Connect with us

Breaking News

Di Musim Sulit, Nilai Ekspor Hasil Tani Jabar Justru Melejit

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Di tengah kondisi ekonomi yang tersungkur karena dampak wabah Covid-19, nilai ekspor sektor pertanian Jawa Barat justru meningkat. Merujuk data Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung, nilai ekspor hasil pertanian yang difasilitasi dari awal tahun 2020 mencapai Rp 3 triliun.

Menurut Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Bandung Iyus Hidayat, nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan periode Januari-Juni tahun lalu yang hanya sekitar Rp 2,5 triliun.

“Di tengah kondisi terbatas ini, tren ekspor komoditas unggulan masih meningkat. Harapannya, dalam kondisi new normal, prospeknya semakin cerah,” tutur Iyus seperti dikutip Kompas.id, Selasa (9/6/2020),

Menurut Iyus, komoditas dominan yang difasilitasi oleh Karantina Pertanian Kelas I Bandung bervariasi di setiap daerah. Untuk kawasan Jabar bagian utara, seperti Majalengka, Kuningan, dan Cirebon, komoditas buah-buahan menjadi unggulan. Sementara itu, di kawasan Bandung Raya, komoditas yang masuk karantina sebelum diekspor adalah sayuran dan teh. Daerah-daerah Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran didominasi hasil pangan seperti padi dan buah-buahan.

Salah satu peningkatan yang terdata adalah teh. Sistem Karantina Otomatis Indonesia (Indonesia Quarantine Full Automation System) mencatat, selama Januari-Mei 2020, sebanyak 1.200 ton teh Jabar diekspor dengan nilai ekonomis mencapai Rp 49,5 miliar. Jumlah ini meningkat 61,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama dengan jumlah ekspor sebesar 737,8 ton.

Adapun tujuan utama ekspor yang tercatat adalah Uni Emirat Arab, Pakistan, China, Malaysia, dan Rusia.

Iyus memastikan, agar ekspor pertanian dari Jabar tetap berjalan lancar, pihaknya tetap membuka pelayanan, tetapi menerapkan protokol kesehatan. Kesesuaian informasi dan dokumen dari komoditas ekspor dipastikan sehingga masuk ke dalam persyaratan teknis dan protokol impor dari setiap negara tujuan.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Cak Lontong: Saya Pelawak yang Tidak Lucu

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Cak Lontong, dalam webinar Anatomi Lelucon dan Para Lakon/Foto: IHIK3

Komedian kondang Tanah Air membeberkan resep suksesnya menjadi pelawak di webinar dan peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto M. Sudarmo

Jakarta, Majalahpajak.net – “Salam Lemper!” Setiap mendengar jargon khas itu, rasanya kebanyakan dari masyarakat Indonesia ingin segera menghentikan aktivitasnya sejenak supaya bisa menyimak kata demi kata dari sang pemilik jargon dengan seksama – lalu mentertawakannya.

Ya, siapa tak kenal Cak Lontong? Ia pelawak multiformat sekaligus multiplatform. Di panggung stand-up comedy, aksinya begitu dinantikan. Saat muncul di grup lawak? Dia juga jago. Mau tampil di TV atau di acara off-air pun sama-sama mudah baginya untuk mengocok perut penonton.

Tak ayal, tersiar kabar bahwa Cak Lontong adalah pelawak termahal di Indonesia saat ini. Namun di webinar “Anatomi Lelucon dan Para Lakon” sekaligus peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto M. Sudarmo, yang diadakan oleh Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) Sabtu, 24 Oktober 2020, ia menampiknya.

Darminto M. Sudarmo, dalam sesi bedah buku singkat Anatomi Lelucon di Indonesia/Foto: IHIK3

“Itu salah itu. Enggak se-Indonesia, ah. Se-Asia Tenggara!” kelakarnya.

Terlepas dari kebenaran rumor itu sendiri, di baliknya ada satu kebenaran yang hampir tak terbantahkan: Cak Lontong sudah layak untuk dijadikan tolok ukur kesuksesan profesi pelawak di negeri ini.

Yang membuat webinar kesembilan IHIK3 ini makin istimewa, Cak Lontong mau membagikan resep suksesnya menjadi pelawak.

Pertama-tama, ternyata Cak Lontong menjaga kualitas dirinya sebagai entertainer dengan sistem manajemen yang rapi dan mendetail.

Di depan para pemirsa webinar, ia mengisahkan satu kebiasaannya dari dulu, yakni selalu mencatat isi kopernya saat bepergian. Semua isi dalam koper yang ia bawa itu ia rinci dan catat satu per satu di buku kecil. Tujuannya agar ketika nanti ia akan pulang dan berkemas, semua barang yang dibawanya tidak ada yang tertinggal.

Kebiasaan seperti ini menurutnya adalah cara yang bagus untuk melatih manajemen diri. Pada akhirnya, kedisiplinan ini membentuknya menjadi individu sekaligus entertainer yang berkualitas.

Kedua, komedian bernama asli Lies Hartono ini sangat serius dalam melakukan persiapan sebelum tampil. Ia meriset betul acara apa yang akan ia hadiri, siapa yang mengundangnya, budaya perusahaannya seperti apa, dan lain-lain. Cak Lontong mengaku telah melakukan hal ini sejak awal merintis karir menjadi pelawak.

Tangkapan layar beberapa peserta Anatomi Lelucon dan Para Lakon/Foto: IHIK3

Manajemen yang apik dan kemampuan meriset ini adalah bekal penting pelawak yang akan sangat bermanfaat ketika bertemu dengan suatu kesempatan untuk melejitkan karir. Akan tetapi, bukan berarti setelah si pelawak bertemu dengan momentumnya tugasnya telah usai. Justru, ia harus terus mempertahankan bekal yang dimilikinya tadi agar tidak ditinggalkan oleh industri.

Nah untuk mengantisipasi itu, Cak Lontong punya resep yang agak nyeleneh: ia selalu memosisikan dirinya sebagai pelawak yang tidak lucu.

“Saya ketika masih susah, sampai sekarang orang mungkin menganggap saya sudah sukses, saya tetap tidak lucu.”

Menurutnya, ketika seorang pelawak sudah menganggap dirinya sukses karena lucu, maka kerja keras dan etos kerjanya bisa jadi akan berkurang dibandingkan ketika awal merintis karir.

Di saat seorang pelawak sudah mulai puas dengan standar kelucuannya sendiri, maka usahanya untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi berkurang. Inilah yang ditakutkan oleh Cak Lontong terjadi di dirinya. Maka dari itu, ia memilih untuk menganggap dirinya sendiri bukan pelawak yang lucu.

“Bukan hanya pelawak, semua profesi itu musuhnya rasa puas,” tandasnya.

Sebagai pemikir dan pengamat humor, Darminto M. Sudarmo setuju dengan apa yang disampaikan oleh Cak Lontong tersebut.

“Prinsip-prinsip dan ideologi Cak Lontong ini khas dari manusia modern. Tidak semua pelawak mau mengakui dirinya tidak lucu. Saya harap para pelawak saat ini maupun yang ingin menjadi pelawak, mau terus belajar dan mengembangkan diri,” kata co-founder IHIK3, penulis lebih dari 10 buku humor, sekaligus kartunis di berbagai media massa tersebut.

“Ibarat kita kuliah, seharusnya tidak ada kata lulus. Harusnya orang itu tidak diberi gelar, biar mau terus belajar sampai mati. Baru nanti diberi gelar kalau sudah almarhum,” gurau Darminto sebelum mulai membedah bukunya secara singkat.

Tak mau kalah dengan Cak Lontong, Darminto juga membeberkan jurus-jurus dalam membuat lelucon yang dikutip dari bukunya, Anatomi Lelucon di Indonesia. “Ahli bedah humor” ini menjelaskan, setidaknya ada 25 teknik untuk membuat lelucon, di antaranya parodi, slapstick, satire, sinisme, dan olah logika – seperti yang sering diperagakan pula oleh Cak Lontong.

Di samping itu, Darminto juga mencatatkan bahwa ada satu jurus khas untuk membuat lelucon yang berasal dari Indonesia – terutama dalam wacana humor-humor dari budaya Jawa – yakni parikena.

Parikena sendiri adalah humor yang berisi ledekan, tapi dengan nada atau tone yang sopan. Umumnya, parikena diungkapkan oleh orang-orang yang tertindas ke penindasnya. Contohnya, seorang pelayan yang sudah sangat sebal dengan perlakuan tuannya yang semena-mena tiba-tiba bilang, “Permisi tuan, boleh saya injak leher tuan?”

“Parikena diakui oleh teman saya – kartunis asal Jerman yang sekarang jadi warga negara Australia – sebagai satu-satunya jurus humor yang belum pernah ia dengar. Parikena ini bagaikan sebuah paradoks di kultur Barat,” jelas Darminto.

Acara virtual yang diadakan pada Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 14.00-16.00 WIB dan didukung oleh Majalah Pajak ini dihadiri oleh beragam kalangan, dari akademisi, karyawan, ASN, hingga kartunis dan pelaku humor. Beberapa di antara audiens juga langsung memesan buku Anatomi Lelucon di Indonesia yang kini sedang berada di tahap pre-order sampai 27 November 2020 mendatang.

Video rekaman webinar tersebut dapat disimak kembali lewat link berikut: bit.ly/ihik3-anatomiyoutube. Adapun pemesanan buku Anatomi Lelucon di Indonesia sendiri bisa dilakukan dengan menghubungi pihak IHIK3 di nomor berikut: 0815-7491-4554 (Nia).

“Acaranya sangat menarik, kehadiran Cak Lontong sangat menghibur. Saya dapat banyak hal baru dalam humor,” begitu testimonial dari I Wayan Nuriarta (35, dosen ISI Denpasar sekaligus kartunis asal Bali) pascaacara.

Sementara Suryadi (45, karyawan), bilang, “Sudah lama banget ingin tahu Pak Darminto. Baru kali ini bisa lihat langsung dan mendengar pikiran-pikirannya.”

Lanjut baca

Breaking News

Lokakarya Virtual Memahami Implementasi e-Faktur 3.0

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Sejak awal tahun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan serangkaian uji coba Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 terhadap sejumlah Perusahaan Kena Pajak (PKP) yang dipilih DJP. Aplikasi pembaruan e-Faktur 2.2 ini diimplementasikan secara nasional mulai 1 Oktober 2020 kepada seluruh wajib pajak yang menjadi PKP. Setidaknya, saat ini ada sekitar 678.886 PKP yang wajib membuat e-Faktur dan harus menggunakan aplikasi ini.

Pada setiap pembaruan teknis suatu aplikasi, sejatinya DJP berupaya memberikan fitur baru agar semakin memudahkan pengguna. Namun, pengguna perlu melakukan persiapan sehingga dapat mengenal dan lebih optimal dalam penggunaan fitur-fitur tersebut.

Untuk membantu Wajib Pajak (WP) memahami aplikasi berbasis web ini, Komunitas PajakMania mengadakan acara Kopi Udara dengan topik “Tips Update e-Faktur Versi 3.0”, pada Sabtu siang (24/10).

Kepada Majalah Pajak, Board of Komunitas PajakMania sekaligus pembicara Andika Hardianto mengatakan, implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 merupakan topik yang sering diperbincangan di kalangan praktisi perpajakan—khususnya anggota komunitas. Untuk itu, PajakMania memberikan kesempatan kepada praktisi perpajakan, mahasiswa, dan masyarakat untuk mendiskusikan seluk beluk e-Faktur 3.0 melalui acara ini.

Pada lokakarya virtual yang diikuti lebih dari 40 peserta ini pembahasan dan diskusi dilakukan dengan intens dan mendalam untuk melihat problematika dan solusi dalam penggunaan aplikasi e-Faktur 3.0. Selain lokakarya, di usianya yang ke-10 ini PajakMania juga meluncurkan situs web www.pajakmania.com untuk memberikan kemudahan informasi perkembangan perpajakan di Indonesia.

Situs web ini memiliki dua fitur utama yaitu video pembelajaran materi perpajakan dan web live chat. Dalam dua fitur itu, para calon praktisi pajak dapat belajar secara mandiri dan fleksibel dengan menyimak materi melalui video. Di platform ini masyarakat juga bisa berkomunikasi langsung dengan Tax Expert Komunitas PajakMania melalui fitur web live chat.

Andika menyampaikan, acara ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh Komunitas PajakMania. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 20 kali komunitas ini pernah mengadakan acara Kopi Darat dan Kelas PajakMania. Tidak hanya di Jakarta, acara ini juga diadakan di beberapa kota lain seperti Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Selain mendapatkan wawasan tentang isu perpajakan terkini, peserta acara juga akan diundang ke dalam grup Whatsapp. Sehingga, peserta dapat terus mendapatkan informasi dan melakukan diskusi dengan lebih mudah.—Ruruh Handayani

Lanjut baca

Breaking News

ISEF Dorong Agar Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net –  Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan ajang tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ISEF yang telah memasuki tahun ketujuh ini sebagai upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional guna turut mendorong pemulihan ekonomi nasional. ISEF bertujuan mendorong pengembangan ekosistem halal value chain, di mana fesyen muslim merupakan salah satu sektor prioritas di dalamnya.

ISEF Sektor Fesyen diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) dengan tujuan untuk membantu pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di bidang fesyen agar dapat “naik kelas” dengan “go global”.

Sebagai rangkaian kegiatannya, ISEF Sektor Fesyen mendukung 10 fashion designer yang berkolaborasi dengan 4 brand aksesori untuk menampilkan koleksi modest wear dalam ajang Virtual Fashion Show MERCEDES-BENZ FASHION WEEK RUSSIA pada tanggal 23 Oktober 2020 yang ditayangkan secara virtual melalui lebih dari 100 platform digital, antara lain YouTube ISEF Indonesia.

10 fashion designer dan 4 brand aksesori yang berkesempatan untuk tampil dalam pekan mode internasional ini merupakan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA Indonesia). IKRA Indonesia yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Yayasan Vivi Zubedi Indonesia merupakan suatu platform yang mempertemukan para pelaku usaha syariah, salah satunya sektor fesyen halal untuk membangun suatu ekosistem yang berkelanjutan bagi pengembangan produk usaha syariah secara holistik di Indonesia.

“Indonesia ditargetkan sebagai pusat industri halal global, melalui produk fesyen muslim Indonesia yang merupakan komoditi potensial untuk pasar internasional. Keikutsertaan pelaku usaha fesyen muslim anggota IKRA Indonesia dalam fashion week ini merupakan kesempatan untuk bersaing di kancah internasional dan menembus pasar global. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia merupakan tantangan besar bagi kita. Namun, dengan niat yang lurus dan sinergi dengan seluruh stakeholder, insyaAllah bersama-sama kita dapat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, khususnya sektor fesyen muslim,” papar M. Anwar Bashori, Kepala Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Fashion designer dan brand aksesori anggota IKRA Indonesia yang akan menghadirkan koleksi Spring Summer 2021 dalam Virtual Fashion Show Mercedes-Benz Fashion Week Russia ini adalah Vivi Zubedi, Wignyo x Rorokenes, Agung Bali Collection x Bahalap, Adhy Alie, Roemah Kebaya Vielga, Thiffa Qaisty, IR & IR, Ina Priyono, Defika Hanum x PALA Nusantara dan Shoes by UJ Yuna, dan Anggia x Beadstown.

Koleksi modest wear yang akan ditampilkan mengusung konsep sustainable fashion, yaitu penggunaan bahan baku dan SDM lokal untuk menggerakkan perekonomian lokal dan mengacu pada inspirasi tren global dan kepedulian akan lingkungan hidup dan sosial. Koleksi tersebut mengaplikasikan pula Trend Forecasting 2021/2022 dengan tema “The New Beginning” tentang perubahan pola hidup menghadapi era baru.

“Panggung pekan mode internasional yang diselenggarakan secara virtual ini merupakan kesempatan berharga di masa pandemi. Desainer fesyen dan aksesoris pelaku UMKM di Indonesia dapat menampilkan dan memperkenalkan karyanya di skala global, khususnya pasar Eropa. Kesempatan ini membuka peluang bagi para UMKM di Indonesia untuk merambah pasar ekspor. Diharapkan produk modest wear Indonesia benar-benar dapat diterima di pasar Eropa,” tutur Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber.

Dengan berpartisipasi dalam pekan mode kelas internasional ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha fesyen yang memiliki komitmen serta semangat untuk meningkatkan penetrasi produk unggulan usaha syariah sehingga mampu menembus dan bersaing di pasar global.***

 

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News23 jam lalu

Cak Lontong: Saya Pelawak yang Tidak Lucu

Komedian kondang Tanah Air membeberkan resep suksesnya menjadi pelawak di webinar dan peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto...

Breaking News1 hari lalu

Lokakarya Virtual Memahami Implementasi e-Faktur 3.0

Jakarta, Majalahpajak.net – Sejak awal tahun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan serangkaian uji coba Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 terhadap sejumlah...

Breaking News2 hari lalu

ISEF Dorong Agar Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Jakarta, Majalahpajak.net –  Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan...

Breaking News4 hari lalu

Mitra Tepercaya Membangun Kepatuhan Sukarela

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) merayakan ulang tahun ke-5 secara virtual pada Rabu (21/10). Mengusung tema “AKP2I Sebagai Mitra...

Breaking News4 hari lalu

Fesyen Muslim Indonesia Rambah Eropa

Jakarta, MajalahPajak.net – Sepuluh desainer yang merupakan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia mengikuti ajang internasional Virtual Fashion Show Mercedes Benz...

Breaking News5 hari lalu

Drama Heroik Perjuangan Para Calon Pilot Muda

Jakarta, Majalahpajak.net – Film KADET 1947 garapan rumah produksi Temata kembali syuting sejak pertengahan September lalu di wilayah Yogyakarta. Film...

Breaking News5 hari lalu

ISEF 2020, Bangkitkan Spirit Positif dan Optimisme Pelaku Usaha Syariah

Jakarta, Majalahpajak.net – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan kegiatan tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ISEF...

Breaking News5 hari lalu

Hendra Gunawan Menjabat Direktur Utama UOB Indonesia

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menunjuk Hendra Gunawan sebagai Direktur Utama UOB Indonesia menggantikan Kevin Lam...

Breaking News1 minggu lalu

Ekonomi Kuartal ke-4 Membaik, Pemerintah Tetap Fokus Menjaga Pertumbuhan

Kasus pandemi COVID-19 di dunia masih mengalami eskalasi dan memicu ketidakpastian. Di Indonesia, kasus COVID-19 di beberapa daerah terkendali. Namun,...

Breaking News1 minggu lalu

Dukung Kemajuan Pasar Modal Indonesia, DJP Terima Penghargaan

Jakarta, Majalahpajak.net – Peran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap kemajuan pasar modal Indonesia mendapat penghargaan dan apresiasi dari para regulator...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved