Connect with us

On Views

BNI Syariah Dukung Kemajuan Pendidikan

Diterbitkan

pada

 

BNI Syariah menjalin sinergi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang pemanfaatan produk dan jasa perbankan, pengembangan Sumber Daya Manusia Mahasiswa, dan CSR bidang pendidikan.

“Ini bentuk dukungan nyata BNI Syariah terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia,” jelas Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan pers (27/12).

Melalui sinergi ini, ia berharap pihaknya dapat menjadi solusi bagi segenap civitas akademika ITB dalam melakukan transaksi keuangan. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki, BNI Syariah berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi para mahasiswa, dosen, dan karyawan ITB dalam bertransaksi sesuai syariah. Terkait CSR bidang pendidikan, pihaknya berkontribusi dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa ITB berprestasi yang kurang mampu.

Sebagai bank yang mengusung nilai kebaikan (hasanah), pihaknya senantiasa berupaya menjadi solusi perbankan syariah bagi seluruh masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, melainkan juga memberikan kebaikan untuk kehidupan akhirat.

ITB merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang telah berdiri sejak 1920 dan sekolah tinggi pertama di Hindia Belanda. Kini, ITB menjadi salah satu pusat ilmu sains, teknologi, dan seni terbaik di Indonesia dengan jumlah mahasiswa sebanyak 23.269 orang.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Bank Dunia Kategorikan Indonesia Sebagai “Upper Middle Income Country”

Diterbitkan

pada

Penulis:

Di tengah upaya Pemerintah dan masyarakat Indonesia berjuang mengatasi dampak pandemi Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi nasional, sebuah prestasi membanggakan diberikan oleh lembaga internasional kepada Indonesia.

Kementerian Keuangan RI mengumumkan, per tanggal 1 Juli 2020, Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country).

Kenaikan status itu diberikan berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, GNI per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi 4.050 dollar AS dari posisi sebelumnya 840 dollar AS. Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori, yaitu Low Income (1.035 dollar AS), Lower Middle Income (1.036 -4,045 dollar AS), Upper Middle Income (4.046 – 12.535 dollar AS) dan High Income (>12.535 dollar AS).

Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, namun juga dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Kenaikan status Indonesia ini merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata.

Kemenkeu menilai, peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja current account, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan.

Kenaikan status ini juga merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan, memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis serta menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045.

Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerja sama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy. Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Dunia memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun (kurs Rp 14.500/ dollar AS) yang dikemas dalam program Indonesia Covid-19 Emergency Response. Pendanaan itu digunakan untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

Lanjut baca

Breaking News

Lima Aspek yang Membuat Humormu Bermutu

Diterbitkan

pada

Penulis:

“Humor itu dasarnya membicarakan realitas, maka harus dapat dipercaya atau diuji.”—Kang Maman.

Situasi belakangan sedang tidak menyenangkan bagi kita karena pandemi virus Covid-19. Sudah begitu, kegaduhan di telinga kita seperti tidak memudar karena tingkah pihak-pihak tertentu yang menggunakan humor dengan sembrono maupun yang gegabah dalam merespons humor. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) sebagai lembaga yang serius dalam melakukan kajian terhadap humor untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menggandeng Maman Suherman (penulis, duta literasi, dan advisor IHIK3), IHIK3 menghelat webinar keenamnya dengan tajuk “Bercanda Kumat Biar Tobat” pada Sabtu, (20/6/2020).

Acara yang dihelat  dari pukul 13.00 sampai 15.00 WIB ini dipandu oleh Yasser Fikry (komedian dan CCO IHIK3) bersama Ulwan Fakhri (peneliti IHIK3).

Pada acara itu, Maman Suherman mengatakan, humor adalah sesuatu yang sangat serius. Saking seriusnya, dalam membuatnya kita harus mempertimbangkan lima aspek berhumor dari sisi komunikasi yang ia rangkum menjadi 5R: Read, Research, Reliable, Reflecting, dan Right.

“Jangan berpikir memasarkan humor itu seperti memasarkan produk yang pakai konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Kalian bisa mencari atau mendapatkan perhatian yang luas, tapi pikirkan juga apa dampaknya,” pesan pria yang akrab disapa Kang Maman itu.

Kang Maman menjelaskan lebih detail dari masing-masing 5R itu. R yang pertama, Read, mengharuskan kita untuk mampu membaca situasi dulu sebelum melempar humor. Lalu lakukanlah riset (Research), supaya humor yang kita sampaikan presisi, baik dari segi struktur kebahasaan, target yang dicatut, dan lain sebagainya. Jangan lewatkan juga aspek Reliable. Pasalnya, humor itu dasarnya membicarakan realitas, maka harus dapat dipercaya atau diuji.

Tangkapan layar para peserta webinar Bercanda Kumat Biar Tobat bersama Maman Suherman

Kemudian, penting juga untuk merefleksi (Reflecting) humor kita. Kita harus bisa melihat dan memastikan dari mana kita bisa mengambil sisi humor dari suatu peristiwa. Yang terakhir, Right, berhubungan dengan nurani. Pesan Kang Maman, humor itu baiknya berpihak dengan intensi untuk menegakkan kebenaran.

Dalam webinar yang diikuti beragam kalangan ini, dari pekarya visual, content creator, penulis, guru, akademisi, hingga karyawan perusahaan swasta dan ASN, Kang Maman juga menyampaikan di situasi yang cenderung represif saat ini, masyarakat kita membutuhkan suatu bentuk humor yang namanya metafora.

“Humor yang paling laris dan paling aman saat ini—dan seharusnya paling bagus—adalah metafora,” ujarnya.

Komik strip adalah medium yang paling cocok untuk bermetafor, lanjut Kang Maman. Hal ini sudah biasa dipraktikkan oleh kartunis era Orde Baru. Demi tetap bisa mengkritik di tengah beragam belenggu dan represi, para kartunis sering memunculkan metafora-metafora untuk menyamarkan target kritikannya.

“Apa yang dilakukan GM Sudarta di Kompas, Pramono di Suara Pembaruan, dan para komikus zaman dulu, tidak menular ke komikus sekarang – hari ini pada tiarap semua. Padahal, saya merindukan kemunculan komik strip.”

Menurutnya, para komikus era kini perlu lebih ‘spartan’ berkarya dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial yang digandrungi anak muda. Ia kemudian menyitir sindiran yang disampaikan kartunis sekaligus salah satu pendiri IHIK3, Darminto M. Sudarmo, bahwasannya kartunis dan karyanya perlu muncul untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang lebih luas, ketika ilmuwan-ilmuwan dan pemikir-pemikir hebat kita terlalu asyik berdebat tentang beragam isu termasuk Covid-19.

“Bayangkan kalau yang ngomongin isu-isu ini itu si Pailul atau tokoh-tokoh lain di komik strip, pasti jauh lebih asyik. Kita pasti akan suka ketika bisa diwakili oleh mereka,” tambah Kang Maman.

Sejalan dengan pemikiran Kang Maman, IHIK3 juga siap menggelorakan kembali semangat humor visual kritis di Tanah Air. Hal tersebut diwujudkan dengan merilis kumpulan kartun karya kartunis populer era 70-an, Johnny Hidayat Ar, pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Johnny, lewat tokoh kartunnya bernama Si Jon, doyan sekali mengkritik kondisi masyarakat Indonesia di masa itu yang sejatinya masih relevan dengan masa sekarang. Si Jon, misalnya, sejak lama sudah menyindir keengganan masyarakat untuk tertib hingga permainan kotor yang lekat dengan para elite berkepentingan.

Webinar episode keenam IHIK3 maupun episode-episode sebelumnya juga tersedia di kanal YouTube serta podcast IHIK3 yang bisa didengarkan di aplikasi streaming seperti Spotify dan Apple Podcast.

Lanjut baca

Breaking News

Insentif Pajak untuk Koperasi dan UMKM

Diterbitkan

pada

Penulis:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya (FEB UAJ) bekerja sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menyelenggarakan webinar (seminar daring) pajak nasional bertajuk “Pemanfaatan Insentif Pajak Jilid II dalam Mengantisipasi Tantangan Ekonomi di Masa Covid-19 untuk Korporasi dan UMKM”.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UAJ Irenius Dwinanto Bimo menjelaskan acara ini merupakan bagian dari webinar series yang diselenggarakan program studi FEB UAJ. “Webinar ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih kami kepada bangsa dan negara dalam rangka menyambut ulang tahun Atma Jaya dan fakultas (FEB) ke-60,” ujarnya, Jumat (15/05).

Acara yang dipandu oleh Kepala Program Studi (KPS) Magister Akuntansi FEB UAJ Christina Yuliana itu menghadirkan Ketua Umum IKPI Mochamad Soebakir dan Ketua Komite Etik IKPI Pusat Lani Dharmasetya ini melibatkan 1.203 peserta dari seluruh Indonesia yang berasal dari kalangan korporat, dosen, anggota IKPI, mahasiswa dan pelaku UMKM.

Lani dalam paparannya menjelaskan insentif pajak yang dapat dimanfaatkan korporasi dan UMKM seperti PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh Final UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30 persen, dan pengembalian pendahuluan PPN. “Ini adalah salah satu wujud nyata kepekaan DJP terhadap WP dalam menghadapi pandemi Covid-19, khususnya bagi korporasi dan UMKM,” ungkapnya.
Ketua Umum IKPI Mochamad Soebakir berharap webinar ini dapat membantu pemenuhan kewajiban WP korporasi dan UMKM di tengah pandemi.
“Mudah-mudahan dengan mengikuti webinar ini semuanya menjadi jelas, sehingga dapat membantu Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan mereka,” kata Soebakir.

Christina Yuliana menambahkan, peserta yang mengikuti webinar ini akan mendapatkan e-sertifikat yang dapat digunakan untuk mendapatkan credit point untuk anggota IKPI atau karyawan perusahaan dan beasiswa bagi penyandang gelar BKP yang ingin melanjutkan ke program studi magister akuntansi dan PPak FEBUAJ.—Heru Yulianto

Lanjut baca

Populer