Connect with us

Business Trend

Mencipta Metasemesta untuk Semua

Diterbitkan

pada

Foto dan Ilustrasi: Dok. WIR Group
Kebutuhan terhadap teknologi digital menanjak tajam. WIR Group bertekad menciptakan tren dan kebutuhan di masa depan dengan menggabungkan solusi teknologi mutakhir.

  

Majalahpajak.net – Perusahaan teknologi terus berlomba menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pelaku industri di tengah zaman yang terus berubah. Kebutuhan masyarakat terhadap teknologi digital, misalnya, meningkat tajam dan tak terbayangkan sebelumnya. Dan tentu saja, itu menjadi peluang pasar yang potensial.

“Kami selalu fokus pada pengembangan teknologi digital yang memiliki potensi bisnis luar biasa di masa depan dan terus melakukan berbagai inovasi produk dan layanan dengan teknologi tinggi yang dapat diadopsi dan dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri, bisnis, pemerintahan dan masyarakat,” kata Michael Budi kepada Majalah Pajak melalui jawaban tertulis, Rabu (30/03).

Solusi digital

Michael Budi adalah Direktur Utama PT WIR Asia Tbk dan Co-founder WIR Group, perusahaan yang menyediakan metasemesta atau metaverse yang dapat dinikmati semua orang (A liveable world of metaverse for everyone). Perusahaan ini bertekad memperkaya pengalaman kehidupan individu, perusahaan, dan masyarakat dengan menghadirkan solusi realitas digital melalui AR (augmented reality), VR (virtual reality), dan AI (artificial intelligence).

WIR Group menawarkan, antara lain, DAV, yakni solusi media interaktif di dalam ruang yang dikombinasikan dengan teknologi AI. DAV diklaim membantu memberikan layanan interaksi media secara efektif dan efisien.

“Ribuan minimarket telah menggunakan DAV versi 1.0 dan kini DAV versi 2.0 yang ditempatkan di minimarket, hotel, bandara, apotek dan lainnya,” papar Michael.

Baca Juga : Bersiap Cetak Jasa Digital Kelas Dunia

Perusahaan juga memiliki Mindstores, yakni layanan yang memungkinkan setiap orang membuka cabang retailer yang sudah terkenal. Solusi ini memungkinkan layanan ekonomi digital menembus kota-kota kecil yang masih bergantung pada uang kas dan dapat membantu mereka membangun bisnis sendiri dengan modal terbatas. Beberapa merek ternama telah menjadi partner Mindstores, seperti Alfamart dan Kimia Farma.

Produk WIR Group lainnya adalah AR&Co, yakni solusi teknologi AR yang banyak digunakan oleh perusahaan dari berbagai sektor untuk keperluan pelatihan, edukasi,  maupun komersial.

WIR Group membidik pelanggan dari perusahaan yang mengerti pentingnya teknologi digital untuk mengakselerasi transformasi bisnis dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor UMKM.

“Saat ini kami memiliki pelanggan dan mitra yang luas dari berbagai sektor mulai dari industri, pemerintahan, dan pendidikan,”ungkapnya.

Michael menyatakan, perusahaan harus mampu melihat kebutuhan teknologi jauh ke depan dan bukan hanya yang sudah ada saat ini. Untuk itu, pengembangan produk dan layanan terus dilakukan melalui inovasi dan kreativitas teknologi digital yang dapat menciptakan tren dan kebutuhan di masa depan. Dengan strategi itu, perusahaan akan mampu menjadi pemain teknologi yang terdepan.

Menurutnya, teknologi realitas digital berada di tengah pengembangan masyarakat industri 5.0 di mana umat manusia akan bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, terutama yang terkait dengan personalisasi dan big data.

Baca Juga : Inovasi Digital Kuatkan Tiga Pilar

“Metaverse”

WIR Group membantu klien dari berbagai merek, membantu mereka memikat konsumen dari berbagai generasi yang kini banyak menggunakan perangkat digital.

Saat ini permintaan dari industri maupun pemerintahan untuk mengadopsi teknologi digital sangat tinggi. Memang, dengan mengadopsi teknologi terkini, terang Michael, orang maupun organisasi akan kian kompetitif di era digital.

Michael optimistis perusahaan teknologi kreatif seperti WIR Group akan mampu membentuk perilaku, mendefinisikan produk inovatif baru, dan membangun jaringan di antara komunitas wirausaha untuk memperkuat dunia bisnis inovatif masa depan di Indonesia. Untuk itu, WIR Group akan lebih fokus dalam pengembangan platform metaverse Indonesia yang kini tengah disiapkan secara bertahap hingga 2024.

“Kami sedang mempersiapkan fase pengembangan platform metaverse di Jakarta, Bali dan Ibu Kota Negara. Dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Investasi/BKPM, WIR Group dapat menciptakan inovasi baru yang relevan dan selaras dengan visi dan tujuan negara,” jelasnya.

Business Trend

Geotermal akan Jadi Porsi Terbesar

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa
Bisnis hijau kini menjadi tren. Secara bertahap industri melakukan transisi menuju energi baru dan terbarukan, tak terkecuali di lingkungan BUMN

 

Majalahpajak.net-Perubahan iklim yang berdampak kepada kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya telah mendorong kerja sama komitmen internasional untuk mewujudkan ekonomi hijau (green economy). Ia telah pula memengaruhi tren bisnis dunia menuju transformasi ke arah bisnis yang ramah lingkungan.

Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti situasi ini. Ia mengatakan, perubahan iklim tidak hanya mengancam peradaban melainkan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan stabilitas keuangan global. Pemerintah Indonesia telah memperbarui komitmen terkait perubahan iklim dalam transisi mengurangi emisi karbon, yaitu sebesar 29 persen atas usaha sendiri dan 41 persen dengan kerja sama internasional.

Kementerian BUMN telah menyusun Peta Jalan Ekonomi Hijau untuk mencapai zero emission pada tahun 2060. Ia mengingatkan, pada era sekarang ini pertumbuhan ekonomi berdasarkan kemampuan manusia bekerja dan menciptakan tidak lagi hanya menitikberatkan pada sumber daya alam. Oleh karenanya, ekonomi hijau menjadi penting untuk terus dikembangkan.

“Kementerian BUMN membentuk klaster khusus energi dan minerba. PLN, Pertamina dan industri lainnya aktif bertransformasi ke energi bersih dan mengurangi emisi karbon dengan membangun energi alternatif seperti geotermal, air, dan angin. Kita juga bisa mendorong penggunaan kompor induksi di rumah-rumah yang sudah punya listrik sehingga menekan ketergantungan pada barang impor seperti elpiji,” kata Erick secara daring pada acara HUT Jaringan Siber Media, Selasa (8/02).

Baca Juga : Momentum untuk Ekonomi Hijau

Erick menjelaskan, penyusunan Peta Jalan Ekonomi Hijau seiring dengan upaya pemerintah dalam mempersiapkan transisi energi, yaitu penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai pengganti bahan bakar fosil terutama batu bara.

Kementerian BUMN telah mendorong 43 BUMN dan anak usahanya untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau. Erick memaparkan, tahun ini PLN menargetkan pembangunan pembangkit EBT berkapasitas 1,19 gigawatt (GW) yang mencakup pembangkit listrik air dan minihidro (PLTM) 490 MW dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 195 MW. Tahun 2021 PLN telah meningkatkan 13 PLTM dengan kapasitas total 71,9 MW. Selanjutnya PLN akan segera menandatangani fasilitas pendanaan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk mendukung transisi energi.

Di sektor pertambangan minyak dan gas bumi, Pertamina membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang diproyeksikan bisa menghemat Rp 4 miliar per tahun. Perusahaan pelat merah di sektor migas ini mulai menjajaki bahan bakar EBT dan mengembangkan teknologi carbon capture and utilization and storage (CCUS) dengan menggandeng ExxonMobil. CCUS adalah teknologi yang dapat menangkap dan menyimpan karbon.

“Kementerian BUMN telah menugaskan perusahaan BUMN di klaster energi dan minerba seperti PLN, Pertamina, MIND ID (holding BUMN tambang), dan Bukit Asam untuk terus berinvestasi demi energi masa depan,” papar Erick.

Di sektor batu bara, perusahaan tambang batu bara Bukit Asam (PTBA) melakukan reformasi konsumsi energi dengan menekan penggunaan bahan bakar fosil menjadi elektrik untuk mengurangi emisi karbon dalam pengoperasian lahan tambang. Peralihan bahan bakar itu ditargetkan mampu menghemat konsumsi BBM hingga 1,2 juta liter per tahun atau setara dengan Rp 10,78 miliar per tahun. PTBA juga tengah menjajaki penggunaan teknologi CCUS untuk menekan emisi karbon. Sementara di sektor perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melakukan transformasi energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan Biomassa.

Transisi

Sementara, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansyuri menyampaikan pentingnya mendorong kebijakan transisi energi hijau yang berkelanjutan, efisien, mudah, terjangkau dan konkret. Saat ini hampir semua negara sudah memulai transisi energi hijau dengan mengurangi energi fosil secara bertahap. Langkah ini harus konkret, salah satunya melalui roadmap pengembangan EBT beserta skema pembiayaannya.

Pahala mengatakan, mulai 1 April 2022 Indonesia akan mengenakan pajak karbon sesuai amanat Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Pemerintah juga akan mendorong berbagai proyek pembangunan yang sustainable dan ramah lingkungan.

Kementerian BUMN telah membuat Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang lebih hijau. Dalam RUPTL 2021-2030, jelasnya, porsi listrik dengan EBT sebesar 51,57 persen atau setara 20.923 MW. Pemerintah Indonesia memiliki peta jalan transisi energi yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional. Dalam peta jalan itu, EBT ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025 dan mencapai 31 persen di 2050 dalam bauran energi. Kemandirian energi nasional memerlukan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan, seperti geotermal.

Baca Juga : Agresif Siapkan Kereta Transisi Energi

“Pemerintah akan fokus pada pengembangan panas bumi sebagai porsi terbesar dalam EBT. Kita akan kembangkan geotermal dengan target penurunan emisi dari perusahaan BUMN 85 juta ton CO2,” ungkap Pahala.

Menurutnya, geotermal atau panas bumi merupakan energi andalan Indonesia dengan biaya penyediaan energi yang lebih murah yakni hanya 7,6-8 sen dollar AS per kWh dibandingkan EBT lainnya seperti baterai dari energi surya yang membutuhkan biaya 12 sen dollar AS per kWh. Peningkatan penggunaan geotermal juga akan menekan impor BBM nasional.

Pihaknya terus mendorong BUMN untuk mengoptimalkan pengembangan geotermal di wilayah kerjanya sendiri. Saat ini baru Sembilan persen wilayah kerja geotermal yang berproduksi dengan kapasitas hanya 1.900 MW, sehingga masih ada potensi 19 GW.

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.877 MW. Dari kapasitas itu, sebesar 672 MW dioperasikan sendiri dan sisanya (1.205 MW) merupakan kontrak operasi bersama.

Untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi, saat ini PGE sedang mengembangkan teknologi baru dengan menggunakan binary cycle.

Pahala berharap Pertamina dapat berperan sebagai pemimpin transisi energi di Indonesia melalui Subholding Pertamina New Renewable Energy (PNRE).

Lanjut baca

Business Trend

Celah Bisnis di Jagat Artifisial

Diterbitkan

pada

Penulis:

Penerapan kecerdasan buatan, penggunaan mata uang kripto, hingga teknologi metaverse akan mewarnai tren bisnis di tahun 2022.

Majalahpajak.net-Bisnis non-fungible token (NFT) di tanah air telah memunculkan fenomena baru. Ghazali, mahasiswa asal Semarang, Jawa Tengah, menjual swafoto miliknya sebagai NFT dengan total harga mencapai miliaran rupiah. Ia membuat foto dirinya secara konsisten sejak 2017 dan baru mempromosikannya pada akhir 2021.

Masyarakat awam tentu bertanya-tanya apa gerangan bisnis Ghazali. NFT adalah bagian dari blockchain etherium atau aset kripto seperti halnya Bitcoin atau Dogecoin. NFT unik karena dapat menyimpan informasi tambahan dan hanya dapat dibuat satu kali dalam proses blockchain sehingga tidak dapat tergantikan oleh NFT lainnya. Oleh sebab itu NFT dapat menjadi pilihan saluran bagi para pekerja seni untuk menjual hasil karyanya secara daring.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, tren bisnis yang merebak selama pandemi seperti penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), mata uang kripto, hingga teknologi metaverse menunjukkan bisnis akan menuju dunia baru, yaitu dunia artifisial.

Perkembangan dunia artifisial yang muncul sejak era tahun 1780-an sampai sekarang saat memasuki era industri 5.0 dimulai dari membuat pemanis dan pewarna buatan untuk makanan, hewan peliharaan buatan, bedah plastik, hingga kecerdasan buatan. Berbagai produk artifisial itu bertujuan untuk membantu bahkan lama kelamaan dapat menggantikan peran manusia.

Baca Juga : Menilik Risiko dan Potensi Kripto

“Tren jangka panjangnya mengarah ke metaverse, yakni interaksi kehidupan secara virtual dan spaceverse atau interaksi kehidupan ruang angkasa. Intinya, semakin banyak orang yang akan meninggalkan dunia nyata dan masuk ke dunia imajinasinya,” kata pendiri Rumah Perubahan ini melalui kanal YouTube.

Ia memaparkan, fenomena escape atau menghilang karena jenuh selama pandemi kini menjadi kegiatan yang mulai mewarnai kehidupan masyarakat. Sejalan dengan fenomena itu, maka bisnis yang akan berkembang tentu yang juga mendukung fenomena escape seperti rekreasi di daerah yang jaraknya tidak jauh dari Jakarta, yakni Bandung, Bogor, atau Yogyakarta akan semakin ramai. Gerai kuliner, fesyen dan pemenuhan gaya hidup lainnya kini semakin merambah daerah pinggiran dengan konsep yang lebih sederhana. Merek gerai ternama seperti Starbuck, Pizza Hut, KFC, atau Harvest kian ekspansif dan mudah dijumpai di kawasan pinggiran.

Celah pasar

Rhenald mengatakan, tahun ini akan menjadi tahun yang penting bagi dunia digital, khususnya yang terkait dengan aset kripto, NFT, dan metaverse. Fenomena Ghazali membuat sejumlah orang tertarik dan tak ingin ketinggalan zaman. Padahal, upaya yang dilakukan Ghazali tidak semudah yang dibayangkan. Ia melihat Ghazali sebagai simbol ketekunan dan kecerdasan karena mengambil foto selama bertahun-tahun setiap hari dan cerdas melihat celah bisnis di NFT.

Baca Juga : Cintaku Jatuh ke Aset Kripto

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) dan COO Tokocryrpto Teguh Kurniawan Harmanda, ada tiga aspek yang memengaruhi NFT sehingga menjadi aset berharga, yakni kelangkaan, cerita di baliknya (story-telling), dan ketersediaan atau limitasi.

“Karya Ghazali (Everyday) itu kami kategorikan langka. Ada orang foto selfie selama lima tahun. Ini hal menarik dan ada orang yang mau jadi bagian dari cerita itu,” jelas Teguh kepada media, Kamis (21/01).

Teguh berpandangan, fenomena Ghazali dapat membangun kesadaran masyarakat tentang potensi bisnis dan investasi aset kripto. Platform Dappradar mencatat tren transaksi penjualan NFT di tahun 2021 secara global mencapai 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 357 triliun sepanjang 2021. Pencapaian yang tinggi ini seiring makin populernya aset kripto di masyarakat.

Tokocrypto yang memiliki marketplace NFT bernama TokoMall merupakan pelopor marketplace NFT di Indonesia. Sejak beroperasi pada Agustus 2021 lalu, TokoMall telah memiliki lebih dari 9.000 kolektor, 80 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT. Dengan dukungan jaringan tersebut, TokoMall memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses NFT secara lebih terjangkau dan mudah. Teguh menekankan tiga pilar yang perlu dipahami ketika mengerjakan proyek NFT yaitu unsur keunikan, utilitas, dan komunitas.

Baca Juga : Regulasi Pajak Aset Kripto Ciptakan Ekosistem Perdagangan yang Lebih Sehat

“Karya NFT harus memiliki unsur kelangkaan atau keunikan agar tidak umum. Lalu juga harus memiliki additional value yang ditawarkan kepada para pemegang NFT. Dan terakhir, community. Karya NFT akan sukses jika dibangun atas interest yang sama dari banyak individu,” ujarnya.

Lanjut baca

Populer