Connect with us

UMKM Corner

Dukung UMKM, “Majalah Pajak” Luncurkan Rubrik UMKM Corner—Menggali Inspirasi dari Pakarnya

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Kabar gembira buat TaxPeople. Mulai pekan ini, Rabu (19/8/2020),  Majalah Pajak meluncurkan rubrikasi terbaru yaitu “UMKM Corner”.  Rubrik ini diinisiasi untuk mendukung UMKM, khususnya yang  saat  ini  terdampak Covid-19. Seperti kita tahu, dari sekitar 67  juta  UMKM  di  Indonesia, ada 43,2  juta UMKM atau 72 persen yang terimbas Covid-19. Mulai dari omzet  turun,  terpaksa berhenti  usaha,  hingga kesulitan  mengakses  modal.

Pemerintah  melalui  Program  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (PEN),  memberikan  stimulus  dan insentif  perpajakan  sebesar  Rp  123,01  triliun bagi  dunia  usaha termasuk  UMKM. Di antaranya  Insentif PPh Final DTP UMKM sebesar Rp 2,4 triliun sampai bulan September—kemudian diperpanjang hingga Desember 2020.

Sayangnya,  UMKM yang sudah memanfaatkan program ini masih jauh dari target—baru sekitar 200 ribu UMKM. Masalah  itu  antara lain karena  UMKM belum memahami  mengenai  tata  cara  dan  pemanfaatan fasilitas yang diberikan pemerintah. Ada juga di antara mereka yang masih takut dengan “pajak” dan  lain  sebagainya. Padahal,  menaati  ketentuan  perpajakan  membuat UMKM menjadi lebih admintratif. Apalagi, salah  satu  syarat  dalam  pengajuan  permodalan  dari  perbankan  adalah bankablity.

Melalui rubrik “UMKM Corner” ini, Majalah Pajak ingin mengajak peran serta berbagai pihak di Indonesia untuk memberikan kontribusi, dalam bentuk apa pun, termasuk berbagi pengalaman untuk dapat memberikan solusi terhadap kendala bisnis dan kebijakan perpajakan yang dapat dimanfaatkan di situasi pandemi saat ini.

Rubrik UMKM Corner kali ini akan diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps. Henda Roshenda Noor mengawali karier sebagai Head of Finance di PT. Bukaka Teknik Utama di tahun 1990. Perempuan yang akrab disapa Henda ini adalah seorang akuntan lulusan UNPAD. Pada 1997, Henda menduduki posisi Tax and Accounting Manager di PT. National Utility Helicopter. Diikuti dengan posisi Chief Financial Officer PT. Shafira Corporation di tahun 2006. Setelah enam tahun berkarya bersama Shafco, pada 2012, Henda diminta PT. Adyawinsa untuk menjadi Internal Audit Director. Pada tahun yang sama, Henda memulai perannya sebagai Komisioner di PT. Bersama Zatta Jaya. Dua tahun kemudian Henda mengakhiri jabatannya di PT. Adyawinsa untuk fokus menguatkan perannya dalam membangun Elcorps. Dan mulai tahun ini, Henda mengemban amanah sebagai Komisaris Utama Elcorps.

Bersama Elcorps, TaxPeople bakal mendapatkan banyak inspirasi. Seperti kita tahu, Elcorps merupakan  perusahaan yang  saat  ini bergerak  di bidang fashion, consumer goods, dan travel yang memulai  usaha  pada  tahun  2011  di  level  UMKM. Dalam  kurun  waktu  9  tahun  perjalanan sudah   berkembang   pesat   sehingga   menyerap   banyak   tenaga   kerja   dan   perputaran   ekonomi   di masyarakat  dengan  sistem  sinergi  ekonomi  berjamaah  yang  salah  satunya  melibatkan  banyak  UMKM.

Elcorps selama ini juga menjadi  korporasi  inspirasi  di bidang  perpajakan dengan   penghargaan   yang   diberikan   oleh   KPP Pratama  Bandung   Bojonagara   sebagai   Perusahaan   Tertib Adiminstrasi dan Pembayar Pajak Terbesar Kategori Perusahaan pada tahun 2017.

 

Interaktif, dapat hadiah

Bagi TaxPeole yang mau memanfaatkan UMKM Corner ini, caranya sangat mudah. Rubrik ini didesain interaktif antara TaxPeople, Majalah Pajak dan narasumber. Konsepnya, TaxPeople cukup membuat pertanyaan seputar isu UMKM kepada narasumber melalui email Majalah Pajak. Kirim pertanyaan melalui surat elektronik: umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Pertanyaan akan dijawab oleh narasumber melalui Majalah Pajak pada rubrik UMKM Corner. Dan, lima pertanyaan terpilih akan mendapat suvenir menarik dari Majalah Pajak dan Elcorps!

Nah, TaxPeople, pastikan jangan terlewat ya! Program ini berlaku mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021. Para penanya beruntung tersebut akan diumumkan melalui Instagram (IG) Majalah Pajak (@majalahpajak) setiap dua minggu sekali. Untuk info lengkap tentang program ini, ikuti IG Majalah Pajak.

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih “UMKM Corner” Periode 20 Oktober – 11 November 2020

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 20 Oktober – 11 November 2020.

 

  1. Ana Setiyawati (Kota Malang. )

Pertanyaan:

Usaha makanan saya mulai berkembang dan saya ingin memasarkan via goofood atau grabfood. Namun, mereka mengambil 20 persen dari harga makanan, kalau saya menaikkan harga khusus buat mereka. Apakah pantas atau etikanya bagaimana ? (Harga akan beda dengan yang langsung beli di outlet).

Jawaban:

Dear, Mbak Ana

Betul pemasaran melalui ON akan diminta jasa 20 persen, biasanya yang saya tahu dalam penghitungan harga jual para penjual sudah memasukan unsur biaya itu, atau 50:50 , ini berlaku umum saja sih, lama lama konsumen akan teredukasi beli langsung dengan online akan berbeda harga.

 

  1. Yustika Wardhati (Kediri)

Perumahan mojoroto indah blok E no 21.

Pertanyaan:

Saya usaha fashion jahit sendiri, belum punya merek, bagaimana cara menentukan merek/brand yang mudah diingat orang. Demikian terima kasih.

Jawaban:

Dear, Mbak Yustika,

Selamat yaa sudah punya usaha sendiri, ini hebat. Semoga berkah dan sukses.

Merek biasanya yang unik enggak apa-apa, rada nyeleneh, asal dalam batas kepatutan di tatanan budaya kita.

 

3. Bella Novan (Bogor)

Pertanyaan:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga dalam keadaan sehat Ibu Henda. Terima kasih atas kesempatannya untuk bisa bertanya. Ibu, saya ingin bertanya terkait perbedaan usaha grosir dan distributor, apa yang membedakannya dan mohon juga jelaskan perbedaan plus minus nya dari usaha tersebut? Dan bagaimana sarannya agar kiat-kiatnya dari usaha tersebut berjalan lancar. Terima kasih atas kebaikannya menjawab pertanyaan ini.

Jawaban:

Wa’alaikum salam. Aamiin. Alhamdulillah, saya sehat, berharap Bella juga sehat. Grosir atau wholesale; biasanya diartikan  sebagai bentuk  penjualan barang atau merchandise kepada pengecer atau grosir (pedagang, atau konsumen akhir tetapi dalam jumlah yang besar atau banyak), biasanya  jika ke pengecer lagi dengan tujuan untuk dijual ke konsumen akhir.

Distributor biasanya diartikan sebagai perantara yang menyalurkan produk dari produsen /pabrikan/manufacture ke pengecer/ atau retailer. Jadi boleh dikatakan distributor adalah orang/ badan usaha yang menghubungkan atau menyalurkan antara produsen dengan pedagang grosir.

Menjadi distributor atau berjualan grosiran memang punya potensi keuntungan yang besar karena mendapat harga langsung dari produsen dan pastinya lebih rendah, tentu yang diharapkan akan keuntungan kolektif dan perputaran usaha yang harus cepat.

Kiatnya umum saja:

  1. Harus menentukan barang apa yang akan dijual, ini akan menentukan cara berjualan, tempat, modal, juga wilayah nya, misal kebutuhan harian masyarakat atau barang yang mempunyai daya tarik yang tinggi.
  2. Mencari produsen yang tepat ini juga tidak mudah, biasanya mereka sudah punya wilayah masing masing , dengan memilih produsen yg bagus kita akan terjamin dari mutu harga, kontinuitas produksi, ketepatan delivery dan sebagainya.
  3. Pengetahuan akan harga pasar barang yg kita jual, meningkatkan kepuasan pelanggan misalnya, dengan diskon yg menarik dan varian produk.
  4. Jangan lupa grosir membutuhkan perputaran usaha yang cepat, inventarisir secara teratur stock, juga disiplin menggunakan uang untuk perputaran usaha, melakukan pembukuan sederhana. Saat ini banyak program Accounting pajak sederhana, melakukan pencatatan agar ada historis usaha yang penting manakala dibutuhkan.

 

  1. Risky Novalia (Purwokerto Utara)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Majalah Pajak dan Ibu Henda.

Nama saya Rizky, tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah. Orangtua saya memiliki usaha kuliner kebab yang mulai disukai orang-orang di wilayah sini dan berpikir untuk membuka cabang di tempat lain. Yang ingin saya tanyakan, seberapa penting kami perlu mendaftarkan merek dagang ke Ditjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual)? Dan kapan waktu yang tepat saya bisa mendaftarkan merek? Berhubung usaha kami belum semaju yang lain, tapi saya miris dengan yang terjadi belakangan ini terkait perebutan hak merek dagang. Mohon pencerahannya untuk kami pelaku usaha mikro ya, Bu. Atas perhatian dan jawabannya, kami sampaikan terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikum salam.

Mbak Rizki selamat ya sudah punya usaha sendiri.

Jika saya sarankan tetap penting mengurus suratsurat yg terkait dengan aturan di negara kita, dan mendaftarkan merek,  ini akan sangat menolong manakala ada perselisihan dan juga untuk track record usaha. Membuka cabang ditempat lain memang salah satu cara untuk meluaskan pasar, rencana akan membuka usaha yang di manajeman sendiri atau pihak lain? Ini akan berbeda memulainya.

Jika dikelola sendiri, makan fikirkan—survei tempat yang akan di pakai, trend , pola distribusi stock, mana yg bisa dibeli ditempat mana yg hrs dipasok dari kantor pusat, penentuan team yang akan handle,upah di tempat, dan lain-lain. Jika akan dikerjasamakan (seperti wara laba), tentu harus perkuat dahulu branding produknya. Agar punya nilai tambah, saran saya pelajari (tidak bisa di sini karena panjang) seluk beluk yang harus disiapkan sebelum launch bisnisnya.

 

  1. Wahyu kurniawan @Wahyukrnwn (Banten)

085920713398

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Selamat pagi. Saya mau bertanya terkait dengan persyaratan bantuan UMKM diperlukan surat dari lembaga pengusul itu seperti apa ya? lalu apakah diperlukan laporan penggunaan dana bantuan tersebut?

 

Jawaban:

Surat yang dikeluarkan oleh lembaga pengusul dibutuhkan sebagai bukti kepemilikan usaha mikro dari calon penerima manfaat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Untuk contoh surat bisa dilihat dan diunduh di laman www.depkop.go.id.
Anda bisa mendatangi lembaga-lembaga
pengusul resmi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk meminta surat ini. Di antaranya:

– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di provinsi dan kabupaten/kota
– Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum

– Kementerian atau Lembaga

– Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar di OJK.

Lanjut baca

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih UMKM Corner Priode 14 Oktober-28 Oktober 2020

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

UMKM Corner Priode 14 Oktober-28 Oktober

Jakarta, Majalahpajak.net – Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 14 Oktober-28 Oktober 2020.

  1. Yudayanti F.(Yogyakarta)

Pertanyaan:

Saya ibu Yudayanti, karyawati yang sedang mencoba usaha frozen food di Yogya. Saya memerlukan pegawai untuk membantu usaha saya. Yang mau saya tanyakan, bagaimana sistem pembayaran/pengupahan mereka nantinya. Apakah per jumlah produksi yang mereka buat atau dengan pembayaran per minggu atau per bulan (namun kalau setara dengan UMK Yogya saya belum sanggup). Bagaimana menurut Ibu? Mohon sarannya.

Jawaban:

Mbak Yudayanti, saya ucapkan selamat terlebih dahulu karena sudah memulai usaha, ini keren. Sebetulnya mau pembayaran by jumlah produksi atau per minggu, per bulan, coba disimulasikan ke dalam laporan profit and loss-nya. Semua biaya gaji jangan lebih dari satu digit, persentasenya maksimal 9 persen di seluruh biaya. Pemilihan mingguan atau per produksi pembayarannya, tergantung jenis usahanya. Jika pemasarannya belum ada kepastian, sebaiknya per produksi, tetapi jika sudah masa production sebaiknya dipikirkan untuk memberikan kepastian memberi imbalan yang pasti (bulanan). Kedua metode itu masing-masing perhitungan pajaknya jangan lupa, ya.

  1. Agus Riyanto (Yogyakarta)

Pertanyaan:

Ingin menanyakan, saya sudah mendaftar NIB (Nomor Induk Berusaha) tetapi gagal dengan alasan NIK (Nomor Induk Kependudukan) saya tidak terdaftar di Dukcapil. sebagai informasi saya melakukan pindah KK (Kartu Keluarga) per April 2020. Terus bagaimana cara mengurus NIB secara offline ? Terimakasih.

Jawaban:

Dear Pak Agus, memperbaiki data e-KTP masih mungkin dilakukan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 64 ayat (8), bahwa dalam hal terjadi perubahan elemen data, rusak, atau hilang, penduduk pemilik KTP elektronik (e-KTP) wajib melaporkan kepada instansi pelaksana untuk dilakukan perubahan atau penggantian.

Pak Agus silakan melapor pada instansi pelaksana melalui camat atau lurah/kepala desa. Mintalah arahan apakah harus mengurus sendiri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) atau bisa diuruskan oleh kelurahan. Sebelum mengurus dan memperbaiki data e-KTP, sebaiknya siapkan dokumen-dokumen pendukung. Seperti e-KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, surat nikah (bila ada), dan sebagainya. Demikian semoga membantu.

  1. Safira Husna Fadhila (Bekasi)

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, saya baru lulus Arsitek dari Universitas Bina Nusantara, berencana mendirikan konsultan desain bersama teman-teman. Pertanyaan saya, apakah penyertaan modal harus dengan jumlah nominal yang sama atau salah satu lebih besar sehingga menentukan dia sebagai lead-nya mengingat kalau sama semua kedudukan kami bertiga jadi (merasa) sama? Terima kasih.

Jawaban:

Dear, Safira. Pengalaman saya, jangan disamaratakan karena akan sulit pengambilan keputusan, harus ada yang mayoritas agar efektif.

  1. Muhammad Daffa Irfani (DKI Jakarta)

Pertanyaan:

Saya mau tanya, saya sudah bisnis kuliner (kripik bayam) namun saya lihat banyak teman-teman yang berbisnis kekinian yang lagi booming seperti minuman kopi-kopian, dimsun, bakso Aci, dan lain-lain. Sepertinya hasilnya langsung keliatan. Apakah bisnis lebih menguntungkan yang ikut tren atau yang sesuai passion dan keunikan?

Jawaban:

Paling happy kalau kita berusaha sesuai passion, tetapi tidak selama bisnis harus passion, atau unik, yang penting bagaimana penjualannya? Jadi apa yang kita hasilkan harus ada pasarnya terlepas itu passion kita atau bukan. Cash di bisnis itu adalah nafasnya.

  1. Yudha

Pertanyaan:

Dear Bpk/ibu yang saya hormati. Perkenalkan nama saya Yudha, begini banyak orang – orang yang ter-PHK dan perusahaan juga collapse di masa Pandemi COVID seperti ini. Sejatinya pemerintah sudah menyiapkan alternatif lain bagi orang-orang yang terkena dampak ini tetapi di lapangan mungkin bapak atau ibu tahu bagaimana real-nya tidak merata dan tidak tepat sasaran, dan juga pemerintah menyiapkan program UMKM tetapi di lapangan juga tidak berjalan. Banyak masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkannya dan berapa nominal yang didapat, saya bukan tokoh masyarakat tetapi saya di lapangan banyak mendengar perkara ini. Saya mohon agar sosialisasi lebih di gencarkan lagi ke rt/rw dan gerakan melalui posyandu atau survei jadi tetap sasaran. Bagaimana tanggapan Bu Henda? Terima kasih.

Jawaban:

Pak Yudha yang baik, bisa dilihat di sosmed (sosial media), biasanya melalui RT/RW lingkungan setempat. Program bantuan UMKM Rp 2,4 juta tetapi melalui koperasi dan harus sudah menjadi anggota koperasi. Beberapa UMKM yang menjadi anggota koperasi di tempat saya mendapatkan bantuan itu.

Lanjut baca

UMKM Corner

Lima Penanya Terpilih “UMKM Corner” Periode 30 September -14 Oktober 2020

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Sesuai dengan pengumuman Majalah Pajak pada Rabu (19/8/2020), untuk mendukung UMKM, Majalah Pajak meluncurkan rubrik “UMKM Corner”. Melalui rubrik ini, pembaca dapat bertanya seputar UMKM kepada narasumber melalui email. Rubrik UMKM Corner kali ini diampu langsung oleh Henda Roshenda Noor, Komisaris Utama Elcorps.

Bagi Taxpeople yang belum terpilih saat ini,  silakan kirimkan lagi pertaanyaan kalian melalui email umkmcorner.majalahpajak@gmail.com. Jangan lupa sertakan data diri, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat lengkap, nama akun instagram.

Lima orang penanya terpilih akan mendapatkan apresiasi setiap minggunya. Jangan lupa ikuti instagram Majalah Pajak @majalahpajak untuk mendapatkan informasi terbaru.

Berikut ini adalah lima penanya terpilih yang dijawab langsung oleh oleh Henda Roshenda Noor, Periode 30 September 14 Oktober 2020

 

  1. Rima Aruna (@meddyna26) – Bekasi Selatan

Pertanyaan:

Dear Majalah Pajak dan Ibu Henda. Saat ini, kan, lagi nge-hits tuh aplikasi TikTok. Nah, untuk pelaku UMKM efektif enggak untuk berjualan dengan aplikasi TikTok? 

Jawaban:

Dear Mbak Rima,

Saya senyum bacanya, itu produk kreatif. Nah bagaimana kita memanfaatkannya dengan tidak melanggar ini itu dari yg kontra, nyatanya saya lihat beberapa produk di-launch dengan aplikasi TikTok. Intinya bagaimana menancapkan produk kita supaya mudah diingat konsumen dan calon konsumen, harus unik kreatif mendidik, jangan lupa juga jujur dengan mutunya. Selamat Tik Tok-an, share ke saya ya, nanti saya like.

  1. Astrid AnindyaCijantung, Jakarta Timur

Pertanyaan:

Nama saya Astrid Anindya, saya mempunyai produk berupa minuman. Berdiri sudah hampir 3 tahun lebih. Sudah banyak yang menanyakan franchise produk saya, tetapi saya masih belum mengerti perjanjian apa yang harus saya siapkan. Sedangkan, modal saya juga pas-pasan. Sedangkan saya juga ingin produk minuman saya maju. Yang ingin saya tanya, bagaimana cara untuk menentukan jenis franchise yang sesuai dengan produk saya, agar dikemudian hari tidak ada yang dirugikan satu sama lain.

Jawaban:

Hallo Astri

Sebelum dijual apalagi di-franchisekan, dilengkapi dulu izin-izinya, apalagi itu minuman, jika sudah atau bisa paralel pikirkan cara memasarkannya. Jika ingin franchise, maka harus dipelajari benar-benar pasal-pasalnya, juga terkait dengan legal formal juga perpajakan-nya, mengantisipasi jika ada perselisihan dikemudian hari.

Mungkin coba dulu berupa jaringan, semacam distributor atau keagenan, itu lebih simple, jual putus artinya produk tidak bisa diretur kecuali dengan syarat tertentu. Ini penting agar resiko usang dan kedaluwarsa tidak di kita.

Antisipasi dengan produk tiruan, oleh karenanya segera patenkan, ini penting. Banyak yang tutup karena digugat padahal kita produk pertamanya. Franchise itu membutuhkan tools dan management yg lumayan, karena harus siap dengan team management, terutama FAST(finance),  MD(Merchandiser), dan marketing. Setiap saat, kontinuitas pasokan, diversifikasi produk harus sama tiap toko, mau toko consignee atau condignor, konsumen tidak akan tahu karenaambiance nya harus persis sama, panjang ya, boleh DM(Direct Message) deh kalau kurang jelas.

  1. Rere (Reva) Jakarta

Pertanyaan:

Yth. Majalah Pajak. Seperti kita ketahui bersama bahwa pandemi Korona membuat masyarakat tak terkecuali kami pelaku usaha UMKM masuk dalam masa sulit. Penurunan angka penjualan, terhambatnya distribusi, dan kesulitan bahan baku adalah masalah besar yang sedang kami hadapi. Apa kiat atau langkah dan strategi yang kami lakukan agar kami bisa lolos dari segala persoalan ini?

Jawaban:

Betul, bisnis secara umum sedang mengalami penurunan. Jika usaha rumahan tidak mempunyai diferensiasi, maka akan ditinggal konsumen. Coba Ibu buka usaha di bidang lainnya misalnya, di bidang jasa, bisa sebagai penghubung atau kita sebagai pelakunya. Itu tanpa modal. Kalaupun ada, sedikit.

Saat ini masyarakat sedang gandrung dengan makanan sehat, coba pakai diferensiasi itu—makanan sehat halal dan baik, terjangkau, dan dengan melakukan gimmick melalui bahasa marketing yang Ibu bisa baca di sosial media agar menarik orang untuk membeli. Jangan lupa jaga kualitas tetap konsisten bahkan lebih baikkarena berusaha kan untuk jangka panjang.

Untuk Lebih jelasnya silakan klik dan baca link di sini.

  1. Elisa Ostagfira (@ostagfira)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Majalah Pajak dan narasumber. Saya minta tips dan sarannya, dong, gimana cara menjual barang di toko pakaian saya yang stoknya menumpuk, modelnya pun sudah ga up to date. Dan tidak mungkin saya stok lagi baju model terkini dengan modal yang minim. Sedangkan, pembeli, kan, pengennya baju yang up to date. Waktu saya juga terbatas, karena saya urus anak dan usaha kecil-kecilan saya yang lain. Untuk memulai bazar di saat pandemi ini pun enggak bisa. Mohon tips dan triknya, ya. Wassalam.

Jawaban:

Wassalamu’alaikum

Wah, ini memang masalah bersama dan klasik di-fashion, ya. karena kalau sudah ketinggalan model bukan rada lagi tapi sulit memasarkannya. Beberapa yang pernah dicoba sih, dibuat mix dan match satu dengan yang lain, lalu unggah di sosial media dengan menarik, tonjolkan keunggulannya, dan jangan lupa akses untuk mendapatkannya, dijual dengan bundling—dijual dalam satu batch. Jadi, bukan ke konsumen retail tapi ke agen dan pedagang dan terakhirdengan diskon yang menarik,

Kalau kendala waktu anak dan ada fokus usaha lain, tinggal memilih prioritasnya,Mbak.

  1. Aryanto (Banjarnegara)

Pertanyaan:

Selamat siang sayaAry dari Jawa Tengah. Mau bertanya, bagaimanakah solusi untuk pelaku usaha mikro aksesoris dimasa pandemi ini? Karena, dalam kondisi seperti ini masyarakat cenderung memilih untuk membeli bahan pokok dibanding lainya, sehingga untuk usaha seperti aksesoris jarang sekali peminatnya yang menimbulkan pendapatan turun drastis, bahkan tidak terjual sama sekali. Terimakasih.

Jawaban:

Pandemi ini, ternyata bukan “hanya” masalah dagangan kita. Tapi dagangan seluruh dunia terdampak. Coba produknya unggah di sosial media—tawarkan keunggulan dan harga yang bersaing, juga tawarkan diskon menarik untuk yang mau beli banyak. Bisa juga tawarkan pedagang yang butuh padanan aksesoris. Semoga tetep semangat, yaaaa.

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News3 hari lalu

Mandat diperluas, SMF Sokong Pemulihan Ekonomi Nasional Lebih Optimal

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)...

Breaking News5 hari lalu

Memontum Membangun Teknologi Informasi untuk Indonesia Maju

Jakarta, Majalahpajak.net – Di tengah upaya menghadapi dampak Covid-19, Pemerintah melalui APBN 2021 serius mendukung perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi...

Breaking News7 hari lalu

Saatnya UMKM “Move On” dari Pandemi

Pemerintah berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan memberikan insentif di beberapa sektor usaha termasuk bagi pelaku Usaha mikro, kecil, dan...

Breaking News1 minggu lalu

IKPI Beri Masukan DJP Soal Aturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2020 Tentang...

Breaking News1 minggu lalu

Perda DKI Disahkan, Tidak Menggunakan Masker Didenda Rp 250 Ribu

Jakarta, Majalahpajak.net – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan Peraturan Daerah ( Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19....

Breaking News2 minggu lalu

Merajut Kepedulian, Membangun Kesejahteraan Sosial

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Sosial bersama Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) terus mendorong partisipasi aktif dunia usaha dalam penyelenggaraan tanggung jawab...

Breaking News2 minggu lalu

Lagi, DJP Tunjuk 10 Badan Usaha Sebagai Pemungut PPN PSME

Jakarta, Majalahpajak.net –Direktorat Jenderal Pajak telah menunjuk sepuluh perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang...

Breaking News2 minggu lalu

Tokopedia Dapat Suntikan Dana dari Google dan Temasek

Jakarta, Majalahpajak.net – Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari Google dan Temasek. Kedua perusahaan multinasional itu resmi menjadi salah satu pemegang...

Breaking News2 minggu lalu

Relawan Minta Tokoh Masyarakat Beri Teladan Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerap kali...

Analysis2 minggu lalu

Pandemi, IHSG Bearsih, dan Strategi Berinvestasi

Penurunan index harga saham gabungan sudah dua kali mengalami penurunan selama 2020 akibat pandemi Covid-19. Penurunan pertama terjadi pada awal...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved