Connect with us

Leisure

Jejak Masa Lalu di Tepi Teluk Penyu

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Cilacap tak hanya lekat dengan Pulau Nusakambangan. Ada keindahan Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem yang menjadi saksi bisu sejarah kolonial di masa lalu.

Anda yang pulang mudik ke seputar Jawa Tengah, mungkin tidak asing dengan Cilacap, kabupaten terluas di Jawa Tengah. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat ini memiliki luas sekitar 225.360.840 hektare atau mendiami sekitar 6,2 persen dari total wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Cilacap kini memiliki infrastruktur jalan yang cukup memadai serta sarana transportasi yang lengkap. Umumnya, wisatawan akan memilih transportasi darat. Dari Jakarta, waktu tempuh untuk perjalanan darat menggunakan bus atau kendaraan pribadi sekitar 7 jam, sedangkan jika dengan kereta api hanya sekitar 5 jam.

Jika ingin lebih cepat, Anda dapat memilih menggunakan pesawat terbang karena Cilacap juga memiliki lapangan terbang perintis Tunggul Wulung. Karena kapasitas landasan bandara yang masih kecil, pesawat komersial yang diperbolehkan mendarat saat ini hanya jenis pesawat perintis. Itu pun dengan rute terbatas, yakni Jakarta–Cilacap atau sebaliknya. Jadwal penerbangan pun tidak setiap hari. Jadi, sebelum berangkat, Anda harus mengecek jadwal penerbangan terlebih dahulu.

Selain Pulau Nusakambangan yang legendaris, Cilacap yang didukung dengan topografinya yang berupa dataran landai dan perbukitan juga memiliki potensi wisata alam nan menawan seperti pantai, perbukitan batu gamping (kapur), dan gua karst.

Tak hanya itu, keberadaan kabupaten ini juga tidak bisa dipisahkan oleh kepingan sejarahnya, terutama saat zaman kolonial Belanda. Tim Leisure Majalah Pajak yang mengunjungi Cilacap akhir April lalu mencoba menelusuri jejak-jejak kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh walau berusia tua.

Benteng Pendem

Untuk mendapatkan itu semua, kami berkunjung ke Benteng Pendem. Berada di kawasan wisata Pantai Teluk Penyu, benteng ini cukup mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar empat kilometer dari alun-alun Kabupaten Cilacap, atau sekitar 10 menit perjalanan. Ditemani seorang pemandu lokal bernama Andi, kami diajak berkeliling benteng seluas 6,5 hektare ini. Benteng yang sebelumnya terkubur selama lebih dari 100 tahun ini ditemukan pada tahun 1986. Pemerintah setempat kemudian menggalinya lalu menjadikannya sebagai cagar budaya dan objek wisata hingga saat ini.

Menurut Andi, benteng-benteng yang dinikmati oleh wisatawan saat ini hanya sekitar 60 persen dari total keseluruhan bangunan yang masih terkubur.

“Di dalam benteng ini diperkirakan terdapat 102 ruangan yang masih tertimbun pasir atau tertutup tanah. Jadi, sekitar 40 persen yang belum digali,” ujarnya.

Menengok sejarahnya, bangunan bernama asli Kustbatterij op de Landtong te Cilacap ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun secara bertahap selama 18 tahun, yakni tahun 1861 hingga 1879. Penamaan Benteng Pendem diberikan oleh masyarakat setempat karena bentuk bangunan yang sengaja terurug tanah, sehingga jika dilihat dari jauh, benteng itu seolah-olah hanya tampak seperti seonggok bukit.

Pemerintah Hindia Belanda memang tidak sembarangan memilih tempat ini sebagai pusat pertahanan mereka kala itu. Lokasinya yang berhadapan langsung dengan laut, membuat mereka dapat dengan mudah memantau musuh yang datang dari laut maupun darat.

“Dulu, di sini asli tanahnya rata. Jadi, Belanda bikin bangunan-bangunan. Setelah itu bangunan sengaja ditimbun tanah untuk mengelabui musuh. Di atas tanah itu ditanami pepohonan biar enggak kelihatan, sehingga seolah-olah gundukan tanah itu hanya berupa bukit saja.”

Strategi penting lain yang dipikirkan Belanda pada waktu itu adalah membuat parit selebar 18 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter (setelah mengalami pendangkalan). Selain berfungsi sebagai penampungan air, parit yang dibangun mengelilingi benteng ini, juga digunakan untuk mempermudah patroli penjagaan tentara Belanda, dan menghambat laju musuh.

Walau di beberapa bagian terlihat dinding yang terkelupas, bangunan berusia lebih dari 150 tahun ini masih berdiri dengan kokoh. Arsitektur khas Eropa terlihat pada lengkungan di bagian atas pintu masuk setiap ruangan.

Secara garis besar, struktur bangunan yang bisa ditelusuri wisatawan saat ini terdiri dari 14 ruang barak, 2 ruang kesehatan, ruang akomodasi, ruang rapat perwira, ruang bawah tanah, ruang amunisi, ruang senjata, dan penjara. Andi menambahkan, sebetulnya terdapat terowongan yang konon terhubung dengan benteng di Pulau Nusakambangan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada bukti yang bisa mendukung cerita tersebut.

Benteng ini merupakan saksi bisu sejarah yang penting untuk dilestarikan. Sayang, di setiap ruangan tersebut tidak disertai dengan lampu sehingga wisatawan cukup kesulitan melihat keseluruhan ruangan dan hanya dapat melihat sekilas melalui cahaya senter yang biasa dibawa oleh para pemandu. Kondisi becek bahkan banjir di beberapa area dalam ruangan juga membuat wisatawan tidak bisa seutuhnya merasakan jejak-jejak sejarah penting di sini.

Pantai Teluk Penyu

Setelah hampir seharian mengelilingi Benteng Pendem, kami menyempatkan diri mampir ke Pantai Teluk Penyu. Meski dinamakan Teluk Penyu, Anda tidak akan menemukan penyu-penyu yang berkeliaran dengan bebas di pesisir pantai. Penamaan teluk ini karena masyarakat setempat percaya bahwa dulu pantai ini merupakan rumah bagi penyu, sehingga banyak penyu bertelur dan berkembang biak di sini.

Walau tanpa penyu, pantai ini tetap digandrungi sebab wisatawan dapat mencicipi kelezatan aneka hidangan laut di rumah makan yang berjejer rapi di sepanjang area pantai. Setelah makan, kami tak lupa membeli suvenir berbahan kerang laut di toko yang juga mudah ditemukan di area ini.

Hari pun beranjak sore, ditemani semilir angin laut, kami sejenak menikmati sinar matahari yang pelan-pelan mulai tenggelam di ufuk barat sebelum kembali pulang ke Jakarta.

Editor Majalah Pajak
Freelance writer, Part-time Traveller, Full-time learner

3 Comments

3 Comments

  1. Majalah Pajak

    Majalah Pajak

    3 Januari 2018 at 2:14 am

    Walau tanpa penyu, pantai ini tetap digandrungi sebab wisatawan dapat mencicipi kelezatan aneka hidangan laut di rumah makan yang berjejer rapi di sepanjang area pantai. Hmmm..

  2. Majalah Pajak

    Majalah Pajak

    3 Januari 2018 at 2:17 am

    Nice place..

  3. Pingback: 11 Kawasan Wisata Cilacap, Muara Percampuran Budaya Banyumasan Dan Sunda – BlogPedia

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Leisure

Berselancar di Lengkung Surga

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: G-Land Alas Purwo, Pondok Terawang

Akrab di  telinga dengan sebutan Kota Seribu Festival, Banyuwangi kembali membuka diri menyambut wisatawan dengan adaptasi kebiasaan baru.

 

Geliat pariwisata Indonesia mulai bangkit, meski pandemi korona belum juga reda. Setelah Bali membuka diri untuk wisatawan nusantara mulai Juli lalu, kini giliran Banyuwangi, Jawa Timur yang menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan wisatawan pada September ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan protokol kesehatan di sektor pariwisata. Ia, misalnya, memberikan sertifikasi terhadap pelaku wisata yang telah memenuhi dan mengikuti standar protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), dan memberi sanksi tegas bagi pelaku wisata yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Di era multimedia ini, informasi sangat terbuka. Setiap orang bisa memberikan review dan di era multimedia ini kualitas menjadi penting, keramahan tetap diutamakan tapi begitu (terjadi pandemi) Covid-19, kesehatan jadi yang paling utama,” ungkap Anas beberapa waktu lalu.

Maka, sebelum merencanakan perjalanan ke Banyuwangi, tak ada salahnya meyakini diri Anda dengan mengecek terlebih dahulu daftar hotel, restoran, warung makan, hingga homestay yang telah memiliki sertifikat dari Bupati Banyuwangi ini di situs web Banyuwangi Tourism.

Baca Juga: Rindu Liburan Terbayar di Gianyar

Surga peselancar

Bumi di ujung timur Pulau Jawa ini memang unik lagi mengagumkan. Bukan hanya dikenal akan potensi alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner dan budayanya. Anda akan menyaksikan betapa sibuknya Banyuwangi melaksanakan ratusan festival—termasuk tiga festival unggulan—yang diadakan di hampir sepanjang tahun. Tiga acara unggulan itu yakni Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan International Tour de Banyuwangi Ijen.

Karena pandemi, festival-festival itu urung diadakan. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menikmati pesona Banyuwangi. Salah satu destinasi yang bisa Anda kunjungi adalah Pantai Plengkung atau yang dikenal dengan G-Land.

Saat masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, G-Land justru menjadi destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Kota Pisang ini. Ya, G-Land memang beda.

Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo ini dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia. G-Land menyuguhkan hamparan laut biru yang luas dengan ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Bayangkan saja, panjang ombak pantainya bisa mencapai dua kilometer dengan ketinggian ombak hingga delapan meter.

Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat dari tujuh ombak terbaik di dunia. G-Land memiliki keistimewaan karena menyajikan berbagai pilihan tipe ombak untuk peselancar pemula hingga peselancar profesional, yaitu Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves.

Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3-4 meter, sementara Speedis Waves dengan ketinggian ombak mencapai 5-6 meter untuk peselancar tingkat sedang, dan Kong Waves biasanya digunakan untuk peselancar tingkat profesional karena memiliki ketinggian ombak 6-8 meter.

“Masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan domestik, tapi G-Land telah menjadi destinasi favorit turis asing.”

Biasanya, kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober. Nah, buat Anda yang tak berselancar, tak usah khawatir karena Anda juga masih bisa menikmati pantai yang memiliki harmonisasi warna ini.

Baca Juga: Keeksotisan Lembah Lereng Slamet

Terdapat pasir pantai putih halus, hamparan laut biru nan luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau yang menunggu untuk Anda jelajahi. Berbagai aktivitas juga bisa Anda lakukan seperti diving, snorkeling, dan tracking menyusuri pantai atau mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo.

Hutan karst

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Anda bisa jelajahi hutan dengan pohon-pohon tinggi yang asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga kelompok rusa yang berada di sekitar pantai.

Di taman seluas 43.420 hektare ini Anda bisa mengunjungi beberapa situs, gua, dan padang savana. Alas Purwo memiliki bentang alam karst dengan formasi geologis yang terdiri atas gua, aliran air bawah tanah, lubang pembuangan, dan tebing. Sehingga, wajar jika hutan ini memiliki banyak gua.

Setidaknya ada sekitar empat puluh gua di sini, dan salah satu gua yang paling terkenal ialah Goa Istana. Konon, gua ini memiliki kegelapan abadi dan kental akan suasana mistis—cocok untuk si penyuka tantangan. Ada juga gua-gua lainnya seperti Goa Kucur, Mayangkara, dan Goa Lowo.

Sementara peninggalan situs yang bisa Anda datangi yakni Pura Giri Selaka. Bangunan peribadatan ini terletak di bagian tengah Alas Purwo, sekitar tiga kilometer dari kawasan Pantai Plengkung. Pura yang berdiri kokoh sejak 1985 silam ini masih kerap disambangi umat Hindu. Pada hari-hari tertentu, mereka berbondong-bondong datang ke sini untuk melakukan beragam ritual peribadatan.

Kawasan G-Land juga dilengkapi penginapan ramah lingkungan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, di antaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Tak sulit, kok, menuju ke G-Land, karena akses jalan relatif baik. Anda bisa menempuh perjalanan darat sekitar dua setengah jam dari pusat kota Banyuwangi. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam yang menawan.

Setelahnya, Anda juga bisa main ke Pondok Terawang di Kampungmandar untuk menikmati sedapnya kuliner hidangan laut khas Banyuwangi. Kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan bilik-bilik kecil yang menerapkan protokol kesehatan.

Bilik-bilik ini berdinding plastik transparan dengan kerangka meja dan kursi besi. Jarak antarbilik pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga Anda bisa bersantap dengan nyaman. Pastikan Anda mencuci tangan dulu sebelum menikmati ragam hidangan autentik dari Kota Sunrise of Java ini.

Baca Juga: Menyongsong Mentari di Pucuk Luwuk

Lanjut baca

Leisure

Rindu Liburan Terbayar di Gianyar

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Pariwisata Bali telah dibuka untuk wisatawan nusantara, dan Gianyar adalah lokasi terbaik untuk melepaskan kerinduan Anda pada kemolekan Bali.

 

Bali merupakan destinasi wisata idaman pelancong dalam dan luar negeri. Pesona dan kemolekan alam, keramahan warga lokal, serta keunikan budaya Pulau Dewata selalu memberikan kesan terbaik bagi siapa pun yang pernah bertandang ke sini.

Namun, sejak virus korona semakin menyebar ke hampir seluruh daerah di Indonesia, pada 20 Maret lalu pemerintah provinsi Bali terpaksa menutup sementara sejumlah tempat wisata favorit seperti Tanah Lot, Taman Nasional Bali Barat, dan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.

Selama ditutup, pengelola tempat-tempat wisata ini membersihkan, sekaligus menyiapkan protokol kesehatan di suasana kelaziman baru. Bagi Anda yang sudah rindu dan sabar menanti dibukanya pariwisata Bali, layak bersuka hati karena mulai 31 Juli 2020 pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan nusantara. Sedangkan, turis asing baru bisa menikmati keindahan Bali mulai September mendatang.

Pembukaan pariwisata Bali secara resmi dilakukan saat kegiatan Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru & Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7).

Baca Juga: Wisata Alam Segera Dibuka, Kemenparekraf Ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan

“Kini, Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan pada tatanan era baru. Karena itu, saya sangat berbahagia karena besok pariwisata Bali siap menyambut wisatawan nusantara kembali,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio di acara itu.

Pesona Gianyar

Ada berbagai tempat yang menarik di destinasi wisata terbaik keempat di dunia menurut TripAdvisor ini yang menjadi sasaran pelancong dalam dan luar negeri. Jika waktu berlibur Anda tak banyak, kami sarankan untuk berkunjung ke Kabupaten Gianyar yang dapat mewakili kesan akan objek wisata Bali secara keseluruhan, karena memiliki daya tarik wisata yang lengkap dan menawan.

Anda bisa memulai perjalanan menuju salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi, yakni Ubud Monkey Forest di Padangtegal, Ubud. Ubud Monkey Forest sangat ikonik, karena merupakan sarana edukasi, spiritual, dan pusat ekonomi yang penting bagi desa.

Sejatinya, nama asli objek wisata ini adalah Mandala Wisata Wenara Wana, tapi lebih dikenal dengan Sacred Monkey Forest Sanctuary atau Ubud Monkey Forest. Ini merupakan kawasan hutan lindung seluas 12 hektare yang di dalamnya terdapat tiga pura kuno, yakni Pura Dalem Agung yang terletak di barat daya kawasan cagar alam, Pura Beji di barat laut kawasan cagar alam, dan Pura Prajapati yang terletak di sebelah timur dan berdampingan dengan pekuburan.

Memiliki daya tarik wisata yang lengkap dan menawan, Gianyar mampu mewakili pesona wisata Bali secara keseluruhan.”

Di objek wisata ini Anda bisa mengunjungi kuil-kuil tua nan sakral, berjalan-jalan di sekitar cagar alam yang menakjubkan, dan bermain bersama monyet-monyet liar. Ya, cagar alam ini merupakan rumah bagi ratusan monyet ekor panjang Bali. Biasanya, sekelompok monyet ada di beberapa titik, seperti di depan candi, di sepanjang jalan konservasi hutan, dan di sekitar pemakaman.

Monyet-monyet di sini terbilang iseng, sehingga Anda perlu waspada terhadap barang-barang pribadi seperti kacamata, topi, atau kunci selama berada di dalam kawasan cagar alam. Monyet-monyet ramah ini akan mendatangi Anda, dan tak keberatan untuk diajak foto.

Baca Juga: Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Monyet diberi makan ubi jalar tiga kali sehari oleh pengelola wisata, tetapi mereka juga tak keberatan diberi makan pisang dan buah-buahan lainnya oleh wisatawan. Anda bisa membeli sesisir pisang untuk diberikan kepada monyet-monyet ini jika Anda ingin berinteraksi lebih lama dengan mereka.

Setelahnya, Anda bisa menuju Desa Tegalalang yang terkenal akan sawah teraseringnya. Tempat ideal untuk menikmati hamparan sawah memukau sekaligus spot foto terasyik di sini yakni Alas Harum Agrotourism. Tempat wisata ini juga memiliki enam spot berfoto unik dengan sensasi yang berbeda yakni Dancing Bridge, Bird Nest, Pekak Brayut, Gorila, Glass Flooring, dan Education Temple.

Dancing Bridge menawarkan pengalaman berfoto ekstrem di atas sebuah jembatan berayun, Bird Nest merupakan sebuah bundaran berbentuk sarang burung yang terbuat dari susunan ranting, Pekak Brayut dan Gorila menyediakan tempat swafoto dengan latar ukiran batu berbentuk unik, Glass Floor akan menantang Anda berfoto di atas lantai kaca dengan material khusus sehingga dipastikan aman, dan Education Temple di mana Anda bisa berfoto di sebuah pura imitasi di atas air.

Alas Harum Agrotourism juga menyediakan kegiatan ekstrem berupa Sky Bike dan Extreme Swing. Kedua wahana ini menyajikan sensasi bersepeda atau berayun di atas ketinggian dengan latar berupa sawah terasering dan keindahan alam khas Bali.

Tempat ini juga menawarkan tur kopi di mana Anda bisa melihat proses pembuatan kopi luwak tradisional, dari melihat musang yang tidur di kandang pada siang hari, proses pengolahan kopi secara tradisional, hingga bagaimana kopi disajikan di atas meja. Beberapa percaya bahwa kopi luwak memiliki rasa yang berbeda dari jenis kopi lainnya. Saat waktunya mencicipi, Anda akan diberi dua cangkir kopi, satu kopi luwak dan satu lagi adalah kopi Bali biasa agar Anda bisa merasakan perbedaannya.

Kurang lengkap rasanya jika ke Gianyar tak mencicipi makanan khas Bali. Anda bisa datang ke Gianyar Night Market yang berada sekitar 10 kilometer dari pusat Ubud. Ada berbagai makanan ringan dan masakan tradisional di sepanjang jalur utama Ngurah Rai yang ramainya sekitar pukul 5 sore setiap hari.

Baca Juga: Wisata ala Sultan di Jantung Bintan

Anda dapat menyantap ayam panggang yang lezat, sate ayam dan domba, serta camilan tradisional Bali dan Indonesia. Bagi yang suka belanja oleh-oleh, Ubud juga punya tempatnya di Pasar Seni Ubud. Di sana, pengunjung bisa membeli barang-barang khas Bali, baik untuk dipakai sendiri maupun sebagai buah tangan untuk keluarga atau teman.

 

Lanjut baca

Leisure

Jelajah Maya ke Alam Australia

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. BCW Indonesia untuk Tourism Western Australia

Untuk mengurangi kejenuhan selama di rumah saja, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke destinasi wisata. Kali ini, yuk, kita ke Australia Barat.

Selama pandemi korona masih berlangsung, kita tidak dianjurkan bepergian ke mana-mana. Meski rasanya membosankan, kita harus yakin kalau tinggal di rumah saja berarti ikut berkontribusi menekan penyebaran virus korona. Nah, untuk mengurangi kejenuhan, tak ada salahnya Anda menjajal keseruan bertualang secara virtual ke beberapa destinasi wisata.

Salah satu daerah yang menyediakan sarana melancong daring (on-line) adalah Australia Barat. Menempati sepertiga dari total wilayah benua, Australia Barat merupakan pusat destinasi berbagai pengalaman alam yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Lokasinya yang begitu dekat dengan Indonesia, juga membuat pelancong asal Indonesia banyak yang berkunjung ke sini. Anda cuma butuh terbang sekitar 4,5 jam dari Jakarta, atau sekitar 3,5 jam dari Bali.

Hamparan pantai berpasir putih yang tak berujung, gurun yang luas, ladang bunga liar yang cantik, ngarai terjal, dan formasi batuan yang unik hanyalah sebagian aset alam menakjubkan di negara bagian ini. Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, selama pandemi ini Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Dermaga bersejarah

Untuk memulainya, Anda bisa berkunjung ke kota pantai Busselton. Daya tarik yang paling menarik di sana adalah Busselton Jetty. Dermaga yang terletak di ujung timur Teluk Geographe ini memiliki panjang lebih dari 1,8 kilometer, menjadikannya sebagai dermaga kayu terpanjang di belahan bumi selatan.

Baca Juga: Pariwisata Bali Optimistis Bisa ‘Berteman’ dengan Covid-19

Busselton Jetty yang dikelola organisasi nirlaba Busselton Jetty Incorporated ini mulai dibangun pada tahun 1853 dengan bagian pertama sepanjang 176 meter selesai dibangun pada tahun 1865. Perjalanan masa lalu yang penuh warna itu membuat dermaga ini menjadi ikon paling dicari di Australia Barat, karena seringkali membuat banyak wisatawan dunia penasaran.

Untuk mengakomodasi rasa penasaran Anda, Busselton Jetty Incorporated telah menyiapkan sejumlah layanan rekreasi virtual—secara gratis dan berbayar—melalui situs web www.busseltonjetty.com.au/virtualtours. Ada sekitar 12 tur virtual yang telah dipersiapkan untuk memanjakan mata Anda di rumah.

Satu tur harian setiap pukul 13.00 WIB (kecuali hari libur nasional) berupa sebuah siaran langsung yang dipandu oleh tim kelautan Busselton Jetty. Mereka akan membawa Anda melewati berbagai level Observatorium Bawah Air, mengamati kehidupan bawah laut melalui viewing window sedalam 8 meter. Setelah tur selesai, Anda bisa menyimak sesi tanya jawab yang biasanya juga berisi informasi-informasi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Berkat bantuan teknologi dan kewirausahaan yang mengisi industri pariwisata Australia Barat, Anda dapat dengan mudah menikmati keindahan alam, kehidupan satwa liar, serta keberagaman budaya Australia Barat, dari rumah.

Lalu, ada 11 tur dan lokakarya virtual gratis berbagai kegiatan seperti lari, yoga, tur virtual 360 derajat, dan tur dermaga pada malam hari di mana Anda dapat mendengar aktivitas binatang laut pada malam hari. Tak hanya itu, Anda juga bisa menaiki Jetty Train secara virtual yang berjalan di atas rel atas laut sepanjang 1,7 kilometer, seraya menyimak sejarah Busselton Jetty yang menarik.

Jumpa hewan liar

Australia dikenal dengan flora dan fauna yang khas hasil isolasi dari seluruh benua oleh sabuk padang pasir raksasa. Anda akan dengan mudah menjumpai hewan-hewan menggemaskan seperti koala, kanguru, dan wombat; dan bunga-bunga liar nan cantik khas alam Australia di antaranya Eucalyptus, Anggrek langka, dan Canola.

Selama masa karantina, Anda bisa mempelajari dari dekat kehidupan hewan liar dengan mengunjungi situs-situs web dan media sosial kebun binatang di Australia Barat seperti Perth Zoo, Peel Zoo, dan Caversham Wildelife Park.

Perth Zoo merupakan kebun binatang yang cukup terkemuka di Australia. Lebih dari 12 dekade, Kebun Binatang Perth telah berkembang menjadi salah satu tempat rekreasi dan daya tarik yang menghadirkan pendidikan, konservasi, dan inspirasi.

Ada serangkaian fitur menarik yang bisa Anda ikuti di www.perthzoo.wa.gov.au/whats-on, seperti melihat langsung aktivitas jerapah yang ditayangkan melalui live cam, memesan jadwal program Animal Close Encounter untuk menyaksikan behind the scene ragam hewan langka dan luar biasa yang mereka miliki, serta berbagai macam video edukasi eksklusif yang akan menarik perhatian buah hati Anda.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Lombok

Sementara di lingkungan Peel Zoo, Ranger Red yang juga menjalankan program adopsi hewan akan menampilkan video behind the scenes melalui laman Facebook-nya. Peel Zoo adalah kebun binatang yang istimewa karena menawarkan pengalaman menyentuh langsung hewan-hewan di sana.

Dalam suasana subur di tepi Sungai Murray, Anda dapat memberi makan hewan dengan tangan, memegang ular, menepuk rubah, menggelitik musang, juga ada lebih dari 100 spesies burung dan hewan yang akan menangkap imajinasi Anda. Jadi, jangan lewatkan intimnya suasana bercengkerama dengan hewan-hewan itu yang diwakili oleh para ranger.

Ada pula Caversham Wildelife Park yang setiap harinya menampilkan berbagai binatang mulai dari koala hingga quokka. Biasanya, pengunjung dapat memberi makan kanguru dengan tangan, bergabung dalam acara pertanian interaktif, menyentuh possum atau kadal, menonton penguin nakal diberi makan, dan berfoto dengan koala.

Namun, sementara taman margasatwa Caversham ini ditutup, pengalaman bertemu dan menyapa hewan-hewan diganti dengan seri Closure Chronicles yang tersedia di laman facebook.com/CavershamWildlifePark/. Tingkah laku nan lucu hewan-hewan di sini dijamin akan menghibur hari-hari Anda. Ada seekor possum yang menikmati pisangnya, anak koala yang dengan nyamannya kongko di kantong sang ibu, juga sekelompok penguin yang berenang dengan gembira di siang hari.

Paus raksasa

Australia Barat terkenal akan paus bungkuknya atau humpback highway dan merupakan rumah bagi lumba-lumba hidung botol. Paus bungkuk banyak dijumpai di pesisir pantai Australia saat migrasi tahunan mereka. Wisatawan di pesisir timur maupun pesisir barat memiliki kesempatan menikmati pertunjukan paus dua kali satu tahun, saat mamalia ini melakukan perjalanan menuju dan kembali dari Antartika untuk menyantap segala jenis ikan, krill, dan plankton—fenomena ini dikenal sebagai makan siang terpanjang di dunia.

Baca Juga: Usai Pandemi, Ayo Rekreasi

Raksasa lembut ini juga terlihat bermain bersenang-senang di perairan Hillarys Boat Harbour. Nah, Anda juga bisa turut menyaksikan kegiatan hewan ini di laman Whale Watch TV Channel. Whale Watch WA, sebuah operator kapal pesiar di Australia Barat telah merekam raksasa ramah ini secara eksklusif dan membawanya ke rumah Anda. Para penggemar paus juga dapat melakukan tur virtual secara gratis ke Perth Canyon untuk melihat keluarga paus biru, paus humpbacks yang ramah di Augusta, Margaret River, serta berbagai video terbaru lainnya.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News9 jam lalu

Digelar 4 Hari, Modest Fashion ISEF 2020 Tampilkan Karya Ratusan Desainer Indonesia

Jakarta, Majalahpajak.net – Untuk memasarkan fesyen muslim Indonesia ke ranah global, Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan...

Breaking News1 hari lalu

Kinerja Solid di Masa Sulit

Di tengah pandemi COVID-19, Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan PermataBank justru tumbuh 20,4 persen   Jakarta, Majalahpajak.net – PT Bank Permata...

Breaking News2 hari lalu

Dukung Program Wirausaha Sosial Kurangi Sampah Makanan Melalui Kampanye Towards Zero Food Waste

Jakarta, Majalahpajak.net – Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Dunia (FAO), sampah makanan atau food...

Breaking News3 hari lalu

Cak Lontong: Saya Pelawak yang Tidak Lucu

Komedian kondang Tanah Air membeberkan resep suksesnya menjadi pelawak di webinar dan peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto...

Breaking News3 hari lalu

Lokakarya Virtual Memahami Implementasi e-Faktur 3.0

Jakarta, Majalahpajak.net – Sejak awal tahun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan serangkaian uji coba Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 terhadap sejumlah...

Breaking News4 hari lalu

ISEF Dorong Agar Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Jakarta, Majalahpajak.net –  Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan...

Breaking News7 hari lalu

Mitra Tepercaya Membangun Kepatuhan Sukarela

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) merayakan ulang tahun ke-5 secara virtual pada Rabu (21/10). Mengusung tema “AKP2I Sebagai Mitra...

Breaking News7 hari lalu

Fesyen Muslim Indonesia Rambah Eropa

Jakarta, MajalahPajak.net – Sepuluh desainer yang merupakan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia mengikuti ajang internasional Virtual Fashion Show Mercedes Benz...

Breaking News1 minggu lalu

Drama Heroik Perjuangan Para Calon Pilot Muda

Jakarta, Majalahpajak.net – Film KADET 1947 garapan rumah produksi Temata kembali syuting sejak pertengahan September lalu di wilayah Yogyakarta. Film...

Breaking News1 minggu lalu

ISEF 2020, Bangkitkan Spirit Positif dan Optimisme Pelaku Usaha Syariah

Jakarta, Majalahpajak.net – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan kegiatan tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ISEF...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved