Connect with us

On Views

Laporan Keuangan BUMN “Nyambung” ke DJP

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

 

 

Laporan Keuangan 30 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal itu diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/2/).

“Kami berkomitmen bahwa Pertamina yang pertama, tapi saya targetkan enam tahun ini harus 30 BUMN. Sebab 30 itu sudah merepresentasi seluruh BUMN,” kata Rini.

Data yang terintegrasi melalui Kanwil Wajib Pajak Besar DJP meliputi data pembelian dan penjualan, pembayaran gaji, dan transaksi dengan pihak ketiga dan lainnya. Serta, automasi pelaksanaan kewajiban perpajakan melalui fasilitas elektronik seperti e-faktur (faktur pajak), e-bupot (bukti potong/pungut), e-billing (pembayaran), dan e-filing (pelaporan SPT).

Rini mengingatkan BUMN harus berfungsi sebagai korporasi yang mencetak keuntungan sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan negara melalui dividen dan pajak.

Delapan BUMN telah siap melakukan integrasi ini, yakni PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) , PT Telkom Tbk, PT Bank Mandiri Tbk , PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. Sisanya, akan ditargetkan hingga akhir 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik komitmen ini dan berharap integrasi ini membuat ekonomi Indonesia kian efisien dan produktif.

“Ibu Rini langsung meng-challenge jadi 30 BUMN sebelum akhir tahun. Maka saya bayangkan BUMN deg-degan tiap hari punya menteri seperti ini. Indonesia memang tidak boleh menunggu terlalu lama. Saya harap ini bisa direspons oleh DJP,” ungkap Sri Mulyani.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan memastikan dengan pengintegrasian ini BUMN tidak perlu lagi menyetor laporan tiap bulan ke kantor pajak.

“Daripada menyusun tiap bulan, langsung saja real time. Pengeluaran dan pemasukan langsung masuk ke kita sehingga datanya lebih lengkap dan lebih real time,” ujar Robert.

Breaking News

Bank Dunia Kategorikan Indonesia Sebagai “Upper Middle Income Country”

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Di tengah upaya Pemerintah dan masyarakat Indonesia berjuang mengatasi dampak pandemi Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi nasional, sebuah prestasi membanggakan diberikan oleh lembaga internasional kepada Indonesia.

Kementerian Keuangan RI mengumumkan, per tanggal 1 Juli 2020, Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country).

Kenaikan status itu diberikan berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, GNI per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi 4.050 dollar AS dari posisi sebelumnya 840 dollar AS. Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori, yaitu Low Income (1.035 dollar AS), Lower Middle Income (1.036 -4,045 dollar AS), Upper Middle Income (4.046 – 12.535 dollar AS) dan High Income (>12.535 dollar AS).

Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, namun juga dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Kenaikan status Indonesia ini merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata.

Kemenkeu menilai, peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja current account, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan.

Kenaikan status ini juga merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan, memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis serta menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045.

Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerja sama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy. Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Dunia memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun (kurs Rp 14.500/ dollar AS) yang dikemas dalam program Indonesia Covid-19 Emergency Response. Pendanaan itu digunakan untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

Lanjut baca

Breaking News

Lima Aspek yang Membuat Humormu Bermutu

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

“Humor itu dasarnya membicarakan realitas, maka harus dapat dipercaya atau diuji.”—Kang Maman.

Situasi belakangan sedang tidak menyenangkan bagi kita karena pandemi virus Covid-19. Sudah begitu, kegaduhan di telinga kita seperti tidak memudar karena tingkah pihak-pihak tertentu yang menggunakan humor dengan sembrono maupun yang gegabah dalam merespons humor. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) sebagai lembaga yang serius dalam melakukan kajian terhadap humor untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menggandeng Maman Suherman (penulis, duta literasi, dan advisor IHIK3), IHIK3 menghelat webinar keenamnya dengan tajuk “Bercanda Kumat Biar Tobat” pada Sabtu, (20/6/2020).

Acara yang dihelat  dari pukul 13.00 sampai 15.00 WIB ini dipandu oleh Yasser Fikry (komedian dan CCO IHIK3) bersama Ulwan Fakhri (peneliti IHIK3).

Pada acara itu, Maman Suherman mengatakan, humor adalah sesuatu yang sangat serius. Saking seriusnya, dalam membuatnya kita harus mempertimbangkan lima aspek berhumor dari sisi komunikasi yang ia rangkum menjadi 5R: Read, Research, Reliable, Reflecting, dan Right.

“Jangan berpikir memasarkan humor itu seperti memasarkan produk yang pakai konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Kalian bisa mencari atau mendapatkan perhatian yang luas, tapi pikirkan juga apa dampaknya,” pesan pria yang akrab disapa Kang Maman itu.

Kang Maman menjelaskan lebih detail dari masing-masing 5R itu. R yang pertama, Read, mengharuskan kita untuk mampu membaca situasi dulu sebelum melempar humor. Lalu lakukanlah riset (Research), supaya humor yang kita sampaikan presisi, baik dari segi struktur kebahasaan, target yang dicatut, dan lain sebagainya. Jangan lewatkan juga aspek Reliable. Pasalnya, humor itu dasarnya membicarakan realitas, maka harus dapat dipercaya atau diuji.

Tangkapan layar para peserta webinar Bercanda Kumat Biar Tobat bersama Maman Suherman

Kemudian, penting juga untuk merefleksi (Reflecting) humor kita. Kita harus bisa melihat dan memastikan dari mana kita bisa mengambil sisi humor dari suatu peristiwa. Yang terakhir, Right, berhubungan dengan nurani. Pesan Kang Maman, humor itu baiknya berpihak dengan intensi untuk menegakkan kebenaran.

Dalam webinar yang diikuti beragam kalangan ini, dari pekarya visual, content creator, penulis, guru, akademisi, hingga karyawan perusahaan swasta dan ASN, Kang Maman juga menyampaikan di situasi yang cenderung represif saat ini, masyarakat kita membutuhkan suatu bentuk humor yang namanya metafora.

“Humor yang paling laris dan paling aman saat ini—dan seharusnya paling bagus—adalah metafora,” ujarnya.

Komik strip adalah medium yang paling cocok untuk bermetafor, lanjut Kang Maman. Hal ini sudah biasa dipraktikkan oleh kartunis era Orde Baru. Demi tetap bisa mengkritik di tengah beragam belenggu dan represi, para kartunis sering memunculkan metafora-metafora untuk menyamarkan target kritikannya.

“Apa yang dilakukan GM Sudarta di Kompas, Pramono di Suara Pembaruan, dan para komikus zaman dulu, tidak menular ke komikus sekarang – hari ini pada tiarap semua. Padahal, saya merindukan kemunculan komik strip.”

Menurutnya, para komikus era kini perlu lebih ‘spartan’ berkarya dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial yang digandrungi anak muda. Ia kemudian menyitir sindiran yang disampaikan kartunis sekaligus salah satu pendiri IHIK3, Darminto M. Sudarmo, bahwasannya kartunis dan karyanya perlu muncul untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang lebih luas, ketika ilmuwan-ilmuwan dan pemikir-pemikir hebat kita terlalu asyik berdebat tentang beragam isu termasuk Covid-19.

“Bayangkan kalau yang ngomongin isu-isu ini itu si Pailul atau tokoh-tokoh lain di komik strip, pasti jauh lebih asyik. Kita pasti akan suka ketika bisa diwakili oleh mereka,” tambah Kang Maman.

Sejalan dengan pemikiran Kang Maman, IHIK3 juga siap menggelorakan kembali semangat humor visual kritis di Tanah Air. Hal tersebut diwujudkan dengan merilis kumpulan kartun karya kartunis populer era 70-an, Johnny Hidayat Ar, pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Johnny, lewat tokoh kartunnya bernama Si Jon, doyan sekali mengkritik kondisi masyarakat Indonesia di masa itu yang sejatinya masih relevan dengan masa sekarang. Si Jon, misalnya, sejak lama sudah menyindir keengganan masyarakat untuk tertib hingga permainan kotor yang lekat dengan para elite berkepentingan.

Webinar episode keenam IHIK3 maupun episode-episode sebelumnya juga tersedia di kanal YouTube serta podcast IHIK3 yang bisa didengarkan di aplikasi streaming seperti Spotify dan Apple Podcast.

Lanjut baca

Breaking News

Insentif Pajak untuk Koperasi dan UMKM

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya (FEB UAJ) bekerja sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menyelenggarakan webinar (seminar daring) pajak nasional bertajuk “Pemanfaatan Insentif Pajak Jilid II dalam Mengantisipasi Tantangan Ekonomi di Masa Covid-19 untuk Korporasi dan UMKM”.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UAJ Irenius Dwinanto Bimo menjelaskan acara ini merupakan bagian dari webinar series yang diselenggarakan program studi FEB UAJ. “Webinar ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih kami kepada bangsa dan negara dalam rangka menyambut ulang tahun Atma Jaya dan fakultas (FEB) ke-60,” ujarnya, Jumat (15/05).

Acara yang dipandu oleh Kepala Program Studi (KPS) Magister Akuntansi FEB UAJ Christina Yuliana itu menghadirkan Ketua Umum IKPI Mochamad Soebakir dan Ketua Komite Etik IKPI Pusat Lani Dharmasetya ini melibatkan 1.203 peserta dari seluruh Indonesia yang berasal dari kalangan korporat, dosen, anggota IKPI, mahasiswa dan pelaku UMKM.

Lani dalam paparannya menjelaskan insentif pajak yang dapat dimanfaatkan korporasi dan UMKM seperti PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh Final UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30 persen, dan pengembalian pendahuluan PPN. “Ini adalah salah satu wujud nyata kepekaan DJP terhadap WP dalam menghadapi pandemi Covid-19, khususnya bagi korporasi dan UMKM,” ungkapnya.
Ketua Umum IKPI Mochamad Soebakir berharap webinar ini dapat membantu pemenuhan kewajiban WP korporasi dan UMKM di tengah pandemi.
“Mudah-mudahan dengan mengikuti webinar ini semuanya menjadi jelas, sehingga dapat membantu Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan mereka,” kata Soebakir.

Christina Yuliana menambahkan, peserta yang mengikuti webinar ini akan mendapatkan e-sertifikat yang dapat digunakan untuk mendapatkan credit point untuk anggota IKPI atau karyawan perusahaan dan beasiswa bagi penyandang gelar BKP yang ingin melanjutkan ke program studi magister akuntansi dan PPak FEBUAJ.—Heru Yulianto

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News1 hari lalu

Ekonomi Kuartal ke-4 Membaik, Pemerintah Tetap Fokus Menjaga Pertumbuhan

Kasus pandemi COVID-19 di dunia masih mengalami eskalasi dan memicu ketidakpastian. Di Indonesia, kasus COVID-19 di beberapa daerah terkendali. Namun,...

Breaking News2 hari lalu

Dukung Kemajuan Pasar Modal Indonesia, DJP Terima Penghargaan

Jakarta, Majalahpajak.net – Peran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap kemajuan pasar modal Indonesia mendapat penghargaan dan apresiasi dari para regulator...

Breaking News2 hari lalu

Ekonomi Asia Mulai Kembali Stabil

Jakarta, Majalahpajak.net – Ekonom Bank DBS Group mengatakan, laju pemulihan ekonomi di tengah pandemi global di beberapa negara  kawasan Eropa,...

Breaking News3 hari lalu

Mengabdi dengan Ikhlas, Menjaga Martabat dan Prestasi

Jakarta, Majalahpajak.net – Merayakan ulang tahun ke-5 pada 5 Oktober lalu, Kanwil DJP Jakarta Selatan II mengadakan kegiatan syukuran sekaligus...

Breaking News1 minggu lalu

Ini Kebiasaan Baru Masyarakat di Masa Pandemi

Jakarta, majalahpajak.net – Pandemi Covid-19 telah menghantam seluruh sendi ekonomi Indonesia: hotel-hotel sunyi dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Menurut Kementerian...

Breaking News1 minggu lalu

DBS dan Tanijoy Kampanyekan Gaya Hidup “Zero Food Waste” untuk Atasi Perubahan Iklim

Jakarta, Majalahpajak.net – Economist Intelligence Unit melakukan penilaian ketahanan pangan (Food Sustainability Index 2018) dan menemukan bahwa Indonesia menjadi negara...

Breaking News1 minggu lalu

Majukan Produk Indonesia, Kemenkominfo Adakan Pelatihan Wirausaha Digital untuk UMKM

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar pelatihan digital untuk warga negara Indonesia dan perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil,...

Breaking News2 minggu lalu

Menparekraf Ajak Pulihkan Sektor Pariwisata melalui Penguatan UMKM

Jakarta, Majalahpajak.net– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan pentingnya kebijakan strategis bagi pelaku...

Breaking News2 minggu lalu

Ini Prosedur Permohonan Persetujuan Penerimaan Kredit Luar Negeri

Jakarta, Majalapajak.net – Dampak pandemi Covid-19 di Indonesia telah berimbas ke sektor ekonomi dan keuangan. Antara lain melambungkan kebutuhan pembiayaan...

Breaking News2 minggu lalu

Indonesia Dorong Kerja sama Pembiayaan Infrastruktur dan Teknologi Digital

Jakarta, Majalahpajak.net –Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menggelar meeting virtual ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved