Terhubung dengan kami

Green Up

Bangun Pendidikan dari Pinggiran

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

 

Mendukung Nawacita, BRI mengembangkan program CSR pendidikan di daerah-daerah perbatasan.

Bidang pendidikan menjadi perhatian utama bagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam menjalankan program tanggung-jawab sosial (CSR). Hal ini dilandasi oleh keyakinan pentingnya peranan pendidikan sebagai salah satu pilar yang menentukan masa depan dan kemajuan suatu bangsa.

Komitmen terhadap bidang pendidikan diwujudkan bank pelat merah ini lewat program Indonesia Cerdas secara berkelanjutan. Ada sejumlah kegiatan yang telah dilakukan melalui program ini, salah satunya berupa bantuan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT).

Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso memaparkan, pada periode 2016/2017 ini pihaknya memberikan beasiswa BRI Peduli Pendidikan bagi 750 mahasiswa UT dalam bentuk biaya perkuliahan dengan total alokasi dana sebesar Rp 3,6 miliar.

Ia mengatakan, sebagai perusahaan publik yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh negara, BRI mengemban tanggung-jawab sosial yang besar, tidak hanya sebatas keberlanjutan usaha perusahaan dalam jangka panjang namun juga turut berkontribusi kepada bangsa yang salah satunya melalui bidang pendidikan.

Program ini telah memasuki tahun kelima sejak pertama kalinya CSR Peduli Pendidikan diberikan untuk mahasiswa UT. Dengan adanya bantuan beasiswa, mahasiswa berprestasi tidak perlu memikirkan biaya perkuliahan dan bisa lebih fokus pada studinya.

Kontribusi di dunia pendidikan melalui beasiswa bagi mahasiswa UT juga dilandasi oleh kesamaan visi sekaligus dukungan terhadap Nawacita yang telah dicanangkan pemerintahan Jokowi–JK dalam membangun masyarakat Indonesia dari daerah-daerah pinggiran dan kawasan terluar. Universitas Terbuka yang mengembangkan layanan pendidikan melalui 39 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) memiliki kesamaan dengan BRI yang juga mengembangkan layanannya melalui 10.639 unit Kerja BRI yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

CSR pendidikan di daerah perbatasan

Selain beasiswa bagi mahasiswa UT, BRI juga menjalankan program Mencerdaskan Anak Bangsa yang fokus di daerah-daerah perbatasan. Terdapat sepuluh daerah yang menjadi sasaran, yakni Putussibau (Kalimantan Barat), Merauke (Papua), Muko-Muko (Bengkulu), Rote Ndau (Nusa Tenggara Timur), Nabire (Papua), Blangpidie (Aceh), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Tual (Maluku), Tahuna (Sulawesi Utara), dan Nunukan (Kalimantan Barat). Di sepuluh titik terpencil dan terluar tersebut, program CSR pendidikan lebih diprioritaskan untuk tingkat sekolah dasar (SD) mengingat para pelajar di jenjang ini merupakan generasi muda yang harus disiapkan paling awal.- Novita Hifni

 

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Green Up

Fokuskan Manfaat untuk Indonesia Timur

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Melalui kegiatan tanggung jawab sosial yang menjangkau hingga wilayah Indonesia Timur, manfaat kehadiran Perum Jamkrindo kian dirasakan masyarakat.

Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) memfokuskan program tanggung jawab sosialnya untuk pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Kegiatan ini sekaligus juga merupakan wujud dukungan terhadap sembilan agenda prioritas dalam program Nawa Cita yang telah menjadi komitmen awal pemerintahan Jokowi-JK.

Di awal Maret 2018, Jamkrindo bersinergi dengan BUMN lainnya untuk melakukan serangkaian kegiatan sosial di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN ini meliputi pembangunan 60 unit rumah untuk pejuang integrasi eks-Timor Timur (Pembangunan Rumah Veteran), pemberian bantuan buku-buku pelajaran, dan renovasi sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan.

Program Pembangunan Rumah Veteran di Kupang senilai Rp 4,5 miliar dilakukan Jamkrindo secara sinergi dengan sejumlah BUMN lainnya yakni  PT Angkasa Pura I, PT Asabri, Perum Pegadaian, PT Pelindo III, dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Melalui CSR, keberadaan Perum Jamkrindo sebagai satu-satunya BUMN yang memberikan penjaminan bagi UMKM bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Menjangkau pelosok negeri

Direktur Utama Perum Jamkrindo, Randi Anto mengemukakan, pihaknya menekankan pentingnya program CSR di bidang pendidikan bagi masyarakat terutama yang berada di pelosok negeri, diantaranya dengan memberikan bantuan buku-buku pelajaran dan renovasi sekolah untuk SMA Negeri 7 Kupang senilai Rp 500 juta.

Ia menguraikan, bantuan CSR dan Bina Lingkungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur senilai Rp 17.502.240.000 ditujukan untuk kegiatan sosial di Kupang, Kabupaten Larantuka, dan Adonara. Program CSR dan Bina Lingkungan di Kupang di bidang pendidikan berupa beasiswa bagi 20 pelajar sekolah dasar, 20 pelajar SMP, 20 pelajar SMA, dan 10 mahasiswa untuk Universitas Cendana, renovasi PAUD Kharisma Kreatif dan Sarana Prasarana Ibadah dan Sarana Prasara Umum, bantuan renovasi empat sekolah dasar di Kupang (SD Inpres Labat, SDN Maulafa, SDN Naikoten, SDN Oehendak), dan bantuan renovasi SMPN 13 Kupang. Adapun program Bina Lingkungan yang dilakukan Jamkrindo meliputi pelatihan menjahit dan bantuan mesin jahit untuk UKM, bantuan coldbox untuk nelayan, pelatihan montir dan pelatihan pariwisata.

Di Kabupaten Larantuka, NTT, kegiatan CSR meliputi bantuan beasiswa untuk 20 pelajar sekolah dasar, 20 pelajar SMP, 20 pelajar SMA, dan 10 mahasiswa, Taman Baca Sekolah, bantuan kelistrikan untuk 12 desa di Kecamatan Tanjung Bunga Ujung Timur Larantuka, sarana air bersih, pelatihan montir dan pariwisata, bantuan alat pembuat tempe, kegiatan pelatihan menjahit dan memasak.

Randi memaparkan, kegiatan sosial ini sebagai wujud dari program nasional BUMN Hadir untuk Negeri. Melalui sinergi BUMN, imbuhnya, masyarakat akan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa merasakan keberadaan BUMN di seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui CSR, keberadaan Perum Jamkrindo sebagai satu-satunya BUMN yang memberikan penjaminan bagi UMKM bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelas Randi.

Berdiri sejak 1 Juli 1970, saat ini Perum Jamkrindo semakin tumbuh dan berkembang menjadi lokomotif industri penjaminan di Indonesia dengan jaringan kerja yang luas. Memiliki 9 kantor wilayah, 1 kantor Cabang Khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP), Perum Jamkrindo berkomitmen kuat membantu UMKMK di seluruh pelosok Indonesia untuk melakukan penjaminan atas risiko kegagalan finansial para pengusaha UMKMK.

Lanjutkan Membaca

Green Up

Sinergi Pemberdayaan Klaster Nelayan

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Tak sekadar mengejar profit, Bank Sulselbar menerapkan program CSR yang sejalan dengan strategi bisnisnya secara berkelanjutan.

Tak sekadar berorientasi pada profit untuk kelangsungan bisnis, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau PT Bank Sulselbar (Persero) juga memerhatikan pembangunan lingkungan dan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah kegiatannya. Ini diwujudkan melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan.

Pemimpin Grup Corporate Secretary Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir mengemukakan, penyusunan program CSR yang diterapkan selama ini selalu bersinergi dengan kegiatan pembangunan yang tengah digulirkan oleh pemerintah daerah setempat sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Berbagai progam CSR yang kami lakukan memang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Jadi, ada sinergi dengan pemerintah daerah,” jelas Dirhamsyah kepada Majalah Pajak usai menerima penghargaan di acara bertema “Indonesia CSR Award 2018” yang diselenggarakan oleh Economic Review di Jakarta, Jumat (23/2).

Pesisir

Februari lalu, Bank Sulselbar berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua melalui program pengembangan klaster nelayan sebagai salah satu wujud dari kegiatan CSR sekaligus untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat mengemukakan, pengembangan klaster nelayan di sentra kemaritiman Desa Boddia, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan itu secara bisnis diharapkan menjadi salah satu instrumen dalam menyalurkan kredit produktif yang untuk tahun 2018 ini secara kumulatif dialokasikan sebesar Rp 1,2 triliun.

“Program ini menjadi perpaduan CSR kami dengan program pembiayaan produktif. Mulai dari edukasi, pendampingan, fasilitas permodalan, bahkan untuk nelayan kami berikan asuransi untuk setahun,” ujar Rahmat.

Menurutnya, besaran suku bunga yang dipatok melalui klaster tersebut sangat memungkinkan bisa sama atau bahkan lebih rendah dari KUR pada tahun ini yang berada pada angka tujuh persen. Ia meyakini skema klaster dapat efektif dalam mendorong pengembangan kelautan dan perikanan di wilayah pesisir sekaligus juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat setempat.

Desa Boddia merupakan lokasi dimulainya program Jangkau, Sinergi dan Guideline (Jaring) yang diinisiasi oleh OJK sejak 2015 lalu. Pengembangan klaster nelayan menjadi rangkaian dari pemetaan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan atau masyarakat pesisir.

“Skema seperti ini tentu akan kami lanjutkan pada daerah lain. Untuk kajian potensinya melibatkan OJK agar penyaluran pembiayaan lebih terukur dan tetap menerapkan prinsip kualitas pembiayaan,” imbuhnya.

Ia memaparkan, fasilitasi pembiayaan kepada nelayan di Desa Boddia telah dimulai sejak awal 2017 melalui penyaluran pinjaman bagi 272 nelayan setempat dengan total pinjaman yang direalisasikan sebesar Rp 13,6 miliar. Selain itu, ungkapnya, kualitas pinjaman juga sangat terjaga secara keseluruhan sehingga menjadi acuan bagi perseroan untuk melanjutkan program fasilitas pembiayaan bagi nelayan dalam skala yang jauh lebih besar.

“Implementasinya melalui klaster. Apalagi TPAKD dan OJK ikut berperan serta dalam program ini. Sehingga kami yakin bisa lebih bermanfaat secara luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada klaster tersebut, pola edukasi maupun literasi keuangan disertai dengan pemberdayaan masyarakat setempat akan dipadukan dengan fasilitasi pembiayaan dari Bank Sulselbar sehingga mampu menciptakan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News3 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News4 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News5 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Breaking News7 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

  Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri atas kepulauan,...

Breaking News7 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan Maluku mengundang...

Breaking News8 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat (community development)...

Breaking News10 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang sering diperbincangkan....

Breaking News1 tahun lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan, sosialisasi maupun...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun 2015. Sesuai...

Analysis3 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak daripada tiang”....

Advertisement Pajak-New01

Trending