Connect with us

Padmamitra

Menghargai Sumbangsih untuk Kesejahteraan Sosial

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Banyak CSR masih sebatas kegiatan filantropis dan karitatif. Melalui Padmamitra Awards, Kementerian Sosial mengajak perusahaan dan badan usaha untuk menjalankan CSR di bidang kesejahteraan sosial.

Tahun ini adalah kali ketiga penyelenggaraan Padmamitra Awards, sebuah penghargaan tertinggi dari pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk perusahaan dan badan usaha yang telah melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan baik. Seperti diketahui, umumnya kegiatan TJSL atau corporate social responsibility (CSR) di Indonesia masih sebatas kegiatan filantropis dan karitatif yang insidental sehingga kurang terencana dan tak tertata dengan baik, terutama CSR perusahaan non-BUMN.

Selama ini baru BUMN dan perusahaan migas yang telah melakukan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial dengan baik lewat pendekatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Hal itu mengacu pada Keputusan Menteri BUMN tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PER-05/MBU/2007, dan amanah Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang Kontrak Kerja Sama. Perusahaan-perusahaan swasta, terutama yang kurang mendapat sentuhan regulasi umumnya baru menyentuh ranah lima pilar utama, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan sosial.

Melalui Padmamitra Awards inilah Kementerian Sosial bekerja sama dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kessos) mendorong dunia usaha untuk melakukan CSR pemberdayaan masyarakat yang mengarah pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satu pilarnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial.

Forum CSR Kessos adalah sebuah organisasi nirlaba independen yang dibentuk untuk meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan tanggung jawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga, berkelanjutan, efektif dan masif. Terbentuk pada tahun 2012 berdasarkan Permensos RI No 13 Tahun 2012, forum ini mencoba menjadi wadah dan jembatan bagi dunia usaha, baik BUMN, BUMD, dan swasta dalam upaya mengarahkan program CSR yang berkualitas. Forum ini menghubungkan pihak yang membutuhkan (penerima manfaat) CSR maupun pihak dunia usaha (pemberi manfaat), sebagai bentuk kepedulian dan membantu sesama dengan berbagai kegiatan yang disusun untuk mencapai target atau sasaran yang diinginkan.

Anggota forum terdiri dari unsur perusahaan, pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat yang secara bersama-sama berupaya membangun sinergi dalam mengajak perusahaan untuk memberikan perhatian lebih pada bidang kesejahteraan sosial, khususnya dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial atau yang lebih dikenal dengan istilah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Langkah ini sebagai upaya menjalankan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas, Undang-Undang Nomor  11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, juga Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

“Kami sangat berterima kasih sekecil apa pun kontribusi dari perusahaan untuk melakukan CSR di bidang kesejahteraan sosial. Bagi kami di Kementerian Sosial, ini merupakan sumbangsih yang tidak ternilai.”

Minat meningkat

Padmamitra Awards pertama kali diselenggarakan tahun 2014. Dari tiga kategori penghargaan, yaitu berdasarkan perencanaan program, sasaran program, dan jangkauan program, ajang itu menetapkan 17 perusahaan dari 18 peserta mendapatkan penghargaan. Kala itu penjurian yang dilakukan masih sebatas kualitatif. Juri-juri independen melakukan penelitian pada laporan tahunan yang diberikan oleh perusahaan dan melakukan kunjungan lapangan. Tahun itu merupakan tonggak awal perhelatan penghargaan yang kemudian disepakati untuk diselenggarakan setiap dua tahun.

Pada ajang Padmamitra Awards berikutnya—tahun 2016, animo perusahaan untuk mengikuti pun meningkat, meski belum signifikan. Ada 36 perusahaan yang mendaftarkan diri dan setelah dilakukan penjurian menghasilkan 15 perusahaan sebagai pemenang. Pada penyelenggaraan kedua ini, metode penjurian diperkaya dengan menambahkan aspek kuantitatif sebagai batasan juri dalam menilai, selain tentu dukungan data sekunder berupa laporan tahunan dan data primer yang diperoleh langsung saat kunjungan lapangan.

Rata-rata juri menghabiskan waktu satu hingga tiga bulan untuk menilai perusahaan. Selain itu, sejak Padmamitra Awards 2016, variabel penilaian ditetapkan berdasarkan tujuh skala prioritas PMKS, yakni penanganan kemiskinan, penanganan ketelantaran, penanganan kecacatan, penanganan ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, penanganan keterpencilan, penanganan korban bencana, penanganan korban kekerasan dan diskriminasi.

Tahun ini, dengan mengusung semangat pembaruan, Padmamitra Awards 2018 pertama kali dilakukan tanpa berkas fisik (paperless). Proses pelaksanaan—pendaftaran, seleksi berkas, seleksi presentasi, hingga putusan final juri dilakukan secara on-line dengan situs resmi Padmamitra.com. Ternyata penyederhanaan teknis ini lebih menarik minat perusahaan, setidaknya jika dilihat dari jumlah peserta.

Ada 72 perusahaan yang mendaftar dalam perhelatan tahun ini. Dari 72 peserta itu, 56 perusahaan di antaranya diundang untuk mengikuti seleksi presentasi yang dilakukan di Jakarta selama dua hari. Dari hasil seleksi presentasi, 47 perusahaan lolos seleksi. Juri akhirnya menetapkan 21 perusahaan berhak meraih penghargaan tertinggi dari Kementerian Sosial RI. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juri yang dilibatkan pun berasal dari perwakilan semua unsur pemangku kepentingan, baik perusahaan, akademisi, pemerintah, dan tokoh masyarakat.

Kementerian Sosial pun menyambut baik penyelenggaraan Padmamitra Awards ini. Apalagi dari tahun ke tahun minat peserta terus meningkat. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis, pada penghargaan berikutnya, peserta yang ikut akan semakin banyak.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun, dari waktu ke waktu peserta, badan usaha yang berpartisipasi semakin banyak. Kami sangat berterima kasih sekecil apa pun kontribusi dari perusahaan untuk melakukan CSR di bidang kesejahteraan sosial. Bagi kami di Kementerian Sosial, ini merupakan sumbangsih yang tidak ternilai,” tutur Agus usai acara penyerahan penghargaan Padmamitra Awards 2018 di Ballroom Swiss-Belhotel Jakarta, Kamis malam (25/10).

Padmamitra Awards 2018 terselenggara berkat kerja sama yang baik antara Forum CSR Kesejahteraan Sosial yang didukung penuh oleh Kementerian Sosial RI. Ke depan, semoga acara ini menjadi pemicu semangat bagi perusahaan dan badan usaha untuk berkontribusi memajukan Indonesia melalui CSR di bidang kesejahteraan sosial.

Padmamitra

Fokus pada Perluasan Jaringan dan Soliditas

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Ketua Forum CSR Kesejahteraan Sosial Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengemukakan penyelenggaraan Padmamitra Awards 2018 yang memasuki tahun ke-3 saat ini mampu membangun sinergi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan kegiatan CSR.

Ia memberi contoh, kegiatan CSR yang dilakukan ketika membantu kebencanaan di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu menunjukkan adanya koordinasi yang solid antara pemberi bantuan dan pihak yang berada di lapangan.

“Mudah-mudahan kegiatan CSR seperti kebencanaan ini bisa semakin baik manajemennya. Baik yang di lapangan maupun yang memberi bantuan bisa saling bekerja sama,” kata Mangkubumi kepada Majalah Pajak di acara Padmamitra Awards 2018 di Jakarta, Kamis (25/10).

Dalam Padmamitra Awards tahun ini, sebanyak 21 perusahaan menerima penghargaan dari Kementerian Sosial. Ia mengatakan pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi kepada dunia usaha yang telah menyelenggarakan program CSR yang berkaitan dengan tujuh bidang kesejahteraan sosial. Ketujuh bidang itu meliputi kemiskinan, ketelantaran, disabilitas, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, kebencanaan, serta korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Ia mengungkapkan, penyelenggaraan Padmamitra di tahun-tahun sebelumnya lebih difokuskan pada pembenahan manajemen organisasi. Adapun di tahun ketiga penyelenggaraan saat ini Forum CSR Kessos sudah lebih menekankan pada upaya perluasan jaringan dan kemitraan.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News6 jam lalu

Penyerapan stimulus fiskal Pengaruhi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Stabilitas sistem keuangan triwulan II 2020 normal.  serapan stimulus fiskal pengaruhi percepatan pemulihan ekonomi.   Menteri Keuangan Sri Mulyani yang...

Breaking News1 hari lalu

FINI: Kemudahan Investasi Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Nikel

Pengusaha sektor pertambangan mendeklarasikan berdirinya Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Rabu pagi, (5/8/2020). Forum...

Breaking News1 hari lalu

Magnet “Tax allowance” dan Simplifikasi Aturan untuk Percepatan Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.96/PMK.010/2020 untuk merevisi mekanisme pemberian tax allowance berupa fasilitas Pajak...

Breaking News2 hari lalu

Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Sejak didapuk menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) pada akhir November 2019 lalu, sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu...

Breaking News3 hari lalu

DJP: Perlu “Effort” Perusahaan Agar Insentif Pajak Bagi Karyawan Bisa Dimanfaatkan

Pengusaha mengaku kerepotan untuk melaksanakan insentif PPh Pasal 21 atau pajak gajian bagi masyarakat yang ditanggung pemerintah (DTP). Mereka menilai,...

Breaking News3 hari lalu

Kawal Wajib Pajak Agar Tak Terjerumus Dalam Pidana Pajak

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan seminar on-line perpajakan bertajuk “Peran Konsultan...

Breaking News4 hari lalu

Belanja Pemerintah Kunci Melepas Belenggu Resesi

Jika terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di suatu negara, pendapatan riilnya merosot tajam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, itu merupakan...

Breaking News5 hari lalu

Resesi Menekan Pasar Modal, Investasi Emas Jadi Pilihan

Sejak beberapa bulan terakhir, harga emas kian meroket. Pada awal Agustus ini, misalnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero)...

Breaking News6 hari lalu

Jakarta Perpanjang PSBB Transisi dan Berlakukan Lagi Aturan Ganjil-Genap

Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia belum juga reda. Hingga Jumat (31/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengumumkan, kasus terkonformasi...

Breaking News6 hari lalu

Rayakan Iduladha, PT KAI Berikan Diskon Perjalanan Hingga 25 Persen

Perayaan Iduladha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain merosotnya penjualan hewan Kurban yang dialami pedagang di berbagai daerah...

Populer