Terhubung dengan kami
Pajak-New Year

Business

Geothermal untuk Masyarakat Lokal

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pengoperasian PLTP Lahendong mampu meningkatkan pasokan listrik sekaligus mengurangi emisi karbon.

Anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor energi panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus meningkatkan pasokan kebutuhan energi listrik yang lebih ramah lingkungan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 di Sulawesi Utara. Pembangkit yang baru diresmikan Desember 2016 oleh Presiden Jokowi ini memiliki lima sumur geothermal dengan kedalaman 2000 sampai 3000 meter.

PLTP Lahendong merupakan sinergi dua perusahaan pelat merah, yakni Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam meningkatkan produksi energi terbarukan yang dapat menekan emisi karbon. Direktur Operasional PGE, Ali Mundakir mengemukakan, pengoperasian sumur geothermal ini bisa mengurangi emisi karbon hingga 1.500 ton per tahun dibandingkan pembangkit dari sumber energi fosil seperti batu bara.

“Itu sebabnya PLTP merupakan pembangkit energi yang bersih, terbarukan, dan berkelanjutan,” jelas Ali.

PLTP merupakan pembangkit energi yang bersih, terbarukan, dan berkelanjutan.

Pendanaan Bank Dunia

PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 berkapasitas 2×20 Megawatt (MW) ini dibangun dengan total investasi 282,07 juta dollar AS melalui pendanaan Subsidiary Loan Agreement (SLA) dari Bank Dunia (World Bank) ke pemerintah Indonesia. Dengan pengoperasian Unit 5 dan 6, total kapasitas PLTP Lahendong mencapai 120 MW yang setara untuk menyalurkan kebutuhan listrik bagi sekitar 240.000 keluarga di Minahasa, Sulawesi Utara.

Ali memaparkan, listrik yang dihasilkan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 disalurkan ke pelanggan utama, PLN. Untuk PLTP Unit 1 sampai 4, pihaknya hanya menyalurkan uap saja ke PLN. Adapun pihak PLN yang memiliki pembangkit dan kemudian memproduksi listriknya.

“Sumur-sumur geothermal di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 menghasilkan 1.200 ton fluida per jam yang terdiri dari campuran uap dan air panas,” urainya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, uap dan air panas dipisahkan melalui separator hingga tersisa 300 ton uap panas yang dialirkan melalui pipa untuk menggerakkan turbin yang kemudian disalurkan ke generator untuk menghasilkan listrik. Adapun sisa air panas sekitar 900 ton dikembalikan ke dalam tanah dengan cara injeksi di kedalaman tiga km yang nantinya dapat diolah lagi untuk menghasilkan uap panas.

“Air panas yang dikembalikan ke perut bumi harus bersuhu 20 derajat Celsius. Namun, air panas hasil pemisahan dari uap panas masih bersuhu 40 derajat Celsius. Untuk itu kami membangun fasilitas pendingin air,” imbuhnya.

Pemerintah terus meningkatkan penggunaan energi alternatif sebagai konsekuensi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai ratifikasi Paris Agreement yang ditandatangani oleh DPR RI pada Oktober 2016. Dalam ratifikasi itu, Indonesia harus mematuhi Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target pemangkasan 29 persen emisi GRK hingga 2030.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menegaskan, panas bumi harus bisa menarik investor sekaligus berkontribusi untuk memajukan perekonomian masyarakat di Sulawesi. Penambahan pasokan listrik dari pengoperasian PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 akan meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah yang nantinya dapat menggerakkan ekonomi lokal lebih cepat.-Novita Hifni

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Breaking News

Breaking News1 minggu lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

Tax People Share!        157SharesPT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di...

Breaking News3 minggu lalu

Majalah Pajak Print Review

Tax People Share!         Post Views: 2.075

Breaking News3 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

Tax People Share!          Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri...

Breaking News3 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Tax People Share!        Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan...

Breaking News4 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Tax People Share!        Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat...

Breaking News6 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Tax People Share!        Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang...

Breaking News11 bulan lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Tax People Share!        Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan,...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Tax People Share!        Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Tax People Share!        Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak...

Breaking News2 tahun lalu

Ini Cara Kerja Listrik Tenaga Air Versi Tri Mumpuni

Tax People Share!        Air dari sungai dibendung kemudian dialirkan melalui parit. Kira-kira 300 hingga 500 meter dari bendungan, sebagian air dialirkan...

Advertisement Pajak-New01

Trending