Connect with us

Tax Light

“Fiesta”

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Ilustrasi

“Fiesta” akan selalu ada karena manusia cenderung tak bisa lepas dari keramaian. Meskipun juga butuh keheningan—sebenarnya keduanya bisa diciptakan bersamaan, jika mau.

Sebuah perhatian adalah hal yang langka zaman ini. Sampai ada sebutan generasi kolonial dan generasi milenial—dibedakan dari cara memberi perhatian. Generasi kolonial memberi perhatian sambil menatap lawan bicara; generasi milenial memberi perhatian bisa seraya menunduk, alias dia bicara tapi mata ke gawainya. Perhatian itu juga terdiri dari banyak unsur seperti, niatnya apakah? Apakah tutur katanya ramah? Apakah saking perhatiannya, sampai dia bersedia berkorban? Apakah dia mempunyai kepekaan yang tinggi dalam memberi perhatian?

Perhatian yang diberikan berlandaskan kepekaan, konon karena yang memberi perhatian memiliki kemampuan mendeteksi bahasa tubuh seseorang. Dan itu kami jumpai di suatu sudut jalan dari arah Bukchon Village, saat seorang gyeongchal mendekati. Polisi muda itu menanyakan kami akan ke mana dan dia menunjukkan jalan terdekat. Satu, dia memahami ekspresi orang yang kebingungan. Dua, dia menyapa dengan tutur kata yang ramah. Tiga—dan ini yang paling penting, dia peka dalam mengarahkan. Disampaikannya bahwa “Kalau mau ke Insadong maka arahnya berputar ke sini, lantas, nah… ini gerbangnya,” ucapnya sambil mencoret-coret peta dengan stabilo pink. Dalam perjalanan ke tujuan, kami baru sadar, bahwa kami dialihkannya untuk melewati sebuah keramaian. Sebuah Fiesta, aha! Banyak stand menjual kerajinan tangan di sekitar jalan yang kami lalui, sebelum sampai di tujuan sebenarnya.

Fiesta adalah sebuah kata dari Spanyol, yang bermakna pesta, keramaian, atau perayaan. Bahasa Latin menyebutnya dies. Ingat dies natalis, ‘kan? Kelulusan dari perguruan tinggi akan membuat kita mengalami perayaan yang disebut wisuda. Para wisudawan bertoga memasuki ruangan luas dan tentunya ada nyanyian Gaudeamus Igitur. Saat ini, sakralnya wisuda tidak hanya dirasakan oleh lulusan Perguruan Tinggi, juga dialami siswa SMA, SMA bahkan SD dan TK. Semua ingin merasakan wisuda. Semua bertoga. Terasa keren. Kalau dulu, kita merasakan wisuda sekali, maka anak-anak zaman now merasakan diwisuda berkali-kali. Mereka pun akrab dengan fiesta. Fiesta, dengan melempar topi wisuda beramai-ramai ke udara dan terekam kamera. Fiesta, identik dengan keindahan juga.

Sebagai makhluk sosial, kita cenderung tidak bisa lepas dari keramaian. Apalagi bila kita terlahir di sebuah tempat yang ramai, sangat sibuk, seperti kota metropolitan Jakarta. Maka keramaian akan mendarah daging di tubuh kita karena kemacetan, keriaan, kegaduhan, sudah kita nikmati sejak kanak-kanak. Belum tentu semua orang suka dengan keramaian, sehingga terbentuklah hobi bertualang di alam seperti kamping, memancing, mendaki gunung, yang membutuhkan alam sebagai pelampiasan.

“Keramaian bisa membuat orang berpaling untuk menyepi. Dan ini menjadi potret bagi rencana suatu kepindahan besar ibu kota negara.”

Keramaian, bisa membuat orang berpaling untuk menyepi. Dan ini menjadi potret bagi rencana suatu kepindahan besar ibu kota negara. Pengalaman belajar singkat alias short course di Seoul kemudian menjadi pengalaman baru, saat dibawa kunjungan belajar ke Sejong. Sejong, adalah ibu kota Korea Selatan kedua setelah Seoul, direncanakan sejak 2002 dan kepindahannya baru mulai dilaksanakan tahun 2012. Sejong sekitar 120 kilometer dari Seoul, dan termasuk kota sepi. Pegawai negeri yang kantornya di Seoul mengalami mutasi ke Sejong. Salah satu kenalan kami, sebut saja namanya Mr Kim, menyatakan ada hal penting dalam pemindahan itu karena berdampak pada keluarga. Pertama, pendidikan. Apakah sistem pendidikan telah dibangun dengan baik di ibu kota baru? Kedua, kesehatan. Apakah mudah mencari dokter dan rumah sakit bila kita sakit? Saat ini di Indonesia saja, masyarakat mungkin lebih percaya berobat ke Penang atau Singapura, daripada berobat di dalam negeri. Imbuhnya lagi, kantor-kantor perusahaan banyak yang memiliki gedung di ibu kota lama, dan juga di ibu kota baru. Jadi ibu kota lama tidak takut menjadi sepi, karena popularitasnya bisa saja tetap terjaga. Ibu kota baru pastinya akan ngetop karena perbisnisan mulai melirik pembangunan kantor, perindustrian, dan semua kegiatan yang bisa dilaksanakan di sana.

Negara tetangga yang lain, Australia, memindahkan ibu kotanya beberapa kali. Namun mantan ibu kota tetap menjadi tujuan wisata dan tetap menarik untuk menjadi tempat tinggal, yaitu Melbourne dan Sydney. Bahkan Canberra sebagai ibu kota baru, tidak memiliki daya tarik atau popularitas sekuat Melbourne dan Sydney. Memang memerlukan perencanaan desain dan konsep dari awal dalam penentuan pemindahan ibukota.

Kenapa sih harus pindah? Jawabannya sederhana saja. Fiesta. Keramaian. Alasan pemindahan biasanya karena tingkat kemacetan sudah sangat tinggi atau terlalu padat. Itu juga alasan kenapa Seoul dipindah ke Sejong, untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan investasi di wilayah itu.

Pertanyaannya, adakah yang merasa keberatan? Saat kita ditahbiskan menjadi Aparatur Sipil Negara, maka sudah sepaket dengan komitmen bersedia ditempatkan di mana saja. Dalam hal ini, keputusan tersulit adalah, apakah membawa keluarga serta? Kembali kepada faktor di atas, faktor pendidikan memegang peranan penting. Banyak yang lebih mempertahankan berpisah dengan keluarga dengan alasan, pendidikan di tempat lama sangat baik bagi pertumbuhan karakter anak-anak mereka. Tentu saja karena anak sudah memiliki lingkungan sosial yang berbeda dan sulit dipisahkan dari teman-teman gaulnya. Alasan lain adalah anaknya sudah di kelas atau tingkat terakhir tahapan SD, SMP, SMA atau universitas. Lebih baik berkorban satu tahun untuk bisa diterima di sekolah favorit jenjang lanjutan, daripada mengikuti tugas orangtua dan berkorban kegalauan atas lingkungan pergaulan dan pendidikan baru.

Saat memutuskan untuk berpindah dari keramaian, maka perencanaan adalah hal penting yang perlu dipikirkan. Perencanaan terkait waktu, kebersinambungan rencana, dan anggaran. Ada ratusan triliun yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota. Di Brasil, konon pemindahan ibu kota mencapai nominal miliaran dollar Amerika. Mau tidak mau, kita perlu berhitung dana APBN kita, dan ujungnya, butuh pemahaman yang cerdas bahwa atas pajak yang kita bayar, berperan penting dalam menyokong anggaran dari perencanaan besar tersebut. Perlu ada rasa patriotisme perusahaan besar dan masyarakat dalam melakukan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak. Kejujuran dan transparansi dalam membayar pajak, dapat mewujudkan pembangunan yang diharapkan. Perlu juga mungkin mencontoh penghargaan di Korea yang setiap tahun memberikan apresiasi kepada Wajib Pajak sebagai masyarakat yang bernilai dan berpikiran baik, dilihat dari kejujuran dan keberdayagunaannya di masyarakat. Apa itu keberdayagunaan? Perilaku mereka sebagai pembayar pajak juga disorot, apakah kegiatan mereka berdampak positif terhadap masyarakat. Ada pola perilaku yang dinilai.

Lantas, foto-foto mereka dipajang selama setahun penuh di museum kantor wilayah pajak di daerahnya. Kebanggaan negara terhadap masyarakat secara individu yang memiliki pemikiran nasionalis tinggi mungkin bisa lebih ditingkatkan melalui apresiasi seperti itu. Indonesia memiliki sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kata beradab, sebenarnya mencerminkan menghormati sesama. Hal ini serupa dengan konsep filosofi Tionghoa yang mencerminkan bagaimana sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan dapat saling membangun satu sama lain, yang disebut keseimbangan. Saling menghargai, saling menyeimbangkan. Adanya harmoni saat ada keramaian dan ada kesunyian.

Kembali pada perenungan, fiesta yang datang, akan berakhir. Tidak ada pesta yang tidak akan usai. Tidak ada berita trending yang tidak terlupakan. Semua yang panas akan dingin. Semua yang bergejolak akan tenang, dan sebaliknya. Fiesta yang sebenarnya adalah saat ada kerja sama dalam membangun kesadaran pajak. Misalnya setiap kementerian ikut berpikir untuk mendukung gerakan sadar pajak. Semua kegiatan bisa melibatkan materi pajak, ada edukasi bagi bisnis yang baru mulai atau bahkan, akan bangkrut. Apa ada yang salah dengan proses bisnisnya? Mari kita dukung ramai-ramai untuk meningkatkan omzetnya. Tanpa melupakan ada kewajiban perpajakan saat dia merasakan benefitnya. Itulah fiesta, itulah pesta yang menyeimbangkan, tidak hanya pesta yang dibuat untuk memamerkan siapa saya atau siapa dia.

Maka, ketika seorang teman mengeluh dia sakit dan resep dokter hanya memintanya untuk tidak bicara selama dua hari sebagai obat, jangan heran. Maknanya sederhana: belajarlah menciptakan dunia hening di tengah keramaian. Oeloun aleumdabda (Sepi itu Indah, Korea).- Aan Almaidah A.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Tax Light

Lapor Awal, Lebih Nyaman

Majalah Pajak

Published

on

Foto: Islustrasi

Menghadapi musim penyampaian SPT Tahunan tahun ini DJP, bekerja sama dengan organisasi konsultan pajak untuk memberikan layanan dan bimbingan e-Filing secara gratis.

Sejak awal Februari 2020, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah membentuk Satuan tugas (Satgas) Pemantauan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan tingkat pusat, Kantor Wilayah (Kanwil), dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Satgas bertugas menanggulangi hambatan proses pelaporan SPT Tahunan secara on-line (e-Filing) maupun manual. Hal ini diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Hestu Yoga Saksama, di ruangannya, pada Rabu Sore (26/2).

Ia menjelaskan, Satgas tingkat kantor pusat digawangi oleh Direktorat P2Humas DJP dalam hal pelayanan serta sosialisasi e-Filing, Direktorat Peraturan Perpajakan II terkait masalah hambatan regulasi, dan Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bertugas menjamin kelancaran akses informasi teknologi—server dan bandwidth (kapasitas maksimum transfer yang dapat dilakukan pada satu waktu dalam pertukaran data).

“Satgas menjaga kelancaran penyampaian SPT Tahunan e-Filing, terutama soal kesiapan IT-nya, baik server maupun bandwidth harus dijaga fokus sampai akhir Maret atau April. Tahun lalu, 600 ribuan SPT per hari masuk masih aman,” tegas Hestu.

Untuk memperkuat pelayanan dan sosialisasi, Satgas telah berkolaborasi dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I), dan Perkumpulan Konsultan Praktisi Perpajakan Indonesia (PERKOPPI). Mereka akan membantu Wajib Pajak melaporkan SPT Tahunan dengan e-Filing tanpa dipungut biaya. Salah satu contoh yang sudah berjalan misalnya, diselenggarakannya “Pojok Pajak Pelaporan SPT PPh Tahunan Orang Pribadi” oleh KPP Pratama Tanah Abang Tiga di FX Sudirman Mal lantai lima, pada (20-21/2). Layanan ini meliputi bimbingan e-Filing, e-Form (formulir elektronik), aktivasi dan cetak ulang Electronic Filing Identification Number (EFIN), serta konsultasi perpajakan.

“Di Indonesia ada tiga asosiasi konsultan pajak. Kami sudah minta ketiganya untuk berkoordinasi dengan KPP-KPP memberikan layanan dan bimbingan e-Filing secara gratis, entah di mal atau di KPP,” kata Hestu.

Pada tingkat KPP Pratama, Satgas terdiri dari Seksi Pelayanan dan Account Representative (AR). Satgas pada tingkat ini bertugas menjemput bola dengan mendatangi perusahaan-perusahaan terdaftar untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan dengan e-Filing secara massal.

“Satgas KPP dan Kanwil enggak masalah mendatangi perusahaan, mengumpulkan seluruh karyawan untuk e-Filing. Atau Satgas membuka kelas-kelas pajak di KPP, satu kelas bisa 20 sampai 30 WP. Di sana kita bimbing untuk mengisi,” tuturnya.

Selain itu, Satgas sudah memiliki sekitar 4.700 relawan pajak yang berasal dari mahasiswa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pada akhir Januari 2020 misalnya, Dirjen Pajak Suryo Utomo mengukuhkan 869 relawan pajak dari tujuh perguruan tinggi di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Barat Tiga. Untuk menjadi relawan pajak, mahasiswa harus melewati ujian tertulis dan pembinaan tugas dan kewajiban. Mereka harus memiliki performa pelayanan sesuai standar serta menjaga kerahasiaan WP. Relawan pajak dapat membantu melakukan layanan di KPP maupun tax center di kampusnya.

“Nah, relawan pajak yang punya tax center membuka layanan e-Filing terutama untuk para dosen dan pegawai di universitasnya,” tambahnya.

Selaras dengan itu, Satgas mengirimkan imbauan penyampaian SPT Tahunan kepada 12 juta WP melalui pesan elektronik sejak awal Februari 2020. Berbagai media sosial DJP juga telah mendakwahkan sosialisasi itu dengan gaya bahasa kekinian. Sebagai contoh, sosialisasi melalui Twitter pada (25/1), “nungguin balesan chat doi yang katanya mau ngajak ngopi tapi cuma dibaca doang? Mending e-filing dulu aja. #Lebih AwalLebihNyaman #SudahPunya Tapi Belum.”

Sosialisasi juga dikemas ciamik melalui komik, lagu “Sudah Punya Tapi Belum” bergenre dangdut koplo, mengadopsi ilustrasi yang sedang viral—poster film Parasite, hingga menggelar Spectaxcular 2020.

“Strategi sosialisasi kita sudah mulai sejak awal semenarik mungkin. Kita tekankan lebih awal lebih nyaman,” tambahnya.

Kepatuhan WP

Dengan berbagai strategi itu Hestu optimistis tingkat kepatuhan WP meningkat dari 73 persen menjadi 85 persen. Ia menjelaskan, bahwa definisi kepatuhan pajak ada dua. Pertama, kepatuhan formal, yaitu membandingkan realisasi SPT yang masuk dengan WP terdaftar wajib SPT. Kedua, kepatuhan material atau kepatuhan WP dalam melaporkan SPT Tahunan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan.

Di tahun 2018 WP terdaftar atau memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berjumlah 38.651.622, WP terdaftar wajib SPT 17. 653. 046, tetapi realisasi SPT hanya 12. 551. 444. Alhasil, tingkat kepatuhan WP tahun 2018 sebesar 71 persen.

Sementara, tahun 2019 WP terdaftar tercatat 41. 996. 743, WP terdaftar wajib SPT 18. 334. 683, realisasi SPT yang menyampaikan SPT hanya 13. 394. 502. Dengan Demikian, tingkat kepatuhan WP tahun 2019 sebesar 73 persen. Dari jumlah itu, di tahun 2019 WP yang menggunakan e-Filing sebesar 91 persen.

“Kepatuhan Wajib Pajak kita adalah kepatuhan formal karena kepatuhan material susah untuk memastikan persentasenya. Makanya, wajib punya NPWP yang di atas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) saja. Kalau di bawah PTKP bisa ke KPP untuk di NE-kan (non-efektif) agar tidak berkewajiban mengisi SPT. Perusahaan boleh mengimbau pegawainya,” jelas Hestu. Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016, PTKP untuk WP Orang Pribadi sebesar Rp 54 juta per tahun.—Aprilia Hariani

Continue Reading

Tax Light

CAHAYAKAN INDONESIA

Aan Almaidah

Published

on

Foto: Ilustrasi

Saat mengitari bumi perlahan, atmosfer bertanya pada semesta, mengapa

bencana bisa jadi wacana canda?

Semesta merasuki jiwa-jiwa yang basah oleh gelombang pasang namun kering dalam terpaan

 

Aku tak tahu lagi, keluh sang jiwa

Kepada siapa, kita bagaimana?

 

Sementara derai panas mentari masih butuh pelapis demi lapis yang meneduhkan

tanpa harus terinci dalam kandungan materi

 

Dunia kian renta namun gelegaknya masih menyala

Putaran doa kian melesat

namun berliku  mencari arah kebenaran

Dan angkara berjalan memunguti ketakutan

Cemetinya terdengar jauh tak padam

Menyelinapi putus asa,

Mengorek bagaimana bentuk asa, dari apa dan di mana?

 

Cahaya semakin letih menguarkan nyala

Kelamnya terpuruk di organ kasat mata

Noktah itu

Konon namanya, kesadaran

 

Maka semesta kembali melayang keluar dari jiwa dan menyapa sang korona, sang pelapis matahari yang setia

 

Katanya, sudah tidak ada yang percaya pada perannya

Kembalikan saja mereka pada tanggung jawabnya

Di saat masih menggumam doa, kembalilah pada inti membangun bangsa

Sampaikanlah! Pinta udara pada cahaya

Namun cahaya masih mengeringkan air mata

Bagaimana bisa?

Mereka masih berlomba mengejar yang tak nyata

Mereka lupa, untuk apa dan bagaimana?

Membuat pijar diri sendiri,  apalagi mencahayakan Indonesia.

 

Tegaklah. Mandirikan kita.

Paling tidak

Kita ada

Continue Reading

Tax Light

SANG PENYEBAR

Aan Almaidah

Published

on

Foto: Ilustrasi

Perjalanan seorang hamba menjadi sang maha

Kerap tak terbayangkan berapa undakan dan betapa bahayanya

Sebagaimana mata kecil bayi yang baru terbuka, menilai dunia pada apa adanya

 

Kehidupan dimulai saat belajar tegak, limbung dan jatuh, tegak kembali… perputarannya bagai berputarnya roda ekonomi,

Tidak pernah bisa membusung dada walau sekali

Karena tak tahu undakannya di mana

 

Saat tegak menyangga, maka berjalanlah kita menjadi sang penyebar

Menebar ilmu, amal dan kebermanfaatan

Menyebar benih tuk menjadi awas dan waspada, menumbuhkan jiwa yang kerontang untuk bernaskan cita-cita

Ketika roda berputar ke bawah, maka tidak bisa diam dan menyalahkan

Saat ekonomi gamang, jangan semangat menjadi pudar dan terbenam

 

Saat ini, sang penyebar berjalan mencari mangsa

Saat kita dibelenggu ketakutan maka akan tersandera

Dia bisa bertopengkan ketakutan, kebohongan dan kelemahan

Dan bisa bertopengkan virus mahkota yang mendebarkan…

Memburu pertanyaan, bagaimana kehidupan setelah jatuh banyak korban?

Bagaimana setiap negara membentengi aman dengan yakinkan?

Sang penyebar, bisa berwajah beda

Dia bisa membuat kita tertahan, bahkan sekadar menunaikan kewajiban tuk selamatkan negara

Namun ketahuilah…

Sang penyebar akan pergi saat kita tak goyahkan janji

Mengusung generasi dan amanah negeri

Bagi mereka yang setia mengaminkan pajak sebagai bagian dari amal dan ibadah perjalanan

 

Teruslah tegak!

Karna dia kan menjelma jadi sang fenomena pandemi yang bijaksana

 

Mari ganti sang penyebar yang menakutkan,

Kita toh bisa mimikri jadi sang penyebar yang mencerahkan

 

Selamat datang sang penyebar kesadaran

Membentuk masa depan Indonesia dengan bertahan membayar pajak untuk satu kekuatan

Tegaklah tetap

Singkapkan gelap

Doakan badai berlalu sekejap

A3, 040220

Continue Reading

Breaking News

Breaking News6 hari ago

Manfaatkan Kemudahan, Pakai e-Filing

Meski baru mencoba menyampaikan pajak secara elektronik di tahun ini, Ana Christna Pinem tak menunggu akhir batas pelaporan agar tetap...

Breaking News1 minggu ago

GAAAC 2020 Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa

Universitas Gunadarma, Margonda, Depok kembali menyelenggarakan Gunadarma All About Accounting Competition (GAAAC) pada 3–4 Maret 2020. Ajang kompetisi tingkat nasional...

Breaking News2 minggu ago

Fokus ke Empat Bidang Sosial

Lembaga Penjamin Simpanan menjalankan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial dan makin dekat dengan masyarakat. Upaya menjaga keberlanjutan...

Breaking News2 minggu ago

IKPI Buka Kursus Ahli Kepabeanan

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Ruko Graha Mas Fatmawati guna meningkatkan kompetensi konsultan pajak...

Breaking News1 bulan ago

Resmikan TaxPrime Compliance Center untuk Layanan Profesional

Firma konsultan pajak TaxPrime meresmikan kantor baru untuk TaxPrime Compliance Center di Jalan Guru Mughni 106, Setiabudi, Jakarta Selatan. TaxPrime...

Breaking News1 bulan ago

Bayar Pajak, Beasiswa Banyak

Jakarta, Majalahpajak.net-Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus menyempurnakan kurikulum sadar pajak dan menginstruksikan pembentukan relawan pajak...

Breaking News2 bulan ago

Penyelundupan Gerogoti Wibawa Negara

Jakarta, MajalahPajak.net- Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan...

Breaking News2 bulan ago

Inovasi tak Sebatas Aplikasi

Jakarta, MajalahPajak.net-Tak sedikit Kantor Pelayanan Pajak (KPP) gugur dalam lomba Kantor Pelayanan Terbaik (KPT) tingkat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena hanya...

Breaking News2 bulan ago

Apresiasi untuk Guru Penutur Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada 10 pemenang lomba vlog bertajuk “Guru Bertutur Pajak (Gutupak)” di Kantor Pusat...

Breaking News2 bulan ago

Pengelola Dana Desa harus Melek Pajak

Jakarta, Majalahpajak.net Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia yang beranggotakan para pengajar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI) memberikan pendampingan bagi pengelola...

Trending