Connect with us

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Lokomotif Integrasi Transportasi Publik

Diterbitkan

pada

Foto: Dok. PT KAI (Persero)

Dengan transformasi yang adaptif, solutif, dan kolaboratif, KAI mengantarkan langkah melewati kebutuhan dan tantangan zaman.

 

MAJALAHPAJAK.NET – Kereta api mengiringi perjuangan bangsa jauh sebelum merdeka. Pada tahun 1842, Pemerintah Kolonial Belanda telah membangun jalur kereta api yang menghubungkan Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta. Kelak, Konfrensi Meja Bundar, Desember 1949, menetapkan pengambilalihan aset sehingga didirikanlah Djawatan Kereta Api (DKA) di 1950 untuk mengelola dan mengoperasikan kereta api. Untuk meningkatkan pelayanan, perusahaan bertransformasi menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di 1998.

Saat ini KAI memiliki tujuh anak perusahaan/grup usaha, yakni KAI Services (2003), KAI Bandara (2006), KAI Commuter (2008), KAI Wisata (2009), KAI Logistik (2009), KAI Properti (2009), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015), PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (2019).

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memastikan, KAI tak henti melakukan inovasi mengikuti kebutuhan dan perkembangan serta tantangan zaman. Terbukti, saat badai pandemi Covid-19 di 2020, KAI tak henti melakukan transformasi yang dikukuhkan dalam tag line adaptif, solutif, dan kolaboratif.

“KAI dituntut untuk lebih adaptif karena kita harus mengadaptasi situasi dengan cepat. Dan kami lakukan itu untuk mem-protect 20 ribu pegawai kami dan penumpang, walaupun jumlah penumpang mengalami penurunan,” kata Didiek kepada Majalah Pajak, Senin (8/8).

Baca Juga: Melaju di Rel Ekosistem Transportasi

Ia menyebutkan, pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi menurunkan jumlah penumpang hingga 90 persen. Penumpang KAI yang di tahun 2019 mencapai 429 juta anjlok menjadi 185 juta di 2020, dan menurun lagi menjadi 155 juta di tahun 2021.

KAI harus mengatasi masalah itu dengan solusi terbaik. Salah satunya, dengan mengintegrasikan aplikasi pemesanan tiket dan pengiriman barang, yakni KAI Acces, dengan aplikasi PeduliLindungi yang dikelola Kementerian Kesehatan.

Dengan integrasi ini, lewat data NIK calon penumpang, KAI langsung tahu status vaksinasi calon penumpang.

“Sehingga pada saat penumpang boarding, kita sudah melihat apakah sudah booster atau belum. Kalau belum booster, berarti harus tes antigen dulu,” kata Didiek.

Bagi KAI, pandemi merupakan momentum untuk mengakselerasi kolaborasi. Artinya, kolaborasi itu kemudian dilanjutkan dengan transformasi digital secara lebih komprehensif di semua lini pelayanan, termasuk mendigitalisasi perawatan prasarana sehingga langkah perawatan akan mudah terprediksi.

Saat ini, operasional KAI juga telah berbasis digital. Alhasil, di 2021, ketepatan waktu keberangkatan kereta telah mencapai 99,7 persen.

“Sekarang, kalau ke Solo (dari DKI Jakarta) 7 jam on-time, ke Surabaya 8 jam lebih sedikit. Jadi, meleset itu 1-2 menit. KAI ingin memaknai bahwa pandemi menciptakan pelajaran digital transformation,” tambah Didiek.

Terintegrasi

Di tahun 2023 KAI menargetkan layanan menuju excellence. Didiek menjelaskan, layanan KAI telah kembali back on track dan menjadi satu perusahaan yang memimpin dalam layanan transportasi yang berkelanjutan. Target ini seirama dengan agenda Presidensi Indonesia G20 yang diusung Presiden Joko Widodo, utamanya bertajuk environtment.

Baca Juga: Rayakan Iduladha, PT KAI Berikan Diskon Perjalanan Hingga 25 Persen

“Kami sudah berpikir, bagaimana lokomotif-lokomotif yang nanti akan KAI operasikan ke depan adalah yang hemat energi, hybrid, dan produksi karbonnya less, sehingga tahun 2050 kita menuju zero carbon,” ungkap Didiek.

Ia memastikan, masa depan inovasi KAI akan seirama dengan transportasi publik negara lain. Saat ini kemajuan suatu negara diukur dari kesesuaiannya dengan environmental, social, governance (ESG) yang menitikberatkan terhadap lingkungan. KAI terus bebenah dan memberikan masukan kepada pemerintah demi kemajuan transportasi di tanah air.

“Misalnya, di Belanda. Stasiun penuh dengan sepeda. Jadi, masyarakat di sana dipaksa oleh pemerintahnya bertransportasi less carbon. Mobil itu dikurangi, bahkan kecepatannya dibatasi. Jalur sepeda dibuat di mana-mana. Saya juga bermimpi kota besar di Indonesia sudah membangun integrasi jalur transportasi,” kata Didiek.

Ia memberi contoh integrasi transportasi Jabodetabek dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan dalam program penataan stasiun. Antara lain, Stasiun Tanah Abang yang saat ini lebih tertata merupakan hasil kolaborasinya.

“Tanah Abang itu (dulu) kumuhnya kaya apa. Tapi dengan kolaborasi, kebersamaan, terbukti bisa. Begitu keluar stasiun ke kanan sedikit sudah ketemu Transjakarta; ke depan sedikit ketemu mikrolet. Halte Transjakarta ada ojek pangkalan, Agak jauh kesana ada ojek on-line. Dengan demikian maka orang sudah enggak usah naik mobil sendiri, enggak usah naik motor sendiri, tapi dari rumah menuju tempat kerjanya naik angkutan massal,” harap Didiek.

Didiek menyebut, dalam Rapat Kabinet Terbatas bersama Presiden Joko Widodo awal tahun 2019 dikatakan, pemborosan karena kemacetan di Jabodetabek satu tahun Rp 60 triliun. Itu berarti angkutan massal harus diperbaiki.

“Kalau mayoritas nanti melakukan perjalanan dengan angkutan massal, maka penggunaan kendaraan akan minimal. Setidaknya itu kebijakan yang dilakukan di Inggris dan Belanda—kendaraan pribadi pajaknya tinggi dan parkirnya mahal. Ini harapan kami bisa diterapkan di Indonesia,” kata Didiek.

Sejauh ini, KAI mengapresiasi dukungan pemerintah dari segala lini untuk mewujudkan transportasi massal yang nyaman di tanah air. Salah satu dukungan itu berupa subsidi. Di tahun 2022, Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,2 triliun lebih untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) dan subsidi kereta api perintis. Maka, KAI berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, sehat, dan terjangkau.

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Tak Berhenti di Kualitas Tinggi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Riva Fazry

Tokocrypto memacu penyempurnaan produk digitalnya di tanah air sembari mendukung lahirnya ekosistem yang fair” bagi investor maupun regulator.

 

MAJALAHPAJAK.NET – Tokocyrpto, yang didirikan pada tahun 2017, menjadi salah satu platform dengan nilai transaksi aset kripto tertinggi untuk periode Januari–Mei 2022, yaitu Rp 95 triliun. Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan, kesuksesan itu berkat terjaganya kualitas produk investasi di Tokocrypto.

“Token yang dijual dan listing di Tokocrypto itu adalah token-token yang berkualitas—punya level yang sangat tinggi,” ungkapnya kepada Majalah Pajak, Kamis (04/08).

Pria yang akrab disapa Manda itu menyampaikan, Tokocrypto akan terus mengembangkan dan menyempurnakan produk digitalnya sehingga memiliki standar produk secara internasional atau global, baik exchange-nya, NFT marketplace, TokoMall, dan utility lainnya. Dengan begitu ekosistem dari hulu ke hilir akan terbentuk.

“Kami juga mengembangkan TokoVerse yang bisa menciptakan ekosistem blockchain yang lebih luas lagi,” tambahnya.

Baca Juga: Cintaku Jatuh ke Aset Kripto

Tantangan

Namun, peningkatan ekonomi digital khususnya di bidang aset kripto, masih membentur sejumlah tantangan, terutama terkait edukasi dan literasi. Untuk menjawab hal itu, Tokocrypto rajin membuat konten konstruktif di samping kerap mengadakan kegiatan dan kelas off-line yang dikemas menarik agar dapat berinteraksi langsung dengan investor.

Tantangan kedua adalah regulasi. Manda berharap semua pihak dapat duduk bersama untuk merumuskan regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor di Indonesia.

“Harapannya, sih, Tokocrypto dapat menjadi knowledge partner. Kita juga tidak ingin selalu hanya menjadi orang yang diawasi saja. Ada kalanya kita ingin menjadi partner mereka, untuk kemudian kita bisa saling bertukar informasi dan kolaborasi,” kata Manda.

Tantangan berikutnya adalah minimnya infrastruktur dan talenta yang bergerak di bidang aset kripto. Kadang, industrinya ada, tapi orangnya tidak siap mendukung. Sebaliknya, industrinya sudah siap, tapi infrastrukturnya, misalnya internet di daerah-daerah, belum memadai. Alhasil, penetrasi industri ini lambat di beberapa daerah tertentu.

Manda memandang sudah saatnya Indonesia memiliki program strategis nasional untuk teknologi blockchain, karena teknologi ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Dukungan

Salah satu hal membanggakan yang dicapai Tokocrypto adalah keberhasilannya menyetorkan pajak atas transaksi aset kripto sebesar Rp 37 miliar dalam waktu dua bulan.

“Ini merupakan dukungan kami kepada negara di sektor aset kripto. Tentu kami memungut karena tugas kami mengutip dari investor-investor yang ada, kami pungut, kami hitung secara fair, transparan dan kami setor,” ujar Manda.

Baca Juga: Beri Edukasi Masyarakat, Tokocrypto Akan Gelar The Kripto Odyssey Summit 2021

Ia berpendapat, adanya kontribusi pajak itu dapat dijadikan momentum untuk lebih melegitimasi dan mengembangkan aset kripto sebagai kelas aset yang baru di Indonesia.

Manda mengakui, skema pajak aset kripto di Indonesia lebih fair jika dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, tarif pajak untuk kripto dan NFT di India adalah 30 persen. Pemerintah Indonesia bahkan lebih serius terhadap aset kripto, terlihat dari terbitnya regulasi yang menjawab isu keamanan dan lainnya.

Tokocrypto berharap pajak dapat berperan meng-incentivize industri dan ekosistem aset kripto agar bisa lebih berkembang dan berinovasi.

“Jadi, kita enggak stuck di sini aja. Toh, nanti akan berkontribusi kepada pajak juga,” pungkasnya.

Lanjut baca

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Dompet Patriot

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. DANA Indonesia

Perusahaan teknologi keuangan karya anak bangsa ini giat menyumbang kemajuan untuk ekosistem digital di Indonesia. Keluwesannya berkolaborasi dan berinovasi membuahkan aneka kemudahan.

      

MAJALAHPAJAK.NET – Empat tahun berkiprah sebagai dompet digital Indonesia, DANA besutan PT Espay Debit Indonesia Koe atau DANA Indonesia ini menorehkan pertumbuhan pesat dalam berbagai aspek. Berdiri tahun 2018, kini DANA memiliki lebih dari 115 juta pengguna di seluruh Indonesia, melayani rata-rata lebih dari 10 juta transaksi per hari, menggandeng lebih dari 1.800 merchant on-line, dan mendigitalisasi lebih dari 500 ribu UMKM.

Vice President of Communication DANA Indonesia Putri Dianita Ruswaldi mengungkapkan, kemauan dan kemampuan mengintegrasikan layanan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital merupakan keniscayaan.

         “Open platform”

Mengusung konsep open platform, DANA menciptakan integrasi antarekosistem ekonomi digital sehingga terjadi peningkatan efisiensi yang diikuti naiknya literasi dan inklusi keuangan digital di Indonesia.

Pentingnya ekosistem terbuka (open platform) tadi, menurut Putri, ditandai dengan dirilisnya Standar Nasional Open API (SNAP) oleh Bank Indonesia. Standardisasi memang diperlukan agar seluruh pemangku kepentingan saling memahami perkembangan ekonomi digital dan memajukannya bersama-sama. Keterbukaan API (application programming interface) kini menjadi syarat penting bagi pelaku industri teknologi keuangan.

Baca Juga: DANA Umumkan Penyelesaian Transaksi Investasi dari Sinar Mas dan Lazada Group

“Dengan SNAP, semua pihak bisa berkomunikasi dengan satu bahasa, dan tidak ada fragmentasi,” ujar Putri kepada Majalah Pajak, Rabu (03/08).

DANA menjadi salah satu first mover yang menerapkan SNAP sejak pertengahan Juli 2022. DANA mengedepankan tiga pilar, yaitu trusted, friendly, dan accessible. Hasilnya, berkat integrasi antarekosistem ekonomi digital di DANA, adalah pengguna yang kian dimudahkan.

DANA juga terintegrasi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Fitur yang ada di DANA Bisnis ini memungkinkan pelaku UMKM mencetak QRIS sebagai opsi pembayaran, sehingga membuat DANA diterima oleh lebih dari 18 juta merchant yang tergabung dalam QRIS. Pada tahun 2020, DANA diakui BI sebagai pelaksana terbaik sistem QRIS.

“Kami mendukung berbagai inisiasi pemerintah dalam meningkatkan rasio pajak nasional termasuk di antaranya kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dalam menghadirkan kemudahan pembayaran pajak dan penerimaan negara,” katanya

         Lampaui harapan

Berkat ekosistem yang saling terhubung, pengguna DANA memiliki aneka opsi mengirim uang—melalui aplikasi pesan, tautan, atau bank. Sementara bagi pelaku usaha, ekosistem terbuka dapat meningkatkan nilai dan daya saing usaha. Bahkan, DANA juga merilis layanan tarik tunai di jaringan minimarket yang memungkinkan penggunanya mengirim uang kepada penerima yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan digital, baik bank atau nonbank.

“DANA terus meningkatkan fitur produknya dengan menempatkan pengguna sebagai titik pusat inovasi, sehingga kami dapat melampaui harapan mereka,” kata alumnus Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Inovasi Digital Kuatkan Tiga Pilar

Untuk menjamin keamanan data, DANA menyiapkan benteng berlapis di belakang layar sembari mengedukasi pengguna akan pentingnya menjaga keamanan data. Baru-baru ini, DANA mengampanyekan Aksi Anti Tipu-Tipu di seluruh kanal media sosial, mengajak pengguna lebih protektif terhadap data dan transaksi pribadinya, antara lain dengan mengganti PIN tiap 1–2 bulan.

Ia memahami, industri selalu punya risiko. Idealnya, sejak awal, perusahaan rintisan harus punya rencana bisnis dan mitigasi risiko yang jelas.

“Kami memiliki model bisnis yang sudah teruji, terus berupaya memberikan yang terbaik untuk para pelanggan DANA, serta melakukan inovasi dan evaluasi terus-menerus untuk hal itu,” sambung Putri.

Keberlanjutan bisnis DANA terlihat dari jumlah pengguna dan jumlah transaksi yang tumbuh konsisten dan kepercayaan investor terhadap visi, strategi, dan peran penting DANA dalam memajukan inklusi dan literasi keuangan Indonesia.

Teranyar, pihaknya menggelar DANA Tech Talk sebagai ajang edukasi, peningkatan literasi digital, dan berbagi pengalaman mengenai ekonomi digital. Ada juga DANA Academy berupa pelatihan literasi digital serta membantu digitalisasi pelaku usaha khususnya UMKM di beberapa daerah.

Terhadap lebih dari 900 karyawan dengan berbagai latar belakang, DANA memastikan bahwa mereka dapat mengembangkan potensi mereka melalui aneka aktivitas dan pelatihan internal maupun eksternal.

Menjadi orang Indonesia, menurut Putri, tak cukup dengan menyebut Indonesia rumah, tapi harus dengan komitmen kolektif untuk melayani tujuan yang lebih besar.

“Patriotisme datang dalam berbagai bentuk, tetapi selalu melibatkan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri dan dalam hal ini, mendorong perjalanan luar biasa kita menuju transformasi ke masyarakat digital,” pungkasnya.

Lanjut baca

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Perekat Fondasi Keberlanjutan

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Riva Fazry

BUMN pertama yang melantai di bursa ini terus mengokohkan negeri lewat berbagai inovasi future living”.

 

MAJALAHPAJAK.NET – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG) telah lama menjadi fondasi pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok tanah air. Berdiri tahun 1957 dengan nama NV Semen Gresik, pada 1991 SIG menjadi BUMN pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, SIG menjadi strategic holding yang menaungi PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Company.

Pada 11 Februari 2020, SIG melakukan corporate rebranding dengan mengganti logo perusahaan sebagai bagian dari transformasi perusahaan sekaligus pemantapannya sebagai penyedia produk dan layanan bahan bangunan yang lengkap dan berkualitas.

SIG terlibat dalam berbagai proyek penting pembangunan negeri, seperti Yogyakarta International Airport (YIA), Dramaga Kalibaru 2, Tol Cikampek Elevated, Tol Pandaan–Malang, Tol Samarinda–Balikpapan, Tol Manado–Bitung, dan lainnya.

Kinerja positif

Kinerja SIG pun tak main-main. Di tahun lalu, SIG mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 34,96 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,02 triliun. SIG menyetor Rp 522,34 miliar ke kas negara sebagai pemilik 51,01 persen saham; sementara sisanya Rp 501,65 miliar dibagikan ke publik sebagai pemilik 48,99 persen saham.

Capaian positif itu berlanjut pada awal 2022. Pada kuartal I 2022, SIG membukukan laba bersih Rp 498,55 miliar, naik 10,72 persen dibandingkan periode yang sama 2021 senilai Rp 450,26 miliar. Ini membuat pendapatan ikut terkerek menjadi Rp 8,14 triliun, naik 0,7 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 8,08 triliun.

Baca Juga: Alternatif Bertahan Produsen Semen

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, di tengah tantangan persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat serta kenaikan harga batubara yang signifikan, SIG mampu melalui tahun 2021 dengan penjualan yang baik. Meski demikian, SIG masih mengalami kelebihan pasokan lantaran tidak maksimalnya penyerapan pasar.

“Per Desember 2021, kapasitas nasional 119,1 juta ton, permintaan semen nasional itu 65,2 juta ton, jadi kelebihan suplai sebesar 53,8 juta ton,” kata Donny seperti dikutip Majalah Pajak, Senin (22/8).

Ia optimistis, kelebihan pasokan akan terus mengecil setiap tahunnya, seiring prospek pertumbuhan permintaan pasar semen dalam negeri serta kebutuhan semen dalam pembangunan infrastruktur dan hunian—termasuk peluang kebutuhan semen di ibu kota negara (IKN) baru yang diperkirakan mencapai 21 juta ton selama 20 tahun.

Future Living”

Sebagai pemain utama dalam industri semen dengan pangsa pasar 49,3 persen, SIG juga terus bertransformasi menjadi BUMN kelas dunia melalui inovasi, produk, dan layanan serta inovasi teknologi dan digital, seperti jargonnya “Go Beyond Next”.

Donny mengemukakan, SIG telah memiliki sejumlah rencana strategis, salah satunya terus memperkuat rantai distribusi di setiap area kompetisi dengan melakukan penetrasi menggunakan produk semen murah. Strategi ini disarikan menjadi lima inovasi future living.

Pertama, DynaHome sebagai inovasi yang memungkinkan pembangunan rumah diselesaikan dalam satu hari. Kedua, ThruCrete yang menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir. Ketiga, PuriCrete sebagai solusi beton penyerap polutan yang bisa mengurangi kadar polusi udara hingga 20 persen dalam waktu 2 jam. Keempat, SpeedCrete yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan lebih cepat dan bebas macet.

Kelima, Sobat Bangun sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan kebutuhan pembangunan, mulai jasa arsitek hingga kontraktor. Platform ini diharapkan dapat menjadi solusi yang memudahkan stakeholder dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan serta pembangunan rumah berorientasi masa depan dan health living. Terpenting, bagi Donny adalah kolaborasi dan sinergi yang menjadi semangat utama setiap insan SIG dalam menjalankan semua strategi dan inisiatif untuk mencapai target yang diharapkan.

“Kebersamaan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan industri semen ke depan yang akan semakin berat, di mana peta persaingan semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru. Apalagi kondisi over supply semakin mempertajam tingkat kompetisi di market,” kata Donny.

Baca Juga: Pembiayaan Distributor Semen

SIG, selaras dengan visinya sebagai penyedia solusi bahan bangunan terkemuka, juga telah melakukan inisiatif keberlanjutan sebagai gerakan mendukung penurunan emisi karbon.

“Komitmen ini diwujudkan dalam empat pilar keberlanjutan SIG yaitu Pilar Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Pilar Iklim dan Energi, Pilar Ekonomi Sirkular, serta Pilar Masyarakat dan Komunitas,” tutur Donny.

Program kerja yang telah dilakukan di antaranya penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian bahan bakar alternatif dan efisiensi energi melalui listrik dan thermal. SIG juga melakukan pengendalian emisi yang dihasilkan pada proses produksi melalui pemanfaatan teknologi sistem electrostatic precipitator, conditioning tower, dan bag filter di pabrik untuk mengelola emisi debu.

Ia pun memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung, dan memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya telah diolah menjadi refused-derived fuel sebagai energi alternatif pengganti batu bara di pabrik Narogong dan Cilacap.

“Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik,” imbuh Donny.

Atas pelbagai inisiatif itu, SIG meraih penghargaan PROPER Hijau (melebihi kepatuhan) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menunjukkan komitmen dalam menerapkan perlindungan lingkungan.

Lanjut baca

Populer