Connect with us

Breaking News

Komunitas Gowes Lion Air Kampanyekan Hidup Sehat Antinarkoba

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Komunitas pehobi sepeda (gowes) Lion Air Group Bike Community memulai kembali aktivitas bersepeda dengan menerapkan tatanan kehidupan dan kenormalan baru (new normal). Hal ini bertepatan momentum 20 Tahun Lion Air (2000 – 2020) serta masih pada periode yang sama yaitu 3 Juni yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai Hari Sepeda Sedunia atau Bicycle Day.

Pelaksanaan gowes dipimpin oleh Managing Director of Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi yang bersama jajaran manajemen Lion Air Group serta komunitas internal 250 orang dari berbagai divisi. Rute dimulai dari Lion Operation Center (LOC) dilanjutkan gowes di sekitar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan kembali ke LOC.

Daniel mengatakan, Lion Air Group senantiasa melaksanakan beragam kegiatan guna membantu mewujudkan aktivitas berkonsep ramah dan mudah yang mencerminkan green lifestyle. Lion Air Group Bike Community memperkuat kampanye #100PersenSehat menggiatkan hobi bersepeda menggunakan waktu luang karena mampu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan yaitu cara mudah dan tindakan sederhana.

“Giat #100PersenSehat juga dilakukan dengan senam kreasi (zumba) dari perwakilan awak kabin Lion Air Group. Ini merupakan salah satu komunitas sehat di internal Lion Air Group yang dilaksanakan secara terjadwal,” kata Daniel pada Minggu (28/6/20).

Kampanye #100PersenSehat melalui bersepeda dan tidak menggunakan narkoba dipimpin oleh Managing Director of Lion Air Group (depan), Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.

Aksi #100PersenSehat dilaksanakan bersamaan dengan momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan pesan sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba. Lion Air Group memastikan bahwa seluruh karyawan wajib patuh terhadap semua peraturan tidak menggunakan narkotia dan obat terlarang lainnya. Dalam operasional, selama penerbangan, awak kabin menyampaikan untuk tidak membawa atau mengedarkan narkotika atau obat terlarang lainnya.

Kegiatan tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan ketika bersepeda (gowes), saat istirahat dan di rumah atau kantor usai bersepeda, antara lain pengaturan berkelompok untuk alur sepeda, mematuhi rambu lalu lintas, mengutamakan jaga jarak (physical distancing), membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, istirahat yang cukup, konsumsi makanan sehat dan lainnya.

Berbagi kepada sesama

Kesempatan berbagi dilaksanakan kepada lingkungan sekitar kantor Lion Operation Center, yaitu melalui peduli anak yatim piatu dari Yayasan Albakarah wilayah Neglasari, Tangerang. Kawasan kantor yang dipilih untuk melakukan kegiatan berlokasi masih satu area dengan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, sekaligus ingin memperkenalkan bahwa sebagian besar kegiatan penerbangan Lion Air Group menggunakan gerbang udara ini menjadi hub utama (penghubung).

Kegiatan berbagi kepada sesama anak yatim piatu dari Yayasan Albakarah wilayah Neglasari, Tangerang

Berbagi yang mengusung tema #IndahnyaKebersamaan khususnya dari karyawan dengan anak yatim piatu bertujuan memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak serta informasi mengenai bahaya narkoba atau obat terlarang lainnya.

Secara simbolis agenda berbagai kepada sesama diserahkan oleh Daniel, sementara penyerahan miniatur pesawat Lion Air Boeing 737-900ER dari Director Operation of Lion Air, Capt. I Putu Wijaya kepada pihak Yayasan Alkabarah.

Melalui acara ini diharapkan anak-anak mendapatkan pengetahuan lebih luas lagi mengenai penerbangan beserta profesi. Lion Air Group mengedepankan dan menanamkan nilai edukasi, yakni generasi muda harus mempunyai keinginan kuat, pengembangan bakat agar bisa lebih maju yang ditempuh melalui karya dan belajar, salah satunya memperkenalkan pesawat udara. Nilai sosial, bahwa penuh rasa percaya diri, saling mengingatkan dan saling menghargai antarsesama, sehingga berdampak positif terhadap kehidupan sehari-hari antara lain membentuk keharmonisan.

“Lion Air Group mengucapkan terima kasih atas inisiasi, antusiasme, partisipasi dan keseruan dari seluruh peserta gowes. Lion Air Group juga berterima kasih kepada pengelola bandar udara – PT Angkasa Pura II cabang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Polres Bandara Soekarno-Hatta serta pihak lainnya yang terkait atas dukungannya, sehingga gowes berjalan dengan tertib, lancar,” kata Daniel.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Punya Valuasi Rp 14,5 Triliun, OnlinePajak Masuk Deretan Startup Unicorn

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Charles-Guinot - CEO/Founder OnlinePajak

Jakarta, Majalahpajak.net – Sebuah riset yang dilakukan CBInsights bertajuk “The Complete List Of Unicorn Companies” yang dilakukan unicorn hingga Juli 2021 menyebutkan, Indonesia kini memiliki tujuh perusahaan rintisan (startup) unicorn atau memiliki valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Salah satu startup yang terbaru adalah startup OnlinePajak. Dalam riset tersebut OnlinePajak disebut memiliki valuasi 1,7 miliar dollar AS. Beberapa investor besarnya adalah Sequoia Capital India, Warburg Pincus dan Altos Ventures.

OnlinePajak adalah platform aplikasi on-line pajak yang memberikan solusi pintar mengelola pajak orang Indonesia. Platform ini memfasilitasi hitungan, setoran, dan lapor pajak perusahaan.

OnlinePajak didirikan oleh Charles Guinot seorang warga negara Perancis yang telah lama tinggal di Indonesia. Menurut Crunchbase, startup perpajakan ini telah mengumpulkan dana investor hingga 41 juta  dollar AS dari tiga kali putaran pendanaan.

Tahun 2015, secara resmi Charles meluncurkan aplikasi berbasis website  OnlinePajak kepada seluruh warga Indonesia secara gratis. Kehadiran OnlinePajak ini memudahkan penggunanya untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak dalam satu platform terintegrasi yang sederhana.

Misalnya, Wajib Pajak dapat melakukan perhitungan beberapa jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh) 21, PPh 23, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, pengguna dapat langsung membuat e-Faktur dan SPT dengan hanya menekan sebuah tombol.

Sebelumnya, dalam wawancara ekslusif dengan Majalah Pajak, Charles mengatakan, untuk memudahkan pengguna dalam membayar dan melaporkan pajak, OnlinePajak pun telah terkoneksi dengan sistem e-Billing dan e-Filing milik kantor pajak. OnlinePajak sendiri telah resmi menjadi aplikasi mitra DJP.

“Kami mempunyai dua buah server yang masing-masing telah terkoneksi dengan server e-Billing dan e-Filing di DJP,” jelas Charles.

Lanjut baca

Breaking News

Peringati Ultah ke-14, DDTC Luncurkan Komik Edukasi Pajak

Heru Yulianto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Dalam rangka menyambut ulang tahun (ultah) ke-14 Danny Darussalam Tax Center (DDTC), DDTC mengadakan peluncuran buku komik pajak berjudul Joni dan Kawan Pajak: Pajak Kita untuk Indonesia Maju.

Managing Partner DDTC Darussalam mengungkapkan, ide pembuatan komik ini berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi perpajakan Indonesia khususnya dalam satu dekade terakhir. Ia menilai, pajak belum bisa memberikan sumbangsih yang seharusnya kepada negara dan tax ratio Indonesia masih terendah jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

“Perspektif edukasi itu tidak harus dengan memaksakan pajak, tetapi bagaimana agar pembayaran pajak itu tidak harus selalu dengan dipaksakan tapi tumbuh dari diri kita sendiri melalui  edukasi literasi pajak sejak usia dini,” ungkapnya pada Jumat (16/07).

Ia menambahkan, kesadaran akan pentingnya pajak sudah seharusnya ditanamkan sejak dini karena pajak itu butuh proses dan tidak instan. Selain itu, edukasi pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab otoritas pajak semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

Webinar peluncuran buku komik pajak berjudul Joni dan Kawan Pajak: Pajak Kita untuk Indonesia Maju, Jumat (16/7/21)

“Di negara-negara maju, pajak itu didapatkan dengan proses yang panjang. Dimulai dari usia dini, bahkan pajak bisa dimulai dari lingkungan terkecil dari kita adalah lingkungan keluarga. Selain itu, sudah seharusnya pendekatan pajak itu mulai kita perkenalkan kepada anak-anak usia dini dengan sederhana dan dengan cara yang bahagia,” tambahnya.

Menurutnya, mempelajari pajak itu tidak harus dimulai dengan menekankan pajak sebagai suatu kewajiban. Tapi, alangkah baiknya jika mempelajari pajak itu mulai dari menjelaskan bahwa kebutuhan kita sehari-hari sebenarnya itu semua dibiayai dari pajak, mulai dari menceritakan tentang manfaat pajak untuk pembangunan jalan, gedung, dan jembatan dan lainnya. Sehingga apa yang tertanam di benak kita bahwa pajak itu bukan kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan.

“Jadi, kalau pajak itu dipandang sebagai kebutuhan, maka ketika kita akan melakukan pembayaran pajak maka kita akan ikhlas, sukarela, bahkan dengan bangga menyatakan bahwa kita pembayar pajak sebenarnya adalah pahlawan pajak saat ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, komik ini merupakan karya Taxologist DDTC Nehemia Daniel Sohilait dan Ilustrator Dewinta Asyiva Sidiq dengan editor Managing Partner DDTC Darussalam dan Senior Partner DDTC Danny Septriadi. Komik ini disusun untuk mengedukasi masyarakat, terutama bagi kalangan muda dengan pendekatan pop culture sehingga mudah diterima. Adapun komik ini menceritakan tentang keseharian Joni sebagai karakter utama.

Dari penggambaran keseharian Joni tersebut, diharapkan pengenalan dan pemahaman tentang pajak dapat dicerna dengan mudah. Cerita-cerita yang termuat dalam komik ini juga dapat menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak.

Sebagai penutup, Senior Partner Danny Septriadi mengatakan bahwa buku ini merupakan komitmen Darussalam terhadap ide dan bagaimana mengkomunikasikan masalah pajak dalam bentuk yang sederhana.

“Sebelumnya kita banyak buat buku yang dibaca oleh para profesional, Wajib Pajak (WP), otoritas pajak dengan bahasa yang sedikit rumit. Dengan adanya komik ini, itu semuanya dibumikan,” pungkasnya.

Lanjut baca

Breaking News

Hari Pajak Nasional, DJP Luncurkan Enam Aplikasi

Aprilia Hariani K

Diterbitkan

pada

Pada momentum peringatan Hari Pajak Nasional 14 Juli, Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan enam aplikasi yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Keenam aplikasi itu adalah DJP Connect, Compliance Risk Management (CRM) Transfer Pricing, CRM Edukasi Perpajakan, Smart Web, Ability to Pay (mendeteksi kemampuan Wajib Pajak/WP untuk patuhi kewajiban pembayarannya), Dashboard WP Madya, dan Integrasi Aplikasi Sistem Informasi DJP (SIDJP).

Sri Mulyani berharap, aplikasi ini dapat meningkatkan layanan pajak dan mengurangi risiko penyalahgunaan wewenang petugas pajak.

“Saya harap berbagai aplikasi ini juga menghilangkan risiko tata kelola, yaitu para jajaran petugas WP kemudian men-treat WP sebagai klien pribadi, bukan klien institusi yang akhirnya menciptakan penyelewengan seperti yang sekarang kita lihat dalam kasus yang sedang diselidiki KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujarnya Rabu (14/7).

Terlepas dari itu, Sri Mulyani mengapresiasi pengembangan yang dilakukan DJP. Seluruh pegawai harus mampu mengembangkan teknologi di tengah pandemi demi memperkuat layanan kepada WP dan mengoptimalkan penerimaan negara. Namun, DJP harus memerhatikan pula keamanan data, keandalan, beserta risiko lainnya.

“Dengan kemampuan data analitik dan desain seluruh proses bisnisnya. Saya lihat sangat komprehensifnya, mulai dari sumber daya manusia, edukasi, penagihan, penegakan hukum. Ini komplit dari awal hingga akhir,” kata eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menurut Sri Mulyani, pembenahan itu juga merupakan adalah ikhtiar yang baik dan penting. Musababnya, dalam proses pengumpulan pajak banyak memiliki titik sumber kelemahan dan kerawana,  seperti ketidakakuratan data sehingga WP merasa tidak dilayani dengan adil dan penerimaan pajak tidak optimal.

“Saya minta aplikasi yang diluncurkan terus disempurnakan Namun sama seperti semua sistem, akan mendapatkan masukan, kritik, dan complain. Jadi saya harap yang mengelola tetap open minded, untuk yang kritik sampaikan secara sopan. Jadi baik user dan pengembangnya, semua berinteraksi secara beradab. Jangan muncul sikap menyepelekan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan. berbagai aplikasi tersebut langsung digunakan hari ini. Tujuannya mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi di DJP lebih efektif, efisien, akuntabel, dan integritas organisasi.

“Ini jadi milestone juga, sebagai upaya kami perbaiki sistem perpajakan, menciptakan SDM untuk menyongsong implementasi sistem perpajakan yang baru di 2024. Kami lakukan beberapa inovasi di tahun ini. Perbaikan sisi pelayanan ke WP. DJP terus lakukan click, call, dan counter,” ujar Suryo.

Lanjut baca
/

Populer