Connect with us

Resto

Bancakan Berkesan di Resto “New Normal”

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Foto: Dok. Noor Hotel Bandung

Mengadaptasi protokol kesehatan, restoran ini siap menyambut tamu yang kangen ‘bancakan’.

Konsep kenormalan baru (new normal) telah digaungkan pemerintah pusat dan dijalankan secara bertahap di beberapa daerah. Di Kota Bandung, Jawa Barat, meski masih diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 12 Juni, pemerintah kota (Pemkot) mulai melonggarkan aturan di sejumlah tempat umum seperti hotel, perkantoran, dan rumah makan.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 32 tahun 2020, seluruh tempat makan di Kota Bandung kini diperbolehkan melayani tamu yang makan di tempat (dine in). Syaratnya, jam operasional dibatasi dan mesti menerapkan protokol kesehatan. Bagi Anda wargi Bandung yang sesekali ingin bersantap di luar rumah setelah berbulan-bulan di rumah saja, Emmy’s Kitchen bisa menjadi salah satu restoran yang bisa Anda kunjungi.

Protokol kesehatan

Terletak di lantai lobi Noor Hotel Bandung, restoran ini siap menyambut dan melayani Anda di era kenormalan baru. Dengan tetap menjaga keramahtamahan dan ketulusan melayani, restoran ini juga menerapkan protokol kesehatan yang berlaku selama masa PSBB. Marketing Communication Executive Noor Hotel Bandung Reza Armanda menjelaskan, sesuai Perwali No. 32 tahun 2020, Emmy’s Kitchen membuka pintu pukul 06.00 hingga pukul 18.00 setiap harinya.

Baca Juga: Bila Lapar Datang Mendadak

Selain membatasi kapasitas dan mengubah tata letak kursinya, manajemen restoran juga hanya membolehkan pengunjung berada di dalam restoran tak lebih dari 60 menit.

“Normalnya, di dalam restoran bisa memuat sampai 60 orang dan di luar bisa 40 orang. Namun, saat ini total tamu yang kami terima maksimal 30 persen dari kapasitas maksimal. Untuk layout-nya diubah yang tadinya satu meja bisa untuk 4 orang, sekarang hanya untuk 2 orang dan membuat jarak antarmeja minimal 1 meter,” tutur Reza.

Kemudian, karena kawasan hotel dan restoran merupakan area wajib memakai masker, maka pengunjung wajib mengenakannya saat masuk ke restoran. Kebijakan lainnya, manajemen juga telah mengatur waktu sarapan agar tidak terjadi kerumunan, dan menugaskan staf untuk membantu Anda mengambilkan makanan yang dikehendaki.

“Meski terdengar kurang nyaman dengan aturan-aturan yang diadaptasi dari tatanan kenormalan baru, pengalaman bersantap Anda akan tetap berkesan.”

Meski terdengar kurang nyaman dengan aturan-aturan yang diadaptasi dari tatanan kenormalan baru ini, Reza memastikan pengalaman bersantap Anda akan tetap berkesan. Paling tidak, Anda bisa memanjakan pandangan Anda dengan interior restoran yang cantik dan tertata apik. Sejak dulu, restoran ini memang menjadi kegemaran banyak orang, karena memiliki ragam spot menarik nan instagrammable.

Mengikuti desain hotel yang bergaya Eropa dan Timur Tengah, restoran ini juga lekat dengan elemen dan ornamen yang menandakan gaya arsitektur khas keduanya. Ciri khas Timur Tengah diperlihatkan melalui lampu-lampu Fanus—lampu gantung khas Timur Tengah, piring-piring hias beretnik, dan hiasan-hiasan lain bermaterial kuningan atau tembaga. Sementara gaya Eropa lebih ditonjolkan dari pemilihan furnitur bergaya neoklasik, motif keramik, dan sapuan warna putih yang mendominasi furnitur juga keseluruhan dinding interiornya.

Baca Juga: Iftar di Rumah, Hidangan dari Restoran

Di beberapa sudut restoran juga dihias beberapa tanaman yang menyejukkan pandangan. Untuk Anda yang ingin lebih merasakan suasana alam, pilihlah bersantap di teras restoran yang disebut Emmy’s Terrace. Di sana, nuansa alam lebih kentara dengan penempatan rumput sintetis sebagai alas lantainya, penempatan beberapa bunga warna-warni, juga tanaman rambat subur yang berfungsi sebagai plafon alami. Kicauan burung yang kerapkali terdengar juga semakin menguatkan nuansa alamnya, seolah Anda sedang bersantap di sebuah pesta kebun.

Bancakan

Berkiblat pada konsep syariah yang diusung hotel, makanan yang disajikan di sini terjamin berasal dari bahan baku dan bahan pendukung yang halal. Restoran ini juga tak menjual minuman beralkohol. Salah satu makanan andalan yang bisa Anda coba adalah Spicy Chicken Peri Peri.

Disajikan pada sebuah hotplate, Spicy Chicken Peri Peri terdiri atas potongan daging ayam bersamaan dengan kentang goreng, dan beberapa potong sayuran berisi wortel, brokoli, dan jagung. Sebelum dipanggang, potongan ayam ini diungkep terlebih dahulu selama beberapa waktu sehingga lumuran bumbu-bumbu halus seperti cabai, bawang bombai, dan bawang putih; juga rempah-rempah seperti daun thyme dan lada ini empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam.

Setelah dipanggang, ayam ini disiram sambal khusus buatan tim dapur. Terbayang, kan keempukan dan kenikmatannya? Namun, hati-hati bagi Anda yang kurang menyukai pedas, karena sambal yang kaya akan cabai ini cukup membuat panas di bibir dan rasa pedas cukup lama melekat pada lidah.

Jika Anda bersantap bersama keluarga, pesanlah Nasi Bancakan yang cocok disantap beramai-ramai. Paket menu khas Sunda berporsi banyak ini terdiri dari nasi liwet nan gurih, disertai lauk-pauk pelengkap seperti ikan asin, ayam goreng, juga tahu dan tempe goreng. Tak hanya itu, menu ini juga didampingi lalapan sayuran, urap, dan sambal terasi khas Jawa Barat.

Baca Juga: Sensasi Pangsit Kuah nan Melegenda

 

Editor Majalah Pajak Freelance writer, Part-time Traveller, Full-time learner

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Nasgor Artistik di Kafe Antik | Majalah Pajak

  2. Pingback: Sepotong Nostalgia Mengalir di Meja | Majalah Pajak

  3. Pingback: Kembali ke Selera Nusantara nan Juara | Majalah Pajak

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Resto

Sehat-Nikmat ‘tuk Semua Usia

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Restoran ini ingin membuktikan kepada Anda bahwa makanan dan minuman sehat bisa memiliki rasa yang sangat enak.

Sebagian besar dari kita tumbuh dengan asupan makanan ultraproses yang mengandung gula, garam, dan lemak dalam dosis tinggi. Makanan olahan juga banyak memuat gula tersembunyi, sehingga Anda tidak menyadari telah kecanduan akan rasa itu. Hasilnya, Anda akan cepat bosan ketika mencoba menikmati makanan sehat yang cenderung irit bumbu atau menggunakan metode memasak yang itu-itu saja—seperti rebus dan kukus.

Inilah mengapa begitu banyak orang menyerah pada tujuan mereka untuk menerapkan pola makan sehat, karena visual makanan seringnya tidak sejalan dengan rasa yang dikecap. Tak puas dengan keadaan ini, Dylan De Silva membuka restoran dengan konsep makanan sehat bernama Terra.

Sejak dibuka pada 4 Desember 2019, restoran ini membuktikan kepada pelanggannya bahwa makanan sehat juga bisa enak apabila menggunakan metode, bahan, rempah, dan proses yang tepat.

F&B Director Terra Nikola Djordjevic Ivanov mengatakan, dengan kemajuan teknologi saat ini serta kekayaan rempah dan ragam sayur-mayur yang Indonesia miliki, tim dapur beserta manajemen terus mengembangkan berbagai macam menu sehat dengan rasa yang enak. Dengan begitu, Terra bisa menjangkau pasar lebih luas lagi—tidak terbatas pada penggiat kesehatan dan atlet saja, tapi semua kalangan di semua usia.

Hangat dan nyaman

Berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, restoran ini ditampilkan dalam suasana yang kasual, ringan, dan hangat dengan pengaplikasian warna-warna dinding yang cerah dan pencahayaan yang terang berartistik. Penempatan beberapa jenis tanaman di setiap meja makan dan di beberapa sudut ruang merupakan simbol Terra banyak memanfaatkan bahan alami sebagai komponen penting dalam menu-menunya.

“Jakarta adalah salah satu kota tersibuk di dunia. Kita disuguhi polusi, kemacetan, kepadatan, dan kebisingan. Namun, pengunjung yang masuk ke sini akan merasakan kehangatan dan kenyamanan karena disambut oleh tanaman-tanaman hijau, kayu-kayuan, warna dinding yang cerah,” jelas Nikola saat tim Resto berkunjung ke Terra, Rabu (18/11).

Yang menarik perhatian kami adalah sebuah sepeda yang digantung di jendela utama restoran. Nikola mengungkapkan, ide itu dicetuskan oleh pemilik restoran yang kesehariannya sangat aktif berolahraga. Harapannya, dengan adanya simbol nan ikonis itu, pengunjung juga dapat terinspirasi untuk hidup aktif dan sehat terutama di masa pandemi ini.

“Orang-orang perlu waspada terhadap kesehatan dan harus berhati-hati dengan apa yang dimakan—ada atau tidak adanya pandemi. Anda tetap harus konsisten tentang gaya hidup sehat. Makan sehat, hidup sehat, tersenyum, dan nikmati hidup Anda,” ucap Nikola.

Sehat dan nikmat

Setiap makanan dan minuman yang ditawarkan di sini merupakan hasil riset yang tak main-main. Terra yang berkomitmen menyajikan makanan sehat tapi enak juga selalu mengembangkan dan mengganti menu-menunya secara reguler agar pengunjung tak merasa bosan jika datang ke sini setiap hari.

Build Your Own Hot Bowl merupakan konsep andalan Terra yang membebaskan Anda untuk memilih sendiri komponen-komponen yang tersedia di etalase mulai dari protein, karbohidrat, sayuran, dan sausnya.

“Etalase ini berubah setiap minggunya. Bisa saja proteinnya yang berganti, atau proses masaknya yang berbeda,” ujar Nikola. “Beberapa sayuran utama seperti brokoli, kembang kol, atau wortel kami ubah secara konsisten juga. Karena jika disamakan, pengunjung bisa bosan sehingga tujuannya untuk konsisten mengonsumsi makan sehat berubah.”

Kami pun mencoba berkreasi pada menu ini dengan memilih protein salmon; karbohidrat berupa shirataki dan brown rice; serta sayurannya berupa brokoli, wortel, dan timun zucchini yang telah ditumis dengan sedikit minyak zaitun. Filet salmon rebus dengan berat 100 gram yang dipadu dengan berbagai rempah ini berhasil mengejutkan kami dengan teksturnya yang super lembut dan rasanya yang nikmat.

Belum lagi jika dimakan lengkap bersama nasinya yang enak sekaligus mengenyangkan. Nikola mengatakan, meski porsinya terlihat besar menu ini ideal untuk dikonsumsi satu orang.

“Jika Anda menjaga pola makan, Anda harus makan dengan benar dalam porsi itu. Beberapa orang akan merasa kekenyangan karena mereka mengonsumsi makanan ringan sebelumnya. Dan, Anda harus berhati-hati mengonsumsi camilan karena terkadang itu jauh lebih buruk daripada makanan yang sebenarnya.”

Nikola kemudian membawakan salah satu hidangan baru, yakni Beef Chipotle. Menu ini terdiri dari daging tenderloin yang dipanggang secara perlahan di waktu yang lama, nasi cokelat pilaf, jagung bakar arang, dan campuran kacang-kacangan. Yang tak boleh dilewatkan adalah mencicipi Spicy Chicken Caesar Wraps.

Bungkus tortilla terbuat dari gandum utuh dengan isian selada romaine, potongan ayam, saus caesar, ketimun, bawang, tomat, telur, bacon, hummus, dan furikake. Nikola mengatakan kalau isian ini ditumis terlebih dahulu dengan menggunakan banyak bawang putih, bumbu-bumbu, dan sedikit minyak zaitun agar lebih bertekstur.

Untuk minumannya, kami sarankan Anda memesan Green Goddess yang baik bagi pencernaan dan mengandung berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh, terdiri dari bayam, kale, jeruk, apel, lemon, dan madu yang diblender. Kesegaran dan kenikmatan jus sehat ini dapat menjadi teman yang pas buat hari-hari aktif Anda.

Pencinta aneka beri sebaiknya memesan Mix Berries yang berisi campuran stroberi, rasberi, bluberi, madu, dan susu almond atau yogurt. Anda tidak perlu menambahkan gula pada minuman ini karena buah beri memiliki kandungan gula positif.

Terra juga menawarkan Meal Plan untuk mendukung program sehat Anda, sehingga tak perlu repot-repot memikirkan menu harian apalagi jumlah kalorinya. Meal Plan terbagi menjadi empat program, yakni Clean Eating, Weight Loss, Plant-Based, dan Sports Nutrition. Sebagai catatan, program ini hanya bisa dipesan dengan metode 10 kali dan 20 kali pengiriman.

Bagi Anda yang gemar bersepeda bisa mampir sarapan ke restoran ini di akhir pekan, karena Terra juga menyajikan menu-menu sarapan yang tidak kalah lezatnya seperti Breakfast Benedict, Brown Rice Fish Porridge, dan Apple Pie.

Lanjut baca

Resto

Kembali ke Selera Nusantara nan Juara

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Rivan Fazry

Meski di tengah pandemi, restoran ini tetap diminati karena kelezatan makanan, kenyamanan tempatnya, juga protokol kesehatannya yang ketat. 

 

Kepopuleran Tangerang Selatan ditandai dengan menjamurnya ragam destinasi kuliner berkonsep kekinian. Salah satu restoran keluarga yang tengah menjadi hype bernama Kayu Kayu Restaurant.

Berlokasi di kompleks Alam Sutera, Serpong Utara, Kayu Kayu mengakomodasi kebutuhan akan tempat bersantap, pertemuan keluarga, rapat, arisan, hingga momen spesial. Empunya resto yang juga pendiri Kosenda Hotel memang terkenal brilian dalam menciptakan arsitektur, sekaligus interior di setiap properti yang dimilikinya.

Serbakayu

Belum lagi masuk ke restoran, pandangan kami terpusat pada puluhan kayu balok yang disusun apik seolah mengapung menghiasi bagian atas fasad. Tumpukan kayu balok ini sebagai penegasan restoran yang beroperasi sejak 31 Juli 2017 ini didominasi oleh material kayu. Namun, Kayu Kayu lebih dari itu.

Kekaguman kami berpaling menuju kolam ikan koi dengan gemericik airnya, pepohonan, juga cuitan burung-burung yang bersahutan di teras restoran. Melalui pendekatan alam, restoran ini ingin mengajak setiap pengunjung melepaskan segala penat juga kegelisahannya di luar, untuk menerima segala ketenangan dan pengalaman bersantap baru yang ditawarkan di sini.

Baca Juga: Bancakan Berkesan di Resto “New Normal”

Suasana alam juga kami dapatkan setelah melangkah masuk. Kami dihadapkan dengan tangga spiral ganda yang melingkari pohon pulai atau Alstonia raksasa dengan kolam ikan koi di bawahnya. Tangga spiral ini merupakan focal point yang menjadi incaran latar berfoto para pengunjungnya.

Berbagai dekorasi bermaterial kayu juga menambah nilai artistik restoran ini. Misalnya saja kap lampu yang terbuat dari potongan tripleks yang dilengkungkan dan disusun sedemikian rupa. Potongan tripleks ini juga dimanfaatkan menjadi dekorasi dinding di ruang makan privat.

Plafon yang tinggi dengan atap kaca di bagian tengahnya, ditambah bukaan yang lebar pada jendela-jendelanya membuat restoran dua lantai ini terasa terang, lapang, juga sejuk. Tidak hanya serius pada tata ruang restoran, pengelola juga mengaplikasikan protokol kesehatan yang ketat.

Ini diperlihatkan dengan pengurangan kapasitas tempat duduk hingga 50 persen, penempatan batas transparan berbahan akrilik di setiap meja, juga piring dan alat makan yang di-wrapped agar lebih steril. Selain itu, pengelola juga memberlakukan tes cepat Covid-19 setiap 14 hari sekali.

“Kami patuh banget dengan peraturan daerah yang dikeluarkan Provinsi Tangerang Raya. Kami juga sudah tervalidasi oleh PHRI, Dinas Pariwisata Tangerang Selatan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Tangerang Raya. Biar tamu yang datang ke sini merasa lebih tenang, merasa lebih aman, jadi kami pun lebih percaya diri,” ujar Director of Operations Kayu Kayu Iwan Irawan kepada Majalah Pajak, Rabu (30/9).

Maka, tak heran walaupun di masa pandemi restoran ini selalu ramai oleh pengunjung setiap harinya. Bahkan, Iwan menganjurkan untuk memesan tempat beberapa jam sebelumnya, agar Anda tak perlu menunggu terlalu lama di halaman restoran.

Asli Indonesia

Jika pemilik restoran merupakan kunci di balik desain interior nan mengagumkan, maka Iwan adalah konseptor ulung di setiap menunya. Pengalaman 25 tahun di industri perhotelan membuat Iwan dipercaya meramu sekaligus meracik semua menu yang tersaji di sini. Makanan bertema nusantaralah yang dipilihnya.

Masakan yang enak itu berasal dari bahan makanan yang bagus dan cooking method yang benar.

“Kalau pagi kita makan masakan Indonesia, siang Indonesia, malam Indonesia, it’s fine enggak boring. Tapi kalau breakfast makanan Western, siangnya makan pasta, malamnya steak saya rasa kurang cocok dengan budaya kita. Dan, saya mau makanan Indonesia menjuarai culinary dunia,” ujar Iwan.

Baca Juga: Sepotong Nostalgia Mengalir di Meja

Iwan mengklaim, restoran ini hanya menggunakan bahan-bahan berkualitas premium. Inilah yang membedakan cita rasa restoran ini dengan restoran berkelas lainnya. Iwan pun menyebut konsep menunya dengan makanan Indonesia naik kelas.

“Masakan yang enak itu berasal dari bahan makanan yang bagus. Kalau main ingredient-nya sudah bagus, cooking method-nya benar, sesuai dengan recipe, masakannya pasti enak.”

Kami pun mencicipi beberapa hidangan andalan yang dibawakan oleh Sous Chef Kayu Kayu Sammy. Karena mengusung restoran keluarga, setiap porsi yang dihidangkan di sini memungkinkan untuk dinikmati dua-tiga orang. Hidangan pembuka yang kami coba yakni Martabak Telor. Bukan sembarang martabak, kudapan ini terbuat dari adonan yang di-resting selama 24 jam di dalam chiller.

Chef Sammy mengungkapkan, adonan didiamkan selama itu untuk mendapatkan kulit yang renyah di luar, lembap di dalam. Isian martabak pun lengkap dan melimpah seperti potongan daging sapi khas dalam yang sudah dimasak dengan beberapa rempah, bawang bombay, dan daun bawang. Pilihan martabak lainnya yakni Martabak Telor tanpa daging khusus untuk vegetarian, dan Martabak Manis beraneka isian.

Di hidangan utama, ada Ayam Bakakak. Berupa daging Ayam utuh yang dipanggang setelah diungkep dengan bumbu kuning. Sajian khas Jawa Barat ini disajikan di atas sebuah wadah kayu menyerupai talenan dan beralaskan daun pisang, lengkap dengan empat macam sambal yakni matah, dabu-dabu, sambal colo-colo, dan sambal bawang. Dengan begitu, Anda dan keluarga bisa merasakan daging ayam dengan sensasi rasa yang berbeda-beda.

Hidangan andalan yang tak kalah nikmatnya yaitu Soto Betawi. Kunci kenikmatan soto ini ada pada kuahnya yang diolah dari bumbu halus dan rempah, susu evaporasi, juga santan premium; ditambah daging sapi dan jeroan impor kualitas terbaik.

Selain daging dan jeroan yang empuk, kuah soto terasa lezat lagi ringan walau terlihat creamy. Jangan lupa santap bersamaan dengan emping, minyak samin, perasan jeruk nipis, bawang goreng, dan sambal merah (chili ginger) sebagai pelengkap kenikmatan rasanya.

Berikutnya, yakni Nasi Goreng Kambing Bule. Nasi goreng ini dimasak menggunakan bumbu kari Indonesia sehingga berwarna kuning. Aroma asap pada nasi goreng yang tercium di setiap suapan semakin lengkap dengan tambahan sepotong daging kambing premium. Chef Sammy berujar, meskipun pakai daging kambing impor, bumbunya tetap resep nusantara.

Kayu Kayu juga menyediakan aneka sayur tradisional seperti Tumis Bunga Pepaya dan Tumis Jantung Pisang. Meski kedengaran asing bagi warga metropolitan, kedua jenis sayuran ini paling banyak diminta pengunjung.

Baca Juga: Nasgor Artistik di Kafe Antik

Untuk hidangan penutup, kami sarankan Anda mencoba Selendang Mayang. Minuman asal Jakarta ini berisi air santan disertai kue lapis tipis berwarna-warni yang menyegarkan. Rasa santan pun terasa ringan di lidah dengan manis gula aren yang pas.

Saat cuaca terik, pesanlah minuman-minuman andalan Kayu Kayu yang menyegarkan seperti Ambarella Sugarcane, Passion Basil, dan Strawberry Peach Cooler. Restoran ini juga menyediakan cake aneka rasa untuk hari-hari spesial Anda seperti Banana Chocolate Cheese Cake, Mango Panna Cota, dan Mocca Nougat.

Lanjut baca

Resto

Sepotong Nostalgia Mengalir di Meja

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Rivan Fazry

Hidangan klasik dan tata ruang restoran ini menjanjikan pengalaman bernostalgia ke masa lalu.

 

Jakarta menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi komunitas pencinta romantisme masa lampau. Berkuliner di restoran bergaya Eropa klasik biasanya juga menjadi kegiatan yang tak dilewatkan oleh penjelajah zaman lawas ini.

Beberapa restoran berkonsep fine dining seperti ini bisa Anda temukan di beberapa titik wilayah di ibu kota. Jika Anda penasaran ingin menyantap sajian nusantara nan lezat sembari bernostalgia ke masa lampau, barangkali Paloma Resto bisa menjawab kebutuhan Anda—akan masa lampau, maupun makanan lezat.

Mengandung sejarah

Berlokasi di lobi Hotel Des Indes Menteng, Jakarta Pusat, Paloma Resto kental akan nuansa kolonial, juga Batavia tempo dulu. Meski berada di tepi jalan protokol, suasana dalam restoran tampak tenang dan elegan. Betapa tidak, Paloma Resto dibuat semirip mungkin dengan restoran yang berada di Hotel Des Indes zaman kolonial yang berlokasi di Jl. Gajah Mada (dulu Jalan Molenvliet West), Harmoni, Jakarta Pusat.

Marketing & Business Development Executive, Cindy Unsri mengungkapkan, pemilik hotel ini rupanya pernah menginap di Hotel Des Indes semasa kecilnya. Demi merawat potongan kenangan itu, ia sengaja membuat hotel lengkap dengan restorannya. Bahkan, restoran ini beroperasi setahun lebih cepat ketimbang hotelnya, agar pengunjung dapat mengintip seperti apa konsep hotel butik ini.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami ada sejarahnya. Dulu, Hotel Des Indes, kan, ada di Harmoni, sekarang ada di Menteng. Jadi, kami mengajak tamu-tamu yang masuk ke restoran ini bernostalgia ke masa lampau, saat Hotel Des Indes lama masih berjaya,” tutur Cindy kepada Majalah Pajak, Jumat (14/8).

Baca Juga: Bancakan Berkesan di Resto “New Normal”

Restoran ini terbagi menjadi dua ruang makan; dalam ruangan merupakan ruang makan utama yang lapang dan hangat, dan luar ruangan untuk suasana bersantap yang lebih relaks. Kemiripan desain interior restoran lebih difokuskan pada ruang makan utama. Anda akan menemukan beberapa pilar seperti restoran aslinya, lengkap dengan lekukan-lekukan arsitektur yang lazim ada pada bangunan Eropa kuno.

Sementara sentuhan Betawi dan Jawa dihadirkan melalui furnitur dan ornamen jadul yang dapat membangkitkan pengalaman nostalgia, di antaranya kursi-kursi, aneka lampu Demang khas Betawi yang ditempel dan digantung di banyak titik, taplak batik, dan bufet.

Agar tak lekang oleh waktu, restoran ini juga ditambahi sentuhan modern seperti bukaan yang lebar, aplikasi warna cat hijau pastel nan lembut di beberapa sisi dinding, dan beberapa lukisan kontemporer.

Cindy menjelaskan, selain untuk bersantap, restoran ini juga kerap dijadikan ruang serbaguna untuk berbagai perhelatan seperti seminar, arisan, ulang tahun, hingga pernikahan. Sebagai catatan, selama PSBB Transisi DKI Jakarta, manajemen juga menerapkan sejumlah protokol kesehatan, seperti membatasi pengunjung hingga 50 persen total kapasitas restoran, pengunjung dan staf harus memakai masker, dan menggunakan sanitasi tangan sebelum memasuki area restoran 

Hidangan klasik

Executive Chef Hotel Des Indes Menteng Subardi Waluyo dan tim dapur menyiapkan sekitar 40 menu nusantara dan internasional yang akan memuaskan selera bersantap Anda. Chef Subardi mengatakan, sebagian besar menu di sini adalah hidangan klasik yang selalu menjadi favorit banyak orang, meski telah melintasi zaman.

Sebagian besar menu adalah hidangan klasik yang selalu menjadi favorit banyak orang meski telah melintasi zaman.

Salah satu menu yang bisa Anda cicipi yakni Grilled Steak Salmon. Dilengkapi dengan mashed potato dan kucuran saus lemon, salmon yang dipanggang dengan lumuran saus lada hitam ini akan membuat Anda berkali-kali berdecak kagum.

Baca Juga: Nasgor Artistik di Kafe Antik

Salmon dipanggang di atas wajan panggang beberapa menit hingga menghasilkan kematangan yang pas; sensasi kulit renyah di luar, daging lembut di dalam. Apalagi, ketika disuap berbarengan dengan mashed potato yang terbuat dari kentang pilihan dan susu segar, membuat rasa olahan ikan semakin nikmat dikonsumsi.

Menu spesial lainnya yaitu Oxtail Soup atau Sup Buntut. Aroma rempah dari kepulan kuah sup panas membuat kami tak sabar ingin mencicipinya. Tak hanya sedap di hidung, kuah sup buntut ini juga nikmat di mulut. Cengkih, pala, dan jahe merupakan bintang utama di menu ini. Chef Subardi mengungkapkan, rempah-rempah menjadi salah satu pembeda dari sup buntut lainnya. Rempah-rempah itu juga meresap hingga ke dalam daging buntut sapi.

Menu ini sempurna berkat daging buntut yang empuk dan mudah lepas dari tulangnya. Terang saja, Chef Subardi bilang kalau buntut sapi ini direbus dua kali dan memakan waktu cukup lama. Perebusan pertama berfungsi untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran yang tersisa, lalu perebusan kedua selama 2,5 jam untuk pengempukannya.

Kalau Anda penyuka pedas, Anda bisa menambahkan sambal hijau yang disajikan bersama sup. Lantaran kesempurnaan rasanya, tak heran jika hidangan ini termasuk dalam 10 besar menu favorit pengunjung.

Untuk hidangan penutup, kami mencicipi Pancake dengan siraman sirup maple. Meski klasik, si kue dadar manis dan lembut ini menjadi dessert yang kerap dipesan saat sarapan tiba. Saking disukai oleh tamu hotel, kudapan ini rencananya akan disisipkan ke buku menu oleh Chef Subardi.

Sementara untuk minumannya, pastikan untuk memesan sebotol Blood Bag. Jus berwarna merah segar ini merupakan campuran dari apel fuji, jeruk, stroberi, dan naga. Kemasannya pun menarik karena berada dalam sebuah botol kaca berukuran 250 mililiter.

Agar lebih mendapatkan pengalaman bersantap yang mewah dan ekslusif seperti di Hotel Des Indes kala itu, cobalah memesan konsep jamuan makan rijsttafel yang disebut Parade. Rijsttafel (Belanda) secara harfiah berarti ‘meja nasi’ adalah penyajian makanan lengkap dan berurutan—diawali dengan makanan pembuka, lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup—dengan pilihan hidangan yang mencerminkan keragaman etnis di Indonesia.

Baca Juga: Iftar di Rumah, Hidangan dari Restoran

Di restoran ini, Anda bersama tamu yang lain cukup duduk di kursi masing-masing, sementara pramusaji yang berbaris rapi dan membawa berbagai macam hidangan Indonesia dan barat, akan mengelilingi meja Anda dan tamu lain secara dramatis. Ada puluhan menu makanan dan minuman yang terhidang secara teratur sebagai pembuka, hidangan utama, dan penutup. Untuk bisa menghadirkan Parade, Anda mesti menggelar sebuah acara atau pemesanan dengan minimal 30 tamu.

Lanjut baca
/

Breaking News

Breaking News1 hari lalu

Transaksi Digital Rawan Tindak Pidana Pencucian Uang

Jakarta, Majalahpajak.net – Gubernur Bank Indonesia  (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Keberadaan ekonomi digital turut memudahkan transaksi keuangan. Di antaranya membantu...

Breaking News3 hari lalu

IHSG Positif di Januari, Ini Rekomendasi Saham-saham Prospektif

Jakarta Majalahpajak.net – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat pada Januari seiring dengan...

Breaking News3 hari lalu

Jokowi Tepati Janjinya Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19

Jakarta, Majalahpajak.net –  Seperti janjinya kepada masyarakat yang disampaikan sebelumnya, akhirnya Presiden Joko Widodo mendapatkan suntikan pertama dari vaksin virus...

Breaking News3 hari lalu

Aliran Dana Asing ke Indonesia Diharapkan Perbaiki Kinerja IHSG

Jakarta, Majalahpajak.net – Pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan akan terus membaik dengan permintaan domestik dan belanja pemerintah yang akan menjadi kunci...

Breaking News3 hari lalu

Peran Perbankan untuk Pemulihan Ekonomi Sangat Penting

Jakarta, Majalahpajak.net – Berbeda dengan krisis Asia maupun krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di segala...

Breaking News4 hari lalu

WIKA Raih Penghargaan 10 Juta Jam Kerja Selamat

Makassar, Majalahpajak.net – Direktur QHSE PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA), Rudy Hartono memimpin upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan...

Breaking News4 hari lalu

Antar Pangan Gratis untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

Jakarta, Majalahpajak.net – Memasuki tahun 2021, dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya terus meluas. Kebijakan aktivitas...

Breaking News5 hari lalu

BKF: Kebijakan APBN 2020 Efektif Cegah Dampak Buruk Pandemi

Jakarta, Majalahpajak.net – Pandemi COVID-19 mengganggu kondisi kesehatan dan ekonomi secara signifikan di seluruh negara, termasuk Indonesia. Merespons kejadian ini,...

Breaking News5 hari lalu

PPKM Berlaku, Pengelola Mal Minta Pemerintah Longgarkan Waktu Operasional

Jakarta, Majalahpajak.net – Pemerintah pusat memberlakukan kebijakan pengetatan pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) di kawasan Jawa-Bali mulai Senin, (11/1/2021). Kebijakan...

Breaking News1 minggu lalu

Realisasi PMN dan Investasi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Jakarta, Majalahpajak.net – Kementerian Keuangan RI menyebutkan, pada tahun 2020, pemerintah telah melakukan realisasi investasi pemerintah kepada Badan Usaha Milik...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved