Connect with us

Breaking News

Kerja “Happy” Kejar Prestasi

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Majalah Pajak

Apresiasi kepada pegawai berprestasi tak hanya memicu kompetisi positif untuk meraih kinerja lebih baik, tapi juga membangun iklim kerja penuh rasa tanggung jawab dan bahagia.

Begitu membuka lift lantai dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) PMA Satu, mata kami tertuju pada papan berukuran sekitar 2 x 3 meter yang tertempel di dinding. Pada papan berlatar putih itu terdapat tulisan “Pegawai Terbaik Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) Satu”. Di bawah tulisan itu terpampang foto close up 14 pegawai KPP yang berprestasi—tujuh foto di sisi kiri, tujuh sisanya di sisi kanan.

Papan itu hanyalah contoh salah satu bentuk apresiasi Kepala KPP PMA Satu Rosmauli kepada pegawainya yang berprestasi dan mendapatkan penghargaan. Artinya, selama periode tertentu, wajah-wajah yang terpampang di papan itu berubah-ubah, sesuai dengan capaian prestasi pegawai.

Rosma, sapaan hangat Rosmauli, ternyata sengaja memajang papan pegawai terbaik itu di area sentral—tepat di dinding seberang pintu lift. Ia berharap, ajang penghargaan yang simpel ini dapat memantik semangat segenap warga KPP untuk tidak menyerah bekerja untuk mencapai target penerimaan pajak. Rosma bangga atas dedikasi para juara pegawai terbaik.

“Kita buat besar di papan supaya orang bisa melihat. Pertama kali pegawai atau WP ke luar lift bisa selalu melihat dan termotivasi untuk menjadi yang paling baik,” kata Rosma membuka perbincangan di KPP PMA Satu Kalibata, Jakarta, Kamis Siang (28/11).

Sejak menakhodai KPP PMA Satu pada 14 Juni 2019 lalu, Rosma memang berkomitmen membangun budaya kompetisi melalui pemilihan pegawai terbaik setiap bulan. Selain memasang foto dan nama pegawai terbaik di papan kebanggaan, apresiasi juga disertai dengan pemberian hadiah kecil, semisal cokelat dan bunga.

“Menurut saya, walaupun sederhana, apresiasi seperti itu memicu kompetisi kerja pegawai. Penting memberi pengakuan kepada teman-teman pegawai yang sudah bekerja keras menggali potensi (perpajakan). Pegawai harus bekerja keras dengan bahagia,” ungkapnya.

Begitulah rumus kepemimpinan Rosma. Apalagi, ia menilai, tidak mudah terpilih menjadi pegawai di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP)Jakarta Khusus. Kata Rosma, pegawai harus memiliki nilai S (star) atau A (amat baik) di unit kerja sebelumnya.

“Pegawai di sini sudah terbaik. Sekarang bagaimana teman-teman pegawai bekerja happy. Saya memberikan kesempatan bagi mereka untuk berekspresi, berinovasi, dan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Kantor Wilayah DJP Bali tahun 2010 ini.

Kini, KPP PMA Satu rutin memberi penghargaan kepada pegawai terbaik setiap bulannya. Ada empat kategori penerima. Ada Pelaksana petugas tempat pelayanan terpadu (TPT), petugas help desk, Account Representative (AR), dan Pemeriksa Pajak terbaik.

Indikator penilaian setiap kategori tentu, berbeda-beda. Misalkan, untuk AR terbaik, dinilai berdasarkan realisasi penerimaan extra effort, penerbitan surat permintaan penjelasan atas data dan keterangan (SP2DK), kepatuhan formal, WP yang melakukan pembayaran, capaian penerimaan, jumlah surat pemberitahuan tahunan (SPT), pemanfaatan data, dan penyediaan data. Sedangkan, fungsional terbaik diukur dari SP2 yang diselesaikan, capaian penerimaan, dan lain-lain.

“Bagi saya memberi apresiasi harus terukur, tidak pilih kasih, tidak subjektif. Saya hitung benar-benar kinerjanya,” tegasnya.

Di sela-sela perbincangan kali itu, Rosma mengambil gawainya, dan membacakan data nama-nama pegawai  terbaik bulan Oktober. Ada Mohammad Najib (petugas help desk terbaik), Ansori (fungsional terbaik), Adlina (petugas TPT terbaik), Ubaedillah (AR Pengawasan terbaik), Any Supriati (AR pelayanan terbaik), dan Apri Hidayatullah (pelaksana terbaik). Ada nama yang hampir setiap bulan menjadi pegawai terbaik. “Setiap pegawai boleh berturut-turut (menjadi pegawai terbaik),” kata Rosma.

Saat ini Rosma tengah menyiapkan pin untuk pegawai terbaik pada bulan berikutnya. Ia berharap pin selalu disematkan pada pakaian kerja pegawai, sehingga mampu memberi kebanggaan tersendiri. Tak kalah penting, pegawai terbaik akan mendapat kesempatan utama untuk mengikuti kegiatan kedinasan ke luar kota maupun ke luar negeri.

Meski saling berkompetisi, Rosma juga berupaya menenun ikatan kekeluargaan dengan seluruh pegawai. Caranya dengan melakukan aktivitas rutin seperti, morning activity setiap Senin, santunan anak yatim bersama, serta membuka pintu diskusi seluas-luasnya kapan pun dan di mana pun.

“Semua bebas diskusi di ruangan saya, pintu saya selalu terbuka. Prinsip saya pokoknya, pegawai kerja happy, attitude positif, saya sangat percaya apa yang mereka kerjakan pasti dikerjakan dengan baik, walaupun saya uji dengan kompetisi,” tambahnya.

Bangun aplikasi

Untuk mendukung kinerja, KPP PMA Satu berusaha memanfaatkan teknologi yang berkembang. Salah satunya dengan membangun aplikasi. Ada Aplikasi Pengawasan Permohonan Wajib Pajak (Pesona Waja) dan Wadah Paten (Warehouse Database Kepatuhan Penerimaan dan Potensi). Dua aplikasi ini memudahkan pegawai dalam menganalisis kondisi penerimaan pajak dan menyajikan profil WP secara lengkap. Perangkat itu sekaligus menjadi sistem pengawasan kinerja AR pada seksi Pengawasan dan Konsultasi.

“Istilahnya kami bisa punya rapor WP. AR terbantu mengawasi kepatuhan WP, kewajiban perpajakannya—mengalami penurunan atau tidak, kepatuhan penyampaian SPT, apakah ada tunggakan. Jadi rapor AR juga, kita bisa tahu berapa SKP (sasaran kinerja pegawai)-nya,” ungkap Rosma.

Ide lain yang berasal dari pegawai adalah kegiatan Sinar Permata atau sinergi antara AR dan Pemeriksa untuk mengatasi aggresive tax planning. Ditambah lagi, ditetapkannya Transfer Pricing Day (TP Day) saban Selasa.

“Mayoritas WP KPP PMA satu merupakan perusahaan dengan kepemilikan saham asing sehingga praktik transfer pricing dengan tujuan penghindaran pajak berpotensi terjadi. Saya ingin AR, fungsional pemeriksa pajak, memperdalam TP yang dilakukan WP. Kita bedah bersama dalam rangka penggalian potensi (perpajakan),” papar Master of Taxation dari Universitas Case Western Reserve Amerika Serikat ini.

Rosma juga menampung ide yang terkesan sederhana, tetapi mampu memberi pelayanan optimal untuk WP. Contohnya, fasilitas Help Button yang menempel di tiang teras KPP. Fasilitas itu berguna sebagai tombol bantuan mobilisasi berkas. WP hanya butuh menekan tombol Help Button berwarna merah, seketika petugas membantu menurunkan berkas dari mobil.

“Pelayanan sudah dimulai dari WP turun mobil, biasanya WP bawa berkas yang banyak, berkardus-kardus, kita coba bantu dengan cepat,” tambahnya.

Fasilitas lain yang lahir dari kreativitas pegawai adalah membangun TPT yang nyaman. Tak hanya artistik, TPT menyediakan kursi pijat, pelbagai macam minuman—teh tarik, kopi hitam, dan susu cokelat, serta kudapan lainnya. WP juga dapat membaca buku dan majalah yang disediakan di TPT. “Tempat WP kita kan jauh. Ada yang kantornya di Cikarang, Surabaya, hingga Medan. Sampai sini (KPP) pasti lelah. Kita juga ingin WP nyaman dan happy juga,” ujar Rosma.

Pelayanan paripurna mengantarkan KPP PMA Satu sebagai juara dua Kantor Pelayanan Terbaik kedua di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus.

Lebih dekat WP 

Selain itu, Rosma berupaya menjahit kepatuhan sukarela sekaligus rasa saling percaya, dengan ngobrol santai bersama WP. Metode itu terbukti efektif saat ia terapkan di KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Dua (2016-2018). Selama tiga tahun berturut-turut, KPP yang ia pimpin itu bisa meraih target penerimaan pajak 100 persen.

“Sekarang WP sudah tahu kok kita profesional. Kita hanya ingin mengetahui lebih dalam kondisi WP satu per satu. Kesulitan WP sekarang ini sama. Ekonomi sulit, faktor tekanan ekonomi global,” ungkapnya.

KPP PMA Satu memiliki komposisi WP dari sektor industri kertas, penerbitan, kimia, karet, galian bukan logam, daur ulang, dan furnitur. Target penerimaan pajak KPP Terbaik di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus ini sebesar R p21.145,44 miliar di tahun 2019.

“Saya yakin dengan pendekatan yang intens, WP lebih patuh bayar pajak. Saya juga tularkan ke pegawai jangan takut dekat dengan WP,” kata Rosma.

Di sisi lain, Rosma selalu wanti-wanti agar para pegawai tetap kukuh menjaga integritas. Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan Direktorat Peraturan Perpajakan II tahun 2012–2016 ini tak segan memberi hukuman disiplin bagi mereka yang melanggarnya.

“Teman-teman pegawai sudah diberikan kebebasan berinovasi, tapi jangan coba- coba melanggar aturan,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Berkat komitmen integritas itu, pada pengujung tahun 2019 ini, KPP PMA Satu meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tingkat Kementerian Keuangan maupun nasional.-Aprilia Hariani

Breaking News

Manfaatkan Kemudahan, Pakai e-Filing

Majalah Pajak

Published

on

Foto Dok Pribadi

Meski baru mencoba menyampaikan pajak secara elektronik di tahun ini, Ana Christna Pinem tak menunggu akhir batas pelaporan agar tetap nyaman.

Bulan Maret rupanya masih menjadi bulan favorit bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak, baik secara elektronik (e-Filing) atau secara manual (datang langsung ke kantor pajak). Meski Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengimbau agar melaporkan SPT Pajak di awal tahun, tak sedikit WP yang menyetorkannya mepet dengan batas akhir pelaporan, yakni 31 Maret.

Menumpuknya Wajib Pajak yang menyampaikan SPT melalui e-Filing, bisa membuat peladen (server) pajak melambat atau bahkan tak berfungsi (down). Jika sudah begitu, keluhan dan aduan warganet pun mulai bermunculan di berbagai media sosial.

Antusiasme Wajib Pajak untuk melaporkan pajak penghasilan adalah bukti kepatuhan Wajib Pajak akan tanggung jawab mereka untuk ikut kontribusi kepada negara melalui pajak. Salah satu Wajib Pajak yang ikut melaporkan pajaknya tahun ini adalah Ana Christna Pinem. Pekerja seni ini menuturkan, sebagai warga negara sudah seharusnya ia ikut membayar pajak dan melaporkan pajaknya secara benar.

“Negara ini, kan, butuh dana untuk memberikan fasilitas keamanan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ya, berarti sudah sewajarnya kita bayar pajak,” ucapnya kepada Majalah Pajak, Jumat (28/2).

Coba e-Filing

Pemeran Annabella di sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta ini juga bercerita, usai melahirkan anak pertamanya pada September 2018 lalu, ia belum ingin kembali ke dunia sinetron demi fokus merawat anak. Praktis, penghasilannya pun ikut turun. Namun, hal itu tak membuatnya lantas enggan melaporkan pajaknya. Apalagi, mulai tahun ini ia akan menyampaikan SPT melalui e-Filing.

“Saya akan tetap melaporkan SPT. Selain supaya tidak kena denda, saya tetap harus patuh, ‘kan? Jujur, tahun lalu (saya) masih pakai SPT manual, tapi tahun ini mau pakai e-Filing karena lebih gampang, bisa di mana saja. Lagian, sekarang, kan, semua serbadigital. Pesan makan saja sudah bisa on-line, lapor pajak juga bisa dong? (Meski) saya mau coba e-Filing tahun ini, enggak nunggu pas akhir-akhir. Soalnya saya dengar pernah server down. Jadi, enggak bisa lapor—mungkin karena overload,” ungkapnya.

Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Pondok Gede, Bekasi ini terbilang sukarela memenuhi kewajiban pajaknya. Salah satu alasannya karena pelayanan di kantor pajak sudah semakin baik. Selain itu, Ana juga berpendapat bahwa Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN) bagi pekerja seni sebetulnya sudah cukup memudahkannya, sehingga ia tak repot saat harus menghitung dan membayar pajak.

“Sebagai pekerja seni diberikan NPPN 50 persen—cukup fair. Soalnya, kalau enggak, ngitung pajak jadi ribet. Karena, kami, kan, kerjanya bisa sama banyak pihak. Yang mesti kami ingat, harus minta bukti potong pajak kepada PH (production house) atau (pihak lain) yang ngasih kerjaan.”

Ana berharap agar semua masyarakat—apa pun profesinya—dapat tergerak untuk menunaikan kewajiban pajaknya, supaya menghindarkan diri dari masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari. Toh, pajak yang dibayarkan pada negara dipergunakan untuk kemaslahatan orang banyak dan kehidupan di masa depan.

Sementara untuk DJP, wanita berdarah Karo ini menyelipkan pesan agar terus berupaya membuat inovasi-inovasi baru dalam menggunakan kemajuan digital.

“Sekarang sudah banyak perubahan di DJP. Tapi, kan, tuntutan zaman dan kemajuan teknologi harus bisa diimbangi. Jangan sampai orang yang enggak bayar pajak lebih banyak dari yang bayar pajak, karena mereka lebih canggih dalam teknologi atau karena melihat administrasi pajak yang ribet,” tutupnya.—Ruruh Handayani

Continue Reading

Breaking News

GAAAC 2020 Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Dok Gunadarma

Universitas Gunadarma, Margonda, Depok kembali menyelenggarakan Gunadarma All About Accounting Competition (GAAAC) pada 3–4 Maret 2020. Ajang kompetisi tingkat nasional yang memasuki tahun kelima ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Akuntansi dan Perpajakan dari 42 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma Didin Mukodim mengungkapkan, peserta kompetisi tidak hanya berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Pulau Jawa, tapi juga Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Menurut Kepala Seksi Ekstensifiksi dan Penyuluhan Kantor Pelayanan Pajak Depok Cimanggis Ary Festanto, kompetisi di bidang akuntansi dengan memasukkan konten pajak yang diinisiasi Tax Center Gunadarma ini menguji mahasiswa agar mampu berpikir secara integral mulai dari menyiapkan pembukuan hingga memperhitungkan aspek pajak. Ketika lulus kuliah nanti, imbuhnya, para mahasiswa sudah siap dan bisa langsung praktik mengelola pembukuan dan perpajakan.

“Kegiatan ini perlu juga dilakukan oleh kampus-kampus lain sehingga bisa menjadi mitra DJP di tingkat wilayah. Selama ini Tax Center Gunadarma termasuk yang bagus kontribusinya di Kanwil DJP Jawa Barat III,” ujar Ary.

Rektor Universitas Gunadarma, E.S Margianti mengemukakan, pihak rektorat memberikan keleluasaan kepada pengelola tax center dalam menjalankan berbagai kegiatan sepanjang masih berada di dalam koridor kampus.

“Sudah banyak kegiatan yang dilakukan Tax Center Gunadarma. Yang saya inginkan dari pengelola tax center adalah punya passion dan ketika diberi keleluasaan, dia akan jalan dengan sendirinya,” ungkap Margianti.

Dekan IV Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Toto Sugiharto menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan PT Zahir Internasional sebagai pembuat soal dan tim juri untuk menjaga independensi lomba.

Juri GAAAC dari PT Zahir Internasional, Yunan Hilmi mengungkapkan tiga kriteria penilaian lomba yakni pengoperasian sistem, pengetahuan perpajakan, dan kemampuan mempresentasikan hasil.

“Para juara kompetisi ini punya nilai tambah. Nama-nama mereka kami sodorkan juga ke perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai aplikasi software,” papar Yunan.

Pemenang Lomba Accounting Technologi direbut oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran (Juara I), Universitas Gunadarma (Juara II), dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Juara III). Kategori Lomba Taxes Application diraih oleh Universitas Indonesia (Juara I), Universitas Yapis Papua (Juara II), dan Politeknik Ubaya (Juara III). Adapun Lomba Finance Analysis diraih oleh Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya (Juara I), Universitas Indraprasta PGRI (Juara II), dan Bina Sarana Informatika Jakarta (Juara III).—Ruruh Handayani/ Novita Hifni

Continue Reading

Breaking News

Fokus ke Empat Bidang Sosial

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Istimewa

Lembaga Penjamin Simpanan menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial dan makin dekat dengan masyarakat.

Upaya menjaga keberlanjutan di masyarakat dan lingkungan alam bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan melainkan seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejak awal beroperasi di tahun 2005, lembaga yang menjalankan fungsi utama dalam menjamin simpanan nasabah dan turut memelihara stabilitas sistem perbankan ini juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Corporate Secretary LPS Muhamad Yusron mengemukakan, lembaganya mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

“Tiap tahun ada anggaran LPS untuk kegiatan sosial yang fokus ke empat bidang, yakni pemberdayaan ekonomi, bencana alam, filantropi bagi warga kurang mampu, dan pelestarian lingkungan,” papar Yusron kepada Majalah Pajak di Kantor Pusat LPS, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (18/2).

Ia menguraikan, keempat fokus bidang kegiatan itu selalu berjalan searah dengan program-program pemerintah dan juga mendukung fungsi utama LPS. Ketika memberikan bantuan bagi korban bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Bogor baru-baru ini, tim LPS bersama unsur pimpinan turun langsung ke lapangan menjumpai warga terdampak. Usai pemberian bantuan, pihaknya mengadakan sesi khusus untuk menyampaikan sosialisasi tentang LPS kepada warga di sekitar lokasi bencana. Kegiatan sosial ini diharapkan akan lebih mendekatkan LPS ke masyarakat.

Program Mitra Binaan

Pada bidang penguatan ekonomi masyarakat, tim LPS menjalankan Program Mitra Binaan, yakni pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui kegiatan pelatihan tentang kualitas produk dan strategi pemasaran agar pelaku usaha siap menjual produknya. Pihaknya juga memfasilitasi pebisnis UMKM untuk ikut dalam berbagai acara pameran.

“Kami jelaskan teknisnya tentang bagaimana memperbaiki kualitas, memasarkan, dan menjual produk agar pelaku UMKM bisa meningkatkan daya saing,” urainya.

Melalui kegiatan pelatihan dan memberikan akses untuk mengikuti pameran, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh mitra binaan ini dapat lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun manca negara. Dengan meningkatnya daya saing, pendapatan keuntungan yang diperoleh akan semakin meningkat dan pelaku usaha diharapkan akan menyimpan sebagian pendapatannya di bank.

Program Mitra Binaan ini menjadi salah satu program kegiatan sosial kemasyarakatan berkelanjutan LPS guna memenuhi prinsip tata kelola yang baik. Sejatinya, suatu perusahaan maupun institusi wajib memiliki program sosial yang berkesinambungan sebagai prasyarat bagi terwujudnya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).- Novita Hifni

Continue Reading

Breaking News

Breaking News7 hari ago

Manfaatkan Kemudahan, Pakai e-Filing

Meski baru mencoba menyampaikan pajak secara elektronik di tahun ini, Ana Christna Pinem tak menunggu akhir batas pelaporan agar tetap...

Breaking News1 minggu ago

GAAAC 2020 Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa

Universitas Gunadarma, Margonda, Depok kembali menyelenggarakan Gunadarma All About Accounting Competition (GAAAC) pada 3–4 Maret 2020. Ajang kompetisi tingkat nasional...

Breaking News2 minggu ago

Fokus ke Empat Bidang Sosial

Lembaga Penjamin Simpanan menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial dan makin dekat dengan masyarakat. Upaya menjaga keberlanjutan...

Breaking News2 minggu ago

IKPI Buka Kursus Ahli Kepabeanan

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Ruko Graha Mas Fatmawati guna meningkatkan kompetensi konsultan pajak...

Breaking News1 bulan ago

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime...

Breaking News2 bulan ago

Bayar Pajak, Beasiswa Banyak

Jakarta, Majalahpajak.net-Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyempurnakan kurikulum sadar pajak dan menginstruksikan pembentukan relawan pajak...

Breaking News2 bulan ago

Penyelundupan Gerogoti Wibawa Negara

Jakarta, MajalahPajak.net- Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan...

Breaking News2 bulan ago

Inovasi tak Sebatas Aplikasi

Jakarta, MajalahPajak.net-Tak sedikit Kantor Pelayanan Pajak (KPP) gugur dalam lomba Kantor Pelayanan Terbaik (KPT) tingkat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena hanya...

Breaking News2 bulan ago

Apresiasi untuk Guru Penutur Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada 10 pemenang lomba vlog bertajuk “Guru Bertutur Pajak (Gutupak)” di Kantor Pusat...

Breaking News2 bulan ago

Pengelola Dana Desa harus Melek Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia yang beranggotakan para pengajar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI) memberikan pendampingan bagi pengelola...

Trending