Connect with us

Breaking News

Memanfaatkan Data dan Informasi untuk Membangun Desa

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Webminar “Peran Strategi Penguatan Informasi dan Komunikasi melalui Kolaborasi Pemerintah Bersama Dunia Usaha untuk Pengembangan Kemandirian Desa”, Kamis (10/9/2020).

Sebagai unit terkecil pemerintahan, desa adalah sebuah mula dari peradaban. Tempat bertumbuhnya ragam budaya dan kearifan lokal Indonesia. Di sisi lain, desa masih identik dengan ketertinggalan, dan tempat di mana masih banyak kantung-kantung kemiskinan berada.

Untuk mengatasi itu, Presiden RI Joko Widodo menggagas program Dana Desa sebagai wujud implementasi nawacita ketiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui Program ini, diharapkan dapat memproduksi data dan informasi serta memanfaatkannya untuk membangun kesejahteraan penduduk desa dan menghidupkan perekonomian desa. Dengan sinergi Pusdiklat Pajak, Forum CSR Kesos, Komunitas Cinta Desa, dan Majalah Pajak diharapkan produksi data dan informasi tersebut dapat langsung dimanfaatkan dalam bentuk sinergi implementasi pemberdayaan desa, terutama melalui peningkatan kapasitas individu warga desa, didahulukan dari mereka yang berpotensi. Selain itu, data dan informasi dapat disajikan untuk mengentaskan permasalahan sosial yang ada di desa, bahkan mengubahnya menjadi potensi. Tujuan utamanya adalah agar tercipta desa-desa mandiri.

Isu ini menjadi pokok pembahasan dalam webinar bertajuk “Peran Strategi Penguatan Informasi dan Komunikasi melalui Kolaborasi Pemerintah Bersama Dunia Usaha untuk Pengembangan Kemandirian Desa”, pada Kamis (10/9/2020).

Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak (Pusdiklat) Pajak BPPK Kemenkeu RI, Majalah Pajak, dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta secara virtual berasal dari berbagai elemen, seperti pejabat desa, widyaiswara, perwakilan Kementerian Desa dan PDTT, serta perwakilan Kementerian Keuangan.

Kepala Pusdiklat Pajak BPPK Kemenkeu RI, Hario Damar memaparkan, pejabat desa semestinya bisa memanfaatkan data dan informasi untuk membangun kemandirian desa. Data dan informasi tentang desa seharusnya dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes), serta menjadi sarana pertanggungjawaban publik.

Tujuannya, untuk mengetahui keinginan atau kebutuhan desa secara transparan. Dengan data yang dikelola secara transparan inilah desa bisa meningkatkan tingkat kepercayaan stakeholder.

“Betapa pentingnya data dan informasi untuk menentukan target kebutuhan. Dari target itu bisa dilihat apakah desa itu bisa berkembang secara baik, atau hanya proyek-proyekan. Perlu dicermati bahwa dunia ini berkembang ke arah transparansi. Tanpa adanya transparansi, kita akan susah sekali mendapatkan dukungan dari mana- mana,” jelas Hario. Walau demikian transparansi data tetap harus menggunakan strategi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Disarankan untuk pertanggungjawaban publik, terlebih dahulu transparansikan data-data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, serta pertanggungjawaban pencapaian upaya penyelesaiannya.

Data tidak saja dapat digunakan oleh desa yang didukung perangkat desa yang bekerja penuh dedikasi, namun juga dapat digunakan oleh warganya atau relawan yang peduli. Tidak boleh rakyat kalah oleh perilaku jahat yang ada di desa, untuk itu mereka yang peduli perlu berkolaborasi, misalnya saja dalam Komunitas Cinta Desa.

Senada dengan Hario Damar, Sekretariat Jenderal Forum CSR Kesejahteraan Nasional Iyuk Wahyudi menyebut, data dan informasi merupakan modal penting dalam penyajian proposal desa yang menarik, nyata, dan berkelanjutan.

Sebuah program yang diajukan desa kepada perusahaan juga harus melibatkan sumber daya dan penggalian potensi lokal, serta adanya komitmen dan jaminan pelaksanaan dan tindak lanjut dari segenap pihak terkait juga berperan penting untuk.

“Perusahaan-perusahaan yang akan masuk ke desa untuk memberikan kerja sama ataupun bantuan, memerlukan komitmen dari semua pihak, baik dari aparat, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Karena, mereka tidak mau jauh-jauh datang ke desa dan memberikan sesuatu tapi rupanya tidak didukung,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Pendiri dan Ketua Umum Komunitas Cinta Desa Tohirin menyampaikan, ada empat pilar utama penopang kemandirian desa, yakni pradigma dan sikap mental, SDM, aspek permodalan, dan aspek keilmuan. Sementara di sisi lain, desa juga menghadapi beberapa tantangan di antaranya karakter desa, administrasi modern, pengelolaan SDM, dan pengelolaan SDA.

Tantangan ini kian bertambah dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan untuk merealokasi anggaran juga program-program desa.

“Respons desa saat ini di antaranya berusaha menangani Covid-19 sesuai arahan pihak berwenang, melakukan musyawarah desa, melakukan perubahan APBDes, dan menganggarkan BLT dalam APBDes, sesuai kebutuhan, serta tertib administrasi terkait proses pertanggungjawaban,” tutur Tohirin.—Ruruh Handayani/Foto: Rivan Fazry

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Ini 5 Poin Usulan Indonesia untuk Kerja Sama Perkuatan Pariwisata di ASEAN

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Pembukaan kegiatan The 52nd ASEAN National Tourism Organisations (NTOs) and Related Meetings yang digelar secara virtual pada Selasa (15/9/2020).

Jakarta, Majalah Pajak – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengusulkan lima komitmen kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan COVID-19 pada sektor pariwisata melalui ajang The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings yang dilaksanakan pada 15, 21, dan 28 September 2020.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, K. Candra Negara mewakili Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, rangkaian pertemuan ini menunjukkan komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan dampak COVID-19 di wilayah ASEAN.

“Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak COVID-19. Yang pertama, adalah Indonesia mengusulkan penghapusan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan The 52nd ASEAN National Tourism Organisations (NTOs) and Related Meetings yang digelar secara virtual pada Selasa (15/9/2020).

Candra Negara menjelaskan, ASAM merupakan open sky agreement yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan ASEAN melalui integrasi jaringan produksi dan liberalisasi pelayanan. Nantinya, maskapai dari negara anggota ASEAN dapat terbang secara bebas di dalam wilayah ASEAN.

Dalam perhelatan yang juga dihadiri oleh kepala NTOs dari negara anggota ASEAN, serta negara rekanan ASEAN yang tergabung dalam ASEAN +3 and ASEAN +1, Candra menjelaskan poin kedua yang diusulkan berkaitan mengenai Kamboja meminta agar keketuaan mereka dapat diperpanjang hingga tahun 2022.

Hal ini akan mempengaruhi posisi Indonesia dalam keketuaan ASEAN di 2022. Oleh karena itu, Indonesia akan menyampaikan beberapa jalan tengah kepada pihak Kamboja agar keketuaan ASEAN 2022 tetap menjadi milik Indonesia.

“Ketiga, Indonesia mengusulkan agar Progress of Draft Protocol to Amend the MRA-TP (Mutual Recognition Agreement on Tourism Professional) atau pengaturan antara negara-negara ASEAN yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan bebas dan pekerja yang berkualitas dan bersertifikat antara negara anggota ASEAN segera dijalankan. Di pertemuan NTOs sebelumnya, beberapa negara anggota,” ujarnya.

Keempat, lanjut Candra, terkait tentang pembahasan HCA (Host Country Agreement) pada Regional Secretariat for the Implementation of MRA-TP. HCA ini merupakan komponen penting untuk menetapkan dasar hukum dan standar pendapatan bagi berdirinya Sekretariat Regional.

Kelima, Indonesia mendukung adanya inisiatif Development of ASEAN Framework to Facilitate the Tourist Travel Bubble Schemes. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19 sehingga dapat memunculkan rasa percaya dari negara lain ketika membahas kemungkinan kerja sama travel bubble di masa depan.

Dalam pertemuan itu, terdapat beberapa hal yang menjadi agenda pembahasan pada rangkaian pertemuan ini, di antaranya Mid-Term Review ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025, ASEAN Tourism Marketing Strategy (ATMS) 2017-2020, ASEAN Tourism Professional Monitoring Committee (ATPMC). Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki beberapa isu strategis yang menjadi fokus pembahasan pada pertemuan kali ini.

Lanjut baca

Breaking News

Potong Rambut Gimbal, Rangkaian Dieng Culture Festival Ini Dihelat Secara Virtual

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Acara Dieng Culture Festival (DCF) pada 16-17 September 2020

Dieng, Majalahpajak.net – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk menyaksikan wisata virtual dalam ajang Dieng Culture Festival (DCF). Acara yang digelar pada 16-17 September 2020 ini dapat disaksikan melalui berbagai platform media sosial, antara lain YouTube, Facebook, Instagram, dan Mice.id.

Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan khas Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dengan inti acara pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng. Keunikan ritual ini ialah pemotongan rambut dilaksanakan atas permintaan anak dan harus memenuhi permintaan anak yang akan diruwat.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, Rabu (16/9/2020) menjelaskan bahwa Dieng Culture Festival merupakan salah satu event wisata unggulan di Jawa Tengah dan masuk dalam daftar Top 100 National Calendar of Events 2020 Kemenparekraf RI.

Acara Dieng Culture Festival (DCF) pada 16-17 September 2020

Event ini selalu dinanti oleh wisatawan. Kemenparekraf pun terus mendukung kegiatan tersebut yang tahun ini dilaksanakan secara virtual. Dan kami berharap event virtual ini tetap memiliki daya tarik meski harus disaksikan lewat media sosial,” ujar Rizki.

Ketua Panitia Dieng Culture Festival, Alif Fauzi mengatakan, konsep penyelenggaraan acara Dieng Culture Festival tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yakni menyesuaikan standar operasional prosedur penanganan COVID-19, dengan menyelenggarakannya secara virtual.

“Tahun ini kami hanya mengundang 50 peserta untuk datang menyaksikan acara secara langsung. Acara tahun ini memang berbeda. Kita harus prihatin dengan situasi COVID-19 yang juga belum tuntas, jadi acara Dieng Culture Festival yang ke-11 ini digelar secara virtual hybrid, target kami adalah masyarakat bisa menyaksikan DCF ini dengan rasa aman,” ujar Alif.

Lebih lanjut, Alif menjelaskan selain secara virtual, ada beberapa acara yang dihapuskan seperti kirab budaya, penerbangan lampion, kongkow budaya, dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penyebaran COVID-19.

“Ada beberapa memang yang tidak kami gelar, contohnya hal-hal yang mengundang orang untuk berkerumun itu kami tiadakan, seperti penerbangan lampion, kirab budaya, kongkow budaya. Dan malam acara jazz di atas awan juga disaksikan secara virtual. Ritual pemotongan rambut gimbalnya juga dilaksanakan secara virtual. Hanya mengundang 50 peserta VIP yang bisa nonton langsung ritual,” ujar Alif.

Rangkaian kegiatan Dieng Culture Festival telah dibuka Rabu (16/9), dengan beberapa agenda, seperti sambutan dari Bupati Banjarnegara, penampilan kesenian tradisi, webinar, hingga pertunjukan musik jazz di atas awan.

Lanjut baca

Breaking News

Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Akhir Desember 2020

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani menjawab pertanyaan media di Jakarta, Selasa (15/9/20).

Jakarta, Majalah Pajak – PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat hingga 31 Desember 2020 mendatang. Program Gadai Peduli adalah fasilitas gadai tanpa bunga atau bunga 0 persen untuk pinjaman sampai dengan nominal Rp 1 juta yang diberikan oleh PT Pegadaian (Persero).

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan, program bunga 0 persen merupakan bukti kepedulian perusahaan terhadap masyarakat selama pandemi Covid-19. Program ini sudah berlangsung sejak Mei 2020 lalu.

“Sampai akhir Agustus 2020 tercatat program ini sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 2 juta nasabah dengan total pinjaman Rp 1,39 triliun dengan rata-rata pinjaman Rp 690 ribu. Hal ini tentu membantu masyarakat dalam memperoleh solusi keuangan di tengah pandemi yang berdampak pada kondisi perekonomian,” jelas Basuki melalui keterangan tertulis, Selasa (15/9/20).

Masyarakat dapat mengajukan program tersebut dengan menggadaikan barang dengan melampirkan fotokopi KTP dan mengisi formulir yang sudah disediakan di outlet-outlet Pegadaian. Agar program ini bermanfaat bagi lebih banyak orang, setiap keluarga hanya boleh mengakses satu transaksi.

“Kondisi pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Karena itu Pegadaian memperpanjang program ini agar masyarakat dapat merasakan kehadiran perusahaan sebagai solusi keuangan yang tepat dalam memberikan solusi,” demikian kata Basuki.

Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Pegadaian dalam memberikan pelayanan juga menerapkan protokol pencegahan seperti mensyaratkan nasabah untuk dilakukan pengukuran suhu badan, mencuci tangan, memakai masker dan mengatur jarak dalam bertransaksi.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News1 hari lalu

Ini 5 Poin Usulan Indonesia untuk Kerja Sama Perkuatan Pariwisata di ASEAN

Jakarta, Majalah Pajak – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengusulkan lima komitmen kerja...

Breaking News3 hari lalu

Potong Rambut Gimbal, Rangkaian Dieng Culture Festival Ini Dihelat Secara Virtual

Dieng, Majalahpajak.net – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk menyaksikan wisata virtual dalam ajang...

Breaking News3 hari lalu

Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Akhir Desember 2020

Jakarta, Majalah Pajak – PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat hingga 31 Desember 2020 mendatang. Program Gadai...

Breaking News4 hari lalu

Merajut Komunikasi, Mendorong Sinergi

Komite Penanganan Covid-19 dan PEN diharapkan mampu mempercepat dan mengoptimalkan serapan anggaran stimulus pemerintah.   Pada 20 Juli lalu, Presiden...

Breaking News4 hari lalu

DPR Setujui RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2019 jadi Undang-Undang

Jakarta, Majalah Pajak – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan...

Breaking News5 hari lalu

Meningkatkan Kreativitas Menyampaikan Pesan untuk Wajib Pajak

Jakarta, Majalah Pajak – Pandemi Covid-19 membuat pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan di kantor, kini banyak dilakukan di rumah dengan memanfaatkan...

Breaking News5 hari lalu

Strategi Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Jakarta, Majalahpajak.net- Tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi Indonesia. Sempat ditargetkan mencapai angka di atas lima persen hingga awal...

Breaking News5 hari lalu

Peluang Investasi di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak perubahan besar di segala aspek kehidupan, terutama dalam hal dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Banyak negara...

Breaking News6 hari lalu

Membangkitkan Sektor Perumahan yang Lesu

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengucurkan pembiayaan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah atau KPR iB sebesar Rp...

Breaking News1 minggu lalu

Memanfaatkan Data dan Informasi untuk Membangun Desa

Sebagai unit terkecil pemerintahan, desa adalah sebuah mula dari peradaban. Tempat bertumbuhnya ragam budaya dan kearifan lokal Indonesia. Di sisi...

Populer