Connect with us

Breaking News

Indonesia Dorong Kerja sama Pembiayaan Infrastruktur dan Teknologi Digital

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menggelar meeting virtual ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting - AFMGM Jumat (2/10/2020)

Jakarta, Majalahpajak.net –Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menggelar meeting virtual ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting – AFMGM) pada awal Oktober 2020 lalu. Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan, dengan penekanan diskusi pada agenda membangun ketahanan dan mendorong pemulihan ekonomi kawasan yang terdampak Pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan itu, Indonesia yang diwakili oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, memimpin beberapa inisiatif kerja sama, khususnya dalam kapasitas Indonesia sebagai chair Kelompok Kerja Pengembangan Pasar Modal, dengan prioritas kerja sama utama meliputi pembiayaan infrastruktur dan pembiayaan berkelanjutan.

Indonesia mendorong pengembangan inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya untuk mendukung transformasi ke era teknologi digital.

“Prioritas Indonesia dalam mendorong pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi selama pandemi, tetapi juga untuk mengantisipasi pergeseran modalitas proses belajar mengajar melalui platform digital”, ungkap Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Dalam kesempatan itu, Wamenkeu juga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi.

Selain itu, ia juga mengapresiasi dan mendukung perkembangan yang telah dicapai oleh ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dengan inisiatif Fasilitas Pembiayaan Hijau Katalitik ASEAN (ASEAN Catalytic Green Finance Facility/ACGF) yang merupakan terobosan penting untuk memfasilitasi keterlibatan swasta pada pembiayaan infrastruktur hijau di kawasan. Fasilitas ACGF yang diresmikan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN pada April 2019, kini telah mendapatkan komitmen pendanaan dari mitra pembangunan sebesar 1,5 miliar dollae AS dan dalam waktu dekat akan memulai penyaluran pembiayaan bagi beberapa proyek strategis di beberapa negara, termasuk Indonesia.

AIF dibentuk oleh ASEAN sejak tahun 2011 bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Indonesia saat ini memegang peran sebagai Ketua Dewan Direktur AIF dan merupakan penerima manfaat terbesar dari AIF, dengan lebih dari 70 persen pembiayaan AIF disalurkan pada proyek infrastruktur di Indonesia.

Selain mendorong inisiatif pembangunan infrastruktur, Indonesia juga mendorong inisiatif pembiayaan yang berkelanjutan di ASEAN. Indonesia memandang inisiatif itu sebagai salah satu mesin pendorong pemulihan ekonomi di kawasan. Potensi pengembangan pembiayaan berkelanjutan bagi negara ASEAN terbuka sangat lebar, terutama dilihat dari pertumbuhan pasar obligasi berkelanjutan dunia yang sangat pesat. Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan obligasi syariah hijau pemerintah di tahun 2018, serta telah mampu menerbitkan obligasi hijau dan berkelanjutan baik oleh pemerintah maupun korporasi dengan nilai total 3,4 miliar AS.

Untuk mengakselerasi pencapaian tujuan itu, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menyepakati untuk mengesahkan dokumen Laporan Pengembangan Pembiayaan Berkelanjutan di ASEAN. Dokumen ini akan menjadi dokumen rujukan arah kerja sama penguatan kebijakan, pemastian sinergi dan koordinasi, peningkatan kesadaran dan kapasitas, serta pembangunan penawaran dan permintaan pembiayaan berkelanjutan di kawasan.

Untuk menekankan efektivitas kerja sama, Indonesia juga mendorong penguatan sinergi kerja sama pembiayaan pembangunan di kawasan, yang memperoleh dukungan negara lainnya dan dijadikan salah satu elemen kesepakatan dalam Pernyataan Bersama (Joint Statement) pertemuan. Dalam pernyataan itu, disepakati komitmen penyelarasan agenda pembiayaan berkelanjutan seluruh kelompok kerja di jalur Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN.

Di samping aspek kerja sama tersebut, Indonesia dan negara ASEAN lainnya juga menyepakati upaya penyelarasan koordinasi kebijakan ekonomi yang dapat mendorong pemulihan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan kualitas dan stabilitas fiskal dan moneter. Selain itu, disepakati pula penguatan kerja sama dalam mendorong transformasi digital yang diharapkan tidak hanya dapat memfasilitasi aktivitas ekonomi di tengah pandemi, tapi juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta inklusivitas pembangunan ekonomi ASEAN ke depannya.

Pertemuan AFMGM dipimpin oleh Vietnam selaku Ketua ASEAN tahun 2020, dan dihadiri oleh seluruh negara anggota. Pimpinan lembaga-lembaga multilateral, seperti ADB, IMF, Bank Dunia, AMRO, dan Sekretariat ASEAN, juga hadir untuk bersama-sama membahas agenda pembangunan dan perkembangan perekonomian kawasan. Secara khusus, AFMGM juga berdiskusi dengan perwakilan beberapa asosiasi bisnis di kawasan, yaitu US-ASEAN Business Council, ASEAN-Business Advisory Council dan EU-ASEAN Business Council. Selain itu di tingkat deputi juga dilaksanakan pertemuan virtual para Deputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN dengan Deputy US Treasury pada tanggal 1 Oktober 2020.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Ekonomi Kuartal ke-4 Membaik, Pemerintah Tetap Fokus Menjaga Pertumbuhan

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Kasus pandemi COVID-19 di dunia masih mengalami eskalasi dan memicu ketidakpastian. Di Indonesia, kasus COVID-19 di beberapa daerah terkendali. Namun, kasus itu masih memerlukan perhatian dan penanganan serius. Di berbagai negara, proyeksi defisit anggaran mengalami pelebaran yang sangat signifikan sebagai dampak mengatasi pandemi COVID-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyati Indrawati mengatakan, kondisi Indonesia saat ini lebih baik dengan angka defisit jauh lebih kecil.

“Walaupun terjadi pelebaran defisit akibat pandemi, pemerintah kita tidak kehilangan fokus terhadap berbagai program pembangunan nasional dan tetap menjaga momentum pertumbuhan, kata Sri Mulyani konferensi pers APBN secara virtual, pada Senin, 19/10.

Sri mulyani mengatakan, kinerja APBN hingga awal kuartal -5  ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia membaik. Realisasi pendapatan negara hingga Oktober ini sudah mencapai Rp 1.159,0 triliun (68,2 persen), belanja negara mencapai Rp 1.841,1 triliun (67,2 persen), dan defisit mencapai 4,16 persen dari PDB.

Sementara itu, Sri Mulyani juga mengatakan, capaian output APBN 2020 cukup produktif dan beragam. Akselerasi atas realisasi PEN tercapai  hingga 46,9 persen secara bulanan. Dari total Rp 695,2 triliun,  telah terserap  Rp344,11 triliun (49,5 persen). Realisasi ini didorong dengan adanya percepatan belanja penanganan pandemi  COVID-19, percepatan program PEN, dan juga program-program baru yang segera direalisasikan.

“Inilah sinyal positif,  bahwa telah terjadi perbaikan ekonomi secara perlahan dan ini yang harus terus dijaga agar pertumbuhannya terus naik,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengajak agar masyarakat terus memupuk optimisme. Pemerintah  juga diharapkan harus menggunakan semua instrumennya, baik dalam belanja KL, belanja PEN, maupun transfer ke daerah.

“APBN akan terus kerja keras dan kinerja belanja akan menjadi driver pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-4. Selain itu, kolaborasi dan sinergi dengan kebijakan-kebijakan institusi lain, seperti dengan kebijakan Bank Indonesia, harus terus dilakukan untuk mengejar perbaikan kondisi ekonomi,” kata Sri Mulyani.

 

Lanjut baca

Breaking News

Dukung Kemajuan Pasar Modal Indonesia, DJP Terima Penghargaan

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Peran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap kemajuan pasar modal Indonesia mendapat penghargaan dan apresiasi dari para regulator pasar modal. DJP menerima penghargaan dan apresiasi dari PT Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia bertepatan dengan acara pembukaan Capital Market Summit and Expo 2020 yang diselenggarakan di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia Senin (19/10/20).

Penghargaan ini diberikan atas dukungan DJP terhadap upaya penambahan perusahaan tercatat, yang diwujudkan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi go public serta kemudahan regulasi bagi perusahaan tercatat. Penghargaan kepada DJP diterima oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal.

Sepanjang periode 2019 –2020 DJP bersama para regulator pasar modal telah mengadakan 11 kali go public workshop yang di berbagai kota di Indonesia dan dihadiri lebih dari 1600 peserta. Adapun, dukungan dalam bentuk regulasi diberikan antara lain dalam bentuk tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah bagi perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa dengan tingkat kepemilikan saham oleh publik sekurangnya 40 persen.

“DJP mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan ini, serta berharap agar kerja sama dengan para regulator pasar modal dapat berjalan secara lebih sinergis sehingga dapat meningkatkan bukan saja jumlah perusahaan tercatat tetapi tingkat kepatuhan pajak dari seluruh perusahaan publik sebagai bentuk good corporate governance,” ujar Direktur P2Humas DJP Hestu Yoga Saksama melalui keterangan tertulisnya.

Hestu mengatakan, untuk membantu perusahaan publik serta dunia usaha yang lebih luas yang saat ini mengalami tekanan dalam situasi krisis akibat pandemiCovid-19, DJP juga memberikan dukungan dalam bentuk berbagai keringanan dan fasilitas pajak yang dapat dimanfaatkan hingga Desember 2020.

 

 

Lanjut baca

Breaking News

Ekonomi Asia Mulai Kembali Stabil

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Ekonom Bank DBS Group mengatakan, laju pemulihan ekonomi di tengah pandemi global di beberapa negara  kawasan Eropa, Amerika, dan Asia, telah terlihat melandai (flattened) setelah terjadi lonjakan tajam di triwulan ketiga. Prospek perdagangan di Asia juga tampak telah membaik seiring dengan dimulainya kembali rantai perdagangan, yang ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan permintaan di Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi di Asia perlahan telah kembali stabil.

“Meskipun masih banyak tantangan, terdapat tanda-tanda bahwa ekonomi di Asia mulai bangkit kembali yang disebabkan dari berhasilnya pengelolaan pandemi, seperti kembalinya demand di Tiongkok, kebijakan moneter yang akomodatif, serta langkah-langkah fiskal yang besar dan tepat untuk mendukung pulihnya sektor konsumen, bisnis, dan sektor keuangan,” ujar Senior Vice President, Economics & Strategy Research, DBS Bank, Radhika Rao pada webinar DBS eTalk Series bertajuk “DBS Macro Economic Insights: Recovering from Covid-19” pertengahan bulan lalu.

Meski demikian, Radhika berpendapat bahwa Indonesia masih akan menempuh proses yang panjang dalam hal pengelolaan pandemi dan pemulihan kehidupan masyarakat, serta juga melihat terhadap beberapa faktor lain, seperti dampak pandemi pada ekonomi, pengelolaan dana bantuan, objektivitas Bank Indonesia, Pasar Keuangan, dan faktor risiko lainnya.

PDB negara diperkirakan akan meningkat 5,5 persen tahun depan, sedangkan defisit fiskal diprediksi akan tetap terkontraksi ke -5,5 persen dari sebelumnya di angka -6,3 persen. Selain itu, beberapa faktor lainnya yang menjadi risiko pemulihan bagi Indonesia adalah penundaan kembalinya aktivitas jika kasus positif Covid-19 tidak kunjung mereda, tingginya partisipasi dari investor asing di pasar utang dalam negeri, kesehatan fiskal dan tingkat utang publik, serta rasio cadangan devisa terhadap pembiayaan eksternal bruto yang relatif lebih kecil bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan regional.

Selain itu, Radhika juga menyoroti kondisi pasar menjelang pemilihan presiden AS yang akan dilaksanakan di bulan November. Menurut Radhika, momentum itu telah membuat pelaku pasar untuk lebih berhati-hati, mengingat bahwa gejolak di pasar dapat melonjak pasca pemilu. Hal ini diprediksikan akan menyebabkan permintaan likuiditas lebih besar dalam beberapa minggu. Namun demikian, pelaksanaan pilpres AS diperkirakan tidak akan mengubah arah persaingan Tiongkok dan AS, sehingga tetap ada optimisme bahwa gejolak dan ketidakpastian ini akan mereda setelah masa pilpres AS selesai.

 

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News1 hari lalu

Ekonomi Kuartal ke-4 Membaik, Pemerintah Tetap Fokus Menjaga Pertumbuhan

Kasus pandemi COVID-19 di dunia masih mengalami eskalasi dan memicu ketidakpastian. Di Indonesia, kasus COVID-19 di beberapa daerah terkendali. Namun,...

Breaking News2 hari lalu

Dukung Kemajuan Pasar Modal Indonesia, DJP Terima Penghargaan

Jakarta, Majalahpajak.net – Peran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap kemajuan pasar modal Indonesia mendapat penghargaan dan apresiasi dari para regulator...

Breaking News2 hari lalu

Ekonomi Asia Mulai Kembali Stabil

Jakarta, Majalahpajak.net – Ekonom Bank DBS Group mengatakan, laju pemulihan ekonomi di tengah pandemi global di beberapa negara  kawasan Eropa,...

Breaking News3 hari lalu

Mengabdi dengan Ikhlas, Menjaga Martabat dan Prestasi

Jakarta, Majalahpajak.net – Merayakan ulang tahun ke-5 pada 5 Oktober lalu, Kanwil DJP Jakarta Selatan II mengadakan kegiatan syukuran sekaligus...

Breaking News1 minggu lalu

Ini Kebiasaan Baru Masyarakat di Masa Pandemi

Jakarta, majalahpajak.net – Pandemi Covid-19 telah menghantam seluruh sendi ekonomi Indonesia: hotel-hotel sunyi dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Menurut Kementerian...

Breaking News1 minggu lalu

DBS dan Tanijoy Kampanyekan Gaya Hidup “Zero Food Waste” untuk Atasi Perubahan Iklim

Jakarta, Majalahpajak.net – Economist Intelligence Unit melakukan penilaian ketahanan pangan (Food Sustainability Index 2018) dan menemukan bahwa Indonesia menjadi negara...

Breaking News1 minggu lalu

Majukan Produk Indonesia, Kemenkominfo Adakan Pelatihan Wirausaha Digital untuk UMKM

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar pelatihan digital untuk warga negara Indonesia dan perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil,...

Breaking News2 minggu lalu

Menparekraf Ajak Pulihkan Sektor Pariwisata melalui Penguatan UMKM

Jakarta, Majalahpajak.net– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan pentingnya kebijakan strategis bagi pelaku...

Breaking News2 minggu lalu

Ini Prosedur Permohonan Persetujuan Penerimaan Kredit Luar Negeri

Jakarta, Majalapajak.net – Dampak pandemi Covid-19 di Indonesia telah berimbas ke sektor ekonomi dan keuangan. Antara lain melambungkan kebutuhan pembiayaan...

Breaking News2 minggu lalu

Indonesia Dorong Kerja sama Pembiayaan Infrastruktur dan Teknologi Digital

Jakarta, Majalahpajak.net –Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN menggelar meeting virtual ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved