Connect with us

Property

Filosofi Sotis nan Bikin Santai

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Sotis Hotel Kemang

Filosofi kain sotis, yang dibuat dengan proses yang panjang, komunal, dan penuh ketekunan untuk menghasilkan keindahan, diaplikasikan dalam pengelolaan hotel ini.

Pandemi Covid-19 membuat gerak kita terbatas dan seringkali harus berdiam diri di rumah. Tak jarang, keadaan ini bisa membuat kita jenuh dan ingin membuyarkan penat sesaat di hotel yang aman dan nyaman dengan protokol kesehatan yang memadai. Jika Anda sesekali mau staycation di akhir pekan, tak ada salahnya menginap di Sotis Hotel Kemang. Berlokasi di sentra hiburan di selatan Jakarta, hotel ini akan memberikan Anda pengalaman pelepas penat yang mengesankan.

Properti kelima Sotis Hotel Management (SHM) ini sekaligus hotel pertama yang menggabungkan antara hotel butik dan gaya hidup dalam satu atap di kawasan dinamis Kemang. Tak hanya itu, akomodasi berbintang empat ini juga mengaplikasikan tradisi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pelayanan dan pengelolaan hotel.

General Manager Sotis Hotel Kemang Ferdy mengatakan, merek Sotis diambil dari nama kain tenun ikat khas NTT. Filosofi kain sotis, yang dibuat dengan proses yang panjang tapi menghasilkan keindahan, dilekatkan pada SHM dalam mengelola semua properti yang dimiliki. SHM dikenal memiliki konsep unik “Comfort, Cozy and Friendly”, dengan tetap memerhatikan filosofi kain sotis.

“Kain itu, kan, dirajut satu persatu dan dikerjakan bersama-sama. Jadi, filosofi ketekunan, ketelitian, ramah-tamah, dan kebersamaannya itu kami implementasikan di industri perhotelan ini. Komitmen pelayanan yang kami buat sedemikian rupa ini membuat tamu kembali lagi ke sini,” kata Ferdy kepada Majalah Pajak, Kamis (11/2).

Klasik modern

Meski tak begitu besar, hotel enam lantai ini berupaya menampilkan desain klasik modern yang elegan. Kesan mewah mulai terasa sejak Anda memasuki area lobi. Dilengkapi sejumlah sofa empuk, membuat suasana duduk di ruang yang didominasi warna cokelat dan ornamen kayu ini terasa sangat cozy dan menenangkan.

Sementara, sentuhan modern dihadirkan dari penempatan lukisan kontemporer di hampir setiap sudut hotel layaknya galeri seni. Ferdy menyebut, semua lukisan berwarna cerah ini merupakan koleksi pribadi sang pemilik hotel.

Hotel yang beroperasi sejak November 2019 ini juga menghadirkan sentuhan khas NTT. Kami terkesan dengan ornamen kayu bermotif kain sotis yang difungsikan sebagai dekorasi di beberapa sisi dinding hotel. Sementara kain tenun aslinya digelar sebagai pemercantik seprai tempat tidur di setiap kamar. Hotel ini memiliki 74 kamar dengan lima kategori yang bisa Anda pilih yakni Deluxe Twin Bedroom, Deluxe Double Bedroom, Premiere Room, Junior Suite, dan Sotis Suites.

Setiap kamar ditata mewah dengan elemen tradisional ala Sotis. Jadi, meski memiliki luas kamar berbeda di tiap kategorinya, staf hotel menjamin Anda bisa tinggal dengan santai dan nyaman tidak peduli kamar mana yang Anda pilih.

“Tamu yang datang bisa merasakan dulu, hotel mewah yang menawarkan kenyamanan dan keamanan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Setelah menginap dari sini, baru bisa membandingkan hotel kami dengan yang lainnya,” imbuh Ferdy.

Hotel ini juga memiliki beberapa sarana bersantap yang akan memuaskan selera makan Anda yakni Maleo Restaurant, Maleo Bakery, Maleo Japanese Corner, dan Maleo Bar & Lounge.

“Saya 100 persen yakin makanan kami berkualitas dan sangat enak. Kami punya Japanese, pastry yang produknya betul-betul kami olah di sini. Saya tidak ambil produk-produk dari vendor.”

Kelezatan produk hotel ini dibuktikan dengan banyaknya pemesanan layanan antar, baik lunch box atau paket Japanese. Ferdy mengungkapkan, selama pandemi orang-orang cenderung untuk takut makan di luar, dan memilih memesan dari restoran atau hotel karena lebih higienis. Maka, tak heran jika beberapa perusahaan sekitar hotel memesan paket makan siang dari hotel ini.

Fasilitas hotel yang bertaraf internasional lainnya berupa kolam renang semi-outdoor, Sotis Spa & Massage (tutup selama pandemi), WiFi gratis di semua area hotel, dan electronic key card access. Hotel ini juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertemuan atau acara spesial, dengan empat ruang serbaguna yang fleksibel dan didukung oleh sarana audio dan perlengkapan kekinian.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Property

Kongko-Kerja Sehat di Sentra Ibu Kota

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Hotel trendi ini mengakomodasi kebutuhan bersantai Anda selepas kerja dengan barnya yang lengkap dan kamar nan instagrammable”.

Jalan M.H Thamrin kini bukan hanya sebagai penghubung kota satelit Kebayoran Baru dan etalase Jakarta saat Asian Games 1962. Dengan bertenggernya gedung-gedung pencakar langit, bergairahnya pusat hiburan dan pusat perbelanjaan, serta bersemayamnya Patung Selamat Datang, jalan protokol ini menjelma jadi sentra tersibuk di ibu kota.

Saat siang hari, jalan ini tampak seperti lingkungan yang sangat formal, tapi saat malam tiba kawasan ini menjadi lebih hidup seiring beroperasinya tempat-tempat kongko dan hiburan sebagai wadah pelepas lelah, atau berkumpul dengan teman-teman sepulang kerja.

Di sini juga berkumpul hotel-hotel berbintang untuk mereka yang ingin mendapatkan kenyamanan sekaligus leluasa menikmati gemerlap Jakarta. Salah satu hotel yang bisa Anda kunjungi, yakni Swiss-Belinn Wahid Hasyim. Terinspirasi dari kehidupan Jakarta nan dinamis, hotel ini coba mengakomodasi kepentingan privasi, bisnis, dan sosial.

Hotel ini berada di Jalan Wahid Hasyim, selangkah dari Jalan M.H Thamrin dan dekat dari pusat perdagangan Tanah Abang. Secara keseluruhan, hotel ini didesain simpel, kasual, dan ringkas. Karena lahannya yang tak begitu luas, setiap ruang atau lekuknya difungsikan secara maksimal.

Untuk pintu masuknya saja, hotel ini memiliki dua pintu masuk—pintu sebelah kanan menuju lobi, dan sebelah kiri menuju restoran hotel.

“Kami menyediakan pintu untuk memudahkan tamu yang ingin langsung masuk ke restoran, jadi enggak perlu melewati lobi dulu,” kata Willy Suderes, General Manager Swiss-Belinn Wahid Hasyim saat Majalah Pajak berkunjung ke hotel ini pada Rabu (16/12).

10 Komitmen

Willy menceritakan, Swiss-Belinn Wahid Hasyim baru empat bulan mengelola hotel ini setelah secara resmi melakukan rebranding pada 1 September lalu. Walau begitu, ia mengklaim tingkat okupansi bisa meningkat signifikan meski sedang pandemi.

Keunggulan utama hotel ini terletak pada brand yang memang dipercaya oleh para tamu setianya, karena induk hotel Swiss-Belhotel International menerapkan 10 Commitments sebagai standar pelayanan selama masa pandemi yang harus diterapkan oleh semua hotel di grup itu.

Beberapa di antaranya mengaplikasikan salam dan sapa tanpa kontak fisik dengan tamu, menyiapkan cairan pembersih tangan di banyak titik, dan melakukan beberapa langkah pencegahan spesifik untuk penyakit menular.

Kamar-kamar yang telah dibersihkan juga diberi segel khusus untuk menambah ketenangan para tamu yang ingin menginap. Khusus di hotel ini, setiap staf juga harus mengenakan declaration tag sebagai tanda bahwa staf yang melayani tamu dalam kondisi sehat.

“Di tag itu tertera suhu badan, dan sebagainya yang diisi sama staf setiap hari sebelum mulai bekerja. Yang isi harus jujur dan ada pengecekan suhu juga. Ini sebagai bentuk komitmen kepada tamu bahwa kami peduli,” tegasnya.

Trendi

Hotel ini memiliki 122 kamar yang terdiri dari 118 kamar tipe Deluxe dan 4 kamar tipe Suites. Uniknya, kamar-kamar itu berada di dua gedung yang lokasinya dipisahkan oleh sebuah gang kecil. Yang pasti, itu tak akan mengurangi kenyamanan menginap di hotel ini karena setiap staf dipastikan siap memberikan pelayanan terbaiknya.

Setiap kamar juga didesain trendi dan menarik sehingga tamu memiliki banyak spot untuk berswafoto. Salah satu khasnya adalah kaca bulat bergaya Skandinavia yang digantung pada kamar mandi dan ruang tidur.

Spot berfoto lain tentu di atas ranjang nan nyaman, karena ada mural bertema kartun dengan gambar berbeda di setiap kamarnya. Mural ini dilukis oleh lima seniman lokal kontemporer yakni Lala Bohang, Rega Ayundya, Ricky Janitra, Restu Taufik Akbar, dan Marishka Soekarna.

Karya-karya animatif mereka juga bisa Anda nikmati di beberapa ruangan lain di hotel ini, termasuk, mural besar bernuansa pastel, lembut, dan hangat karya Liffi Wongso. Karya ini menjadi center point dan peneman tamu saat berada di ruang tunggu.

Untuk mengakomodasi kepentingan rapat mendadak dengan rekan kerja, hotel ini juga menyiapkan dua ruang rapat berkapasitas 10 dan 20 orang (kapasitas saat pandemi). Kedua ruang rapat ini bisa dijadikan satu jika tamu membutuhkan area yang lebih luas.

Sementara untuk pilihan bersantap dan bersantai, Bang Bang Restaurant and Bar menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman khas nusantara. Restoran ini juga memiliki etalase minuman beralkohol yang lengkap.

Willy pun ingin mengembalikan kejayaan kawasan Thamrin dan Wahid Hasyim yang kental akan fasilitas hiburan, tapi dengan gaya hidup yang lebih sehat di masa pandemi.

“Hotel lain yang serupa tidak memiliki jenis minuman selengkap ini. Dulu, this area life style-nya really happening.”

Lanjut baca

Property

Rumah Pintar ‘tuk Orang Kota

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Dilengkapi dengan fitur “smart homes”, hunian ini memungkinkan penghuninya tinggal dan bekerja lebih nyaman di rumah saja.

Synthesis Development dikenal sebagai pengembang yang sukses menyelesaikan semua proyek gedung bertingkat, baik perkantoran atau hunian vertikal. Terbaru, pengembang ini tengah menggarap Synthesis Homes, perumahan klaster modern yang dipersiapkan untuk kaum urban.

Synthesis Homes berada di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, kawasan yang digadang-gadang sebagai salah satu lokasi terbaik dalam pengembangan sebuah kawasan pemukiman setelah Jakarta Selatan. Area ini juga terbilang premium karena cukup strategis, berlokasi sekitar 5 kilometer dari Stasiun Moda Raya Terpadu Lebak Bulus, dekat dengan kawasan elite Pondok Indah, serta pusat bisnis dan perkantoran TB Simatupang.

Selain itu, perumahan ini juga dekat dengan berbagai fasilitas umum yang kerap menjadi pertimbangan konsumen saat mencari rumah baru seperti rumah sakit, sekolah, juga beberapa pusat hiburan dan perbelanjaan. Synthesis Homes menempati lahan 4,7 hektare dengan rencana total 267 unit rumah 2 lantai dengan varian tipe bernama Paras, Candi, dan Andesit. Yang membedakan ketiga tipe ini adalah ukuran dan denah hunian.

Imron Rosyadi, Sales & Marketing General Manager Synthesis Development mengatakan, unit perdana perumahan ini dipasarkan pertama kalinya pada Juli 2019, sedangkan tahap kedua diluncurkan pada Oktober 2019. Kedua penjualan proyek ini pun habis terjual. Sementara, tahap ketiga yang dirilis pada Juli lalu masih dalam tahap pemasaran.

“Meski pandemi belum ada tanda-tanda berakhir, kami tetap berkomitmen melanjutkan pengembangan proyek hingga selesai. Saat ini, tahap pertama pembangunannya sudah mencapai tahap finishing, sementara tahap kedua dan ketiga sudah mulai tahap pemancangan,” terang Imron melalui pernyataan tertulis kepada Majalah Pajak, akhir Oktober lalu.

Imron menyebut, kondisi pandemi Covid-19 memang sempat memengaruhi industri properti. Namun, melihat antusiasme konsumen pada ketiga tahap peluncuran, ia optimistis bisnis properti berangsur membaik.

“Ada pandemi atau tidak, masyarakat tetap membutuhkan rumah sebagai tempat yang ideal untuk tinggal, berlindung, dan beristirahat setelah seharian beraktivitas,” imbuhnya.

Hemat energi

Synthesis Homes menyuguhkan hunian modern untuk para milenial maupun masyarakat urban saat ini, ditampilkan dengan desain yang modern dan minimalis, juga denah rumah yang efisien serta fungsional. Rumah dua lantai ini juga dibangun dengan mengutamakan pencahayaan yang baik, dan bukaan pada jendela yang sangat memadai untuk masuknya cahaya matahari setiap harinya.

Di tambah lagi, setiap sekat ruangan di dalam rumah ini pun tidak masif, sehingga cahaya matahari dengan mudah masuk ke setiap ruangan di dalam rumah. Pola sirkulasi udara dalam rumah juga terbilang baik karena pengaplikasian ventilasi dan jendela yang cukup. Dengan begitu, selain bisa menghemat energi listrik pada siang hari, Anda akan lebih sehat karena pertukaran udara segar dari luar rumah dengan udara dari dalam rumah berlangsung lancar.

Bukan itu saja, perumahan ini juga menyediakan fasilitas bertema green living seperti club house sebagai sarana kebugaran, kolam renang, Green Park yang di dalamnya terdapat tempat bermain anak dan area barbeku, Edu Park yang dilengkapi dengan area belajar dan jaringan internet nirkabel, Sport Park yang berfungsi untuk berolahraga, dan ada Fun Park yang bisa menjadi ajang bersosialisasi antartetangga.

Smart living”

Synthesis Homes juga menawarkan smart living untuk penghuninya berkat instalasi fitur smart home di setiap rumah. Manajemen pun mengklaim Synthesis Homes adalah perumahan klaster pertama yang mengusung konsep smart home di area Tangerang Selatan.

Cukup dengan satu aplikasi di ponsel pintar, Anda bisa mengontrol operasional dua unit kamera pengawas di garasi dan ruang tamu, sakelar utama, pendingin ruangan di kamar tamu dan kamar anak, serta panic button untuk melaporkan masalah keamanan.

“Kalau masih mau menambah fitur lain seperti smoke detector dan motion detector, instalasi jaringannya pun sudah siap di unit,” ucapnya.

Semua kecanggihan itu memungkinkan karena adanya jaringan fiber optic yang memiliki banyak keunggulan, mulai dari tingkat keamanan tinggi, kecepatan transmisi mencapai gigabit per detik, bebas gangguan elektromagnetik, jaringannya diinstal di dalam tanah, hingga tahan lama.

Fiber optic juga memastikan bahwa penghuni mendapat kecepatan dan kestabilan internet yang bisa diandalkan saat di rumah. Apalagi, bekerja secara remote telah menjadi bagian dari hidup di era adaptasi kebiasaan baru kita saat ini. Kebutuhan inilah yang coba diakomodasi sekaligus menjadi keunggulan Synthesis Homes.

Lanjut baca

Property

Tawaran Akses dan Kesentosaan

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. Swiss-Belinn Cikarang

Hotel bernuansa Jepang di kawasan industri ini menawarkan fasilitas yang lengkap dan mendekatkan tamunya ke berbagai fasilitas.

 

Cikarang saat ini telah menjelma sebagai pusat industri nasional yang terus berkembang. Beragam kawasan industri seperti EJIP, MM2100, dan Jababeka yang menyediakan ragam fasilitas dan kemudahan aksesnya, terus mengundang para pebisnis dan penanam modal berdatangan ke kota mandiri di Kabupaten Bekasi ini.

Alhasil, Cikarang kini disebut sebagai Kota Industri terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan kawasan-kawasan industri ini juga memantik permintaan akan tempat tinggal yang aman serta strategis, baik untuk tinggal sebentar atau lama. Salah satu penginapan yang hadir untuk menjawab kebutuhan itu yakni Hotel Swiss-Belinn Cikarang.

Hotel ini semula dikenal dengan nama Celecton Jababeka. Namun, pada tanggal 1 Maret lalu jaringan hotel Swiss-Belhotel International resmi mengambil alih pengelolaan hotel ini dan mengubah nama menjadi Swiss-Belinn Cikarang. Hotel ini merupakan salah satu dari sembilan properti yang akan dibuka Swiss-Belhotel International di Indonesia pada tahun ini.

Sales Executive Swiss-Belinn Cikarang Joshua Iman mengemukakan, hotel ini merupakan tempat yang ideal bagi pebisnis atau eksekutif yang ingin beristirahat sekaligus membangun relasi.

Baca Juga: “Betawi Punye Gaye” Gaya Hotel Butik

Berlokasi di kompleks Jababeka 2, hotel ini menjanjikan kenyamanan akomodasi dan kemudahan akses ke berbagai sarana yang Anda butuhkan seperti pabrik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bahkan lapangan golf.

“Paling cuma tiga menit (berkendara) dari hotel ke golf, makannya untuk tamu-tamu dari Jakarta yang pengin golf mereka biasanya menginap di sini,” ucap Joshua kepada Majalah Pajak, Rabu (23/9).

Hotel 10 lantai ini mengusung konsep modern dengan sentuhan Jepang yang tenang dan nyaman. Tujuannya, untuk mendekatkan diri kepada pasar potensial di kawasan industri yang memang didominasi oleh investor asal Jepang. Menariknya, hotel yang memiliki lahan parkir berkapasitas hingga 100 mobil ini tak membebankan biaya parkir bagi pengunjungnya—baik saat menginap atau sekadar bersantap di restoran hotel.

Gaya modern sudah kami rasakan di lobi hotel. Dominasi warna putih diperlihatkan pada dinding, lantai marmer, hingga plafonnya. Yang menarik perhatian adalah kursi tunggu di area resepsionis yang berbentuk seperti pita. Unik, dan mengakomodasi segala usia karena ada bagian kursi yang tinggi untuk dewasa, sedang dan rendah untuk anak-anak.

Hotel ini menjanjikan kenyamanan akomodasi dan kemudahan akses ke berbagai sarana yang Anda butuhkan—pabrik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bahkan lapangan golf.

Di area lobi juga ada beberapa set sofa dan kursi bertema kekinian. Bahkan, di bagian tengah terdapat meja panjang lengkap dengan stool-nya, yang bisa digunakan sebagai area kerja atau rapat informal. Sementara itu, meja resepsionis tampak berbeda karena mengalami penambahan akrilik transparan sebagai penghalang tamu dan staf.

Joshua menyebut, penataan ini merupakan satu dari sekian bentuk penerapan protokol kesehatan di hotel ini.

“Kebijakan lainnya harus memakai masker di area umum seperti ini. Dan untuk treatment di kamar kami hampir menyerupai dengan rumah sakit. Jadi, setelah tamu check out kami akan disinfektan. Kalau untuk pembersihan fasilitas umum seperti lift, gagang pintu itu kami lakukan itu hampir setiap jam,” papar Joshua. “Kami juga sudah mendapat surat rekomendasi dari Gugus Covid-19 Kabupaten Bekasi.”

Baca Juga: “Staycation” Nyaman di Hotel Elegan

Simpel tapi elegan

Hotel ini memiliki 138 kamar berdesain kontemporer, terdiri dari 114 kamar Deluxe, dan 24 kamar Suite. Perbedaan yang menonjol pada kedua tipe kamar ini terletak pada luas kamar dan fasilitas kamar mandi. Tipe Deluxe memiliki luas 18 meter persegi dan kamar mandi yang dilengkapi shower, sedangkan tipe Suite memiliki luas kamar 36 meter persegi dengan kamar mandi yang dilengkapi baththub.

Kamar Suite yang cukup luas ini juga dilengkapi ruang tamu, ruang kerja, juga mini pantry. Sementara kamar tidur berada di ruang terpisah, sehingga keluarga Anda bisa tetap nyaman jika harus menerima tamu di dalam kamar.

Sentuhan Jepang diperlihatkan dengan penempatan alas tempat tidur ala Jepang dan panel-panel kayu di atasnya. Selebihnya, tidak banyak dekorasi ruang. Simpel juga elegan, khas arsitektur Jepang.

Untuk pilihan bersantap, hotel ini telah menyiapkan Swiss-Bistro dengan sajian menu hidangan lokal dan internasional, dan Hanatomi Izakaya yang menawarkan aneka kuliner khas Jepang dalam suasana yang santai. Sementara untuk mengakomodasi kebutuhan rapat dan acara lainnya, hotel ini menawarkan sembilan ruang rapat dan satu ballroom dengan kapasitas mulai dari 5–300 orang di era adaptasi kebiasaan baru.

Seusai bekerja atau rapat seharian, datanglah ke rooftop untuk merelaksasi tubuh Anda. Di lantai 10 ini ada sarana gym, kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, sauna, dan Ofuro atau pemandian air panas. Anda bisa duduk di kursi-kursi santai di sekitar kolam renang, seraya menikmati pemandangan dramatis saat senja perlahan berganti malam di alam Cikarang.

Baca Juga: Bekerja (dan Bermanja) di Apartemen Rasa Hotel

Lanjut baca
/

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved