Connect with us

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih “UMKM Corner” Periode 30 September -14 Oktober 2020

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 30 September 14 Oktober 2020

 

  1. Rima Aruna (@meddyna26) – Bekasi Selatan

Pertanyaan:

Dear Majalah Pajak dan Ibu Henda. Saat ini, kan, lagi nge-hits tuh aplikasi TikTok. Nah, untuk pelaku UMKM efektif enggak untuk berjualan dengan aplikasi TikTok? 

Jawaban:

Dear Mbak Rima,

Saya senyum bacanya, itu produk kreatif. Nah bagaimana kita memanfaatkannya dengan tidak melanggar ini itu dari yg kontra, nyatanya saya lihat beberapa produk di-launch dengan aplikasi TikTok. Intinya bagaimana menancapkan produk kita supaya mudah diingat konsumen dan calon konsumen, harus unik kreatif mendidik, jangan lupa juga jujur dengan mutunya. Selamat Tik Tok-an, share ke saya ya, nanti saya like.

  1. Astrid AnindyaCijantung, Jakarta Timur

Pertanyaan:

Nama saya Astrid Anindya, saya mempunyai produk berupa minuman. Berdiri sudah hampir 3 tahun lebih. Sudah banyak yang menanyakan franchise produk saya, tetapi saya masih belum mengerti perjanjian apa yang harus saya siapkan. Sedangkan, modal saya juga pas-pasan. Sedangkan saya juga ingin produk minuman saya maju. Yang ingin saya tanya, bagaimana cara untuk menentukan jenis franchise yang sesuai dengan produk saya, agar dikemudian hari tidak ada yang dirugikan satu sama lain.

Jawaban:

Hallo Astri

Sebelum dijual apalagi di-franchisekan, dilengkapi dulu izin-izinya, apalagi itu minuman, jika sudah atau bisa paralel pikirkan cara memasarkannya. Jika ingin franchise, maka harus dipelajari benar-benar pasal-pasalnya, juga terkait dengan legal formal juga perpajakan-nya, mengantisipasi jika ada perselisihan dikemudian hari.

Mungkin coba dulu berupa jaringan, semacam distributor atau keagenan, itu lebih simple, jual putus artinya produk tidak bisa diretur kecuali dengan syarat tertentu. Ini penting agar resiko usang dan kedaluwarsa tidak di kita.

Antisipasi dengan produk tiruan, oleh karenanya segera patenkan, ini penting. Banyak yang tutup karena digugat padahal kita produk pertamanya. Franchise itu membutuhkan tools dan management yg lumayan, karena harus siap dengan team management, terutama FAST(finance),  MD(Merchandiser), dan marketing. Setiap saat, kontinuitas pasokan, diversifikasi produk harus sama tiap toko, mau toko consignee atau condignor, konsumen tidak akan tahu karenaambiance nya harus persis sama, panjang ya, boleh DM(Direct Message) deh kalau kurang jelas.

  1. Rere (Reva) Jakarta

Pertanyaan:

Yth. Majalah Pajak. Seperti kita ketahui bersama bahwa pandemi Korona membuat masyarakat tak terkecuali kami pelaku usaha UMKM masuk dalam masa sulit. Penurunan angka penjualan, terhambatnya distribusi, dan kesulitan bahan baku adalah masalah besar yang sedang kami hadapi. Apa kiat atau langkah dan strategi yang kami lakukan agar kami bisa lolos dari segala persoalan ini?

Jawaban:

Betul, bisnis secara umum sedang mengalami penurunan. Jika usaha rumahan tidak mempunyai diferensiasi, maka akan ditinggal konsumen. Coba Ibu buka usaha di bidang lainnya misalnya, di bidang jasa, bisa sebagai penghubung atau kita sebagai pelakunya. Itu tanpa modal. Kalaupun ada, sedikit.

Saat ini masyarakat sedang gandrung dengan makanan sehat, coba pakai diferensiasi itu—makanan sehat halal dan baik, terjangkau, dan dengan melakukan gimmick melalui bahasa marketing yang Ibu bisa baca di sosial media agar menarik orang untuk membeli. Jangan lupa jaga kualitas tetap konsisten bahkan lebih baikkarena berusaha kan untuk jangka panjang.

Untuk Lebih jelasnya silakan klik dan baca link di sini.

  1. Elisa Ostagfira (@ostagfira)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Majalah Pajak dan narasumber. Saya minta tips dan sarannya, dong, gimana cara menjual barang di toko pakaian saya yang stoknya menumpuk, modelnya pun sudah ga up to date. Dan tidak mungkin saya stok lagi baju model terkini dengan modal yang minim. Sedangkan, pembeli, kan, pengennya baju yang up to date. Waktu saya juga terbatas, karena saya urus anak dan usaha kecil-kecilan saya yang lain. Untuk memulai bazar di saat pandemi ini pun enggak bisa. Mohon tips dan triknya, ya. Wassalam.

Jawaban:

Wassalamu’alaikum

Wah, ini memang masalah bersama dan klasik di-fashion, ya. karena kalau sudah ketinggalan model bukan rada lagi tapi sulit memasarkannya. Beberapa yang pernah dicoba sih, dibuat mix dan match satu dengan yang lain, lalu unggah di sosial media dengan menarik, tonjolkan keunggulannya, dan jangan lupa akses untuk mendapatkannya, dijual dengan bundling—dijual dalam satu batch. Jadi, bukan ke konsumen retail tapi ke agen dan pedagang dan terakhirdengan diskon yang menarik,

Kalau kendala waktu anak dan ada fokus usaha lain, tinggal memilih prioritasnya,Mbak.

  1. Aryanto (Banjarnegara)

Pertanyaan:

Selamat siang sayaAry dari Jawa Tengah. Mau bertanya, bagaimanakah solusi untuk pelaku usaha mikro aksesoris dimasa pandemi ini? Karena, dalam kondisi seperti ini masyarakat cenderung memilih untuk membeli bahan pokok dibanding lainya, sehingga untuk usaha seperti aksesoris jarang sekali peminatnya yang menimbulkan pendapatan turun drastis, bahkan tidak terjual sama sekali. Terimakasih.

Jawaban:

Pandemi ini, ternyata bukan “hanya” masalah dagangan kita. Tapi dagangan seluruh dunia terdampak. Coba produknya unggah di sosial media—tawarkan keunggulan dan harga yang bersaing, juga tawarkan diskon menarik untuk yang mau beli banyak. Bisa juga tawarkan pedagang yang butuh padanan aksesoris. Semoga tetep semangat, yaaaa.

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih “UMKM Corner” Periode 30 Desember 2020– 13 Januari 2021

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 30 Desember 2020– 13 Januari 2021

  1. Indi (Jawa Barat)

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh…

Perkenalkan nama saya Indi dari Cibinong. Saya mau tanya, bagaimana baiknya ya, jika usaha saya tidak jalan begitu baik di masa pandemi ini? Kebetulan saya usaha pakaian wanita. Selama pandemi ini perputarannya lambat sekali. Menurut Ibu Henda, saya berhenti dulu dan memulai usaha yang lainnya seperti makanan atau minuman yang sedang tren, atau melanjutkan jualan pakaian?

Jawaban:

Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Hallo Mbak Indi, sebelumnya saya mau bilang tetap semangat yaaa.

Perputaran usaha pakaian di masa pandemi ini betul melambat bahkan sangat melambat, beberapa sebab antara lain, orang menahan diri untuk membeli keperluan sekunder, penghasilan pun kalau tidak nol ya berkurang, tidak banyak keperluan keluar rumah.

Namun ada yang tumbuh dan malah laris, yaitu pakaian rumah istilah kerennya home wear, dari mulai pakaian rumah bayak sampai kakek nenek, coba deh, jangan lupa pergunakan semua sarana Ol Marketing, jadi yang diperlukan kreatifitas tinggi, misal yang juga tetiba booming adalah variasi Ear saver Masker, sajadah travelling juga sangat dibutuhkan, coba amati atau pengalaman sendiri kira kira butuh apa ketika keluar rumah?

Jangan berhenti berusaha, itu yang membuat kita tetap hidup

Usaha makanan terlihat menggiurkan, jangan coba-coba kalau kita tdk punya unggulan yang unik dengan harga yang bersaing.

 

  1. Ananda putra alfatta (Cibinong – Jawa Barat)

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Bu Henda. Saya mempunyai kedai kopi kecil-kecilan. Saya menjadikan garasi rumah sebagai tempat jualan. Saya ingin tanya bagaimana kiat-kiat memupuk pelanggan hingga menjadi pelanggan itu punya loyalitas terhadap produk saya, apa melulu memberikan diskon terhadap setiap pembeliannya atau mungkin ada cara lain? Terima kasih.

Jawaban:

Wassalamu’alaikum Ananda,

Kedai kopi dengan berbagai nama sedang booming ya, pasti menarik untuk ikut meramaikan.

Kopi mesti punya khas, meski nampaknya mudah, jangan lupa belajar tentang perkopian, sehingga customer merasa andalah yang paling expert tentang kopi, sehingga rasa akan tereduksi ( malah menjadi pemaaf mengira dirinya yang enggak punya sense kopi). Menjadi no 2, karena brand image dari pengetahuan Anda tentang kopi membuat terkesima, itu salah satu yang menarik, dengan cara bagaimana memberitahukannya pada konsumen, antara lain dari story telling via media Online dan Off-line misal di dinding kafenya, atau sambil mengajak ngobrol langsung, menemani minum.

Jangan lupa teman minum kopi , jangan yang heboh , kecil simpel, misal cake mini, biskuit dan lain-lain.

 

  1. Devi jayanti (Samarinda. Kalimantan Timur)

 

Pertanyaan:

Saya Devi dari Samarinda, Saya mempunyai usaha warung kelontong di RT saya sejak tahun 1998 dan alhamdulillah usaha ini adalah sebagai tulang punggung perekonomian keluarga, namun seiringnya waktu berjalan, di RT saya bermunculan warung kelontong yang mirip seperti saya. Ada dua warung memang agak sedikit berbeda apa yang dijual yaitu sayur sayuran dan yang satu lagi makanan matang. Dua warung ini sangat memengaruhi pendapatan saya tapi saya pun tahu diri karena tidak mungkin melarang mereka dan saya yakin rezeki sudah Tuhan atur. Yang ingin saya tanyakan, untuk usaha warung kelontong saya strategi apa yang saya harus lakukan dalam kondisi seperti terimpit oleh pesaing saya ini?, Apa saya perlu melakukan inovasi atau tetap fokus apa yang saya jual?

Terima kasih.

Jawaban:

Dear Devi,

Tetap semangat ya! Saran saya tekuni dan kenali kebutuhan konsumen, misal dengan cara membaca data, kira kira apa yang terlaris tercepat laku?

Toko kelontongan itu yang paling menarik adalah kelengkapan assortement dan juga barang baru, bahwa nanti ditiru, enggak apa-apa, anggap amal saja, tapi harus selalu jadi trend setter, coba jangan lupa selalu search produk-produk baru dan lakukan marketing sesuai dengan lingkungan dimana Devi berusaha, jika perlu tambahkan layanan pesan antar.

Selamat mencoba

  1. Lia Fitrianie (Umbulharjo – Yogyakarta)

Pertanyaan:

Hallo Majalah Pajak, saya Lia Fitrianie asal Yogyakarta, saya ingin bertanya Saya mempunyai rencana di 2021 ini membuka usaha bengkel namun modalnya cukup besar yaitu bekisar Rp 50 juta dengan rincian, Rp 20 juta untuk alat-alat bengkel, Rp 20 juta onderdil fast moving, seperti kampas rem, ban dan lain-lain, Rp 10 juta untuk sewa tempat. Dari modal Rp 50 juta itu uang yang sudah terkumpul Rp 30 juta. Yang ingin saya tanyakan, apa baiknya saya harus bersabar lagi untuk menabung atau mencari pinjaman untuk modal. Namun, kalau cari pinjaman, saya kadang khawatir dengan bunganya. Terima kasih sebelumnya Ibu Henda.

Jawaban:

Hallo, Lia, senang kalau baca anak muda yang gemar usaha.

Sudah dicoba sistem titip jual? Menerima titip jual? Berbagi hasil, walau bisa jadi pertama tama akan sedikit marginnya… tetapi bengkel itu akan lengkap assortemnt-nya.

Customer tidak membedakan mana yg barang sendiri atau titipan tapi akan melihat bengkel lengkap.

Jangan lupa catat ya, juga lapor pajak, ini penting karena bisa membuat tenang dan memberikan efek marketing sendiri karena kita taat.

 

  1. Nessia (Cengkareng, Jakarta Barat)

Pertanyaan:

Assalamu alaikum Warah Matullahi Wa Barokatuh.

Salam sehat Ibu Henda. Ibu saya ingin bertanya, Menurut ibu bagaimana peluang bisnis bagi UMKM di tahun 2021? Dan bisnis UMKM apa saja menurut Ibu yang memiliki prospek bagus di 2021? Terima kasih.

Jawaban:

Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Dear, Nessia,

Jawaban saya tentu tidak mutlak, karena berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya;

Jika di kampung, coba mulai menyewakan alat alat pertanian, mulai dari yang murah atau second, yang setiap hari sewanya jadi rebutan, dan harus indent (pesan), di tempat saya, alat alat cooper untuk pakan dan membuat silase, traktor kecil, mesin bajak dan lain-lain.

Inovasi peralatan pertanian, dapur, rumah tangga, yang sederhana, pembakaran sampah dan lain-lain.

Tanaman hias, jasa memelihara tanaman hias, itu saya lihat ramai karena sekarang masyarakat banyak waktu di rumah jadi sedang semangat menata rumahnya dengan tanaman,

Sayur organik dengan semua jasa yang memudahkan konsumen mendapatkannya, katering dari konsumen yang mempunyai diet khusus, dan lain-lain.

Ayo coba amati Nessia di lingkunganmu mana yang sedang dibutuhkan?

Selamat mencoba!

Lanjut baca

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih “UMKM Corner” Periode 9 Desember – 30 Desember

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 9 Desember – 30 Desember.

  1. Riza Bhocil

Pertanyaan:

Bagaimana cara menghadapi persaingan tidak sehat, dengan jualan di bawah harga yang jauh dari harga standar?

Jawaban:

Hallo Riza,

Harga Standar itu ukurannya apa ya? Maksudnya harga pasar yang wajar?

Apakah produknya merupakan produk massal?

Karena jika produk yang dimaksud adalah jenis tertentu dari satu produsen, itu pastinya menyalahi aturan, tinggal laporkan saja.

Tetapi jika yang dimaksud adalah produk sejenis dengan banyak produsen, kita harus punya nilai tambah lain, karena konsumen pasti akan lari ke penjual dengan harga yang lebih rendah dengan produk yang sama, misalnya martabak. Apa yang membuat konsumen harus beli di gerai kita dengan harga lebih tinggi? jika tidak ada kelebihan apa-apa.

Jangan lupa mas Riza, jika sudah banyak saingan dengan harga yang kompetitif, kita harus menaikkan volume penjualan jadi margin yang kecil tertutup dari volume transaksi,

Semangat ya, Mas Riza. Btw sudah punya NPWP kan?

  1. Bona (Kota Depok)

Pertanyaan:

Pagi, Mimin Majalah Pajak. Bagi dong kiatnya agar tetap untung dalam bisnis tanaman hias, di tengah harga kulakan yang terus menanjak. Saat ini harga kulakan bisa melebihi harga jual terakhir kita pada pelanggan. Misalkan awalnya berbelanja dengan nilai Rp 75.000, dijual Rp 200.000, namun saat belanja kembali harga sudah menjadi Rp 250.000.

Terima kasih, Kakak Mimin.

Jawaban:

Salam, Dik Bona,

Iya betul, kulakan tanaman hias sudah mulai bergairah ya, harga pokok itu adalah harga belinya. Jadi, harga jualnya bandingkan dengan harga beli. Jika waktu beli lagi nilainya naik, mau enggak mau ya naikkan harga jualnya agar dapat margin. Jika fluktuasi harga sangat ekstrem sementara penjualan volume nya besar, dan misalnya sulit mengidentifikasi mana yang beli murah mana yang tinggi, maka menghitung Harga Pokok Penjualan harus di average, harga jualnya ya harus di atas itu.

  1. Rizky Maulana Nugraha

Pertanyaan:

Assalamu alaikum Waroh Matullahi Wa Barokatuh.

Salam sehat Ibu Henda. Ibu saya ingin bertanya, saya tertarik pada ajakan investasi bisnis kavling kambing perah, menawarkan konsep jual beli berupa tanah, kandang, dan lima kambing perah. Sangat menarik keutungan yang ditawarkan dari penjualan susu kambing yang diperah harian, penjualan kambing anakan, penjualan kambing indukan, harga tanah kavling yang terus naik. Namun, saya masih awam untuk masalah investasi ini karena bukannya su’uzon namun kita harus hati-hati dan waspada. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana agar terhindar dari investasi bodong (penipuan), perjanjian-perjanjian apa saja yang diperlukan untuk keamanan berinvestasi seperti ini?

Jawaban:

Wassalamuálaikum warahmatullah

Alhamdulillah sehat,

Wow investasinya lumayan tuh, tanah maksudnya beli tanah?  Itu menjadi milik si investor tanahnya? Kandang sih bisa disusutkan pada harga pokok,

Kambing itu susunya kurang lebih 0,5 sampai dengan 1,5 liter sehari. Tetapi ingat tidak setiap hari susu kambing bisa diperah, ada saat nya masa kering. Jadi, dikalikan dengan 70 persen, untuk membuat proyeksi penjualan, sudah tahu harga jual susu kambing?

Nah harga pakan kambing beserta nutrisi tambahan dan biaya pekerjanya itu pengalaman saya bisa mencapai 70 sampai dengan 80 persen penjualan, belum depresiasi kandang dan lain lainnya.

Nah kalau ada yang menawarkan return lebih tinggi dari situ, jangan lupa anakkan kambingnya bagaimana kepemilikannya? Waspadai asumsi perhitungannya. Jadi jatuhnya enggak suudzon hehe.

 

  1. Diky (Cimanggis-Depok)

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Bu Henda dan tim Majalah Pajak.

Saya seorang karyawan swasta, namun saya ingin sekali jadi pengusaha kuliner, saya ingin sekali punya bisnis kuliner namun saya sebetulnya kurang ahli di bidang tersebut alias tidak bisa masak, saya sempat berpikir bila ajak kerja sama kepada pengusaha kuliner yang sudah cukup baik omzetnya dengan membuka cabang bisnisnya, lalu manajemen bisnis dipegang kendali oleh saya dan saya juga pasti mencari tempat yang strategis alias tidak menggangu atau terlalu dekat dengan tempat bisnis yang saya ajak kerjasama. Kira-kira cara saya seperti ini apakah baik? Lalu bagaimana nanti pembagian keuntungannya alau kerja sama seperti ini? atau mungkin ada masukan lain dari Ibu Henda. Kenapa saya tidak pakai franchise karena saya ingin memilih bisnis kuliner nya yang sudah omzetnya sangat baik dan keleluasaan dalam manajemennya. Terima kasih atas perhatiannya, Ibu Henda.

 

Jawaban:

Waalaikum salam,

Mas Diky, cara yang di rencanakan itu cukup baik, Bisnis kuliner itu jika omzet-nya baik memang sangat menguntungkan apalagi dengan harga jual yang “baik” karena margin nya akan besar. Kembali yang harus dikejar adalah volume penjualan, karena sangat riskan dengan stok yang busuk atau tidak bisa dijual keesokannya. Akan menjadi beban penjualan langsung seluruh stok yang tidak terpakai.

Pembagian keutungannya tentu harus punya proyeksi penjualan, harga pokok, biaya operasional, asumsikan jangka waktu kerja samanya.

Besaran investasi untuk buka cabang, ini untuk menghitung cash flow juga depresiasi yang akan masuk ke harga pokok atau operasional.

Sebetulnya tentang hitungan ini bisa panjang kalau saya jabarkan, DM saja ya.

  1. Miranty Fahronni

Pertanyaan:

Berapa batasan untuk usaha mikro maksimal omzet tanpa terkena pajak?

Kemudahan dan fasilitas apa saja yang diberikan kepada kita pelaku UMKM?

Jawaban:

Hallo, Kak Miranty.

Tidak ada omzet maksimal usaha tanpa terkena pajak. Yang ada adalah batasan maksimal omzet untuk mendapat tarif pajak klaster UMKM. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018, tarif pajak penghasilan (PPh) final bagi Wajib Pajak (WP) usaha kecil menengah sebesar 0,5 persen. Kriteria usaha yang dikenakan tarif ini adalah UMKM beromzet maksimal Rp 4,8 miliar setahun.

Lalu, fasilitas yang diberikan untuk UMKM jika patuh pajak, antara lain bisa mengakses permodalan di perbankan atau lembaga keuangan, bisa mengikuti program pembinaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar bernama Business Development Sevice (BDS), dan sebagainya.

Lanjut baca

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih UMKM Corner Batch VII Periode 11 November-9 Desember 2020

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 11 November-9 Desember 2020

1. Reni Suciyanti, Bojong Gede, Bogor

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh, Ibu Henda.Terima kasih sebelumnya kepada Majalah Pajak dan tentu kepada Ibu Henda atas kesempatan yang telah diberikan ke saya. Mempunyai dana darurat bisnis sangatlah penting, ketika bisnis mengalami penurunan yang drastis, dana darurat bisnis bisa menopang bisnis beberapa waktu. Sehingga waktu itu adalah kesempatan dan juga acuan untuk mempertahankan, mengakhiri, bahkan mengubah produk bisnis. Berapa banyakkah idealnya dana darurat bisnis ini harus dimiliki (Berapa bulan dalam menopang bisnis), dimana dari dana ini seorang pebisnis bisa mempunyai waktu untuk memitigasi apakah mempertahankan, mengakhiri, bahkan mengubah produk bisnis?

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh.

Betul sekali Ibu Reni, dana darurat sangat penting dialokasikan baik untuk keuangan keluarga, apalagi berbisnis. Fungsinya tentu untuk memitigasi segala sesuatu yang tidak terduga seperti kebakaran, bencana alam, atau di masa pandemi seperti sekarang ini di mana segala sesuatunya tidak menentu. Namun, untuk besaran dana darurat bisnis bergantung pada jenis dan domisili usaha Ibu Reni. Idealnya, dana darurat dialokasikan sebesar 6-12 bulan rata-rata pengeluaran per bulan, ya. Untuk penyimpanannya, dana darurat bisa buat tabungan sendiri, dan jika sudah terkumpul bisa dimasukkan dalam bentuk deposito. Terpenting, kita harus bisa membedakan betul mana situasi darurat, mana situasi yang tidak darurat, sehingga kita tidak membuat-buat alasan untuk memakai dana itu.

2. Ade Ifansyah, Pasir Mulya, Bogor

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh. Semoga dalam keadaan baik dan sehat Ibu Henda dan tim Majalah Pajak. Masa pandemi memang berhasil menghambat berbagai aktivitas bisnis. Apa langkah yang harus diambil saat bisnis kita harus tutup? Karena sebagai pemilik bisnis, saya harus selalu bersiap untuk beragam risiko yang bakal terjadi selama berbisnis. Salah satu risiko terburuk adalah bangkrut dan bisnis saya harus tutup. Dan terpenting yang saya pahami bahwa gagal dalam bisnis bukan berarti gagal meraih kesuksesan hidup.

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh.. Yth Pak Ade,

Situasi pandemi memang mengharuskan kita untuk kreatif, banyak pembelajaran dari imbas pandemi covid-19. Untuk setiap usaha, perlu punya exit strategy dan survival strategy (tutup, perkecil, ganti, tiarap) yang di-define pada saat kondisi normal.

Sayangnya, Bapak tidak menceritakan bisnis yang sekarang apa, di mana dan berapa volumenya. Saat ini menghadapi pademi setiap usaha harus ada akses ke dana dalam kondisi darurat. Sebagai pelaku bisnis tentu harus jaga kepercayaan para vendor, kreditur, dan investor agar bisa tetap dipercaya bank. Untuk restruktur kredit harus ada tabungan, tergantung berapa volume bisnisnya. Sudah harus dipikirkan ada investor, karena kalau tidak ada likuiditas maka bisnis jadi almarhum. Jadi kalau harus tutup ya tutup nanti bikin baru/atau usaha lain lagi. Demikian semoga berguna.

3. Rudi Ramdani, Bojong Gede, Bogor

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh.

Ibu Henda yang saya hormati. Belakangan ini saya sering mendengar banyak lembaga ekonomi yang di belakangnya diembel-embeli syariah, seperi bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah. Yang ingin saya tanyakan adalah apa sebenarnya ekonomi syariah itu?Jazakumullah Khairan Katsira atas jawabannya. Wassalamu’alaikum Wr.

Wb.

Jawaban:

Dear Pak Rudi Wassalamuálaikum.

Secara umum Pengertian Ekonomi Syariah adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang membahas tentang ekonomi dengan ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Ya kalau Bank berarti bank yang menjalankan operasionalnya tidak bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah Nabi, itu singkatnya. Tentu regulasinya akan lebih detail lagi.

4. Sugiyanti, Cibinong, Bogor

Pertanyaan:

Saya mempunyai usaha kecil menjual kopi yang baru mulai 3 bulan. Usaha kecil saya ini harus mengatasi persaingan yang kuat dari bisnis yang sudah ada sebelumnya bahkan sudah mapan. Untuk meraih pangsa pasar, usaha kecil wajib menorehkan strategi branding. Boleh minta masukannya Bu Henda bagaimana baiknya saya memilih strategi

branding untuk menciptakan identitas produk saya dan agar citra yang baik tertanam di benak konsumen. Terima kasih atas perhatiannya Ibu Henda.

Jawaban:

Hallo Mbak Sugiyanti, semoga semuanya lancar ya, bisnis kopi nampaknya lagi booming ya sampai ke pelosok-pelosok daerah, ini tentu menggairahkan dan memberi harapan. Membahas brand yang ingin dilahirkan bisa panjang, tetapi yang penting coba pahami mengapa harus mempunyai brand, merek atau karakteristik lainnya dari sebuah produk atau jasa yang bisa membedakan dengan yang lain atau yang sudah ada.

Membangun brand perlu segala upaya yang fokus dan konsisten, menentukan misal visi serta logo yang ingin dikenal, yang konsumen dengan mudah mengasosiasikan produk secara positif. Intinya, image brand ini diciptakan untuk bertahan dalam jangka lama.

Selain itu, sebaiknya memiliki website untuk memudahkan konsumen menemukan produk kita, lalu terus menerus diusahakan membangun engagement dengan konsumen, juga memengaruhi secara psikologis konsumen kalau hanya kopi kita yang bisa memenuhi. Ini keren kalau berhasil.

5.  Annisa Novia, Pondok Labu, Jakarta Selatan

Pertanyaan:

Apakah para pedagang daring (online) yang menjalankan sistem dropship juga harus memiliki izin usaha? Apa UMKM yang tidak memiliki toko fisik diharuskan untuk memiliki izin usaha?

Jawaban:

Pada umumnya, semua usaha karena ditujukan untuk jangka yang tidak terbatas, maka harus dilengkapi izin-izinnya juga recording-nya (data-data keuangan) agar punya histori.

Lanjut baca
/

Breaking News

Breaking News3 hari lalu

Transaksi Digital Rawan Tindak Pidana Pencucian Uang

Jakarta, Majalahpajak.net – Gubernur Bank Indonesia  (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Keberadaan ekonomi digital turut memudahkan transaksi keuangan. Di antaranya membantu...

Breaking News5 hari lalu

IHSG Positif di Januari, Ini Rekomendasi Saham-saham Prospektif

Jakarta Majalahpajak.net – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat pada Januari seiring dengan...

Breaking News5 hari lalu

Jokowi Tepati Janjinya Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19

Jakarta, Majalahpajak.net –  Seperti janjinya kepada masyarakat yang disampaikan sebelumnya, akhirnya Presiden Joko Widodo mendapatkan suntikan pertama dari vaksin virus...

Breaking News5 hari lalu

Aliran Dana Asing ke Indonesia Diharapkan Perbaiki Kinerja IHSG

Jakarta, Majalahpajak.net – Pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan akan terus membaik dengan permintaan domestik dan belanja pemerintah yang akan menjadi kunci...

Breaking News5 hari lalu

Peran Perbankan untuk Pemulihan Ekonomi Sangat Penting

Jakarta, Majalahpajak.net – Berbeda dengan krisis Asia maupun krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di segala...

Breaking News5 hari lalu

WIKA Raih Penghargaan 10 Juta Jam Kerja Selamat

Makassar, Majalahpajak.net – Direktur QHSE PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA), Rudy Hartono memimpin upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan...

Breaking News6 hari lalu

Antar Pangan Gratis untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

Jakarta, Majalahpajak.net – Memasuki tahun 2021, dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya terus meluas. Kebijakan aktivitas...

Breaking News7 hari lalu

BKF: Kebijakan APBN 2020 Efektif Cegah Dampak Buruk Pandemi

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi COVID-19 mengganggu kondisi kesehatan dan ekonomi secara signifikan di seluruh negara, termasuk Indonesia. Merespons kejadian ini,...

Breaking News7 hari lalu

PPKM Berlaku, Pengelola Mal Minta Pemerintah Longgarkan Waktu Operasional

Jakarta, Majalahpajak.net – Pemerintah pusat memberlakukan kebijakan pengetatan pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) di kawasan Jawa-Bali mulai Senin, (11/1/2021). Kebijakan...

Breaking News1 minggu lalu

Realisasi PMN dan Investasi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Keuangan RI menyebutkan, pada tahun 2020, pemerintah telah melakukan realisasi investasi pemerintah kepada Badan Usaha Milik...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved