Connect with us

Leisure

Jelajah Maya ke Alam Australia

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Foto: Dok. BCW Indonesia untuk Tourism Western Australia

Untuk mengurangi kejenuhan selama di rumah saja, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke destinasi wisata. Kali ini, yuk, kita ke Australia Barat.

Selama pandemi korona masih berlangsung, kita tidak dianjurkan bepergian ke mana-mana. Meski rasanya membosankan, kita harus yakin kalau tinggal di rumah saja berarti ikut berkontribusi menekan penyebaran virus korona. Nah, untuk mengurangi kejenuhan, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke beberapa destinasi wisata.

Salah satu daerah yang menyediakan sarana melancong daring (on-line) adalah Australia Barat. Menempati sepertiga dari total wilayah benua, Australia Barat merupakan pusat destinasi berbagai pengalaman alam yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Lokasinya yang begitu dekat dengan Indonesia, juga membuat pelancong asal Indonesia banyak yang berkunjung ke sini. Anda cuma butuh terbang sekitar 4,5 jam dari Jakarta, atau sekitar 3,5 jam dari Bali.

Hamparan pantai berpasir putih yang tak berujung, gurun yang luas, ladang bunga liar yang cantik, ngarai terjal, dan formasi batuan yang unik hanyalah sebagian aset alam menakjubkan di negara bagian ini. Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, selama pandemi ini Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Dermaga bersejarah

Untuk memulainya, Anda bisa berkunjung ke kota pantai Busselton. Daya tarik yang paling menarik di sana adalah Busselton Jetty. Dermaga yang terletak di ujung timur Teluk Geographe ini memiliki panjang lebih dari 1,8 kilometer, menjadikannya sebagai dermaga kayu terpanjang di belahan bumi selatan.

Baca Juga: Pariwisata Bali Optimistis Bisa ‘Berteman’ dengan Covid-19

Busselton Jetty yang dikelola organisasi nirlaba Busselton Jetty Incorporated ini mulai dibangun pada tahun 1853 dengan bagian pertama sepanjang 176 meter selesai dibangun pada tahun 1865. Perjalanan masa lalu yang penuh warna itu membuat dermaga ini menjadi ikon paling dicari di Australia Barat, karena seringkali membuat banyak wisatawan dunia penasaran.

Untuk mengakomodasi rasa penasaran Anda, Busselton Jetty Incorporated telah menyiapkan sejumlah layanan rekreasi virtual—secara gratis dan berbayar—melalui situs web www.busseltonjetty.com.au/virtualtours. Ada sekitar 12 tur virtual yang telah dipersiapkan untuk memanjakan mata Anda di rumah.

Satu tur harian setiap pukul 13.00 WIB (kecuali hari libur nasional) berupa sebuah siaran langsung yang dipandu oleh tim kelautan Busselton Jetty. Mereka akan membawa Anda melewati berbagai level Observatorium Bawah Air, mengamati kehidupan bawah laut melalui viewing window sedalam 8 meter. Setelah tur selesai, Anda bisa menyimak sesi tanya jawab yang biasanya juga berisi informasi-informasi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Lalu, ada 11 tur dan lokakarya virtual gratis berbagai kegiatan seperti lari, yoga, tur virtual 360 derajat, dan tur dermaga pada malam hari di mana Anda dapat mendengar aktivitas binatang laut pada malam hari. Tak hanya itu, Anda juga bisa menaiki Jetty Train secara virtual yang berjalan di atas rel atas laut sepanjang 1,7 kilometer, seraya menyimak sejarah Busselton Jetty yang menarik.

Jumpa hewan liar

Australia dikenal dengan flora dan fauna yang khas hasil isolasi dari seluruh benua oleh sabuk padang pasir raksasa. Anda akan dengan mudah menjumpai hewan-hewan menggemaskan seperti koala, kanguru, dan wombat; dan bunga-bunga liar nan cantik khas alam Australia di antaranya Eucalyptus, Anggrek langka, dan Canola.

Selama masa karantina, Anda bisa mempelajari dari dekat kehidupan hewan liar dengan mengunjungi situs-situs web dan media sosial kebun binatang di Australia Barat seperti Perth Zoo, Peel Zoo, dan Caversham Wildelife Park.

Perth Zoo merupakan kebun binatang yang cukup terkemuka di Australia. Lebih dari 12 dekade, Kebun Binatang Perth telah berkembang menjadi salah satu tempat rekreasi dan daya tarik yang menghadirkan pendidikan, konservasi, dan inspirasi.

Ada serangkaian fitur menarik yang bisa Anda ikuti di www.perthzoo.wa.gov.au/whats-on, seperti melihat langsung aktivitas jerapah yang ditayangkan melalui live cam, memesan jadwal program Animal Close Encounter untuk menyaksikan behind the scene ragam hewan langka dan luar biasa yang mereka miliki, serta berbagai macam video edukasi eksklusif yang akan menarik perhatian buah hati Anda.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Lombok

Sementara di lingkungan Peel Zoo, Ranger Red yang juga menjalankan program adopsi hewan akan menampilkan video behind the scenes melalui laman Facebook-nya. Peel Zoo adalah kebun binatang yang istimewa karena menawarkan pengalaman menyentuh langsung hewan-hewan di sana.

Dalam suasana subur di tepi Sungai Murray, Anda dapat memberi makan hewan dengan tangan, memegang ular, menepuk rubah, menggelitik musang, juga ada lebih dari 100 spesies burung dan hewan yang akan menangkap imajinasi Anda. Jadi, jangan lewatkan intimnya suasana bercengkerama dengan hewan-hewan itu yang diwakili oleh para ranger.

Ada pula Caversham Wildelife Park yang setiap harinya menampilkan berbagai binatang mulai dari koala hingga quokka. Biasanya, pengunjung dapat memberi makan kanguru dengan tangan, bergabung dalam acara pertanian interaktif, menyentuh possum atau kadal, menonton penguin nakal diberi makan, dan berfoto dengan koala.

Namun, sementara taman margasatwa Caversham ini ditutup, pengalaman bertemu dan menyapa hewan-hewan diganti dengan seri Closure Chronicles yang tersedia di laman facebook.com/CavershamWildlifePark/. Tingkah laku nan lucu hewan-hewan di sini dijamin akan menghibur hari-hari Anda. Ada seekor possum yang menikmati pisangnya, anak koala yang dengan nyamannya kongko di kantong sang ibu, juga sekelompok penguin yang berenang dengan gembira di siang hari.

Paus raksasa

Australia Barat terkenal akan paus bungkuknya atau humpback highway dan merupakan rumah bagi lumba-lumba hidung botol. Paus bungkuk banyak dijumpai di pesisir pantai Australia saat migrasi tahunan mereka. Wisatawan di pesisir timur maupun pesisir barat memiliki kesempatan menikmati pertunjukan paus dua kali satu tahun, saat mamalia ini melakukan perjalanan menuju dan kembali dari Antartika untuk menyantap segala jenis ikan, krill, dan plankton—fenomena ini dikenal sebagai makan siang terpanjang di dunia.

Baca Juga: Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Raksasa lembut ini juga terlihat bermain bersenang-senang di perairan Hillarys Boat Harbour. Nah, Anda juga bisa turut menyaksikan kegiatan hewan ini di laman Whale Watch TV Channel. Whale Watch WA, sebuah operator kapal pesiar di Australia Barat telah merekam raksasa ramah ini secara eksklusif dan membawanya ke rumah Anda. Para penggemar paus juga dapat melakukan tur virtual secara gratis ke Perth Canyon untuk melihat keluarga paus biru, paus humpbacks yang ramah di Augusta, Margaret River, serta berbagai video terbaru lainnya.

Editor Majalah Pajak
Freelance writer, Part-time Traveller, Full-time learner

Leisure

Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Merencanakan perjalanan wisata dan utak-atik tanggal berlibur bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan selama di rumah saja.

Musim korona memang membuat gerak kita terbatas. Jangankan bepergian ke luar kota, ke rumah tetangga pun kita ragu-ragu. Namun, yakinlah badai korona akan berlalu dan kita dapat kembali bepergian. Sementara berdiam diri di rumah, bukan berarti kita tidak bisa merencanakan perjalanan, ‘kan? Apalagi, masih banyak tempat wisata impian yang belum sempat kita kunjungi.

Untuk membantu Anda membuat bucket list wisata, berikut kami rangkum 3 dari 10 destinasi wisata Bali Baru yang saat ini masih terus disempurnakan pemerintah. Tempat wisata prioritas Bali Baru ini terus dipercantik, sembari menunggu kedatangan Anda, setelah pandemi berlalu.

1.Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Labuhan Bajo adalah desa kecil di Kecamatan Komodo, NTT. Meskipun kecil, bentangan alamnya membuat siapa pun yang datang akan terkagum-kagum. Selain masuk dalam 5 destinasi super prioritas, Labuan Bajo rencananya akan dijadikan destinasi super premium. Artinya, tiket masuk dan tarif hotel akan dibanderol mahal.

Labuan Bajo merupakan pintu masuk ke Pulau Komodo—pulau habitat komodo (Varanus komodoensis), satwa sangat langka sekaligus spesies reptil terbesar di dunia. Jika Anda memiliki waktu dan biaya lebih, cobalah ambil paket Live in Board. Paket wisata ini menawarkan sensasi seru menginap di sebuah kapal sejenis pinisi yang menawarkan fasilitas lengkap mulai dari kamar tidur nyaman, kamar mandi bersih, ruang makan sekaligus dek kapal nan romantis, hingga keindahan laut dan perbukitan hijau alam Flores yang bisa Anda nikmati sepuasnya.

Baca Juga: Infrastruktur Pacu Pertumbuhan Pariwisata

Biasanya, agen wisata akan menawarkan paket menginap 3 hari 2 malam. Di hari pertama, sailing trip dimulai dari Pelabuhan Labuan Bajo dan hopping islands ke pulau-pulau eksotis, yakni Pulau Kelor, Pulau Rinca, dan Pulau Kalong. Hari kedua, kapal pinisi akan membawa Anda kembali main ke pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni yakni Pulau Padar, Pink Beach, dan Gili Lawa.

Di sela-sela perjalanan, Anda juga akan mampir ke Manta Point di sekitar Loh Liang, Taman Nasional Komodo. Di sini, Anda bisa puas menyelami laut lepas dan bermain dengan sekelompok manta yang ramah. Malam terakhir, kapal akan bersandar di Pulau Kanawa. Surga tersembunyi di Flores ini merupakan pulau resor ramah lingkungan.

Selain bermain di pasir putih, berenang, dan bermalas-malasan, Anda juga bisa trekking ke bukit kecil di belakang penginapan. Dari atas, akan terlihat jelas Pulau Kanawa yang begitu indah. Waktu terbaik menaiki bukit yakni saat sore hari, karena puncak bukit ini juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk menikmati matahari tenggelam.

Tempat wisata prioritas Bali Baru ini terus dipercantik, sembari menunggu kedatangan Anda, setelah pandemi berlalu.

2. Danau Toba, Sumatera Utara

Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji Danau Toba. Danau kaldera seluas 1.145 kilometer persegi ini ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan danau vulkanik terbesar di dunia. Menariknya, di tengah danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu, berdiam sebuah Pulau Samosir dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Di pulau ini Anda bisa mengunjungi pemandian air panas Aek Rangat Pangururan Samosir. Air panas berasal dari sumber mata air yang keluar dari batu kapur gunung aktif Pusuk Buhit. Air panas dialirkan ke kolam-kolam yang dikelola oleh penduduk setempat dan didukung oleh Pemda Samosir.

Daerah sekitar Danau Toba memiliki hutan-hutan pinus yang tertata asri. Sementara, di pinggiran danau terdapat beberapa air terjun yang wajib disinggahi. Pemerintah tengah mengembangkan lembah eksotis The Kaldera Nomadic Escape di Toba Samosir sebagai atraksi baru di kawasan Danau Toba. The Caldera merupakan amenitas wisata kembara atau nomadic tourism yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Baca Juga: Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Berlanjut, Diharapkan Dongkrak Sektor Pariwisata

Ada berbagai pilihan akomodasi berupa kemah mewah (glamourous camping) dan homepod. Homepod anyar yang dibangun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini adalah salah satu pilot project Amenitas di Kawasan Danau Toba. Pembangunan yang selesai pada pertengahan September lalu itu dilengkapi dengan instalasi air conditioner dan televisi yang menambah kenyamanan para tamunya.

3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Menurut masyarakat Sasak—suku asli yang berada di Pulau Lombok—nama Mandalika berasal dari nama Putri Mandalika yang dipercaya hidup pada zaman dahulu kala. Berjarak 25 menit dari Bandara Internasional Lombok, Mandalika memiliki ciri khas teluk yang besar, pasir putih yang terbentang luas, serta bukit-bukit hijau yang menenangkan mata. Kawasan ini memiliki garis pantai yang sangat panjang sehingga dibagi menjadi beberapa nama pantai, seperti Pantai Seger, Tanjung Aan dan Kuta.

Masing-masing pantainya memiliki dataran pasir yang landai dan perairan dangkalnya pun cukup luas dan tenang. Pasir di pantai-pantai Mandalika pun terbilang unik dan belum tentu bisa ditemukan di daerah lain. Ada yang bentuknya kasar dan besar seperti merica, sehingga wisatawan menyebutnya Pantai Merica.

Mandalika juga dikenal dengan tradisi Bau Nyale, yakni kegiatan mencari cacing laut berwarna-warni yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika di sekitar pantai. Cacing laut ini biasanya hanya keluar di bulan Februari atau Maret setiap tahunnya. Wisatawan akan berbaur dengan warga, bersama-sama menyingsingkan lengan, menggulung celana dan siap dengan alat tangkap tradisional masing-masing, menikmati keseruan menangkap nyale (cacing).

Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pada 2014 silam, pembangunan kawasan Mandalika terlihat di sana-sini. Ditujukan menjadi destinasi wisata kelas dunia, KEK terpadu Mandalika akan dilengkapi dengan ragam fasilitas mulai dari hotel bintang lima, luxury camping ground, eco-electric train, 71 hektare taman edukasi mangrove, kereta gantung sepanjang 4 kilometer, lapangan golf, hingga sirkuit balap MotoGP.

Lanjut baca

Leisure

Keeksotisan Lembah Lereng Slamet

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Agrowisata di lereng Gunung Slamet ini tak hanya menyejahterakan warganya, tapi juga menambah perbendaharaan wisata kreatif di Indonesia.

 

Salah satu implementasi Nawacita ketiga—membangun Indonesia dari pinggiran, adalah terbentuknya desa-desa mandiri yang mampu mengoptimalkan potensi daerah, baik dari sumber daya manusia ataupun sumber daya alam.

Lembah Asri Serang (D’Las) merupakan salah satu wujud keberhasilan itu. Terletak di Desa Wisata Serang, Purbalingga, Jawa Tengah, D’Las menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). D’Las yang berada di lembah lereng timur Gunung Selamet ini mulai beroperasi sejak 2010 silam, setelah Desa Serang ditetapkan sebagai desa wisata oleh mantan Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko.

Mulanya, D’Las dibentuk dari hasil swadaya masyarakat yang digagas oleh Sugito, Kepala Desa Serang kala itu. Sugito membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan mengandalkan wisata petik stroberi. Beberapa warung makan turut dibangun di tepi jalan desa yang juga merupakan jalur utama menuju pos terakhir jalur pendakian Gunung Slamet dari Purbalingga.

Baca Juga: Menghidupkan Literasi dan Wisata Histori

Seiring waktu, kawasan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan. Maka, untuk menjaga profesionalitas D’Las dijalankan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, yang dikelola oleh Pokdarwis dan berinduk pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan dana patungan, sedikit demi sedikit warga mampu mencicil berbagai perlengkapan kegiatan outbound sebagai penyemarak kawasan D’Las dan merapikan kawasan wisata.

Agrowisata

Objek wisata berhawa sejuk ini cukup mudah ditemukan karena berada di jalur alternatif Banyumas–Pantura. Tak jarang, tempat yang dulu dikenal dengan nama Rest Area Serang ini disinggahi para pemudik untuk rehat sejenak, sembari menyegarkan mata, juga tubuh. Sementara, jika Anda datang dari pusat Kota Purbalingga, D’Las dapat dicapai setelah berkendara sekitar 45 menit. Atau, 10 menit dari Jalan Raya Purbalingga–Pemalang.

“Kompleks agrowisata ini akan menjadi sarana edukasi sekaligus tempat berlibur menyenangkan bagi Anda dan keluarga.”

Kompleks agrowisata ini akan menjadi sarana edukasi sekaligus tempat berlibur menyenangkan bagi Anda dan keluarga. Anda bisa memetik stroberi dan makan sepuasnya di kebun. Atau, menimbangnya untuk dibawa pulang. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi perkebunan kubis (kol), sawi, kentang, dan wortel. Atau, membeli beragam bibit pohon bunga untuk ditanam di rumah.

Buah hati Anda dapat diajarkan untuk mengasihi dan cara merawat hewan di rumah kelinci. Si anak dibebaskan untuk memegang, bermain, hingga memberi makan kelinci-kelinci di sana. Lalu, ada juga taman bermain yang lengkap dan menyenangkan. Mau yang lebih menantang? Ajaklah anak Anda menyusuri liku-liku labirin hingga menemukan jalan keluarnya.

Baca Juga: Wisata ala Sultan di Jantung Bintan

Sejumlah aktivitas menyenangkan lainnya juga bisa dilakukan di sini seperti berenang, berkuda, dan berswafoto. Namun, bagi Anda si pemacu adrenalin, wajib menjajal serangkaian kegiatan mancakrida (outbound) yang telah disediakan, seperti luncur gantung (flying fox), titian tinggi (high rope), dan motor ATV. Ada juga Rapelling, paket wisata yang akan menguji nyali Anda dengan menyusuri tebing setinggi 30 meter.

Di sini juga disediakan pusat jajanan untuk pengunjung yang ingin mencari oleh-oleh berbagai olahan buah stroberi seperti getuk, keripik daun stroberi, sirup, dan winbery (sejenis minuman dari stroberi yang telah difermentasi).

Festival tahunan

Anda bisa berkunjung ke D’Las saat masyarakat setempat mengadakan acara tahunan, Festival Gunung Slamet (FGS). Biasanya, festival ini dilakukan saat bulan Asyura—hari ke-10, (bulan Muharam dalam kalender Hijriyah). Pada festival ini, kemeriahan lebih terasa karena pengunjung dan warga tumpah ruah bersama-sama menikmati tradisi turun-menurun ini.

Kegiatan festival diawali dengan prosesi pengambilan air di sumber mata air Sikopyah, Dusun Kaliurip, Desa Serang. Air akan dibawa menggunakan 777 lodong (tempat air dari bambu) oleh warga desa setempat yang terdiri dari para ibu, remaja putri, dan para pemuda.

Baca Juga: Ke Sumenep Aku ‘kan Menepi

Konon, simbol 777 menandakan pitulungan yang bermakna air itu membawa pertolongan kepada warga masyarakat Serang dan Purbalingga. Tak heran, warga setempat menyebut mata air Sikopyah sebagai air kehidupan. Air dalam lodong-lodong itu kemudian dibawa menuju Balai Desa Serang untuk disemayamkan hingga hari terakhir festival dan dibagikan kepada warga dan pengunjung.

Festival ini juga dimeriahkan dengan perang buah tomat, pentas seni kuda lumping, pertunjukan wayang kulit, dan Akustik Gunung yang menghadirkan musisi kenamaan. Festival budaya ini biasanya berlangsung selama tiga hari. Untuk itu, disarankan bagi Anda mencari informasi acara dan ketersediaan sarana akomodasi sejak jauh-jauh hari.-Ruruh Handayani

Lanjut baca

Leisure

Wisata ala Sultan di Jantung Bintan

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Bintan memiliki kawasan wisata terpadu nan eksklusif dengan ragam daya tarik wisata, resor, dan surga kuliner. Siapkan kantong rada tebal.

Pulau Bintan saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati pelancong mancanegara. Selain lokasi yang cukup dekat dari Malaysia dan Singapura, perkembangan infrastruktur di lokasi-lokasi wisatanya juga semakin disempurnakan.

Memiliki luas wilayah mencapai 87.777,84 kilometer persegi, pulau yang terbesar di Kepulauan Riau ini hanya memiliki luas daratan 1,49 persen atau sekitar 1.319,51 kilometer persegi. Terbayang, kan, pulau tropis ini dikepung perairan? Untuk memaksimalkan potensi strategis ini, pemerintah setempat mendatangkan beberapa investor dari luar negeri seperti Malaysia, Rusia, dan Singapura. Hasilnya, Bintan semakin cantik. Berbagai fasilitas akomodasi yang dimiliki membuat Bintan menjadi objek wisata kelas dunia.

Untuk menuju Pulau Bintan, Anda bisa memilih salah satu dari tiga jalur yang tersedia. Melalui penerbangan langsung ke Batam lalu menyeberang dengan kapal cepat sekitar 15 menit ke pelabuhan Bulang Linggi, Tanjung Pinang; penerbangan langsung ke Bandara Raja Haji Fisabilillah International Airport, Bintan; atau melalui Singapura dan menempuh jalur laut sekitar satu jam dengan kapal cepat.

Destinasi yang selalu menjadi incaran pelancong adalah kawasan wisata Lagoi Bay. Diresmikan 31 Mei 2015 oleh Jusuf Kalla—Wakil Presiden RI saat itu, teluk yang berhadapan langsung ke Laut Cina Selatan ini merupakan kawasan wisata terpadu yang eksklusif di Pulau Bintan. Di Lagoi Bay, Anda akan dimanjakan dengan bentangan alam nan indah, atraksi wisata menarik, hingga deretan resor premium.

Baca Juga:Ke Sumenep Aku ‘kan Menepi

Ragam atraksi

Salah satu atraksi wisata yang menarik dikunjungi di area seluas 1300 hektare ini adalah Rumah Imagi. Museum ilusi optikal ini berisi banyak ragam lukisan tiga dimensi dengan berbagai pola dan tema. Cocok sekali bagi Anda yang berimajinasi tinggi atau penyuka fotografi juga seni. Anda bisa menikmati keseruannya dengan berswafoto pada 50 lebih spot foto bertemakan Pulau Bintan yang disajikan dengan berbagai trik, seperti sensasi ruangan terbalik atau trik tiga dimensi.

Setelah puas bermain di Rumah Imagi, Anda bisa mengunjungi Treasure Bay Bintan. Di sini, Anda akan menjumpai kolam renang raksasa terbesar se-Asia Tenggara. Betapa tidak, dengan luas 6,3 hektare, panjang kolam renang ini seukuran 50 kolam renang olimpiade yang digabungkan jadi satu.

Dibutuhkan sekitar 115 juta kubik air untuk memenuhi kolam renang air asin ini. Bagian tepi kolam bermaterial fiber sengaja didesain landai dan di tepi bagian atas yang tak terkena air ditutupi oleh pasir agar benar-benar menyerupai pantai.

Treasure Bay juga ramah lingkungan yang dibuktikan dengan penggunaan produk kimia 100 kali lebih sedikit dibandingkan dengan kolam renang pada umumnya. Selain itu, kolam ini juga memakai teknologi penyaring air inbivatid Crystal Lagoons yang diklaim ramah lingkungan, hemat energi, dan lebih efisien. Inilah mengapa kolam renang itu memiliki air yang sangat jernih dan berwarna kebiruan.

Selain berenang, Anda juga bisa mencoba ragam kegiatan olahraga air seperti paddleboard, inflatable kayak, jetovator, dan flyboard ride. Puas bermain air, Anda bisa berkeliling area ini dengan berjalan kaki maupun menyewa segway atau skuter.

Masih di area yang sama, Anda juga bisa mendayung di sepanjang pantai dan memasuki hutan bakau di Bintan dengan kayak (kano) ramah lingkungan, ditemani pemandu wisata dari Treasure Bay. Tak ada salahnya sesekali menghirup nikmatnya udara segar, sekaligus menghargai keindahan alam yang tenang, ditemani kicauan burung-burung yang dengan senang terbang di habitatnya.

Malamnya, Anda bisa mampir ke Lagoi Bay Lantern Park. Anda bisa menyusuri jalur pejalan kaki sepanjang 300 meter yang berhiaskan lentera berbentuk aneka hewan laut seperti ikan, gurita, dan ubur-ubur. Ada juga lentera dengan bentuk hewan langka Indonesia seperti badak, gajah Sumatra, atau komodo.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan sentra kuliner berupa kafe dan restoran. Anda bisa memilih macam-macam hidangan yang ditawarkan. Ada hidangan laut; makanan ala barat; hingga makanan tradisional khas Bintan, seperti gonggong, rendang sapi, atau otak-otak; dan makanan Indonesia lainnya.

Kalau Anda tidak tergolong “sultan”—olok-olok warganet untuk orang yang kelebihan uang—sebelum berkunjung ke Bintan, pastikan jadwal perjalanan dan keuangan Anda terencana dengan baik, karena memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.-Ruruh Handayani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News11 jam lalu

Pandemi Covid-19 Memunculkan Cara Kerja Baru dalam Bidang Bisnis

Covid-19 telah mendorong pergeseran dalam rantai perdagangan dan pasokan serta menambahkan volume perdagangan. World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global...

Breaking News14 jam lalu

Bamsoet: Bayar Pajak Tak Mengurangi Harta Kita

Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi bayak hal tak membuat Ketua MPR RI Bambang Soesatyo enggan melaporkan pajaknya. Bagi pria yang...

Breaking News1 hari lalu

DJP dan IBFD Tandatangani MoU Program Reformasi Perpajakan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama reformasi perpajakan dengan the International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD)...

Breaking News4 hari lalu

“Core Tax System” Teknologi Terintegrasi untuk Memudahkan Fiskus dan Wajib Pajak

Untuk menyempurnakan reformasi perpajakan di era digital, DJP melakukan digitalisasi sistem perpajakan dengan membangun Core Tax System yang dimulai sejak...

Breaking News5 hari lalu

Pemerintah Umumkan akan Melelang 7 Seri SUN Pekan Depan

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPBR) Kementerian Keuangan RI akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam...

Breaking News5 hari lalu

Milenial Melek Investasi

Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital khususnya dalam hal keuangan, cara berinvestasi pun mulai bergeser dan tidak lagi harus dilakukan oleh...

Breaking News6 hari lalu

Menparekraf Imbau Hotel-Restoran Disiplin Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan kepada pelaku industri hotel dan restoran agar...

Breaking News6 hari lalu

Bank Permata Andil dalam Program Penjaminan Kredit Modal Kerja Bagi UMKM

Penandatanganan kerja sama bersama Askrindo dan Jamkrindo dilakukan sebagai salah satu langkah dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional. PT Bank...

Breaking News6 hari lalu

Sandiwara Sastra Peneman Asyik Belajar di Rumah

Jelang dibukanya tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang, banyak sekolah—terutama di zona merah—masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

Breaking News1 minggu lalu

Inisiatif Pemasaran Digital Mutakhir Ala Alibaba Cloud dan Unilever

  Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group – bermitra dengan Unilever, salah satu perusahaan multinasional terbesar...

Trending