Connect with us

Property

Layanan dan Ketulusan Khas Ketimuran

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Foto: Dok. Swiss-Belhotel Pondok Indah

Menerima tamu umum sembari mengakomodasi tenaga medis untuk pasien COVID-19, hotel bintang empat ini memastikan seluruh tamu nyaman dan aman beraktivitas.

 

Kurangnya istirahat membuat banyak insan medis yang menangani pasien COVID-19 kelelahan hingga jatuh sakit. Pasien menumpuk, jauhnya jarak tempuh, dan warga yang khawatir tertular, kadang membuat mereka harus menginap di rumah sakit—yang justru menurunkan daya tahan tubuh.

Syukurlah, sejak awal April, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan beberapa jaringan hotel untuk menyediakan akomodasi yang baik, yang amat diperlukan tenaga medis.

Selain mensyaratkan standar kenyamanan, Kemenparekraf mengharuskan hotel yang bekerja sama dengannya memiliki standar kesehatan yang baik pada fasilitas dan operasional.

“Standar kesehatan ini perlu benar-benar diperhatikan agar memberi rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis dan juga pekerja hotel. Sehingga, para petugas kesehatan dapat beristirahat dengan baik, dekat dengan tempat pekerjaan, dan lebih efektif pekerjaannya,” ujar Wishnutama pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).

Adalah Swiss-Belhotel Pondok Indah, salah satu hotel yang menyediakan 80 kamarnya sebagai tempat tinggal sementara bagi sekitar 150 tenaga medis Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan. Tak hanya jaraknya yang dekat, hotel ini juga mampu menyediakan kebutuhan pendukung seperti makanan, penatu, dan keperluan lainnya.

Baca Juga:  Ada Peluang Besar Investasi dan Pembiayaan Ramah Lingkungan di Indonesia

Perubahan dan penyesuaian

Public Relations Manager Swiss-Belhotel Pondok Indah Anastasia Tri Wulansari menjelaskan, meski sudah menerapkan standard operational procedure (SOP) kesehatan yang ditetapkan dalam pelayanan hotel, sebelumnya mereka juga mendapatkan pelatihan dan informasi tambahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait SOP kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

“SOP kebersihan maupun kesehatan hotel yang disarankan Kemenkes maupun WHO kami jalani setiap hari. Penyemprotan disinfektan sesering mungkin kami lakukan apalagi di permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, tombol lift, dan meja-meja; masker juga selalu ada; hand sanitizier tersedia di beberapa titik area publik di hotel, di setiap lantai. Seprai setiap harinya kami ganti, pun setiap kali mereka (petugas medis) lagi di luar hotel, kami ganti terus kami cuci,” tutur wanita yang akrab disapa Wulan ini melalui telepon kepada Majalah Pajak, Kamis (16/4).

Tak hanya itu, menuruti anjuran pemerintah tentang physical distancing, manajemen hotel mengurangi jumlah bangku di Swiss Cafe, satu-satunya restoran hotel yang berada di lantai lobi. Jika tadinya satu meja untuk dua hingga empat kursi, kini hanya untuk dua kursi.

Pelayanan dan ketulusan kepada seluruh tamu, sebagai ciri adat ketimuran khas Indonesia, dijaga betul.”

Untuk petugas medis, pihak hotel memberikan makanan yang dikemas di sebuah boks dan langsung dibawa ke bus yang akan mengantarkan mereka bekerja.

“Kami sudah siapkan breakfast-nya di dalam bus sejak setengah jam sebelum tenaga medis berangkat. Jadi, mereka mau makan di bus atau mau bawa ke rumah sakit, silakan,” imbuh Wulan.

Dengan beberapa perubahan dan penyesuaian itu, Wulan berharap tamu umum yang juga menginap di hotel ini dapat menjalankan aktivitas mereka dengan tenang.

Baca Juga: Penerapan Kenormalan Baru Jadi Peluang Sektor Parekraf Bangkit Lebih Cepat

“Dari situ sebetulnya sudah terlihat bahwa interaksi antara tamu dan tim medis sebetulnya sangat minim. (Penyesuaian) itu adalah salah satu cara kami juga untuk melindungi tamu-tamu, agar tamu-tamu tidak merasa ‘takut’ bertemu petugas medis.”

Fasilitas favorit

Swiss-Belhotel Pondok Indah beroperasi sejak Februari 2016 silam. Hotel internasional sembilan lantai ini berdiri di lokasi yang cukup strategis, dekat dengan pintu tol, kawasan bisnis, pusat hiburan, dan beberapa destinasi wisata di selatan Jakarta.

Awalnya, hotel ini merupakan sebuah apartemen yang banyak dihuni ekspatriat asal Jepang. Namun, melihat kian dinamisnya bisnis properti di ibu kota, sang pemilik memutuskan untuk mengalihfungsikannya menjadi hotel. Peralihan fungsi itu berimbas pula pada desain interiornya.

Wulan menuturkan, hotel ini merupakan visualisasi perpaduan budaya Jepang dan Indonesia. Pelayanan dan ketulusan yang diberikan pada seluruh tamu mencirikan adat ketimuran khas Indonesia yang dijaga betul oleh setiap staf dan manajemen.

Sementara, budaya Jepang diperlihatkan melalui penggunaan filosofi origami di area lobi. Dekorasi origami diaplikasikan pada meja hingga dinding di area resepsionis, juga pada sekat lobi yang memisah area tunggu dengan koridor menuju lift atau restoran. Sapuan warna putih membuat area resepsionis mencolok di tengah dominasi warna cokelat di sekelilingnya.

Bagi yang baru melihatnya, pola origami yang tersemat di sekat itu menyerupai motif batik kawung khas Indonesia. Padahal, motif digambarkan sebagai garis-garis bekas lipatan origami. Langit-langit di beberapa ruang tak terlalu tinggi, sesuai dengan rencana awalnya sebagai bangunan apartemen.

Namun, penempatan kaca pada plafon terbukti mampu ciptakan ilusi visual, sehingga lobi terasa lebih tinggi dan lapang. Wulan bilang, Swiss Cafe juga memiliki sentuhan Jepang dengan sekat-sekat pemisah antar-ruang.

Istimewanya, restoran ini memiliki area semi-outdoor dan outdoor yang kerap menjadi favorit para tamu hotel. Dinding dan plafon kacanya memungkinkan tamu yang makan di area semi-outdoor melihat secara leluasa pemandangan luar restoran.

Selain digunakan untuk bersantap, area outdoor kerap disewa untuk acara sosial seperti ulang tahun, pertunangan, hingga pernikahan. Kolam renang outdoor besar dan kecil, yang dikelilingi pohon rindang khas Pondok Indah, menjadi andalan hotel ini. Anak-anak leluasa bermain di sini tanpa kepanasan.

Ajaklah keluarga Anda menginap saat akhir pekan. Sebab, restoran ini menawarkan sunday brunch dengan harga terjangkau. Buah hati Anda bisa mencicipi hidangan lezat buatan tim dapur sembari berenang atau bermain balon serta menggambar di area kids corner. Setelahnya, Anda bisa membakar kalori di ruang gym yang beroperasi hingga pukul 20.00—atau pukul 21.30 jika ada tamu yang baru sempat memakainya saat malam.

Baca Juga:  ISEI Beri Tiga Usulan untuk Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19

Hotel ini memiliki 159 kamar dengan 5 tipe pilihan. Jika Anda menginap bersama keluarga, lebih baik memilih kamar Family Two Bedroom yang luasnya mencapai 78 meter persegi dengan kamar tidur, serta ruang keluarga, dan area pantry terpisah. Yang perlu diingat, meski tipe ini bisa diisi 4 hingga 5 orang, fasilitas sarapan di Swiss Cafe hanya berlaku untuk dua orang saja. Ini untuk membanderol harga kamar agar lebih terjangkau.

Property

Tawaran Akses dan Kesentosaan

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. Swiss-Belinn Cikarang

Hotel bernuansa Jepang di kawasan industri ini menawarkan fasilitas yang lengkap dan mendekatkan tamunya ke berbagai fasilitas.

 

Cikarang saat ini telah menjelma sebagai pusat industri nasional yang terus berkembang. Beragam kawasan industri seperti EJIP, MM2100, dan Jababeka yang menyediakan ragam fasilitas dan kemudahan aksesnya, terus mengundang para pebisnis dan penanam modal berdatangan ke kota mandiri di Kabupaten Bekasi ini.

Alhasil, Cikarang kini disebut sebagai Kota Industri terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan kawasan-kawasan industri ini juga memantik permintaan akan tempat tinggal yang aman serta strategis, baik untuk tinggal sebentar atau lama. Salah satu penginapan yang hadir untuk menjawab kebutuhan itu yakni Hotel Swiss-Belinn Cikarang.

Hotel ini semula dikenal dengan nama Celecton Jababeka. Namun, pada tanggal 1 Maret lalu jaringan hotel Swiss-Belhotel International resmi mengambil alih pengelolaan hotel ini dan mengubah nama menjadi Swiss-Belinn Cikarang. Hotel ini merupakan salah satu dari sembilan properti yang akan dibuka Swiss-Belhotel International di Indonesia pada tahun ini.

Sales Executive Swiss-Belinn Cikarang Joshua Iman mengemukakan, hotel ini merupakan tempat yang ideal bagi pebisnis atau eksekutif yang ingin beristirahat sekaligus membangun relasi.

Baca Juga: “Betawi Punye Gaye” Gaya Hotel Butik

Berlokasi di kompleks Jababeka 2, hotel ini menjanjikan kenyamanan akomodasi dan kemudahan akses ke berbagai sarana yang Anda butuhkan seperti pabrik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bahkan lapangan golf.

“Paling cuma tiga menit (berkendara) dari hotel ke golf, makannya untuk tamu-tamu dari Jakarta yang pengin golf mereka biasanya menginap di sini,” ucap Joshua kepada Majalah Pajak, Rabu (23/9).

Hotel 10 lantai ini mengusung konsep modern dengan sentuhan Jepang yang tenang dan nyaman. Tujuannya, untuk mendekatkan diri kepada pasar potensial di kawasan industri yang memang didominasi oleh investor asal Jepang. Menariknya, hotel yang memiliki lahan parkir berkapasitas hingga 100 mobil ini tak membebankan biaya parkir bagi pengunjungnya—baik saat menginap atau sekadar bersantap di restoran hotel.

Gaya modern sudah kami rasakan di lobi hotel. Dominasi warna putih diperlihatkan pada dinding, lantai marmer, hingga plafonnya. Yang menarik perhatian adalah kursi tunggu di area resepsionis yang berbentuk seperti pita. Unik, dan mengakomodasi segala usia karena ada bagian kursi yang tinggi untuk dewasa, sedang dan rendah untuk anak-anak.

Hotel ini menjanjikan kenyamanan akomodasi dan kemudahan akses ke berbagai sarana yang Anda butuhkan—pabrik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bahkan lapangan golf.

Di area lobi juga ada beberapa set sofa dan kursi bertema kekinian. Bahkan, di bagian tengah terdapat meja panjang lengkap dengan stool-nya, yang bisa digunakan sebagai area kerja atau rapat informal. Sementara itu, meja resepsionis tampak berbeda karena mengalami penambahan akrilik transparan sebagai penghalang tamu dan staf.

Joshua menyebut, penataan ini merupakan satu dari sekian bentuk penerapan protokol kesehatan di hotel ini.

“Kebijakan lainnya harus memakai masker di area umum seperti ini. Dan untuk treatment di kamar kami hampir menyerupai dengan rumah sakit. Jadi, setelah tamu check out kami akan disinfektan. Kalau untuk pembersihan fasilitas umum seperti lift, gagang pintu itu kami lakukan itu hampir setiap jam,” papar Joshua. “Kami juga sudah mendapat surat rekomendasi dari Gugus Covid-19 Kabupaten Bekasi.”

Baca Juga: “Staycation” Nyaman di Hotel Elegan

Simpel tapi elegan

Hotel ini memiliki 138 kamar berdesain kontemporer, terdiri dari 114 kamar Deluxe, dan 24 kamar Suite. Perbedaan yang menonjol pada kedua tipe kamar ini terletak pada luas kamar dan fasilitas kamar mandi. Tipe Deluxe memiliki luas 18 meter persegi dan kamar mandi yang dilengkapi shower, sedangkan tipe Suite memiliki luas kamar 36 meter persegi dengan kamar mandi yang dilengkapi baththub.

Kamar Suite yang cukup luas ini juga dilengkapi ruang tamu, ruang kerja, juga mini pantry. Sementara kamar tidur berada di ruang terpisah, sehingga keluarga Anda bisa tetap nyaman jika harus menerima tamu di dalam kamar.

Sentuhan Jepang diperlihatkan dengan penempatan alas tempat tidur ala Jepang dan panel-panel kayu di atasnya. Selebihnya, tidak banyak dekorasi ruang. Simpel juga elegan, khas arsitektur Jepang.

Untuk pilihan bersantap, hotel ini telah menyiapkan Swiss-Bistro dengan sajian menu hidangan lokal dan internasional, dan Hanatomi Izakaya yang menawarkan aneka kuliner khas Jepang dalam suasana yang santai. Sementara untuk mengakomodasi kebutuhan rapat dan acara lainnya, hotel ini menawarkan sembilan ruang rapat dan satu ballroom dengan kapasitas mulai dari 5–300 orang di era adaptasi kebiasaan baru.

Seusai bekerja atau rapat seharian, datanglah ke rooftop untuk merelaksasi tubuh Anda. Di lantai 10 ini ada sarana gym, kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, sauna, dan Ofuro atau pemandian air panas. Anda bisa duduk di kursi-kursi santai di sekitar kolam renang, seraya menikmati pemandangan dramatis saat senja perlahan berganti malam di alam Cikarang.

Baca Juga: Bekerja (dan Bermanja) di Apartemen Rasa Hotel

Lanjut baca

Property

“Betawi Punye Gaye” Gaya Hotel Butik 

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. Jambuluwuk Thamrin Hotel

Ingin menyelami budaya Betawi sembari menginap? Hotel butik di jantung ibu kota ini bisa menjadi pilihan Anda.

 

Indonesia merupakan rumah bagi beragam adat istiadat, budaya, alam nan eksotis, serta keramahan penduduk lokalnya. Keistimewaan inilah yang menginspirasi jaringan hotel Jambuluwuk Hotels & Resorts saat membangun penginapan sekaligus mengelolanya.

Hingga saat ini, Jambuluwuk Hotels & Resorts memiliki enam sarana akomodasi yang berlokasi di Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Lombok, Bali, dan Jakarta. Corporate Marketing Communications Manager, Martha W. Thomas mengatakan, konsep interior dan pelayanan yang diemban setiap properti grup hotel ini selalu mengikuti kekhasan atau kearifan lokal di mana pun properti itu dibangun.

“Kami tetap harus menghormati di mana kami membangun (penginapan), karena menganut di mana kami berpijak, di situlah kami tetap harus menghormati tanah tersebut,” ucap Martha kepada Majalah Pajak, Kamis (25/8).

Baca Juga: “Staycation”, Liburan Aman untuk Mengusir Bosan

Begitu pun untuk Jambuluwuk Thamrin Hotel, Jakarta Pusat, properti teranyar sekaligus flagship grup hotel ini di Jakarta. Mulai beroperasi pada Oktober 2019, hotel ini siap memanjakan Anda dengan beragam kebutuhan, mulai dari bekerja, bersantap, berlibur, hingga penyelenggaraan acara-acara spesial.

Lokasinya yang strategis di jantung ibu kota, tapi cukup tersembunyi—karena terletak di lingkungan perumahan elite, membuat hotel eksklusif ini cukup diminati di kalangan pebisnis dan keluarga untuk sejenak kabur dari hiruk-pikuk Jakarta.

Betawi kolonial

Sebagaimana hotel dan resor milik Jambuluwuk Hotels & Resorts lainnya, hotel butik ini juga merangkum keindahan dan keunikan kearifan lokal di sekitarnya dan diterapkan dalam sebuah arsitektur juga desain interior nan apik. Jakarta yang identik dengan Betawi, sejarah, dan modernitas diabadikan ke dalam bangunan hotel berkonsep Betawi kolonial, lengkap dengan konsep pelayanan yang diadopsi dari karakter suku Betawi yang terbuka dan luwes.

Berkonsep Betawi kolonial, hotel ini menyajikan layanan yang mengadopsi karakter suku Betawi yang luwes dan terbuka.

Langgam Betawi diperlihatkan sejak Anda berada di teras hotel dengan hiasan sepasang ondel-ondel sebagai simbol ungkapan “selamat datang”. Melangkah masuk ke area lobi, Anda akan mendapati tata ruang nan unik karena dibuat terbuka dan menyatu dengan restoran dan bakery hotel. Selain menambah kesan lapang, konsep ini juga menandakan setiap tamu akan selalu disambut dengan tangan terbuka dan hangat layaknya pulang ke rumah sendiri.

Baca Juga: Sepotong Nostalgia Mengalir di Meja

Meski meja resepsionis tak berhadapan dengan pintu masuk, Anda tak perlu khawatir akan tersasar karena staf hotel berbaju sadariah—pakaian tradisional Betawi untuk pria—akan mengarahkan Anda dengan santun. Bukan hanya di area lobi, ornamen dan gaya arsitektur Betawi juga diaplikasikan di hampir seluruh ruangan.

Misalnya, di koridor kamar yang lantainya dihiasi tegel bermotif seperti rumah adat Betawi. Warna hijau yang mendominasi tegel, senada dengan panel pintu di 71 kamar yang ada, sehingga membangkitkan kesan segar dan ringan.

Begitu juga dengan interior di setiap kamarnya. Aksen Betawi dihadirkan melalui foto seputar ikon dan tengara di Jakarta. Kamar-kamar di sini pun terbilang lebih luas dibandingkan dengan hotel-hotel lain di kawasan Thamrin. Bayangkan, untuk kamar Deluxe sebagai tipe terendah saja luasnya mencapai 32 meter persegi.

Sementara, untuk tipe Suite dan Executive Suite memiliki luas 35 meter persegi. Jika Anda menginap bersama keluarga besar dan ingin lebih leluasa, Anda bisa memilih Jambuluwuk Suite dengan luas 50 meter persegi. Tipe kamar Suite cocok untuk Anda yang ingin tinggal lama di sini, sebab fasilitas dalam kamar telah dilengkapi dengan bathtub, kulkas, microwave, dispenser air, dan dapur.

Untuk memenuhi kebutuhan berbisnis, hotel ini juga dilengkapi dengan empat ruang rapat di lantai mezanin. Sekat pada ruang rapat bisa dibuka untuk mendapatkan daya tampung yang sesuai dengan kebutuhan acara Anda. Walaupun berada di lahan tak lebih dari satu hektare, manajemen hotel tetap mementingkan kenyamanan Anda dan keluarga saat menginap di akhir pekan.

Baca Juga: Bekerja (dan Bermanja) di Apartemen Rasa Hotel

Selain restoran Frestro Asia Restaurant yang menyajikan makanan Asia dengan sentuhan modern; beragam fasilitas lain juga telah dipersiapkan dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni Croustille Bakery, kolam renang, gym, dan sauna. Hotel ini juga berada dekat dengan pusat perbelanjaan, bundaran HI, dan sarana transportasi umum seperti LRT dan TransJakarta.

Lanjut baca

Property

“Staycation” Nyaman di Hotel Elegan

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center

Hotel elegan di bilangan Jakarta Barat ini memiliki sertifikat keamanan dari WTTC karena secara efektif mengaplikasikan standar keselamatan tatanan kenormalan baru.

 

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, membuat khawatir wisatawan maupun pebisnis yang ingin menginap di hotel. Betapa tidak, Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya masih menjadi episentrum virus korona di Indonesia. Untuk itu, diperlukan jaminan keamanan bagi setiap tamu yang menginap di hotel.

Kini, banyak pelaku industri perhotelan yang menerapkan protokol kesehatan berkiblat dari panduan keselamatan yang diterbitkan World Travel & Tourism Council (WTTC). Protokol ini dibuat berdasarkan pengalaman anggota WTTC yang berurusan dengan Covid-19, dan berdasarkan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Beberapa waktu lalu, WTTC juga meluncurkan stempel keamanan global pertama di dunia bernama Safe Travels. Stempel bulat berwarna hijau ini dirancang agar memudahkan wisatawan mengenali industri yang telah mengadopsi protokol standar global kesehatan dan kebersihan di masa pandemi. Salah satu hotel yang telah menerimanya adalah Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta Barat.

Sertifikat Safe Travels menjadi bukti bahwa hotel ini dan hotel-hotel lainnya di grup Archipelago International menerapkan sejumlah standar keselamatan tatanan kenormalan baru yang sangat efektif di properti hotel. Public Relations Manager Ariestya Devitha Bouty mengatakan, hotel memang sempat ditutup sejak April lalu dan baru beroperasi kembali pada 8 Juni.

Baca Juga: Layanan dan Ketulusan Khas Ketimuran

Sebelum hotel dibuka, manajemen dan staf bahu-membahu menyiapkan protokol kesehatan, termasuk melakukan rapid test virus korona bagi seluruh karyawannya. Dengan cara ini, pihak manajemen ingin mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap unit propertinya.

“Semua karyawan kami sebanyak 87 orang sudah di-rapid test dan hasilnya non-reaktif semua. Jadi, boleh kerja lagi. Ke depan, kami akan mengadakan rapid test lagi karena harus dilakukan berkala. Kami juga bikin video sosialisasi, lalu di-post di media sosial,” terang wanita yang akrab disapa Vitha ini kepada Majalah Pajak, Kamis (17/7).

Tak hanya itu, aturan jaga jarak juga secara serius diterapkan di hotel ini. Vitha bilang, sejak tamu memesan kamar hotel hingga berada di lingkungan hotel sebisa mungkin dilakukan melalui peranti aplikasi dan mengandalkan internet, tanpa harus bersentuhan atau berdekatan dengan staf maupun barang. Pun ketika Anda ingin memesan makanan, Anda bisa memilih menu restoran dengan memindai QR Code yang diberikan oleh staf.

 

“Pilih tipe suite dan presidential suite untuk mendapatkan kenyamanan dan kesenangan maksimal selama staycation di ibu kota.”

 

Hotel elegan

Beroperasi sejak September 2019, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center merupakan properti teranyar dari jaringan hotel Archipelago International. Menawarkan tujuan bisnis dan liburan satu atap yang nyaman dan elegan, hotel bintang empat kontemporer ini dikelilingi pusat hiburan, bisnis, serta pendidikan.

Keeleganan hotel terasa sejak Anda memasuki lobi hotel. Dengan dinding-dinding berlapis marmer hitam yang menjulang tinggi, chandellier penuh kerlipan menyerupai berlian, meja resepsionis panjang yang juga berlapiskan marmer, hingga sofa-sofa besar yang menghiasi salah satu sudut lobi, berhasil membawakan suasana mewah di hotel 25 lantai ini.

Suasana kamar juga dihadirkan dengan nuansa senada. Perpaduan seni interior modern dengan furnitur model klasik menghasilkan langgam kontemporer nan kental. Anda bisa memilih tipe kamar sesuai kebutuhan dari superior, deluxe, suite, dan presidential suite. Jika bepergian bersama keluarga, Anda bisa memilih tipe suite atau presidential suite untuk mendapatkan kenyamanan dan kesenangan maksimal.

Tak hanya berkamar besar, tipe suite dan presidential suite merupakan tempat terbaik untuk menikmati staycation di ibu kota dengan segala gemerlap dan fasilitasnya. Jika situasi normal, tamu yang memesan tipe kamar deluxe ke atas juga bisa langsung melakukan check-in di Aster Executive Lounge di lantai 21, dan dapat menikmati afternoon tea di sini.

Baca Juga: “Staycation”, Liburan Aman untuk Mengusir Bosan

Anda patut berbangga jika menginap di hotel ini, karena Anda turut menyukseskan program Go Green yang digadang-gadang hotel ini. Salah satu gerakannya, Anda tak akan menemukan air mineral kemasan di kamar. Sebagai gantinya, pihak hotel menyediakan dispenser air di salah satu bagian koridor hotel di tiap lantainya. Jadi, tamu bisa bebas mengambil air dengan membawa teko yang disediakan di setiap kamar.

Tak hanya itu, dengan okupansi yang masih minim selama pandemi ini, maka hotel hanya mengoperasikan beberapa lantainya saja sesuai tingkat hunian.

“Kamar-kamar yang dibuka itu hanya satu lantai atau dua lantai saja tergantung okupansi. Satu lantai terdiri dari 14 kamar yang terdiri dari beberapa tipe kamar. Lantai kamar yang dibuka juga jaraknya cukup jauh, enggak langsung di bawah atau di atasnya, misalnya lantai 10 dan 20. Dengan begitu, kami bisa hemat banyak energi,” imbuh Vitha.

Fasilitas hotel ini sebetulnya terbilang lengkap, ada Restoran Asoka, gym, spa, kolam renang outdoor, ruang rapat, dan ballroom yang diklaim bisa menampung hingga 2000 orang. Sayangnya, di situasi pandemi ini beberapa fasilitas publik—kecuali ballroom—terpaksa ditutup untuk menghindari kerumunan. Namun, hotel masih memfasilitasi keperluan acara Anda, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk benar-benar menjaga physical distancing, tamu dan staf diwajibkan memakai masker selama acara berlangsung. Ada beberapa tamu yang mau foto boleh saja, tapi selagi mereka di area itu dan banyak orang berkumpul, mereka harus pakai masker. Jadi, selama di area sini mereka mesti mengikuti peraturan kami. Selain itu, ada petugas yang mengambilkan makanannya. Jadi, tamunya enggak perlu ambil sendiri.”

Baca Juga: Meracik Siasat Penyelamatan

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News3 hari lalu

Mandat diperluas, SMF Sokong Pemulihan Ekonomi Nasional Lebih Optimal

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)...

Breaking News5 hari lalu

Memontum Membangun Teknologi Informasi untuk Indonesia Maju

Jakarta, Majalahpajak.net – Di tengah upaya menghadapi dampak Covid-19, Pemerintah melalui APBN 2021 serius mendukung perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi...

Breaking News7 hari lalu

Saatnya UMKM “Move On” dari Pandemi

Pemerintah berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan memberikan insentif di beberapa sektor usaha termasuk bagi pelaku Usaha mikro, kecil, dan...

Breaking News1 minggu lalu

IKPI Beri Masukan DJP Soal Aturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2020 Tentang...

Breaking News1 minggu lalu

Perda DKI Disahkan, Tidak Menggunakan Masker Didenda Rp 250 Ribu

Jakarta, Majalahpajak.net – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Peraturan Daerah ( Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19....

Breaking News2 minggu lalu

Merajut Kepedulian, Membangun Kesejahteraan Sosial

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Sosial bersama Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) terus mendorong partisipasi aktif dunia usaha dalam penyelenggaraan tanggung jawab...

Breaking News2 minggu lalu

Lagi, DJP Tunjuk 10 Badan Usaha Sebagai Pemungut PPN PSME

Jakarta, Majalahpajak.net –Direktorat Jenderal Pajak telah menunjuk sepuluh perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang...

Breaking News2 minggu lalu

Tokopedia Dapat Suntikan Dana dari Google dan Temasek

Jakarta, Majalahpajak.net – Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari Google dan Temasek. Kedua perusahaan multinasional itu resmi menjadi salah satu pemegang...

Breaking News2 minggu lalu

Relawan Minta Tokoh Masyarakat Beri Teladan Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerap kali...

Analysis2 minggu lalu

Pandemi, IHSG Bearsih, dan Strategi Berinvestasi

Penurunan index harga saham gabungan sudah dua kali mengalami penurunan selama 2020 akibat pandemi Covid-19. Penurunan pertama terjadi pada awal...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved