Connect with us

Leisure

Berselancar di Lengkung Surga

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Foto: G-Land Alas Purwo, Pondok Terawang

Akrab di  telinga dengan sebutan Kota Seribu Festival, Banyuwangi kembali membuka diri menyambut wisatawan dengan adaptasi kebiasaan baru.

 

Geliat pariwisata Indonesia mulai bangkit, meski pandemi korona belum juga reda. Setelah Bali membuka diri untuk wisatawan nusantara mulai Juli lalu, kini giliran Banyuwangi, Jawa Timur yang menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan wisatawan pada September ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan protokol kesehatan di sektor pariwisata. Ia, misalnya, memberikan sertifikasi terhadap pelaku wisata yang telah memenuhi dan mengikuti standar protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), dan memberi sanksi tegas bagi pelaku wisata yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Di era multimedia ini, informasi sangat terbuka. Setiap orang bisa memberikan review dan di era multimedia ini kualitas menjadi penting, keramahan tetap diutamakan tapi begitu (terjadi pandemi) Covid-19, kesehatan jadi yang paling utama,” ungkap Anas beberapa waktu lalu.

Maka, sebelum merencanakan perjalanan ke Banyuwangi, tak ada salahnya meyakini diri Anda dengan mengecek terlebih dahulu daftar hotel, restoran, warung makan, hingga homestay yang telah memiliki sertifikat dari Bupati Banyuwangi ini di situs web Banyuwangi Tourism.

Baca Juga: Rindu Liburan Terbayar di Gianyar

Surga peselancar

Bumi di ujung timur Pulau Jawa ini memang unik lagi mengagumkan. Bukan hanya dikenal akan potensi alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner dan budayanya. Anda akan menyaksikan betapa sibuknya Banyuwangi melaksanakan ratusan festival—termasuk tiga festival unggulan—yang diadakan di hampir sepanjang tahun. Tiga acara unggulan itu yakni Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan International Tour de Banyuwangi Ijen.

Karena pandemi, festival-festival itu urung diadakan. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menikmati pesona Banyuwangi. Salah satu destinasi yang bisa Anda kunjungi adalah Pantai Plengkung atau yang dikenal dengan G-Land.

Saat masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, G-Land justru menjadi destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Kota Pisang ini. Ya, G-Land memang beda.

Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo ini dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia. G-Land menyuguhkan hamparan laut biru yang luas dengan ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Bayangkan saja, panjang ombak pantainya bisa mencapai dua kilometer dengan ketinggian ombak hingga delapan meter.

Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat dari tujuh ombak terbaik di dunia. G-Land memiliki keistimewaan karena menyajikan berbagai pilihan tipe ombak untuk peselancar pemula hingga peselancar profesional, yaitu Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves.

Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3-4 meter, sementara Speedis Waves dengan ketinggian ombak mencapai 5-6 meter untuk peselancar tingkat sedang, dan Kong Waves biasanya digunakan untuk peselancar tingkat profesional karena memiliki ketinggian ombak 6-8 meter.

“Masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan domestik, tapi G-Land telah menjadi destinasi favorit turis asing.”

Biasanya, kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober. Nah, buat Anda yang tak berselancar, tak usah khawatir karena Anda juga masih bisa menikmati pantai yang memiliki harmonisasi warna ini.

Baca Juga: Keeksotisan Lembah Lereng Slamet

Terdapat pasir pantai putih halus, hamparan laut biru nan luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau yang menunggu untuk Anda jelajahi. Berbagai aktivitas juga bisa Anda lakukan seperti diving, snorkeling, dan tracking menyusuri pantai atau mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo.

Hutan karst

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Anda bisa jelajahi hutan dengan pohon-pohon tinggi yang asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga kelompok rusa yang berada di sekitar pantai.

Di taman seluas 43.420 hektare ini Anda bisa mengunjungi beberapa situs, gua, dan padang savana. Alas Purwo memiliki bentang alam karst dengan formasi geologis yang terdiri atas gua, aliran air bawah tanah, lubang pembuangan, dan tebing. Sehingga, wajar jika hutan ini memiliki banyak gua.

Setidaknya ada sekitar empat puluh gua di sini, dan salah satu gua yang paling terkenal ialah Goa Istana. Konon, gua ini memiliki kegelapan abadi dan kental akan suasana mistis—cocok untuk si penyuka tantangan. Ada juga gua-gua lainnya seperti Goa Kucur, Mayangkara, dan Goa Lowo.

Sementara peninggalan situs yang bisa Anda datangi yakni Pura Giri Selaka. Bangunan peribadatan ini terletak di bagian tengah Alas Purwo, sekitar tiga kilometer dari kawasan Pantai Plengkung. Pura yang berdiri kokoh sejak 1985 silam ini masih kerap disambangi umat Hindu. Pada hari-hari tertentu, mereka berbondong-bondong datang ke sini untuk melakukan beragam ritual peribadatan.

Kawasan G-Land juga dilengkapi penginapan ramah lingkungan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, di antaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Tak sulit, kok, menuju ke G-Land, karena akses jalan relatif baik. Anda bisa menempuh perjalanan darat sekitar dua setengah jam dari pusat kota Banyuwangi. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam yang menawan.

Setelahnya, Anda juga bisa main ke Pondok Terawang di Kampungmandar untuk menikmati sedapnya kuliner hidangan laut khas Banyuwangi. Kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan bilik-bilik kecil yang menerapkan protokol kesehatan.

Bilik-bilik ini berdinding plastik transparan dengan kerangka meja dan kursi besi. Jarak antarbilik pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga Anda bisa bersantap dengan nyaman. Pastikan Anda mencuci tangan dulu sebelum menikmati ragam hidangan autentik dari Kota Sunrise of Java ini.

Baca Juga: Menyongsong Mentari di Pucuk Luwuk

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Menjelanak ke Halimun Salak | Majalah Pajak

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Leisure

Penat pun Melayang di Kelayang

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Setelah peremajaan menyeluruh, Tanjung Kelayang menjadi destinasi wisata primadona nan cantik di Bangka Belitung.

Momentum kebangkitan pariwisata di Provinsi Bangka Belitung terjadi setelah  film Laskar Pelangi (2008), yang mengambil syuting di Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Tanjung Pendam, sukses memikat penikmat film tanah air. Sejak saat itu, pelancong berduyun-duyun datang menyaksikan langsung keindahan alam sekaligus napak tilas adegan film itu.

Tak ayal, Bangka Belitung berhasil menjadi satu dari sepuluh provinsi favorit pariwisata Indonesia di tahun 2016. Hal ini kian jadi angin segar saat Tanjung Kelayang masuk dalam program pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, sekaligus menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2019.

KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari pertambangan timah menjadi kepariwisataan. Ya, Bangka Belitung pernah dikenal sebagai negeri penghasil dan pengekspor timah terbesar di Indonesia.

Kejayaan itu perlahan hilang saat eksploitasi timah tidak terkendali lagi hingga merusak lingkungan. Saat industri timah lesu, pemerintah setempat melihat berbagai potensi wisata alam dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung akan mendongkrak penerimaan daerah apabila dikembangkan dan dikelola secara serius.

Kini, provinsi yang dulunya bagian dari Sumatera Selatan ini bersiap menjadi destinasi wisata kelas dunia. Karena, KEK Pariwisata ini memiliki keunggulan geostrategis, terletak antara Indonesia dan negara ASEAN yang merupakan target captive market.

Panorama pantai

Pantai Tanjung Kelayang berada di Kecamatan Sijiuk, dan berjarak sekitar 27 kilometer atau sekitar 30 menit berkendara dari ibu kota Kabupaten Belitung, Tanjung Pandan. Pantai ini biasanya menjadi tempat persinggahan para wisatawan saat ingin menyeberang ke pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Pasir, Batu Berlayar, dan Pulau Lengkuas menggunakan perahu sewaan.

Namun, setelah tertata apik dan memiliki fasilitas lengkap, wisatawan banyak yang memilih untuk berekreasi di pantai ini. Anda bisa datang sejak hari gelap untuk menikmati matahari terbit, atau tinggal lebih lama di sini untuk menyaksikan matahari perlahan tenggelam secara dramatis hingga benar-benar menghilang di bawah garis cakrawala di ufuk barat.

Layaknya pantai-pantai lain di Pulau Belitung, pantai berpasir putih dan lembut ini juga memiliki sederet batu granit raksasa di beberapa sudut bibir pantai. Uniknya, tak jauh dari sini ada bebatuan yang gaya bertumpuknya menyerupai kepala burung.

Bentuk batu yang terletak di lepas pantai ini seringkali dikaitkan dengan asal usul nama Tanjung Kelayang. Konon, kelayang adalah sebutan warga lokal untuk burung walet yang banyak ditemukan di pantai ini.

Tanjung Kelayang juga memiliki hamparan pantai yang luas sehingga cocok untuk berjalan kaki atau leluasa bermain pasir dengan sang buah hati. Jika sudah jenuh bermain pasir, air laut yang teduh lagi bening menanti untuk direnangi.

Anda juga bisa ber-snorkeling ria di sekitar pantai jika sedang tak ingin ke pulau-pulau lain, karena Tanjung Kelayang juga mempunyai kejernihan air dengan jarak pandang yang cukup jauh sehingga Anda bisa dengan puas mengeksplorasi kehidupan biota bawah laut.

Festival tahunan

Dengan penataan Kawasan Wisata Pantai Tanjung Kelayang di lahan seluas 4.879 meter persegi, Tanjung Kelayang kini menjadi primadona baru di Negeri Laskar Pelangi. Bahkan, pemerintah daerah memanfaatkan ruang publik yang ada dengan menginisiasi Festival Tanjung Kelayang yang diadakan sejak tahun 2017, dan masuk dalam Top 100 Calendar of Events Wonderful Indonesia sehingga patut dilaksanakan setiap tahunnya.

Di tahun 2020, ajang promosi Bali Baru ini diadakan pada 15–19 November dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Acara tetap diadakan—dengan penegakan protokol kesehatan—agar sektor pariwisata Belitung bisa bangkit dan tumbuh kembali.

Berlangsung selama tiga hari berturut-turut, Festival Tanjung Kelayang dipenuhi berbagai acara seperti Parade Pelangi Budaya, Fashion Show Batik Daerah, Fun Run On The Beach, bersih pantai, berbagai macam lomba, dan pergelaran kesenian. Tak hanya itu, pengunjung juga melakukan pelepasliaran ratusan tukik (anak penyu) di Pantai Tanjung Kelayang.

Lanjut baca

Leisure

Berangin-angin di Keantikan Atsiri

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Menikmati keindahan alam dataran tinggi tak harus mendaki ke puncak gunung. Dari lereng barat Gunung Lawu, Anda bisa berwisata seraya menyelisik sejarah kejayaan atsiri di Indonesia.

Gunung Lawu merupakan satu dari tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa. Menjulang dengan ketinggian 3.265 di atas permukaan laut, Gunung Lawu secara administratif menduduki tiga kabupaten di dua provinsi yakni Kabupaten Ngawi dan Magetan di Jawa Timur, serta Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Kemegahan dan cakrawala lanskap alamnya nan memesona membuat gunung api ini cukup populer di kalangan pendaki.

Kendati Anda bukan seorang pendaki, keagungan Gunung Lawu tetap bisa dinikmati dari lerengnya. Beberapa destinasi wisata favorit pelancong terletak di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Kota di lereng barat Gunung Lawu ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Solo dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan.

Rumah Atsiri

Salah satu tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di dataran tinggi ini adalah Rumah Atsiri Indonesia. Menempati lahan seluas 5 hektare, Rumah Atsiri menjanjikan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi, dilengkapi dengan pemandangan Gunung Lawu yang menakjubkan dan keramahan penduduk Desa Plumbon, Tawangmangu.

Ketika memasuki kompleks Rumah Atsiri, Anda akan terkesima oleh hamparan bunga-bunga marigold dan tanaman atsiri yang tertata rapi di sana sini. Wisata tematik ini juga diwarnai sisi sejarah nan kental. Awalnya, bangunan ini merupakan Pabrik Citronella yang diinisiasi oleh Presiden Sukarno pada tahun 1963.

Pabrik minyak atsiri terbesar di Asia Tenggara ini merupakan simbol kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria, sekaligus bukti kejayaan minyak atsiri Indonesia di kancah global. Namun, seiring berjalannya waktu, pabrik ini memasuki fase senja kala hingga mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan sampai akhirnya terbengkalai.

Baru pada tahun 2015, PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih pendirian dan merevitalisasinya selama tiga tahun; menghidupkannya kembali menjadi kompleks rekreasi, penelitian dan pengembangan, serta pasar minyak esensial. Meski dikemas dengan balutan arsitektur dan desain interior yang modern, objek wisata unggulan Karanganyar ini sanggup mempertahankan keaslian bangunan di beberapa sisinya.

Perbedaannya terletak pada material yang digunakan. Desain bangunan lama kebanyakan menggunakan beton dan besi, sedangkan bangunan baru memanfaatkan bahan baja, kayu, dan kaca. Dengan adanya Rumah Atsiri ini, pengunjung yang merupakan generasi kini dan nanti dapat ikut menikmati kejayaan minyak atsiri masa lampau, mempelajari seluk-beluk atsiri, sekaligus berwisata.

Anda bisa mengetahui sejarah pabrik ini—termasuk penemuan dan cara penyebaran minyak atsiri ke seluruh dunia—di museum Rumah Atsiri. Di sini pulalah Anda bisa melihat beberapa peninggalan pabrik minyak atsiri zaman dulu seperti batu bata, mesin pencacah, dan tabung kimia.

Aromaterapi

Minyak atsiri dapat ditemukan di kulit, buah, bunga, daun, getah, rimpang, akar, biji, bahkan di batang tanaman. Ada sekitar 80 jenis tanaman atsiri berasal dari dalam dan luar negeri yang tersebar di rumah kaca dan taman koleksi Rumah Atsiri. Beberapa yang bisa ditemui antara lain rosemari, kayu putih, serai, dan mawar. Masing-masing tanaman ini memiliki kisah, aroma, dan ciri khasnya sendiri.

Anda dapat mencium atau mencicipi beberapa tanaman dengan bantuan pemandu wisata. Mereka dapat memberitahu Anda bagian tanaman yang ideal untuk dipetik—kulit kayu, daun, atau kelopak bunga. Membaui tanaman atsiri di kawasan ini bisa membuat pikiran dan suasana hati menjadi tenang, seolah Anda tengah menjalani aromaterapi di spa ternama.

Anda juga tak akan merasa kelelahan saat menelusuri kawasan ini karena banyak area duduk untuk sekadar beristirahat. Jika lapar, Rumah Atsiri juga menyediakan restoran buat Anda yang ingin menikmati pilihan makanan dan minuman aromatik sembari memandangi bunga marigold yang bermekaran.

Setelah puas berjalan-jalan, Anda bisa mengunjungi area toko. Selain bisa membeli minyak esensial dan suvenir yang diproduksi Rumah Atsiri, pengunjung juga bisa memborong jajanan kemasan yang dijajakan oleh pelaku UMKM binaan Rumah Atsiri.

 

Lanjut baca

Leisure

Daya Pukau Pulau Temajo

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Istimewa

Pulau Temajo akan menyihir Anda dengan keasrian dan keindahan panorama pantainya.

 

Meski punya julukan Seribu Sungai, Kalimantan Barat menawarkan ragam tujuan wisata yang patut Anda kunjungi, mulai dari gugusan bukit nan hijau, danau, air terjun, hingga pulau-pulau eksotis yang jauh dari keramaian kota. Nah, jika Anda sudah rindu pada pantai dengan segala pesonanya, tak ada salahnya berkunjung ke Pulau Temajo.

Terletak di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pulau eksklusif ini tengah naik daun di media sosial. Tak sulit bagi Anda menemukan foto-foto keindahan Pulau Temajo yang diunggah ke dunia maya oleh wisatawan yang pernah berkunjung ke sini. Tak heran, pulau ini memiliki daya tarik wisata yang akan membuat para pengunjungnya seolah tersihir dan enggan pulang.

Perjalanan menuju pulau ini sebetulnya tak begitu sulit, tapi tetap membutuhkan rencana perjalanan yang matang. Ada baiknya Anda memesan paket penginapan di pulau ini, dan mempersiapkan segala perlengkapannya—termasuk protokol kesehatan—sejak jauh hari, agar liburan Anda nyaman.

Dari Kota Pontianak, Anda membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat menuju dermaga Sungai Duri. Di dermaga ini terdapat area parkir yang disediakan penduduk lokal, sehingga Anda bisa memarkir kendaraan roda dua atau empat dengan aman. Perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan kapal motor berkapasitas hingga 15 orang sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, Anda akan menyaksikan gradasi warna air yang cukup menarik—dari aliran air sungai berwarna kecokelatan menjadi air laut yang biru nan menenangkan.

Baca Juga: Menjelanak ke Halimun Salak

Pantai Pasir Panjang nan landai sepanjang 600 meter menyajikan pemandangan spektakuler dan titik terbaik menyaksikan indahnya matahari tenggelam.”

Eksklusif

Sesampainya di Pulau Temajo, Anda akan terpukau oleh hamparan pantai yang luas, pasir putih nan lembut, juga ketenangan dan kejernihan air lautnya.  Wajar bila Pulau Temajo sering disebut sebagai Bali-nya Kalimantan Barat.

Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke sini terlebih di masa pandemi ini. Selain karena jumlah penginapan yang masih terbatas, kuota pengunjung yang datang ke pulau ini juga masih dibatasi. Kabar baiknya, keasrian dan ketenangan pulau bisa tetap terjaga.

Anda juga bisa lebih leluasa menikmati pantai serasa milik sendiri. Jangan lupa untuk menelusuri pesisir barat pulau. Ada Pantai Pasir Panjang nan landai sepanjang 600 meter menyajikan pemandangan spektakuler, dan titik terbaik menyaksikan indahnya matahari tenggelam.

Saat malam nan cerah, lanskap langit akan menampakkan kecantikannya dengan hiasan taburan bintang yang gemerlap. Terkadang, Anda juga bisa menyaksikan Galaksi Bima Sakti yang kerap menjadi buruan fotografer saat berkunjung ke sini.

Pulau seluas kurang lebih 700 hektare ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan membuat liburan Anda kian berkesan, mulai dari perpustakaan, restoran, lapangan basket, voli pantai, sepeda, kano, paddle board, hingga peralatan snorkeling. Ada juga berbagai spot instagrammable yang menarik untuk dijelajahi.

Baca Juga: Keeksotisan Lembah Lereng Slamet

Semua fasilitas ini dipersiapkan oleh Temajo Bay Resort untuk pengunjung yang mau menginap di sini. Ada beberapa jenis penginapan yang bisa Anda pilih yakni kamar bawah, vila atas, dan tenda. Jika bervakansi bersama keluarga, kami sarankan untuk menginap di vila atas.

Penginapan berkonsep eco resort ini terbilang nyaman karena memenuhi standar hotel berbintang. Di tiap unit resor pinggir pantai terdapat kamar tidur lengkap dengan kasurnya yang empuk dan bersih, serta kamar mandi berstandar internasional.

Sebagai catatan, pasokan energi listrik di pulau ini masih sangat terbatas karena mengandalkan panel surya dan mesin generator. Jadi, gunakan perangkat elektronik atau gawai Anda dengan bijak karena listrik hanya hidup pada waktu tertentu.

Lanjut baca
/

Breaking News

Breaking News22 jam lalu

Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan, Pegadaian Raih Label SIBV Safe Guard

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Pegadaian (Persero) mendapatkan atestasi atau pengakuan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang fokus pada implementasi protokol...

Breaking News2 hari lalu

Upaya Meningkatkan Literasi Ekonomi Syariah bagi Masyarakat

Jakarta, Majalahpajak.net – Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Namun, masih rendahnya literasi ekonomi dan keuangan masyarakat masih...

Breaking News5 hari lalu

Pemerintah dan Bank Dunia Sepakati Kerja Sama Ketahanan Fiskal untuk Mitigasi Bencana

Jakarta, Majalahpajak.net – Indonesia adalah negara dengan risiko bencana yang tinggi.  Karena itu, perlu kesiapan (country readiness) yang komprehensif dan...

Advertorial5 hari lalu

PajakMania Gelar “Roadshow” Pajak di Enam Kota

Jakarta, Majalahpajak.net – PajakMania akan menggelar roadshow kelas pajak 2021 di enam kota, yakni kota Surabaya, Jogjakarta, Semarang, Cirebon, Bandung...

Breaking News5 hari lalu

Menyambung Nyawa Pariwisata

Pariwisata terpuruk selama pandemi. Kebijakan komprehensif diperlukan untuk memperpanjang umurnya.   Sejatinya, masyarakat dan pemerintah yang berkecimpung di industri pariwisata...

Breaking News6 hari lalu

Jokowi Minta Para CEO dan Petani Kerja Sama Tingkatkan Komoditas Pertanian

Jakarta, Majalahpajak.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatinkan, hingga saat ini Indonesia sangat bergantung pada komoditas pangan impor. Komoditas...

Breaking News7 hari lalu

Peluang Investasi Reksadana “Offshore” Berprinsip Syariah

Jakarta, Majalahpajak.net – Bank DBS Indonesia berkomitmen menerapkan misi sustainability atau bisnis keberlanjutan. Salah satu pilar sustainability yang diusung adalah...

Breaking News1 minggu lalu

Indonesia Darurat Bencana, ACT Ajak Masyarakat Bantu Korban

Jakarta, Majalahpajak.net – Awal tahun 2021, Indonesia dihadang bencana di berbagai daerah. Ada  gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir di...

Breaking News1 minggu lalu

Pegadaian Beri Bantuan untuk Korban Bencana Sumedang

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Pegadaian (Persero) memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang. Bantuan...

Breaking News1 minggu lalu

Holding BUMN untuk Pemberdayaan Ultramikro dan UMKM

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian BUMN berencana membentuk perusahaan holding terkait pembiayaan dan pemberdayaan ultramikro serta UMKM. Upaya ini merupakan langkah...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved