Keuntungan dan Risiko Investasi Saham | Majalah Pajak
Terhubung dengan kami

Finance

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun yang berbanding lurus dengan tumbuhnya Indeks Harga Saham Gabungan bisa dibidik sebagai peluang untuk mulai melirik investasi di pasar modal.

 

Ada banyak pilihan bagi masyarakat untuk menginvestasikan dananya selain dalam bentuk tabungan atau deposito di perbankan konvensional yang sudah lebih dahulu populer, salah satunya adalah investasi saham di pasar modal.

Saat ini upaya untuk memasyarakatkan pasar modal terus digencarkan oleh para pemangku kepentingan pasar saham di Indonesia guna memperkenalkan berbagai produk dan juga meningkatkan minat berinvestasi di pasar modal.

“Masyarakat dapat menikmati pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan berinvestasi di pasar modal.”

Direktur Utama Kresna Sekuritas, Michael Steven mengemukakan, masyarakat dapat menikmati pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan berinvestasi di pasar modal.

“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia dari tahun ke tahun berbanding lurus dengan tumbuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalau tidak tahu caranya, maka sebagian besar masyarakat tidak akan menikmati pertumbuhan ekonomi,” jelas Michael kepada wartawan di Gedung Kresna Tower, Jakarta.

Ia memaparkan, jika seluruh lapisan ekonomi masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal dan kemudian perekonomian Indonesia terus tumbuh, maka masyarakat akan menikmati keuntungan yang ditaruh di pasar modal. Sebaliknya, jika yang berinvestasi adalah kalangan tertentu saja, maka kalangan itu saja yang menikmati keuntungan.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga tahun 2045 mendatang.

“Indonesia akan mengalami masa keemasan dalam tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Keuntungan dan risiko reksadana

Salah satu produk investasi yang ditawarkan di pasar modal adalah reksadana. Model investasi yang dilakukan secara tidak langsung lewat perusahaan manajer investasi ini mulai diperkenalkan di Indonesia sejak 1995.

Saat ini terdapat sekitar 700 produk reksadana di pasar modal Indonesia dan 81 perusahaan manajer investasi yang bertindak sebagai pengelola reksadana. Investasi reksadana diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Ada beberapa keuntungan dari reksadana yang menawarkan kemudahan berinvestasi, yakni terjangkau serta proses pembelian dan penjualan yang mudah. Jika dibutuhkan, investor dapat sewaktu-waktu mencairkan dananya. Dengan beragam sifat dan pilihan reksadana, investor dapat mengurangi risiko dan mengotimalkan hasil investasi. Investor juga dapat melihat Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari reksadana yang dimilikinya karena dipublikasikan setiap hari.

Sedangkan beberapa risiko reksadana adalah risiko berkurangnya nilai unit penyertaan yang timbul karena pergerakan harga-harga efek, risiko kredit berupa wanprestasi emiten dalam membayar pokok dan/atau bunga efek bersifat utang, dan berkurangnya nilai efek dalam mata uang asing karena perubahan nilai tukar. Selain itu, risiko lain yang bisa muncul adalah berubahnya nilai efek karena perubahan kebijakan politik dan ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja emiten.

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Finance

Pembiayaan dengan Surat Berharga Perpetual

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

PT PP (Persero) menerbitkan Surat Berharga Perpetual untuk memperbaiki struktur modal perusahaan dalam mendanai proyek-proyek infrastruktur.

Berbagai upaya ditempuh perusahaan untuk dapat memperoleh sumber pembiayaan bagi kelangsungan proyek investasi. Salah satu skema pembiayaan yang baru-baru ini diprakarsai oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional melalui PINA (Pembiayaan Investasi Non-Anggaran), Kementerian BUMN dan PT PP (Persero) adalah Surat Berharga Perpetual (SBP).

PT PP menerbitkan SBP sebesar satu triliun rupiah untuk mendanai investasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh berkapasitas 2×200 megawatt di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Hal ini sekaligus mencatatkan PT PP sebagai perusahaan pelat merah pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen pembiayaan SBP.

“Pembiayaan melalui skema SBP tidak memiliki jatuh tempo, tanpa jaminan, dan ada fleksibilitas untuk memiliki opsi beli.”

Memperbaiki struktur modal

Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto menjelaskan, pembiayaan melalui skema SBP tidak memiliki jatuh tempo, tanpa jaminan, dan ada fleksibilitas untuk memiliki opsi beli. Skema ini juga tidak mengakibatkan dilusi saham dan dapat memperbaiki struktur modal perusahaan.

“Pembiayaan melalui skema perpetual bond ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kami dalam membangun infrastruktur,”kata Agus saat penerbitan perdana SBP di Jakarta, Selasa (17/4).

Instrumen SBP yang dikenal dengan nama obligasi bunga abadi ini menawarkan bunga sebesar 9,65 persen per tahun untuk investor. Namun, jika setelah tiga tahun PT PP tidak melakukan opsi beli terhadap obligasi ini maka bunga akan bertambah (step-up rate) sebesar lima persen.

Tahap pertama penerbitan SBP dilakukan melalui Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) sebesar Rp250 miliar yang dikelola oleh PT Ciptadana Asset Management. Selain itu masih ada potensi penambahan sebesar Rp 1,3 triliun melalui Danareksa Capital.

Chief Executive Officer PINA, Eko Putro Adijayanto menambahkan, angka satu triliun rupiah merupakan maksimal penerbitan obligasi abadi yang diizinkan Kementerian BUMN. Adapun sisa ekuitas yang harus dipenuhi untuk membangun PLTU senilai Rp 7,3 triliun dapat dilakukan dengan banyak skema, misalnya dengan surat berharga perpetual lagi, RDPT atau business to business.  Dana dari penerbitan obligasi ini nantinya digunakan PT. PP melalui anak perusahaannya yakni PT PP Energi dalam membangun PLTU Meulaboh.

Lanjutkan Membaca

Finance

Potensi “Blended Finance” untuk Proyek Infrastruktur

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Pembiayaan yang bersumber dari dana kedermawanan berpotensi besar sebagai modal swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Terbatasnya kemampuan anggaran negara dalam membiayai pembangunan memacu inisiatif pemerintah untuk menempuh langkah taktis dengan mencari berbagai alternatif pembiayaan. Saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur. Sementara 70 persennya lagi harus dipenuhi dari pendanaan yang sifatnya non-APBN. Salah satu alternatif pembiayaan yang kini tengah diupayakan pemerintah adalah melalui skema blended finance.

Dalam diskusi yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman di Gedung Bank Indonesia, Jakarta pada Maret lalu, skema blended finance menjadi topik pembahasan yang mengemuka.

“Blended finance merupakan pembiayaan yang berasal dari dana kedermawanan yang dihimpun masyarakat yang dijadikan sebagai modal swasta untuk investasi jangka panjang.”

Potensi pendanaan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memaparkan, blended finance merupakan pembiayaan yang berasal dari dana kedermawanan yang dihimpun masyarakat yang dijadikan sebagai modal swasta untuk investasi jangka panjang. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan Ketua OJK Wimboh Santoso yang memiliki spirit yang sama terhadap penerapan struktur pendanaan alternatif ini dalam proyek-proyek infrastruktur. Skema pembiayaan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menjadi target pembangunan yang dirancang oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), termasuk Indonesia.

Dalam proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT), misalnya, 25 persen pembiayaan bersumber dari pemerintah, sedangkan 75 persen berasal dari luar dengan bunga 8,25 persen per tahun.

“Saya akan membawa topik tentang skema pembiayaan ini dalam forum ekonomi dunia di Washington DC pada 17 April nanti,” jelas Luhut.

Ia memaparkan, terdapat sepuluh proyek yang akan disiapkan untuk didanai dengan blended finance, termasuk juga proyek-proyek strategis nasional. Saat ini kondisi ekonomi Indonesia sudah dinilai baik dengan masuk dalam kategori layak investasi. Oleh karenanya, ia melihat besarnya potensi dari blended finance untuk mendukung pembiayaan pembangunan di Indonesia.

“Potensinya bisa mencapai puluhan triliun dollar AS,” imbuh Luhut.

Menurutnya, ada sejumlah proyek yang bisa diajukan untuk mendapat pendanaan melalui skema blended finance, yakni proyek pengolahan sampah menjadi energi, kereta ringan (LRT) dan panas bumi.

“Nanti kita juga akan bicara langsung dengan Sarana Multi Infrastruktur mengenai proyeknya. Kalau bisa lebih banyak, ya, kita bikin lebih banyak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek investasi yang ditawarkan untuk memperoleh pendanaan melalui skema blended finance tidak selalu proyek yang memiliki tingkat pengembalian tinggi (rate of return) mengingat ada juga penyaluran sejumlah dana yang lebih ditujukan untuk meningkatkan perekonomian rakyat terpencil.

Lanjutkan Membaca

Finance

Layanan Fintech untuk UMKM

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Masih rendahnya penyaluran pembiayaan dari perbankan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi peluang bisnis bagi layanan financial technology (fintech) di Indonesia.

Kehadiran sejumlah perusahaan fintech turut berkontribusi dalam pengembangan UMKM. Tidak hanya sebatas membantu pembiayaan modal usaha, peran fintech juga sudah merambah ke berbagai aspek seperti layanan pembayaran digital dan pengaturan keuangan.

Berikut ini beberapa layanan fintech bagi UMKM.

Pinjaman modal

Perusahaan fintech hadir memberikan layanan pinjaman modal dengan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan lembaga keuangan konvensional seperti bank. Tanpa perlu menyerahkan jaminan dan cukup melengkapi beberapa persyaratan dokumen saja, layanan pinjaman on-line ini menjadi alternatif dari pinjaman konvensional bank atau perusahaan pinjaman lainnya. Pinjaman yang diajukan dapat cair dalam waktu relatif singkat yakni kurang dari seminggu. Beberapa fintech yang menyediakan layanan pinjaman  on-line  seperti Modalku dan Pinjam.com.

Layanan pembayaran digital

Kini perusahaan fintech juga menyediakan sistem pembayaran digital yang lebih mudah dan aman bagi pebisnis. Dengan proses pembayaran yang mudah dan aman, hal ini akan mampu menarik lebih banyak konsumen sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis. Salah satu fintech yang menyediakan sistem pembayaran digital adalah aplikasi Jenius yang bersinergi dengan perusahaan jasa transportasi on-line. Jenius memberikan keuntungan berupa potongan harga bagi pelanggan yang menggunakan pilihan pembayaran dengan aplikasinya.

Layanan pengaturan keuangan

Ada beberapa aplikasi fintech yang menawarkan layanan pengaturan keuangan. Inovasi ini bertujuan membantu pebisnis UMKM dalam mengatur keuangan perusahaan. Layanan yang diberikan meliputi pembuatan anggaran, pencatatan pengeluaran, pemantauan kinerja investasi, dan konsultasi keuangan tanpa dikenakan biaya. Beberapa perusahaan fintech yang menyediakan layanan pengaturan keuangan misalnya Dompet Sehat dan NgaturDuit.com.

Tantangan di era digital

CEO sekaligus pendiri perusahaan fintech lending platform Pinjam.co.id, Teguh Ariwibowo mengatakan, kehadiran bisnisnya adalah juga untuk menjawab tantangan sekaligus menjadi solusi pembiayaan bagi masyarakat di era ekonomi digital yang kini terus berkembang pesat.

“Sebagai solusi pembiayaan terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan, kami menawarkan layanan gadai instan yang cepat dan mobile bagi nasabah individu maupun pebisnis UMKM,” jelas Teguh.

“Fintech hadir memberikan layanan pinjaman modal dengan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan lembaga keuangan konvensional seperti bank.”- Novita Hifni

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News3 minggu lalu

Mengisi Ruang Penyempurnaan

DJP terus mengembangkan program-program untuk memaksimalkan kinerja dan kualitas pelayanan, mulai dari simplifikasi aturan, penurunan tarif pajak hingga penguatan teknologi...

Breaking News1 bulan lalu

Forum Ekonomi Dunia Nobatkan OnlinePajak Sebagai Pionir Teknologi 2018

OnlinePajak, aplikasi perpajakan pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi blockchain, semakin menancapkan eksistensinya di dunia fintek setelah dinobatkan sebagai Pionir...

Breaking News6 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News7 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News8 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Breaking News10 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

  Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri atas kepulauan,...

Breaking News10 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan Maluku mengundang...

Breaking News11 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat (community development)...

Breaking News1 tahun lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang sering diperbincangkan....

Breaking News1 tahun lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan, sosialisasi maupun...

Advertisement Pajak-New01

Trending