Connect with us

Up Close

Kami Mampu Penuhi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi

Diterbitkan

pada

Achmad Bakir Pasaman Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) / Foto: Dok. PT Pupuk Indonesia (Persero)

Kunci peningkatan kinerja Pupuk Indonesia terletak pada inovasi dan kejeliannya memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ketika pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan tertatih-tatih atau justru tumbang, di masa sulit ini Pupuk Indonesia atau PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah salah satu dari BUMN yang berhasil menjaga bahkan meningkatkan kinerjanya dibandingkan tahun sebelumnya. Optimalnya kinerja itu juga menempatkan Pupuk Indonesia sebagai salah satu dari 10 BUMN penyumbang APBN terbesar bagi republik ini.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Achmad Bakir Pasaman mengatakan, dengan adanya Covid-19, negara-negara berlomba untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan meminimalisasi ekspor pangan ke negara lainnya. Momentum ini justru menjadi peluang bagi industri pupuk untuk dapat berproduksi optimal untuk mendukung pertanian dalam negeri.

“Pupuk Indonesia sebagai BUMN pangan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan baik dalam proses inbound logistic maupun outbound logistic mampu berproduksi secara optimal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri bahkan juga ekspor di tengah kondisi pandemi,” kata Bakir saat wawancara dengan Majalah Pajak akhir Januari lalu.

Fakta itu membuktikan, di tengah keterbatasan yang ada, perusahaan tetap mampu berinovasi dan bertransformasi menjadi lebih baik lagi. Salah satu pilar transformasi Pupuk Indonesia, menurut Bakir adalah menjadi perusahaan yang lebih customer centric atau fokus pada pelanggan.

Saat ini Pupuk Indonesia mendapat tugas dari pemerintah untuk menjalankan fungsi public service obligation (PSO) untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di dalam negeri. Bakir menegaskan, Pupuk Indonesia berkomitmen mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi hanya boleh diberikan kepada petani yang memenuhi syarat. Misalnya, mereka harus terdaftar dalam kelompok tani. Mereka juga harus menyusun e-RDKK (eletronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dan untuk daerah tertentu, harus mempunyai Kartu Tani. e-RDKK adalah semacam proposal pengajuan yang harus disiapkan kelompok tani sebagai dasar bagi dinas pertanian untuk menentukan kebutuhan pupuk di suatu daerah. Itu pun masih harus diperhitungkan dengan alokasi pupuk bersubsidi bagi tiap daerah.

“Dari temuan Pupuk Indonesia di lapangan, rata-rata yang mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi adalah yang belum terdaftar di e-RDKK,” jelas Bakir.

Bakir menjamin Pupuk Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi pemerintah. Ia menjelaskan, kapasitas produksi pupuk secara grup mencapai 13,9 juta ton per tahun. Sedangkan, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2021 berdasarkan alokasi dari Pemerintah adalah sekitar 9,4 juta ton pupuk dan 1,5 juta liter organik cair.

Berikut petikannya.

 

PT Pupuk Indonesia bergerak di bidang penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian nasional. Apa saja produknya saat ini?

Produk utama Pupuk Indonesia adalah berbagai jenis pupuk, amoniak dan berbagai produk kimia dan penunjang pertanian lainnya. Kami mendapatkan amanah dari pemerintah untuk menjalankan fungsi PSO, yaitu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai dengan penugasan dan alokasi dari pemerintah. Namun, kami juga memenuhi pasar nonsubsidi, baik itu penjual retail ke petani, pasokan ke perkebunan serta industri.

Kami melihat tren ke depan bahwa produk pupuk saja tidak cukup untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Maka kami juga mulai fokus untuk menjadi penyedia nutrisi tanaman lengkap serta layanan solusi pertanian yang terintegrasi, baik itu dari kawalan teknologi, penerapan precision farming, dan lain sebagainya.

Siapa saja pengguna produk PT Pupuk Indonesia saat inidomestik dan internasional?

Untuk konsumen dalam negeri, konsumen pupuk kami yang utama adalah petani sektor pangan, perkebunan dan juga industri. Sedangkan untuk ekspor, produk utama kita adalah urea dan amoniak, dengan beberapa negara tujuan ekspor antara lain Australia, India, Jepang, Afrika Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan Cina.

Saat ini masih banyak pupuk impor masuk ke dalam negeri. Apakah kapasitas produksi Pupuk Indonesia masih belum bisa mencukupi produksi nasional?

Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa jenis pupuk yang memang tidak mungkin bisa diproduksi oleh industri dalam negeri karena pupuk tersebut merupakan barang tambang. Misalnya, potassium atau KCl. Artinya, produk tersebut memang tidak ada substitusinya, sehingga mau tidak mau harus diimpor.

Adapun kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup saat ini adalah sekitar 13,9 juta ton per tahun. Jumlah tersebut mencukupi untuk memenuhi penugasan pemerintah untuk kebutuhan pupuk bersubsidi yang sebesar 9 juta ton. Saat ini, Perusahaan cukup mampu juga memenuhi permintaan dari sektor perkebunan maupun industri dalam negeri. Namun, merujuk pada data RDKK terakhir, kebutuhan pupuk nasional mencapai 23 juta ton. Ini artinya masih ada potensi buat Pupuk Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi pasar domestik.

Bagaimana upaya perusahaan dalam menjaga kualitas produknya? Inovasi apa saja yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi persaingan pupuk impor?

Salah satu pilar transformasi kami adalah menjadi perusahaan yang lebih customer centric atau fokus pada pelanggan. Kami selalu berinovasi untuk menghasilkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kami juga berinovasi menghasilkan produk dan layanan solusi pertanian lengkap. Beberapa program andalan kami misalnya pengembangan PreciPalm, yaitu pemanfaatan pencitraan satelit untuk mengetahui komposisi pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah, terutama untuk kelapa sawit, juga ada program Agro Solution, berupa kawalan lengkap mulai dari agro input sampai offtaker untuk petani, dan lain sebagainya.

Untuk kualitas, Pupuk Indonesia Group selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas produk sesuai yang dipersyaratkan. Untuk itu, semua produk yang dilepas ke pasar sudah memenuhi standar-standar mutu baik nasional maupun internasional. Produk-produk PT Pupuk Indonesia sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu anak perusahaan kami Pupuk Kaltim, bahkan meraih penghargaan tertinggi Platinum dari Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bukti komitmen kami menghasilkan produk berkualitas.

Selama masa pandemi Covid-19, perusahaan juga tetap membukukan kinerja yang baik, bahkan meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2019. Strategi apa saja yang diterapkan perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah pandemi?

Sebagaimana diketahui, dengan adanya Covid-19, negara-negara berlomba untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan meminimalisasi ekspor pangan ke negara lainnya. Momen ini justru menjadi peluang bagi industri pupuk untuk dapat berproduksi optimal guna mendukung pertanian dalam negeri. Pupuk Indonesia sebagai BUMN pangan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan baik dalam proses inbound logistic maupun outbound logistic mampu berproduksi secara optimal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri bahkan juga ekspor di tengah kondisi pandemi.

Saat ini salah satu program pemerintah adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Apa peran PT Pupuk Indonesia untuk membantu pemerintah mewujudkan program itu?

Peran utama kami tentunya pada penyedia pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani tanaman pangan, namun juga tentunya penyediaan-penyediaan produk dan layanan lainnya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Berdasarkan data BPS, pada 2020, jumlah petani Indonesia tinggal sekitar 33,4 juta petani. Angka ini terus menurun. Menurut Anda, apa penyebab orang Indonesia malas bertani dan bagaimana membuat sektor pertanian menjadi profesi yang dilirik?

Jika dilihat angka BPS di mana menunjukkan angka petani semakin tahun semakin menurun menunjukkan bahwa bidang pertanian dianggap tidak menarik lagi dan mulai ditinggalkan terutama bagi usia produktif karena dianggap kurang menguntungkan dan penuh risiko gagal panen akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), kekeringan, banjir dan sebagainya.

Hal ini akan menjadi ancaman bagi pertanian dan kedaulatan pangan Indonesia. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk memulihkan kembali pertanian Indonesia dengan membuat dunia pertanian menjadi menarik bagi kaum milenial, dan menunjukkan bahwa bisnis di bidang pertanian itu menguntungkan dan dapat menjadi pilihan profesi yang menarik bagi anak muda.

Kepada petani langsung, adakah program-program yang dilakukan perusahaan untuk mendukung kemajuan petani Indonesia?

Pupuk Indonesia selaku BUMN pangan terus mengembangkan program yang mendukung pertanian antara lain agrosolution, demplot, edukasi petani melalui sosialisasi bersama dinas pertanian, pengembangan teknologi pertanian seperti precision farming, layanan pelanggan bebas pulsa di mana petani tidak hanya dapat menyampaikan keluhan namun juga dapat menyampaikan pertanyaan seputar pertanian dengan bebas pulsa.

Belakangan terdengar isu kelangkaan pupuk subsidi yang dilayangkan ke PT Pupuk Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Pertama, untuk memperoleh pupuk bersubsidi ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi petani, sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020. Salah satunya adalah petani harus terdaftar dalam kelompok tani. Kemudian harus menyusun e-RDKK (eletronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dan untuk daerah tertentu mempunyai Kartu Tani. e-RDKK adalah semacam proposal pengajuan yang harus disiapkan kelompok tani sebagai dasar bagi dinas pertanian untuk menentukan kebutuhan pupuk di suatu daerah.

Kemudian, ada juga batasan alokasi pupuk bersubsidi bagi tiap daerah. Adapun jumlah alokasi dan dosis tersebut adalah berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian agar penggunaan pupuk lebih efisien dan tepat guna.

Dari temuan Pupuk Indonesia di lapangan, rata-rata yang mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi adalah yang belum terdaftar di e-RDKK.

Selain itu, ada petani yang merasa jatah alokasinya tidak sesuai dengan kebutuhan atau keinginannya. Kemudian di beberapa daerah memang sempat ada keterlambatan penebusan dari distributor karena menunggu SK alokasi di daerah tersebut.

Kapasitas produksi pupuk secara grup mencapai 13,9 juta ton per tahun. Adapun untuk kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2021 berdasarkan alokasi dari Pemerintah adalah sekitar 9 juta ton. Jadi dari sisi kemampuan produksi, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi.

Menurut data Anda, saat ini seberapa bergantung atau seberapa banyak petani Indonesia yang menggunakan PT Pupuk Indonesia? Dan bagaimana perusahaan menjaga loyalitas mereka terhadap produk?

Untuk menjaga loyalitas pelanggan maka Pupuk Indonesia terus berkomitmen menjaga mutu produk, menyediakan produk tepat waktu dan tepat tempat, menyediakan produk sesuai dengan jenis yang dibutuhkan petani serta menyediakan pupuk dengan harga terjangkau. PI juga terus mengembangkan program-program seperti agrosolution, precision farming, layanan bebas pulsa dan lain-lainnya.

Pupuk Indonesia menjadi 10 Besar BUMN penyumbang APBN. Apa kunci keberhasilan perusahaan, termasuk dalam mewujudkan good corporate governance?

Perusahaan selalu berusaha meningkatkan efisiensi melalui operational excellence, terobosan di bidang keuangan dan pendanaan, seperti notional pooling dan pinjaman bersama. Kami juga memiliki program pengadaan bersama, optimalisasi distribusi dan lain sebagainya. Hal ini ditunjang dengan kemampuan untuk mencari ceruk-ceruk pasar baru, serta meningkatkan daya saing di pasar internasional.

PT Pupuk Indonesia (Persero) belum lama ini juga mendukung program DJP, salah satunya dengan melakukan integrasi data perpajakan. Apa yang mendorong perusahaan mengikuti program itu?

Hal tersebut menindaklanjuti arahan dari Wakil Menteri BUMN yang pada saat itu masih dijabat oleh Bapak Budi Gunadi Sadikin bahwa PT Pupuk Indonesia (Persero) diharapkan ikut serta dalam proses integrasi data perpajakan menyusul BUMN-BUMN besar lainnya. Selain itu, kontribusi perpajakan PT Pupuk Indonesia Grup yang cukup besar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan di mana pada tahun 2019 mencapai sebesar Rp 7,93 triliun atau naik sebesar 17 persen jika dibandingkan dengan setoran pajak pada tahun 2018 sebesar Rp 6,78 triliun.

Di samping itu, saat ini PT Pupuk Indonesia (Persero) sedang gencar melakukan transformasi bisnis yang mengarah kepada digitalisasi sehingga adanya kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari business process yang ada, peningkatan kecepatan dan ketepatan dalam hal melakukan pemungutan, perhitungan, pembayaran, pelaporan pajak sehingga diharapkan melalui Integrasi Data Perpajakan ini mampu menekan cost of compliance secara signifikan.

Sebelum MoU, persiapan apa dan berapa lama yang dilakukan Pupuk Group untuk mengintegrasikan datanya?

Terkait dengan rencana Integrasi Data Perpajakan persiapan yang kami lakukan kira-kira 1-2 tahun, yang dalam periode tersebut kami secara aktif berdiskusi dengan BUMN yang telah mengimplementasikan integrasi data perpajakan dan berkoordinasi dengan Tim Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP dan Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga guna memperoleh informasi terkait bagaimana teknis metode Integrasinya antara sistem ERP yang kami miliki dengan sistem yang dimiliki oleh DJP.

Guna mendukung kelancaran proses integrasi data dimaksud, secara internal kami telah menyiapkan dedicated tim dari masing-masing anak perusahaan untuk menjadi person in charge guna melakukan berbagai pengembangan sistem pendukung seperti sistem ekualisasi dan rekonsiliasi perpajakan, pengembangan vendor invoice management, upaya secara berkelanjutan terkait peningkatan kualitas pencatatan transaksi serta melakukan penyempurnaan berbagai pedoman dan prosedur internal pasca implementasi integrasi data perpajakan.

Setelah MoU, sampai pada tahap mana integrasi dilakukan?

Proses integrasi data perpajakan di lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero) dilakukan dengan menggunakan fitur-fitur yang telah di-provide oleh DJP melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP). Setelah dilaksanakan penandatanganan MoU pada 17 Desember 2020 yang melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan anak perusahaan yakni lima produsen pupuk, maka dapat kami informasikan bahwa saat ini kami dalam proses tender untuk pemilihan PJAP dan kami harapkan per Q1 Tahun 2021 sistem integrasi data perpajakan yang di-provide melalui PJAP dapat diimplementasikan dan Go Live secara serentak, tepat waktu dan tanpa terkendala di PT Pupuk Indonesia (Persero) dan lima produsen pupuk.

Apakah integrasi data seperti ini akan efektif untuk meningkatkan kepatuhan?

Terkait untuk pemenuhan kewajiban setor dan lapor perpajakan tentu melalui integrasi data dapat secara efektif meningkatkan kepatuhan. Hal ini mengingat bahwa melalui integrasi data perpajakan, hal-hal yang semula sifatnya clerical secara bertahap diarahkan ke fully systems. Dengan diprosesnya segala informasi dan data untuk kebutuhan proses setor dan lapor perpajakan dijalankan by system, diharapkan dapat meminimalisasi human error factor. Faktor ini yang dapat berakibat temuan adanya kurang bayar pajak maupun sanksi/denda perpajakan yang harus ditanggung perusahaan.

Setelah melakukan MoU, seperti apa implementasi integrasi data di internal perusahaan, misalnya di anak perusahaan/grup, vendor, dan stakeholders lain?

Implementasi Integrasi Data Perpajakan akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan continuous improvement terkait pemenuhan kewajiban setor dan lapor perpajakan hingga GL Tax Mapping, nantinya. Untuk tahap pertama ini, Integrasi Data Perpajakan dimulai dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak perusahaan yaitu lima produsen pupuk. Dan apabila proses tahap pertama telah berjalan lancar dan sempurna maka kami berencana melanjutkan Integrasi Data Perpajakan tahap kedua yang melibatkan anak perusahaan kami yang sektor bisnisnya non-produsen pupuk.

Terkait implementasi integrasi data di internal perusahaan, tentunya kami akan mengoptimalkan fitur-fitur integrasi data perpajakan lainnya (di luar kebutuhan setor dan lapor) guna mendukung kegiatan bisnis kami misalnya terkait dengan pemilihan pihak rekanan perusahaan yang tentunya harus comply dengan aturan perpajakan melalui pemanfaatan layanan KSWP (Konfirmasi Status Wajib Pajak) yang juga telah di-provide oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui PJAP.

Apa manfaat langsung dan tidak langsung yang dirasakan perusahaan setelah adanya MoU ini?

Setelah adanya penandatanganan MoU, kami meyakini bahwa hal ini merupakan langkah konkret dari suatu bentuk hubungan dua belah pihak yang saling menguntungkan dengan mengedepankan prinsip transparansi, mutual trust and collaboration antara Wajib Pajak dan DJP.

Penandatanganan MoU juga menunjukkan komitmen dari kedua belah pihak, di mana DJP berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam hal peningkatan transparansi dan tax compliance di lingkungan BUMN dan BUMN berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai dengan ketentuan dan peraturan perpajakan yang berlaku sehingga diharapkan baik penerimaan pajak dari BUMN maupun kinerja BUMN ke depan dapat tumbuh secara optimal dan berkelanjutan.

Apa harapan perusahaan sebagai Wajib Pajak dan masukan untuk DJP agar mekanisme integrasi data bagi Wajib Pajak menjadi lebih mudah dan saling menguntungkan?

Harapan kami, pengembangan proses integrasi data perpajakan terus berlanjut sehingga memudahkan dalam proses kegiatan administrasi perpajakan hingga mampu menekan cost of compliance secara signifikan tak hanya terkait pemenuhan kewajiban setor dan lapor perpajakan melainkan juga diharapkan integrasi data perpajakan mampu menekan angka temuan atas hasil pemeriksaan perpajakan.

Up Close

Haram bila tidak Taat Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto : Rivan Fazry

 

Majalahpajak.net – Perusahaan rintisan (startup) Indodax yang bergerak di sektor industri kripto menerapkan berbagai strategi bisnis dalam mengembangkan usaha, salah satunya adalah kepatuhan terhadap pajak. CEO Indodax Oscar Darmawan memandang pajak sebagai aspek yang sangat penting dalam berbisnis, sekaligus sebagai sarana untuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah sebagai regulator. Menurutnya, kepatuhan terhadap pajak akan berbuah kepercayaan dari pemerintah pada potensi sektor usaha yang sedang dijalani termasuk di industri aset kripto, sehingga tercipta ekosistem yang kondusif bagi perkembangan bisnis kripto di masa depan. Sebaliknya, bisnis sebesar apa pun yang dibangun perusahaan akan sangat mudah jatuh jika tidak taat pajak.

Dalam perbincangan dengan tim redaksi Majalah Pajak di Kantor Indodax, Gedung Millenium Centennial Center, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (11/05), ia mengungkapkan pengalaman dan tantangan dalam merintis bisnis aset kripto, pandangannya tentang potensi dan regulasi bisnis aset kripto di Indonesia, juga mimpinya dalam membawa Indodax menjadi perusahaan rintisan teknologi kebanggaan Indonesia yang bisa melakukan penawaran saham perdana (IPO) dan diakui sebagai perusahaan terbuka dengan pencapaian profit yang berkesinambungan.

Berikut ini petikan perbincangan kami.

Bagaimana awal bisnis kripto yang Anda jalani hingga sekarang berkembang menjadi perusahaan Indodax?

Awalnya di tahun 2013 sampai 2018 fokus bisnis yang kami jalani lebih banyak pada jual-beli Bitcoin. Kemudian pada 2018 kami melihat ada pergeseran bahwa kripto itu bukan hanya Bitcoin semata. Maka kemudian perusahaan kami berganti nama menjadi Indodax.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejak berganti nama itu kami fokus mengembangkan marketplace berbagai aset kripto yang ingin diperdagangkan di Indonesia. Bisnis kami pertama kali beroperasi di Jakarta. Kemudian kami melihat Bali sebagai pusat perkembangan kripto karena banyak ekspatriat yang hidup dari bisnis kripto, akhirnya kami pindah ke Bali. Perkembangan bisnis kripto mulai bagus. Kami melihat pemerintah mulai melirik bisnis kripto. Kami mulai membina hubungan dengan pemerintah, maka kami kembali ke Jakarta. Hubungan kami dengan otoritas pajak di Bali sudah terjalin dengan baik. Jadi, kami fokus secara PT di Jakarta, tapi dari segi pajaknya ada di Bali.

Seperti apa strategi bisnis yang Anda terapkan dalam menangkap peluang dan membidik pasar untuk meningkatkan usaha?

Kami melihat yang paling penting dalam bisnis adalah speed, itu menjadi penentu. Kedua, aspek yang sangat penting dalam berbisnis adalah kepatuhan terhadap pajak. Kita bisa coba flexible dengan aturan yang ada, istilahnya startup minta maaf daripada permisi. Tapi pajak itu antara ya dan tidak. Sebesar-besarnya bisnis kalau tidak taat pajak itu jatuhnya sangat mudah.

Kita sedikit kilas balik di bisnis aset kripto. Jika pada awal menjalani bisnis itu kami putuskan untuk tidak peduli dengan pajak, revenue pasti lebih besar. Tapi hubungan kami dengan pemerintah tidak akan sebaik sekarang. Pemerintah tidak akan bisa melihat potensi perkembangan dan sumbangan devisa dari bisnis kripto. Mungkin sekarang kripto sudah benar-benar menjadi aset haram seratus persen di Indonesia dan sudah keluar dari ekosistem di negara ini. Itu adalah dampak buruk yang terjadi akibat dari kita tidak taat pajak.

Dampak lainnya, mungkin kalau memang masih ada bisnis kripto dan kita tidak taat pajak, tiba-tiba semua transaksi kita PPN-nya terutang dan setelah itu mati. Sampai kapan pun PPN terutang itu harus dibayar. Oleh karena itu, saya selalu percaya kalau berbisnis itu pajaknya harus dipikirkan dulu dan jangan bermain-main dengan pajak. Ketiga, kita harus memastikan kepuasan customer. Tanpa customer, sebagus apa pun produk akan percuma. Oleh sebab itu, bisnis kami menitikberatkan pada customer service.

Apa saja tantangan yang dihadapi di bisnis kripto selama ini?

Tantangan pertama terkait regulasi di Indonesia. Tantangan yang kedua ada di konsumen karena produk kami adalah produk baru. Artinya kami harus berani mengedukasi customer. Investasi kami ada di aspek edukasinya. Pelanggan harus paham produk kami, baru kemudian mereka akan menggunakan produk tersebut. Ini tantangan kami, yakni bagaimana mengedukasi customer. Kami menjalin kerja-sama dengan berbagai kampus yang ada di Indonesia dengan tujuan untuk memberikan edukasi secara nyata. Indodax juga memiliki platform edukasi daring gratis bernama Indodax Academy yang isinya menjelaskan soal kripto dan blockchain. Dengan adanya platform ini, member yang baru tidak perlu takut untuk berinvestasi kripto karena kami menyediakan ilmu yang bisa dipelajari terlebih dahulu. Jadi, kami benar-benar mengedukasi tentang apa itu Bitcoin, bagaimana cara transaksinya dan mengapa transaksi blockchain itu akan mengubah teknologi internet.

Bagaimana pandangan Anda tentang pertumbuhan dan perkembangan aset kripto di Indonesia?

Kami melihat perkembangannya cukup bagus dan positif khususnya setelah adanya peraturan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas) karena masyarakat menjadi lebih tenang. Kalau kita lihat dari sudut pandang kelompok yang masuk kalangan A dan B, mereka hanya mau investasi di platform-platform yang memiliki kejelasan hukum. Bagi orang awam atau orang teknologi yang baru memulai karier, mereka kurang peduli tentang risikonya dalam transaksi kripto, ada PT atau tidak. Tapi kalau kalangan A dan B, mereka hanya mau transaksinya di tempat-tempat yang sudah ada dasar hukumnya. Oleh karenanya, saya percaya aturan kripto memang penting.

Seberapa besar potensi industri aset kripto dan kontribusinya bagi perekonomian nasional?

Saya percaya kalau industri aset kripto pada akhirnya volume perdagangannya akan sama atau bahkan bisa lebih dari perdagangan pasar saham di Indonesia.

Kita bisa lihat beberapa token di Indonesia mulai cukup bagus. Contohnya yang terakhir ini kita me-listing salah satu token. Itu suatu project yang secara kualitas game tidak kalah dengan game yang ada di internasional. Secara pola permainan tokennya punya fungsi nyata. Yang lainnya yang cukup bagus adalah dari Rans Entertainment yang secara konsep bagus. Ke depannya mereka akan bisa lebih berkembang lagi. Saat ini Indonesia mulai beralih untuk tidak lagi sebagai konsumen tapi juga produsen. Kita masih menghadapi tantangan dalam memasyarakatkan koin asli Indonesia.

Bangsa ini memiliki kelemahan, yaitu terkadang suka meremehkan produk dalam negeri. Berbeda dengan bangsa Korea ketika bicara produk buatan Korea, mereka akan lebih tergerak untuk membeli. Orang Jepang lebih tergerak membeli produk buatan Jepang daripada AS. Sedangkan di negara kita, saat bicara produk Indonesia dan AS, bangsa kita selalu pilih produk AS. Sementara produk dalam negeri hanya menjadi alternatif. Padahal, kalau kita lihat, sebenarnya produk lokal itu bukan sesuatu yang negatif. Seharusnya kita lebih bangga dengan industri dalam negeri. Anak-anak Indonesia banyak yang pintar dan barang-barang produksi lokal juga banyak yang bagus.

Apa keunggulan berinvestasi di aset kripto?

Pertama, transaksi aset kripto lebih transparan dan lebih susah “digorengnya”. Pasar kripto di Indonesia, AS, Tiongkok, Jepang itu semuanya tersambung menjadi satu. Jadi, kalau kita memang mau “menggoreng”, maka harus “menggoreng” seluruh pasar dunia. Sama seperti transaksi emas. Anda mau “menggoreng” harga emas, maka harus “menggoreng” transaksi emas di seluruh dunia. Tapi kita tidak bicara koin yang kecil dengan market cap yang kecil karena kalau market cap kecil tetap mudah “digorengnya”. Apalagi produk berbasis komoditas yang ada sentimen dan suplai itu pasti bisa “digoreng”. Hanya ini lebih transparan.

Kedua, aset kripto ini naik-turunnya relatif cepat. Meskipun di spot market, tapi pergerakannya cepat. Sehingga potensi orang untuk mendapatkan keuntungan maupun kerugian itu cukup banyak. Kenapa spot market itu penting, karena spot market menawarkan solusi ketika Anda punya uang, Anda bisa beli barang, Anda sendiri yang menentukan kapan jual dan beli. Harga berapa Anda mau beli dan harga berapa Anda mau jual. Biasanya yang pergerakannya cepat itu kan derivatif bukan spot market. Bicara derivatif, terkadang pada saat Anda tidak mau jual tapi akan dipaksa jual karena Anda kena margin call. Jadi, Anda tidak benar-benar punya freedom untuk memutuskan kapan saat menjual dan membeli. Dan kripto itu pasar terbesarnya adalah spot. Oleh karena ini spot market, orang tidak akan dipaksa untuk menjual barangnya. Kalau dia tidak mau jual, ya tidak rugi.

Apa saja risiko yang harus dipahami masyarakat yang ingin berinvestasi di aset kripto?

Kita harus mengetahui produk kripto itu pada dasarnya adalah social experiment. Semua produk kripto bahkan Bitcoin sekali pun adalah eksperimen. Ini adalah teknologi baru yang sifatnya baru diuji coba. Risikonya kalau baru diuji coba, teknologi ini bisa take off atau bahkan hilang begitu saja. Ini bicara Bitcoin, belum koin-koin yang lebih kecil. Oleh karena ini bicara eksperimen, mungkin 50 tahun mendatang produk yang Anda lihat sekarang tidak akan ada lagi. Ini seperti era dotcom di tahun 1995. Saham-saham di masa itu apakah semuanya hilang sama sekali, kan tidak juga. Masih ada Yahoo!, Google. Tapi selain yang besar-besar ini yang lainnya hilang. Saya kira kripto akan sama. Awalnya ada ribuan tapi nanti akan menyempit dan tersisa yang besar-besar, sementara yang lainnya akan hilang. Customer harus pintar-pintar memilih produk aset kripto yang bagus, punya kejelasan dan mempertimbangkan produk yang bisa hilang dari market.

Faktor-faktor apa yang dapat memengaruhi supply dan demand aset kripto?

Supply dan demand aset kripto dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, dari teknologinya sendiri. Teknologinya dipakai untuk tujuan apa dan kebutuhan apa. Contohnya Ethereum dipakai untuk menjalankan aplikasi. Kedua, faktor makro ekonomi. Misalnya, sekarang harga Bitcoin sedang turun itu karena faktor The Fed menaikkan suku bunga. Otomatis dollar AS banyak masuk ke negara AS yang kemudian membuat harga semua komoditas sekarang turun. Karena lebih menarik untuk menaruh uangnya di bank daripada dipakai untuk investasi yang belum pasti. Ketiga, faktor yang terkait dengan teknologi blockchain. Contohnya Bitcoin setiap empat tahun ada halving period yang memotong supply Bitcoin. Pada saat terjadi halving period, suplainya dipotong tiba-tiba. Itu membuat harganya naik. Tapi begitu harganya sudah naik, akan terjadi harga turun karena momentum taking profit. Jadi akan kembali ke titik awalnya.

Sekarang faktor kebijakan dari negara-negara besar sudah tidak terlalu memengaruhi naik-turunnya kripto. Ketika awal kemunculan bisnis kripto memang faktor itu sangat berdampak. Seperti berita pemerintah Tiongkok melarang kripto, seketika dampaknya langsung membuat harga kripto turun. Ketika Pemerintah AS meregulasi kripto, kebijakan itu langsung memengaruhi harga. Tapi sekarang sudah tidak terlalu memberikan efek karena produk kripto ini adalah produk yang terdesentralisasi. Masyarakat sudah cukup pintar dan paham bahwa pada saat satu negara tidak mendukung sedangkan negara lainnya mendukung, mereka cukup menggunakannya di negara yang mendukung itu saja.

Para manajer investasi saham teknologi sekarang ini sebagian dananya (sekitar 10–15 persen) ditempatkan juga ke Bitcoin. Sehingga pada saat uang mereka masuk di bursa saham Nasdaq atau lainnya, dananya juga masuk di investasi kripto. Pada saat mereka keluar dari Nasdaq, uang di kripto juga keluar. Jadi, pergerakan harga aset kripto saat ini mulai mengikuti pergerakan harga di pasar saham.

Adakah yang bisa dilakukan investor untuk menjaga nilai aset kripto?

Hal pertama yang perlu dilakukan investor adalah jangan terlalu cepat untuk membeli dan menjual. Terkadang investor begitu melihat harganya turun, pada saat itu mereka tidak menjual, mereka belum rugi karena ini pasar spot. Produk spot adalah produk yang kalau kita belum mau rugi, kita jangan jual dulu. Tunggu momentumnya naik baru kita jual. Itu kelebihan pasar spot. Investor harus mengetahui kapan saat beli dan kapan harus jual. Oleh karena itu, sangat penting untuk orang yang membeli aset kripto agar menggunakan uang “dingin” karena dia tidak akan digeser oleh bunga bank. Jadi, harus gunakan dana yang idle, jangan uang dapur.

Bagaimana pandangan Anda tentang bursa kripto?

Bursa kripto itu sesuatu yang positif. Kami sangat mendukung adanya bursa kripto sebagai self regulator organization untuk mengatur dan memastikan perdagangan kripto di Indonesia yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Di bisnis kripto dengan adanya bursa akan membuat bisnis ini lebih tertata rapi.

Bagaimana pandangan Anda terhadap pemberlakuan regulasi pajak kripto di Indonesia?

Sangat positif. Aturan pajak ini adalah kemenangan besar untuk para trader aset kripto. Kita harus berterima-kasih karena ini seperti kebijakan tax amnesty dulu. Karena tanpa adanya aturan pajak yang sekarang, kalau Anda profit dari kripto, Anda harus bayar pajak 20 sampai 35 persen sesuai tarif PPh masing-masing. Tapi dengan adanya ketentuan pajak yang baru, yaitu 0,1 persen untuk PPh dan 0,1 persen untuk PPN artinya Anda bisa menebus kripto Anda dengan cara trading di tempat yang memiliki izin dari Bappebti dengan tarif pajak hanya 0,2 persen. Tarifnya memang kelihatan mahal dengan fee trading jadi dua kali lipat. Tapi secara praktiknya kalau dilihat dari pemahaman bahwa ini adalah uang yang bersih setelah membayar pajak, regulasi ini sesuatu yang positif. Jadi murah sebenarnya. Secara trading aset kripto, aturan pajak ini sesuatu yang baik. Tapi kalau secara industri aset kripto memang plus-minus buat kami. Kami jadi kurang kompetitif dibandingkan perusahaan luar negeri karena perusahaan luar negeri dikenakan fee lebih murah.

Kuncinya adalah bagaimana pemerintah bisa meminta industri-industri asing yang menarget masyarakat Indonesia untuk mengikuti aturan pajak yang ada di Indonesia. Kan seharusnya dengan aturan pemerintah yang ada sekarang, mereka kena PPN 0,2 persen. Bagaimana Kementerian Keuangan menagih pajak yang seharusnya dibayarkan oleh industri-industri luar negeri yang memiliki member Indonesia. Kalau industri dalam negeri saya kira pasti akan taat pajak. Industri luar negeri ini yang mau atau tidak mereka tunduk pada aturan perpajakan di Indonesia. Seperti ketika Kemenkeu versus Google atau Netflix dan Kemenkeu berhasil menang semua. Saya berharap besaran pajak kripto bisa diturunkan, totalnya bisa disamakan seperti di bursa saham. Karena saat ini pajaknya dua kali lebih mahal. Pajak di bursa saham besarnya 0,1 persen sudah termasuk semuanya. Sedangkan di kripto ada PPh, PPN yang totalnya jadi 0,21 persen. Maka kami berharap pajak kripto diturunkan supaya trader kripto tidak terlalu berat. Ini bukan tentang kepentingan bisnis kami tapi tentang konsumen. Karena yang dipungut pajak itu konsumen, bukan kami saja.

Di tahun 2021, Indodax menerima penghargaan dari KPP Madya Denpasar, Bali atas kepatuhan membayar pajak. Apa makna penghargaan itu bagi Indodax?

Yang pertama kami sangat berterimakasih kepada pemerintah. Saya tidak pernah membayangkan bahkan mimpi pun tidak, bahwa akan dapat penghargaan pajak. Ini mungkin penghargaan termahal. Penghargaan pajak ini suatu yang positif dan menandakan bahwa kami berkontribusi pada negara. Kedua, ini menandakan bahwa usaha jenis baru seperti startup yang biasa dikatakan orang tidak mau bayar pajak, ternyata startup seperti Indodax bisa bayar pajak. Kami bahagia dan bangga mendapatkan penghargaan ini.

Bagaimana pandangan Anda terhadap kolaborasi pemerintah dalam mengatur investasi kripto di Indonesia saat ini?

Saya kira sudah sangat bagus. Pemerintah mengaturnya dengan sangat rapi. Saat ini investasi kripto diatur di bawah Kementerian Perdagangan melalui Bappebti sehingga pengaturannya sangat fit. Semua komoditas memang diatur di Bappebti. Ini akan sangat bagus kalau bisa seperti sekarang. Sempat ada rumor bahwa kripto akan diatur di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saya kira kurang tepat kalau diatur di OJK, karena kripto ini komoditas. Dengan kita men-treat kripto sebagai barang, aturan perpajakan, aturan cara perdagangannya semua akan lebih rapi. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar kripto tetap diatur di bawah Bappebti. Jangan sampai malah diatur OJK. Kalau diatur di OJK artinya pengaturannya akan diulangi dari awal, kripto akan diatur lebih sebagai perdagangan uang. Kita akan mengulangi apa yang sudah diatur negara ini selama empat tahun terakhir dari 2018.

Apa rencana bisnis Indodax selanjutnya?

Mimpi kami di Indodax adalah bisa IPO menjadi perusahaan terbuka. Karena kami percaya bahwa dengan cara itu kami bisa membuat proses bisnis di Indodax ini bukan hanya sekadar pemilik dari founderfounder pemegang saham tapi kami bisa membuat Indodax menjadi perusahaan yang benar-benar dimiliki oleh rakyat Indonesia. Dan kita bisa membuat prosesnya lebih transparan, pertanggungjawabannya lebih terbuka dan melalui Indodax kita bisa mendukung industri blockchain yang ada di Indonesia. Maka mimpi kami adalah menjadi perusahaan terbuka (Tbk), sebagai perusahaan startup yang dapat dibanggakan. Kami sudah menjadi salah satu startup yang profitable.

Kedua, kami bisa melihat bagaimana Indodax menjadi perusahaan yang selalu berusaha menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Indodax menerapkan perpajakan yang cukup rapi. Sekarang kami ingin bisa diberi kesempatan untuk menjadi perusahaan Tbk. Tentunya perizinan perusahaan Tbk dari OJK.

Kami ingin menjadi Coinbase-nya Indonesia. Kami setiap tahun membagi dividen kepada pemegang saham.

Indodax ini startup yang dari awal pola bisnisnya bukan untuk valuation game. Kami tidak bermain di valuation game. Kami fokus di strategic partnership. Pemegang saham Indodax saat ini adalah orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, tujuan sama yakni membesarkan Indodax. Harapannya OJK memberikan “lampu hijau” sehingga kami menjadi produk yang membanggakan di Indonesia. Bahwa startup teknologi bisa IPO dan bisa profitable. Jadi, meraih profit dulu secara berkesinambungan, baru IPO. Bukan untung karena IPO.

Lanjut baca

Up Close

Memilih Satu dari Lima

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto : Rivan Fazry

 

 Kata orang hidup itu pilihan. Kalau mau sukses, Oscar percaya, seseorang harus memilih satu dari lima hal dalam hidup.

 

Majalahpajak.net – Keberadaan dan perkembangan jagat kripto di Indonesia tak lepas dari sosok Oscar Adam Darmawan, orang yang pertama memopulerkannya melalui pendirian PT Indodax Nasional Indonesia atau Indodax. Perusahaan rintisan lokapasar atau perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia yang kini berumur sewindu ini menjadi penanda hadirnya instrumen investasi baru yang menjanjikan.

Saat ini, jumlah anggota di platform Indodax mencapai lebih dari 5,4 juta, dengan transaksi tertinggi mencapai Rp 2 triliun sehari, dan rata-rata transaksi harian di atas Rp 500 miliar. Selain di Jakarta, Indodax juga punya kantor perwakilan di Kuta, Bali.

Pencapaian itu juga diiringi apresiasi dari Kantor Wilayah DJP Bali untuk Indodax atas kepatuhan dan peningkatan membayar pajak pada KPP Madya Denpasar. Masih di tahun yang sama, Indodax juga meraih penghargaan sebagai Startup Aset Kripto Terbaik dari Dunia Fintech Awards, melengkapi aneka penghargaan yang telah diraih di tahun-tahun sebelumnya.

Dengan pasti, CEO Indodax ini mengatakan penghargaan yang paling bermakna adalah yang dari kantor pajak. Mendiang ayahnya selalu berpesan agar ia taat pajak. Selain itu, ia adalah bukti bahwa startup juga bisa taat pajak.

“Salah satu nasihat ayah yang saya ingat, kalau kita berbisnis enggak boleh melawan dua hal: pajak dan hukum. Dan Indodax satu-satunya startup kripto yang dapat penghargaan pembayar pajak tertib dari Kemenkeu yang diberikan lewat Kanwil DJP Bali,” tutur Oscar kepada Majalah Pajak di kantornya, Millennium Centennial Center, Jakarta Selatan, Rabu (11/5).

Baca Juga: Tiga Janji tentang Kripto

Pengusaha cilik

Bagi peraih penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40 ini, ayahnya adalah pahlawannya. Oscar kecil terkagum-kagum menyaksikan ayahnya bekerja keras sebagai sopir dan salesman, sebelum merintis bisnis yang mempekerjakan ratusan tenaga kerja.

“Saya terpancing. Kalau ayah saya bisa, kenapa saya enggak bisa?” kata pria kelahiran Semarang, 15 Desember 1985 ini.

Sejak kecil Oscar ingin menjadi entrepreneur. Ia menyaksikan susahnya keluarganya mencukupi kebutuhan. Ia bersekolah dengan sepatu yang sudah bolong, dan harus puas dengan pakaian dan mainan yang dikirim oleh sanak saudara.

Tanpa gengsi, Oscar cilik memulai usahanya dengan menjajakan penghapus berbagai karakter dan pulpen rotring kepada teman-teman di SD. Dari pengalaman berdagang itu, ia belajar banyak pengalaman berbisnis.

Pilihan hidup

Setelah lulus SMA, ia berkesempatan mengecap pendidikan di luar negeri—hasil ayahnya mengutang ke bank.

“Orangtua saya tipe yang merasa kalau anak pertama harus melangkah lebih jauh. Mereka enggak mau kalau saya di Indonesia. Jadi, biarpun pakai duit utang dan sebagainya, saya disekolahkan di Singapura,” kata Oscar Darmawan ini.

Dengan uang saku yang pas-pasan, Oscar yang sedari kecil terbiasa hidup sederhana itu membawa bekal mi instan berdus-dus untuk makannya sehari-hari.

“Gara-gara itu lambung saya rusak, karena mi satu dus bisa buat satu minggu lebih,” kenangnya.

Awalnya, Oscar bercita-cita menjadi dokter. Maka, di SMA ia pilih jurusan IPA.

“Bahkan waktu saya lulus SMP di Semarang, satu-satunya yang dapat nilai 100 waktu Ebtanas di satu kota cuma saya—di pelajaran biologi,” ucapnya.

Namun, Oscar juga punya kepandaian lain di bidang teknologi informasi (TI). Kala masih bersekolah di Semarang itulah, ia pernah jadi pemenang kedua di National Computer Programming Competition Jakarta. Maka, ketika dihadapkan dengan pilihan program studi kuliah di luar negeri, ia urung memilih jurusan kedokteran.

Oscar memilih dua program studi (prodi) sekaligus, yaitu Information Technology dan Information System di Monash University. Kedua prodi itu yang ia rasa bisa kuasai sekaligus disukai. Setelah lulus pada tahun 2006, Oscar sempat bekerja di Singapura. Namun, jiwa pebisnis yang dimilikinya sejak kecil itu seolah menariknya kembali untuk membuka usaha di Indonesia.

“Saya merasa setiap orang itu punya panggilan hidup masing-masing. Beberapa orang lebih baik bekerja sama orang, beberapa orang lebih baik jadi pengusaha. Kedua karakter ini berbeda, enggak bisa dipaksain. Saya juga bukan tipe yang percaya pada motivator yang mengatakan bahwa setiap orang itu bisa membuat usaha, itu enggak tepat juga. Karena justru karier itu cemerlang di mana dia benar-benar tepat di situasi itu,” ujarnya.

Awalnya, Oscar mendirikan PT Bumi Intermedia, sebuah software house yang menyediakan jasa website development, internet marketing, serta hosting provider. Dengan modal seadanya, ia bekerja dengan menyewa dua tempat duduk untuk dirinya dan satu staf lain di sebuah warung internet (warnet) secara bulanan. Oscar berkelakar, mungkin dari situ ide terciptanya co-working space, ruang bekerja yang disewakan dan lagi hit saat ini.

Bermula dengan satu staf, usahanya berkembang pesat sampai ia bisa mempekerjakan 30 orang. Baru pada tahun 2013, William Sutanto—yang saat ini menjadi Chief Technology Officer Indodax—membujuknya untuk terjun ke dunia blockchain dan crypto. Karena masih skeptis dan belum terlalu dikenal di Indonesia, Oscar bersama partnernya itu ke Cina agar langsung mempelajari dari exchanger di sana.

Baca Juga: Perhatian, Aset Kripto Kena Pajak!

“Setelah dari Cina, saya bilang, ‘Ayo, kita besarkan bisnis ini di Indonesia, karena saya melihat belum ada yang membuat ini di Indonesia.’ Jadi, kalau mau buat harus sekarang atau akan terlambat. Modal kami membuat usaha ini kecil, sekarang usaha ini berkembang sangat baik,” ucapnya.

Segala perjuangan Oscar pun terbayar sudah. Bapak satu anak ini sukses mengembangkan Indodax. Ia ingat ajaran ayahnya agar selalu memperlakukan karyawan sebagai keluarga, dan jangan pernah memandang remeh siapa pun. Seperti ayahnya, Oscar juga workaholic.

Ia mengatakan kalau hidup adalah tentang lima hal, dan kita cuma bisa hebat dalam salah satunya yakni agama, keluarga, teman, sosial, pekerjaan karena sehari cuma ada 24 jam.

“Lima hal ini semua bentuknya seperti bintang, berada di ujung-ujungnya. Kita enggak bisa memilih lima-limanya berhasil—karena berbeda alur. Kita harus memilih mana yang harus kita fokuskan. Mungkin saya tipe yang lebih memilih di pekerjaan daripada keempat lainnya. Saya percaya, pekerjaan paling penting karena pada saat saya berhasil di pekerjaan, minimal keluarga saya enggak ada yang kelaparan dan semoga keempat lainnya akan mengikuti,” akhirnya.

Lanjut baca

Up Close

Tiga Janji tentang Kripto

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Rivan Fazry dan Dok. ICCA

 

Majalahpajak.net – Kehadiran organisasi Indonesian Crypto Consumers Association (ICCA) yang resmi berdiri pada 1 April 2022 semakin memperkuat ekosistem industri aset kripto di tanah air. Ketua ICCA Rob Raffael Kardinal menyatakan, kehadiran ICCA merupakan bentuk respons terhadap perkembangan industri aset kripto dan diharapkan dapat menjadi ruang menyuarakan pendapat bagi investor dan pengguna aset kripto serta produk turunannya.

Dalam wawancara khusus dengan Majalah Pajak di Kantor ICCA, Jalan Bungur Besar Raya No. 85A, Jakarta Pusat, Rabu (20/04), alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang hobi e-sport ini menyampaikan pandangannya tentang potensi industri aset kripto, tantangan dalam menyatukan visi untuk memajukan industri kripto, penerapan pajak kripto, dan optimismenya dalam mewujudkan Indonesia sebagai hub kripto di Asia.

Berikut ini petikannya.

Apa yang melatarbelakangi berdirinya ICCA, apakah dipicu oleh munculnya keresahan dan maraknya transaksi kripto di masyarakat?

Ada tiga hal yang saya janjikan kepada pemerintah dan ini merupakan visi dan misi ICCA. Pertama, literasi dan investasi. Kedua, memajukan Indonesia untuk menjadi hub kripto di Asia. Ketiga, capital inflow dari luar negeri. Keresahan yang muncul di masyarakat karena banyak yang menganggap kripto itu sebagai robot trading. Ada yang bertanya perbedaan kripto dengan pinjaman on-line. Kami ingin menjelaskan perbedaan kripto dengan investasi lainnya. Ini menjadi pemicu kami untuk mendirikan ICCA.

Ada orang yang mengaku kena tipu di investasi kripto. Saya katakan, bagaimana caranya kena tipu di kripto sementara orang itu beli sendiri dan semua dia pegang sendiri. Membuka account di kripto ini sangat simpel, kita tinggal foto KTP setelah itu deposit dan withdraw sendiri. Yang membeli koin itu mereka sendiri. Lantas bagaimana bisa ditipu oleh diri sendiri? Ternyata ketika ditelusuri ada satu orang yang mengatakan, kalau mau trading kripto harus melalui dia. Dan ketika uangnya sudah diserahkan malah tidak dilakukan trading. Artinya penipuan ini delik umum, permasalahan bukan di kripto. Sedangkan kripto hanya dijadikan topik saja. Jadi, kalau mau investasi kripto, lakukan trading sendiri saja. Melalui gawai juga bisa dilakukan dengan mudah dan tidak terlalu membingungkan. Kami ingin nantinya ketika orang mau beli kripto sudah ada guideline di website ICCA. Kebutuhan informasi tentang modul akan kami layani dan bisa diunduh dengan bebas tanpa biaya. Misalnya, modul tentang basic of blockchain dan juga kripto.

Bagaimana struktur organisasi yang diterapkan di ICCA?

Sekarang ini struktur organisasi ICCA masih menerapkan konsep kepengurusan supaya ramping dan cepat akselerasinya. Setelah itu kami akan terbuka untuk semua orang karena di kripto ini ada komunitas. Mungkin nanti kami akan memberikan kartu anggotanya dalam bentuk NFT yang lebih ke arah kripto. Rencana ini masih digodok lagi. Tapi memang kami ingin semua orang bisa memberikan kontribusi di sini. Ada banyak komunitas di Indonesia tapi biasanya tidak terhubung dengan pemerintah dan jalan sendiri-sendiri sesuai token yang dimiliki. Ada beberapa komunitas yang sudah kami hubungi dan mereka mau bergabung dengan ICCA. Kami ingin membuat open community dan bagi yang ingin masuk ke investasi kripto bisa lebih dulu membahasnya dengan ICCA. Kami akan menerima masukan-masukan dari masyarakat dan memahami yang jadi kebutuhannya. Kami terbuka untuk publik. Siapa saja bisa akses, bertanya, dan memberi masukan. Kami ingin asosiasi ini dipandang benar-benar untuk kepentingan umum dan sama sekali tidak ada eksklusivitas. Jika ditanya tentang apa pun, selama masih dalam tugas pokok dan fungsi asosiasi ini akan kami coba jawab.

Apa saja keunggulan investasi aset kripto dibandingkan investasi yang lain?

Pertama, investasi aset kripto lebih mudah diakses oleh siapa saja. Kalau mau buat account saham belum tentu selesai dalam sehari. Kripto ini sangat simpel prosesnya paling lama dua hari dan bisa langsung trading. Kedua, tidak ada minimum order. Investasi bisa dilakukan dengan mudah. Kita bisa withdraw 24 jam kalau ada hal mendesak. Kalau dana ditempatkan di saham tentu repot penarikannya ketika sedang mendesak. Jadi, keunggulannya dari segi kemudahan dan efisiensi. Ketika situasi jam 23.00 malam, kita bisa langsung mengeluarkan uang dari kripto karena market berlangsung 24 jam. Jadi, benar-benar efisien dan bisa withdraw di jam berapa pun.

Terkait safe atau tidak safe, itu bergantung bagaimana cara kita berinvestasi. Kalau secara komoditas, emas juga safe. Hanya nilai emas tidak bisa bergerak kencang. Memang di kripto ketika naiknya lebih cepat bisa lebih dari 25 persen. Tapi ketika turun di bawah 25 persen juga tidak ada suspend. Jadi, bergantung manajemen risikonya. Faktor amannya adalah dari segi lebih likuid karena bisa diperdagangkan di setiap waktu. Naik-turunnya aset kripto bisa dipengaruhi oleh perkembangan informasi terkini yang dapat memberikan sentimen negatif atau positif. Misalnya informasi tentang etherium yang diterima penggunaannya untuk membeli Tesla, maka harganya pasti naik karena ada mass adoption. Sementara kabar tentang Pemerintah Tiongkok melarang kripto, ini jadi sentimen negatif bagi nilai kripto.

Menurut Anda, apa yang mendorong investasi kripto bisa melejit di Indonesia?

Di era globalisasi ini kita dengan mudah mengikuti perkembangan dunia dan kita ada tendensi untuk mengikuti negara-negara lain. Yang paling memicu adalah ketika Pemerintah AS memutuskan untuk meregulasi kripto, negara-negara lain tidak mau ketinggalan. Negara-negara besar bukan menolak tapi malah meregulasi kripto. Ketika bahasa regulasi ini keluar, akhirnya memunculkan rasa ingin tahu yang tinggi di semua negara. Kripto mendapat exposure lebih dan investornya terus bertambah.

Bagaimana pandangan Anda tentang bursa kripto, apa urgensinya bagi industri kripto di Indonesia?

Bursa bisa menjadi bagus sekali selama yang menjadi tujuannya adalah kepentingan publik. Tapi kalau bursa didirikan oleh salah satu pihak, menurut saya tidak baik. Kalau itu bursa BUMN dan mengaturnya hanya on certain level of trading tentu boleh, karena itu memang fungsi pengawasan dari pemerintah. Namun jika diberikan ke satu pihak, ini tidak adil. Jadi, bursa kripto itu penting selama yang dikedepankan adalah kepentingan publik. Faktanya sekarang hubungan antarlembaga dan kementerian masih belum sejalan. Sedangkan bursa mesti didukung oleh semua, karena ada kegiatan kliring, lalu ada kustodian yang masuk dalam ranah kewenangan OJK. Kalau mereka belum ada hubungan yang saling sinergi, bursa tidak akan berjalan. Jadi, utamakan kepentingan publik karena yang dijaga oleh lembaga publik ini adalah kepentingan publik. Kalau bursa sudah sesuai dengan kepentingan publik, pasti bisa berjalan. Di luar negeri sudah banyak contohnya, misalnya Kementerian Transformasi Digital di Ukraina yang benar-benar fokus menangani urusan terkait aset kripto dan juga bursa kripto. Di Indonesia belum ada seperti itu.

Aspek-aspek apa saja yang perlu dipahami masyarakat yang ingin berinvestasi di aset kripto?

Jangan berinvestasi kripto karena mengikuti orang lain. Karena bisa jadi ketika bertransaksi orang itu membeli di harga murah, sedangkan saat dirinya baru mulai berinvestasi itu masuknya terlambat dan harga sudah mahal. Hal seperti ini yang harus dicermati karena kripto bukan aset ajaib yang bisa tiba-tiba langsung naik terus. Kripto sama seperti aset komoditas lainnya yang bisa naik dan bisa turun.

Ada yang berpandangan aset kripto tidak jelas fluktuasi naik turunnya dan bisa tinggi sekali fluktuasinya. Sekarang jika kita lihat fenomena pandemi pertama muncul, harga komoditas seperti minyak bumi anjlok. Lalu sekarang komoditas seperti nikel saat ini naik sampai 300 persen. Artinya, sama saja karena ini memang dinamika pasar. Yang membuat harga saham tidak bisa naik dan turun itu karena dibatasi. Coba kalau dibuka batasnya, akan sama saja. Jadi, kalau orang melihat aset kripto tidak stabil dan tidak volatile, hal itu bergantung pada pengelolaannya. Ada orang yang lebih senang mengambil risiko tinggi namun punya peluang mendapat keuntungan besar (high risk, high return). Ada sebagian orang yang justru sebaliknya, tidak mau ambil risiko yang terlalu besar. Kalau mengikuti orang lain, kita tidak mengerti fundamentalnya seperti apa, tidak paham koin yang dibeli bisa untuk apa. Jadi, salah kita sendiri yang membeli tanpa berpikir.

Bagaimana pandangan Anda terkait penerapan aturan pajak kripto di Indonesia?

Setelah membaca semua hal terkait penerapan aturan pajak kripto di Indonesia, hal yang saya ingin lihat adalah pengaplikasiannya. Kita belum bisa mengetahui bagusnya aturan hukum yang dibuat kalau belum diterapkan. Kami di ICCA berpandangan, daripada protes kenapa kripto harus dipajaki, lebih baik jalani saja dulu. Nanti lihat bagaimana penerapannya. Kalau memang tidak cocok, bisa dilakukan penyesuaian. Setidaknya aturan pajak kripto itu adalah satu step untuk ekosistem kripto ke depan bahwa aset kripto sudah dianggap legal di republik ini. Jadi, sudut pandangnya lebih general, tapi melihatnya lebih positif. Jangan belum apa-apa sudah protes. Ini bukan berarti saya mendukung pemerintah begitu saja. Tapi pasti ada kajian sehingga sampai pemerintah mau melakukan ini. Kita bernegara ini tidak mungkin asal-asalan. Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan karena memang kripto wajib dikenakan pajak. Sesuatu barang yang dipajaki maka statusnya legal, sehingga dengan sendirinya mematahkan pandangan berbagai pihak yang mengatakan bahwa kripto ilegal.

Saat ini yang paling penting adalah mass adoption dari kripto dan blockchain ini untuk digunakan dalam banyak hal. Teknologi ini sangat bagus kalau bisa dipakai sesuai tujuan yang benar. Tapi kembali lagi pada bagaimana cara pemakaiannya karena teknologi itu seperti dua mata pisau. Misalnya, pisau itu bisa digunakan untuk memotong buah apel tapi bisa juga melukai orang. Kalau banyak masyarakat yang masih takut untuk berinvestasi di kripto karena ada yang mengalami penipuan, ini tugas kita bersama untuk menjaga dan memberikan literasi kepada orang-orang yang berkeinginan masuk di kripto. Dengan adanya legalitas melalui pengenaan pajak, maka kripto menjadi legal. Kita sudah menang di satu posisi karena pemerintah akhirnya mengakomodasi dan mengakui aset kripto ini sebagai sesuatu yang legal. Jadi, sudah tidak ada tanda tanya lagi karena sudah dipajaki. Karena tidak mungkin sesuatu yang ilegal itu dipajaki.

Apakah aspek yang terkait dengan perizinan dan aturan pajak kripto nantinya akan termasuk sebagai materi untuk konsultasi atau inklusi kepada kelompok masyarakat yang menjadi target ICCA?

Kalau untuk action itu mungkin terlalu dalam. Tapi kalau saya jelaskan ke mahasiswa tentu dari sudut pandang mereka yang mencoba untuk berinvestasi di kripto. Kalau mereka mencoba lebih jauh untuk menjadi trader juga, mungkin saya akan buat bidang sendiri supaya mereka daftar di situ saja sehingga bisa menentukan kemampuan mereka. Saya bisa bantu mereka untuk cari beasiswa ke luar negeri yang sudah banyak sekolah yang khusus mendalami blockchain. Saya bisa membuat suatu wadah inkubator dan memberikan exposure misalnya ke perusahaan-perusahaan di luar negeri yang memang bergerak di bidang exchange atau blockchain.

Artinya fokus ICCA lebih kepada menghasilkan bibit-bibit trader baru di industri kripto?

Ya, karena semakin banyak trader maka mereka juga bisa mengajari teman-temannya sehingga tugas kami dalam meliterasi akhirnya dimudahkan dengan banyaknya trader. Setidaknya di lingkungan keluarga mereka sendiri juga pasti bertanya. Istilahnya ini tebar bibit. Setelah mereka mulai mengerti dan membentuk sebuah ekosistem yang lebih besar, akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Goals dari misi ini adalah hub. Saat capital dari kripto ini di negara-negara lain mungkin masih bingung mau ditanggapinya seperti apa, kami ingin orang-orang di luar negeri nyaman untuk masuk ke Indonesia. Contohnya ada exchange yang pindah dari India ke Dubai karena Pemerintah India membuat peraturan sesukanya dan tidak disesuaikan dengan kondisi. Pemerintah India mengenakan pajak 30 persen. Itu tidak masuk akal. Akhirnya corporation pindah ke Dubai. Kami tidak mau sampai seperti itu. Perusahaan-perusahaan di Indonesia seperti Indodax dan Tokocrypto bisa saja pindah ke Singapura jika mereka merasa ditekan. Kalau mereka pindah ke negara lain, maka yang rugi Indonesia. Saat ini top 3 kota-kota di Indonesia untuk kripto ada di Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Apa rencana program dan kegiatan ICCA selanjutnya?

Di bulan Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional nanti rencananya kami akan mengadakan focus group discussion skala besar di Surabaya dengan menghadirkan Menteri Perdagangan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Tema yang diangkat tentang kebangkitan generasi muda dalam kegiatan ekonomi melalui blockchain dan kripto.

Pada November 2022 ICCA rencananya akan mengadakan annual event yang pertama di Bali. Kegiatan selama enam hari setelah agenda G20 itu berskala internasional sehingga diharapkan dapat menaikkan sektor pariwisata dan lainnya. Momentumnya tepat. Kami didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat dan daerah juga pelaku-pelaku usaha di sana. Beberapa tokoh yang dipandang sebagai pencetus di dunia kripto seperti yang membuat etherium akan kami undang. Melalui kegiatan berskala internasional ini, kami ingin menunjukkan seberapa besar potensi dari industri kripto ini bisa memberikan kontribusi untuk perekonomian Indonesia. Dengan hadirnya tamu-tamu undangan dari luar negeri, saya bisa membuktikan ke pemerintah seberapa besar efek dari investasi kripto. Kita bisa bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai hub kripto. Orang-orang dari luar negeri benar-benar mau menempatkan investasinya ke Indonesia. Dengan adanya aliran masuk capital inflow tentu ini akan menaikkan ekonomi Indonesia.

Adakah penolakan kelompok masyarakat tertentu terhadap kripto?

Sejauh ini tidak pernah ada penolakan. Saat saya mendatangi sejumlah pesantren bahkan mereka menanyakan kapan bisa diajari juga tentang kripto. Beberapa waktu lalu kelompok pesantren di Jawa Timur menyampaikan kesediaannya mencarikan sekitar 40 ribu santri dan meminta saya untuk menerangkan kepada mereka tentang kipto. Jadi, kami malah diminta datang ke lingkungan pesantren untuk menjelaskan. Saya bertemu dengan banyak stakeholders di Jawa Timur dan tidak ada penolakan. Malah mereka happy.

Apa tantangan terbesar dalam mewujudkan Indonesia sebagai hub kripto di Asia?

Kripto dan blockchain ini banyak “ibunya” sehingga terkadang membuat bingung. Secara teknologi, kripto dan blockchain berada dalam kewenangan Kementerian Kominfo. Lalu juga dinaungi oleh Kemendag, sementara jika terkait pajaknya maka ini diatur di Kemenkeu. Terkait Security Token Offering (STO), yakni sistem penawaran yang tidak melalui IPO, maka kewenangan ini ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tantangannya adalah bagaimana agar semuanya bisa satu visi sehingga investor tidak bingung ketika ingin masuk ke Indonesia. Institusi yang menaungi aset kripto saat ini begitu banyak dan tujuan dari masing-masing institusi tersebut belum tentu sama. Saya harus berkeliling ke OJK, Bank Indonesia, Kemendag, Kominfo, lalu Kemenkeu. Mungkin akan lebih rapi kalau nanti dibuat satu badan khusus ekonomi digital yang menangani kripto daripada jalur koordinasinya harus terpisah-pisah, seperti Bekraf yang dulunya bagian dari Kemenparekraf, sekarang akhirnya jadi badan khusus.

Seberapa optimistis Anda untuk Indonesia bisa menjadi hub aset kripto di Asia?

Saya sangat optimistis. Ada beberapa informasi yang bisa saya bagikan tentang banyaknya exchange di luar negeri yang berminat masuk ke Indonesia. Saya selalu mengatakan kepada mereka, kalau hanya jualan barang luar negeri saja tanpa membantu mengedukasi lebih baik tidak usah. Kita menyambut baik keinginan mereka untuk masuk ke Indonesia, tapi mereka juga harus memberikan sesuatu. Minimal mereka mendirikan kantornya di Indonesia. Jangan malah mendirikan kantor di Singapura sementara bisnisnya di Indonesia. Kalau mereka mendirikan kantor di Indonesia, ini bisa menciptakan lapangan kerja dan membantu mengedukasi dalam wadah inkubator. Kalau ingin menjadikan Indonesia sebagai hub kripto di Asia setidaknya kita membuat satu tempat seperti Silicon Valley dalam skala kecil di kawasan seluas 1 hektare di Puncak, Jawa Barat atau Surabaya, Jawa Timur. Di sana kita kumpulkan komunitas untuk belajar. Sekarang yang mau support adalah orang-orang dari luar negeri yang ingin membuka investasi di Indonesia. Memang harus ada timbal-baliknya untuk Indonesia. Saya mendukung pemerintah untuk mengenakan pajak kripto karena itu juga. Yang dikenakan pajak bukan investor lokal saja melainkan semuanya termasuk investor luar negeri.

Lanjut baca

Populer