Terhubung dengan kami
Pajak-New Year

Taxclopedia

Kewajiban Pajak “Wedding Organizer”

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penulis: Harisman Isa Mohamad

Secara umum wedding organizer memiliki kemiripan dengan event organizer. Dua-duanya adalah Penyelenggara sebuah kegiatan.

Sesuai namanya, wedding organizer atau WO, adalah sebuah kegiatan atau usaha menyelenggarakan acara pesta atau resepsi pernikahan. Jasanya dibutuhkan karena semua pasangan ingin pernikahan mereka, yang diharapkan berlangsung hanya sekali seumur hidup itu, berlangsung sempurna. Apalagi, pernikahan adalah pencapaian tertinggi seseorang untuk memulai babak baru kehidupan berumah tangga.

Tentu, WO membantu pengantin mewujudkan keinginan mereka. WO menawarkan jalan keluar untuk mempersiapkan hari H di tengah kesibukan, efisiensi waktu dan tenaga karena banyak kebutuhan pernikahan yang harus dipersiapkan. Adanya jaminan dan tanggung jawab profesional atas kelancaran acara dari WO memberikan pasangan ruang waktu untuk mempersiapkan fisik dan mental sehingga mereka dapat tampil sempurna di hari H.

Sementara komponen yang harus dipersiapkan untuk mengadakan pesta pernikahan antara lain, tenda, gedung resepsi, hotel, pelaminan, dekorasi ruangan, lighting, suvenir, pembawa acara, penari tradisional, penerima tamu, penata rias, dokumentasi, katering, hiburan/band.

 

Pajak yang timbul

Adapun dasar hukum kewajiban pajak bagi wedding oganizer meliputi UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan; UU No. 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah; UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; PP No. 29 tahun 1996 jo PP No. 5 tahun 2002 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Persewaan Tanah Dan/Atau Bangunan. Selain itu, PMK No. 244/PMK.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 23; PER Dirjen No. 31/PJ/2012 tentang Juknis Pemotongan PPh Pasal 21/26; SE No. 11/PJ.53/2003 tentang Perlakuan PPN atas Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer);

Kewajiban pajak WO antara lain berdasarkan PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23/26, PPh Pasal 4 (2) Final, pajak daerah, dan PPN—dengan syarat apabila omzet dalam setahun melebihi Rp 4,8 miliar maka wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak maka wajib memungut PPN sebesar 10% kepada para klien atau pengguna jasanya.jenis dan objek pajak

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Breaking News

Breaking News1 minggu lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

Tax People Share!        157SharesPT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di...

Breaking News3 minggu lalu

Majalah Pajak Print Review

Tax People Share!         Post Views: 2.074

Breaking News3 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

Tax People Share!          Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri...

Breaking News3 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Tax People Share!        Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan...

Breaking News4 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Tax People Share!        Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat...

Breaking News6 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Tax People Share!        Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang...

Breaking News11 bulan lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Tax People Share!        Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan,...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Tax People Share!        Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Tax People Share!        Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak...

Breaking News2 tahun lalu

Ini Cara Kerja Listrik Tenaga Air Versi Tri Mumpuni

Tax People Share!        Air dari sungai dibendung kemudian dialirkan melalui parit. Kira-kira 300 hingga 500 meter dari bendungan, sebagian air dialirkan...

Advertisement Pajak-New01

Trending