Terhubung dengan kami

Business

Kolaborasi dengan Pemda

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Tax People Share!
  • 64
  • 90
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    154
    Shares

 

Selain memperluas jangkauan bisnis, kehadiran  Go-Jek di Banyuwangi juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Layanan aplikasi transportasi daring Go-Jek terus berinovasi mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Pada November 2017, untuk pertama kalinya perusahaan jasa transportasi berbasis teknologi ini melebarkan usahanya di daerah lewat kolaborasi secara resmi dengan pemerintahan setempat yang diawali dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Chief Executive Officer (CEO)  Go-Jek, Nadiem Makarim mengemukakan, pihaknya membuat kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi di tiga sektor, yakni kesehatan, UMKM, dan transportasi. Di sektor kesehatan, Go-Jek memperkenalkan fitur Go-Send untuk mendukung program Gancang Aron atau lekas sembuh. Fitur ini dirancang untuk memberikan layanan pengiriman obat ke tempat tinggal konsumen. Adapun bagi warga miskin, Go-Jek dan Pemkab Banyuwangi secara bersama-sama memberikan bantuan subsidi.

“Subsidi diberikan sebagai salah satu bagian dari program CSR kami. Program ini berlangsung selama setahun dan nantinya bisa dikembangkan lagi,” ungkap Nadiem.

Di sektor UMKM, pihaknya turut serta mengoptimalkan UMKM setempat melalui ajang Pesta Kuliner Go-Food yang diselenggarakan pada Desember 2017. Saat ini terdapat 40 UMKM di Banyuwangi yang menjadi mitra Go-Food.

Sedangkan di sektor transportasi, pihaknya mengajak perusahaan taksi lokal untuk bergabung dan mau menerima pesanan dari aplikasi Go-Jek. Saat ini terdapat sekitar 800 tukang ojek yang telah digandeng oleh Pemkab Banyuwangi untuk bergabung dengan Go-Jek.

Setelah Banyuwangi, imbuh Nadiem, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan pemda lainnya di bidang transportasi, pengembangan UMKM, dan inklusi keuangan.

Tumbuhkan ekonomi lokal

Terkait kesepakatan yang dijalin dengan Go-Jek, Bupati Banyuwangi Abdullah Awar Anas meyakini bahwa sekarang adalah era kolaborasi sehingga tidak bisa hanya berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap kehadiran Go-Jek di daerahnya bukan hanya mengejar kepentingan bisnis melainkan juga misi sosial. Hadirnya  Go-Jek juga dapat turut menggerakkan ekonomi lokal, baik dari segi mitra pengemudi maupun pertumbuhan bisnis skala mikro, kecil dan menengah.

“Ini selaras dengan model kewirausahaan sosial yang memang diterapkan  Go-Jek sejak awal,” jelas Azwar.

Ia memaparkan, aplikasi  Go-Jek sudah dikenal luas di masyarakat termasuk kalangan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Wisatawan dengan mudah dapat memesan makanan lewat aplikasi Go-Food sambil bersantai di tempat penginapan. Azwar juga meminta  Go-Jek untuk merangkul para pelaku usaha kecil di bidang kuliner yang berjualan di gang sempit karena tak punya cukup modal untuk menyewa tempat di lokasi strategis, tapi memiliki cita rasa kuliner yang enak.

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Business

Membidik “Unbanked Population”

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

 

Lewat penawaran saham perdana, perusahaan kios digital ini terus melebarkan bisnis dan menargetkan penambahan seribu titik baru di akhir 2017.

Perusahaan rintisan (start-up) yang bergerak dalam bisnis pengembangan kios digital, PT M Cash Integrasi, menargetkan penambahan seribu titik kios baru di seluruh Indonesia selama tahun 2017 ini.

Direktur Utama PT M Cash Integrasi, Martin Suharlie mengemukakan, pihaknya merupakan pionir pengembangan bisnis kios digital pertama di Indonesia yang mampu mengeluarkan berbagai jenis kartu multifungsi seperti e-money bersistem registrasi otomatis tanpa harus menggunakan rekening bank.

Perusahaan yang telah bermitra dengan 31.900 gerai modern dan 4,6 juta gerai tradisional ini akan terus memperluas penetrasi pasar lewat produk-produk digitalnya dari saluran modern hingga tradisional.

“Kami ingin melengkapi saluran distribusi mulai dari on-line hingga off-line yang bisa menembus ke lapisan masyarakat,” jelas Martin di Jakarta, Jumat (6/10).

Sebagai strategi untuk menambah modal dan terus memperluas jangkauan bisnis, perusahaan mulai melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Oktober 2017.

Dengan mematok harga IPO di kisaran Rp 1.300 – Rp 1.450 per saham, anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk ini mengincar dana sebesar Rp 314 miliar dari 216,98 juta saham yang ditawarkan.

Martin mengungkapkan, perusahaan akan mengalokasikan 60 persen dana IPO untuk belanja modal, 30 persen untuk membeli mesin, perangkat lunak, dan infrastruktur teknologi informasi, dan 10 persennya untuk pengembangan kompetensi.

Fokus di dalam negeri

Di kesempatan yang sama, Presiden Komisaris MCI, Michael Steven mengatakan, perusahaannya menghadirkan teknologi sederhana tapi memberi dampak sosial yang besar karena dapat menjawab kebutuhan unbanked population yang jumlahnya mencapai sekitar 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Ia meyakini, keunikan dan keunggulan dalam hal kearifan lokal merupakan nilai tambah tersendiri dalam merambah ekosistem digital Indonesia sekaligus membedakan perusahaannya dari start up lain.

“Teknologi mesin kami menggabungkan empat sektor berbeda yakni telekomunikasi, keuangan, retail modern, dan transaksi e-commerce. IPO ini langkah awal untuk mencapai visi digital distribution champion di Indonesia,” jelas Steven.

Meski banyak perusahaan luar negeri yang meminta untuk bermitra, pihak manajemen belum berniat mengembangkan bisnis ke negeri dan memilih fokus memenuhi kebutuhan di dalam negeri, yakni menargetkan penambahan seribu kios digital di akhir tahun 2017.

Unbanked population mencapai sekitar 80 persen dari total penduduk Indonesia.” –  Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Business

Gencar Ekspansi ke Level Nasional

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Penulis:

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Membidik sektor UMKM dan infrastruktur, Bank BJB terus melebarkan jangkauan bisnis ke luar daerah Jawa Barat dan Banten.

Selain fokus ke pembiayaan di sektor ekonomi rakyat (UMKM), saat ini PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk mulai merambah ke pembiayaan infrastruktur sebagai penopang bisnis utama. Direktur Utama PT Bank BJB Tbk, Ahmad Irfan mengemukakan, pihaknya menargetkan Bank BJB bisa terus memperluas jangkauan bisnis hingga ke level nasional dan menjadi bank pilihan utama masyarakat Indonesia.

“Selama ini produk kredit kami banyak diserap oleh pelaku UMKM dan kegiatan pembangunan infrastruktur sehingga pertumbuhan kredit bisa terus terjaga,” jelas Irfan.

Pada triwulan I 2017, pertumbuhan kredit Bank BJB sebesar 13,6 persen dengan total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 62,7 triliun. Ia mengatakan, pertumbuhan kredit ini seiring dengan kemampuan menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,62 persen.

“Kami bersyukur bisa mencapai perkembangan bisnis yang menggembirakan meskipun dunia usaha secara umum sedang dalam kondisi yang kurang menguntungkan,” ujarnya.

Proyek infrastruktur

Di sektor infrastruktur, saat ini Bank BJB telah membiayai empat proyek jalan tol, 14 proyek pembangkit listrik, dan akan terus meningkatkan pembiayaan pada pembangunan tol maupun bandara.

Irfan menegaskan, sebagai salah satu dari 14 bank terbesar di Indonesia, Bank BJB berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berperan penting dalam memacu perekonomian nasional.

“Kalau ekonomi tumbuh, ini tentu juga akan berdampak positif pada perkembangan bisnis perbankan,” imbuhnya.

Dalam proyek pembangunan jalan tol, Bank BJB turut serta mendanai pembangunan ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), ruas tol Sentul Selatan-Kedunghalang, Kedungbadak-Simpang Yasmin, ruas tol Kanci-Pejagan, dan jalan tol Gempol-Pandaan-Karangjati.

Di proyek pembangunan pembangkit listrik, Bank BJB turut serta membiayai proyek pembangunan PLTU Keban Agung, Sumatera Selatan dan pembangunan 13 unit pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Adapun proyek yang sedang dalam proses untuk dibiayai adalah pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat, ruas tol Bogor-Ciawi, dan tol Trans Sumatera.

Ia mengatakan, meningkatnya alokasi anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur merupakan peluang bisnis yang harus ditangkap oleh para pelaku usaha di industri infrastruktur maupun institusi keuangan dan perbankan seperti Bank BJB. –Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Business

Efisiensi di Masa Perlambatan Ekonomi

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Penulis:

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mengantisipasi tertundanya proyek infrastruktur dan perumahan serta ketatnya persaingan bisnis, Holcim menerapkan efisiensi biaya dan transformasi komersial berupa transaksi digital bagi pelanggannya.

Perusahaan semen PT. Holcim Indonesia Tbk menempuh serangkaian langkah efisiensi sebagai antisipasi terhadap kondisi perlambatan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini. Dalam pencapaian kinerja keuangan di kuartal I 2017, perusahaan mengalami penurunan penjualan sebanyak 12,1 persen, yakni dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,1 triliun. Meski mengalami penurunan penjualan, Holcim mampu menghemat biaya, terutama dari sisi distribusi, sebesar 8,2 persen atau mencapai Rp172 miliar.

Media Relation & Digital Communications PT Holcim Indonesia Tbk, Ian Rolando Ferdinandus menyatakan, manajemen perusahaan berinisiatif menerapkan langkah penghematan, yakni optimalisasi aset dan saluran distribusi dengan tetap mempertahankan kualitas pengiriman produk kepada pelanggan.

“Ketika penjualan mengalami penurunan, kami menyiasatinya dengan melakukan efisiensi terutama pada proses distribusi sehingga biaya bisa ditekan,” jelas Ian kepada Majalah Pajak di Jakarta, Rabu (17/5).

Dia mengungkapkan, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi ditambah lagi dengan ketatnya persaingan bisnis di sektor industri semen dan masih tertundanya realisasi proyek infrastruktur dan perumahan yang telah dicanangkan pemerintah menjadi penyebab utama turunnya harga jual di pasar.

Menurut catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pada awal 2017 penjualan semen nasional mengalami penurunan sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi tertundanya proyek infrastruktur dan perumahan serta persaingan bisnis yang makin diramaikan oleh pemain-pemain baru, Holcim makin menekankan efisiensi biaya dan secara bertahap mulai mengarah kepada transformasi komersial seperti menerapkan sistem belanja digital bagi konsumennya yang bersinergi dengan lembaga perbankan.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan produk-produk inovatif dan ramah lingkungan yang punya nilai tambah. Ini yang membedakan kami dengan kompetitor.”

Produk bernilai tambah

Holcim memiliki jaringan layanan terpadu dengan beragam produk inovatif yang siap melayani kebutuhan konsumen mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur skala besar.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan produk-produk inovatif dan ramah lingkungan yang punya nilai tambah. Ini yang membedakan kami dengan kompetitor,” ujarnya.

Holcim merupakan pionir inovasi untuk berbagai solusi pengerjaan seperti solusi perbaikan jalan dalam waktu cepat, solusi beton berpori yang ramah lingkungan, dan beton khusus untuk pekerjaan konstruksi lantai. Holcim juga memperkenalkan layanan solusi untuk konstruksi rumah dan bangunan yang menyediakan layanan konsultasi rancang bangunan, bahan bangunan berkualitas, ahli bangunan bersertifikat, dan pembiayaan perbankan yang telah terintegrasi secara terpadu dalam satu atap. 

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News1 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

Tax People Share!8374      157SharesPT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di...

Breaking News2 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Tax People Share!         Post Views: 2.129

Breaking News4 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

Tax People Share!          Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri...

Breaking News4 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Tax People Share!        Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan...

Breaking News5 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Tax People Share!        Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat...

Breaking News7 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Tax People Share!        Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang...

Breaking News12 bulan lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Tax People Share!        Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan,...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Tax People Share!        Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Tax People Share!        Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak...

Breaking News2 tahun lalu

Ini Cara Kerja Listrik Tenaga Air Versi Tri Mumpuni

Tax People Share!        Air dari sungai dibendung kemudian dialirkan melalui parit. Kira-kira 300 hingga 500 meter dari bendungan, sebagian air dialirkan...

Advertisement Pajak-New01

Trending