Connect with us

Breaking News

BSI Luncurkan Griya Simuda untuk Nasabah Milenial

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) meluncurkan pembiayaan perumahan BSI Griya Simuda yang menyasar segmen milenial, dengan target penyaluran pada tahap awal sebesar Rp 500 miliar.

Produk pembiayaan perumahan ini menjadi bentuk nyata komitmen BSI yang kehadirannya diharapkan mampu menarik minat generasi milenial.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan segmen milenial merupakan ekosistem yang sangat potensial bagi perbankan syariah, sehingga produk dan layanan yang diberikan harusnya mampu menyesuaikan dengan kebutuhan milenial dan perkembangan zaman yang serba mobile dan terus berubah.

“BSI Griya Simuda merupakan salah satu wujud penyesuaian produk untuk kaum milenial, di mana mereka membutuhkan dukungan dari lembaga keuangan dalam mewujudkan muda punya rumah hobi enggak ngalah,” ungkap Hery dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (09/5/21).

Dalam peluncuran ini BSI mengundang mitra developer-developer secara daring sebagai ajang memperkenalkan produk secara lebih dekat selain penempatan tim konsumer di marketing office masing-masing developer.

Produk BSI Griya Simuda ini sekaligus merupakan bentuk nyata dari salah satu dari pesan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat peluncuran Bank Syariah Indonesia yaitu “BSI harus bisa menarik minat milenial yang saat ini berjumlah 25,87 persen dari penduduk Indonesia”.

“Kami berharap produk baru ini mampu mendorong pencapaian target pembiayaan BSI Griya Hasanah, di mana porsi target pembiayaan BSI Griya Simuda untuk tahap awal ini adalah sebesar Rp 500 miliar,” ujar Hery.

Dengan jaringan kantor cabang Bank Syariah Indonesia yang luas diharapkan mampu menjangkau kaum milenial di berbagai daerah. Per Maret 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan Griya Hasanah sebesar Rp38 triliun, tumbuh 13,93  persen (yoy) sehingga dengan telah diluncurkannya BSI Griya SiMuda diharapkan mampu mendorong percepatan target BSI Griya Hasanah sampai dengan akhir tahun 2021.

BSI Griya Simuda merupakan pilihan yang tepat bagi generasi milenial dalam mewujudkan memiliki hunian sesuai syariah di usia muda di tengah pandemi dengan berbagai fitur di antaranya plafon pembiayaan hingga 120  persen lebih tinggi, angsuran pembiayaan yang fleksibel, jangka waktu hingga 30 tahun, dan DP mulai 0 persen.

Generasi milenial yang dekat dengan digital merupakan potensi yang harus dimanfaatkan. BSI Griya Simuda dapat diakses melalui sosial media dam website resmi Bank Syariah Indonesia bankbsi.co.id dan website rumahimpian.id. dengan website tersebut para millenial dapat mengetahui secara langsung persetujuan secara prinsip pengajuan pembiayaannya, sekaligus dapat mengatur sendiri besaran cicilan melalui kalkulator simulasi angsuran, memilih langsung rumah yang akan dibeli melalui katalog dari seluruh developer rekanan terbaik dibidangnya yang telah bekeja sama dengan Bank Syariah Indonesia.

BSI juga bekerja sama dengan developer-developer terbaik dibidangnya yang menjadi mitra dalam memberikan hunian yang sesuai keinginan generasi milenial seperti Perumnas, Ciputra, Jaya Real Property, Sinar Mas Land, Metropolitan Land, Summarecon dan developer-developer terkemuka lainnya.

 

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Kemenperin Targetkan 6,1 Juta UMKM “Go Digital”

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Majalahpajak.net – Kementerian Perindustrian terus berupaya mengakselerasi sektor industri kecil dan menengah (IKM) dapat melakukan transformasi digital dalam proses produksi dan bisnisnya. Langkah ini dilakukan melalui program e-Smart IKM yang bertujuan untuk memacu daya saing dan memperluas akses pasar.

“Program e-Smart IKM ini telah berjalan sejak tahun 2017, dan telah melatih sebanyak 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia. Mereka saat ini sudah bisa masuk dan menjalankan pemasaran digital melalui marketplace yang ada,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (22/6).

Menperin menjelaskan, program e-Smart IKM digelar agar pelaku IKM juga dapat mengakses mitra yang dapat membantu untuk go digital, seperti marketplace, relawan teknologi informasi dan komunikasi, serta BUMN yang membina IKM.

“Pemerintah menargetkan 6,1 juta UMKM onboarding atau masuk ke ranah digital marketplace pada tahun 2021,” ungkapnya.

Menurut Agus, sasaran tersebut sesuai dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah menjadikan sektor industri di tanah air bisa lebih berdaya saing global, sehingga Indonesia masuk sebagai 10 negara yang memiliki ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Oleh karena itu, salah satu prioritasnya adalah memberdayakan sektor IKM agar lebih maksimal memanfaatkan teknologi digital dan menjalankan proses bisnis digital (e-business),” sebutnya. Hal ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2020. Melalui gerakan ini pemerintah sinergis dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk mencintai dan membeli produk dalam negeri.

“Kami semakin gencar mengajak pelaku IKM untuk proaktif menggunakan e-business dan pemasaran digital untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar sesuai dengan perkembangan era industri,” kata Agus.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa program e-Smart IKM akan digelar dalam bentuk workshop di berbagai daerah. Materi workshop berupa pembuatan konten video pemasaran on-line, tip dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace untuk pemasaran dan dalam rangka pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta mengenai sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Pasar Digital BUMN.

“Tahun ini, Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi, pelatihan, dan pendampingan e-business kepada 4.000 pelaku IKM di tanah air,” ujar Gati.

Ditjen IKMA menggelar rangkaian workshop e-Smart IKM di Jawa Timur pada 21 Juni 2021 dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 22 Juni 2021. Sebagai pembuka, workshop e-Smart IKM Provinsi Jawa Timur diselenggarakan secara hybrid dan diikuti sebanyak 300 IKM. Para pelaku IKM yang ikut tersebut berasal dari sektor komoditas logam, permesinan, elektronik, kelistrikan, alat angkut, alat kesehatan, dan alat masak dari logam atau elektronika.

Sedangkan workshop e-Smart IKM di Yogyakarta juga diadakan secara hybrid dengan diikuti oleh 250 IKM. Pelaku IKM yang ikut berasal dari komoditas mainan, alat olahraga, alat musik, kerajinan, fesyen, homecare, alat musik, pakaian bayi, perlengkapan kebersihan dan makan. Workshop ini bekerja sama dengan marketplace Blibli dan Shopee, Surveyor Indonesia, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Pasar Digital Kementerian BUMN. Sebagai tindak lanjut workshop, nantinya peserta mendapatkan bimbingan langsung oleh tim dari marketplace, workshop kebijakan pemerintah, workshop bisnis digital dan manajemen bisnis.

Peluang IKM

Sementara itu, Menperin mengemukakan, pemerintah juga terus menggenjot penggunaan produk lokal, baik oleh masyarakat maupun belanja pemerintah. Pelaksanaan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) ini dinilai sebagai salah satu upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Penggunaan produk dalam negeri di belanja pemerintah adalah wajib jika Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk tersebut mencapai 40 persen,” tuturnya. Ini menjadi peluang yang tepat bagi pelaku IKM untuk dapat mengambil kesempatan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Kemenperin juga memberikan fasilitasi sertifikasi TKDN agar dapat dimanfaatkan oleh IKM, sehingga dapat terhubung ke supply chain industri besar dan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Data LKPP menyatakan 1.505 pelaku UMKM yang terdaftar di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Agus berharap, pelaksanaan program e-Smart IKM mampu menjembatani pelaku IKM untuk dapat masuk di e-purchasing LKPP.

“Kami ingin seluruh pemangku kepentingan serta para pelaku industri bergotong-royong mendukung produk-produk IKM,” ujarnya.

Agus juga mengatakan sinyal positif sektor industri dapat bangkit di masa mendatang seperti yang tergambarkan dalam data IHS Markit. Nilai Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2021 tercatat sebesar 55,3, naik dari 54,6 pada bulan April 2021, mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dan sudah tujuh bulan berturut dalam posisi ekspansi. Angka PMI bulan Mei ini lebih tinggi dari angka PMI China, Jepang, Korea dan India.

Lanjut baca

Breaking News

Dongkrak Ekspor Nonmigas, Kemendag Ekspor Tisu ke Berbagai Negara

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Majalahpajak.net, Mojokerto – Kementerian Perdagangan terus berupaya mendongkrak laju ekspor produk nonmigas Indonesia ke kancah global. Upaya ini untuk menjaga pertumbuhan dan peningkatan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah melalui ekspor produk tisu sebesar 130 ton ke Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Tiongkok, dan Australia.

“Ekspor ini membuktikan Indonesia sebenarnya bisa menghasilkan produk-produk berkualitas yang punya nilai tambah tinggi sehingga peran Indonesia di level global bisa terus ditingkatkan,” jelas Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat melakukan pelepasan ekspor produk tisu PT Sun Paper Source bersama Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fahmawati di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (10/6).

Menurut Wamendag, ekspor produk tisu ini sangat membanggakan. Sebab, produksi ini bukan hanya untuk pasar dalam negeri tetapi juga untuk pasar dunia. Ke depan, ia optimistis Indonesia bisa mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai global produk-produk berkualitas.

“Kita bisa karena kita mempunyai kemampuan dan sumber daya,” ujar Wamendag.

Wamendag menambahkan, perlu ada diversifikasi ekspor baik dari segi tujuan maupun jenis produk, salah satunya dilakukan melalui perjanjian perdagangan. Perjanjian perdagangan memberikan insentif, baik dari sisi tarif maupun nontarif terhadap banyak sekali produk ekspor Indonesia.

“Terkait pengembangan pasar ekspor ke Pakistan, kita akan mendorong ekspor tisu ke Pakistan. Kita berharap mendapat tarif 0 persen karena adanya perjanjian perdagangan,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Emil E. Dardak sangat mengharapkan dukungan Kemendag dalam peningkatan ekspor. Banyak potensi produk berkualitas yang bisa bersaing di pasar global, salah satunya produk tisu. “Kami sangat mengharapkan peran Kemendag untuk ikut membantu peningkatan ekspor dari Jawa Timur baik produk hortikultura, kerajinan, maupun produk pangan karena potensinya sangat besar,” papar Emil.

PT Sun Paper Source adalah salah satu perusahaan yang berpartisipasi pada acara pelepasan ekspor yang dipimpin Presiden Joko Widodo tahun lalu. PT Sun Paper Source merupakan perusahaan swasta nasional yang berdiri pada 2012 dan memproduksi berbagai macam kertas tisu untuk pasar domestik dan ekspor.

Saat ini, kapasitas produksi PT Sun Paper Source mencapai lebih dari 150.000 ton per tahun. Tujuan pasar ekspor PT Sun Paper Source sudah menembus 80 negara di lima benua.

“Perusahaan juga berkomitmen menjadi salah satu produsen kertas tisu terbesar di Asia Tenggara,” ujar Presiden Direktur PT Sun Paper Source Ventje Hermanto.

Ventje menyebutkan, peningkatan ekspor juga disertai dengan mengalirnya permintaan pasar ekspor yang tidak seperti biasanya. Pasalnya, selama ini Sun Paper Source lebih banyak mengekspor tisu dalam bentuk bahan setengah jadi berupa gulungan tisu besar yang akan diproses sendiri oleh manufaktur di negara tujuan ekspor. Namun, kali ini pesanan juga meliputi produk siap pakai, yakni tisu yang sudah dipotong dan dilipat kemudian dikemas.

“Seiring dengan permintaan pasar global yang terus menunjukkan tren meningkat, kami optimis akan mencapai pertumbuhan yang lebih besar dari tahun lalu dengan menambah kapasitas produksi dan melakukan diversifikasi produk,” kata Ventje.

Lanjut baca

Breaking News

Pelindo 1 Perkuat Bisnis “Marine Service”

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Medan, Majalahpajak.net – Pelindo 1 menargetkan memperkuat sector bisnis marine service tahun ini. Optimalisasi bisnis ini akan dilakukan antara lain dengan melakukan pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE), intelligent marketing, memperluas networking dengan melakukan kerja sama dan bergabung dalam komunitas internasional, serta penerapan Internet of Things (IoT) pada sektor bisnis marine service.

Marine Service merupakan salah satu strategi bisnis yang akan fokus dikembangkan  pada tahun ini. Berada di tengah Selat Malaka sebagai jalur perdagangan tersibuk di dunia yang dilintasi 80.000 kapal per tahun, marine service ini merupakan hal yang sangat penting,” ujar Direktur Operasional dan Komersial Pelindo 1 Ridwan Sani Siregar melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6/21).

Pertama, Pelindo 1 akan terus mengembangkan layanan pemanduan dan penundaan kapal di Kuala Tanjung PIE yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang secara cepat. Lokasinya yang berada di tengah jalur utama Selat Malaka yang dilewati 25 persen komoditas perdagangan dunia dan didukung hinterland yang kuat di 10 provinsi di Pulau Sumatra, menjadikan posisi Kuala Tanjung PIE semakin strategis dan berpotensi besar sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global. Kuala Tanjung PIE terdiri dari dua bagian yang saling terintegrasi, yaitu Kawasan Pelabuhan (Kuala Tanjung Multipurpose Terminal) dan Kawasan Industri (Kuala Tanjung Industrial Zone).

Kedua, intelligent marketing dilakukan dengan fokus melakukan identifikasi customer khususnya di wilayah Batam, Karimun, dan perairan Selat Malaka. Pelindo 1 akan meningkatkan pasar pelayanan kegiatan ship to ship (STS) di cabang pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Pulau Nipah, Kepulauan Riau.

Dalam bisnis marine service, Pelindo 1 dapat melaksanakan kegiatan labuh jangkar (anchorage area) di Perairan Nipah dengan alih muat (ship to ship), pencucian kapal (tank cleaning), pencampuran bahan (blending), pengisian minyak atau air bersih (bunker), dan berlabuh jangkar (logistic supply, Laid Up & Ship Chandler) sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Hal yang sama juga dilaksanakan di Perairan Tanjung Balai Karimun.

“Kami optimistis bisnis STS transfer di Karimun dan Nipah bisa terus berkembang. Kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan pemilik kapal dan melakukan direct marketing kepada customer untuk masuk ke Karimun maupun Nipah,” ungkap Ridwan.

Ridwan Sani Siregar menambahkan bahwa Pelindo 1 juga sedang melakukan evaluasi terhadap regulasi perairan Iyu Kecil – Nongsa sehingga dapat dilakukan pelayanan marine advisory untuk menjamin keselamatan kapal saat melintasi perairan tersebut.

“Perairan Iyu Kecil – Nongsa merupakan bagian dari perairan Selat Malaka dengan perlintasan kapal yang padat, dangkal, dan sempit, sehingga diperlukan wajib pandu di perairan tersebut. Dengan wajib pandu di daerah tersebut, maka akan memberikan rasa aman dan nyaman serta mengurangi pencemaran laut akibat kecelakaan kapal yang melintasi perairan tersebut,” jelas Ridwan.

Ketiga, Pelindo 1 memperluas networking dengan melakukan kolaborasi dan partnership. Pelindo 1 bekerja sama dengan berbagai pihak untuk optimalisasi bisnis marine service. Salah satu mitra yang digandeng adalah PT Kawasan Industri Dumai (KID). Kolaborasi kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan kerja sama operasi pelayanan jasa pemanduan, penundaan dan jasa lainnya di Jakarta pada Maret lalu.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk kegiatan pelayanan kapal di Tersus milik PT KID – Pelintung dalam jangka waktu selama 5 tahun. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pelindo 1 dalam pemenuhan kewajiban sebagai operator pelabuhan dalam memberi kepastian Keselamatan Pelayaran.

Keempat adalah dengan menerapkan IoT pada sektor bisnis marine service. Pelindo 1 terus menginisiasi dan mengembangkan sejumlah layanan digital di seluruh lingkungan Pelindo 1 yang didesain khusus bagi para pengguna jasa agar dapat diakses secara mudah, aman, dan di mana saja.

 

Lanjut baca
/

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved