Connect with us

Business

Diversifikasi Pembiayaan untuk UMKM

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Foto: Ilustrasi

Perusahaan teknologi finansial PT Investree Rhadika Jaya (Investree) melakukan diversifikasi produk pembiayaan dan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis di Asia Tenggara.

Pada semester kedua tahun 2019, perusahaan marketplace lending Investree gencar mengembangkan produk pembiayaan untuk membidik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengungkapkan, Investree terus mengembangkan inovasi jasa pembiayaan produktif yang beragam agar semakin banyak pelaku UMKM yang dapat memanfaatkan layanannya.

Hingga saat ini sudah ada sekitar empat ribu pinjaman yang didanai sejak perusahaannya berdiri pada 2016 dengan nilai pinjaman mencapai Rp 2,8 triliun. Ia mengatakan, diversifikasi produk barunya yaitu working capital term loan (WCTL) dan buyer financing lebih ditujukan untuk membantu pebisnis UMKM.

WCTL merupakan pinjaman modal kerja dengan memperhitungkan aspek keunikan model bisnis pengaju pembiayaan, misalnya memiliki rekanan pembayaran digital dan/atau kontrak kerja yang sedang berjalan. Sedangkan buyer financing menawarkan pinjaman modal kerja untuk usaha yang berkolaborasi dengan pemasok atau perusahaan retail besar dalam hal pembelian stok barang. Hadirnya dua layanan baru ini memperkuat bisnis Investree dalam bidang pembiayaan modal kerja yang bersifat supply chain.

Rambah Asia Tenggara

Layanan yang juga sedang gencar dikembangkan adalah pembiayaan syariah sebagai bagian dari lini bisnis perusahaan selain konvensional.

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal layanan Investree Syariah sehingga manfaatnya bisa dirasakan, membuka akses pembiayaan sesuai prinsip Islam bagi segmen pasar yang lebih inklusif terutama UMKM,” papar Adrian ketika menjadi salah satu pembicara di Islamic Financial Services Board Summit di Jakarta Convention Center, Senayan, November 2019 lalu.

Melalui Investree Syariah, perusahaannya turut mendukung pengembangan industri syariah di Indonesia dan regional agar mencapai pembangunan berkelanjutan di era ekonomi digital.

Saat ini Investree adalah satu-satunya marketplace lending platform yang mengantongi Surat Rekomendasi Penunjukan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk layanan Investree Syariah. Investree juga menjadi salah satu Mitra Distribusi Penjualan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang secara rutin memasarkan produk Surat Berharga Syariah Negara yaitu Sukuk Tabungan sejak tahun 2018.

Dalam meningkatkan jumlah pengguna pinjaman, perusahaan memperluas kolaborasi dengan institusi finansial, payment gateway, perusahaan logistik, dan perusahaan e-commerce. Selain di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, tahun ini Investree telah melebarkan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara, yakni di Thailand dan Vietnam.

Perusahaan berencana membidik Filipina sebagai negara ketiga untuk ekspansi bisnis di tahun depan. Adrian menuturkan, perluasan bisnis ke beberapa negara di Asia Tenggara secara berkesinambungan ini menunjukkan adanya tantangan yang sama yang dialami para pelaku UKM, yakni sulitnya mengakses pembiayaan konvensional melalui layanan perbankan.

“Masih banyak pelaku usaha kecil yang belum tersentuh oleh perbankan. Ini peluang bagi kami untuk menggarapnya,” jelasnya. Perusahaan telah bertemu dengan calon mitra lokal di Filipina yang akan membantu operasionalnya. Calon mitra lokal tersebut juga sudah melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Novita Hifni

Breaking News

Siasati Pandemi, Qasir dan Grab Sediakan Layanan bagi Usahawan Mikro

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Qasir, perusahaan rintisan (startup) yang bergerak sebagai penyedia platform point of sales (POS), menjalin kerja sama dengan Grab melalui layanan Grabfood miliknya. Kerja sama ini memungkinkan usahawan Qasir, khususnya yang bergerak di industri makanan dan minuman (F&B) untuk bisa menikmati keuntungan automasi pencatatan transaksinya langsung ke sistem POS di aplikasi Qasir.

Qasir adalah sistem point of sale yang memiliki banyak fungsi dalam memenuhi kebutuhan usaha. Mulai dari semua yang berhubungan dengan proses transaksi dan pencatatan, pengelolaan produk, pengelolaan outlet dan pegawai, jingga monitoring laporan usaha.

CEO Qasir, Michael Williem mengatakan, fitur kerja sama Qasir dan Grab ini dapat digunakan oleh merchant Qasir dengan biaya berlangganan terjangkau.

“Untuk mendukung usahawan secara optimal di tengah pandemi, kami telah menyediakan layanan paket kerja sama usaha dengan GrabFood, di mana usahawan dapat langsung menyimpan data transaksi GrabFood-nya di sistem POS Qasir,” kata  Michael.

Merchant F&B menurut Michael telah merepresentasikan sekitar 50 persen dari merchant base Qasir. “Menjalin kemitraan dengan Grab yang memiliki jaringan luas akan membantu mitra usaha kami untuk menyasar basis pelanggan yang lebih besar. Hal ini juga menambah peluang kami untuk melakukan akuisisi merchant F&B,” Michael menambahkan.

Menurut pria yang akrab disapa Mike ini, kemitraan dengan Grab dilatarbelakangi atas komitmen perusahaan untuk terus mendampingi usahawan terutama di masa-masa sulit akibat pandemi. Karenanya, fitur yang ditawarkan pun tetap mengusung prinsip tepat guna dan terjangkau.

Jumlah pelaku usaha UMKM di dalam negeri yang sudah memanfaatkan platform online untuk mengembangkan bisnisnya masih perlu peningkatan signifikan. Saat ini hanya 13 persen UMKM yang sudah bertransformasi ke pemasaran digitalUntuk itu, Qasir terus berupaya membantu para usahawan UMKM, salah satunya lewat integrasi platform POS miliknya dengan layanan GrabFood.

“Sejak pandemi, platform digital yang tadinya hanya dinilai sebagai alat bantu alternatif untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari berubah menjadi suatu kebutuhan penting. Mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital pun seolah dipaksa keadaan untuk menggunakan teknologi jika ingin bertahan. Ini juga terjadi pada UMKM kita. Di mana penjualan on-line berbasis digital terbukti menyelamatkan mereka yang tidak bisa lagi berjualan secara off-line,” ungkap Michael.

Peningkatan angka korban pandemi serta pembatasan mobilisasi sosial di berbagai daerah, nyatanya turut memberikan dampak bagi ekonomi UMKM, termasuk para usahawan Qasir. Sebagai langkah konkret untuk membantu pemulihan bisnis usahawannya selama masa pandemi COVID-19, Qasir menawarkan layanan Website Usaha yang ditujukan bagi pengguna untuk memasarkan produk-produknya lewat website dengan biaya langganan kurang dari Rp 200.000 per tahunnya. Pengguna hanya perlu memasukkan data usaha, sedangkan katalog produk sudah tersinkronisasi secara otomatis melalui aplikasi Qasir. Dengan begitu pelanggan bisa langsung memesan produk melalui Website Usaha yang telah terintegrasi dengan aplikasi Qasir. Pelanggan juga dapat memilih jasa pengiriman dan durasi pengiriman layaknya berbelanja di toko on-line pada umumnya.

“Salah satu manfaat yang paling dirasakan oleh merchant ialah mereka dapat lebih mudah untuk mempromosikan produknya secara online dan membuat multi-channel transactions sehingga dapat merasakan pengalaman jualan online yang mulus dan akhirnya berdampak pada kenaikan penjualan merchant itu sendiri,” tambah Mike.

Wujud Empati

Salah satu bentuk kepedulian sosial yang baru saja diinisiasi Qasir adalah kampanye #JagaUMKM. Kampanye ini merupakan besutan segenap karyawan Qasir sebagai bentuk kepedulian kepada usahawan mikro yang terdampak pandemi,  yang tidak sedikit di antaranya mengalami kesulitan mengenalkan produknya ke masyarakat.

Saat ini terdapat lebih dari 2.500 merchant atau usahawan yang telah terdaftar di website www.jagaumkm.com. Sebesar 52 persen merupakan usahawan makanan dan minuman (F&B), 9 persen usaha minimarket/toko kelontong, dan 39 persen usaha lainnya (butik, toko elektronik, kesehatan). Persebaran area merchant yang paling banyak berasal dari DKI Jakarta, Banten, Bekasi, Depok, dan Surabaya.

Seiring realisasi tatanan kehidupan baru berlangsung, momen ini telah mendorong pertumbuhan transaksi digital, penggunaan internet, dan serta kegiatan bisnis yang beralih menjadi serba online. Hal ini mau tidak mau menuntut semua pelaku usaha untuk bertransformasi. Apalagi masyarakat juga sudah mulai beralih ke online untuk meminimalisasi kontak fisik.

“Kedua inisiatif di atas kami pandang strategis untuk mewadahi ikhtiar orang-orang yang mungkin kehilangan pekerjaan, lalu putar haluan jadi usahawan, ataupun usahawan yang tengah  berjuang melawan ancaman gulung tikar. Hal ini kami harap bisa meringankan beban mereka dan bersama-sama pulih dari situasi sulit,“ ungkap Michael.

Michael juga menyadari sebagian besar usahawan mikro Qasir memiliki keterbatasan literasi produk digital sehingga Qasir tidak hanya menawarkan layanan kepada mitranya melainkan juga edukasi dan sosialisasi. ”Sebisa mungkin kami dekat dengan merchant dan tanggap atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Kami memiliki tim Customer Success Manager yang selalu siap mendampingi usahawan yang baru bergabung dengan Qasir. Qasir juga menyediakan banyak ruang edukasi dan konsultasi bagi merchant, seperti kolom Tanya-Jawab (FAQ), tutorial via Youtube, pertemuan online/offline EduQasir, sampai pembuatan beberapa grup pengguna di platform WhatsApp dan Telegram. Pembuatan grup WA usahawan ini misalnya, ternyata sangat diminati, sampai-sampai dibentuk lagi Komunitas Usahawan Qasir yang organik atas inisiatif merchant sendiri,”  tutup Michael.

Sebagai aplikasi yang fokus membangun ekosistem ramah bagi usahawan dari berbagai skala, Qasir tetap mempertahankan fitur-fitur gratis meski menghadirkan juga fitur-fitur berbayar. Namun berbeda dengan aplikasi point-of-sale lainnya, fitur berbayar Qasir dijual secara satuan dengan harga yang sangat terjangkau. Qasir menyebut konsep ini dengan pay-as-you-grow. Di antara fitur premium tersebut adalah fitur “Kelola Diskon” dan “Tiket Pesanan” yang dibanderol dengan harga hanya Rp 15.000 (sekali bayar untuk pemakaian selamanya). Ada pula fitur untuk kebutuhan lain yang lebih kompleks dan canggih seperti “Website Usaha” dan fitur “Absensi” dengan konsep subscription / berlangganan.

Model bisnis freemium atau pay-as-you-grow ini telah dirancang dengan cermat dengan tujuan agar pengguna bisa memilih sendiri fitur yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tipe dan fase usahanya pada saat itu. Selain itu, ini adalah bentuk komitmen Qasir untuk menjadi “super tools” dan menjadi pembeda dari platform POS lainnyaDengan kata lain, konsep ini berguna bagi para usahawan yang baru memulai bisnisnya namun ingin segera mendapat value dari produk Qasir secara instan tanpa komitmen panjang apalagi biaya yang mahal.

Lanjut baca

Breaking News

Rekening Digital Kebobolan Gara-gara ‘Call-center’ Gadungan

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Kasus pembobolan rekening bank berbasis aplikasi digital kembali terjadi. Akhir pekan lalu, kasus pembobolan rekening digital dialami oleh salah satu nasabah PT Bank BTPN Tbk. yang menggunakan akun rekening Jenius. Isu pembobolan rekening itu bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kasus ini dikisahkan oleh Adiyat Hanif Kautsar lewat akun twitter miliknya, @adihanif92, pada Jumat (18/9/2020). Adiyat mengisahkan, kejadian pembobolan dialami oleh temannya yang bernama Anggita Wahyuningtyas dengan jumlah dana yang cukup besar yakni di atas Rp 50 juta.

Adiyat menyebutkan, pembobolan rekening ini sudah diadukan kepada pihak BTPN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta polisi. Namun, penipu masih belum dapat diciduk.

Pembobolan berawal dari adanya panggilan telepon dari pihak penipu yang seolah-olah bertindak sebagai call-center Jenius pada 7 September 2020. Penelepon yang mengaku petugas call-center menginformasikan adanya pembaruan sistem dan ada penggantian kartu ATM dan meminta data diri nasabah. Celakanya, korban yang percaya langsung memberitahukan data diri.

Hanya dalam hitungan menit, si pelaku sudah menyedot uang milik korban. Setelah dilaporkan ke pihak bank dan dilacak ternyata uang ditransfer ke pemilik rekening sama-sama Jenius atas nama Lutfi Putri Mardiana. Saat dihubungi petugas, Lutfi Putri Mardiana yang tinggal di Lampung mengaku rekeningnya sedang di-hack oleh orang tidak dikenal. Pada hari yang sama, uang hasil curian dari akun rekening Jenius milik Anggita sudah dipindahkan ke dua rekening lain.

Dari kisah ini bisa disimpulkan bahwa terjadinya pembobolan pada Anggita adalah keteledoran pemilik rekening. Sebab, petugas bank tidak akan menelepon untuk menanyakan data diri nasabah kecuali pihak nasabah yang menelepon bank, misalnya untuk pengaduan. Lakukan langkah berikut agar akun digital kita tidak mudah diretas:

Rutin Memperbaharui Data

Meski terkesan sepele, pembaharuan data sangat penting. Tujuannya, agar pihak bank mudah mendeteksi jika ditemukan transaksi menggunakan data lama oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pembaharuan data bisa dilakukan melalui aplikasi maupun datang langsung ke kantor cabang bank terdekat.

Nasabah wajib memperbaharui data secara berkala terutama jika terjadi perubahan data. Misalnya ketika data lama sudah tidak terpakai, seperti data alamat rumah, kantor, email, nomor telepon, dan sebagainya. Lakukan pemutakhiran data nasabah dengan datang ke bank atau melakukan update nomor di aplikasi yang terhubung dan menggunakan OTP (One Time Password) via sms.

Lindungi Data Pribadi

Nasabah harus melindungi data-data pribadi dengan cara tidak memberitahukan data tersebut kepada sembarang orang. Apalagi, jika data-data itu berkaitan dengan validasi transaksi perbankan, misalnya tanggal lahir, nama ibu kandung, dan alamat sesuai KTP. Selain itu, berhati-hatilah menggunakan media sosial untuk berbagi informasi, terutama informasi pribadi. Sebab, tidak ada batasan penerima jika sebuah informasi sudah menyebar di internet.

Ubah PIN secara berkala

Hal yang tak kalah pentingnya agar rekening tidak bobol adalah mengganti nomor PIN secara berkala. Hindari pemakaian PIN dengan kombinasi nomor tanggal lahir, sebaiknya menggunakan PIN atau kata sandi dengan tingkat kerumitan tinggi. PIN dengan kerumitan tinggi misalnya, kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan karakter. Selain itu, hindari kombinasi PIN untuk transaksi perbankan yang mudah ditebak seperti urutan angka 1234.

Jaga data Smartphone

Saat mengganti smartphone, sebaiknya menghapus aplikasi m-banking pada perangkat lama. Termasuk, menghapus riwayat SMS dan email yang mencantumkan kode OTP maupun validasi transaksi lainnya. Pastikan semua data pribadi dalam perangkat kalian sudah terhapus. ketika smartphone hilang, langsung lakukan tindakan pencegahan dengan blokir rekening atau ganti kata sandi.

Pisahkan dana di rekening berbeda

Nasabah sebisa mungkin tidak menempatkan uangnya dalam satu rekening. Terlebih jika nasabah selalu membawa kartu ATM rekening mereka di dalam dompet, maupun menginstal m-banking dari smartphone. Usahakan memiliki sejumlah rekening di bank dengan tujuan penggunaan dana berbeda. Misalnya, satu rekening uang penghasilan lalu rekening lain untuk dana darurat. Sengan demikian, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka nasabah masih memiliki cadangan dana.

Lanjut baca

Business

Pendanaan Industri Kreatif Melejit Saat Krisis

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Selama pandemi, permintaan pembiayaan proyek pada subsektor industri kreatif melalui Likuid Projects melonjak 300 persen. Tak semuanya disetujui.

 

Beberapa sektor usaha justru mengalami peningkatan ketika wabah virus korona merebak dan masyarakat harus membatasi kegiatan di luar rumah. Salah satu bisnis yang melejit di masa krisis saat ini adalah platform pendanaan digital Likuid Projects.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer PT Likuid Jaya Inovasi Kenneth Tali mengungkapkan, permintaan pembiayaan proyek selama masa pandemi naik hingga 300 persen. Permintaan itu datang dari berbagai sektor usaha yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa pembatasan sosial, seperti komunitas gim dan film independen.

“Memang tidak semua permintaan dari proyek itu dapat didanai oleh Likuid, karena harus dilakukan kajian lebih lanjut oleh tim due diligence tentang potensi bisnis yang akan dibiayai,” papar Kenneth dalam acara diskusi secara virtual bersama wartawan, Selasa (30/6).

Baca Juga: Ajak Pengembang Lokal, Kemenparekraf Bikin Kampanye Cegah COVID-19 Lewat Gim Kreatif

Likuid mendanai proyek berentang waktu 3 hingga 5 tahun. Perusahaan inovasi keuangan digital dari klaster fintech project financing yang baru diluncurkan pada Februari 2020 ini sudah membiayai dua proyek, yakni di bidang teknologi dan gim.

Pembiayaan di sektor teknologi telah diberikan pada April lalu untuk proyek Solusi Teknologi PLN melalui PT Tesla Daya Elektrika sebagai mitranya sebesar Rp 1,25 miliar dengan total investor yang mendanai sebanyak 14. Adapun sektor kreatif yang mendapat pendanaan Likuid (bersama 41 investor) adalah proyek Social Card Game untuk platform HAGO milik PT Langit Impian.

Sejak awal berdiri, Likuid memfokuskan pembiayaan digital pada enam subsektor industri kreatif di lingkup entertainment yang meliputi film dan event, food and beverage, teknologi, fitness and health, beauty, dan esport. Proyek lain yang menjadi target selanjutnya adalah pendanaan proyek pembuatan film Indonesia.

“Awal 2020 kami mau bantu pendanaan sampai Rp 40 miliar untuk enam subsektor, tapi sekarang sudah tidak fokus pada berapa besar dana.”

“Untuk proyek terakhir kami targetkan pendanaan Rp 780 juta dan masih berjalan sampai sekarang. Jumlah kolaborator atau pendana kami di tiap proyek sekitar 30 orang,” jelas Kenneth.

Revisi target

Kenneth mengungkapkan berbagai tantangan mengemuka selama masa pandemi virus korona. Ia harus berupaya keras meningkatkan kepercayaan para investor yang di masa krisis ini lebih berhati-hati dalam menempatkan dana investasi.

“Kami baru menawarkan instrumen keuangan berbasis kerja sama operasional,” ungkapnya.

Salah satu upaya meningkatkan kepercayaan investor kepada Likuid Projects adalah dengan mengelola media sosial yang berisi konten edukasi. Secara berkala ia juga membuat newsletter informasi dan edukasi kepada investor.

Berbagai perkembangan dan dampak yang terjadi di masa pandemi membuat perusahaan teknologi pembiayaan ini harus merevisi target bisnis. Kenneth mengutarakan, revisi target harus dilakukan setelah melihat kondisi yang terjadi lapangan selama pandemi yang berlangsung sejak Maret.

“Pasti ada revisi target karena kami melihat kondisi lapangan. Di awal 2020 ini kami mau bantu pendanaan sampai Rp 40 miliar untuk enam subsektor, tapi sekarang sudah tidak fokus pada berapa besar dana. Kami batasi hanya minimal dua proyek per subsektor,” ujar Kenneth.

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Pembiayaan Campuran

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News11 jam lalu

Siasati Pandemi, Qasir dan Grab Sediakan Layanan bagi Usahawan Mikro

Jakarta, Majalahpajak.net – Qasir, perusahaan rintisan (startup) yang bergerak sebagai penyedia platform point of sales (POS), menjalin kerja sama dengan Grab melalui layanan Grabfood miliknya....

Breaking News1 hari lalu

Rekening Digital Kebobolan Gara-gara ‘Call-center’ Gadungan

Jakarta, Majalahpajak.net – Kasus pembobolan rekening bank berbasis aplikasi digital kembali terjadi. Akhir pekan lalu, kasus pembobolan rekening digital dialami...

Breaking News2 hari lalu

Kemendikbud Beri Bantuan Kuota Internet untuk Pendidikan, Ini Cara Mendapatkannya

Jakarta, Majalah Pajak – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kuota data internet bagi peserta didik dan  pendidik. Agar penggunaan...

Breaking News4 hari lalu

Ini 5 Poin Usulan Indonesia untuk Kerja Sama Perkuatan Pariwisata di ASEAN

Jakarta, Majalah Pajak – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengusulkan lima komitmen kerja...

Breaking News5 hari lalu

Potong Rambut Gimbal, Rangkaian Dieng Culture Festival Ini Dihelat Secara Virtual

Dieng, Majalahpajak.net – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk menyaksikan wisata virtual dalam ajang...

Breaking News6 hari lalu

Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Akhir Desember 2020

Jakarta, Majalah Pajak – PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat hingga 31 Desember 2020 mendatang. Program Gadai...

Breaking News6 hari lalu

Merajut Komunikasi, Mendorong Sinergi

Komite Penanganan Covid-19 dan PEN diharapkan mampu mempercepat dan mengoptimalkan serapan anggaran stimulus pemerintah.   Pada 20 Juli lalu, Presiden...

Breaking News7 hari lalu

DPR Setujui RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2019 jadi Undang-Undang

Jakarta, Majalah Pajak – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan...

Breaking News1 minggu lalu

Meningkatkan Kreativitas Menyampaikan Pesan untuk Wajib Pajak

Jakarta, Majalah Pajak – Pandemi Covid-19 membuat pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan di kantor, kini banyak dilakukan di rumah dengan memanfaatkan...

Breaking News1 minggu lalu

Strategi Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Jakarta, Majalahpajak.net- Tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi Indonesia. Sempat ditargetkan mencapai angka di atas lima persen hingga awal...

Populer