Connect with us

TAX PEOPLE

Bikin Orang Tergoda Bayar

Diterbitkan

pada

Si Crazy Rich Surabaya Arizal Liwafa alias Tom Liwafa, influencer yang viral lantaran membakar tas mewah senilai Rp 50 juta dan membeli tunai mobil Atta Halilintar seharga Rp 3 miliar, kini beserta istrinya telah memiliki 12 lini bisnis. Melalui merek Handmadeshoesby & Delvationstore, pria yang gemar sedekah ini sukses membangun bisnis di bidang garmen fesyen seperti tas, pakaian wanita, sepatu, jam tangan, dan lainnya selain merambah ke bisnis makanan, minuman dan hiburan. Produknya ia sebar ke berbagai UMKM di daerah Mojokerto, Tanggulangin, Bojonegoro, Nganjuk dan Lamongan.

Di awal pandemi Covid-19, usaha pria kelahiran Mojokerto ini merugi. Namun, seiring pelaksanaan vaksin gratis, bisnisnya pun perlahan bangkit.

“Memang dampak vaksinasi untuk perekonomian alhamdulillah akan baik. Saya positif bahwa ini akan membuat penerimaan pajak juga akan semakin meningkat,” jelasnya. Ia mengapresiasi pemberian insentif pajak dari pemerintah yang menurutnya amat membantu pengusaha di masa pandemi.

Tentu saja influencer dan pengusaha ini tak lupa membayar pajak.

“Saya pikir pajak itu adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan, dan merupakan kontribusi bagi negara,” ungkapnya dalam webinar Dialog Interaktif Perpajakan yang diadakan oleh KPP Pratama Surabaya Gubeng, Kamis (10/06). Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan Jepang dan Singapura, sistem pajak di Indonesia lebih enak dan mudah karena sistem pelaporannya masih menggunakan self-assessment.

Tom mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian pengusaha masih menganggap pajak sebagai momok. Pajak seolah sama dengan kena surat tilang dari polisi. Oleh karena itu, ia mengimbau tiap kantor pajak untuk menciptakan kesan nyaman bagi Wajib Pajak (WP).

“Kenapa di beberapa kantor itu suasananya membuat kita sudah merasa terintimidasi untuk bicara. Namun, ketika suasana menjadi nyaman, saya pikir teman-teman ini akan lebih terbuka,” ujarnya. “Misalkan ada kafe atau pojok atau apa yang enggak perlu besar, di mana nanti teman-teman influencer, musisi, atau pengusaha, bisa nongkrong enak dan santai, sambil ngomongin masalah pajak,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau kantor pajak untuk memberikan penghargaan kepada seseorang yang berpengaruh dengan cara memberikan ruang, baik melalui poster dan sebagainya agar WP mencontoh idolanya yang taat pajak.

“Ketika pajak dinilai sangat penting, dan pajak tidak semenyeramkan yang dipikirkan, maka orang tergoda untuk mungkin pertama tanya, sharing, dan sadar. Ketika sadar, maka ia akan bayar,” pungkasnya.

 

TAX PEOPLE

Tempat Layak Berkesenian

Diterbitkan

pada

Penulis:

Anto Hoed, Musisi

Pandemi Covid-19 merupakan pukulan berat bagi beberapa seniman, tak terkecuali bagi salah satu punggawa band Potret, Anto Hoed. Menurutnya, kegiatan musik yang bersifat off-line seperti main di panggung bisa dikatakan berhenti total.

Cashflow juga menjadi kacau-balau. Kalau cuman satu bulan mungkin enggak apa-apa,” ungkapnya saat di temui Majalah Pajak, Selasa (29/06).

Walaupun terdampak pandemi, suami Melly Goeslaw ini tetap menjalankan kewajibannya untuk lapor pajak. Menurutnya, pajak memang sangat penting karena digunakan untuk membangun negara.

“Sederhananya adalah rakyat urunan dari penghasilannya masing-masing, dengan apa yang didapat dibagikan kepada negara, kemudian digunakan negara untuk kepentingan umum,” tambahnya.

Menurut pengalamannya, layanan perpajakan telah berubah menjadi nyaman dan terbuka, tidak “menakutkan” seperti dulu. Kantor-kantor pajak juga telah didesain agar lebih ramah tamu.

“Bentuknya juga sudah beda sekarang dan yang pasti stafnya juga sudah lebih muda-muda serta memiliki cara pandang enggak semengerikan dulu. Kalau dulu kantor pajak tertutup,” jelasnya.

Anto Hoed mengapresiasi layanan on-line selama pandemi yang memudahkannya melakukan kewajiban perpajakannya. Namun, ia menggarisbawahi bahwa tidak semua Wajib Pajak (WP) melek teknologi dan memahami layanan daring itu. Maka dari itu, diperlukan sosialisasi yang lebih agar WP dapat lebih mengerti.

“Jadi, memang kalau tidak ada masalah, ya, akan menjadi gampang. Kalau on-line, kan, seperti e-budgeting—masuknya tuh harus persis. Kayanya enggak pernah ada kendala dalam hal mengurus pajak secara on-line,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga merasa terbantu dengan adanya AR yang selalu setia menemaninya dalam menyelesaikan urusan perpajakannya.

Pria yang terdaftar sebagai WP di KPP Pratama Jakarta Pulogadung ini berharap pemerintah membuat gedung pertunjukan yang layak. Fasilitas semacam ini masih sangat minim di Indonesia, padahal sektor industri kreatif juga salah satu penyumbang APBN.

“Ekonomi kreatif itu masuk dalam satu lingkup besar kebudayaan. Dan, kebudayaan kita memerlukan tempat-tempat yang baik dan layak untuk berkesenian,” tuturnya.

Lanjut baca

Advertorial

Taat Membawa Berkat

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Ron…

Diterbitkan

pada

Penulis:

Seniman dan dunia hiburan, menurut Mongol Stres, menjadi pihak yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung ini. “Karena suah enggak ada lagi yang ngumpulin massa dan bikin acara 100–1.000 orang,” ungkap komedian bernama asli Rony Imanuel ini di acara Spectaxcular 2021 bertema “Pajak untuk Vaksin”, Senin (22/03). Mongol ikut mengingatkan pentingnya disiplin diri […]

The post Taat Membawa Berkat appeared first on Majalah Pajak.

Lanjut baca

TAX PEOPLE

Motivasi Bayar Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Motivator ternama di Indonesia, Merry Riana, suka berbagi tip untuk membuat Anda selalu termotivasi. Dan motivasi, menurutnya, adalah hal penting.

“Karena motivasi itulah yang membuat kita bangkit dari rebahan, motivasi itulah yang membuat kita bergerak dan mengambil tindakan, sehingga dari tindakan yang kita lakukan itulah yang akan sungguh-sungguh membuat sebuah perubahan,” ungkapnya saat acara Spectaxcular 2021 yang mengambil tema “Pajak untuk Vaksin”, Senin (22/03).

Wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980 menjelaskan motivasi bisa datang dari luar maupun dalam. Seperti apa Anda lima tahun mendatang sangat tergantung kepada dengan siapa Anda bergaul; apa yang tiap hari Anda baca, dengar, dan tonton.

“Kalau Anda berkumpul dengan orang yang negatif, ya sudah pasti Anda akan tertular negatif. Tapi, kalau Anda bergabung dengan orang yang positif, optimis, selalu taat, selalu baik, selalu punya solusi, pasti Anda akan tertular juga,” jelasnya.

Brand ambassador DJP ini juga membagikan tip agar masyarakat termotivasi untuk membayar pajak tepat waktu. Menurutnya, di satu sisi pemerintah harus memberikan kemudahan, termasuk sosialisasi pajak dan aplikasi pajak untuk melapor dan menyetor pajak seperti e-Filing dan e-Biling.

Di sisi lain, harus ada kesadaran dan kepedulian bahwa apa yang kita berikan itu bermanfaat bukan hanya kepada kita tapi juga kepada orang di sekitar.

Merry mengingatkan, pajak sangat berguna bagi kepentingan umum. Dampaknya tidak langsung tertuju kepada WP, karena itu untuk kepentingan bersama. Salah satu dampak yang kita rasakan sekarang adalah vaksinasi gratis.

“Vaksin ini buat saya personally adalah game changer. Jadi, menurut saya ini adalah salah satu hal bentuk nyata bagaimana apa yang kita kontribusikan benar-benar dipakai untuk pemulihan kesehatan dan pemulihan perekonomian,” kata Merry.

Ia berharap melalui momen ini bisa menjadi bentuk kesadaran dan juga kepedulian masyarakat akan pentingnya pajak.

Lanjut baca

Populer