Connect with us

Property

Karantina Nyaman ala Sultan

Diterbitkan

pada

Banyak hotel repatriasi yang telah mendapat restu pemerintah untuk menawarkan kenyamanan kelas atas dalam balutan protokol kesehatan ketat. Cocok buat Anda yang baru pulang dari luar negeri.

Pemerintah menetapkan pembatasan aktivitas bepergian baik untuk wisatawan, perwakilan negara, maupun pelaku bisnis yang ingin ke luar negeri. Hal ini dilakukan untuk menahan laju transmisi virus korona yang kini merebak dalam  berbagai varian baru yang berasal dari mancanegara seperti Inggris dan India.

Pelancong dianjurkan menahan diri untuk tidak bepergian ke luar negeri. Pelaku bisnis dan perwakilan negara yang mesti melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri harus menaati berbagai protokol kesehatan yang ketat, misalnya melakukan karantina terpusat setelah kembali dari luar negeri.

Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa seluruh pelaku perjalanan internasional baik warga negara asing (WNA), maupun warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri selain pekerja migran, mahasiswa atau pegawai pemerintah; diizinkan memasuki Indonesia tetapi wajib melakukan karantina terpusat selama delapan hari di tempat akomodasi yang telah mendapatkan sertifikasi RI.

Tak hanya itu, hotel repatriasi itu mesti mendapatkan persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI); serta tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Koordinator Hotel Repatriasi PHRI Vivi Herlambang mengatakan, penilaian CHSE yang dikeluarkan Kemenparekraf harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat disusul dengan aturan yang mengikat lainnya. Vivi juga bilang, orang yang sedang dikarantina di hotel repatriasi ini tidak boleh menerima tamu juga menggunakan fasilitas umum seperti pusat kebugaran dan kolam renang.

Hotel juga harus membuat pakta integritas, misal tempat check-in harus berbeda dengan tamu reguler, karena masih menerima tamu biasa,” terang Vivi dalam diskusi yang diselenggarakan BNPB, Jumat (16/7).

Yang jelas, hotel ini harus menyediakan layanan hiburan yang mencukupi dan fasilitas yang bisa menunjang pekerjaan sehari-hari tamu yang dikarantina.

“Hotel repatriasi dituntut menyediakan internet yang kencang. TV itu channel-nya harus lebih dari 20, supaya tamu karantina tetap senang di kamarnya. Mereka juga tidak boleh memasang GoFood dan lain-lain untuk menjaga kesehatan, karena kami sudah menyediakan makan besar sebanyak tiga kali,” imbuhnya.
Karantina nyaman

Saat ini setidaknya ada 64 hotel di Jakarta dan sekitarnya yang telah memenuhi kualifikasi tersebut dan bisa menawarkan paket karantina kepada para pelaku perjalanan. Dari jumlah itu, 12 hotel di antaranya merupakan hotel mewah yang ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk menyediakan karantina berbayar bagi WNA atau WNI kelas atas—sementara sisanya merupakan hotel repatriasi.

Salah satu hotel yang barangkali bisa menjadi pilihan Anda setelah bepergian dari luar negeri yaitu Hotel AYANA Midplaza Jakarta. Berlokasi strategis di jantung kawasan bisnis Jalan Jendral Sudirman Jakarta yang sibuk, hotel ini dekat dengan Stasiun MRT Setiabudi Astra, Bandara Internasional Soekarno Hatta, serta pusat perbelanjaan yang hype di Jakarta.

Sekalipun ada di tengah kota, AYANA Midplaza Jakarta merupakan suaka yang pas untuk indra Anda, karena fasilitas dan desain arsitektur abad ke-21 berpadu sempurna dengan keramahan asli Indonesia. Gaya hidup AYANA berkisar dari menikmati pagi yang malas dengan pemandangan kota nan memukau dari ketinggian, hingga menyaksikan indahnya matahari terbenam yang dramatis—semua ini bisa dilakukan dari suite Anda.

Manajemen AYANA memastikan, semua pelancong yang datang dan melakukan karantina di sini akan menikmati protokol kebersihan dan keamanan tingkat tertinggi seraya menerima layanan bintang lima dengan mudah. AYANA Midplaza Jakarta menerapkan standar prosedur yang mencakup semua area untuk memastikan kebersihan dan pengalaman para tamunya mulai dari pelatihan staf hotel, kedatangan, check-in, kebersihan kamar, makanan, penanganan makanan, sampai keberangkatan.

Ada beberapa paket karantina yang ditawarkan selama tujuh malam, mulai dari tarif Rp 14,288 juta (net). Paket full board ini sudah termasuk makan tiga kali sehari, fasilitas dua kali tes PCR di hotel, gratis antar jemput di bandara. Kemudian, laundry gratis untuk lima potong pakaian per hari, hingga diskon 25 persen untuk makanan dan minuman—tidak termasuk alkohol.

Akomodasi mewah lainnya, yakni Hotel Raffles Jakarta. Bertempat di kawasan Ciputra World, Kuningan, lokasi Hotel Raffles Jakarta terbilang cukup strategis lantaran dekat dengan wilayah perkantoran dan pusat perbelanjaan. Hotel yang dikenal sebagai “hotel Sultan” ini bukan hanya karena pernah dipakai menginap oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, tetapi juga menyediakan akomodasi mewah paling berkelas dan layanan butler 24 jam yang penuh perhatian.

Hotel dengan 173 kamar dan suite ini memiliki sederet fasilitas mewah bak sebuah istana. Dari pintu masuknya saja, hotel ini memiliki dekorasi pintu yang terinspirasi dari lukisan Hendra Gunawan. Tak hanya itu, setelah berada di area lobi, Anda juga akan menemukan lampu gantung kristal yang mengesankan didesain oleh Swarovski.

Saking banyaknya instalasi seni karya Hendra Gunawan yang sebagian besar menggambarkan pesona kehidupan pedesaan dan keindahan alam, pihak hotel juga menawarkan Art Concierge yaitu tur pribadi untuk menikmati hasil karya seni sembari mendapat informasi mengenai seni, sekaligus peninggalan dan budaya negeri sendiri.

Hotel yang beroperasi sejak 16 Maret 2015 ini bersih dalam segala sisi. Pasalnya, selain mendapat sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf, Raffles Jakarta juga telah berlabel ALLSAFE Accor sehingga tamu bisa yakin menginap dengan aman dan nyaman. Mereka menawarkan paket karantina mulai harga Rp 18,966 juta (belum net) per orang dengan durasi menginap selama 7 hari. Untuk tambahan tamu, hotel ini akan mengenakan tambahan biaya setiap orangnya.

Selain kamar hotel, Anda juga akan mendapatkan makan sebanyak 3 kali sehari, tes PCR sebanyak 2 kali per orang, cucian harian 5 potong per hari per orang—dan 10 potong untuk kamar Suite, serta satu kali penjemputan di bandara. Sebagai  catatan, paket karantina ini hanya berlaku untuk periode menginap hingga 31 Desember 2021.

Selanjutnya, ada Hotel Borobudur Jakarta. Hotel legendaris yang terletak di kawasan Pasar Baru ini memang kerap menjadi andalan menginap wisatawan kelas atas. Dengan area hijau seluas 9,5 hektare, hotel yang membuka pintu layanannya sejak 1974 silam ini terasa sangat menenangkan walau berada di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Berlokasi sangat dekat dengan Istana Kepresidenan, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral ini; hotel ini juga dikenal ramah lingkungan dan kerap memboyong berbagai penghargaan seputar green hotel. Manajemen juga masih menjalankan program konservasi ramah lingkungan melalui pengelolaan limbah, juga efisiensi penggunaan air dan listrik.

Meski telah lama beroperasi, hotel ini tak terkesan tua. Pasalnya, ia selalu memutakhirkan desain ruangan terlebih perangkat elektroniknya. Hotel ini juga punya Sop Buntut, makanan legendaris yang telah dikenal wisatawan mancanegara. Jadi, manajemen memastikan tamu yang menginap dapat menikmati layanan maksimal, kebersihan hotel yang selalu terjaga, sekaligus merasakan ambiance dan kuliner legendaris.

Paket Karantina ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 14,797 juta per orang untuk 7 hari. Harga ini termasuk makan 3 kali sehari, PCR 2 kali, penjemputan di bandara, dan laundry pakaian 5 kali sehari. Sementara tamu dua orang yang berada dalam satu kamar akan dikenakan harga Rp 25.150.000.

 

Editor Majalah Pajak Freelance writer, Part-time Traveller, Full-time learner

Advertorial

Taat Membawa Berkat

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Ron…

Diterbitkan

pada

Penulis:

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Rony Imanuel ini di acara Spectaxcular 2021 bertema “Pajak untuk Vaksin”, Senin (22/03). Mongol ikut mengingatkan pentingnya disiplin diri […]

The post Taat Membawa Berkat appeared first on Majalah Pajak.

Lanjut baca

Property

Jiwa Nyaman sampai Pulang

Diterbitkan

pada

Penulis:

Sutasoma menciptakan loyalitas para tamunya dengan memberikan pengalaman menginap yang berkelas, nyaman, dan memuaskan.

Jalan Darmawangsa merupakan kawasan perumahan elite yang dilengkapi dengan sederet tempat bersantap dan akomodasi bergengsi. Tata kota yang senada lagi terjaga ini membuat nilai eksklusivitas wilayah di Jakarta Selatan ini kian kuat dari waktu ke waktu. Lalu, sejak Januari 2021, hadirlah Sutasoma Hotel, menggenapi area Darmawangsa sekaligus melengkapi Kompleks The Tribrata.

General Manager Sutasoma Hotel Ferry Irawan optimistis, bahwa hotel yang telah direncanakan sejak 2018 lahir di saat yang tepat—kendati ada pandemi—untuk melengkapi Kompleks The Tribrata yang lebih dulu menyuguhkan The Opus Grand Ballroom, The Tribrata Catering Service, Ellise Lounge, hingga outlet pastry Doux et Doux.

“Pada 2018 pembangunan hotel sudah direncanakan, tapi kami masih maju-mundur karena berbagai faktor. Pada Agustus 2019, kami akhirnya memikirkan bahwa bisnis ballroom perlu di-support akomodasi, karena banyak sekali tamu-tamu kami yang menggunakan ballroom ini memerlukan fasilitas kamar,” ungkap Ferry kepada Majalah Pajak, Rabu (28/4).

Saat pandemi menerpa, pihaknya juga yakin untuk menyelesaikan pembangunan hotel dan membukanya segera; agar jika pandemi selesai dan keadaan bisnis semakin baik, Sutasoma Hotel telah siap melayani tamunya.

“Rencana kami buka hotel di Januari terlaksana dan sampai saat ini mungkin kami diberikan banyak keberkahan dan kebaikan. Karena teman-teman hotel lain ada yang memutuskan hubungan kerja pada karyawannya, menutup hotel, tapi kami diberi kesempatan untuk buka hotel, dan merekrut karyawan baru,” ucapnya.

“Soulful stay”

Terinspirasi oleh seni, tradisi, dan budaya Indonesia, hotel butik bintang empat ini telah menjadi lambang kemewahan dan keramahan baru di areanya. Sutasoma Hotel bukan sembarang sarana akomodasi, karena dibangun dengan penuh perencanaan dan kehati-hatian—termasuk pemilihan nama.

“Nama Sutasoma ini unik. Familiar, tapi at the same time dapat kesan eksklusivitasnya,” kata Ferry.

Ferry menuturkan, nama Sutasoma dianggap tepat karena dapat mengimbangi kemasyhuran Darmawangsa nan autentik, sekaligus nama sebuah kitab gubahan Mpu Tantular yang esensinya menekankan pada Bhinneka Tunggal Ika.

Daun lontar yang menjadi media kitab penting dalam sejarah Indonesia ini juga dijadikan logo hotel untuk selalu mengingatkan rasa bangga terhadap keragaman budaya Indonesia.

Kebinekaan Indonesia ini sudah terlihat pada lobi hotel melalui penempatan beragam ornamen yang berasal dari berbagai macam daerah seperti Irian, Jawa, juga Jakarta. Ornamen tradisional itu terasa begitu pas berpadu dengan desain interior hotel yang modern dan hangat, sehingga mampu menampilkan kesan timeless.

Hotel ini memiliki 111 kamar terdiri dari Deluxe, Executive, Kakawin Suite, dan Sutasoma Suite. Desain yang mewah lagi modern diperlihatkan melalui sapuan warna emas di beberapa bagian, tempat tidur dan sofa yang nyaman, juga window seat yang ada di setiap kamar.

Anda juga akan menemukan detail touch of Indonesia seperti dekorasi wayang, baki dan tempat sampah yang terbuat dari bambu, hingga partisi ruangan bermotif batik kawung di tipe Suite. Semua barang ini dikurasi secara teliti agar tamu yang menginap dapat merasakan a soulful stay.

Ferry bilang, pihaknya turut merangkul perajin lokal untuk membuatkan barang-barang tersebut dengan desain khusus. Selain itu, hotel juga ingin menunjukkan komitmennya terhadap eco wisdom campaign yang diperlihatkan dari pemanfaatan unsur kayu secara dominan, pemilihan warna-warna alam, hingga penggunaan produk-produk yang ramah lingkungan.

Meski tak luas, hotel ini berupaya memaksimalkan ruang dengan beragam fasilitas seperti musala, Atman Lounge untuk sarana bersantap, kolam renang, ruang kebugaran, dan Sutasoma Rooftop di lantai teratas sebagai event space yang memiliki pemandangan 360 derajat.

Garansi keramahtamahan

Hadir di Jakarta di saat pandemi, Sutasoma Hotel tak ikut perang harga maupun menurunkan kualitas pelayanan. Alih-alih, hotel ini mengandalkan keramahtamahan dan servis terbaik untuk membuat tamu betah dan mau kembali lagi.

Ferry dan seluruh staf menjanjikan pelayanan terbaik secara personal, penuh perhatian, dan siap memenuhi kebutuhan setiap tamu kapan pun waktunya.

“Pada saat tamu sampai sini; kami tidak ada tugas lain selain take care mereka dengan baik. Give them everything, dan bikin tamu nyaman sampai pulang. Itulah spirit yang coba kami berikan. Karena tugas kami di industri ini adalah we create experience,” ujarnya.

Ferry yakin, dengan pelayanan terbaik dan profesional yang tak kenal waktu, akan menciptakan tamu-tamu yang loyal dan menjadi marketing terbaik di mana pun mereka berada. Ia tak akan ragu meminjamkan mobil dinas hotel—beserta supirnya—supaya tamu yang datang dari daerah dan tak membawa kendaraan bisa berkeliling Jakarta, atau staf hotel tak akan menolak mencarikan suatu produk yang Anda butuhkan tapi tak tersedia di hotel.

“Bayangkan, kelak ketika tamu kami sedang main ke Surabaya atau daerah lainnya dan ada yang sebut Sutasoma, mereka akan menceritakan pengalaman baik mereka di sini. Itulah tanda hubungan yang kami bangun sekarang ini akan bekerja dengan baik. Jadi, kami sangat yakin bahwa loyalty dibangun dengan hubungan yang baik dan melalui proses, tidak instan,” pungkasnya.

Lanjut baca

Property

Dekat di Jarak, Ramah di Dompet

Diterbitkan

pada

Penulis:

Hotel bujet ini layak dipilih karena memiliki kelengkapan fasilitas, mudah diakses, dan tentunya tak bikin kantong bolong.

 

Meski pemerintah terus berupaya mewujudkan infrastruktur transportasi di simpul-simpul Jakarta, kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu masih tak bisa terhindarkan. Hampir setiap hari pebisnis maupun pekerja di ibu kota mesti berjuang dengan hiruk pikuk kendaraan. Bahkan, seringkali mereka terlambat menghadiri suatu rapat atau pertemuan bisnis karena macet.

Maka, hotel yang dekat dengan pintu tol dan sarana transportasi umum, bisa menjadi solusi Anda, baik untuk menginap maupun mengadakan pertemuan bisnis di tengah kota. Salah satu hotel bisnis yang bisa Anda inapi yakni Swiss-Belinn Simatupang, di bilangan Jakarta Selatan.

Cluster Marketing Communication Swiss-Belinn Simatupang Aldi Rinaldi mengatakan, salah satu keunggulan hotel ini memang terletak pada lokasinya yang begitu strategis. Berjarak sekitar 500 meter dari stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus dan dari pintu keluar tol Lebak Bulus, hotel 20 lantai ini akan menawarkan pengalaman menginap dan berbisnis yang nyaman untuk Anda.

“Lokasi kami yang dekat dengan stasiun MRT dan pintu tol memang sangat memudahkan tamu-tamu kami yang didominasi oleh pelancong bisnis atau pekerja, menuju tempat-tempat strategis di Jakarta,” kata Aldi kepada Majalah Pajak, Rabu (21/4).

Sementara untuk Anda yang staycation bersama keluarga, tersedia satu pusat perbelanjaan yang terletak persis di samping hotel sebagai opsi untuk mencari hiburan atau fesyen.

“Kami juga dekat dengan pusat perbelanjaan dan golf di Pondok Indah, sehingga pebisnis maupun keluarga yang menginap di sini bisa punya cukup banyak pilihan untuk beraktivitas,” imbuhnya.

Elegan dan riang

Interior hotel yang dibuat elegan dan menyegarkan sama sekali tak membuat kami merasakan sedang ada di hotel bujet. Lihat saja lobi hotel yang didominasi dengan warna alam yang klasik, penempatan kaca di sana-sini, serta langit-langit yang tinggi dengan detail segitiga berwarna mencolok—mengundang siapa pun untuk sejenak bersantai seraya mengagumi keartistikannya.

Detail segitiga berwarna-warni nan periang ini juga diaplikasikan pada pilar masuk menuju lobby lounge, latar bar, juga di karpet kamar hotel. Berpadunya desain klasik dan modern dalam konsep hotel ini seolah ditujukan untuk merangkul pasar milenial yang energik.

Dari segi kebersihan dan keamanan selama pandemi Covid-19, hotel ini telah mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata RI dan selalu menerapkan 10 Commitments dari Swiss-Belhotel International. Aldi memastikan, setiap kamar yang selesai dipakai tamu segera dibersihkan secara saksama, dan didiamkan sejenak untuk menjaga higienitas. Kamar-kamar yang telah siap digunakan kembali, pintunya akan dipasangi segel merah bertuliskan “sanitised and disinfected”.

Istimewanya, hotel ini dirancang sebaik mungkin agar ramah bagi kaum difabel, dengan menerapkan prinsip desain universal dan inklusif yang menawarkan aksesibilitas dalam lingkup luas. Beberapa cirinya yaitu memiliki akses masuk yang luas menuju lobi, restoran, dan kamar; koridor yang lebar, hingga tombol-tombol elevator, gagang pintu toilet, dan wastafel yang mudah diakses.

Aldi bilang, hotel ini juga menyediakan satu kamar khusus disabilitas di lantai lima.

“Kamar ini tipe deluxe, dengan kasur berukuran queen yang memiliki viewer lebih pendek diperuntukkan bagi difabel. Selain ada railing untuk pegangan, kamar mandinya juga memiliki wastafel yang rendah, dan tidak ada sekat kaca untuk memudahkan tamu,” ujar Aldi.

Hotel yang beroperasi sejak enam tahun lalu ini memiliki 159 kamar dengan empat tipe kamar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, mulai dari deluxe, studio suite, business suite, dan premier suite. Untuk Anda yang ingin leluasa bekerja, atau menginap bersama buah hati, kami menyarankan untuk memilih tipe suite karena luas dan terbagi menjadi dua ruang, yakni ruang keluarga dan ruang tidur.

Tidak hanya itu, kamar-kamar suite yang konsepnya menyerupai apartemen studio ini juga dilengkapi dengan kulkas, oven, dan area makan. Di tipe kamar tertinggi yakni premier suite, Anda bisa menikmati gemerlapnya kota Jakarta di malam hari langsung dari jendela kamar secara leluasa. Karena hanya tersedia satu kamar, ada baiknya Anda memesan tipe ini sejak jauh hari.

Meski berada di lahan yang terbatas, hotel ini berupaya melengkapi fasilitas yang cukup lengkap, baik, dan kerap dibutuhkan para tamunya. Untuk bersantap, hotel ini dilengkapi dengan lobby lounge dan restoran BaReLo. Lobby lounge menawarkan suasana yang relaks dengan berbagai minuman dan camilan; BaReLo buka sepanjang hari dan menyajikan sarapan, makan siang, hingga makan malam.

Suasana mewah dan romantis cukup terasa jika Anda bersantap di malam hari, karena area duduk di restoran dikelilingi oleh kaca-kaca yang lebar. Hotel ini juga telah menyiapkan empat ruang serbaguna untuk Anda yang membutuhkan fasilitas rapat atau acara kecil dengan kapasitas tak lebih dari 30 orang. Selebihnya, Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan berenang atau berolahraga di pusat kebugaran.

 

Lanjut baca

Populer