Connect with us

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Di Garis Depan Transisi Dekarbonisasi

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Pertamina Power Indonesia mengawal transisi energi bersih sebagai bisnis masa depan, mendukung pencapaian target nol emisi dan ketahanan energi.

 

MAJALAHPAJAK.NET – Pada Agustus 2021, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai subholding Pertamina Power and New Renewable Energy (Pertamina NRE) didirikan untuk menjalankan amanah mengawal transisi energi. PPI merupakan salah satu anak usaha Pertamina termuda yang berawal dari sebuah project company di tahun 2016 dengan proyek utama Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1.

Ketika Pertamina mengawali proses restrukturisasi pada 2020, PPI mendapat amanah untuk menjadi subholding PNRE yang fokus pada bisnis energi bersih sebagai masa depan bisnis Pertamina.

Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro mengatakan, pembentukan holding dan subholding di tubuh Pertamina bertujuan agar Pertamina lebih adaptif terhadap lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Langkah ini seiring dengan aspirasi Kementerian BUMN selaku pemegang saham agar Pertamina menjadi pemimpin transisi energi di Indonesia melalui dekarbonisasi atau emisi nol persen.

Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen di tahun 2030. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021–2030, pemerintah menargetkan pencapaian energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. Adapun dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan 2019–2038, pemerintah menargetkan bauran energi sebesar 28 persen di tahun 2038 dan 31 persen pada 2050.

Baca Juga: Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Untuk mendukung pemenuhan komitmen pemerintah dalam energi hijau, Pertamina menargetkan 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnisnya pada 2030. Untuk itu Pertamina menetapkan target kapasitas energi bersih sebesar 10 GW pada 2026 melalui Pertamina NRE yang meliputi 5 GW pembangkit gas, 4 GW energi terbarukan (termasuk panas bumi), dan 1 GW energi baru (seperti green hydrogen, electric vehicle, dan nature climate solution).

Dannif menjelaskan, mayoritas portofolio hijau tersebut berada dalam pengelolaan Pertamina NRE. Pencapaian target akan dilakukan Pertamina NRE melalui kolaborasi dengan internal Pertamina Group maupun perusahaan lainnya yang memiliki visi selaras. Pengembangan panas bumi, misalnya, dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy. Pengembangan gas to power dilakukan PT Jawa Satu Power dan PT Jawa Satu Regas. Sedangkan untuk pemenuhan target EV Ecosystem, Pertamina NRE bersama holding perusahaan tambang pemerintah MIND ID, PT Aneka Tambang, dan PT PLN berkolaborasi dalam Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan ini fokus pada industri baterai dari hulu ke hilir untuk mendorong transisi sektor transportasi dari BBM fosil ke kendaraan listrik.

Pada Juni 2022, Pertamina NRE bersama Perum Perhutani mengembangkan proyek Natural-Based Solution (NBS) untuk percepatan pencapaian Nationally Determined Contribution Indonesia tahun 2030 dan visi Net Zero Emission di lingkungan Kementerian BUMN. Proyek yang menerapkan skema reduced emission from deforestation and forest degradation (REDD) ini bertujuan untuk mengintensifkan kegiatan pelestarian hutan agar dapat menekan emisi GRK dari sektor kehutanan yang juga berdampak positif bagi penyerapan emisi karbon dan keanekaragaman hayati.

Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury dalam penandatanganan kesepakatan Pertamina NRE dengan Perhutani mengatakan, kerja sama ini merupakan inisiatif strategis Kementerian BUMN untuk mendukung dekarbonisasi. Ia menerangkan, Indonesia, dengan hutannya yang luas dan keanekaragaman hayatinya, adalah paru-paru dunia yang diharapkan keseriusannya dalam menurunkan emisi hingga 29 persen pada  tahun 2030 mendatang.

Maka, terang Dannif, low carbon solutions menjadi salah satu fokus bisnis perusahaannya, dan nature based solutions menjadi salah satu proyek utama untuk mendukung aspirasi net zero emission Pertamina pada tahun 2060. Selain itu, Pertamina juga aktif menyukseskan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 terutama yang terkait dengan isu transisi energi berkelanjutan.

Baca Juga: Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Kinerja bisnis

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2021, PPI mencatatkan kinerja positif dengan membukukan pendapatan, laba bersih dan EBITDA terkonsolidasi masing-masing sebesar 370.984 ribu dollar AS, 81.635 ribu dollar AS, dan 277.390 ribu dollar AS.

Pertamina NRE meraih kinerja operasi yang positif di tahun 2021 dengan pencapaian produksi listrik 4.686 GWh atau 104 persen terhadap RKAP yang berasal dari area kerja geothermal Kamojang, Lumut Balai, dan pembangkit tenaga listrik biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

Adapun pencapaian proyek Pertamina NRE sepanjang 2021, antara lain menandatangani head of agreement (HoA) dengan subholding Pertamina lainnya untuk transisi energi di internal Pertamina, dan merealisasikan commercial operation date (COD) pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MWp dan PLTS RU Cilacap dengan kapasitas 1,34 MWp.

Pertamina NRE melakukan dua pilot project di sektor geothermal, yaitu pengembangan green hydrogen di area Ulubelu serta binary pilot plant di Area Lahendong. Proyek green hydrogen di Ulubelu ditargetkan berproduksi hingga 100 kilogram per hari, sedangkan binary plant berpotensi mencapai kapasitas 200 MWp dari area-area geothermal lainnya. Pertamina NRE menambah pemasangan PLTS atap di 77 SPBU, sehingga total PLTS atap hingga akhir 2021 berjumlah 129 SPBU dengan total kapasitas mencapai 0,69 MWp. Pemasang PLTS di internal Pertamina juga dilakukan dengan total kapasitas 0,45 MWp. Total PLTS yang telah terpasang hingga akhir tahun 2021 mencapai 10,48 MWp.

Selain itu Pertamina NRE telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah mitra strategis, antara lain dengan JAPEX dan LEMIGAS untuk proyek carbon capture utilization and storage (CCUS), dengan Pupuk Indonesia untuk pengembangan hydrogen untuk blue dan green ammonia, dengan ACWA Power untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), juga dengan Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan.

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Tak Berhenti di Kualitas Tinggi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Riva Fazry

Tokocrypto memacu penyempurnaan produk digitalnya di tanah air sembari mendukung lahirnya ekosistem yang fair” bagi investor maupun regulator.

 

MAJALAHPAJAK.NET – Tokocyrpto, yang didirikan pada tahun 2017, menjadi salah satu platform dengan nilai transaksi aset kripto tertinggi untuk periode Januari–Mei 2022, yaitu Rp 95 triliun. Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan, kesuksesan itu berkat terjaganya kualitas produk investasi di Tokocrypto.

“Token yang dijual dan listing di Tokocrypto itu adalah token-token yang berkualitas—punya level yang sangat tinggi,” ungkapnya kepada Majalah Pajak, Kamis (04/08).

Pria yang akrab disapa Manda itu menyampaikan, Tokocrypto akan terus mengembangkan dan menyempurnakan produk digitalnya sehingga memiliki standar produk secara internasional atau global, baik exchange-nya, NFT marketplace, TokoMall, dan utility lainnya. Dengan begitu ekosistem dari hulu ke hilir akan terbentuk.

“Kami juga mengembangkan TokoVerse yang bisa menciptakan ekosistem blockchain yang lebih luas lagi,” tambahnya.

Baca Juga: Cintaku Jatuh ke Aset Kripto

Tantangan

Namun, peningkatan ekonomi digital khususnya di bidang aset kripto, masih membentur sejumlah tantangan, terutama terkait edukasi dan literasi. Untuk menjawab hal itu, Tokocrypto rajin membuat konten konstruktif di samping kerap mengadakan kegiatan dan kelas off-line yang dikemas menarik agar dapat berinteraksi langsung dengan investor.

Tantangan kedua adalah regulasi. Manda berharap semua pihak dapat duduk bersama untuk merumuskan regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor di Indonesia.

“Harapannya, sih, Tokocrypto dapat menjadi knowledge partner. Kita juga tidak ingin selalu hanya menjadi orang yang diawasi saja. Ada kalanya kita ingin menjadi partner mereka, untuk kemudian kita bisa saling bertukar informasi dan kolaborasi,” kata Manda.

Tantangan berikutnya adalah minimnya infrastruktur dan talenta yang bergerak di bidang aset kripto. Kadang, industrinya ada, tapi orangnya tidak siap mendukung. Sebaliknya, industrinya sudah siap, tapi infrastrukturnya, misalnya internet di daerah-daerah, belum memadai. Alhasil, penetrasi industri ini lambat di beberapa daerah tertentu.

Manda memandang sudah saatnya Indonesia memiliki program strategis nasional untuk teknologi blockchain, karena teknologi ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Dukungan

Salah satu hal membanggakan yang dicapai Tokocrypto adalah keberhasilannya menyetorkan pajak atas transaksi aset kripto sebesar Rp 37 miliar dalam waktu dua bulan.

“Ini merupakan dukungan kami kepada negara di sektor aset kripto. Tentu kami memungut karena tugas kami mengutip dari investor-investor yang ada, kami pungut, kami hitung secara fair, transparan dan kami setor,” ujar Manda.

Baca Juga: Beri Edukasi Masyarakat, Tokocrypto Akan Gelar The Kripto Odyssey Summit 2021

Ia berpendapat, adanya kontribusi pajak itu dapat dijadikan momentum untuk lebih melegitimasi dan mengembangkan aset kripto sebagai kelas aset yang baru di Indonesia.

Manda mengakui, skema pajak aset kripto di Indonesia lebih fair jika dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, tarif pajak untuk kripto dan NFT di India adalah 30 persen. Pemerintah Indonesia bahkan lebih serius terhadap aset kripto, terlihat dari terbitnya regulasi yang menjawab isu keamanan dan lainnya.

Tokocrypto berharap pajak dapat berperan meng-incentivize industri dan ekosistem aset kripto agar bisa lebih berkembang dan berinovasi.

“Jadi, kita enggak stuck di sini aja. Toh, nanti akan berkontribusi kepada pajak juga,” pungkasnya.

Lanjut baca

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Dompet Patriot

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Dok. DANA Indonesia

Perusahaan teknologi keuangan karya anak bangsa ini giat menyumbang kemajuan untuk ekosistem digital di Indonesia. Keluwesannya berkolaborasi dan berinovasi membuahkan aneka kemudahan.

      

MAJALAHPAJAK.NET – Empat tahun berkiprah sebagai dompet digital Indonesia, DANA besutan PT Espay Debit Indonesia Koe atau DANA Indonesia ini menorehkan pertumbuhan pesat dalam berbagai aspek. Berdiri tahun 2018, kini DANA memiliki lebih dari 115 juta pengguna di seluruh Indonesia, melayani rata-rata lebih dari 10 juta transaksi per hari, menggandeng lebih dari 1.800 merchant on-line, dan mendigitalisasi lebih dari 500 ribu UMKM.

Vice President of Communication DANA Indonesia Putri Dianita Ruswaldi mengungkapkan, kemauan dan kemampuan mengintegrasikan layanan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital merupakan keniscayaan.

         “Open platform”

Mengusung konsep open platform, DANA menciptakan integrasi antarekosistem ekonomi digital sehingga terjadi peningkatan efisiensi yang diikuti naiknya literasi dan inklusi keuangan digital di Indonesia.

Pentingnya ekosistem terbuka (open platform) tadi, menurut Putri, ditandai dengan dirilisnya Standar Nasional Open API (SNAP) oleh Bank Indonesia. Standardisasi memang diperlukan agar seluruh pemangku kepentingan saling memahami perkembangan ekonomi digital dan memajukannya bersama-sama. Keterbukaan API (application programming interface) kini menjadi syarat penting bagi pelaku industri teknologi keuangan.

Baca Juga: DANA Umumkan Penyelesaian Transaksi Investasi dari Sinar Mas dan Lazada Group

“Dengan SNAP, semua pihak bisa berkomunikasi dengan satu bahasa, dan tidak ada fragmentasi,” ujar Putri kepada Majalah Pajak, Rabu (03/08).

DANA menjadi salah satu first mover yang menerapkan SNAP sejak pertengahan Juli 2022. DANA mengedepankan tiga pilar, yaitu trusted, friendly, dan accessible. Hasilnya, berkat integrasi antarekosistem ekonomi digital di DANA, adalah pengguna yang kian dimudahkan.

DANA juga terintegrasi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Fitur yang ada di DANA Bisnis ini memungkinkan pelaku UMKM mencetak QRIS sebagai opsi pembayaran, sehingga membuat DANA diterima oleh lebih dari 18 juta merchant yang tergabung dalam QRIS. Pada tahun 2020, DANA diakui BI sebagai pelaksana terbaik sistem QRIS.

“Kami mendukung berbagai inisiasi pemerintah dalam meningkatkan rasio pajak nasional termasuk di antaranya kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dalam menghadirkan kemudahan pembayaran pajak dan penerimaan negara,” katanya

         Lampaui harapan

Berkat ekosistem yang saling terhubung, pengguna DANA memiliki aneka opsi mengirim uang—melalui aplikasi pesan, tautan, atau bank. Sementara bagi pelaku usaha, ekosistem terbuka dapat meningkatkan nilai dan daya saing usaha. Bahkan, DANA juga merilis layanan tarik tunai di jaringan minimarket yang memungkinkan penggunanya mengirim uang kepada penerima yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan digital, baik bank atau nonbank.

“DANA terus meningkatkan fitur produknya dengan menempatkan pengguna sebagai titik pusat inovasi, sehingga kami dapat melampaui harapan mereka,” kata alumnus Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Inovasi Digital Kuatkan Tiga Pilar

Untuk menjamin keamanan data, DANA menyiapkan benteng berlapis di belakang layar sembari mengedukasi pengguna akan pentingnya menjaga keamanan data. Baru-baru ini, DANA mengampanyekan Aksi Anti Tipu-Tipu di seluruh kanal media sosial, mengajak pengguna lebih protektif terhadap data dan transaksi pribadinya, antara lain dengan mengganti PIN tiap 1–2 bulan.

Ia memahami, industri selalu punya risiko. Idealnya, sejak awal, perusahaan rintisan harus punya rencana bisnis dan mitigasi risiko yang jelas.

“Kami memiliki model bisnis yang sudah teruji, terus berupaya memberikan yang terbaik untuk para pelanggan DANA, serta melakukan inovasi dan evaluasi terus-menerus untuk hal itu,” sambung Putri.

Keberlanjutan bisnis DANA terlihat dari jumlah pengguna dan jumlah transaksi yang tumbuh konsisten dan kepercayaan investor terhadap visi, strategi, dan peran penting DANA dalam memajukan inklusi dan literasi keuangan Indonesia.

Teranyar, pihaknya menggelar DANA Tech Talk sebagai ajang edukasi, peningkatan literasi digital, dan berbagi pengalaman mengenai ekonomi digital. Ada juga DANA Academy berupa pelatihan literasi digital serta membantu digitalisasi pelaku usaha khususnya UMKM di beberapa daerah.

Terhadap lebih dari 900 karyawan dengan berbagai latar belakang, DANA memastikan bahwa mereka dapat mengembangkan potensi mereka melalui aneka aktivitas dan pelatihan internal maupun eksternal.

Menjadi orang Indonesia, menurut Putri, tak cukup dengan menyebut Indonesia rumah, tapi harus dengan komitmen kolektif untuk melayani tujuan yang lebih besar.

“Patriotisme datang dalam berbagai bentuk, tetapi selalu melibatkan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri dan dalam hal ini, mendorong perjalanan luar biasa kita menuju transformasi ke masyarakat digital,” pungkasnya.

Lanjut baca

17 Perusahaan Tangguh dan Inovatif

Perekat Fondasi Keberlanjutan

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Riva Fazry

BUMN pertama yang melantai di bursa ini terus mengokohkan negeri lewat berbagai inovasi future living”.

 

MAJALAHPAJAK.NET – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG) telah lama menjadi fondasi pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok tanah air. Berdiri tahun 1957 dengan nama NV Semen Gresik, pada 1991 SIG menjadi BUMN pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, SIG menjadi strategic holding yang menaungi PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Company.

Pada 11 Februari 2020, SIG melakukan corporate rebranding dengan mengganti logo perusahaan sebagai bagian dari transformasi perusahaan sekaligus pemantapannya sebagai penyedia produk dan layanan bahan bangunan yang lengkap dan berkualitas.

SIG terlibat dalam berbagai proyek penting pembangunan negeri, seperti Yogyakarta International Airport (YIA), Dramaga Kalibaru 2, Tol Cikampek Elevated, Tol Pandaan–Malang, Tol Samarinda–Balikpapan, Tol Manado–Bitung, dan lainnya.

Kinerja positif

Kinerja SIG pun tak main-main. Di tahun lalu, SIG mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 34,96 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,02 triliun. SIG menyetor Rp 522,34 miliar ke kas negara sebagai pemilik 51,01 persen saham; sementara sisanya Rp 501,65 miliar dibagikan ke publik sebagai pemilik 48,99 persen saham.

Capaian positif itu berlanjut pada awal 2022. Pada kuartal I 2022, SIG membukukan laba bersih Rp 498,55 miliar, naik 10,72 persen dibandingkan periode yang sama 2021 senilai Rp 450,26 miliar. Ini membuat pendapatan ikut terkerek menjadi Rp 8,14 triliun, naik 0,7 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 8,08 triliun.

Baca Juga: Alternatif Bertahan Produsen Semen

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, di tengah tantangan persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat serta kenaikan harga batubara yang signifikan, SIG mampu melalui tahun 2021 dengan penjualan yang baik. Meski demikian, SIG masih mengalami kelebihan pasokan lantaran tidak maksimalnya penyerapan pasar.

“Per Desember 2021, kapasitas nasional 119,1 juta ton, permintaan semen nasional itu 65,2 juta ton, jadi kelebihan suplai sebesar 53,8 juta ton,” kata Donny seperti dikutip Majalah Pajak, Senin (22/8).

Ia optimistis, kelebihan pasokan akan terus mengecil setiap tahunnya, seiring prospek pertumbuhan permintaan pasar semen dalam negeri serta kebutuhan semen dalam pembangunan infrastruktur dan hunian—termasuk peluang kebutuhan semen di ibu kota negara (IKN) baru yang diperkirakan mencapai 21 juta ton selama 20 tahun.

Future Living”

Sebagai pemain utama dalam industri semen dengan pangsa pasar 49,3 persen, SIG juga terus bertransformasi menjadi BUMN kelas dunia melalui inovasi, produk, dan layanan serta inovasi teknologi dan digital, seperti jargonnya “Go Beyond Next”.

Donny mengemukakan, SIG telah memiliki sejumlah rencana strategis, salah satunya terus memperkuat rantai distribusi di setiap area kompetisi dengan melakukan penetrasi menggunakan produk semen murah. Strategi ini disarikan menjadi lima inovasi future living.

Pertama, DynaHome sebagai inovasi yang memungkinkan pembangunan rumah diselesaikan dalam satu hari. Kedua, ThruCrete yang menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir. Ketiga, PuriCrete sebagai solusi beton penyerap polutan yang bisa mengurangi kadar polusi udara hingga 20 persen dalam waktu 2 jam. Keempat, SpeedCrete yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan lebih cepat dan bebas macet.

Kelima, Sobat Bangun sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan kebutuhan pembangunan, mulai jasa arsitek hingga kontraktor. Platform ini diharapkan dapat menjadi solusi yang memudahkan stakeholder dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan serta pembangunan rumah berorientasi masa depan dan health living. Terpenting, bagi Donny adalah kolaborasi dan sinergi yang menjadi semangat utama setiap insan SIG dalam menjalankan semua strategi dan inisiatif untuk mencapai target yang diharapkan.

“Kebersamaan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan industri semen ke depan yang akan semakin berat, di mana peta persaingan semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru. Apalagi kondisi over supply semakin mempertajam tingkat kompetisi di market,” kata Donny.

Baca Juga: Pembiayaan Distributor Semen

SIG, selaras dengan visinya sebagai penyedia solusi bahan bangunan terkemuka, juga telah melakukan inisiatif keberlanjutan sebagai gerakan mendukung penurunan emisi karbon.

“Komitmen ini diwujudkan dalam empat pilar keberlanjutan SIG yaitu Pilar Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Pilar Iklim dan Energi, Pilar Ekonomi Sirkular, serta Pilar Masyarakat dan Komunitas,” tutur Donny.

Program kerja yang telah dilakukan di antaranya penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian bahan bakar alternatif dan efisiensi energi melalui listrik dan thermal. SIG juga melakukan pengendalian emisi yang dihasilkan pada proses produksi melalui pemanfaatan teknologi sistem electrostatic precipitator, conditioning tower, dan bag filter di pabrik untuk mengelola emisi debu.

Ia pun memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung, dan memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya telah diolah menjadi refused-derived fuel sebagai energi alternatif pengganti batu bara di pabrik Narogong dan Cilacap.

“Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik,” imbuh Donny.

Atas pelbagai inisiatif itu, SIG meraih penghargaan PROPER Hijau (melebihi kepatuhan) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menunjukkan komitmen dalam menerapkan perlindungan lingkungan.

Lanjut baca

Populer