari 100 spesies burung dan hewan yang akan menangkap imajinasi Anda. Jadi, jangan lewatkan intimnya suasana bercengkerama dengan hewan-hewan itu yang diwakili oleh para ranger.

Ada pula Caversham Wildelife Park yang setiap harinya menampilkan berbagai binatang mulai dari koala hingga quokka. Biasanya, pengunjung dapat memberi makan kanguru dengan tangan, bergabung dalam acara pertanian interaktif, menyentuh possum atau kadal, menonton penguin nakal diberi makan, dan berfoto dengan koala.

Namun, sementara taman margasatwa Caversham ini ditutup, pengalaman bertemu dan menyapa hewan-hewan diganti dengan seri Closure Chronicles yang tersedia di laman facebook.com/CavershamWildlifePark/. Tingkah laku nan lucu hewan-hewan di sini dijamin akan menghibur hari-hari Anda. Ada seekor possum yang menikmati pisangnya, anak koala yang dengan nyamannya kongko di kantong sang ibu, juga sekelompok penguin yang berenang dengan gembira di siang hari.

Paus raksasa

Australia Barat terkenal akan paus bungkuknya atau humpback highway dan merupakan rumah bagi lumba-lumba hidung botol. Paus bungkuk banyak dijumpai di pesisir pantai Australia saat migrasi tahunan mereka. Wisatawan di pesisir timur maupun pesisir barat memiliki kesempatan menikmati pertunjukan paus dua kali satu tahun, saat mamalia ini melakukan perjalanan menuju dan kembali dari Antartika untuk menyantap segala jenis ikan, krill, dan plankton—fenomena ini dikenal sebagai makan siang terpanjang di dunia.

Baca Juga: Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Raksasa lembut ini juga terlihat bermain bersenang-senang di perairan Hillarys Boat Harbour. Nah, Anda juga bisa turut menyaksikan kegiatan hewan ini di laman Whale Watch TV Channel. Whale Watch WA, sebuah operator kapal pesiar di Australia Barat telah merekam raksasa ramah ini secara eksklusif dan membawanya ke rumah Anda. Para penggemar paus juga dapat melakukan tur virtual secara gratis ke Perth Canyon untuk melihat keluarga paus biru, paus humpbacks yang ramah di Augusta, Margaret River, serta berbagai video terbaru lainnya.

Lanjut baca

Leisure

Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Merencanakan perjalanan wisata dan utak-atik tanggal berlibur bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan selama di rumah saja.

Musim korona memang membuat gerak kita terbatas. Jangankan bepergian ke luar kota, ke rumah tetangga pun kita ragu-ragu. Namun, yakinlah badai korona akan berlalu dan kita dapat kembali bepergian. Sementara berdiam diri di rumah, bukan berarti kita tidak bisa merencanakan perjalanan, ‘kan? Apalagi, masih banyak tempat wisata impian yang belum sempat kita kunjungi.

Untuk membantu Anda membuat bucket list wisata, berikut kami rangkum 3 dari 10 destinasi wisata Bali Baru yang saat ini masih terus disempurnakan pemerintah. Tempat wisata prioritas Bali Baru ini terus dipercantik, sembari menunggu kedatangan Anda, setelah pandemi berlalu.

1.Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Labuhan Bajo adalah desa kecil di Kecamatan Komodo, NTT. Meskipun kecil, bentangan alamnya membuat siapa pun yang datang akan terkagum-kagum. Selain masuk dalam 5 destinasi super prioritas, Labuan Bajo rencananya akan dijadikan destinasi super premium. Artinya, tiket masuk dan tarif hotel akan dibanderol mahal.

Labuan Bajo merupakan pintu masuk ke Pulau Komodo—pulau habitat komodo (Varanus komodoensis), satwa sangat langka sekaligus spesies reptil terbesar di dunia. Jika Anda memiliki waktu dan biaya lebih, cobalah ambil paket Live in Board. Paket wisata ini menawarkan sensasi seru menginap di sebuah kapal sejenis pinisi yang menawarkan fasilitas lengkap mulai dari kamar tidur nyaman, kamar mandi bersih, ruang makan sekaligus dek kapal nan romantis, hingga keindahan laut dan perbukitan hijau alam Flores yang bisa Anda nikmati sepuasnya.

Baca Juga: Infrastruktur Pacu Pertumbuhan Pariwisata

Biasanya, agen wisata akan menawarkan paket menginap 3 hari 2 malam. Di hari pertama, sailing trip dimulai dari Pelabuhan Labuan Bajo dan hopping islands ke pulau-pulau eksotis, yakni Pulau Kelor, Pulau Rinca, dan Pulau Kalong. Hari kedua, kapal pinisi akan membawa Anda kembali main ke pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni yakni Pulau Padar, Pink Beach, dan Gili Lawa.

Di sela-sela perjalanan, Anda juga akan mampir ke Manta Point di sekitar Loh Liang, Taman Nasional Komodo. Di sini, Anda bisa puas menyelami laut lepas dan bermain dengan sekelompok manta yang ramah. Malam terakhir, kapal akan bersandar di Pulau Kanawa. Surga tersembunyi di Flores ini merupakan pulau resor ramah lingkungan.

Selain bermain di pasir putih, berenang, dan bermalas-malasan, Anda juga bisa trekking ke bukit kecil di belakang penginapan. Dari atas, akan terlihat jelas Pulau Kanawa yang begitu indah. Waktu terbaik menaiki bukit yakni saat sore hari, karena puncak bukit ini juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk menikmati matahari tenggelam.

Tempat wisata prioritas Bali Baru ini terus dipercantik, sembari menunggu kedatangan Anda, setelah pandemi berlalu.

2. Danau Toba, Sumatera Utara

Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji Danau Toba. Danau kaldera seluas 1.145 kilometer persegi ini ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan danau vulkanik terbesar di dunia. Menariknya, di tengah danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu, berdiam sebuah Pulau Samosir dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Di pulau ini Anda bisa mengunjungi pemandian air panas Aek Rangat Pangururan Samosir. Air panas berasal dari sumber mata air yang keluar dari batu kapur gunung aktif Pusuk Buhit. Air panas dialirkan ke kolam-kolam yang dikelola oleh penduduk setempat dan didukung oleh Pemda Samosir.

Daerah sekitar Danau Toba memiliki hutan-hutan pinus yang tertata asri. Sementara, di pinggiran danau terdapat beberapa air terjun yang wajib disinggahi. Pemerintah tengah mengembangkan lembah eksotis The Kaldera Nomadic Escape di Toba Samosir sebagai atraksi baru di kawasan Danau Toba. The Caldera merupakan amenitas wisata kembara atau nomadic tourism yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Baca Juga: Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Berlanjut, Diharapkan Dongkrak Sektor Pariwisata

Ada berbagai pilihan akomodasi berupa kemah mewah (glamourous camping) dan homepod. Homepod anyar yang dibangun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini adalah salah satu pilot project Amenitas di Kawasan Danau Toba. Pembangunan yang selesai pada pertengahan September lalu itu dilengkapi dengan instalasi air conditioner dan televisi yang menambah kenyamanan para tamunya.

3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Menurut masyarakat Sasak—suku asli yang berada di Pulau Lombok—nama Mandalika berasal dari nama Putri Mandalika yang dipercaya hidup pada zaman dahulu kala. Berjarak 25 menit dari Bandara Internasional Lombok, Mandalika memiliki ciri khas teluk yang besar, pasir putih yang terbentang luas, serta bukit-bukit hijau yang menenangkan mata. Kawasan ini memiliki garis pantai yang sangat panjang sehingga dibagi menjadi beberapa nama pantai, seperti Pantai Seger, Tanjung Aan dan Kuta.

Masing-masing pantainya memiliki dataran pasir yang landai dan perairan dangkalnya pun cukup luas dan tenang. Pasir di pantai-pantai Mandalika pun terbilang unik dan belum tentu bisa ditemukan di daerah lain. Ada yang bentuknya kasar dan besar seperti merica, sehingga wisatawan menyebutnya Pantai Merica.

Mandalika juga dikenal dengan tradisi Bau Nyale, yakni kegiatan mencari cacing laut berwarna-warni yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika di sekitar pantai. Cacing laut ini biasanya hanya keluar di bulan Februari atau Maret setiap tahunnya. Wisatawan akan berbaur dengan warga, bersama-sama menyingsingkan lengan, menggulung celana dan siap dengan alat tangkap tradisional masing-masing, menikmati keseruan menangkap nyale (cacing).

Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pada 2014 silam, pembangunan kawasan Mandalika terlihat di sana-sini. Ditujukan menjadi destinasi wisata kelas dunia, KEK terpadu Mandalika akan dilengkapi dengan ragam fasilitas mulai dari hotel bintang lima, luxury camping ground, eco-electric train, 71 hektare taman edukasi mangrove, kereta gantung sepanjang 4 kilometer, lapangan golf, hingga sirkuit balap MotoGP.

Lanjut baca

Leisure

Keeksotisan Lembah Lereng Slamet

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Agrowisata di lereng Gunung Slamet ini tak hanya menyejahterakan warganya, tapi juga menambah perbendaharaan wisata kreatif di Indonesia.

 

Salah satu implementasi Nawacita ketiga—membangun Indonesia dari pinggiran, adalah terbentuknya desa-desa mandiri yang mampu mengoptimalkan potensi daerah, baik dari sumber daya manusia ataupun sumber daya alam.

Lembah Asri Serang (D’Las) merupakan salah satu wujud keberhasilan itu. Terletak di Desa Wisata Serang, Purbalingga, Jawa Tengah, D’Las menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). D’Las yang berada di lembah lereng timur Gunung Selamet ini mulai beroperasi sejak 2010 silam, setelah Desa Serang ditetapkan sebagai desa wisata oleh mantan Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko.

Mulanya, D’Las dibentuk dari hasil swadaya masyarakat yang digagas oleh Sugito, Kepala Desa Serang kala itu. Sugito membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan mengandalkan wisata petik stroberi. Beberapa warung makan turut dibangun di tepi jalan desa yang juga merupakan jalur utama menuju pos terakhir jalur pendakian Gunung Slamet dari Purbalingga.

Baca Juga: Menghidupkan Literasi dan Wisata Histori

Seiring waktu, kawasan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan. Maka, untuk menjaga profesionalitas D’Las dijalankan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, yang dikelola oleh Pokdarwis dan berinduk pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan dana patungan, sedikit demi sedikit warga mampu mencicil berbagai perlengkapan kegiatan outbound sebagai penyemarak kawasan D’Las dan merapikan kawasan wisata.

Agrowisata

Objek wisata berhawa sejuk ini cukup mudah ditemukan karena berada di jalur alternatif Banyumas–Pantura. Tak jarang, tempat yang dulu dikenal dengan nama Rest Area Serang ini disinggahi para pemudik untuk rehat sejenak, sembari menyegarkan mata, juga tubuh. Sementara, jika Anda datang dari pusat Kota Purbalingga, D’Las dapat dicapai setelah berkendara sekitar 45 menit. Atau, 10 menit dari Jalan Raya Purbalingga–Pemalang.

“Kompleks agrowisata ini akan menjadi sarana edukasi sekaligus tempat berlibur menyenangkan bagi Anda dan keluarga.”

Kompleks agrowisata ini akan menjadi sarana edukasi sekaligus tempat berlibur menyenangkan bagi Anda dan keluarga. Anda bisa memetik stroberi dan makan sepuasnya di kebun. Atau, menimbangnya untuk dibawa pulang. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi perkebunan kubis (kol), sawi, kentang, dan wortel. Atau, membeli beragam bibit pohon bunga untuk ditanam di rumah.

Buah hati Anda dapat diajarkan untuk mengasihi dan cara merawat hewan di rumah kelinci. Si anak dibebaskan untuk memegang, bermain, hingga memberi makan kelinci-kelinci di sana. Lalu, ada juga taman bermain yang lengkap dan menyenangkan. Mau yang lebih menantang? Ajaklah anak Anda menyusuri liku-liku labirin hingga menemukan jalan keluarnya.

Baca Juga: Wisata ala Sultan di Jantung Bintan

Sejumlah aktivitas menyenangkan lainnya juga bisa dilakukan di sini seperti berenang, berkuda, dan berswafoto. Namun, bagi Anda si pemacu adrenalin, wajib menjajal serangkaian kegiatan mancakrida (outbound) yang telah disediakan, seperti luncur gantung (flying fox), titian tinggi (high rope), dan motor ATV. Ada juga Rapelling, paket wisata yang akan menguji nyali Anda dengan menyusuri tebing setinggi 30 meter.

Di sini juga disediakan pusat jajanan untuk pengunjung yang ingin mencari oleh-oleh berbagai olahan buah stroberi seperti getuk, keripik daun stroberi, sirup, dan winbery (sejenis minuman dari stroberi yang telah difermentasi).

Festival tahunan

Anda bisa berkunjung ke D’Las saat masyarakat setempat mengadakan acara tahunan, Festival Gunung Slamet (FGS). Biasanya, festival ini dilakukan saat bulan Asyura—hari ke-10, (bulan Muharam dalam kalender Hijriyah). Pada festival ini, kemeriahan lebih terasa karena pengunjung dan warga tumpah ruah bersama-sama menikmati tradisi turun-menurun ini.

Kegiatan festival diawali dengan prosesi pengambilan air di sumber mata air Sikopyah, Dusun Kaliurip, Desa Serang. Air akan dibawa menggunakan 777 lodong (tempat air dari bambu) oleh warga desa setempat yang terdiri dari para ibu, remaja putri, dan para pemuda.

Baca Juga: Ke Sumenep Aku ‘kan Menepi

Konon, simbol 777 menandakan pitulungan yang bermakna air itu membawa pertolongan kepada warga masyarakat Serang dan Purbalingga. Tak heran, warga setempat menyebut mata air Sikopyah sebagai air kehidupan. Air dalam lodong-lodong itu kemudian dibawa menuju Balai Desa Serang untuk disemayamkan hingga hari terakhir festival dan dibagikan kepada warga dan pengunjung.

Festival ini juga dimeriahkan dengan perang buah tomat, pentas seni kuda lumping, pertunjukan wayang kulit, dan Akustik Gunung yang menghadirkan musisi kenamaan. Festival budaya ini biasanya berlangsung selama tiga hari. Untuk itu, disarankan bagi Anda mencari informasi acara dan ketersediaan sarana akomodasi sejak jauh-jauh hari.-Ruruh Handayani

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News1 hari lalu

Merdeka Menikmati Humor Gratis di Masa Krisis

Kondisi sosial ekonomi dunia, termasuk Indonesia memang masih menghawatirkan akibat pagebluk Covid-19. Namun, jangan sampai keadaan itu membunuh semangat dan...

Breaking News1 minggu lalu

10 Perusahaan Global ini Menjadi Pemungut PPN Produk Digital yang Dijual di Indonesia

Direktur Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk sepuluh perusahaan global yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai atas barang dan...

Breaking News1 minggu lalu

Modal Nabung di Himbara, UMKM Bisa Sekalian Bikin NPWP

Pemerintah akan mempermudah pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) lewat perbankan. Ada empat perbankan...

Breaking News1 minggu lalu

Penyerapan stimulus fiskal Pengaruhi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Stabilitas sistem keuangan triwulan II 2020 normal.  serapan stimulus fiskal pengaruhi percepatan pemulihan ekonomi.   Menteri Keuangan Sri Mulyani yang...

Breaking News1 minggu lalu

FINI: Kemudahan Investasi Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Nikel

Pengusaha sektor pertambangan mendeklarasikan berdirinya Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Rabu pagi, (5/8/2020). Forum...

Breaking News1 minggu lalu

Magnet “Tax allowance” dan Simplifikasi Aturan untuk Percepatan Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.96/PMK.010/2020 untuk merevisi mekanisme pemberian tax allowance berupa fasilitas Pajak...

Breaking News1 minggu lalu

Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Sejak didapuk menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) pada akhir November 2019 lalu, sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu...

Breaking News2 minggu lalu

DJP: Perlu “Effort” Perusahaan Agar Insentif Pajak Bagi Karyawan Bisa Dimanfaatkan

Pengusaha mengaku kerepotan untuk melaksanakan insentif PPh Pasal 21 atau pajak gajian bagi masyarakat yang ditanggung pemerintah (DTP). Mereka menilai,...

Breaking News2 minggu lalu

Kawal Wajib Pajak Agar Tak Terjerumus Dalam Pidana Pajak

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan seminar on-line perpajakan bertajuk “Peran Konsultan...

Breaking News2 minggu lalu

Belanja Pemerintah Kunci Melepas Belenggu Resesi

Jika terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di suatu negara, pendapatan riilnya merosot tajam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, itu merupakan...

Populer