Connect with us

Tax Sector

Cari “Cuan” di Sektor Potensial

Novita Hifni

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Selalu ada sisi positif yang justru menjadi berkah bagi sekelompok masyarakat atau entitas bisnis di setiap musibah. Beberapa bidang usaha mengalami peningkatan dan mampu meraih laba di masa pandemi

 

Pandemi virus korona tak sepenuhnya menghantam seluruh sektor bisnis. Di setiap bencana atau musibah yang terjadi, selalu ada sisi positif yang justru menjadi berkah bagi sekelompok masyarakat atau entitas bisnis. Ada sektor-sektor bisnis yang mengalami peningkatan pesat dan mampu meraup laba di masa pandemi.

Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno melihat adanya peluang investasi setelah pandemi di masa kenormalan baru (new normal). Menurutnya, investasi di sektor ekonomi berbasis kebutuhan memiliki potensi yang tinggi dan layak diperhitungkan oleh kalangan pelaku usaha untuk meraih laba. Ia meyakini akan adanya tata posisi baru ekonomi yang ditandai dengan melesatnya beberapa sektor bisnis.

Sandi memperkirakan dalam jangka waktu 2–3 tahun mendatang sektor ekonomi berbasis kebutuhan, keselamatan, keamanan, dan kesehatan akan berkembang pesat.

Ia menuturkan, investasi di bidang retail dan sumber daya alam saat ini tengah mengalami penurunan seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus korona. Permintaan minyak dan gas terus menurun. Di sisi lain, paparnya, investasi di sektor industri jamu saat ini sangat menarik untuk dilirik. Produk ini menjadi kebutuhan penting masyarakat di masa pandemi dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan berbasis bahan baku lokal yang banyak tersedia di dalam negeri.

Baca Juga: Meracik Siasat Penyelamatan

“Selain industri jamu, investasi di bidang e-commerce juga menjanjikan. Pada Maret lalu sektor ini mengalami peningkatan baik trafik maupun number of active account,” ungkap Kandidat Wakil Presiden di Pemilu 2019 ini dalam seminar virtual yang diselenggarakan Katadata.co.id, Jumat (22/5).

Sektor pangan

Kebutuhan pokok seperti pangan sudah tentu menjadi kebutuhan pokok yang akan selalu dicari konsumen setiap saat, terlebih lagi di masa pandemi. Menurut Sandi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor konsumsi harus bisa menangkap peluang dan meningkatkan bisnisnya di masa new normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Pangan ini sangat menjanjikan. Syaratnya, cepat beradaptasi dan merangkul digitalisasi. Semua proses bisnis mereka masuk dalam ekosistem digital,” urainya.

Bahan pangan merupakan kebutuhan primer yang harus selalu dipenuhi dan tidak bisa diabaikan. Oleh karenanya, bisnis di sektor pangan menjadi salah satu jenis usaha yang tahan krisis.

Bisnis makanan dan minuman

Salah satu jenis usaha yang sudah teruji keberlangsungannya dan selalu menjadi kebutuhan masyarakat di segala kondisi adalah bisnis makanan dan minuman. Dari segi modal, bisnis ini juga memerlukan modal relatif kecil dan tenaga kerja yang tidak terlalu banyak tapi memiliki margin laba yang menggiurkan dan perputaran arus kas yang cepat.

Di masa krisis seperti pandemi saat ini, bisnis makanan dan minuman bisa saja mengalami penurunan omzet. Meski demikian perputaran uang yang besar dalam waktu cepat membuat sektor ini bisa terus bertahan. Untuk menjaga bisnis ini dari kebangkrutan, pelaku usaha tentu harus menjalankan strategi peningkatan omzet dengan berinovasi sesuai perubahan perilaku konsumen.

Baca Juga: Menjaga Keberlanjutan Fiskal di masa “New Normal”

Layanan dan produk kesehatan

Masyarakat akan selalu membutuhkan layanan kesehatan dan produk kesehatan sebagai salah satu kebutuhan penting di masa normal maupun krisis. Tenaga medis seperti dokter, perawat, dan apoteker berperan penting dalam melayani masyarakat, apalagi di masa pandemi virus korona seperti sekarang. Kebutuhan terhadap layanan dan produk kesehatan akan selalu ada di setiap situasi, sehingga sektor kesehatan dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Diperkirakan dalam jangka waktu 2–3 tahun mendatang sektor ekonomi berbasis kebutuhan, keselamatan, keamanan, dan kesehatan akan berkembang pesat.

Bisnis berbasis teknologi

Peningkatan di bisnis e-commerce di antaranya dialami oleh platform Bukalapak yang mengalami lonjakan trafik lebih dari sepuluh persen selama masa pandemi. Lonjakan ini terjadi baik dari segi transaksi maupun jumlah pengguna platform dengan jenis produk yang didominasi oleh masker, kebutuhan pokok, berbagai produk kebersihan dan kesehatan lainnya.

Lonjakan permintaan di sektor bisnis berbasis teknologi juga dialami oleh perusahaan asal Tiongkok, Alibaba Cloud. Leon Chen selaku Country Manager Alibaba Cloud Indonesia mengungkapkan, perusahaannya mengalami peningkatan permintaan pelanggan untuk produk dan solusi cloud yang dapat membantu mereka mempercepat transformasi digital. Mengantisipsi lonjakan permintaan tersebut, pihaknya memperkenalkan teknologi yang secara efektif dapat mendukung pelanggan meningkatkan fungsi cloud mereka secara efisien selama pandemi seperti Analytics DB dan Alibaba Cloud Container.

“Melalui layanan cloud yang aman dan kuat, kami dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan yang mencari infrastruktur cloud untuk menjawab permintaan yang melonjak di tengah pergeseran digital,” jelas Chen kepada Majalah Pajak melalui surat elektronik, Selasa (30/6).

Chen menuturkan tentang berbagai upaya untuk meningkatkan layanan cloud dan teknologi selama masa pandemi, seperti teknologi CT Scan Image berbasis Artificial Intelligence (AI). Perusahaannya menyediakan teknologi analitik CT image untuk Eka Hospital dan OMNI Hospitals, sehingga ahli radiologi di rumah sakit dapat merujuk pada analisis yang menggunakan algoritma Alibaba Cloud untuk mempercepat deteksi virus Covid-19. Teknologi analitik CT image dapat secara signifikan meningkatkan akurasi pengujian dan efisiensi deteksi dalam mendiagnosis virus korona yang membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 menit saja.

Baca Juga: Stimulus Fiskal untuk Redam Dampak Korona

“CT image ini hampir 60 kali lebih cepat daripada deteksi manusia. Lebih dari 160 rumah sakit di Tiongkok saat ini menggunakan solusi ini dengan tingkat akurasi hingga 96 persen,” ungkapnya.

Selain layanan CT image, Alibaba Cloud telah memperkenalkan aplikasi komunikasi Dingtalk Lite. Aplikasi ini menyediakan layanan konferensi video dan streaming langsung untuk memenuhi permintaan bagi kegiatan jarak jauh dalam rangka kepentingan bisnis maupun belajar jarak jauh oleh sekolah.

Chen mencontohkan Kopi Kenangan, merek bisnis minuman siap saji terkemuka di Indonesia yang kini telah menggunakan layanan konferensi video dan obrolan grup DingTalk.

“Di masa pandemi ini Kopi Kenangan memanfaatkan aplikasi DingTalk untuk mengoordinasikan sekitar 900 karyawannya yang telah bekerja dari rumah sejak awal Maret,” ujarnya.

Untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia terutama selama pandemi korona, Alibaba telah bermitra dengan Medico dalam memfasilitasi dokter rumah sakit terapung doctorSHARE dengan teknologi SaaS Healthcare Information System dan platform Telemedico. Melalui platform yang didukung sistem teknologi dari Alibaba tersebut, pasien dapat lebih mudah mengakses beragam pilihan dokter untuk layanan konsultasi telemedis/virtual yang cepat dan nyaman.

Alibaba Cloud secara global telah menginvestasikan dana 28 miliar dollar AS pada April 2020 untuk membangun pusat data bagi generasi mendatang. Chen menyatakan, perusahaannya akan memperkenalkan teknologi cloud dan data intelijen yang lebih terbukti dari ekosistem Alibaba ke pasar Indonesia. Perusahaan multinasional ini berencana menciptakan 5.000 lapangan kerja secara global sebelum akhir tahun fiskal 2020.

“Kami juga merekrut karyawan lokal dan dengan senang hati menyambut talenta teknologi dari Indonesia untuk turut bergabung,” ujarnya.

Baca Juga: Insentif Pajak Bukan “Jebakan Batman”, Segera Manfaatkan

Breaking News

Breaking News6 jam lalu

Penyerapan stimulus fiskal Pengaruhi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Stabilitas sistem keuangan triwulan II 2020 normal.  serapan stimulus fiskal pengaruhi percepatan pemulihan ekonomi.   Menteri Keuangan Sri Mulyani yang...

Breaking News1 hari lalu

FINI: Kemudahan Investasi Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Nikel

Pengusaha sektor pertambangan mendeklarasikan berdirinya Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Rabu pagi, (5/8/2020). Forum...

Breaking News1 hari lalu

Magnet “Tax allowance” dan Simplifikasi Aturan untuk Percepatan Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.96/PMK.010/2020 untuk merevisi mekanisme pemberian tax allowance berupa fasilitas Pajak...

Breaking News2 hari lalu

Mengintip Budaya Pertamina di Era Ahok

Sejak didapuk menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) pada akhir November 2019 lalu, sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu...

Breaking News3 hari lalu

DJP: Perlu “Effort” Perusahaan Agar Insentif Pajak Bagi Karyawan Bisa Dimanfaatkan

Pengusaha mengaku kerepotan untuk melaksanakan insentif PPh Pasal 21 atau pajak gajian bagi masyarakat yang ditanggung pemerintah (DTP). Mereka menilai,...

Breaking News3 hari lalu

Kawal Wajib Pajak Agar Tak Terjerumus Dalam Pidana Pajak

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan seminar on-line perpajakan bertajuk “Peran Konsultan...

Breaking News4 hari lalu

Belanja Pemerintah Kunci Melepas Belenggu Resesi

Jika terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di suatu negara, pendapatan riilnya merosot tajam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, itu merupakan...

Breaking News5 hari lalu

Resesi Menekan Pasar Modal, Investasi Emas Jadi Pilihan

Sejak beberapa bulan terakhir, harga emas kian meroket. Pada awal Agustus ini, misalnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero)...

Breaking News6 hari lalu

Jakarta Perpanjang PSBB Transisi dan Berlakukan Lagi Aturan Ganjil-Genap

Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia belum juga reda. Hingga Jumat (31/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengumumkan, kasus terkonformasi...

Breaking News6 hari lalu

Rayakan Iduladha, PT KAI Berikan Diskon Perjalanan Hingga 25 Persen

Perayaan Iduladha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain merosotnya penjualan hewan Kurban yang dialami pedagang di berbagai daerah...

Populer