Connect with us

Business

Kolaborasi dengan Pemda

Novi Hifani

Published

on

 

Selain memperluas jangkauan bisnis, kehadiran  Go-Jek di Banyuwangi juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Layanan aplikasi transportasi daring Go-Jek terus berinovasi mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Pada November 2017, untuk pertama kalinya perusahaan jasa transportasi berbasis teknologi ini melebarkan usahanya di daerah lewat kolaborasi secara resmi dengan pemerintahan setempat yang diawali dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Chief Executive Officer (CEO)  Go-Jek, Nadiem Makarim mengemukakan, pihaknya membuat kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi di tiga sektor, yakni kesehatan, UMKM, dan transportasi. Di sektor kesehatan, Go-Jek memperkenalkan fitur Go-Send untuk mendukung program Gancang Aron atau lekas sembuh. Fitur ini dirancang untuk memberikan layanan pengiriman obat ke tempat tinggal konsumen. Adapun bagi warga miskin, Go-Jek dan Pemkab Banyuwangi secara bersama-sama memberikan bantuan subsidi.

“Subsidi diberikan sebagai salah satu bagian dari program CSR kami. Program ini berlangsung selama setahun dan nantinya bisa dikembangkan lagi,” ungkap Nadiem.

Di sektor UMKM, pihaknya turut serta mengoptimalkan UMKM setempat melalui ajang Pesta Kuliner Go-Food yang diselenggarakan pada Desember 2017. Saat ini terdapat 40 UMKM di Banyuwangi yang menjadi mitra Go-Food.

Sedangkan di sektor transportasi, pihaknya mengajak perusahaan taksi lokal untuk bergabung dan mau menerima pesanan dari aplikasi Go-Jek. Saat ini terdapat sekitar 800 tukang ojek yang telah digandeng oleh Pemkab Banyuwangi untuk bergabung dengan Go-Jek.

Setelah Banyuwangi, imbuh Nadiem, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan pemda lainnya di bidang transportasi, pengembangan UMKM, dan inklusi keuangan.

Tumbuhkan ekonomi lokal

Terkait kesepakatan yang dijalin dengan Go-Jek, Bupati Banyuwangi Abdullah Awar Anas meyakini bahwa sekarang adalah era kolaborasi sehingga tidak bisa hanya berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap kehadiran Go-Jek di daerahnya bukan hanya mengejar kepentingan bisnis melainkan juga misi sosial. Hadirnya  Go-Jek juga dapat turut menggerakkan ekonomi lokal, baik dari segi mitra pengemudi maupun pertumbuhan bisnis skala mikro, kecil dan menengah.

“Ini selaras dengan model kewirausahaan sosial yang memang diterapkan  Go-Jek sejak awal,” jelas Azwar.

Ia memaparkan, aplikasi  Go-Jek sudah dikenal luas di masyarakat termasuk kalangan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Wisatawan dengan mudah dapat memesan makanan lewat aplikasi Go-Food sambil bersantai di tempat penginapan. Azwar juga meminta  Go-Jek untuk merangkul para pelaku usaha kecil di bidang kuliner yang berjualan di gang sempit karena tak punya cukup modal untuk menyewa tempat di lokasi strategis, tapi memiliki cita rasa kuliner yang enak.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Business

Inovatif di Masa Sulit

Novi Hifani

Published

on

Tantangan di era perang dagang antarnegara dan tahun politik yang penuh fluktuasi  harus dihadapi pengusaha dengan   strategi bisnis yang lebih kreatif,  inovatif dan mampu berkolaborasi dengan banyak kalangan.               

Kondisi ekonomi dunia saat ini  yang tidak begitu baik dan turut memengaruhi perekonomian nasional perlu diwaspadai oleh kalangan pebisnis. Pendiri  sekaligus  CEO  CT Corporation Chaerul Tanjung melihat adanya  berbagai tantangan serius baik dari eksternal maupun internal yang akan dihadapi dunia usaha hingga  beberapa waktu mendatang. Menurutnya tantangan di era yang tidak mudah ini harus disikapi oleh kalangan pengusaha dengan menempuh strategi bisnis yang lebih kreatif dan inovatif.

“Kita menyadari  bahwa  keadaan ekonomi  memang sedang tidak  begitu baik. Untuk itu  dunia usaha harus lebih kreatif dan inovatif lagi,”kata Chaerul ketika menghadiri acara tax gathering yang diadakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta  Selatan I di Jakarta, Kamis (27/9).

Mantan menteri koordinator  perekonomian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini  menuturkan, proses pembangunan nasional yang kini terus dipacu telah memberikan tekanan luar biasa terhadap kebutuhan keuangan. Sementara tatanan ekonomi global yang mengalami perubahan seiring munculnya kebijakan normalisasi ekonomi yang diterapkan oleh  Amerika Serikat ditambah lagi  kondisi neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit turut menjadi faktor pemicu terhadap  nilai tukar rupiah yang makin tertekan.  Ia memperkirakan  perang dagang yang  kini tengah berlangsung masih  akan menjadi isu serius sampai beberapa waktu mendatang.

Chaerul   mengungkapkan pertemuannya dengan mantan menteri perdagangan Tiongkok dalam Singapore Summit pekan lalu di Singapura terkait kebijakan AS yang tidak mau kompromi dan terus bersikap keras kepada  Tiongkok. Jika AS berhasil menekan Tiongkok, urainya, dikhawatirkan AS akan melakukan tindakan yang sama kepada Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lainnya.

“Ini bisa timbul perang dunia ketiga yang sesungguhnya dalam ekonomi. Jadi bukan perang nuklir atau bom atom. Waktunya masih akan panjang sehingga bisa berakibat lebih dalam pada ekonomi Indonesia, “ujarnya.

Chaerul juga mengingatkan agenda penting lainnya yakni tahun politik dengan rentang waktu yang lama mulai Oktober 2018 sampai April 2019. Sedangkan pelantikan presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 20 Oktober 2019.  Dalam rentang waktu yang lama  ini menurutnya bisa terjadi berbagai fluktuasi politik  yang tentu tidak kondusif bagi dunia usaha.

Dalam situasi yang penuh fluktuasi maka kolaborasi pelaku usaha dengan berbagai pihak menjadi kata kunci, termasuk juga dengan aparat pajak,

“Dalam situasi yang penuh fluktuasi maka kolaborasi pelaku usaha dengan berbagai pihak menjadi kata kunci, termasuk juga dengan aparat pajak,”paparnya.

Mitra strategis

Kolaburasi juga  menjadi bagian dari strategi bisnis  CT Corp  untuk terus berkembang . Saat ini perusahaan yang dipimpinnya terus mencari mitra strategis guna mewujudkan impian untuk menjadi perusahaan kelas dunia.  Mitra strategis yang dipilih adalah salah satu pemain terbesar di dunia dari tiap lini bisnis anak usahanya dan perusahaannya tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Ia menargetkan dalam lima tahun mendatang semua anak usaha CT Corp sudah bisa menggandeng mitra strategis yang mumpuni.

Dengan lebih dari seratus ribu karyawan yang dimiliki, saat ini CT Corp mengelola sekitar sepuluh miliar dollar AS. Bisnis  CT Corp  kini  telah berkembang ke berbagai sektor.  Bisnis di sektor keuangan  dijalankan Mega Corp yang  membawahi Bank Mega, Bank Mega Syariah, Bank Sulut, Bank Sulteng dan dua perusahaan yakni  Mega Jiwa dan Mega Insurance. Adapun  Trans Corp menangani  beberapa lini bisnis mulai dari media, retail, tempat hiburan, hingga hotel dan resort.  Selain itu,  perusahaannya juga merambah ke sektor agribisnis  melalui  CT Agro.

Continue Reading

Business

OnlinePajak Raih Pendanaan Seri B Lebih Dari 25 Juta Dollar AS

Majalah Pajak

Published

on

CEO & Founder OnlinePajak Charles Guinot

Jakarta, Majalah Pajak.net– OnlinePajak meraih pendanaan kategori Seri B senilai lebih dari 25 juta dollar AS. Investasi itu awalnya dipimpin perusahaan ekuitas terkemuka Warburg Pincus, kemudian diikuti Global Innovation Fund, dan Endeavor Catalyst. Investor OnlinePajak sebelumnya, Alpha JWC Ventures, Sequoia India, dan Primedge juga berpartisipasi dalam pendanaan kali ini.

OnlinePajak adalah aplikasi pajak berbasis web terintegrasi yang memungkinkan Wajib Pajak untuk melakukan perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak dalam satu platform tunggal sehingga setiap pembayar pajak, baik Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan, dapat memenuhi kewajiban pajak mereka dengan mudah. Sebagai bagian dari komunitas bisnis di Indonesia, OnlinePajak tetap berkomitmen untuk memiliki dampak positif jangka panjang, termasuk dengan menggerakkan ekosistem digital di Indonesia.

“Pendanaan Seri B oleh perusahaan Private Equity/Venture Capital terkemuka adalah validasi model bisnis kami. Dengan investasi baru itu, kami akan melakukan revolusi dalam hal menciptakan kepatuhan perpajakan melalui teknologi kecerdasan buatan dan teknologi blockchain. Kami berencana segera mempercepat perluasan kemampuan kami untuk terus menguntungkan para pembayar pajak serta pemerintah Indonesia. Kami akan mengubah kemudahan melakukan bisnis di negara ini dengan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas mereka secara keseluruhan, sementara mendukung Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam mengumpulkan pendapatan yang sangat dibutuhkan untuk negara, ”kkata Charles Guinot, pendiri dan CEO OnlinePajak melalui keterangan tertulis, Kamis, (25/10/18).

OnlinePajak telah membangun model bisnis freemium solid terintegrasi yang sangat mendalam, di mana pengguna dapat mengelola pajak mereka secara gratis dengan fitur premium tambahan seperti Faktur dan Penggajian. Perusahaan ini juga sangat bangga untuk menghitung investor pertama yang terkena dampak seperti Global Innovation Fund, Primedge dan Endeavour Catalyst sebagai pemegang saham yang selaras dengan misi sosial inti perusahaan dan visi jangka panjang.

“OnlinePajak telah membangun platform teknologi terdepan untuk memberikan kemudahan kepada para pembayar pajak Indonesia solusi end-to-end yang cepat dan ramah pengguna untuk mempersiapkan, membayar, dan mengajukan pajak mereka. Kami sangat terkesan dengan viralitas bisnis dan kami percaya bahwa perusahaan memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa – tidak hanya dalam membantu bisnis di seluruh Indonesia untuk beroperasi jauh lebih efisien tetapi juga peranan penting dalam mewujudkan visi pemerintah Indonesia untuk memperluas basis pajak negara, “kata Jeffrey Perlman, Head of Southeast Asia Warburg Pincus.

Warburg Pincus adalah perusahaan ekuitas swasta global terkemuka yang berfokus pada investasi pertumbuhan. Didirikan pada tahun 1966, Warburg Pincus telah menginvestasikan lebih dari 68 miliar dollar AS di lebih dari 825 perusahaan secara global dan berkomitmen lebih dari 1,5 miliar dollar AS di Asia Tenggara, termasuk di startup unicorn pertama di Indonesia, Go-Jek.

Continue Reading

Business

Potensi Laba di Bisnis Griya

Novi Hifani

Published

on

SMF menargetkan peningkatan penyaluran dana untuk kredit perumahan sebesar 34,7 persen di tahun 2018 seiring terus meningkatnya permintaan masyarakat terhadap hunian.

 Tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian menjadi peluang bisnis yang terus dibidik oleh perusahaan pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Melihat tren permintaan yang terus meningkat terutama rumah pertama bagi masyarakat kalangan bawah, SMF menargetkan penyaluran dana untuk kredit perumahan di tahun 2018 sebesar Rp 9,7 triliun atau naik 34,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,2 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, pihaknya sebagai perusahaan pembiayaan sekunder di sektor perumahan tidak bisa menyalurkan dana langsung ke masyarakat dan harus melalui perbankan. Untuk itu bank-bank pembangunan daerah memiliki peran sangat penting dalam menyalurkan dana yang dimiliki.

Ia memaparkan, dari 27 bank pembangunan daerah di Indonesia dan telah menandatangani nota kesepahaman penyaluran kredit perumahan, baru terdapat 12 bank yang ikut berperan aktif dengan porsi yang terbilang masih sangat kecil. Oleh karenanya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) diharapkan dapat berperan lebih besar dalam penyaluran kredit perumahan mengingat hunian merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Selain angka kredit macet yang rendah di sektor perumahan, menurutnya potensi bisnis sektor ini juga besar mengingat besarnya angka kebutuhan rumah yang belum terpenuhi atau backlog di Indonesia telah mencapai 12 juta.

Seiring perannya sebagai penyedia dana pinjaman berbiaya rendah, SMF juga terus mendukung keikutsertaan BPD dengan mengadakan serangkaian pelatihan sumber daya manusia (SDM) perbankan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar bagi industri keuangan syariah dengan komposisi demografis dan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan.

Perumahan syariah

Untuk meningkatkan volume pembiayaan perumahan, secara khusus SMF telah meluncurkan Standar Prosedur Operasi Pembiayaan Modal Kerja Konstruksi (SPO PMK) Perumahan Syariah. Melalui SPO ini akan terbangun sinergi antara bank syariah Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) dan pengembang.

Ananta menjelaskan, bank penyalur PPR Syariah maupun pengembang berperan dalam menyalurkan pembiayaan dan penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Dengan adanya SPO ini masalah pemenuhan modal kerja yang dihadapi oleh para pengembang dapat teratasi dan juga menjawab masalah kesenjangan atau backlog antara kebutuhan rumah secara nasional dan jumlah yang dibangun,” kata Ananta di Jakarta, Senin (23/7).

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar bagi industri keuangan syariah dengan komposisi demografis dan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan.

Dalam penyusunan SPO, SMF bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). SPO disusun berlandaskan regulasi yang ada, yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuagan (OJK), Fatwa Dewan Syariah Nasional, Peraturan Bank Indonesia, dan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan.

“Kami berharap SPO ini dapat menjadi acuan bagi bank syariah dan pengembang perumahan dalam pembiayaan modal kerja yang terstandar dengan baik, memenuhi prudential banking, sesuai hukum, dan fatwa MUI,” imbuhnya.

SPO PMK Perumahan Syariah memberikan petunjuk teknis bagi bank syariah penyalur PPR Syariah tentang tata cara menyusun proposal permohonan maupun mengajukan pembiayaan PMK Perumahan Syariah ke bank syariah. SPO menjelaskan petunjuk keseragaman teknis pelaksanaan pembiayaan PMK Perumahan Syariah, mulai dari proses, syarat-syarat yang berkaitan dengan pelaksanaan pemberian pembiayaan, yang memenuhi prinsip kehati-hatian.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti memaparkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab tingginya backlog perumahan di Indonesia mulai dari ketersediaan rumah yang masih belum memadai, rendahnya kualitas rumah, hingga daya beli masyarakat yang lemah karena harga rumah yang semakin tinggi. Kondisi ini ditambah lagi dengan belum optimalnya pemanfaatan sumber dana seperti pembiayaan sekunder oleh perbankan.

Continue Reading

Breaking News

Breaking News2 bulan ago

Prasyarat Menuju Industry 4.0

Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang menyerap banyak tenaga kerja profesional. Namun, perlu upaya “link and match” antara industri dengan lembaga...

Breaking News2 bulan ago

Menjaga Momentum Reformasi Perpajakan

Penulis: Aditya Wibisono   Reformasi perpajakan di Indonesia saat ini sudah memasuki tahun kedua dengan target penyelesaian yang dipercepat, yang...

Breaking News2 bulan ago

Tiga Pilar Sukses Pajak

Di usia yang ke-53 tahun, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) telah menjadi asosiasi berkelas dunia dengan jumlah anggota yang memiliki...

Breaking News3 bulan ago

Andai Lapor Pajak Bisa Lebih Sederhana

 Meski pemerintah telah berupaya keras melakukan simplifikasi aturan dan tata cara memenuhi kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak, ternyata sistem perpajakan...

Breaking News3 bulan ago

‘Sajak’ untuk Generasi Millennial

Penulis: Nilasari   Bonus demografi yang dipenuhi oleh generasi millennial harus dioptimalkan untuk mendukung budaya sadar pajak yang diharapkan dapat...

Breaking News4 bulan ago

Mengisi Ruang Penyempurnaan

DJP terus mengembangkan program-program untuk memaksimalkan kinerja dan kualitas pelayanan, mulai dari simplifikasi aturan, penurunan tarif pajak hingga penguatan teknologi...

Breaking News5 bulan ago

Forum Ekonomi Dunia Nobatkan OnlinePajak Sebagai Pionir Teknologi 2018

OnlinePajak, aplikasi perpajakan pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi blockchain, semakin menancapkan eksistensinya di dunia fintek setelah dinobatkan sebagai Pionir...

Breaking News9 bulan ago

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News10 bulan ago

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News11 bulan ago

Majalah Pajak Print Review

Trending