Connect with us

Entertainment

Dulu Enggak “Ngeh” Pajak

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Pesohor Elly Suhari atau lebih dikenal dengan Elly Sugigi pernah tersangkut masalah pajak. Sekitar tahun 2013, Elly pernah ditagih pajak puluhan juta rupiah oleh KPP Pratama Pulo Gadung, tempatnya terdaftar sebagai WP. Kejadian itu terjadi saat ia tengah menapaki karier sebagai koordinator penonton.

Saat itu, ia bisa mengantongi uang hingga Rp 3 miliar per bulan dari semua stasiun televisi yang menyewa jasanya. Uang itu ia gunakan untuk membayar penonton yang mencapai ribuan per harinya. Dari omzet itu, Elly hanya memotong Rp 5 ribu per penonton.

Baca Juga: Kami Bayar Pajak, Lindungi Hak Kami

“Mungkin lebih gede budget saya dibandingkan artis. Dan saat itu, saya enggak ngerti pajak, tapi dapat panggilan pajak dari (Kanwil DJP) Jakarta Timur. Saya enggak punya uang (sebanyak itu) untuk bayar pajak,” tutur Elly kepada Majalah Pajak usai acara Afternoon Tea Kanwil DJP Jakarta Timur di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (11/3).

Mendatangi kantor pajak, Elly mengutarakan ketidaktahuannya tentang aturan pajak dan memohon keringanan. Pemeran Bidah di film Nagabonar Reborn ini pun diminta segera memberikan bukti potong pajak agar tak dikenai sanksi puluhan juta rupiah.

Elly pun segera mengumpulkan bukti potong itu dari semua televisi yang memakai jasanya. Alhasil, jumlah tagihan pajak yang harus dibayarnya pun berkurang jauh.

Baca Juga: Repot Minta Bukti Potong

Perempuan kelahiran Jakarta ini bersyukur bahwa komunikasi dengan petugas pajak berlangsung baik hingga ia dapat membayar pajak sesuai peraturan. Elly mengimbau agar masyarakat terutama selebritas selalu membayar dan melaporkan pajak dengan benar, demi pembangunan negara.

“Artis juga harus taat pajak, enggak artis doang tapi semuanya. Karena, kan, pajak untuk pembangunan Kota Jakarta, daerah, dan supaya Indonesia jadi bagus, enggak kalah dengan negara lain.”

Entertainment

“Black Is King”, Legasi Beyoncé

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan sejumlah seniman menghasilkan karya kreatif, seperti yang dilakukan Beyoncé Giselle Knowles-Carter. Di pengujung Juli, bintang pop ini merilis album visual bertajuk Black Is King di Disney+. Proyek ini merupakan adaptasi sinematik dari The Lion King: The Gift, album pendamping Beyoncé yang diproduksi untuk pembuatan ulang film Disney pada tahun 2019, di mana ia menyuarakan tokoh Nala, dan menciptakan soundtrack-nya.

Album berisi 14 lagu yang dikerjakan selama setahun terakhir ini juga dirilis tak lama sejak terjadinya isu rasialisme yang terjadi beberapa waktu lalu di Amerika Serikat, dan garis keturunan kulit hitam yang seringkali mengalami perundungan di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Wabah Pendek Berdampak Panjang

“Saya tidak pernah bisa membayangkan bahwa setahun kemudian, semua kerja keras yang dilakukan dalam produksi ini akan melayani tujuan yang lebih besar. Banyak dari kita menginginkan perubahan. Saya percaya, ketika orang kulit hitam menceritakan kisahnya sendiri, kita dapat menggeser poros dunia dan menceritakan sejarah nyata dari kekayaan generasi dan kekayaan jiwa kita yang tidak diceritakan dalam buku-buku sejarah,” ungkap Beyoncé saat merilis trailer video klip di akun Instagram-nya, Senin (29/6).

Album ini merupakan bentuk perayaan mantan personel Destiny’s Child ini akan akar budaya orang kulit hitam, yang divisualisasikan melalui klip video berisi pemandangan mewah dan pelajaran sejarah yang disampaikan lewat fesyen, ketegaran perempuan, juga kecantikan.

“Dengan album visual ini, saya ingin menyajikan elemen sejarah kulit hitam dan tradisi Afrika, dengan sentuhan modern sekaligus pesan universal, dan apa arti sebenarnya untuk menemukan identitas diri Anda dan membangun legasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Dana Kesehatan Seniman Taat Pajak

Lanjut baca

Entertainment

Kenalkan Sastra lewat Siniar

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Menjadi seorang aktor sekaligus penyanyi bukan berarti harus menomorduakan pendidikan. Prinsip ini yang selalu dijalankan Iqbaal Ramadhan, aktor tampan yang pernah menempuh pendidikan sekolah menengah atas di United World College, Amerika selama dua tahun. Dari sana, sejak 2019 hingga sekarang, pemeran Dilan ini belajar di jurusan media komunikasi di Monash University, Melbourne Australia.

Di salah satu kesempatan, cowok kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini mengatakan pentingnya pendidikan sudah terpupuk sejak ia kecil sehingga Iqbaal termotivasi mengenyam pendidikan tinggi. Menurutnya, masih banyak anak muda yang salah paham tentang konsep pendidikan.

Tehnically betul, bukan pelajarannya yang akan kepake. Tapi koneksi, wawasan, cara berpikir, terbiasa on time, terbiasa dengan deadline, dapat menyampaikan pendapat, menyampaikan ide di depan umum, public speaking, didapat setidaknya basic-nya dari sekolah,” ujar Iqbaal.

Baca Juga: Dulu Enggak “Ngeh” Pajak

Siniar sastra

Saat terjadi pandemi Covid-19, Iqbaal masih berada di Australia. Ia pun mematuhi aturan pemerintah setempat dengan melakukan karantina mandiri dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. Ia juga berupaya mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan mencoba menyelaraskan kariernya yang sedang menanjak dan tetap berprestasi di bangku kuliah.

Iqbaal juga terlibat di sebuah program Siniar (podcast) Sandiwara Sastra besutan Titimangsa Foundation, KawanKawan Media, dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI. Iqbaal berperan sebagai burung perkutut di sandiwara yang mengadaptasi cerpen berjudul “Kemerdekaan” karya Putu Wijaya.

“Ini adalah kali pertamaku berperan bukan menjadi manusia which is super interesting, karena selain diadaptasi dari sebuah cerpen, tapi juga ada permainan karakter yang banyak banget. Jadi, bagaimana caranya bisa menyuarakan suara burung, tapi dengan bahasa yang tepat, dan pastinya dimengerti sama orang-orang,” ujar Iqbaal saat konferensi pers virtual, senin (6/7).

Baca Juga: Ramzi: Ikhlas Bayar Pajak

Iqbaal juga merasa perlu untuk ikut dalam pengalihan wahana sastra ini ke dalam bentuk siniar agar anak-anak remaja bisa mudah mengenal sastra.

“Aku rasa itu penting banget selain didengarkan, tapi juga bisa menginsipirasi anak-anak agar tidak cuma mendengar, nantinya bisa membaca atau bahkan menulis karya-karya sastra.”

Lanjut baca

Entertainment

Mensyukuri Keragaman Nusantara

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Memadukan instrumen musik tradisional dan modern, Vidi Aldiano, mengemas ulang dan menyanyikan lagu legendaris “Zamrud Khatulistiwa” karya Guruh Sukarno Putra. Mulai 31 Juli, aransemen baru yang dikerjakannya bersama disjoki Jevin Julian ini bisa dinikmati melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, Joox, dan YouTube.

“Aku bikin lagu ini bersama Jevin, beberapa kali workshop sama dia. Kami sebenarnya sudah familiar dengan lagu ini. Namun, merupakan sebuah tantangan untuk me-remake lagu ini dengan perpaduan suaraku tanpa menghilangkan esensi aslinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Tetap Kreatif, dengan Adaptasi dan Improvisasi

Musisi kelahiran Jakarta 30 tahun silam ini menyukai dan kerap mendengarkan lagu yang pernah dipopulerkan oleh mendiang Chrisye ini. Menurutnya, lagu bertema keragaman agama, suku, dan budaya Indonesia ini selalu menjadi lagu penutup yang indah pada setiap penyelenggaraan acara besar.

“Lagu ini merupakan sebuah rasa syukur untuk menghargai perbedaan, khususnya di negara kita. Itu menjadi source of power, bukan pemisah,” kata Vidi Aldiano melalui keterangan pers yang diterima Majalah Pajak, Kamis (30/7).

“Zamrud Khatulistiwa” yang dibawakan Vidi menjadi salah satu dari sepuluh lagu dalam album Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra yang dirilis PT Musica Studio’s.

Baca Juga: Lewat Seni Kepatuhan Tergali

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News18 jam lalu

Ini 5 Poin Usulan Indonesia untuk Kerja Sama Perkuatan Pariwisata di ASEAN

Jakarta, Majalah Pajak – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengusulkan lima komitmen kerja...

Breaking News2 hari lalu

Potong Rambut Gimbal, Rangkaian Dieng Culture Festival Ini Dihelat Secara Virtual

Dieng, Majalahpajak.net – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk menyaksikan wisata virtual dalam ajang...

Breaking News3 hari lalu

Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Akhir Desember 2020

Jakarta, Majalah Pajak – PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat hingga 31 Desember 2020 mendatang. Program Gadai...

Breaking News3 hari lalu

Merajut Komunikasi, Mendorong Sinergi

Komite Penanganan Covid-19 dan PEN diharapkan mampu mempercepat dan mengoptimalkan serapan anggaran stimulus pemerintah.   Pada 20 Juli lalu, Presiden...

Breaking News3 hari lalu

DPR Setujui RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2019 jadi Undang-Undang

Jakarta, Majalah Pajak – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan...

Breaking News4 hari lalu

Meningkatkan Kreativitas Menyampaikan Pesan untuk Wajib Pajak

Jakarta, Majalah Pajak – Pandemi Covid-19 membuat pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan di kantor, kini banyak dilakukan di rumah dengan memanfaatkan...

Breaking News4 hari lalu

Strategi Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Jakarta, Majalahpajak.net- Tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi Indonesia. Sempat ditargetkan mencapai angka di atas lima persen hingga awal...

Breaking News5 hari lalu

Peluang Investasi di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak perubahan besar di segala aspek kehidupan, terutama dalam hal dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Banyak negara...

Breaking News5 hari lalu

Membangkitkan Sektor Perumahan yang Lesu

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengucurkan pembiayaan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah atau KPR iB sebesar Rp...

Breaking News1 minggu lalu

Memanfaatkan Data dan Informasi untuk Membangun Desa

Sebagai unit terkecil pemerintahan, desa adalah sebuah mula dari peradaban. Tempat bertumbuhnya ragam budaya dan kearifan lokal Indonesia. Di sisi...

Populer