Connect with us

Breaking News

Bayar Pajak dan Penerimaan Negara Makin Mudah dengan DANA

Diterbitkan

pada

Jakarta, Majalahpajak.net – Dompet digital DANA mendapat kepercayaan dari Pemerintah sebagai Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) dari 91 collecting agent pada Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik untuk Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang dibuat oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Momentum ini memperkuat posisi DANA sebagai jembatan bagi ekosistem ekonomi digital nasional untuk mewujudkan inklusi keuangan dan mencapai Indonesia Cashless Society. Hal ini juga sebagai wujud komitmen DANA sebagai dompet digital terdepan dan tepercaya dalam memperluas kanal pembayaran pajak dan penerimaan negara, serta dalam terus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Dengan ditunjuknya DANA sebagai collecting agent MPN G3, masyarakat pengguna DANA kini dapat menunaikan kewajibannya melakukan pembayaran kepada negara dengan lebih aman, nyaman, praktis dan mudah melalui satu aplikasi yang terintegrasi. Ada tiga jenis pembayaran Penerimaan Negara yang bisa dilakukan lewat aplikasi DANA, yaitu pembayaran Pajak Online (DJP), Bea dan Cukai (DJBC) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti biaya perpanjangan paspor, penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun perpanjangannya.

MPN G3 merupakan sistem yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan guna mengelola penerimaan agar jauh lebih akurat dan tepat waktu. Selain itu, sistem ini juga dibangun untuk mendukung hadirnya layanan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan kewajiban membayar pajak dan penerimaan negara lainnya.

MPN G3 yang diluncurkan pada 23 Agustus 2019 memiliki keunggulan dibandingkan versi sebelumnya, di antaranya mampu melayani pembayaran penerimaan negara hingga 1.000 transaksi per detik dari hanya 60 transaksi per detik pada MPN G2. Selain itu, penyetoran penerimaan negara pada MPN G3 juga dapat dilakukan melalui kanal pembayaran yang disediakan oleh collecting agent yaitu melalui loket (teller) dan kanal pembayaran melalui sistem elektronik yang terdiri dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM), internet banking, mobile banking, overbooking, Electronic Data Capture (EDC), dompet elektronik, transfer bank, virtual account, kartu debit, dan kartu kredit.

Pengembangan MPN G3 dilakukan secara kolaboratif antara Kemenkeu dengan sejumlah collecting agent yang terdiri dari bank/pos persepsi dan lembaga persepsi lainnya (perusahaan fintech, e-commerce, dan retailer). DANA merupakan aplikasi dompet digital yang ditetapkan oleh Kemenkeu menjadi salah satu kanal pembayaran MPN G3. Lewat penunjukan DANA sebagai salah satu collecting agent, implementasi elektronifikasi ini merupakan langkah strategis dan diyakini akan berkontribusi positif terhadap perluasan kanal pembayaran dan mempermudah masyarakat dalam membayarkan lebih dari 900 jenis penerimaan negara, baik yang dibayarkan oleh pemerintah, swasta, maupun perorangan.

Hadirnya layanan MPN G3 di dalam aplikasi DANA akan berdampak signifikan dalam upaya pengembangan ekosistem digital. Sebagai perusahaan yang berinduk kepada Bank Indonesia, hal ini sejalan dengan visi pertama dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dalam mendorong transaksi pembayaran berbasis digital yang dilakukan dengan melibatkan industri (industrial approach), mengedepankan kepentingan publik (public interest approach), dan sinergis (collaborative approach). Selain itu, kolaborasi ini juga merupakan respons terhadap tantangan pesatnya arus digitalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan kondisi dan aktivitas ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada DANA dalam program ini bukan menjadi kali pertama. Sebelumnya, DANA juga ditunjuk sebagai salah satu mitra untuk penyaluran insentif Program Kartu Prakerja. Selain itu, DANA juga terlibat secara kolaboratif dalam sejumlah program pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM, termasuk di dalam kampanye #BanggaBuatanIndonesia dan 12 Juta QRIS.

“Dukungan terhadap berbagai ekosistem ekonomi adalah bentuk tanggung jawab DANA sebagai aplikasi teknologi finansial guna membantu mendorong kemudahan bertransaksi digital. Dalam kolaborasi ini DANA kembali menawarkan satu solusi terintegrasi untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Harapannya, keterlibatan DANA dalam menyediakan Penerimaan Negara mampu mendorong masyarakat untuk taat atas kewajibannya terhadap negara dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA.

Untuk memperlancar proses penyelesaian pembayaran Peneriman Negara, DANA menganjurkan pengguna untuk terlebih dulu meregistrasikan akun miliknya menjadi DANA Premium. Selanjutnya, pembayaran Penerimaan Negara dapat dilakukan dengan mengakses fitur Penerimaan Negara di kategori Bill dalam aplikasi DANA. Pengguna bisa mendapatkan kode bayar atau billing yang tersedia dalam laman website masing-masing Biller – seperti laman website Pajak Online (DJP), Bea dan Cukai (DJBC) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) – dengan meregistrasikan diri atau memenuhi persyaratan yang diminta. Lalu, pilih jenis Penerimaan Negara yang akan dibayar. Sebelum melakukan pembayaran, pastikan sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai tagihan yang akan dibayar.  Setelah benar-benar lengkap, lakukan pembayaran dapat diselesaikan dengan menggunakan saldo DANA.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara Noor Faisal Achmad. Melalui Kepala Subdirektorat Manajemen dan Pengeluaran Kas Dayu Susanto Noor menyampaikan,  dengan hadirnya DANA sebagai Lembaga Persepsi Lainnya sebagai salah satu collecting agent pada Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik untuk Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3). Noor

berharap MPN G3 akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada pembayar pajak, bea cukai, PNBP, dan lain-lain agar dapat terlayani dengan lebih baik lagi.  Peluncuran Transaksi Perdana Penerimaan Negara melalui DANA sebagai LPL ini merupakan salah satu upaya penyebarluasan informasi agar inovasi MPN G3 dapat langsung dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh wajib pajak/bayar/setor. Mari kita optimalkan    kanal pembayaran LPL, termasuk DANA dalam MPN G3 ini untuk mewujudkan semangat  mencapai target Penerimaan Negara melalui peningkatan kinerja yang lebih bersinergi bersama stakeholders,” pungkasnya.

Tulis Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Breaking News

Bank Banten Gandeng FDS untuk Gunakan Teknologi AWS

Diterbitkan

pada

Penulis:

Dirut Bank Banten Agus Syabarrudin, Presdir FDS Sutjahjo Budiman, Presdir PT DCI Indonesia Tbk Toto Sugiri dan Dirops dan Transofrmasi Bank Banten Denny S Karim di Kantor PT DCI Indonesia Tbk

PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten/BEKS) dan PT Fortress Data Services (FDS) sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah. Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan fondasi transformasi, baik bagi nasabah hingga operasional perbankan di masa mendatang melalui penggunaan teknologi Amazon Web Services (AWS) bersama FDS.

Menurutnya, kerja sama Bank Banten dengan FDS adalah bagian dari inisiatif dalam menjalankan transformasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabah yang akan menggunakan jasa dan layanan Bank Banten.

“Di Bank Banten, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial nasabah. Kami melakukan transformasi untuk menyediakan produk dan layanan keuangan serta mengoptimalkan layanan ke nasabah-nasabah. Kami percaya bahwa, kerja sama dengan FDS akan mendapatkan nilai lebih (added value) bagi perusahaan,” ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (17/09).

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan misi Bank Banten untuk menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang memberikan layanan yang mumpuni dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi serta mengakses produk keuangan, sehingga peluang untuk pengembangan bisnis semakin besar.

“Untuk dapat melaksanakan misi tersebut, Bank Banten berkolaborasi dengan institusi pendidikan, institusi kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku industri di Banten untuk mengembangkan ekosistem keuangan di Banten,” tambahnya.

Agus melanjutkan, Bank Banten sedang mempersiapkan fondasi dalam pelaksanaan transformasi serta implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi. Terlebih, Bank Banten memiliki tujuan untuk memastikan inklusi keuangan yang lebih besar di daerah Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi seperti bank pada umumnya di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman menjelaskan bahwa transformasi di institusi keuangan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai misi tersebut. Dengan adanya AWS dipercaya mampu memperkuat fondasi bank digital dan mewujudkan misi dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Sebagai platform yang komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia, AWS menyediakan layanan yang memungkinkan perusahaan jasa keuangan untuk mempercepat proses tujuan transformasi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto juga mengapresiasi dan memberikan selamat kepada Bank Banten dan FDS atas kerja sama tersebut. “Kami bangga dapat bekerja sama dengan FDS serta membantu Bank Banten dalam menjalankan proses untuk memodernisasi infrastrukturnya, memenuhi perubahan perilaku dan keinginan nasabah, dan mendorong pertumbuhan bisnis di Banten dan sekitarnya,” ujarnya.

Lanjut baca

Breaking News

Resmi Diluncurkan, P3HPI Siap Bangun Kepedulian Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Perkumpulan Pengacara dan Praktisi Hukum Pajak Indonesia (P3HPI) merupakan organisasi yang resmi dibentuk sebagai jembatan antara kebutuhan otoritas pajak—baik itu DJP, DJBC, maupun Pemda—dan Wajib Pajak (WP). Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum P3HPI John Eddy dalam acara Peresmian dan Webinar P3HPI secara virtual, Rabu (15/9).

“Kami berkomitmen bisa berkiprah, memberikan sumbangsih yang at the end untuk penerimaan pajak. Sebagai salah satu fungsi budgeter yang diatur di politik anggaran kami,” ucapnya.

John mengatakan, P3HPI lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan bantuan hukum dalam ragam permasalahan pajak, sekaligus membangun kepedulian masyarakat untuk taat pajak yang didasarkan pada undang-undang.

“Meskipun permasalahan pajak tidak terhindarkan, ruang penyelesaian dapat diwujudkan pada tujuan keadilan. P3HPI siap memberi bantuan hukum yang merupakan hak warga negara sesuai amanat Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 jo UU Bantuan Hukum No. 16 Tahun 2011,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pengawas P3HPI Ariawan Gunadi memastikan, P3HPI bisa memberikan insight, wawasan, dan pandangan kepada orang-orang yang ingin menekuni profesi ini. Di sisi lain, P3HPI juga memiliki dimensi sosial untuk memberikan dukungan kepada pemerintah.

“Dari perspektif perpajakan, kami juga bisa bantu memberikan sosialisasi mulai dari undang-undang, peraturan, regulasi yang mungkin selama ini sudah ada tetapi belum diketahui oleh semua masyarakat. Lewat perkumpulan ini kita bisa menyelenggarakan webinar dan suatu sosialisasi perpajakan, karena seperti kita tahu pajak memiliki peraturan yang dinamis dan mungkin ada perubahan-perubahan yang perlu dipelajari dan dipahami oleh kita semua,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyambut baik lahirnya P3HPI, sebagai upaya untuk membangun profesionalitas, meningkatkan kompetensi, dan mengadvokasi persoalan-persoalan hukum termasuk perpajakan; demi menciptakan keadilan, kepastian hukum, fairness dan juga ekosistem perpajakan yang lebih baik.

“Kiranya juga interaksi yang semakin baik, komunikasi yang semakin baik antara pemerintah, otoritas pajak, dengan masyarakat Wajib Pajak yang difasilitasi oleh para intermediaries baik dari konsultan pajak maupun pengacara pajak akan semakin efektif untuk membangun ekosistem pajak yang lebih baik. Dicirikan dengan kepatuhan sukarela yang semakin baik, akuntabilitas yang semakin baik, dan juga hubungan antarpihak yang semakin harmonis dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak, termasuk mendorong perekonomian yang lebih baik,” ucapnya.

Selain itu, Yustinus berharap P3HPI juga dapat ikut memikirkan, memberikan gagasan, masukan dalam pembahasan RUU KUP yang tengah dibahas bersama DPR.

“Ini kesempatan yang baik juga bagi kita untuk nantinya semakin sempurna, semakin baik, sebagai fondasi yang baru untuk dunia perpajakan kita ke depan. Kami percaya para pendiri P3HPI dapat mengemban amanah, mandat ini dengan baik. Pemerintah juga terus berupaya untuk dapat semakin terbuka, makin transparan, makin akuntabel untuk dapat mendengarkan masukan termasuk berkolaborasi, dan bersinergi dengan banyak pihak,” pungkasnya.

Senada dengan Yustinus, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Natalius mengatakan, P3HPI bisa menjadi salah satu pihak yang mendukung perkembangan pajak di Indonesia dan menjadi wadah untuk para pengacara pajak dan praktisi hukum pajak. Supaya, dapat senantiasa mengembangkan profesionalisme serta menjaga integritas dalam menjalankan profesinya.

“Para pengacara pajak dan praktisi hukum pajak juga diharapkan senantiasa meningkatkan kompetensinya perpajakannya untuk dapat mendukung penyelesaian sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan,” tutupnya.

Lanjut baca

Breaking News

Ariston Jalin Kemitraan Regional dengan Juventus

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net– Ariston, sebuah merek dagang internasional dari Ariston Thermo Group, perusahaan global yang bergerak di sektor kenyamanan termal berkolaborasi dalam sebuah kemitraan regional dengan klub sepak bola Italia Juventus.

Chairman Ariston Thermo Group Paolo Merloni mengungkapkan, kerja sama ini didasari oleh kesamaan visi antara Ariston dan Juventus yang selalu memberikan performa terbaik dalam menjawab tantangan. Menurutnya, untuk menghadapi tantangan diperlukan semangat, antusiasme, dan sikap untuk menjadi juara di bidang masing-masing.

“Mentalitas yang dibangun Ariston ini dilihat sejalan dengan nilai yang dianut oleh Juventus. Faktanya, kedua perusahaan berbagi nilai dan misi penting, yaitu menaklukkan tantangan yang sulit secara konstan, memiliki strategi yang kuat dan tekad untuk menjadi juara, serta ketekunan,” ungkapnya dalam kolaborasi antara Ariston Indonesia dengan Juventus secara virtual, Kamis (16/09).

Sementara itu, Chief Revenue Officer Juventus Giorgio Ricci menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Terlebih bagi kedua perusahaan tersebut tantangan merupakan nilai yang mengakar kuat dalam budaya Ariston maupun Juventus.

“Kami senang sekali menyambut Ariston ke dalam keluarga besar Juventus. Kolaborasi ini merupakan hasil sinergi yang hebat, menggabungkan warisan dan inovasi Italia,” jelasnya.

Selain itu, Managing Director Ariston Therma Indonesia Erwin Lim mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan inovasi-inovasi baru di masa mendatang.

“Kami berharap melalui kemitraan ini akan melahirkan ide-ide baru untuk musim-musim mendatang, dan akan berguna bagi pasar yang berkembang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ariston Indonesia juga berkomitmen dan secara konsisten akan menghadirkan kenyamanan bagi keluarga di Indonesia melalui produk-produk yang ditawarkan. Terlebih, Ariston merupakan pemimpin pasar dalam kategori pemanas air di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 67 persen.

“Saya bangga dengan apa yang telah dicapai Ariston Thermo Indonesia sebagai pemimpin pasar kategori pemanas air di Indonesia. Kami memastikan inovasi dan adaptasi akan terus dilakukan, dan melayani yang terbaik harus selalu tetap dilanjutkan. Sehingga konsumen selalu yakin siapa yang harus dipercaya,” pungkasnya.

Lanjut baca

Populer