Connect with us

Reviews

Mendeteksi Kebocoran

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Foto: Rivan Fazry

Saat ini masih banyak lembaga pemerintah yang belum dapat melaksanakan kegiatannya secara maksimal. Masih banyak kebocoran, pemborosan, inefisiensi, bottleneck yang membuat suatu program gagal mencapai sasaran. Dibutuhkan metode yang menunjang agar suatu program dapat berjalan maksimal, salah satunya dengan audit kinerja.

Baca Juga: Menulis, Cara Efektif untuk Berdialog

Audit Kinerja menguraikan metodologi audit kinerja, termasuk teknik pengumpulan data melalui berbagai macam cara—telaah dokumen, wawancara, konfirmasi, pengujian fisik, benchmarking, survei, focus group discussion (FGD), dan penggunaan tenaga ahli.

Auditor yang hendak melaksanakan audit kinerja, baik di perusahaan atau di instansi pemerintah, dapat mempertimbangkan buku

Baca Juga: Mengatur Keuangan Pribadi pada Masa Kenormalan Baru

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Receh tapi tidak Remeh | Majalah Pajak

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertorial

Taat Membawa Berkat

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Ron…

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Rony Imanuel ini di acara Spectaxcular 2021 bertema “Pajak untuk Vaksin”, Senin (22/03). Mongol ikut mengingatkan pentingnya disiplin diri […]

The post Taat Membawa Berkat appeared first on Majalah Pajak.

Lanjut baca

Reviews

Menguak Peran Kebijakan Fiskal di Masa Pandemi

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Ekonomi global tertekan oleh pandemi Covid-19 memaksa pemerintah berbagai negara, termasuk Indonesia, mengoreksi angka pertumbuhan 2020 dan membuat paket stimulus ekonomi. Di satu sisi, aktivitas ekonomi harus terus berjalan, dan di sisi lain negara juga harus tetap fokus melindungi kesehatan masyarakat. Maka, ditempuhlah kebijakan ekonomi yang salah satunya berupa pemberian insentif fiskal kepada sektor usaha yang terdampak pendemi.

Buku Insentif Pajak dan Ketahanan Fiskal Pada Masa Pandemi Covid-19 merupakan kumpulan buah pemikiran yang ditulis oleh para peneliti dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF), pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan pengajar dari Universitas Indonesia (UI). Delapan tulisan di dalamnya membahas insentif pajak, insentif fiskal sektor industri, stimulus pemulihan ekonomi melalui BUMN, sampai pada harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Buku ini juga menjelaskan tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM di masa pandemi.

Disajikan dengan bahasa yang lugas, buku ini bisa menjadi referensi bagi pembaca dan peminat kebijakan publik.

 

Judul Buku      : Insentif Pajak dan Ketahanan Fiskal Pada Masa Pandemi Covid-19

Editor               : Heru Subiyantoro dan Singgih Riphat

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan            : 2021

Tebal                 : 163 Halaman

Harga                : Rp 170.000

Lanjut baca

Reviews

Seruan Lembut Menuju Pajak

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Tingkat kepatuhan perpajakan belum optimal. Padahal, generasi baru yang terlahir saat ini akan menjadi tulang punggung negara di tahun 2045 nanti. Bila edukasi adalah kunci, maka perlu dipikirkan bagaimana kesadaran perpajakan itu ditumbuhkan dengan menyentuh rasa setiap insan. Upaya ini melahirkan, salah satunya, buku Ku, Mu, Nya.

Buku karya Aan Almaidah Anwar ini merupakan kumpulan tulisan yang menyampaikan informasi perpajakan melalui pendekatan sastra. Melalui 48 tulisan dalam 4 bab, pajak digambarkan dengan sederhana tapi sarat akan makna dan pembelajaran.

Dalam tulisan “Korona dan Bayangannya” (halaman 233), penulis menjelaskan, untuk menciptakan hasil yang diinginkan, kita harus memulai dengan membayangkan sesuatu dengan cara yang membuat kita berada dalam kondisi berdaya dan semangat, sehingga kita terdorong melakukan hal yang berkualitas. Ditarik ke soal pajak, dengan membayangkan keindahan dan tetap melakukan kewajiban perpajakan dengan ikhlas, maka terbentuklah bayangan indah bagi Indonesia di masa depan. Buku ini, bisa jadi bukti autentik bahwa tulisan lembut dapat menyadarkan seseorang akan pentingnya pajak bagi kehidupan kita.

 

Judul Buku      : Ku, Mu, Nya

Penulis             : Aan Almaidah Anwar

Penerbit           : Koperasi Pegawai Kantor Direktorat Jenderal Pajak

Cetakan            : Maret 2021

Tebal                 : 279 Halaman

Harga                : Rp 75.000

Lanjut baca
/

Populer